Anda di halaman 1dari 12

Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer

Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 1



MODUL I
PENGUKURAN PENGUKURAN DAYA DAN BANDWITH PADA KOMUNIKASI
ANALOG DENGAN SPECTRUM ANALYZER

A. SPECTRUM ANALYZER
Spectrum analyzer adalah alat yang digunakan untuk menguji atau mengukur
komposisi spectral dari sebuah gelombang elektrik pada domain frekuensi. Pengukuran pada
domain frekuensi akan menunjukkan besarnya energi yang dibutuhkan pada range frekuensi
tertentu. Spectrum analyzer menampilkan suatu spektrum dari frekuensi yang telah
ditentukan serta parameter-parameter dari spektrum seperti daya, bandwith, dan lain-lain.
Beberapa fungsi dasar yang penting pada spectrum analyzer dapat dijelaskan sebagai berikut:
Frequency and level setting
Menampilkan frekuensi, level amplitude, dan span yang diinginkan
Marker/peak search
Mengontrol posisi dan fungsi marker serta mengindikasikan nilai daya pada suatu
puncak gelombang tertentu
Resolution Bandwith
Resolution bandwith menunjukkan bandwith IF filter pada spectrum analyzer. RBW
menggambarkan perbedaan terkecil dari dua buah sinyal yang saling berdekatan.
Sensitivitas spectrum analyzer ditentukan secara langsung oleh resolution bandwith. Jika
pengukuran dilakukan pada range yang lebar, RBW dapat diatur pada nilai 3 KHz. Jika
pengukuran dilakukan pada band yang sempit (contoh:filter), maka RBW dapat diatur
pada nilai berkisar 10 Hz 300 Hz.



Gambar 1.1. Spektrum Analizer dan Tampilan layar
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 2

Video Bandwith
Video bandwith mengontrol low pass filter yang terletak setelah IF detector. Video
bandwith akan mengurangi magnitude dari noise. Hal ini sangat penting untuk
mendeteksi sinyal yang berada dekat dengan noise floor. Untuk meningkatkan efek filter,
VBW diatur 1/10 lebih kecil dibandingkan dengan RBW. Ketika VBW diset Auto,
VBW akan berubah sesuai RBW. Nilai VBW yang kecil akan memerlukan sweep time
yang lama.

Gambar 1.2. Tampilan layar Spektrum Analizer VBW berbeda

Sensitivity
Sensitivitas menunjukkan level sinyal terkecil yang dapat dideteksi oleh spectrum
analyzer. Untuk memperoleh sensitivitas yang baik, maka :
- RBW diatur sekecil mungkin
- Redaman RF input yang kecil
- Video filtering yang cukup (VBW < 0.01 RBW)
Input Power range
Merupakan range daya input yang dihubungkan pada konektor spectrum analyzer. Pada
umumnya, power range berkisar antara -100 dBm hingga +10 dBm. Jika melewati batas
terendah, spectrum analyzer kemungkinan tidak dapat mengidetifikasi sinyal dari
background noise. Dan apabila melewati batas tertinggi, input mixer pada SA
kemungkinan bekerja pada daerah saturasi, sehingga pembacaan nilai pengukuran tidak
merepresentasikan nilai level daya yang sebenarnya. Penggunaan external attenuator
akan sangat penting apabila pengukuran dilakukan diluar batas yang telah ditentukan.
Harmonics/Intermodulation
Frekuensi harmonisasi menunjukkan tingkat akurasi dari spectrum analyzer. Normalnya,
frekuensi harmonisasi bernilai 30 dB dibawah sinyal yang diinginkan.
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 3


Gambar 1.3. Tampilan Harmonics/Intermodulation pada Spektrum Analizer

Dynamic Range
Secara umum, dynamic range merupakan kemampuan analyzer untuk mengukur sinyal
harmonic dan interaksinya terhadap dua atau lebih sinyal. Contohnya, dalam pengukuran
sinyal harmonisasi orde ke-tiga sebagai produk intermodulasi.

B. STANDARD OPERATION PROCEDURE SETTING SPECTRUM ANALYZER:
1. Menentukan frekuensi tengah
Pengukuran pada frekuensi tertentu, membutuhkan pengaturan frekuensi tengah pada
SPECTRUM ANALYZER agar pembacaan alat ukur menjadi mudah. Langkah-
langkah penentuan frekuensi tengah:
a. Tekan tombol FREQUENCY, kemudian masukkan parameter frekuensi yang
diinginkan, atau
b. Pada menu FREQUENCY, tekan 2 (START), masukkan frekuensi awal yang
diinginkan
c. Lalu tekan 3 (STOP), masukkan frekuensi akhir yang diinginkan.

Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 4

2. Mengatur Span
Pengaturan SPAN penting dilakukan ketika kita ingin membatasi pembacaan pada
monitor SPECTRUM ANALYZER. Pembatasan ini berguna untuk mendapatkan
gambaran spectrum frekuensi yang detil pada range frekuensi yang sempit. Besarnya
nilai SPAN menandakan besarnya spectrum frekuensi dari layar paling kiri ke layar
paling kanan. Langkah-langkah pengaturan SPAN:
a. Tekan SPAN, kemudian masukkan parameter yang diinginkan.
b. Untuk full span (sesuai dengan spesifikasi alat ukur 9kHz 3 GHz), tekan 2
(Full Span)
c. Untuk Zero Span, tekan 3 (Zero Span)

3. Mengatur RBW
Resolution bandwith menunjukkan bandwith IF filter pada spectrum analyzer. RBW
menggambarkan perbedaan terkecil dari dua buah sinyal yang saling berdekatan.
Sensitivitas spectrum analyzer ditentukan secara langsung oleh resolution bandwith.
Langkah-langkah pengaturan RBW :
a. Tekan CPL, kemudian tekan 1 (RBW).
b. Untuk mengatur RBW secara manual, tekan 1 satu kali lagi.
c. Kemudian masukkan parameter yang diinginkan.

4. Mengatur VBW
Video bandwith mengontrol low pass filter yang terletak setelah IF detector. Video
bandwith akan mengurangi magnitude dari noise. Hal ini sangat penting untuk
mendeteksi sinyal yang berada dekat dengan noise floor.
Langkah-langkah pengaturan VBW :
a. Tekan CPL, kemudian tekan 2 (VBW).
b. Untuk mengatur VBW secara manual, tekan 2 satu kali lagi.
c. Kemudian masukkan parameter yang diinginkan.

5. Mengatur Sweep Time
Sweep Time mengatur lamanya waktu yang dibutuhkan SPECTRUM ANALYZER
untuk melakukan sapuan (menampilkan hasil pengukuran) pada layar. Sebagai
contoh, Sweep time 100ms berarti SPECTRUM ANALYZER membutuhkan waktu
0,1 detik untuk melakukan sapuan layar dari satu ujung ke ujung yang lain.
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 5

Langkah-langkah pengaturan Sweep Time:
a. Tekan CPL, kemudian tekan 3 (Sweep Time)
b. Untuk mengatur Sweep Time secara manual, tekan 3 satu kali lagi.
c. Kemudian masukkan parameter yang diinginkan.

6. Mengatur Attenuator
Untuk menghindari pengukuran daya yang besar, Spectrum memiliki system
pengamanan dengan menyediakan Attenuator yang dapat diatur oleh user. Besarnya
bervariasi sesuai dengan spesifikasi Spectrum.
Langkah-langkah pengaturan Attenuator:
a. Tekan AMPLITUDE, kemudian pilih 2 (ATT)
b. Untuk mengatur ATT secara manual, tekan 1 (untuk mengubah status AUTO
menjadi MNL)
c. Kemudian masukkan parameter yang diinginkan.

C. KALIBRASI
Kalibrasi dilakukan untuk menghindari kesalahan pengukuran. Kesalahan pengukuran
oleh SPECTRUM ANALYZER sangat mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan oleh
penggunaan SPECTRUM ANALYZER secara terus-menerus sehingga setting SPECTRUM
ANALYZER menjadi berubah. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu melakukan
kalibrasi sebelum menggunakan SPECTRUM ANALYZER.
Prosedur kalibrasi SPECTRUM ANALYZER :
a. Hubungkan input SPECTRUM ANALYZER dengan port output kalibrasi


Gambar 1.4. Skema Hubungan Kalibrasi
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 6

b. Tekan SYSTEM






c. Lalu pilih 6 (Calibration)




d. Tekan 1 untuk mengkalibrasi seluruh item, atau tekan 2 untuk mengkalibrasi
sesuai item yang di kehendaki.
e. Tunggu sampai kalibrasi selesai dilakukan.

Gambar 1.4. Tampilan Layar setelah Kalibrasi Selesai
f. Setelah kalibrasi selesai, tekan CLEAR untuk keluar.
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 7

D. PENGUKURAN DAYA DAN BANDWIDTH
1. Pengukuran Daya
a. Cek spesifikasi SPECTRUM ANALYZER (frekuensi minimum dan frekuensi
maksimum, daya input maksimum, volt DC maksimum).
b. Masukkan sinyal yang akan diukur ke port input SPECTRUM ANALYZER.
(untuk simulasi, sinyal masukan bisa didapat dari Function Generator atau
Microwave Synth Generator)
i. Setting Function Generator atau Microwave Synth Generator
1. Set frekuensi yang ingin disimulasikan
2. Set besarnya amplitude (Vp-p atau power output dBm)
c. Sinyal masukan harus sesuai dengan spesifikasi SPECTRUM ANALYZER.
i. Apabila frekuensi yang akan diukur berada diluar rentang SPECTRUM
ANALYZER, maka anda perlu mengganti SPECTRUM ANALYZER
yang digunakan.
ii. Apabila daya yang akan diukur melebihi batas pengukuran
SPECTRUM ANALYZER, maka anda perlu menambahkan
Attenuator.
iii. Apabila volt DC masukan tidak boleh melebihi 0 volt DC, maka perlu
di pasang DC Blok pada input SPECTRUM ANALYZER.
d. Set frekuensi pada SPECTRUM ANALYZER sesuai frekuensi yang akan di
ukur. (untuk simulasi, samakan frekuensi SPECTRUM ANALYZER dengan
Function Generator atau Microwave Synth Generator)
e. Ukur daya pada frekuensi yang
telah di tentukan (dalam dBm).
i. Aktifkan marker (MKR),
lalu tuned ke frekuensi
yang diinginkan, atau
ii. Tekan PEAK (mencari
titik tertinggi secara
otomatis)


Gambar 1.5. Tampilan Pengukuran Daya pada Titik Peak

Titik Peak
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 8

2. Pengukuran Spektrum Frekuensi
a. Cek spesifikasi SPECTRUM ANALYZER (frekuensi minimum dan frekuensi
maksimum, daya input maksimum, volt DC maksimum).
b. Masukkan sinyal yang akan diukur ke port input SPECTRUM ANALYZER.
(untuk simulasi, gunakan Function Generator)
i. Setting Function Generator :
1. Set frekuensi yang ingin disimulasikan
2. Atur besarnya amplitude (sesuaikan dengan spesifikasi
SPECTRUM ANALYZER)
3. Atur bentuk sinyal ke Sinusoidal
c. Set frekuensi pada SPECTRUM ANALYZER sesuai frekuensi yang akan di
ukur. (samakan frekuensi SPECTRUM ANALYZER dengan frekuensi
Function Generator)
d. Atur SPAN, sehingga didapat spectrum yang jelas
e. Perhatikan spectrum frekuensi pada monitor.
f. Coba ubah bentuk sinyal, Sinusoidal, Segitiga, atau Persegi









Gambar 1.6. Setiap sinyal periodic, selalu merupakan penjumlahan/gabungan dari sinyal-
sinyal Sinusoidal.

Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 9

3. Pengukuran bandwidth
a. Cek spesifikasi SPECTRUM ANALYZER (frekuensi minimum dan frekuensi
maksimum, daya input maksimum, volt DC maksimum).
b. Masukkan sinyal yang akan diukur ke port input SPECTRUM ANALYZER.
(untuk simulasi, sinyal masukan bias didapat dari Function Generator atau
Microwave Synth Generator)
c. Sinyal masukan harus sesuai dengan spesifikasi SPECTRUM ANALYZER.
i. Apabila frekuensi yang akan diukur berada diluar rentang SPECTRUM
ANALYZER, maka anda perlu mengganti SPECTRUM ANALYZER
yang digunakan.
ii. Apabila daya yang akan diukur melebihi batas pengukuran
SPECTRUM ANALYZER, maka anda perlu menambahkan
Attenuator.
iii. Apabila volt DC masukan tidak boleh melebihi 0 volt DC, maka perlu
di pasang DC blok pada input SPECTRUM ANALYZER.
d. Set frekuensi pada SPECTRUM ANALYZER sesuai frekuensi yang akan di
ukur. (untuk simulasi, samakan frekuensi SPECTRUM ANALYZER dengan
Function Generator atau Microwave Synth Generator)
e. Ukur daya pada frekuensi yang telah di tentukan (dalam dBm).
i. Aktifkan marker (MKR), lalu tuned ke frekuensi yang diinginkan.
ii. Tekan PEAK (mencari titik tertinggi secara otomatis)
f. Menghitung bandwidth..

Gambar 1.7. Ilustrasi Bandwidth Sinyal
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 10

Bandwidth didefinisikan pada rentang frekuensi antara f
1
dan f
2
. Di mana daya
pada f
1
dan f
2
adalah


Besarnya bandwidth adalah



E. PENGUKURAN DAYA DAN BANDWITH PADA KOMUNIKASI ANALOG
1. AMPLITUDO MODULATION
Modulasi amplitude merupakan proses modulasi yang mengubah amplitude
sinyal pembawa sesuai dengan amplitude sinyal pemodulasinya dengan cara
menumpangkan sinyal info tersebut pada amplitude sinyal carriernya.


Gambar 1.8.Blok Diagram Modulator AM-DSB-SC dan Spektrum frekuensinya

Persamaan :


=

]
Bandwidth :


Daya :



Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 11

Skema Pengukuran Daya dan Bandwidth pada AM Transmitter ACL-01


Gambar 1.9. Skema Pengukuran Daya dan Bandwidth pada AM Transmitter ACL-01

2. FREKUENSI MODULATION
Modulasi frekuensi adalah proses penumpangan sinyal informasi pada frekuensi
sinyal carrier, dimana kerapatan frekuensi sinyal carrier dipengaruhi oleh amplitude
sinyal informasi. Semakin besar amplitude sinyal informasi, maka kerapatanya semakin
besar dan begitupun sebaliknya. Keunggulan FM adalah ketahananya terhadap noise
dibandingkan dengan amplitude modulation (AM) sehingga dapat meningkatkan kualitas
dari suatu system komunikasi radio.
Dengan modulasi frekuensi, maka frekuensi sinyal carrier akan berubah-ubah
sebanding dengan perubahan sinyal informasi, maka sinyal modulasi FM adalah:
S(t) = V
c
cos [2f
c
t + ( sin (2f
m
t)) ]
Dimana :
m
f
m
m f
m
m
f f
V k
f
kV
A
= = =
t
|
2

m
f
f
V
k
k
A
= =
t 2

2
min max
f f
f

= A
Keterangan :
| = Indeks Modulasi FM, index modulasi merepresentasikan seberapa besar
perubahan sinyal carrier terhadap bandwidth sinyal info
k
f
= Sensitivitas modulasi (Hz/Volt), merupakan suatu nilai yang menunjukan
respon cepat atau lambatnya suatu sinyal termodulasi.
k = Sensitivitas modulasi (rad/Volt)
f
A = Deviasi Frekuensi sinyal FM, merupakan perubahan frekuensi sinyal carrier
yang terjadi akibat adanya sinyal pemodulasi, biasanya merupakan harga
Pengukuran Daya dan Bandwidth dengan Spektrum Analizer
Laboratorium Sistem Komunikasi ITTelkom Bandung Page 12

puncak perubahan frekuensi dalam satuan Hz, dan besarnya sebanding dengan
besarnya amplitude sinyal pemodulasi (Vm).

Spektrum FM

Gambar 1.10. Spektrum frekuensi Sinyal FM untuk informasi single tone

Bandwidth sinyal FM adalah tak hingga, oleh karena itu carson membuat rumus
untuk menghitung BW sinyal FM yang disebut BW Carson. Dimana pada BW Carson
ni terkumpul besar daya sinyal FM minimal 98% dari daya total.


Dengan menggunakan pendekatan fungsi Bessel, maka besar daya sinyal FM
yaitu :
P
FM
=
2
2
2
r
C
J
R
V E
= | | ) ... ( 2
2
2
3
2
2
2
1
2
0
2
+ + + + J J J J
R
V
C

dengan | | ) ... ( 2
2
3
2
2
2
1
2
0
+ + + + J J J J 1
maka : P
FM
=
R
V
C
2
2
E

; dimana Vc = Amplitude carrier, R = Resistansi

Skema Pengukuran Daya dan Bandwidth pada FM Transmitter ACL-03

Gambar 1.11 Skema Pengukuran Daya dan Bandwidth pada AM Transmitter ACL-03