Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK PANCASILA B-6

PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI STUDI KASUS BANGKA BELITUNG


KETUA SEKRETARIS ANGGOTA : TIFANO PRASALI ARIAN : SITI HIDAYAH TSANIAWATI : 1. HERU ARIFARDI 2. PRADEA RAMADHAN 3. NYNDIA WERI 4. CHINTIA RAMADHANI 5. RICKY RIZKI 6. RATU WILDA MUTIARA SARI 7. SARASTANIA OKTATRIANA 8. SAYYIDAH AL-ARIFIAH 9. SELYA DWI DEVRITA SARI 10. SILVIA OKTA ROZA 11. WULANDARI PRAWESTY 12. ENI SOFIANTI 13. KOMALA SARI HAKIM 14. FADHILAH 15. NIKEN SEPTIANITA 16. AWANG WIBISONO 17. NURUL QOMARIAH 18. YENNY PERMATA SARI 19. ZUS LEVIONI (1102008254) (1102008315) (1102008286) (1102008298) (1102008185) (1102008309) (1102008302) (1102008300) (1102008228) (1102008234) (1102008237) (1102008325) (1102008322) (1102008318) (1102008324) (1102008331) (1102008249) (1102008276) (1102008296) (1102008323) (1102008268)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2010

ANALISA STRATEGI STUDI KASUS PEMBANGUNAN INFFRASTRUKTUR BANGKA BELITUNG YANG SESUAI DENGAN PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang a. Setiap warga negara harus memahami pancasila dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari b. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama c. Pemerintah membangun daerah-daerah yang tertinggal secara merata d. Setiap warga negara mengamalkan UUD 1945 dalam kelangsungan kehidupan berbangsa & bernegara e. PEMILU di seluruh daerah di Indonesia harus berjalan dengan jurdil f. UUD 1945 merupakan sumber hukum tertinggi dari hukum yang berlaku di Indonesia g. Pembukaan UUD 1945 merupakan sumber dari motivasi dan aspirasi untuk mencapai tujuan nasional h. Negara yang berdaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. i. Pembukaan UUD 1945 merupakan cita-cita luhur proklamasi j. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah majelis. 2. Pokok permasalahan Apakah jalannya pemerintahan di bangka belitung sudah menerapkan pancasila dalam konteks Ketatanegaraan bernegara? Tujuan analisa Strategi a. KEPENTINGAN MAHASISWA : Menguasai pengetahuan dan keterampilan kedokteran / kesehatan dengan baik dan mengamalkan pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan Islam. b. KEPENTINGAN UNIVERSITAS :Menjadi dokter-dokter muslim yang bertanggung jawab penuh akan tugasnya. c. KEPENTINGAN PEMERINTAH : Menjalankan sistem pemerintahan di Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. d. KEPENTINGAN NEGARA : Memahami manfaat pancasila dan UUD 1945 dalam kelangsungan negara Indonesia. Kerangka konsep a. Pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI. b. Peranan masyarakat dalam pemilihan wakil rakyat Bangka Belitung c. Pembangunan Infrastruktur harus seimbang d. Peran seorang dokter dalam pemeliharaan kesehatan di Bangka Belitung e. Memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk mempercepat proses pembangunan. Metode Analisa a. Melakukan survey tempat daerah tertinggal b. Melihat dari sumber informasi yang ada

3.

4.

5.

c. Mencari info tentang pemecahan masalah Bangka Belitung d. Melihat dari sudut pandang Ketatanegaraan RI e. Menghimpun landasan pustaka yang ada

BAB II LANDASAN PUSTAKA Muljadi,arief.Prinsip-prinsip negara kesatuan & desentralisasi dalam negara RI. 2010.Prestasi Pustaka:Jakarta. Modul pancasila.Pendidikan pancasila di perguruan tinggi.Pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI.2010. Undang-Undang Dasar 1945 mengatur tiga hal yang bersifat pokok : 1. Jaminan terhadap adanya hak-hak dan kewajiban asasi manusia 2. Susunan ketatanegaraan (the structure of government) yang bersifat mendasar 3. Pembatasan serta pembagian tugas-tugas ketatanegaraan yang juga bersifat mendasar Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. Tujuan perubahan UUD 45 menyempurnakan aturan dasar, seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, dan hal-hal lain yang sesuai perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.

BAB III POLA PIKIR

PRINSIP NEGARA PEMBUKAAN UUD 1945 KEDAULATAN RI SUSUNAN KETATANEGARAA N

PANCASILA DAN UUD 1945

KONDISI UUD 1945

PEMILU

PEMBAGIAN KEKUASAAN PEMBAGIAN TUGAS KETATANEGARAA N KONSTITUSI SUATU NEGARA SEBAGAI HUKUM TERTINGGI DALAM NEGARA

PASAL-PASAL UUD 1945

BAB IV HASIL ANALISA

STRATEGI PANCASILA & SWOT

Kondisi UUD 1945 1 a. Setiap agama memiliki ketentuan ketentuan yang telah diatur oleh ajarannya masing masing b. Kepribadian yang taat memerlukan suatu tindakan yang nyata c. Agama merupakan benteng kepatuhan manusia terhadap maha pencipta d. Banyaknya rakyat indonesia yang tidak mengunakan nilai agama dalam kehidupan

Pembukaan UUD 1945 2 a. Menanamkan sikap amanah dalam diri segenap individu di penjuru Indonesia b. Menjunjung tinggi skap yang jujur dan peduli terhadap masalah c. Peperangan antar agama menjadi bukti bahwa Indonesia belum dapat menanamkan rasa tenggang rasa d. Menciptakan kerukunan beragama guna tercipta kedamainan dihati seseorang

Pasal pasal UUD 1945 3 a. Negara berasaskan atas ketuhana Yanng Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab b. Moral dan budi pekerti memegang p eranan penting supaya tercapinya cita cita bangsa yang luhur c. Tindakan anarkis mewarnai perilaku menyimpang dari adab yang telah tertanam dalam sanubari d. Peribadatan dijamin oleh pemerintah supaya menjalankannya dengan tenang a. Sistem konstitusi memberi ketegasan cara pengendalian pemerintahan negara . b. Perhatian kurang daerah tertinggal menyebabkan wilayah tertentu ingin memisahkan dirinya c. Presiden ialah penyelengga pemerintah negara tertinggi dibawah majelis d. Pertanggung jawaban kegiatan yang telah dilakukan presiden selama menjabat a. Membela negara segenap hati dan raga meningkatkan kecintaan terhadap tanah air b. Memperbaiki infrastruktur tempat tempat yang belum terjangkau terutama dilingkunagan pedesaan c. Perjalanan masa lalu sebagi pembelajaran yang dapat mengarahkan kepada kedewasaan d. Hilangnya berbagai benda benda bersejarah mengurangi aset negara dalam berbagai aspek a. Dewan perwakilan rakyat senantiasa mengawasi tindakan tindakan presiden b. Angota DPR mengecewakan kalangan rakyat dengan melakukan perilaku yang merugikan rakyat c. Kepala negara dapat dihukum karena melanggar haluan negara yang telah ditetapkan UUD dan MPR d. DPR meminta sidang istimewa apabila mereka menganggap presiden diluar batas a. Kepala negara berhak menetapkan peraturan pemerintahan sbgi ganti UU dalam keadaan terpaksa b. Tuntutan reformasi dari berbagai daerah untuk diadakan pemekaran terhadap wilayah baru c. Daerah Indonesia dibagi dlm daerah provinsi dan daerah provinsi dibagi pula dalm daerah yg lebh kecil d. Penghasilan suatu tempat dengan tempat lain berbeda beda sehingga terjadi ketidakseimbangan

I KETUHANAN YG MAHA ESA

II KEMANUSIAA N YG ADIL DAN BERADAB

a. Memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan b. Aturan pokok kenegaraan memudahkan masyarakat dalam bertindak c. Perlakuan menyelewengkan dana dana masyarakat menjadi kebiasaan d. Pemerintah dan masyarakat mengatur tatanan keadilan dan berkehidupan dengan hukum a. Bermacam macam suku dan budaya memperkuat hubungan kebangsaan RI b. Penyelenggaraan negara bergantung kepada pemimpin negara yang bertanggung jawab c. Undang undang mengikuti perkembangan zaman d. Pelanggaran terhadap undang undang telah merugikan negara berpuluh milyar

III PERSATUAN INDONESIA

a. Kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan Indonesia menentang dam menghapuskan penjajahan diatas dunia b. Daerah daerah yang merasa mampu mengolah hasil SDA nya meminta agar menjadi sebuah provinsi c. Kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh majellis permusyawaratan rakyat d. Presiden lebih turun tangan menangani kekacuan kekacauan yang timbul di negarnya. a. Keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan melawn penjajah b. Sistem pembangunan yang ada di daerah pelosok kurang mendapatkan perhatian c. Mengerahkan seluruh jiwa dan pikiran guna mewujudkan kebebasan dalam penjajahan d. Produk produk ekspor mudah masuk melewati perbatasan indonesia a. Rakyat menyadari akan keagungan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila. b. Negara berdasarkan atas aliran pikiran negara integralistrik yang menyatu dengan seluruh masyarakat c. Berbagai paham - paham yang menyudut agama yang seharusnya diatasi dengan bijaksana d. Kesadaran manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sma untuk menciptakan kesejahteraan a. Kedaulatan rakyat dan permusyawaratan / perwakilan melandaskan sistem negara Indonesia b. MPR mengerjakan sepenuhnya memegang dan menjalankan pokok pikiran kedaulat rakyat c. Masyarakat masih memandang sebelah mata orang orang yang tidak memiliki materi d. Tingginya rasa solidaritas pemeintah dalam menciptakan tenaga kerja yang handal

KERAKYATAN YG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANA AN DALAM PERMUSYAWA RATAN PERWAKILAN

IV

a. Mengontrol norma hukum untuk mencapai karakyatan yang dinamis b. Pedoman dalam pembuatan sikap dan tindakan berdasarkan hukum tertinggi c. Pelanggaran hukum menjadikan Indonesia terpuruk dalam menangani devisa negara d. Proklamasi adalah pencetus segala perasaan yang terbenam dalam kalbu rakyat RI a. Peraturan yang tertulis akan mengikat pemerintah dan seluruh publik Indonesia b. Kurangnnya campurtangan rakyat untuk mengelolah hasil buminya dengan SDM yg ada. c. Perubahan UUD memerlukan prosedur yang istimewa d. Singkat dan supel yang menunjukkan undang undang dapat beradaptasi dilingkungan sekarang

KEADILAN SOCIAL BAGI SELURRUH RAKYAT INDONESIA

ANALISA STRATEGI PANCASILA STUDI KASUS BANGKA BELITUNG DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI

BAB V PENUTUP 1. KESIMPULAN


a. Wakil Rakyat dipilih langsung oleh rakyat. b. setiap Warga Negara Memiliki Kebebasan dalam Berpartisipasi dalam Ketatanegaraan. c. Pancasila adalah suatu pandangan hidup bernegara. d. Pembagian Kekuasaan & Tugas Ketatanegaraan diatur dalam UUD 1945.

2. SARAN-SARAN
a. b. c. d. Wakil Rakyat dipilih langsung oleh rakyat lebih Jurdil dan tanggung jawab. Pancasila harus digunakan secara konsisten sebagai suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Fungsi Infrastruktur negara (pembangunan) lebih dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia. Pemerataan pelaksanaan Pemilu pada daerah Terpencil.