Anda di halaman 1dari 23

PETUNJUK PENGGUNAAN ALAT BIOELEKTRIK TERAPI

Pegel linu, low back pain, kesemutan, bebal, urat leher kencang, mata kunang kunang,

TELAPAK KAKI BEBAL, JIKA DITEKAN KULIT TIDAK KEMBALI SEMULA, LEMAS TERUS, OTOT LEMAH

Surakarta, 2010

HAK MILIK INTELEKTUAL

Buku ini merupakan hak milik dari duraposita.tech. Jika menginginkan untuk mendapatkan kopi dan lain lain dapat menghubungi duraposita@yahoo.co.id. www.duraposita.com ( www.scrib.com/apibiru ) Dengan syarat tertentu SESUAI KESEPAKATAN KEDUA BELAH PIHAK..

UCAPAN TERIMA KASIH

Terhadap beberapa pihak yang telah membantu untuk perampungan Petunjuk Penggunaan Alat Bioelektrik Terapi, sebagaimana yang disebutkan berikut; 1. H. Abdul karim Msc ( pengobatan al quran) 2. KH. Tamam Qaulani ( MUI salatiga) 3. Saudara Giman hwi, Parno terapis, Suwarno driver, Yoto mainten, Sukar sipil, widodo batik yang telah membantu mewujudkan alat tersebut. 4. Warga RT setempat yang rela menjadi target percobaan untuk penentuan spek alat. 5. Dan pihak pihak yang tidak disebutkan Atas bantuan dan dorongan sampai saat ini kami mengucapkan banyak terima kasih, lemah teles gusti allah sing mbales.

Semoga allah SWT memberikan imbalan yang setimpal.

Solo, 1 desember 2010

Pakde jongko

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, bekat pertolongan allah SWT, buku petunjuk penggunaan peralatan bioelektrik terapi dapat diselesaikan lebih awal dari jadwal waktu yang disediakan. Buku ini merupakan pendamping dari peralatan bioelektrik terapi duraposita tech, disusun secara sederhana agar lebih mudah untuk difahami dan

dipraktekkan.dijelaskan tentang hardware, instalasi, prosedur penggunaan, dosis pengobatan dan treatmen terhadap penyakit dari penyakit ringan sampai penyakit berat. Pengobatan menggunakan arus listrik sudah dilakukan sejak lama, umumnya digunakan untuk mengobati gangguan sakit yag asosiasinya terasa pegel linu, pusing, tegang tanda - tanda tersebut biasanya dikategorikan kedalam penyakit ringan. Sedangkan asosiasi penyakit sedang ditandai denagn kaki bebak, kulit tidak terasa, jika ditekan kulit tidak segera kembali semula sepeti diabetis ( gula darah ), metode terpinya dengan memilih ujung jari atau telinga ( acupuncture telinga atau tangan). Pengobatan terhadap penyakit infeksi, tumor, kanker sebaiknya memperhatikan polaritas dari penyakit tersebut, kekeliruan terhadap polaritas akan mengakitbatkan pengobatan menjadi tidak efektif. Semoga buku ini dapat menjadi pendamping dalam pengobatan bioelektrik dan bermanfaat untuk mengobati beberapa penyakit, akhir kata tida gading yang tidak retak, kritik dan saran selalu dinantikan, duraposita@yahoo.co.id.

DAFTAR ISI 1. Equipmen bioelektrik terapi a. Sumber arus listrik b. Penurun tegangan ( dimmer ) c. Elektroda d. Frekuensi 2. Voltase treatmen a. Muka, leher depan, dada b. Jari, leher belakang c. Tangan, 3. Prosedur penggunaan a. Instalasi ke sumber arus AC b. Setel voltase c. Test polaritas d. Penentuan elektroda 4. Treatmen terhadap beberapa penyakit a. Sakit kepala dan migrain b. Nyeri pada daerah tertentu c. Flue dan batuk d. System syaraf e. System peredaran darah f. Ketidaknyamanan abdominal g. Khusus wanita h. Masalah saluran kencing i. Lain lain 5. Dosis treatmen 6. Ringkasan atlas biolektrik Literature

Petunjuk penggunaan alat bioelektrik terapi

www.duraposita.com

1. Equipmen bioelektrik terapi


a. Sumber arus listrik AC Sumber arus listrik yang digunakan adalah sumber arus PLN ( listrik Negara ) yaitu sumber arus listrik dengan tegangan 220 volt dengan sifat frekuensi 50 60 hertz, merupakan frekuensi standard listrik AC.
AC adalah singkatan dari Alternating Current, atau arus listrik bolak-balik, mengalir dari sebuah kutub asal menuju kutub lainnya, kemudian balik lagi dari kutub lainnya menuju ke kutub asalnya, demikian seterusnya. Aliran listrik AC tidak memiliki kutub positif (+) maupun negatif (). Sumber listrik AC antara lain dinamo dan generator. Listrik PLN memiliki basis aliran AC. Frekuensi (Hz) ialah banyaknya tahap listrik bolak-balik yang terjadi selama 1 detik. Listrik AC dikatakan memiliki frekuensi 100 Hz jika listrik AC tersebut bergerak bolak-balik pada kutub-kutubnya sebanyak 100 kali selama 1 detik. Frekuensi hanya dimiliki oleh listrik AC saja, listrik DC tidak memiliki frekuensi. Jumlah frekuensi AC pada listrik PLN ialah 50 Hz

Sumber arus adalah listrik PLN 220 V dan frekuensi 50 60 hertz

b. Penurun tegangan Tegangan asal listrik 220 volt, sangat berbahaya apabiladigunakan secara langsung untuk terapi, tegangan diturunkan sampai 25 volt dengan menggunakan system dimmer. Pada voltase 25 volt ini listrik sudah dapat digunakan untuk terapi.

c. Elektroda Menggunakan elektroda dari logam, aluminium, tembaga, kuningan. Berfungsi sebagai penghantar antara terapis dan pasien, elektroda ada dua macam positif dan negative. Dengan menggunakan tespen dapat ditentukan elektroda positif atau negatif. Elektroda positif akan mennyala jika tespen dilekatkan padanya, sebaliknya elektroda negative tidak menyala jika tespen dilekatkan padanya. d. Frekuensi Pengobatan bioelektrik ini menggunakan frekuensi listrik PLN yaitu 50 hz 60 hz merupakan frekunsi jaringan listrik rumah tangga. Frekuensi yang lebih tinggi dapat digunakan juga akan menghasilkan efek terapi yang berbeda pula.

Petunjuk penggunaan alat bioelektrik terapi

www.duraposita.com

2. Tegangan treatmen
Penentuan tegangan terapi didasarkan dari hasil eksperimen, pengamatan dan literature, pada prakteknya tidak semua pasien mempunyai aturan tegangan yang kaku. Tegangan berikut hanya merupakan petunjuk dari hasil pengalaman terapi terhadap pasien dengan kasus penyakit yang berbeda. Pasien dengan penyakit diabetis ( gula darah) pada daerah local yang sama akan membutuhkan tegangan listrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dengan penyakit lainnya.Berikut adalah beberapa acuan yang dapat digunakan untuk menentukan tegangan permukaan kulit tubuh pasien; a. Muka, leher depan, dada dan kuping ( volt ) Daerah muka, leher depan, dada merupakan daerah yang sangat sensitive terhadap arus listrk, maksimal menggunakan tegangan sinkron 50 volt, tegangan volume dapat disetel maksimal untuk kulit yang lebih tebal.

b. Jari, leher belakang, tangan (

volt )

Daerah jari, leher belakang, tangan merupakan daerah yang sensitive terhadap arus listrik dengan tegangan yang lebih tinggi darapada daerah treatmen muka dan leher depan.

c. Kaki

volt Daerah kaki, terbagi menjadi dua bagian daerah lutut keatas dan daerah lutut kebawah,

secara umum tegangan yang digunakan diatas tegangan termen sebelumnya. Sama dengan tegangan treatmen daerah pinggang.

d. Punggung volt Daerah punggung membutuhkan tegangan yang paling besar dibanding dengan daerah treatmen sebelumnya. Tegangan yang diperlukan bias dua sampai tiga kali tegangan treatmen daerah lain.

Petunjuk penggunaan alat bioelektrik terapi

www.duraposita.com

3. Prosedur penggunaan
a. Instalasi ke sumber arus AC Sumber arus yang digunakan untuk menjalankan alat bioelektrik terapi adalah tegangan AC 220 volt, yang merupakan tegangan jala - jala rumah tangga, dengan frekuensi 50 hertz. b. Setel voltase Setelah alat bioelektrik terapi terhubung dengan tegangan PLN, maka lampu penanda tegangan AC yang berwarna merah muda akan terlihat menyala. Knob sinkron dapat diputar kearah kanan dan diarahkan pada posisi tegangan 40 volt. Tegangan 40volt merupakan tegangan treatment terendah untuk treatmen bioelektrik terapi. c. Test polaritas Langkah selanjutnya adalah penentuan polaritas elektroda alat bioelektrik terapi, alat bioelektrik terapi mempunyai out put dua elektroda yang merupakan penghubung arus listrik antara terapis dan pasien. Penentuan polaritas elektroda menggunakan alat listrik tes pen, elektroda yang menyala jika tes pen dikontak kan terhadap kaki elektroda dinamakan positif sedangkan elektroda yang tidak

menyala dinamakan negative. Apabila terjadi kasus kedua elektroda menyala pada waktu dikontakan dengan tes pen maka kontak yang terhubung langsung dengan sumber arus listrik dibalik. Jika kontak terhadap sumber listrik dibalik prosedur penentuan polaritas dilakukan seperti sebelumnya.

d. Penentuan elektroda Setelah proses penentuan polaritas maka ditentukan jenis elektroda positif dan negatifnya, elektroda yang positif, menyala pada waktu dilakukan tes polaritas merupakan elektroda yang terhubung langsung dengan terapis, sedangkan elektroda negative, padam pada waktu dilakukan proses penentuan polaritas nantinta merupakan elektroda yang terhubung dengan pasien. Secara garis besar dapat dikatakan, elektroda positif utnuk terapis sedangkan elektroda negative untuk pasien.

Petunjuk penggunaan alat bioelektrik terapi

www.duraposita.com

4. Treatmen penyakit
a. Sakit kepala dan migrain Penyakit dianggap ringan dengan asosiasi yang dirasakan oleh pasien adalah nyeri, pegel, linu merupakan pengejawantahan dari penyakit pada tingkat meridian. Pengobatannya dengan penyetruman pada titik titik meridian tersebut, dengan metode tersebut keluhan yang diutarakan oleh pasien sudah dapat diatasi. Untuk daerah kepala treatmen dilakukan pada kening, leher bagian samping contohnya seperti berikut. -Migraine, Sakit Kepala Depan 1 2 3 4

Gambar 4.1 treatment terhadap migraine dan sakit kepala Selanjutnya dilakukan treatmen pada daerah jari tangan, sesuai dengan gambar berikut.

Gambar 4.2 treatmen migraine, sakit kepala daerah jari tangan. Selanjutnya dilakukan treatment pada daerah kaki 1 2

Gambar4.3 treatmen migraine dan sakit kepala pada daerah kaki Dilanjutkan pada daerah jari kaki 1 2

Gambar 4.4 treatmen sakit kepala dan migraine pada daerah jari kaki.

-Sakit kepala bagian belakang


1 2

Gambar 4.5 treatmen sakit kepala belakang pada jari tangan

Gambar 4.6 tretmen sakit kepala belakang pada muka

Gambar 4.7 treatmen sakit kepala belakang pada leher

Gambar 4.8 treatmen sakit kepala belakang daerah leher belakang

Titik disamping dilarang digunakan untuk wanita hamil Gambar 4.9 treatmen sakit kepala belakang daerah kaki

Sakit kepala bagian samping

Gambar 4.10 treatmen sakit kepala samping pada leher belakang.

Gambar 4.11 treatmen sakit kepala samping pada pelipis

Gambar 4 12 treatmen sakit kepala samping pada muka

Gambar 4.13 tretmen sakit kepala samping pada tangan

Gambar 4.14 tretmen sakit kepala samping pada belakang lutut

Gambar 4.15 tretmen sakit kepala samping pada kaki samping

Sakit kepala bagian atas

Gambar 4.16 sakit kepala atas pada kepala atas

Gambar 4. 17 tretmen sakit kepala atas pada muka

Gambar 4. 18 tretmen sakit kepala atas pada belakang lutut

Gambar 4. 17 tretmen sakit kepala atas pada atas jemol kaki

Sakit di mata . Materi dapat dilanjutkan dengan membaca literatur

Petunjuk penggunaan alat bioelektrik terapi

www.duraposita.com

5. Dosis treatmen
Pengobatan menggunakan alat bioelektrik tidak berbeda dengan metode pengobatan yang lain, tiap titk terapi ditentukan disisnya. Satu titik terapi memerlukan dosis waktu terapi 30 detik sampai dengan 60 detik. Pada penyakit yang sudah akut dosis terapi dapat ditambah lebih lama, sampai 3 menit, apabila pasien komplikasi dengan penyakit gula maka dosis bias lebih lama lagi 5 menit. Pada kasus penyakit gula, digunakan beberapa trik untuk menyembuhkan, secara umum pasien dengan penyakit gula darah lebih kebal terhadap sengatan listrik dari pada pasien dengan penyakit lainnya. Untuk pengobatannya dengan mencari titik pada anggota tubuh yang masih terasa terhadap sengatan listrik. Biasanya pada daerah jari tangan atau telinga. Apabila sudah diketahui daerah yang peka terhadap sengatan listrik maka proses terapi dilanjutkan dengan metode penyengatan daerah local. Oleh karena itu pemahaman terhadap metode akupuntur tangan dan telinga sangat membantu terhadap proses peyembuhan penyakit pasien.

6. Ringkasan atlas biolektrik

Literature 1. Atlas of acupuncture by Claudia fock 2. Acupressure guide by Dr Aron Stein

3. Atlas of acupuncture points by www.AcupunctureProducts.com


4. Bioelectromagnetism Principles and Applications of Bioelectric and Biomagnetic Fields by J A A K K O M A L M I V U O 5. Eletroterapia pratica baseada by Sheila kitchen 6. Pulsed Electric Fields Technology for the Food Industry by Javier Raso

Apendiks 1. Teori five element