Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM FITOKIMIA Nama/ NRP : - Sari Dewi Santoso/ 2443011037 Stefani Edith/ 2443011123 Yohana Meilani P. A.

/2443011165

Gol/ Kelompok: U/ 7 Tanggal Praktikum : 8 April 2013 Materi : Isolasi Glikosida Flavonoid.

I.

Dasar Teori Secara umum, glikosida merupakan komponen organic yang bersumber dari tumbuhan di mana bila dihidrolisis secara enzimatis atauun oleh asam akan memberikan satu atau lebih senyawa gula dan senyawa bukan gula. Bagian gulanya disebut glikon sementara yang bukan gula disebut aglikon atau genin. Secara kimiawi, glikosida adalah gula asetal atau eter yang terbentuk dari interaksi gugus hidroksil senyawa gula dan nongula dan melepaskan molekul air. Gugus hidroksil dari aglikon bisa berupa alcohol atau fenol dan dalam beberapa kasus juga dari amina. Gula yang terlibat dalam pembentukan glikosida juga berbeda-beda, tetapi secara umum merupakan D-glukosa. Gula lain yang ditemukan adalah galaktosa, manosa, rhamnosa, digitoxosa, simarosa, dll (Kokate, 2008).

Berdasarkan atom apa yang menghubungkan bagian gula dan bukan gula, maka dikenal 4 macam glikosida yaitu: 1). O-glikosida, jika atom O yang menghubungkan antara bagian gula dan bukan gula. Glikosida ini mudah dihidrolisa dengan asam dan enzim, 2). N-glikosida, jika atom N menghubungkan antara bagian gula dan bukan gula (gugusan amino) seperti: nukleosida, ribose, purin, visin, dan rotonosida. Golongan ini sebagian gulanya bukan gula sebenarnya tetapi derivatnya missal: asam uronik, 3). Cglikosida, jika atom C menghubungkan antara bagian gula dan bukan gula. Glikosida ini tahan terhadap hidrolisa asam. Hidrolisa dapat terjadi dengan bantuan pemanasan atau

oksidator, dan 4). S-glikosida, jika atom S menghubungkan antara bagian gula dan bukan gula. Glikosida ini hanya terdapat pada family-famili tertentu missal Crusiferae (Watson, 2005). Klasifikasi glikosida pada dasarnya berdasarkan dari struktur bagian aglikonnya atau efek terapeutiknya. Berdasarkan struktur aglikonnya, glikosida dibagi menjadi: 1. Glikosida antrakuinon 2. Glikosida jantung 3. Glikosida saponin 4. Glikosida sianogenetik 5. Glikosida Flavonoid 6. Glikosida Kumarin dan Furanokumarin 7. Glikosida Aldehid 8. Glikosida Fenol 9. Glikosida Steroid 10. Glikosida Steroid (Prakashan, 2009). Senyawa flavnoid adalah senyawa yang mengandung C15 terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon. Cincin A memiliki karakteristik bentuk hidroksilasi phloroglusinol atau resorsinol, dan cincin B biasanya 4-3,4- atau 3,4,5-terhidroksilasi (Sastrohamidjojo, 1996).

Kerangka flavonoid Flavonoid dapat diklasifikasikan menjadi flavon, flavonol, flavonon, flavononon, isoflavon, calkon, dihidrokalkon, auron, antosianidin, katekin, dan flavan-3,4-diol (Sitrait, 2007). Flavonoid dalam tumbuhan berfungsi dalam pengaturan tumbuh, pengaturan fotosintesis, kerja antimikroba dan antivirus, dan kerja terhadap serangga (Robinson, 1995).

Klasifikasi Sophora japonica :

II.

Alat dan Bahan a. Alat : Seperangkat alat infuse Beaker glass Timbangan analitis Corong Pisah Gelas ukur Corong penyaring Corong buchner Oven

b. Bahan III. IV. V. VI. VII. Simplisia kering Rutin Kertas saring Eter Metanol HCl Natrium sulfat N-butanol Asam asetat

Cara Kerja Hasil Praktikum Pembahasan Kesimpulan Daftar Pustaka

Kokate, C. K., et al. 2008. Phamacognosy. Gultekadi: Nirali Prakashan. Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Padmawinata, K., penerjemah. Bandung: ITB. Terjemahan dari: The Organic Constituents of higher plants. Sastrohamidjojo, H. 1996. Sintesis Bahan Alam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sitrait, M. 2007. Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. Bandung: ITB.