Anda di halaman 1dari 5

DATA PENGAMATAN Parameter yang Harus diatur pada AAS Instrument Parameter System Type : Flame Element : Fe Lamp

Current : 7,00 mA Wavelength : 248,30 nm Slit Width :0,20 Slit Height : Normal Instrument Mode : Abs. BC Off Calibration Parameters Calibration mode : Linear LS through Zero Overrange Sample Action: None Conc. Units : g/ mL Conc. Decimal places : 3 Calibration failure action: Stop Flame Control Parameters Flame Type : Air Acetylene Fuel Flow : 0,8209 l/ Min Oxidant Flow : 12,40 l/min Burner Angle : 0,00O Sample Measurement parameter Measurement mode : Integratior Sample introduction : Manual Read Time : 3,00 s Time constant : 0,00 Replicates :3

Quality parameters Second Fail Action : Stop Range Checking : Off Check Sample Conc : 1,000 g/ mL Check Sample Lower Range : 80% Check Sample Upper Range :120 %

Gambar Pengamatan No 1 Data Pengamatan Keterangan Pompa yang digunakan sebagai suply udara tekan pada AAS yang digunakan sebagai oksidant.

Alat pengukur tekanan udara yang masuk kedalam AAS dilengkapi dengan valve

Tempat untuk memasukkan standar ataupun sample pada AAS sehingga dapat diukur absorbansinya.

Unit pembakaran pada Alat AAS yang bergabung dengan Tempat sampel dan nebulazer

Sumber Radiasi yang digunakan dalam AAS yaitu HCL (hollow cathode lamp) yang spesifik untuk menganalisis logam Fe

Tampilan pada display komputer padasaat akan memilih element yang dianalisis. Mode yang tersedia pada display terdiri dari; Description, Instrument, Measurement, Calibration, Standard, Quality, Flame

PERHITUNGAN a. Perhitungan Pembuatan larutan Standar Pembuatan Larutan Induk Fe 1000 ppm dari ammonium Ferri sulfat (Mr=482,19) (NH4) Fe (SO4)2 Pembuatan dalam labu ukur 100 mL

1000 ppm 1000 ppm massa Fe

= 1000 mg /L = 1 g /L = 0,1 g dalam 100 mL

Massa ammonium ferri sulfat yang harus ditimbang: M M = =

Faktor Pengenceran 10 kali menjadi 100 ppm V1.C1 V1 V1 = V2.C2 =(100 mL x 100 ppm)/1000 ppm = 10 mL

Perhitungan volume yang harus dipipet untuk membuat Deret Standar (vol. Labu deret standar 25 mL 1ppm 3 ppm 5 ppm 7 ppm 9 ppm = = = = = = 1,25 mL = 1,75 mL

b. Perhitungan Konsentrasi Sampel Data Pembacaan (3 kali) No. Konsentrasi Absorbansi Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 0 ppm (blanko) 1 ppm 3 ppm 5 ppm 7 ppm 9 ppm Sampel 1 Sampel 2 0,0058 0,0338 0,0854 0,1859 0,1963 0,2375 0,1086 0,1022 %RSD Pembacaan 3 kali 5,29 4,19 0,7 0,28 0,53 0,68 0,91 1,38

Kurva Kalibrasi

Kurva Kalibrasi Standar Fe


0.3 0.25 0.2 Absorbansi 0.15 0.1 0.05 0 0 2 4 6 8 10 Konsentrasi (ppm) y = 0.0268x + 0.0126 R = 0.9569

Standar Fe Linear (Standar Fe)

Persamaan Garis yang didapatkan : Y = 0,026x + 0,012 Linearitas Persamaan Garis Y = 0,026x + 0,012 artinya , Pada kurva kalibrasi tersebut, memiliki intersep 0,012 dan korelasi antara konsentrasi terhadap absorban sebesar 95,6 %,

Pengukuran Sampel No Sampel Absorbansi Konsentrasi dari perhitungan (ppm) Konsentrasi Dari tampilan komputer AAS (ppm) 1 2 Sampel 1 Sampel 2 0,1086 0,1022 3,715 3,4692 3,787 3,566 0,0509 0,0727 Standar Deviasi

Dengan Perhitungan: Sampel 1 0,1086= 0,026 x + 0,012 x = (0,1086 0,012) / 0,026 x = 3,715 ppm Sampel 2 0,1022 = 0,026 x + 0,012 x =(0,1022 0,012) / 0,026 x = 3,4692 ppm