Anda di halaman 1dari 4

KAJIAN PERATURAN-PERATURAN AMANDEMEN KONTRAK ( PERUBAHAN KEGIATAN PEKERJAAN )

A. TINJAUAN PUSTAKA

1. PERATURAN PRESIDEN RI NOMER 95 TAHUN 2007


PERUBAHAN KETUJUH ATAS

KEPPRES NO. 80 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG / JASA PEMERINTAH

Perubahan Kegiatan Pekerjaan (Hal 311) 1). Untuk kepentingan pemeriksaan, pengguna barang/jasa dapat membentuk panitia/pejabat penelitian pelaksanaan kontrak; 2). Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen kontrak, maka pengguna barang/jasa bersama penyedia barang/jasa dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain: a) Menembahkan atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak; b) Mengurangi atau menembahkan jenis pekerjaan; c) Mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan;

d) Meleksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjan. 3). Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari harga yang tercantum dalam perjanjian/kontrak awal. 4). Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh pengguna barang/jasa secara tertulis kepada penyedia barang/jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan - ketentuan yang tercantum dalam perjanjian/kontrak awal;

5). Hasil negosiasi tersebut dituangakan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan addendum kontrak.

2. PERATURAN PRESIDEN RI NOMER 54 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG / JASA PEMERINTAH

Perubahan Kegiatan Pekerjaan (Lampiran 4A, Hal 168) 1). Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan Kerangka Acuan Kerja yang telah ditentukan dalam Kontrak, maka PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang meliputi antara lain: a) Menembahkan atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak; b) Mengurangi atau menembahkan jenis pekerjaan; c) Mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan;

d) Meleksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjan. 2). Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari harga yang tercantum dari nilai Kontrak awal. 3). Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada penyedia barang/jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan biaya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal; 4). Hasil negosiasi tersebut dituangakan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan addendum kontrak; 5). Dalam hal penilaian perubahan lingkup pekerjaan sebagaimana dimaksud pada angka 1). Sampai dengan 4), PPK dapat dibantu oleh Panitia/Pejabat Pelaksana Kontrak.

3. PETUNJUK TEKNIS PERATURAN PRESIDEN RI NOMER 70 TAHUN 2012 TATA CARA PEMELIHARAAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA

Perubahan Kegiatan Pekerjaan (Buku 4, Hal 195) 1). Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan Kerangka Acuan Kerja yang telah ditentukan dalam Kontrak, PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang meliputi antara lain: a) Menembahkan atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak; b) Mengurangi atau menembahkan jenis pekerjaan; c) Mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan;

d) Meleksanakan pekerjaan tambah/kurang yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjan. 2). Perubahan pekerjaan pada angka 1) berlaku untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan atau bagian pekerjaan yang menggunakan harga satuan dari Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan; dan 3). Pekerjaan tambah sebagaimana dimaksud pada angka 1) dilaksanakan dengan ketentuan : a) tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari biaya yang tercantum dari Perjanjian/Kontrak awal; dan b) tersedia anggaran untuk pekerjaan tambah. 4). Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada penyedia barang/jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan biaya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal; 5). Hasil negosiasi tersebut dituangakan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan addendum kontrak; 6). Dalam hal penilaian perubahan lingkup pekerjaan sebagaimana dimaksud pada angka 1), angka 2), angka 3), angka4), PPK dapat dibantu oleh Panitia/Pejabat Pelaksana Kontrak.

B. STUDI KASUS

Pada pekerjaan Supervisi Peleksanaan Pekerjaan Pembangunan Waduk Jatigede, Kontrak Induk No. Ku.08.08/BBWS.02.08.A2-A3/12/02/2010 dengan tanggal 17 Mei 2010 (Tahap II) serta Surat Perjanjiannya berlaku mulai sejak tanggal 6 Januari 2010 sampai dengan tanggal 31 Desember 2014.

Amandemen Kontrak yang tertulis 1). Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak. Perubahan kontrak dapat terjadi apabila: a) Perubahan pekerjaan disebapkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; b) Perubahan jadual pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; c) Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan peleksanaan pekeraan.

2). Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut : a) Pengguna jasa memberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa untuk melakanakan perubahan kontrak; b) Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari Pengguna jasa dan mengusulkan perubahan harga; c) Atas usulan perubahan harga dilakuka negosiasi dan dibuat Berita Acara Hasil Negosiasi; d) Berdasarkan Berita Acara Hasil Negosiasi dibuat Amandemen Kontak.