Anda di halaman 1dari 21

AIR (3)

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI FARMASI


Untuk industri pembuatan bahan formula: BOD5 100 mg/L COD 300 mg/L TSS 100 mg/L TOTAL-N 30 mg/L FENOL 1 mg/L pH 6-9

Lanjutan air (3)..............


Untuk Formulasi / pencampuran BOD5 75 Kg / ton COD 150 Kg / ton TSS 75 Kg / ton TOTAL-N - Kg / ton FENOL - Kg / ton pH 69

BEBAN PENCEMARAN
Satuan Beban Pencemaran adalah : Kg/detik ; ton/jam; mol/jam. Rumus : konsentrasi x debit Debit = kecepatan aliran (m/detik) x luas penampang sungai (m2). Debit kalau kalau pada pipa yang mengalir = berapa volume yang tertampung tiap detik, (ml/detik).

TUJUAN UTAMA PENGOLAHAN AIR LIMBAH MENGURANGI BOD MENGURANGI PARTIKEL TERCAMPUR MEMBUNUH MIKROORGANISME MENGHILANGKAN BAHAN NUTRISI MENGHILANGKAN KOMPONEN BERACUN MENGHILANGKAN BAHAN YANG TIDAK DAPAT DI DEGRADASI AGAR JUMLAH / KONSENTRASINYA BERKURANG.
4

TAHAP PENGOLAHAN, JENIS KEGIATAN DAN TUJUAN KEGIATAN


Penyaringan : untuk menghilangkan zat padat Perajangan : untuk memotong benda yang ada dalam air, dengan komunitor. Pengaliran ke bak penangkap pasir : untuk menghilangkan pasir dan koral Pengaliran ke bak penangkap lemak : untuk memisahkan benda terapung Pengaliran ke tangki ekualisasi : pemberian softener Netralisasi : menetralkan air limbah yang asam / basa Pengendapan / pengapungan : menghilangkan benda yang tercampur
5

Lanjutan tahap pengolahan Aerasi : memasukkan ke tangki aerasi yang berisi lumpur aktiv dengan tujuan menghilangkan bahan organik Adsorbsi : menggunakan karbon aktiv, untuk menghilangkan bau dan benda yang tidak dapat diuraikan. Pengendapan kimiawi : untuk menghilangkan fosfat Nitrifikasi & denitrifikasi : menghilangkan nitrat secara biologis Air stripping : penghilangan amonia Pertukaran ion : menghilangkan senyawa terion Osmosis / elektrodialisis : menghilangkan zat terlarut Desinfeksi : membunuh m.o.
6

AIR YANG DIGUNAKAN DI INDUSTRI Air sumur = untuk sumber air awal Air PAM, untuk keperluan selain produksi, dan untuk sumber air awal Air bebas mineral, untuk pencucian dan pembilasan alatalat produksi Air (aqua purificata), air untuk produksi (misalnya: sirup), untuk bahan awal pembuatan air untuk injeksi. Sumber air dari sumur, banyak mengandung ion Ca2+ dan Mg2+, sehingga pada tahap pengolahan perlu ditambahkan softener, untuk mengikat ion-ion tsb.
7

Beberapa cara yang digunakan untuk membuat Purified Water


CARA I. Air dari sumber air (sumur), dilewatkan melalui Sand filter untuk menghilangkan kotoran mekanis,selajutnya dilewatkan carbon active untuk menyerap warna dan bau, kemudian dilewatkan filter kation, untuk menghilangkan ion yang bermuatan positif dan dilanjutkan ke filter anion untuk menghilangkan ion-ion negatif. Untuk menurunkan konduktivitas, air dialirkan ke mixed bed filter dan kemudian ditampung di tangki untuk dialirkan ke user point. Sebelum dialirkan ke user point dilewatkan di ozon untuk membunuh m.o.dan dilewatkan ke UV. Destruction untuk memecah ozon supaya tidak masuk ke user point.
8

lanjutan CARA 2. Raw water (air sumur bila kandungan E. coli di bawah maksimum) dapat langsung digunakan untuk keperluan non produksi (domestik) Raw water pada tangki penampung dilakukan proses klorinasi sehingga dicapai kandungan bakteri E. coli dengan batas maksimum 100 CFU/ml. Air yang klorin diadsorpsi dengan carbon filter untuk menghilangkan klor, warna dan bau Air masuk ke tangki penampung dan dialirkan secara terus menerus dengan prinsip Closed Loop System. Air kemudian dialirkan ke anion kation exchanger. 9

Lanjutan cara 2 untuk menghilangkan ion-ion yang masih ada Kemudian air dialirkan ke sistem RO dan selanjutnya Air dilewatkan ke EDI cell untuk pengurangan konduktivitas sampai memenuhi persyaratan CPOB. Yaitu < 2,3 mikro siemens. CARA 3. Untuk memproduksi purified water, dari segi fisik harus jerNih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan dari segi kimia harus bebas ion logam dan mineral lainnya, dan ri segi mikrobiologi harus bebas E. coli dan Pseudomonas aeruginosa dan bakteri lain harus <50 cuf/ml.
10

Lanjutan cara 3 Air sumur dari kedalaman 100 m diklorinasi sampai kadar klor dalam air 0,4 0,6 ppm (cukup untuk mengontrol pertumbuhan m.o. Air dimasukkan ke dalam hydropneumatic tank yang berisi 2/3 air dan 1/3 udara tekan. Air yang keluar dari hydropneumatic tank sebagian dapat untuk air domestik dan sebagian lagi diproses untuk purified water. Air untuk proses produksi diproses melalui water softener dengan melewatkan ke softener unit yang berisi resin pengikat ion logam diantaranya Ca2+ dan Mg2+, logam yang dapat membentuk kerak.
11

Lanjutan cara 3 Air lunak dapat dialirkan ke boiler unit, chiller unit, radiator diesel, hot water unit. Dan dialirkan ke instalasi pengolahan purified water. Air untuk purified water, dialirkan ke multimedia filter yg. berisi gravel, gravit, antrasit; dan dialirkan ke sand filter, untuk mereduksi endapan padat. Air kemudian dialirkan ke carbon filter untuk mereduksi klorin warna dan bau. Kemudian air dialirkan ke filter dengan pori 1 m untuk menyaring partikel > 1 m dan dilanjutkan masuk ke Unit sinar UV untuk mengontrol pertumbuhan m.o.
12

Lanjutan cara 3 Selanjutnya air dilewatkan melalui reverse Osmose (RO) untuk menghilangkan bahan organik dan anorganik sampai 95-99%. Kemudian air dilewatkan melalui Continuous Deionized untuk mengurangi kandungan kation dan anion sampai conductivitasnya 2,1 mikro simens/cm. Seanjutnya dilewatkan sinar uv dan absolut filter dengan ukuran pori 0,22 m untuk membebaskan dari bakteri Purified water harus selalu disirkulasi, untuk mencegah pertumbuhan m.o. Siap didistribusikan.
13

LANJUTAN CARA 4 Sumber air tanah dan air gunung dimasukkan ke bak penampungan (reservoir). Bila air kurang bagus air lebih dulu disaring dengan filter pasir aktiv Untuk pembuatan aqua demineralisata, air dari reservoir dilewatkan kolom filter karbon aktiv 2 tabung, lalu dilewat kan filter cartridge yang berukuran 10 m dan 0,5 m Dari filter cartridge dilewatkan kolom resin penukar kation dan kolom resin penukar anion dan filter mixbed. Hasil yang didapat adalah aqua demineralisata.
14

Lanjutan cara 4 Aqua demineralisata dibuat aquades dengan cara dipanaskan dengan pipa uap dan berasal dari ketel uap, sampai mendidih. Uap yang dihasilkan didinginkan dengan pipa yang berisi air dingindihasilkan aquadest. Dari aquadest ditampung dalam botol-botol dan disterilkan menggunakan autoclave dengan suhu 121oC dan tekanan 1 atmosfer selama 20 menit dihasilkan aqua pro injecsi. Aqua demineralisata di cek : konduktivitasnya, pH dan kandungan kloridanya Aqua pro injecsi dicek konduktivitas, sterilitas dan pHnya
15

LANJUTAN CARA 5 Sumber air dari PDAM, air PDAM diklorinasi sampai kadar klorin maksimum 1ppm.lalu ditampung dalam tangki penampungan yang dilanjutkan dengan dilewatkan carbon filter l. (untuk mengadsorpsi zat warna, dan partikel koloid. Kemudian air disaring dengan sand filter untuk menyaring kotoran mekanik. Setelah ini air dilewatka carbon filter ll untuk menghilangkan bau serta disaring dengan pre filter cartridge dengan pori 5 m sambil ditekan dengan pompa.
16

Lanjutan cara 5 Sesudah lewat pori 0,5 m, air dilewatkan membran reverse osmosis (RO) untuk memisahkan zat padat terlarut dan air murni.(zat padat terlarut tdk.boleh melebihi 10 ppm. Kemudian air dialirkan melewati alat mixbed yang berisi resin bermuatan positiv (kation) dan bermuatan negativ (anion), untuk menurunkan konduktivitas tidak lebih dari 2,1 mikrosiemen. Air kemudian diuji kandungan logam berat, klor, sulfat, amoniak, kalsium dan mikrobiologi.

17

LANJUTAN CARA 6 PRE TREATMENT : air tanah melalui proses klorinasi untuk mengendapkan Fe, Mn dan Ca, kemudian dilewatkan penyaringan kwarsa dan filter karbon dan dialirkan ke bak penampungan. ION EXCHANGER : air dari pre treatment dialirkan melalui ion exchanger yang menghasilkan air dengan konduktivitas 10 mikrosiemens. Untuk mengurangi konduktivitas, air dipompa lagi ke tangki mixbed, yang dapat menghasilkan konduktivitas 1 mikrosiemens.

18

Lanjutan cara 6 air dengan konduktivitas 1 mikrosiemens dialirkan ke sistem RO dengan pertamakali dialirkan ke single pass dengan membran ukuran 1 mikron dan air yang lewat dialirkan lagi ke double pass dengan membran berpori lebih kecil yaitu 0,2 mikron, dan kemudian masuk ke tahap EDI. Air dari proses EDI dipanaskan pada suhu 80oC, ditampung pada kondensor I, kemudian dialirka air dingin suhu 4oC uap masuk ke kondensor II dst. Sampai ke kondensor IV. Air siap digunakan untuk produk steril.
19

LANJUTAN CARA 7 PRE TREATMENT : air PAM diinjeksi dengan natrium hipoklorit, untuk membunuh kuman tangki raw water Air dialirkan ke Multi Grade Filter menghilangkan partikel padat. Masuk dalam softener I lalu ke softener II lalu dimasukkan ke tangki soft water. Tahap ke tiga, dari tangki softener, dilewatkan ke filter SDI untuk menghilangkan koloid. Air diinjeksi dengan larutan NaOH 1,5% hingga pH 9 -10 untuk menghilangkan silika. Air lalu dilewatkan plate heat exchanger diinjeksi dengan Sodium meta bisulfit 0,5% untuk menghilangkan klorin. Sebelum masuk ke unit RO.
20

LANJUTAN CARA 7 Unit RO (reverse osmosis) dan EDI (electrode Deionisation). Disini dengan filtrasi proses RO, untuk menghilangkan kontaminan yang masih ada, dan untuk menarik kation anion secara efisien, dengan EDI, sehingga air yang dihasilkan memenuhi persyaratan.

21