Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester

Pertemuan KeAlokasi Waktu : SMKN 8 BANDUNG : Kompetensi Kejuruan : Teknik Kendaraan Ringan : XI / 3 :2 : 1 @ 45 Menit

Standar Kompetensi : Memperbaiki Sistem Pengapian (020 KK 017) Kompetensi Dasar Indikator : Memperbaiki Sistem Pengapian dan Komponennya : 1. Cara memeriksa tahanan coil pengapian dijelaskan 2. Cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi dijelaskan 3. Cara memeriksa ketepatan saat pengapian (ignition timing) dijelaskan. I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan belajar mengajar tentang memperbaiki sistem pengapian dan komponennya, siswa dapat: A. Menjelaskan cara memeriksa tahanan coil pengapian. B. Menjelaskan cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi. C. Menjelaskan cara memeriksa ketepatan saat pengapian (ignition timing). II. MATERI AJAR A. Cara memeriksa tahanan coil pengapian. B. Cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi. C. Cara memeriksa ketepatan saat pengapian (ignition timing). III. METODE PEMBELAJARAN A. Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab

3. Demonstrasi B. Model Pembelajaran : Kontekstual Learning C. Pendekatan : PAIKEM gembrot

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No A. Kegiatan Awal 1. Pembelajaran dilakukan diruang kelas. 2. Pengkondisian kelas (penertiban kelas, siswa, berdoa, pengabsenan). 3. Penyedian alat-alat media pembelajaran. 4. Penyampaian informasi materi yang akan dibahas, tujuan yang harus dicapai dan tugastugas yang harus dilaksanakan siswa. 5. Apersepsi. B Kegiatan Inti 1. Cara memeriksa tahanan coil pengapian a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara memeriksa tahanan coil pengapian.
(Eksplorasi).

Jenis Kegiatan

Alokasi Waktu 10 Menit

Nilai PPBKB
1. Religius 2. Disiplin 3. Tanggung jawab

30 Menit

a. Rasa ingin tahu, disiplin. b. Rasa ingin tahu, disiplin. c. Kreatif, teliti, mandiri dan tanggung jawab.

b. Siswa memperhatikan demonstrasi guru tentang cara memeriksa tahanan coil pengapian. (Eksplorasi). c. Salah seorang siswa diminta untuk

mendemonstrasikan

cara

memeriksa

tahanan coil pengapian dan ditugasi mencatat langkah-langkah pemeriksaan serta hasil pengukurannya (Elaborasi). d. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang cara memeriksa tahanan coil pengapain. (konfirmasi).

d. Rasa ingin tahu.

2. Cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi. (Eksplorasi). b. Siswa memperhatikan demonstrasi guru tentang cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi. (Eksplorasi). c. Salah seorang siswa diminta untuk c. Kreatif, teliti, mandiri dan tanggung jawab. d. Rasa ingin tahu. b. Rasa ingin tahu, disiplin. a. Rasa ingin tahu, disiplin.

mendemonstrasikan

cara

memeriksa

tahanan kabel tegangan dan ditugasi untuk mencatat langkah-langkah pemeriksaan serta hasil pengukurannya. (Elaborasi). d. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang cara memeriksa tahanan kabel tegangan. (konfirmasi).

3. Cara memeriksa ketepatan saat pengapain (ignition timing). a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara memeriksa ketepatan saat pengapain (ignition timing). (Eksplorasi). b. Siswa memperhatikan demonstrasi guru tentang cara memeriksa ketepatan saat pengapain (ignition timing). (Eksplorasi). c. Salah seorang siswa diminta untuk mendemonstrasikan cara memeriksa ketepatan saat pengapain (ignition timing). (Elaborasi). d. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang cara memeriksa tahanan ketepatan saat

a. Rasa ingin tahu,disiplin.

b. Rasa ingin tahu, disiplin.

c. Kreatif, teliti, mandiri dan tanggung jawab.

d. Rasa ingin tahu

pengapain (ignition timing). (konfirmasi).

4. Penilaian 5. Remedial (jika ada siswa yang belum mencapai KKM).

Kegiatan Akhir 1. Refleksi 2. Penyampaian informasi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. 3. Penutupan pembelajaran.

5 menit
1. Religius 2. Disiplin 3. Tanggung jawab

V. ALAT/ MEDIA/ SUMBER BELAJAR A. Alat 1. Kunci ring 19 mm 2. Obeng (+) 3. Obeng (-) 4. Avo meter 5. Timing light

B. Media 1. 1 unit engine stand. 2. Laptop 3. Proyektor 4. Papan tulis 5. Microsoft power point.

C. Sumber Belajar 1. Anonim. Pedoman Reparasi Mesin Seri K. Jakarta Utara: PT. Toyota Astra Motor. 2. Toyota Service Training. 1994. Training manual vol 3 ignition system. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.

VI. PENILAIAN A. Prosedur B. Jenis Tes C. Bentuk Tes D. Soal E. Skor F. Kunci Jawaban : Ujian akhir : Tulisan : PG : Terlampir. : Terlampir. : Terlampir

Bandung, November 2012 Praktikan

Eka Asyarullah S NIM. 0807853

LEMBAR EVALUASI Sekolah Mata Pelajaran Program Keahlian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Bentuk soal Jumlah Soal Alokasi Waktu Petunjuk: 1. Bacalah soal dengan seksama sebelum anda menjawabnya. 2. Jumlah soal sebanyak 5 butir 3. Selamat bekerja
1. 1. Avo meter dikalibrasi dengan cara memutar calibrasion knobe sehingga jarum pada posisi nol (0) Ohm meter (). 2. Hasil pengukuran dibaca pada skala. 3. Ujung kabel probe merah (+) dihubungkan pada terminal positif (+) coil dan ujung kabel probe hitam (-) dihubungkan pada terminal negatif (-) coil 4. Posisikan selector skala pada posisi X1 . Diatas merupakan langkah-langkah dalam pemeriksaan tahanan primer coil, urutan yang benar dalam memeriksa tahanan primer coil adalah: A. 1-3-2-4 B. 4-1-2-3 C. 4-3-1-2 D. 4-1-3-2 E. 4-3-2-1 2. Nilai tahanan standar untuk sekunder coil adalah.. A. 10,7-14.7 k B. 20,1-14,7 k C. 14,7-10,6 D. 10,7- 20,1 k E. 1,3-1,6 Nilai tahanan maksimal kabel tegangan tinggi adalah... A. 25 k/meter B. 20 k/meter C. 25 /meter D. 15 k/meter E. 20 /meter

: SMK N 8 BANDUNG : Kompetensi Kejuruan : Teknik Kendaraan Ringan : Memperbaiki Sistem Pengapian : Memperbaiki sistem pengapian dan komponennya : PG :5 : 5 menit

4.

Berikut merupakan langkah-langkah dalam pemeriksaan ketepatan saat pengapian, kecuali.. A. Matikan engine dan hubungkan timing light pada sistem pengapian dengan cara menghubungkan kabel (+) pada positif coil dan kabel pendeteksi sinyal pada kabel tegangan tinggi untuk busi no 1.

B. Salah satu selang ditutup menggunakan tangan. C. Hidupkan engine dan atur kecepatan idle. D. Avo meter dikalibrasi dengan cara memutar calibrasion knobe sehingga jarum pada posisi
nol (0) Ohm meter ().

E. Arahkan timing light ke tanda-tadan timing pada fully crank shaft.


5. Gambar dibawah ini yang menunjukan pemeriksaan ketepatan saat pengapian adalah.. A. D.

B.

E.

C.

JAWABAN 1. D 2. A 3. A 4. D 5. B

PEDOMAN PENILAIAN

1. Skor 2. Nilai Akhir Keterangan:

= 1 butir soal = 1 point = Jumlah Skor X 2 Nilai 0 s/d 7,4 (Tidak lulus) Nilai 7,5 s/d 10 (Lulus)

MATERI AJAR A. Cara pemeriksaan tahanan coil pengapian Coil pengapian merupakan salah satu komponen dari system pengapian yang berfungsi untuk menaikan tegangan yang diterima dari baterai (12 V) menjadi tegangan tinggi (20.000-30.000 V) yang diperlukan pengapian untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada celah busi. Pada Ignition coil kumparan primer dan sekunder digulung pada inti besi, kumparan-kumparan ini akan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan yang sangat tinggi melalui induksi elektromagnetik/ induki magnet listrik.

Lilitan primer, terdiri dari 200-500 lilitan kawat tembaga yang relatif tebal, di tempatkan dekat dengan bagian luar sekelililng lilitan sekunder. Panjang dan lebar kawat akan menyebabkan resistansi lilitan primer berubah tergantung pada penggunaannya. Lilitan primer coil menyimpan energi dalam bentuk medan magnet. Pada waktu yang ditentukan kontak poin terbuka, arus primer berhenti mengalir dan medan magnet kolap memotong coil sekunder menghasilkan tegangan tinggi ke dalamnya. Tegangan sekunder menyalakan busi. Nilai tahanan coil primer standarnya yaitu : 1,3-1,6 sedangkan untuk tahanan sekunder coil memiliki nilai tahanan standar 10,7-14.7 k.

Untuk mengetahui nilai tahanan primer dan sekunder coil maka harus dilakukan pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah dibawah ini: 1. Langkah-langkah dalam pemeriksaan tahanan primer coil pengapian
a. Posisikan selector skala pada posisi X1 . b. Avo meter dikalibrasi dengan cara memutar calibrasion knobe sehingga jarum pada posisi nol (0) Ohm meter (). c. Ujung kabel probe merah (+) dihubungkan pada terminal positive (+) coil dan ujung kabel probe hitam (-) dihubungkan pada terminal negative (-) coil d. Hasil pengukuran dibaca pada skala.

2. Langkah-langkah dalam pemeriksaan tahanan primer coil pengapian


a. Posisikan selector skala pada posisi X1 k. b. Avo meter dikalibrasi dengan cara memutar calibrasion knobe sehingga jarum pada posisi nol (0) Ohm meter (). c. Ujung kabel probe merah (+) dihubungkan pada terminal positive (+) coil dan ujung kabel probe hitam (-) dihubungkan pada terminal tegangan tinggi (sekunder) coil. d. Hasil pengukuran dibaca pada skala

B. Cara pemeriksaan tahanan kabel tegangan tinggi Kabel tegangan tinggi merupakan komponen system pengapian yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi dari ignition coil ke busi, karenanya kabel tegangan tinggi harus selalu dalam keadaan baik, dikatakan baik apabila kondisi kabel bagus, nilai tahanan kabel tegangan tinggi tidak melebih batas maksimal, dimana

nilai tahanan maksimal nya 25 k/ meter. Untuk mengetahui nilia tahanan kabel tegangan tinggi harus dilakukan pemeriksaan yang dpaat dilakukan dengan langkahlangkah dibawah ini: Langkah-langkah pemeriksaan kabel tegangan tinggi 1. Lepas kabel tegangan tinggi dari busi. 2. Lepas kabel tegangan tinggi dari coil pengapian. 3. Buka tutup distributor tanpa melepas kebal tegangan tinggi. 4. Selector skala AVO diposisikan pada posisi X1 k. 5. AVO meter dikalibrasi dengan cara

memutar calibrasion knobe sehingga jarum pada posisi nol (0) Ohm meter (). 6. Kedua ujung kabel probe dihubungkan pada kedua ujung kabel tegangan tinggi. 7. Hasil pengukuran dibaca pada skala.

C. Cara pemeriksaan ketepatan saat pengapian Syarat terjadinya pembakaran di dalam ruang bakar adalah adanya bahan bakar, udara, percikan bunga api dan ketepatan saat pengapian. Ketepatan saat pengapian ini sangat dibutuhkan karena percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi harus tepat memercik ketika udara dan bahan bakar dikompresikan pada akhir langkah kompresi sehingga dapat terjadi pembakaran. Apabila percikan bunga api yang dihasilkan busi memercik ketika langkah usaha maka percikan bunga api tersebut tidak akan menimbulkan pembakar didalam ruang bakar dan engine pun tidak akan hidup, ketepatan saat pengapian yaitu 80-100 sebelum TMA.

Mengingat pentingnya ketepatan saat pengapian agar kerja engine maksimal maka harus dilakukan pemeriksaan, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Hidupkan engine dengan cara di starter dan biarkan samapai mencapai temperature

pengoprasiannya. 2. Matikan engine dan hubungkan timing light pada sistem pengapian dengan cara

menghubungkan kabel (+) pada positif coil dan kabel pendeteksi sinyal pada kabel tegangan tinggi untuk busi no 1. 3. Lepasakan sambungan-sambungan selang

vacuum advancer. 4. Salah satu selang ditutup menggunakan tangan. 5. Hidupkan engine dan atur kecepatan idle. 6. Arahkan timing light ke tanda-tadan timing pada fully crank shaft. 7. Baca hasil pengukuran yang terdapat pada tanda-tanda timing.

LEMBAR EVALUASI Sekolah Mata Pelajaran Program Keahlian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Bentuk soal Jumlah Soal Alokasi Waktu : SMK N 8 BANDUNG : Kompetensi Kejuruan : Teknik Kendaraan Ringan : Memperbaiki Sistem Pengapian : Memperbaiki sistem pengapian dan komponennya : PG :5 : 15 menit

Petunjuk: 1. Bacalah soal dengan seksama sebelum anda menjawabnya. 2. Jumlah soal sebanyak 5 butir 3. Selamat bekerja

1. Jelaskan cara memeriksa tahanan coil pengapian? 2. Jelaskan cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi? 3. Jelaskan cara memeriksa celah platina? 4. Jelaskan cara memeriksa sudut dwell? 5. Jelaskan cara memeriksa ketepatan saat pengapian (Ignition timing)?

PEDOMAN PENYEKORAN
No. 1

Kunci/Kriteria Jawaban
Cara memeriksa tahanan coil pengapian adalah.. Posisikan selector skala pada posisi X1 Avo meter dikalibrasi dengan cara memutar calibrasion knobe sehingga jarum pada posisi nol (0) ohm meter (). Untuk pemeriksaan tahanan primer coil yaitu ujung kabel probe merah (+) dihubungkan pada terminal positive (+) coil pengapian dan ujung

Skor

1 1

kabel probe hitam (-) dihubungkan pada terminal negative (-) coil pengapian Untuk pemeriksaan tahanan primer coil yaitu ujung kabel probe merah (+) dihubungkan pada terminal positive (+) coil pengapian dan ujung kabel probe hitam (-) dihubungkan pada terminal tegangan tinggi (sekunder) coil pengapian. Baca hasil pengukuran pada skala. Skor Maksimum Cara memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi adalah 1. Posisikan selector skala pada posisi X1K 2. Avo meter dikalibrasi dengan cara memutar calibrasion knobe sehingga 2 jarum pada posisi nol (0) ohm meter (). 3. Kedua ujung kabel probe dihubungkan pada kedua ujung kabel tegangan tinggi. 4. Baca hasil pengukuran pada skala. Skor Maksimum Cara memeriksa celah platina adalah 1 4 1 1 1 5 1 1

1. Tutup distributor dibuka


3

1 1 1 1 4

2. Rotor dilepas. 3. Feeler gauge diatur dengan ketelitian celah 0.45mm. 4. Feeler gauge dimasukan ke celah antara cam dengan rubbing block.
Skor Maksimum Cara memeriksa sudut dwell adalah

1. Hidupkan mesin dengan cara starter 2. Meter dwell dihubungkan dengan menjepitkan kabel (+) ke terminal
4 (+) koil dan kabel (-) ke massa.

1 1

3. Atur meter dwell sesuai dengan jumlah silinder pada engine tersebut. 4. Baca hasil pengukuran sudul dwell pada skala.
Skor Maksimum Cara memeriksa ketepatan saat pengapian (ignition timing) adalah 5

1 1 4

1. Hidupkan mesin dengan cara starter 2. Pasangkan timing light dengan cara menghubungkan kabel (+) pada
positif coil dan kabel pendeteksi sinyal pada kabel tegangan tinggi

1 1

untuk busi no 1.

3. Lepas selang-selang yang menghubung pada vacuum advancer 4. Tutup salah satu selang menggunakan tangan 5. Arahkan timing light pada fully crank shaft 6. Baca hasil pengukuran yang terdapat pada fully.
Skor Maksimum

1 1 1 1 6

Penilaian kognitif =

LAMPIRAN
1. Alat Evaluasi 2. Materi Ajar