Anda di halaman 1dari 2

Persamaan Bernoulli dan Aplikasinya

Persamaan Bernouli dan Aplikasinya

Sabtu, 13 Maret 2010


Asas Bernoulli menyatakan bahwa pada pipa mendatar, tekanan fluida paling besar adalah pada bagian yang kelajuan alirannya paling kecil. Sebaliknya, tekanan paling kecil adalah pada bagian yang kelajuan alirannya paling besar. Aplikasi Asas Bernoulli dalam Keseharian 1. Dua Perahu Bermotor Berbenturan 2. Aliran Air Yang Keluat Dari Keran 3. Lintasan Melengkung Baseball Yang Sedang Berputar 4. Pancaran Air Pada Selang Yang Ujungnya Dipersempit Persamaan Bernoulli menyatakan bahwa jumlah dari tekanan (p), energi kinetik per satuan volum (1/2pv^2) dan energi potensial per satuan volum (pgh) memiliki nilai yang sama pada setiap titik sepanjang suatu garis arus. p + pv^2 + pgh = konstan p1 + pv1^2 + pgh1 = p2 + pv2^2 + pgh2 Untuk kasus fluida yang mengalir dalam pipa mendatar dihasilkan Persamaan Asas Bernoulli : p1 p2 = p (v2^2 v1^2) Selisih tekanan ini dikalikan dengan luas total bentangan sayap menghasilkan gaya angkat pada pesawat terbang. Teorema Torricelli menyatakan bahwa jika suatu wadah yang ujung atasnya terbuka ke atmosfer, diisi cairan dan terdapat lubang kecil pada kedalaman h di bawah permukaan fluida dalam wadah, maka kelajuan semburan fluida melalui lubang sama dengan kelajuan yang diperoleh oleh suatu benda yang jatuh bebas dari ketinggian h. v = 2gh Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelajuan aliran suatu cairan. Untuk venturimeter tanpa manometer,dengan titik 1 adalah bagian yang lebar dan titik 2 adalah bagian yang menyempit, h adalah selisih ketinggian cairan dalam tabung 1 dan 2 berlaku 3 persamaan berikut : p1 p2 = p (v2^2 v1^2) v2^2 = A1/A2 . v1 p1 p2 = pgh

Untuk venturimeter dengan manometer dimana cairan manometer umumnya raksa dengan massa jenis p, ketiga pesamaan diatas tetap berlaku, tetapi pada persamaan ketiga, p diganti dengan p p1 p2 = pgh Tabung Pitot adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelajuan aliran gas. Jika massa jenis cairan dalam tabung adalah p dan beda ketinggian cairan dalam kedua kaki adalah h; massa jenis gas p; dan laju aliran gas v, maka berlaku pv2 = pgh v = 2pgh/p Desain sayap pesawat yang berbentuk aerofoil menyebabkan kelajuan udara di atas sayap v2 lebih besar daripada di bawah sayap v1. Ini menghasilkan gaya angkat sayap pada pesawat terbang F1 F2 = p (v2^2 v1^2) A dengan adalah massa jenis udara di sekitar pesawat dan A adalah luas total bentangan sayap. Ketika pesawat terbang dalam arah mendatar, berat total pesawat sama dengan gaya angkatnya.

Anda mungkin juga menyukai