Anda di halaman 1dari 23

Tuberkolosis pada Paru

Andreino Adythia Pause 10.2010.020

Anamnesis
O Nama
O Umur O Alamat O Pekerjaan O KU O RPS O RPD
Batuk Sejak sekitar 1 bulan lalu |Dahak gelas |Tidak ada sesak/nyeri dada|Semakin kurus 3 bulan terakhir

O R. Pengobatan

Pemeriksaan Fisik
O TTV
O Palpasi O Perkusi O Auskultasi
Bronkovesikuler, Ronkhi Kering Di Apex Paru Kanan, Jantung Normal, Abdomen Normal Nafas 90x/menit |Nadi 78x/menit |TD: 130/90 mmHg |T:37,2 o C

O Inspeksi

Working Diagnose
O Tuberkulosis Paru
O Penyakit infeksi bakteri menahun yang

disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi.

Bronkitis Kronis

Produksi mukus trakheobronkhial >>

Sianosis, edema dan barrel chest. Batuk persisten, sputum kopi Wheezing ekspirasi. Gejala >>> Batuk dan ekspektorasi pagi hari Batuk produktif intermitten tiap hari seiring waktu. Sputum bening dan mukoid kuning, tebal darah. Sesak napas beraktivitas berat. Demam, menggigil, sefalgia, gelisah muntah, kembung, diare (gangguan gastro), wheezing (pneumonia mikoplasma). Stridor lokal dan dispnea ringan. Batuk kering sputum ( - ) sputum kental sputum darah. Anoreksia, lelah, berkurangnya berat badan.

PPOK

Penyakit paru >>> Peningkatan resistensi terhadap aliran udara.

Pneumonia

Bakteri, virus Infeksi paru-paru meradang. Alveoli dipenuhi nanah dan cairan. Metaplasia sel

Ca Paru

Pemeriksaan Penunjang Radiologi


O Lesi segmen apikal

dan posterior lobus atas segmen posterior lobus bawah Bayangan lesi terutama pada lapangan atas paru Bayangan berawan atau berbercak Terdapat kavitas tunggal atau banyak Terdapat kalsifikasi

Pemeriksaan Penunjang
O Pemeriksaan BTA
O sangat spesifik, namun tidak sensitif

30 70% yang bisa di diagnosa O BTA baru dapat ditemukan dalam sputum
O
O Bila bronkus sudah terlibat sehingga sekret yang di keluarkan

mengandung BTA

O Laboratorium penunjang
O Laju Endap Darah (LED) O Jumlah Leukosit O Hitung jenis Leukosit

Hb 10 Ht 30 Leukosit: 9900 Trombosit: 158.000 LED: 70

O Uji Tuberkulin ( Mantoux )

Medika Mentosa
O Isoniazid,bakterisid, harian 5 mg/kgBB,
O O O

Intermitten 3x seminggu 10 mg/kgBB Rifampisin, 10 mg/kgBB Piraniazid, bakterisid, harian: 25 mg/kgBB, 3x seminggu 35 mg/kgBB Streptomisin, bakterisid, harian: 15 mg/kgBB, intermiten: 3 x seminggu dosis sama Etambutol,bakteriostatik, harian 15 mg/kgBB, intermiten 3x seminggu 30 mg/kg BB

Kategori 1 ( 2HRZE / 4H3R3 )


O Penderita baru TBC Paru BTA Positif
O Penderita TBC Paru BTA negatif Rontgen

positif yang sakit berat dan O Penderita TBC Ekstra Paru berat.

Kategori 2 ( 2HRZES / HRZE / 5H3R3E3 )


O Penderita kambuh ( relaps ) O Penderita Gagal ( failure ) O Penderita dengan Pengobatan setelah

lalai ( after defaulted )

Kategori 3 ( 2HRZ / 4H3R3 )


O Penderita baru BTA negatif dan rontgen

positif sakit ringan O Penderita ekstra paru ringan yaitu TBC kelenjar limfe ( limfadenitis ) pleuritis eksudativa unilateral TBC kulit , tbc tulang ( kecuali tulang belakang ) sendi dan kelenjar aderenal.

Prognosis
O Jika berobat teratur sembuh total (95%)
O Jika dalam 2 tahun penyakit tidak aktif,

hanya sekitar 1 % yang mungkin relaps O Terapi yang cepat sembuh baik O Bila daya tahan tubuh baik sembuh baik

Komplikasi
O
O O

O O O

Hemoptisis masif (perdarahan dari saluran napas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena sumbatan jalan napas, atau syok hipo volemik, Kolaps lobus akibat sumbatan bronkus, Bronkietasis (pelebaran bronkus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru, Pneumotoraks (pnemotorak/ udara di dalam rongga pleura) spontan: kolaps spontan karena bula/ blep yang pecah, Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, sendi, ginjal dan sebagainya, Insufisiensi kardio pulmoner (cardio pulmonary insufficiency).

Etiologi
O Mycobacterium tuberkulosis
O Kuman berbentuk batang,ukuran panjang

1-4 m dan tebal 0,3-0,6 m. O Spesies yang dapat menginfeksi manusia


Mycobacterium bovis,
Mycobacterium kansasii, dan Mycobacterium intrasellulare.

O Sebagian besar kuman terdiri dari asam

lemak (lipid).

Patofisiologi

Epidemiologi
O Sekitar 1,9 milyar manusia, sepertiga

penduduk dunia ini telah terinfeksi oleh kuman tuberkulosis O Hasil survey prevalensi TB di Indonesia tahun 2004 menunjukkan bahwa angka prevalensi TB BTA positif secara nasional 110 per 100.000 penduduk.

Manifestasi Klinik
O Gejala Sistemik
Demam: flu like syndrome, + pada malam

hari + keringat, T: 40 41oC Gejala yang tidak Spesifik: rasa tidak enak nadan, anoreksia = <BB, sakit kepala,pegal pegal.

Manifestasi Klinik (2)


O Gejala Respiratorik
O

Batuk: akibat terangsangnya bronkus,besifat iritatif peradangan produktif Sputum (mukoid atau purulen) O Batuk Darah: pecahnya pembuluh darah,parahnya tergantung besar pembuluh darah O Sesak napas: luasnya kerusakan jaringan paru,TB kronik O Nyeri Dada: sistem saraf kena,tapi tiak selalu ada

Pencegahan
O
O O O

Penderita menutup muut sewaktu batuk dan tidak membuang dahak sembarangan Vaksinasi BCG Memberikan penyuluhan tentang TB Isolasi, pemeriksaan kepada orangorang yang terinfeksi, pengobatan khusus TBC. Pengobatan dirumah sakit hanya bagi penderita yang kategori berat yang memerlukan pengembangan program pengobatannya yang karena alasan alasan sosial ekonomi dan medis untuk tidak dikehendaki pengobatan jalan. Des-Infeksi, Cuci tangan dan tata rumah tangga keberhasilan yang ketat, perlu perhatian khusus terhadap muntahan dan ludah (piring, hundry, tempat tidur, pakaian) ventilasi rumah dan sinar matahari yang cukup.

O Imunisasi orangorang kontak. Tindakan

pencegahan bagi orangorang sangat dekat (keluarga, perawat, dokter, petugas kesehatan lain) dan lainnya yang terindikasinya dengan vaksi BCG dan tindak lanjut bagi yang positif tertular

O Penyelidikan orangorang kontak.

Tuberculin-test bagi seluruh anggota keluarga dengan foto rontgen yang bereaksi positif, apabila caracara ini negatif, perlu diulang pemeriksaan tiap bulan selama 3 bulan, perlu penyelidikan intensif. O Pengobatan khusus. Penderita dengan TBC aktif perlu pengobatan yang tepat obatobat kombinasi yang telah ditetapkan oleh dokter di minum dengan tekun dan teratur, waktu yang lama (6 atau 12 bulan). Diwaspadai adanya kebal terhadap obat-obat, dengan pemeriksaaan penyelidikan oleh dokter.

Kesimpulan