Anda di halaman 1dari 9

Apakah Allh Islam adalah Tuhannya Abraham?

oleh Louis Palme Tanggal 4 Agustus, 2009 Banyak orang Kristen dan Muslim berniat baik yang mencoba mencari kesamaan dasar kedua agama mereka untuk menciptakan perdamaian, rasa hormat, dan pengertian satu sama lain. Kedua kelompok ini ngotot bahwa baik Kristen maupun Islam menyembah Tuhan yang sama dan karenanya kesamaan agama yang bertuhan sama sebaiknya mempersatukan kelompok tersebut. Paus Benedict mengutarakan pesan yang sama ketika dia baru ini mengunjungi Timur Tengah, di mana dia berkata pada para Muslim: Di sinilah jalur tiga agama monotheistik besar dunia bertemu, mengingatkan kita akan persamaan ketiganya. Setiap agama tersebut percaya pada Satu Tuhan, yang adalah Pencipta dan Penguasa segalanya Mereka yang mengaku atas namaNya dituntut untuk berjuang tanpa kenal lelah bagi kebajikan sambil menerapkan pengampunanNya, karena kebajikan dan pengampunan mengakibatkan kehidupan bersama umat manusia yang damai dan harmonis. Untuk alasan inilah, maka sungguh penting bagi umat yang percaya Satu Tuhan untuk berusaha mencapai persatuan seluruh umat manusia. Jika kau setuju dengan konsep pemikiran ini, maka silakan simak kisah dari kitab suci Kristen dan Islam:

Yang Lukas 25-29

pertama

dari

Yesus,

pendiri

agama

Kristen:

(25) Kemudian seorang guru agama tampil untuk menjebak Yesus. Ia bertanya, Bapak Guru, saya harus melakukan apa supaya dapat menerima hidup sejati dan kekal? (26) Yesus menjawab, Apa yang tertulis dalam Alkitab? Bagaimana pendapatmu tentang hal itu? (27) Orang itu menjawab, 'Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segala kekuatanmu, dan dengan seluruh akalmu,' dan 'Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri.' (28) Jawabanmu itu benar, kata Yesus. Lakukanlah itu, maka engkau akan hidup. (29) Tetapi guru agama itu mau membenarkan diri. Ia bertanya, Siapa sesama saya itu?

(Kisah dari Lukas 10 ini akan dilanjutkan di bagian kemudian artikel ini.) Sekarang dari Muhammad, pendiri agama Islam: Al Bukhari, vol. 1, nomer 25 Rasul Allh ditanyai, Apakah perbuatan yang terbaik? Dia menjawab, Percaya pada Allh dan RasulNya. Sang penanya bertanya lagi, Apakah perbuatan terbaik setelah itu? Sang Rasul menjawab, Ikut berpartisipasi dalam Jihad (perang suci) di jalan Allh.

Kedua agama besar Kristen dan Islam mengaku bahwa hal terpenting pertama adalah mengikuti perintah Tuhan. Tapi setelah itu apa? Dalam Kristen, ternyata hal kedua terpenting adalah mengasihi sesama manusia, sedangkan dalam Islam adalah memerangi kafir. Sudah tampak jelas bahwa hal terbaik kedua dalam agama Kristen dan Islam ternyata berbeda. Orang bisa saja berdalih bahwa hal ini hanyalah perbedaan kecil prioritas saja, dan mungkin saja prioritas nomer 3 dan 2 bertukar tempat. Tapi sayangnya, kenyataan tidak menunjukkan begitu. Hadis Bukhari yang sahih menjelaskan bahwa hal ketiga yang terpenting bagi Muslim adalah melakukan ibadah haji di Mekah in merupakan ibadah pagan yang dilakukan sejak jaman sebelum Islam, dan merupakan sumber utama nafkah kota Mekah. Dalam agama Kristen, hal ketiga dan hal berikut yang terpenting setelah mengasihi tetangga ternyata bersumber dari Sepuluh Perintah Tuhan, dan semuanya berkaitan mengenai hubungan dengan manusia lain menghormati orangtua, tidak jadi saksi dusta, tidak melakukan zinah, dan tidak mencuri. (Silakan lihat Mathius 19:16-22).

Siapakah Sih Sesama Manusia Itu? Kristen dan Islam tidak hanya tidak setuju dengan prioritas utama dalam kehidupan beragama, tapi juga tentang penjelasan siapakah sesama manusia yang harus dikasihi. Kisah dari Yesus di kitab Lukas di atas berlanjut dengan pertanyaan tentang siapakah sesama kita itu? Yesus lalu menyampaikan kisah Orang Samaria yang Baik Hati, yang menjadi istilah yang dikenal di seluruh dunia. Yang jarang diketahui adalah, orang

Yahudi yang mendengarkan kisah Yesus menganggap asing orang Samaria yang berbeda ras dan agama dengan masyarakat Yahudi. (Orang Samaria tidak ikut dibuang kala kerajaan Babilon menaklukkan Yerusalem di tahun 586 SM, dan hanya orang Yahudi yang ditawan dan dipaksa meninggalkan Yerusalem. Orang Samaria lalu mendirikan kuil tuhan mereka sendiri di Gunung Gerizim di bagian utara, dan ini bertolak belakang dengan agama Yudaisme yang berpusat di Yerusalem). Lukas 5:30-37 (30) Yesus menjawab, Ada seorang laki-laki turun dari Yerusalem ke Yerikho. Di tengah jalan ia diserang perampok, dirampas segala yang dimilikinya, dipukul setengah mati, lalu ditinggalkan tergeletak di jalan dengan luka parah. (31) Kebetulan seorang imam berjalan juga di jalan itu. Ketika dilihatnya orang itu, ia menyingkir ke seberang jalan, lalu berjalan terus. (32) Begitu juga dengan seorang Lewi yang berjalan di situ; ketika dilihatnya orang itu, ia mendekatinya untuk mengamatinya. Tetapi ia pun menyingkir ke seberang jalan, lalu berjalan terus. (33) Tetapi kemudian seorang Samaria yang sedang bepergian, lewat juga di situ. Ketika dilihatnya orang itu, sangat terharu hatinya karena kasihan. (34) Maka didekatinya orang itu lalu membersihkan luka-lukanya dengan anggur dan mengobatinya dengan minyak, kemudian membalut luka-luka itu. Sesudah itu, ia menaikkan orang itu ke atas keledainya sendiri, lalu membawanya ke sebuah losmen dan merawatnya.

(35) Keesokan harinya ia mengambil dua keping uang perak dan memberikannya kepada pemilik losmen itu serta berkata, 'Rawatlah dia, dan kalau ada ongkos-ongkos lain, akan saya bayar nanti apabila saya kembali ke mari.' (36) Kemudian Yesus mengakhiri cerita itu dengan pertanyaan ini, Dari ketiga orang itu yang manakah, menurut pendapatmu, yang bertindak sebagai sesama dari orang yang dirampok itu? (37) Guru agama yang ditanyai itu menjawab, Orang yang telah menolong orang itu. Nah, pergilah dan perbuatlah seperti itu juga! kata Yesus. Jadi orang baik Samaria merupakan seseorang yang tidak mengindahkan perbedaan ras dan agama untuk menolong orang lain karena merasa belas kasihan. Apa yang dikatakan Quran tentang hubungan dengan sesama manusia. Tiga perintah tampak sangat menonjol: Quran, Sura 48:29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah

menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Quran, Sura 9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan

daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. Quran, Sura 3:118 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka

menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (Juga silakan lihat 3:28, 4:139, dan 5:51)

Orang akan mencari-cari di seluruh Quran secara sia perintah untuk mengasihi dan berbelas kasihan pada sesama manusia yang bukan Muslim. Muhammad tidak pernah mendoakan ibunya yang mati sebagai kafir, dan dia berkali-kali mencaci-maki pamannya Abu Lahab yang telah membesarkannya dari kecil, hanya karena Abu Lahab (dan juga istrinya) menolak Islam:

Quran, Sura 111 (1) Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. (2) Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. (3) Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (4) Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. (5) Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Hukum Emas Usaha aktif untuk mengasihi sesama manusia merupakan unsur utama dalam Hukum Emas. Sumber perintah ini berasal dari khotbah Yesus pertama di muka umum, yang tertulis di Mathius 7:12 dan Lukas 6:31, di mana Dia berkata: Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Pengertian orang lain ini mencakup musuh dan orang yang mengutuki Anda. Yesus juga menekankan bahwa para pendosa pun menyayangi temannya yang berdosa pula, sehingga tiada hal istimewa dari tindakan berbuat baik terhadap orang

segolongannya. Presiden Obama menyampaikan pidato awal di Universitas Notre Dame di bulan May, 2009, yang isinya menekankan semua orang harus bekerja sama dan mencari persamaan pandangan. Dia berkata, Karena jika ada satu hukum yang kita semua harus yakin, maka hukum ini adalah

hukum yang menyatukan orang yang beragama dan tidak beragama. Bukanlah hal yang kebetulan saja jika hukum ini terdapat dalam agama Kristen dan Yudaisme, dalam Islam, Hindu, Budha, dan Humanisme. Hukum ini tentunya adalah Hukum Emas yang merupakan perintah untuk memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Sayangnya, pak Presiden tidak tahu bahwa Islam tidak mengandung hukum Emas, seperti yang dinyatakan di hadis Bukhari, vol. 1, nomer 12: Sang Nabi berkata, Tiada seorang pun dari kalian yang beragama sampai dia berharap bagi saudara (muslim)nya apa yang diharapkan bagi dirinya sendiri. Jadi dalam Islam, kebaikan hanya terbatas bagi sesama Muslim saja. Apakah Hukum Emas berlaku pada agama lain? Inilah kesimpulan akan Hukum Emas dari agama lain yang disebut Presiden Obama Yudaisme: Apa yang kau benci, jangan lakukan itu pada sesamamu manusia. Itulah keseluruhan hukum; hal yang lain adalah pendukungnya. Hinduism: Inilah kesimpulan perintah: jangan lakukan pada orang lain yang jika dilakukan terhadapmu akan mengakibatkan rasa sakit. Buddhism: Jangan perbuat pada orang lain segala hal yang menyakiti dirimu. Humanism: Jangan lakukan hal yang kau sendiri tidak ingin alami.

Kesimpulan:

Berdasarkan butki yang ada, prioritas dan tujuan Islam ternyata memang berbeda dengan pandangan agama lain, meskipun Muslim mengaku menyembah tuhan yang sama. Dalam Islam:

(1) Perang ternyata lebih utama daripada mengasihi sesama manusia (yang kafir);

(2) Menganjurkan berteman dengan sesama Muslim dan melarang berteman (3) Kebaikan hanya dengan diterapkan pada sesama Muslim kafir; saja.

Berdasarkan ketiga kesimpulan di atas, maka tentunya Muslim tidak menyembah Tuhan yang sama dengan agama Abraham lainnya seperti Yudaisme dan Kristen. Hal ini menunjukkan bahwa Muslim tidak memiliki dasar iman yang sama dengan agama Abraham. Aku mempersilakan para Muslim menyanggah pendapatku.