Anda di halaman 1dari 7

5.

Identifikasikan peran komponen sistem pelayanan kesehatan menurut kasus di atas

Badan Pengatur Pemerintah (diperankan oleh Depkes) Mengupayakan tindakan promotif dan preventif yang tidak dilakukan oleh pelayanan kesehatan swasta. Pada kasus ini dilakukan dengan memberikan informasi pada WNA yang berkunjung ke Indonesia mengenai keadaan dan potensi penyakit yang dapat timbul di Indonesia Pemerintah 1. Menyediakan layanan kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah) yang memadai 2. Sistem pembiayaan asuransi kesehatan yang transparan dan mudah diakses terutama oleh warga negara asing yang tinggal di Indonesia. 3. Sistem Rujukan yang baik sehingga memudahkan untuk penanganan pasien lebih lanjut (apabila perlu merujuk ke sentra kesehatan yang lebih memadai)

Pemberi Layanan Kesehatan (Dokter Umum/Dokter Spesialis) 1. Memberikan pelayanan kesehatan dengan personal approachment 2. Merujuk pasien ke spesialis atau bahkan sub spesialis apabila dengan terapi berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) gagal/tidak berespon 3. Pada level pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) dilakukan diagnose komunitas untuk menemukan masalah dan ditentukan penyelesaian terhadap wabah diare. 4. Intervensi terhadap lingkungan sekitar pasien+keluarganya (Individual Based Intervention) Masyarakat (Pasien+ Lingkungan Sekitar Pasien) Harus menyadari bahwa layanan kesehatan terutama di Indonesia bukan merupakan public goods yang sejati. Sehingga tidak semua fasilitas dan layanan kesehatan ditanggung oleh asuransi. Sehingga bila diperlukan pasien akan menggunakan pembiayaan sendiri (out of pocket).

6. Jika ada permasalahan yang terkait dengan pembiayaan


kesehatan, sistem rujukan dan/atau sistem informasi kesehatan, apa yang anda usulkan sebagai solusinya?

Sistem Pembiayaan Kesehatan Seringnya inflasi yang terjadi di Indonesia sehingga nilai tukar Rupiah sering berubah. Sehingga disarankan menggunakan asuransi kesehatan pasien seutuhnya, dan apabila memerlukan tindakan/intervensi yang tidak ditanggung oleh asuransi barulah pasien menggunakan self payment.

Sistem Rujukan Pemahaman sistem rujukan dari provider kesehatan primer, sekunder, dan tersier. Umumnya masyarakat di Indonesia hanya melihat layanan yang terdekat tanpa melihat kompetensi provider. Sedangkan jika pada kasus ini, pasien orang Korea datang pada dokter umum, maka rujukan selanjutnya diserahkan pada dokter spesialis sub spesialis. Sedangkan faktor-faktor yang menunjang rujukan adalah birokrasi harus jelas sehingga mengerti alur rujukan (apabila pasien dirujuk untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut), transportasi (penting untuk perpindahan pasien ke pusat layanan kesehatan yang lebih memadai), teknologi (saran penunjang untuk laboratorium dan lainnya untuk membantu diagnose dan terapi pada pasien)

Sistem Informasi Kesehatan Melakukan integrasi sistem informasi kesehatan yang ada mulai dari sistem di Puskesmas hingga Rumah Sakit Rujukan. Sharing data dan informasi yang terintegrasi dengan cara: 1. Surveilans, yang meliputi surveilans penyakit, gizi, kesehatan lingkungan dan pemantauan ketersediaan obat 2. Pencatatan dan pelaporan data rutin dari UPT kabupaten/ kota ke Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, dari UPT provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota ke Dinas Kesehatan Provinsi ke Departemen Kesehatan (kegiatan-kegiatan ini memerlukan suatu sistem pencatatan dan pelaporan yang terintegrasi dan terkoordinasi. 3. Pencatatan dan pelaporan program-program kesehatan khusus yang ada, seperti program pemberantasan malaria 4. Pencatatan dan pelaporan sumber daya dan administrasi kesehatan yang sudah berjalan seperti ketenaga kesehatan 5. Survei dan penelitian untuk melengkapi data dan informasi dari pengumpulan data rutin, yang meliputi baik yang berskala nasional (seperti Survei Kesehatan Nasional), maupun yang berskala provinsi dan Kabupaten/ Kota (SI IPTEK Kesehatan / Jaringan Litbang Kesehatan)