Anda di halaman 1dari 2

NANOTEKNOLOGI SEBAGAI BOM WAKTU REVOLUSI TEKNOLOGI Blog Pribadi: http://amin-note.blogspot.

com Inovasi Teknologi terus dilakukan guna meningkatkan taraf hidup manusia. Sebagian besar Teknologi yang selama ini kita pergunakan boleh dibilang masih konvensional dan kurang efektif dalam mengoptimalkan potensi besar material yang terkandung didalamnya. Sebenarnya pada setiap material apa saja memiliki kemampuan tertentu yang dapat dimanfaatkan manusia untuk kebahagiaan di dunia. Akan tetapi dengan keterbatasan akal manusia inilah yang kadang seolah-olah ada tabir yang menghalangi. Dengan ditemukannya Teknologi Nano atau Nanoteknologi inilah yang akan membuka tabir tersebut sehingga rahasia potensi material dapat terungkap dan dapat dimanfaatkan manusia seutuhnya. Tak lama lagi (ada yang memperkirakan di abad 21) Nanoteknologi akan menjadi bom waktu untuk terjadinya Revolusi Teknologi. Teknologi Nano memang sangat jauh berbeda dengan Teknologi yang sudah ada selama ini terutama dalam hal manfaatnya dalam kehidupan nyata. Hal-hal yang selama ini masih dibilang mustahil, dengan dikuasainya Nanoteknologi akan menjadi kenyataan. Sebagai gambaran yang mudah, lihat saja perkembangan Teknologi hand phone (hp). Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menemukan Teknologi hp sebagai alat kominukasi dengan suara saja sampai dengan dapat melihat secara langsung lawan bicara. Ini menunjukkan betapa cepatnya perkembangan Teknologi dan Nanoteknologipun juga demikian. Pada prinsipnya, Nanoteknologi adalah Teknologi yang mendasarkan pada penggunaan material dalam ukuran Nano meter (satu Nano meter sama dengan seperseribu micrometer atau sepersejuta millimeter) sebagai bahan dasar pembuatan peralatan. Sehingga dengan adanya Nanoteknologi sangat dimungkinkan suatu peralatan dapat dibuat dengan ukuran yang sangat minim bahkan sampai tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Maka dari itu dengan menggunakan Nanoteknologi dapat menghemat penggunaan material (dengan sedikit material sudah dapat mencukupinya). Krisis energy seperti kehabisan cadangan bahan bakar (bensin misalnya) tidak akan mungkin terjadi karena bahan bakar dapat dipecah menjadi partikel-partikel yang semakin kecil sehingga dapat menghemat bahan bakar kendaraan. Dalam hal kekuatan material, semakin kecil ukuran partikel yang dipergunakan akan semakin kuat material tersebut. Sehingga suatu hal yang tidak mustahil apabila sebuah baja dapat dilipatkan kekuatannya hingga ratusan kali apabila dengan menggunakan Teknologi Nano.

Selama ini Film Spiderman hanyalah film fiksi belaka karena dianggap sebagai khayalan. Akan tetapi apabila dikaitkan dengan Nanoteknologi hal semacam itu adalah real. Amati saja bagaimana seekor cicak atau tokek yang dapat merayap di tembok dengan kuat tanpa terjatuh. Hal ini karena pada bagian ujung jari hewan tersebut terdapat bulu halus (spatula) yang dapat menembus permukaan pori-pori dinding sehingga dapat merekat dengan kuat. Bukan hal yang mustahil dengan Nanoteknologi manusia juga dapat merayap seperti tokek atau spiderman sekalipun. Peranan Nanoteknologi selama ini sudah cukup banyak diaplikasikan di dunia nyata seperti layar monitor computer dalam bentuk yang sangat tipis dan dapat dilipat. Camera yang sangat kecil dan sulit dilihat dengan mata. Bahan-bahan kosmetik juga sudah banyak dibuat dengan ukuran Nano. Bahkan ada yang berpendapat bahwa kayu dapat dijadikan menjadi roti yang siap dimakan, seperti yang disampaikan oleh Nurul Taufiqu Rochman (Ketua Masyarakat Nanoteknologi Indonesia). Dengan tekhnologi Nano atau rekayasa molekul Nanomolekuler di mana mesin Nano dapat menyulap kayu menjadi sebuah roti. Dijelaskan bahan roti dan bahan kayu memiliki unsur kesamaan yaitu karbon dan hidrogen. Jadi, kayu tinggal dihancurkan ke bentuk material Nano dan disusun kembali dengan komposisi sesuai keinginan sehingga menjadi roti. Maka dari itu pada belasan tahun yang lalu semua Negara berlomba-lomba untuk menjadi leader dalam penguasaan Nanoteknologi ini. Siapa yang menguasai Nanoteknologi terlebih dahulu tentu akan dapat menguasai pangsa pasar global di dunia. Negara-negara maju yang bersikeras untuk mengembangkan Nanoteknologi adalah Eropa, Amerika dan Jepang. Sementara di Negara Asia juga tidak ketinggalan seperti Korea, China, Malaysia dan Indonesia. Sebagai kalimat terakhir saya sangat mengharapkan pihak pemerintah untuk menginvestasikan dana yang lebih banyak guna membangun dan mengembangkan Nanoteknologi yang selama ini menjadi perebutan penguasaan di dunia. SDM kita yang berkompeten di bidang tersebut juga banyak sekali. Selain itu Negara kita sangat kaya akan material-material yang sangat potensi dimanfaatkan sebagai peralatan penting. Berapa tambang logam yang ada di Negara kita. Apabila kita kuasai Nanoteknologi pasti kita tidak ada pemikiran sedikitpun untuk menjual bahan galian ke Negara tetangga.