Anda di halaman 1dari 13

AMBIGUOUS INISIALISASI PADA PROGRAM FLOWCHART

JUFRIADIF NA’AM, M.Kom


Dosen Tetap Universitas Putra Indonesia “YPTK”
Padang – Sumatera Barat – Indonesia - 2007

Di Publikasikan pada : Jurnal Ilmiah MEDIA SISFO STIKOM DINAMIKA BANGSA JAMBI,
ISSN 1978-8126 Vol. 1 No. 1 November 2007, Hal 16-24.

ABSTRACT

Program Flowchart is a tool to assist in depicting algorithm in designing computer program. The
writing of Flowchart Program uses symbols which are internationally standardized. In using this
symbol there are ambiguity in its applying, that is in the use of hexagon symbol (square six).
Hexagon Symbol is used for 2 kinds of use which are very different, that is for initiating and
looping, so that it is very ambiguous in designing flowchart program. For that it needs correct
formulation in the use of this hexagon symbol in order not to bewilder programmer in translating
flowchart program.

Keywords : ambiguous, hexagon, initiating, loop, programmer, flowchart, design, ANSI

I. PENDAHULUAN

Dengan semakin berkembangnya teknik pemrograman, orang tidak lagi memecahkan


masalah dengan langsung menulis programnya dalam bahasa pemrograman. Akan tetapi mulai
memikirkan suatu cara penyelesaian masalah yang akan diprogram dengan terlebih dahulu membuat
suatu desain atau rancangan yang akan mewakili pemecahan masalah tersebut. Desain tersebut
mestinya independen dari bahasa pemrograman yang digunakan dan dari komputer yang
menjalankan program. Suatu desain dirancang untuk mampu menyajikan cara berpikir pembuat
program (programer) dalam menyelesaikan masalah. Desain yang dimaksud berisi urutan langkah-
langkah pencapaian hasil yang logis, sistematis, dan procedural. Urutan langkah-langkah yang logis
dan sistematis tersebut dikenal dengan nama algorithma. Rumusan dari algorithma itu nantinya
digunakan untuk menginstruksikan komputer guna melakukan langkah-langkah tertentu dalam
menyelesaikan permasalahan, namun agar dapat diproses oleh komputer algoritma harus terlebih
dahulu diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman, karena pada dasarnya bahasa algoritma tidak
bisa dipahami oleh komputer sebagai pemroses.
Rumusan algorithma, biasanya ditulis dalam notasi-notasi deskriptif dalam bahasa natural
manusia. karena notasi algoritma tidak memiliki aturan penulisan yang baku seperti halnya dalam
bahasa pemrograman, sehingga kadangkala sebuah rumusan algorithma cukup sulit dan
membingungkan (ambiguous) untuk dipahami banyak orang, apalagi untuk langsung dituliskan
kedalam suatu bahasa pemrograman, karena bisa jadi rumusan algoritma tersebut hanya bisa
dipahami oleh praktisi atau pembuat program namun cukup sulit untuk dipahami bagi orang lain.
Maka dibutuhkan media lain yang dapat menyajikan serta mampu membantu menerangkan
rumusan algorithma secara utuh sebelum diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman. Salah satu
media yang banyak dipakai untuk menyajikan atau menampilkan kembali rumusan algorithma
adalah program Flowchart. Program flowchart adalah media yang menampilkan kembali algoritma
dalam bentuk grafik yang diakui secara internasional, yang mampu menunjukkan secara jelas arus
pengendalian suatu algoritma dalam suatu rangkaian kegiatan yang logis dan sistematis serta dalam
bentuk yang sederhana.
Untuk menampilkan algoritma kedalam bentuk grafik, program flowchart menggunakan
berbagai bentuk symbol. Setiap symbol pada program flowchart pada prinsipnya telah terlebih
dahulu ditentukan defenisi dan fungsinya. Symbol yang berbeda-beda bentuk tersebut digunakan
untuk menunjukkan berbagai kegiatan operasi dan jalur pengendalian sesuai dengan rumusan
algoritma yang telah dirancang. dan masing-masing symbol menerangkan serta mewakili suatu
kelompok instruksi dari algorithma. Arti penting dari sebuah program flowchart adalah symbol-
symbol yang digunakan untuk menggambarkan urutan proses yang terjadi didalam suatu rumusan
algoritma secara sistematis, sederhana dan logis dalam suatu rangkaian. Alasan tersebut menjadikan
program flowchart banyak dijadikan pilihan untuk menyajikan rumusan algoritma sebelum
dituliskan kembali kedalam bahasa pemrograman.
Namun demikian program flowchart tetap memiliki kelemahan dalam menyajikan dan
menampilkan suatu rumusan algoritma. Salah satu kelemahan program flowchart berkaitan dengan
defenisi dan fungsi symbol program flowchart itu sendiri. Meski pada dasarnya semua symbol telah
memiliki defenisi dan fungsi yang baku, namun terdapat kerancuan pada defenisi dan fungsi yang
dimiliki oleh salah satu symbol program flowchart, yang sering digunakan untuk menerangkan
suatu rumusan algoritma. Kerancuan terjadi karena symbol yang dikenal dengan nama hexagon
(persegi enam) memiliki dua fungsi yang berbeda yang sering digunakan dalam menggambarkan
algoritma, dua fungsi yang diwakili oleh symbol tersebut adalah fungsi sebagai symbol yang
menggambarkan masalah inisialisasi (variabel, konstanta, pemberian nilai awal) dan juga fungsi
sebagai symbol yang menggambarkan proses perulangan dari suatu rumusan algoritma.
Dalam penggambaran suatu proses perulangan dari rumusan algoritma dengan program
flowchart, tidak terdapat perbedaan pandangan dalam penggunaan symbol hexagon (persegi enam),
namun khusus untuk penggambaran masalah inisialisasi, terdapat perbedaan pendapat karena
kemudian tidak semua sepakat menggunakan symbol hexagon (persegi enam) untuk
menggambarkan proses inisialisasi dalam program flowchart dan menggunakan symbol lain yang
dianggap lebih tepat dalam menggambarkan masalah inisialisasi. Sehingga terdapat dua versi
penggambaran masalah inisialisasi dari suatu rumusan algoritma kedalam program flowchart.
Kondisi ini jelas sangat berpengaruh dalam memahami suatu rumusan algoritma melalui program
flowchart, karena kurang bisa menunjukkan secara jelas substansi logika dan proses yang terjadi
dalam sebuah rumusan algoritma khususnya dalam masalah inisialisasi, akibat penggunaan symbol
yang berbeda tersebut. Dan Kerancuan menjadi cukup jelas ketika masalah inisialisasi digambarkan
sama dengan symbol yang juga menggambarkan proses perulangan, karena antara keduanya
memiliki substansi logika dan proses yang dilalui sangat berbeda.

II. PEMBAHASAN
Semua symbol flowchart telah memiliki fungsi masing-masing, berdasarkan petunjuk
yang dikeluarkan departemen Ilmu Pengetahuan Komputer, yaitu American Nation Standart
Institute (ANSI). Symbol flowchart berfungsi untuk menjelaskan operasi atau instruksi yang harus
dilakukan. Meski terdapat symbol yang memiliki lebih dari satu fungsi tapi secara substansi logika
tetap sama, seperti ditunjukkan oleh symbol bujur sangkar yang menjelaskan proses Input/Output
memiliki substansi proses yang sama, yaitunya adanya pemindahan data dari dalam dan keluar
system internal proses. Demikian halnya dengan symbol oval yang menunjukkan awal dan akhir
suatu proses.
Namun demikian terdapat satu symbol yang didefenisikan oleh berbagai referensi
memiliki fungsi yang berbeda-beda, perbedaan terdapat pada defenisi symbol tersebut dan juga
pada fungsi yang dimilikinya. Symbol tersebut adalah symbol hexagon (Persegi Enam). Dua kata
kunci yang sering ditemukan dalam defenisi symbol hexagon (persegi enam) adalah “Preparation”
dan “loop”, bahkan sering kata preparation dan loop digunakan dalam satu defenisi dan fungsi,
khusus untuk kata “preparation” menimbulkan suatu ruang pendefenisian fungsi yang lebih luas,
sehingga kemudian terdapat fungsi yang berbeda-beda dari symbol hexagon dalam menggambarkan
instruksi algoritma.
Beberapa defenisi yang ada berkaitan dengan symbol hexagon:
1. Symbol yang menunjukkan perulangan (Repetition, iteration, or looping), (Some flowcharting
symbols, http://www.efc.dcccd.edu/)
2. Defenisi symbol preparation, berfungsi untuk menunjukkan proses perulangan (Flowchart
Introduction & Method of Problem Solving, Prof. Martha Selby)
3. Menunjukkan preparation, (Introduction to programming in C++, Algorithms, Flowcharts and
Pseudocode http://cst.rdc.ab.ca/)
4. Defenisi symbol sebagai preparation (IBM flowcharting template part No. GX20-8020-2.1.
Defenisi diatas lebih banyak menunjukkan symbol dengan fungsi preparation, namun tidak
terdapat penjelasan tentang maksud preparation, akan tetapi penggunaan atau fungsi yang
ditunjukkan merupakan suatu proses perulangan.
Defenisi lain yang menunjukkan adanya fungsi yang berbeda secara substansi:
5. Symbol yang digunakan untuk menunjukkan pemberian nilai awal suatu variabel atau counter.
(Pengenalan Komputer, Jogiyanto Hartono, Penerbit ANDI, 2002)
6. Symbol yang digunakan untuk mempersiapkan nilai awal suatu variabel yang akan diproses
dan digunakan untuk proses loop. (Pemrograman Terstruktur, Tata Sutabri, Penerbit ANDI,
2004
7. Symbol yang digunakan untuk pemberian nilai awal suatu variable (Algoritma & Teknik
Pemrograman, Budi Sutedjo & Michael, Penerbit ANDI, 2004)
8. Symbol yang digunakan untuk mempersiapkan aksi manual yang akan dilakukan atau
mempersiapkan langkah-langkah operasi. (Konsep Dasar Bahasa Basic Untuk Program
Komputer, Ismail Besari, M2S Bandung)
Pada defenisi dan fungsi symbol Hexagon no 5 sampai 8 terlihat kerancuan fungsi yang dimiliki
symbol hexagon. Fungsi yang digambarkan dari berbagai defenisi meliputi:
a. Fungsi symbol sebagai pemberian nilai Awal
b. Fungsi symbol sebagai perulangan (looping)
c. Menunjukkan fungsi symbol sebagai Pemberian nilai awal sekaligus digunakan untuk
proses perulangan.
Contoh penggunaan symbol hexagon (persegi enam) yang mewakili beberapa defenisi serta
fungsi yang ada. Pemberian contoh kasus ini diharapkan bisa membantu proses pemetaan masalah
yang lebih spesifik, sehingga kemudian bisa disimpulkan apakah ada kesamaan substansi logika dan
proses dari beberapa defenisi tersebut dan memungkinkan untuk mengklasifikasikannya kedalam
satu kelompok pernyataan. Beberapa contoh kasus yang ditemukan dari beberapa referensi tentang
penggunaan symbol hexagon (persegi enam), antara lain:
1. 2

Start Star

Set variabel A=2


B=1
Input
B=B+1
proses

A=A+2
output

stop Print
A&

B=B+2

Stop

3 4
Star

A=2
B=1

B=B+1

A=A+2

Print
A&

B=B+2

Stop

5 6

Start

Input “Berapa “,Ndata”

Jml=0

For K=1 to N

Input bil

Jml=jml+bil

Next K

Print “jumlah=”, jml

Stop
Keterangan sumber:
1. Pemrograman terstruktur, Tata Sutabri, Penerbit Andi, 2004
2. Memahami struktur dan Element pada bahasa Pemrograman, Chendra Hadi S
(http://www.ilmukomputer.com)
3. Memahami struktur dan Elemen pada bahasa Pemrograman, Chendra Hadi S.
(http://www.ilmukomputer.com)
4. Pemrograman terstruktur, Tata Sutabri, Penerbit Andi, 2004
5. Algoritma dan Teknik Pemrograman, Budi Sutedjo & Michael AN, Penerbit ANDI,
2004
6. Introduction to Programming in C++: Algorithms, Flowcharts, and Pseudocode. Brent
Daviduck, http://cst.rdc.ab.ca/
Dari beberapa contoh kasus penggunaan symbol hexagon (persegi enam) diatas, dapat
dilakukan pemetaan (Mapping) yang memperlihatkan bahwa, meski terdapat beberapa bentuk
pernyataan atau instruksi dari algoritma yang digambarkan oleh symbol hexagon (persegi
enam), namun secara umum symbol tersebut mewakili dua kelompok instruksi algoritma:
1. Inisialisasi
2. Struktur perulangan/Looping
Yang kemudian menjadi permasalahan sekaligus menjadi dasar pembahasan pada
penelitian ini adalah apakah masalah inisialisasi dan struktur perulangan yang ada dalam
algoritma mempunyai substansi logika dan proses kejadian yang sama sehingga dapat
dikelompokkan kedalam satu kelompok pernyataan atau instruksi algoritma, jawaban dari
pertanyaan ini nantinya sekaligus bisa menuntaskan kerancuan tentang defenisi serta fungsi dari
symbol hexagon dalam menggambarkan algoritma.
Untuk menganalisa permasalahan ini, pembahasan dilakukan berkaitan dengan urgensi,
ruang lingkup dan kompleksitas serta substansi logika kerja yang terjadi pada komponen
inisialisasi dan perulangan. Tidak ditemukan defenisi yang baku dari inisialisasi, akan tetapi
dari berbagai referensi tentang algoritma dan pemrograman, inisialisasi selalu berkaitan dengan
variabel, konstanta, dan set awal nilai yang akan digunakan dalam pemrograman.

Dari beberapa referensi juga dapat disimpulkan tentang ruang lingkup inisialisasi atau
komponen apa saja yang termasuk dalam kelompok inisialisasi dalam algoritma, namun
sebelumnya perlu dipaparkan urgensi inisialisasi itu sendiri pada bahasa pemrograman. Pada
beberapa bahasa pemrograman, masalah inisialisasi merupakan suatu keharusan dan berfungsi
sebagai pengendali dari program tersebut Budi Sutedjo, et al (2004). Dalam buku tersebut
dinyatakan bahwa Inisialisasi yang harus didefenisikan meliputi beberapa hal diantaranya:
variable, konstanta, fungsi, dan prosedur yang digunakan.

III. KESIMPULAN
Berkaitan dengan program flowchart, dalam rangka menyusun kerangka pemecahan

suatu masalah, maka setidaknya dalam masalah inisialisasi algoritma terdapat tiga komponen,

yang dapat digambarkan dalam program flowchart, yaitu:

a. Variabel

b.Konstanta

c. Pemberian nilai awal variabel

Dalam struktur bahasa pemrograman ketiganya dituliskan pada bagian deklarasi.

Proses dan symbolisasi inisialisasi pada program flowchart :

1. Substansi logika yang dialami oleh komponen inisialisasi dalam eksekusi program adalah

terjadinya pemindahan data dan perubahan nilai

2. Symbol program flowchart untuk inisialisasi

Berdasarkan pembahasan, symbol program flowchart untuk menggambarkan komponen

inisialisasi cenderung dengan menggunakan symbol rectangle (persegi empat) yang

melambangkan suatu proses. Dengan beberapa alas an substansi logika yang terjadi pada

komponen inisialisasi yang mengalami adanya perpindahan data, dan ini sesuai dengan

berbagai defenisi dan fungsi yang ada pada symbol rectangle (persegi empat) yang menyatakan

bahwa proses yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan operasi matematika tetapi semua

yang berkaitan dengan adanya perubahan nilai, pemindahan data dan termasuk juga operasi

matematika.
Sumber: www.tvdsb.on.ca/saunders/courses/online/ICS3M/Programming/flow_charts

Sumber: www.nos.org/htm/basic2.htm - 13k


Sedangkan untuk struktur perulangan dalam program flowchart dapat digambarkan sebagai :

1. Struktur perulangan merupakan salah satu sruktur dasar algoritma yang digunakan untuk

memecahkan masalah yang membutuhkan adanya proses perulangan.

2. Substansi logika proses untuk satu kali perulangan meliputi empat proses:

a. Inisialisasi

b. Perbandingan atau seleksi

c. Proses

d. Update

3. Berdasarkan pembahasan symbol program flowchart untuk menggambarkan perulangan

adalah symbol hexagon (persegi enam), seperti pada contoh:

Sumber:Introduction to Programming in C++: Algorithms, Flowcharts and Pseudocode.

http://cst.rdc.ab.ca/.
DAFTAR PUSTAKA

Besari, Ismail, Konsep Dasar Bahasa Basic, M2S Bandung,


Budiyanto, Alex, Pengantar Algoritma dan Pemrograman, Ilmukomputer.com, 2003
Daviduct, Brent, Introduction to Programming in C++: Algorithms, Flowcharts, and
Pseudocode, www.cst.rdc.ab.ca. 2005
Flowchart Handout, http://www.efc.dcccd.edu/
Flowchart Symbols, http://www.dmc.dit.ie/
Intro to programming: repeating action, www.nortonline.sccd.edu
Jogiyanto, H.M, Pengenalan Komputer, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2004
J.Longkutoy, Jhon, Dasar-Dasar Programming, Mutiara Sumber Widya, 1991
Kadir, Abdul, Pemrograman Pascal, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001
Lidya Leony, Rinaldi Munir, Algoritma dan Pemrograman, Informatika Bandung, 1997
Martha Selby, Prof, Flowchart Introduction & Method of Problem Solving.
Munir, Rinaldi, Algoritma & Pemrograman dalam Bahasa Pascal dan C, Penerbit Informatika,
Bandung, 2004
Ngoen, Thompson Susabda, Pengantar Algoritma dengan Bahasa C, Salemba Teknik, 2003
Programming:Flowchart: www.tvdsb.on.ca/
Rahardjo, Budi, Teknik Pemrograman, ITB, 2004
Sutedjo Budi, Michael AN, Algoritma dan Teknik Pemrograman, Penerbit Andi, Yogyakarta,
2004
Sutabri, Tata, Pemrograman Terstruktur, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2004
Simbol references, http://www.sheridanc.on.ca/
W.Satria, Romi, I Putu Gede Darmawan, Cepat mahir Algoritma dalam bahasa C,
ilmukomputer.com, 2003
Widyasena, Harimurti, class Dasar C++, ilmukomputer.com, 2003