Anda di halaman 1dari 1

Perkembangan palatum tidak lepas dari perkembangan maxilla.

Menurut studi klasik dari Bjork san Skiller dikatakan bahwa penambahan tinggi dari maxilla karena adanya pertumbuhan sutural ke arah depan dan tulang zygomaticum dan pertumbuhan di depan alveolar process. Penempatan di depan juga terjadi di dasar dari orbit dengan pembentukan resorptive pada permukaan paling bawah. Secara serentak, dasar dari nasal akan lebih rendah karena adanya resorpsi saat penempatan di depan terjadi pada palatum keras. Penambahan panjang maxilla terjadi setelah tahun kedua oleh penempatan tuberositas maxilla dan petumbuhan sutural menuju tulang palatine. Semua mekanisme pada pertumbuhan nasomaxilaris diatur sedemikian rupa untuk saling beradaptasi dan saling mendukung, tapi adaptasi akan lebih terlihat pada alveolar process. Pada saat palatal menyempit, alveolar process akan mendukung pada pertambahan tinggi dan lebarnya. Pada saat oklusi, semuanya saling berkoordinasi dengan semua tanda morphologic pada saat pertumbuhan. Alveolar process akan saling mendukung untuk proses pergerakan palatal.