Anda di halaman 1dari 2

Genetically Modified Organism to Mammals A genetically modified organism (GMO) adalah organisme yang telah mengalami pengubahan materi

DNA oleh teknik rekayasa genetika. Kali ini akan dibahas tentang GMO pada mamalia. Rekayasa genetika pada mamalia menjadi penting pada era ini. Ralph L. Brinster dan Richard Palmiter mengembangkan teknik rekayasa genetika untuk tikus transgenik, tikus, kelinci, domba, dan babi pada awal tahun 1980, dan mendirikan banyak model transgenik pertama penyakit manusia, termasuk karsinoma pertama disebabkan oleh transgen. Proses rekayasa genetika hewan adalah proses yang lambat, membosankan, dan mahal. Namun, teknologi baru membuat modifikasi genetik lebih mudah dan lebih tepat. Berikut beberapa manfaat dari GMO pada mamalia. Research Use Rekayasa genetika (rekayasa genetika) hewan menjadi lebih penting untuk penemuan dan pengembangan obat dan pengobatan untuk banyak penyakit serius. Dengan mengubah DNA atau mentransfer DNA untuk hewan, kita dapat mengembangkan protein tertentu yang dapat digunakan dalam perawatan medis. Ekspresi stabil protein manusia telah dikembangkan di banyak hewan, termasuk domba, babi, dan tikus. Para ilmuwan telah merekayasa secara genetis beberapa organisme, termasuk beberapa mamalia, untuk menyertakan protein fluorescent hijau (GFP) untuk tujuan penelitian medis (Chalfie, Shimoura, dan Tsien diberikan hadiah Nobel tahun 2008 untuk GFP). Misalnya babi neon telah dibesarkan di Amerika Serikat pada tahun 2000, di Korea pada tahun 2002, di Taiwan pada tahun 2006, di Cina pada tahun 2008 dan Jepang pada tahun 2009. Babi ini dibiakkan untuk mempelajari transplantasi organ tubuh manusia, sel-sel fotoreseptor mata regenerasi, sel-sel saraf di otak, kedokteran regeneratif melalui sel induk, teknik jaringan, dan penyakit lainnya. Pada tahun 2011 Tim Jepang-Amerika menciptakan kucing hijau neon untuk menemukan terapi untuk HIV/AIDS dan penyakit lain seperti Feline immunodeficiency virus (FIV) terkait dengan HIV.
Producing human therapeutics Penelitian intensif telah dilakukan untuk mengembangkan hewan transgenik yang menghasilkan biotherapeutics. Pada tanggal 6 Februari 2009, US Food and Drug Administration menyetujui obat pertama biologis manusia dihasilkan dari seekor kambing. Obat ATryn, diekstrak dari susu kambing, merupakan antikoagulan yang mengurangi kemungkinan pembekuan darah selama operasi atau melahirkan. Production or food quality traits Pada tahun 2011, para ilmuwan Cina mehasilkan sapi perah rekayasa genetik dengan gen manusia untuk menghasilkan susu yang akan menjadi sama seperti ASI manusia. Hal ini berpotensi menguntungkan ibu yang tidak bisa menghasilkan ASI tetapi ingin anak-anak mereka untuk memiliki ASI lebih daripada susu formula. Selain dari produksi susu, para peneliti mengklaim sapi-sapi transgenik identik dengan sapi biasa. Pada tahun 2012, peneliti dari Selandia Baru juga mengembangkan sapi rekayasa genetika yang menghasilkan susu bebas alergi.

Human gene therapy Terapi gen, menggunakan virus hasil rekayasa genetika untuk memberikan gen yang dapat menyembuhkan penyakit ke manusia. Meskipun terapi gen masih relatif baru, ia telah memiliki beberapa keberhasilan. Telah digunakan untuk mengobati gangguan genetik seperti parah serta immunodeficiency, dan amaurosis. Terapi gen ini juga dikembangkan untuk berbagai penyakit saat ini tidak dapat disembuhkan lainnya, seperti cystic fibrosis, anemia sel sabit, penyakit Parkinson, kanker, diabetes dan kelainan otot. Teknologi terapi gen saat ini hanya menargetkan sel-sel non-reproduksi yang berarti bahwa setiap perubahan yang diperkenalkan oleh pengobatan tidak dapat ditularkan ke generasi berikutnya.

Pro & Cons Beberapa manfaat diatas tentu saja mengundang pro kontra dalam masyarakat. Pro-nya bahwa sebagian manfaat gmo tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan manusia, mengurangi kelaparan, dan mengobati penyakit. Tapi pendapat lain mengundang kontra, seperti pada terapi gen sebagian besar efek pengobatan berumur pendek. Lalu dikhawatirkan lama kelamaan gen yang dimodifikasi pada mamalia tersebut mengalami mutasi dan membahayakan bagi manusia. Maka perlu diadakan penelitian untuk mencapai hasil jangka panjang lebih banyak diperlukan. Source:
http://www.genome.gov/10001872 http://pmj.bmj.com/content/80/948/560.long http://www.gtherapy.co.uk/pros-and-cons Ervina Putri Abdullah (16112016)