Anda di halaman 1dari 15

CANDLESTICK REVERSAL PATTERNS

Tidak perlu saya jelaskan panjang-lebar lagi, Candlestick Reversal Patterns adalah pola-pola candle yang mensinyalir terjadinya perubahan arus trend. Pola-pola ini terbagi ke dalam dua kategori, yaitu Bullish Reversal Patterns dan Bearish Reversal Patterns.

1. Bullish Reversal Pattern


Pola-pola yang masuk ke dalam kategori ini nantinya akan memberikan sinyal pembalikan arah trend dari bearish menuju bullish. Pola-pola yang ada bisa terbentuk dari formasi satu candle atau bahkan lebih. Pola-pola tersebut antara lain: 1. SOUTHERN DOJI

Pola ini merupakan pola yang diawali oleh trend bearish dan ditandai dengan common doji / doji star di ujung trendnya. Berikut keterangannya:

Format: 1 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Harga pembukaan sama / hampir sama dengan harga penutupan (O = C). Dengan kata lain, candle seperti tidak memiliki body atau berbentuk Common Doji / Doji Star.

2.

SOUTHERN LONG-LEG DOJI

Pola ini hampir mirip dengan SHOUTHERN DOJI di atas karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan di dalamnya. Bahkan, sekalipun Anda keliru dalam membedakan antara Southern Doji dan Southern Long-Leg Doji, itu sama sekali bukan masalah. Hanya saja, lidi-lidi yang terdapat pada SHOUTERN LONG-LEG DOJI ini haruslah lebih panjang, sesuai dengan kriteria pada Long-Leg Doji yang sudah di bahas pada bab sebelumnya. Keterangan:

Format: 1 candle.

Diawali trend bearish / downtrend. O sama / hampir sama dengan C. Tampak seperti tidak memiliki body atau berbentuk Long-Leg Doji. Perbedaan dengan SOUTHERN DOJI adalah pada panjang lidi-lidinya. Lidi pada SOUTHERN LONG-LEG DOJI memiliki ukuran yang lebih panjang (lebih jauh jaraknya dari barang candle).

3.

DRAGONFLY

Pola Dragonfly berasal dari Dragonfly Doji. Tidak perlu saya bahas lagi ya? Kalau lupa silahkan lihat pada bab sebelumnya. Jika tidak mau, silahkan close blog ini. Huehehe! Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Candle memiliki lower shadow atau lidi bawah yang cukup panjang. Seperti ketentuan pada Dragonfly Doji, O, H, dan C pada candle ini sama / hampir sama.

4.

HAMMER

Hammer hampir mirip bahkan sangat mirip dengan Dragonfly. Hanya saja yang menjadi pembeda abadi antara kedua candle tersebut adalah bodynya. Body pada Hammer harus terlihat jelas atau paling tidak lebih berisi sehingga bentuknya menyerupai sebuah martil atau palu. Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Candle memiliki lower shadow atau lidi bawah yang panjang dan body yang berisi.

Meskipun memiliki body, namun O dan C pada candle ini tidak boleh berjarak terlalu jauh agar terlihat selayaknya sebuah martil atau palu. Jenis candle: BOL (Boleh BUL ataupun BEL).

5.

INVERTED HAMMER

Sesuai dengan namanya, pola ini menyerupai martil yang terbalik (kebalikan dari pola HAMMER di atas). Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Upper shadow atau lidi atas harus cukup panjang atau berjarak cukup jauh dari batang, dan batangnya harus terlihat jelas. Meskipun demikian, jarak antara O dan C tidak boleh terlalu berjauhan atau body yang kecil agar terlihat seperti martil yang terbalik. Jenis candle: BOL.

6.

BULLISH BELT HOLD

Pola ini mirip dengan candle BUL Marubozu, namun pada BULLISH BELT HOLD ini harga tidak mampu ditutup di level tertingginya (H) dan ditutup sedikit (tidak terlalu jauh) di bawah H. Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bearish / downtrend. O seringkali diwarnai dengan gap-down* atau celah bawah. C ditutup menguat dengan intensitas cukup tinggi di atas O, sehingga bentuknya mirip dengan BUL Marubozu. Jenis candle: BUL.

*Gap-down merupakan kondisi dimana harga pembukaan (O) sebuah candle sesi tertentu dibuka di bawah (tidak sejajar) harga penutupan (C) candle sesi sebelumnya, sehingga membuat sebuah celah ke bawah. Ada pula Gap-up yang merupakan kondisi dimana harga pembukaan (O) sebuah candle sesi tertentu dibuka di atas (tidak sejajar) harga penutupan ( C) candle sesi sebelumnya, sehingga membuat sebuah celah ke atas.

7.

BULLISH PREGNANT

Disebut Bullish Pregnant karena bentuknya yang seperti orang mengandung. Pola ini disebut-sebut sebagai pola dengan validitas tinggi dalam mensinyalir perubahan arus trend dari bearish menuju bullish. Keterangan: Memiliki nama asli yang berasal dari Jepang, Bullish Harami. Harami adalah sebutan bagi orang hamil dalam bahasa Jepang. Format: 2 candle.

Diawali trend bearish / downtrend. Candle pertama: BEL. Candle kedua: BUL. Body candle kedua seluruhnya harus berada dalam body candle pertama agar terlihat selayaknya candle yang sedang dalam kandungan. Posisi candle kedua cenderung berada di titik tengah candle pertama. Kondisi seperti ini dikarenakan O pada candle kedua mengalami gap-up sehingga dibuka sedikit lebih tinggi dari C pada candle pertama. Lalu, C pada candle kedua ditutup lebih rendah dari O pada candle pertama.

8.

BULLISH PREGNANT CROSS

Perbedaannya dengan BULLISH PREGNANT sebelumnya adalah pada pola candle ini candle keduanya berupa sebuah doji. Keterangan:

Nama asli: Bullish Harami Cross. Format: 2 candle.

Diawali trend bearish / downtrend. Candle pertama: BEL. Candle kedua: Doji. Jenis dojinya bisa berupa Doji Star ataupun Long-Leg Doji. Batang doji (kalau boleh disebut batang) harus berada di dalam body candle pertama. Batang doji (terkesan) cenderung berada di titik tengah candle pertama. Gap-up membuat O pada candle kedua dibuka sedikit di atas C pada candle pertama.

9.

BULLISH ENGULFING

Diambil dari kata engulf yang artinya menelan, pada pola ini terlihat seperti terdapat sebuah candle yang menelan candle lain. Keterangan:
10.

Format: 2 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Candle pertama: BEL. Candle kedua: BUL. Body candle pertama sekilas seperti berada di dalam area body candle kedua.

EQUAL LOW

Terdapat dua buah candle yang memiliki nilai L yang sejajar pada pembentukan pola ini. Keterangan:

Sebutan lain: Tweezer Bottom. Format 2 candle.

11.

Diawali trend bearish / downtrend. Candle pertama: BEL. Candle kedua: BUL. L kedua buah candle sama rata (sejajar).

MORNING STAR

Morning Star dimaksudkan untuk mengistilahkan pola yang terlihat seperti sebuah fajar. Filosofi dari pola ini adalah setelah gelap terbitlah terang. Keterangan:

Format: 3 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Candle pertama: BEL. Candle kedua: BOL. Candle ketiga: BUL. O pada candle kedua terbentuk setelah gap-down dari C pada candle sebelumnya, dan C nya ditutup tidak jauh dari O sehingga terlihat memiliki body yang kecil. Kedua lidi pada candle kedua, baik atas maupun bawah, relatif pendek atau tidak jauh dari batang candle.

12.

MORNING DOJI STAR

Pola masih saudaraan dengan Morning Star, hanya saja terdapat Doji Star dalam pembentukan pola ini. Keterangan:

Format: 3 candle. Diawali trend bearish / downtrend.

Candle pertama: BEL. Candle kedua: bisa berbentuk Doji Star ataupun Long-Leg Doji. Candle ketiga: BUL. O pada candle kedua terbentuk setelah gap-down dari C candle pertama, dan C nya ditutup sama / hampir sama dengan O sehingga terlihat selayaknya doji.

13.

BULLISH ABANDONED BABY

Mungkin pola ini diberi nama Abandoned Baby karena terdapat candle yang terlantar (seperti bayi yang ditinggalkan orang tuanya). Keterangan:

Format: 3 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Candle pertama: BEL. Candle kedua: BOL. Candle ketiga: BUL. O pada candle kedua terbentuk setelah gap-down dari C pada candle pertama, dan O pada candle ketiga terbentuk setelah gap-up dari C pada candle kedua.

14.

MORNING THREE STAR

Barangkali ini merupakan pola yang sangat jarang ditemui. Sesuai namanya, pola ini terbentuk dari tiga bintang alias tiga buah Doji Star. Keterangan:

Format: 3 candle. Diawali trend bearish / downtrend. Semua candle memiliki body yang tipis dikarenakan O dan C pada masingmasing candle sama / hampir sama. Dengan kata lain, semua candle berbentuk doji, baik itu Doji Star maupun Long-leg Doji.

15.

THREE BLACK SOLDIERS

Sebetulnya kurang tepat memberikan nama sebuah pola berdasarkan warna candle-nya. Karena seperti yang sudah saya jelaskan, pemberian warna candle bisa berbeda-beda tergantung platform dan keinginan masing-masing trader. Maka dari itu, Saya lebih senang menyebutnya sebagai Three BUL Soldiers untuk ke depannya. Keterangan:

Nama yang lebih sesuai: Three BUL Soldiers. Format: 3 candle. Semua candle berjenis BUL dan pada umumnya memiliki body-body yang panjang. Lidi-lidinya tidak terlalu menjadi perhatian, namun akan lebih valid jika lidilidi tersebut tidak terlalu panjang. Sehingga masing-masing candle sekilas tampak seperti BUL Marubozu.

2.Bearish Reversal Patterns


Pola-pola yang masuk kategori ini dapat memberikan sinyal perubahan arah trend dari bullish menjadi bearish. Pola-pola yang ada nantinya bisa berformat satu bahkan lebih dari satu candle. Perbedaannya dengan Bullish Reversal Patterns hanyalah pada trend yang mengawalinya. Berikut pola-pola yang dimaksud beserta keterangannya: 1. NORTHERN DOJI

Pola ini hanya kebalikan dari SOUTHERN DOJI pada kategori Bullish Reversal Patterns di atas. Keterangan:

Format: 1 candle.

Diawali trend bullish / uptrend. O dan C sama / hampir sama. Dengan kata lain, candle seperti tidak memiliki body atau berbentuk Common Doji / Doji Star.

2.

NORTHERN LONG-LEG DOJI

Hanya kebalikan dari Southern Long-Leg Doji. Keterangan:


Format: 1 candle. Diawali trend bullish / uptrend. O sama / hampir sama dengan C. Perbedaan dengan NORTHERN DOJI adalah pada panjang lidi-lidinya. Lidilidi pada NORTHERN LONG-LEG DOJI memiliki ukuran yang lebih panjang (lebih jauh jaraknya dari barang candle).

3.

GRAVESTONE

Kebalikan dari Dragonfly Doji pada Bullish Reversal Patterns, pola ini terbentuk dari adanya candle berbentuk Gravestone Doji. Jika masih belum jelas, silahkan baca ulang pada bab CANDLESTICK. Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Candle memiliki upper shadow atau lidi atas yang cukup panjang. Seperti ketentuan pada Gravestone Doji; O, L, dan C pada pola ini sama / hampir sama.

4.

SHOOTING STAR

Saya kurang tahu mengenai filosofi yang terdapat pada pola / candle ini, tapi mungkin dijuluki Shooting Star karena posisinya berada di ujung trend bullish dan seperti bintang (maksudnya batang) yang memancarkan sinarnya ke atas (dimaksud untuk lidi atasnya). Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Pada dasarnya, bentuk candle ini sama seperti Inverted Hammer. Upper shadow atau lidi atasnya cukup panjang atau berjarak cukup jauh dari batang, dan body harus terlihat jelas agar tak tertukar dengan Gravestone Doji. Meskipun demikian, jarak O dan C tidak boleh terlalu berjauhan agar terlihat selayaknya martil yang terbalik. Jenis candle: BOL.

5.

HANGING MAN

Candle ini terlihat di ujung trend bullish dan terkesan menggantung (hanging) sehingga dijuliki The Hanging Man. Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Pada dasarnya, bentuk candle ini sama seperti Hammer. Lower shadow atau lidi bawahnya cukup panjang atau berjarak cukup jauh dari barang, dan body harus terlihat jelas agar tak tertukan dengan Dragonfly Doji.

Meskipun demikian, jarak antara O dan C nya tidak boleh terlalu jauh sehingga body tidak terlalu panjang selayaknya sebuah martil. Jenis candle: BOL.

6.

BEARISH BELT HOLD

Pola ini mirip dengan BEL Marubozu, namun pada Bearish Belt Hold ini harga tidak mampu ditutup di level terrendahnya (L) dan ditutup sedikit (tidak terlalu jauh) di atas L. Keterangan:

Format: 1 candle. Diawali trend bullish / uptrend. O biasanya diawali dengan gap-up atau celah atas dalam pembentukannya. C ditutup melemah dengan intensitas cukup tinggi di bawah O, sehingga bentuknya mirip BEL Marubozu. Jenis candle: BEL.

7.

BEARISH PREGNANT

Pada kategori Bullish Reversal Patterns sudah dibahas mengenai pola yang mirip dengan pola ini. Yap, Bearish Pregnant hanyalah kebalikan dari Bullish Pregnant. Keterangan:

Nama lain: Bearish Harami. Format: 2 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Candle pertama: BUL. Candle kedua: BEL.

Body candle kedua seluruhnya harus berada di dalam body candle pertama agar terlihat selayaknya candle yang sedang dalam kandungan. Posisi body candle kedua cenderung berada di titik tengah body candle kedua. Hal ini dikarenakan O pada candle kedua mengalami gap-down sehingga dibuka sedikit di bawah C candle pertama. Lalu, C pada candle kedua ditutup lebih tinggi dari O pada candle pertama.

8.

BEARISH PREGNANT CROSS

Adalah pola kebalikan dari Bullish Pregnant Cross. Berikut penjelasannya. Keterangan:

Nama lain: Bearish Harami Cross. Format: 2 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Candle pertama: BUL. Candle kedua: Doji. Jenis doji bisa berupa Doji Star ataupun Long-Leg Doji. Batang doji (kalau boleh disebut batang) harus berada di dalam body candle pertama. Gap-up membuat O pada candle kedua dibuka sedikit di bawah C pada candle pertama.

9.

BEARISH ENGULFING

Ini sodaranya Bullish Engulfing. Gak perlu panjang lebar deh, soalnya memang tidak ada bedanya antara Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing, kecuali pada trend dan kondisi harganya (hanya dibalik). Keterangan:

10.

Format: 2 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Candle pertama: BUL. Candle kedua: BEL. Body candle pertama sekilas seperti berada di dalam body candle kedua.

EVENING STAR

Jika pada Morning Star terkandung filosofi habis gelap terbitlah terang, maka pada pola ini saya dan hati saya sepakat dengan filosofi habis terang, balik lagi deh ke gelap. #dontbesoserious Keterangan:

Format: 3 candle. Kebalikan dari Morning Star. Diawali trend bullish / uptrend. Candle pertama: BUL. Candle kedua: BOL. Candle ketiga: BEL. O pada candle kedua terbentuk setelah gap-up dari candle sebelumnya dan memiliki body yang kecil (C ditutup tidak jauh dari O). Lidi bawah dan lidi atas pada candle kedua relatif pendek atau tidak jauh dari batang candle.

11.

Evening Doji Star

Perbedaannya dengan pola Evening Star hanyalah pada candle kedua yang berbentuk Doji Star. Keterangan:

Format: 3 candle. Kebalikan dari Morning Doji Star. Diawali trend bullish / uptrend. Candle pertama: BUL. Candle kedua: bisa berbentuk Doji Star maupun Long-Leg Doji. Candle ketiga: BEL. O pada candle kedua terbentuk setelah gap-up dari C pada candle sebelumnya, dan C nya ditutup sama / hampir sama dengan O sehingga terlihat selayaknya doji.

12.

BEARISH ABANDONED BABY

Sama dengan Bullish Abandoned Baby, pola ini juga terlihat seperti terdapat candle yang terisolasi atau terlantar dari candle lainnya. Keterangan:

Kebalikan dari Bullish Abandoned Baby. Format: 3 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Candle pertama: BUL. Candle kedua: BOL. Candle ketiga: BEL. O pada candle kedua terbentuk setelah gap-up dari C pada candle pertama, dan O pada candle ketiga terbentuk setelah gap-down dari C candle kedua.

13.

EVENING THREE STAR

Lawan dari Morning Three Star ini mengilustrasikan keadaan yang seakan-akan menjadi akhir dari sesi trend bullish yang segera menjadi trend

bearish. Ibaratkan bintang kejora yang sering nampak pada sore menjelang malam hari. Keterangan:

Kebalikan dari Morning Three Star. Format: 3 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Semua candle memiliki ukurang body yang tipis dikarenakan O dan C pada masing-masing candle sama / hampir sama. Dengan kata lain, semua candle berjenis Doji, baik Doji Star maupun LongLeg Doji.

14.

THREE WHITE EAGLE

Mungkin dianalogikan seperti burung elang putih yang mengintai mangsanya dari atas. Kembali ke persoalan pewarnaan candlestick, dikarenakan pemberian warna tidak memiliki aturan yang tetap untuk membedakan setiap jenis candle-nya, maka saya katakan pola ini kurang tepat jika diberi nama berdasarkan warnanya. Dengan tidak bermaksud merubah ketentuan yang sudah ada, ke depannya saya akan menyebutnya dengan Three BEL Soldiers. Penamaan ini dimaksudkan untuk mempermudah Anda dalam mengingat pola iniyang sebetulnya kebalikan dari Three BUL Soldiers. Keterangan: Nama lain: Three Black Crows (Tiga Burung Gagak Hitamdigunakan bagi yang menggunakan warna hitam sebagai BEL-nya), Three White Angels, dan Three BEL Soldiers (yang kita gunakan). Kebalikan dari Three BUL Soldiers.

Format: 3 candle. Diawali trend bullish / uptrend. Semua candle berjenis BEL dan pada umumnya memiliki body-body yang / atau hampir panjang. Lidi-lidinya tidak terlalu menjadi perhatian, namun akan lebih valid jika lidilidi tersebut tidak terlalu panjang (atau tidak berjauhan dengan candle). Sehingga masing-masing candle sekilas tampak seperti BEL Marubozu.