Anda di halaman 1dari 8

Fisiologi Kala II Persalinan

1. 2. 3. 4. 5.

Kelompok 2 Enggar Christanty PO 7224112046 Eny Fitria A.S PO 7224112047 Fridita Rarasati PO 7224112048 Ika Kristina P.P PO 7224112049 Irma Sri Astuti PO 7224112050
: 1B Kebidanan

Tingkat

Yang dibahas :
Pengertian Perubahan yang terjadi

Pengertian
Kala dua yang merupakan stadium ekspulsi, kala dua berlangsung mulai dari dilatasi lengkap serviks sehingga pelahiran bayi. Kala II persalinan adalah kala pengeluaran, dimulai saat serviks telah membuka lengkap dan berlanjut hingga bayi lahir. Mendurasi kala II pada persalinan spontan tanpa komplikasi adalah sekitar 40 menit pada primi gravida dan 15 menit pada multipara. Bayi yang gagal lahir dalam batas waktu ini tidak harus mengindikasikan persalinan operatif, tetapi tentunya memerlukan penilaian ulang situasi dalam hal posisi atau ukuran bayi dalam hubungannya dengan panggul. Pada wanita dengan blok epidural yang efektif, kepala bayi sering kali tampak terletak rendah di dalam panggul, pada perineum, tetapi tidak dapat maju lebih lanjut karena keinginan ibu untuk mendorong telah melemah. Kontraksi selama kala dua adalah sering, kuat dan sedikit lebih lama yaitu kira-kira 2 menit yang berlangsung 60-90 detik dengan interaksi tinggi.

Perubahan yang terjadi


A. Kontraksi uterus Kontraksi, dorongan otot-otot dinding Kontraksi uterus pada persalinan menimbulkan nyeri, merupaka satu-satunya kontraksi normal muskulus. Kontraksi ini dikendalikan oleh syaraf intrinsik, tidak disadari, tidak dapat diatur oleh ibu bersalin, baik frekuensi maupun lama kontraksi.

Lanjutan...
Sifat khas: Rasa sakit dari fundus merata keseluruh uterus sampai berlanjut kepunggung bawah. Penyebab rasa nyeri belum diketahui secara pasti. Beberapa dugaan penyebab antara lain: Pada saat kontraksi terjadi kekurangan O2 pada miometrium. Penekanan ganglion syaraf diserviks dan uterus bagian bawah. Pereganggan serviks akibat dari pelebaran serviks. Pereganggan peritoneum sebagai organ yang menyelimuti uterus.

Kontraksi atau periode relaksasi diantara kontraksi memberikan dampak berfungsinya sitem-sistem dalam tubuh, yaitu: Memberikan kesempatan pada jaringan otot-otot uterin untuk beristirahat agar tidak menurunkan fungsinya oleh karena kontraksi yang kuat secara terus menerus. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk istirahat, karena rasa sakit selama kontraksi. Menjaga kesehatan janin karena pada saat kontraksi uterus mengakibatkan kontraksi pembuluh darah plasenta sehingga secara terus-menerus berkontraksi, maka akan menyebabkan hipoksia, anoksia dan kematian janin.

Pada awal persalinan kontraksi uterus menjadi selama 15-20 detik. Memasuki fase aktif kontraksi terjadi selama 45-90 detik rata-rata 60 detik. Dalam 1 kali kontraksi terjadi 3 fase, yaitu: fase naik, puncak, dan turu. Pada saat fase naik lamanya 2 kali fase lainnya. Pemeriksaan kontraksi uterus meliputi, frekuensi, durasi/ lama, intensitas/ kuat lemah. Frekuensi dihitung dari awal timbulnya kontraksi sampai muncul kontraksi berikutnya. Pada saat memeriksa durasi atau lama kontraksi, perlu diperhatikan bahwa cara pemeriksaan kontraksi uterus dilakukan dengan palpasi pada perut dengan cara jari-jari tangan ditekan pada perut, bisa atau tidak uterus ditekan. Menentukan intensitas kontraksi uterus atau kekuatan kontraksi uterus, hasil pemeriksaan yang disimpulkan tidak dapat diambil dari seberapa reaksi nyeri ibu bersalinan pada saat kontraksi.