Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS DATA NO. 1.

DATA DS: - Merasakan Ada Secret Di Tenggorokan Tapi Tidak Bisa Dibatukkan - Ayah Dari Nn.K Mempunyai Riwayat Penyakit Asma DO: - RR 32x/menit - Nafas berbunyi ngik-ngik - Mukosa bibir sianosis - Wajah pasien tampak gelisah - Pasien tampak berusaha mengeluarkan dahak tapi tidak bisa - Wheezing terdengar keras tanpa stetoskop di akhir respirasi pada kedua sisi paru ETIOLOGI Ayah dari Nn.K mempunyai riwayat penyakit asma, tidur dengan jendela terbuka dan menggunakan kipas angin, klien mempunyai masalah psikologis, 2 hari lagi akan ujian skripsi dan 3 hari yang lalu telah putus dengan pacarnya DIAGNOSA KEPERAWATAN Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas

Merasakan gejala-gejala seperti ada secret di tenggorokan tapi tidak bisa dibatukkan, nafas berbunyi ngik-ngik, mukosa bibir sianosis, pasien tampak berusaha mengeluarkan dahak tapi tidak bisa, wheezing terdengar keras tanpa stetoskop di akhir respirasi pada kedua sisi paru

Ketidakefektifan bersihan jalan nafas 2. DS: - Sesak dirasa di dada kanan dan kiri - Dua tahun yang lalu didiagnosa asma - Pasien merasa sesak teramat sangat skala 9 - Sesak terasa sejak tadi malam, 23:15 bertambah hingga pagi sekitar 03:00 - Masalah psikologis - Sering tidur larut malam - Ayah dari Nn.K mempunyai riwayat penyakit asma DO: - Ekspirasi lebih panjang daripada inspirasi - RR : 32 x/menit Masalah psikologis, sering tidur larut malam, ayah dari Nn.K mempunyai riwayat penyakit asma, Dua tahun yang lalu didiagnosa asma Ketidakefektifan Pola Nafas

Merasakan gejala-gejala seperti Sesak napas yang dirasa di dada kanan dan kiri, pasien merasa sesak teramat sangat skala 9, sesak terasa sejak tadi malam, 23:15 bertambah hingga pagi sekitar 03:00, ekspirasi lebih panjang daripada inspirasi, RR : 32 x/menit, pernafasan cuping hidung, retraksi otot bantu pernafasan

3.

Pernafasan cuping hidung Retraksi otot bantu pernafasan

Ketidakefektifan Pola Nafas

DS: - Tiga hari yang lalu telah putus dengan pacar - Pasien mempunyai masalah psikologis - Dua hari lagi akan ujian hasil skripsi - Pasien sering tidur larut malam DO: - Pasien tampak gelisah dan lemah - RR : 32x/menit

Pasien mempunyai masalah psikologis, 3 hari yang lalu telah putus dengan pacar, 2 hari lagi akan ujian hasil skripsi

Ansietas

Pasien sering tidur larut malam, pasien tampak gelisah dan lemah, RR : 32x/menit

Ansietas

ASUHAN KEPERAWATAN NO 1 Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Rencana Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi NOC : NIC : Airway Management Respiratory status : Ventilation - Buka jalan nafas, gunakan tehnik chin lift Respiratory status : Airway Patency atau jaw thrust bila perlu - Posisikan pasien untuk memaksimalkan Setelah dilakukan tindakan keperawatan ventilasi selama x24 jam, ketidakefektifan bersihan jalan nafas klien dapat teratasi dengan kriteria - Identifikasi pasien, perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan hasil : - Lakukan fisioterapi dada jika perlu - Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara - Keluarkan secret dengan batuk atau nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan suction dispneu (mampu mengeluarkan sputum, - Auskultasi suara nafas catat adanya mampu bernafas dengan mudah, tidak ada suara pernafasan pursed lips) Berikan bronkodilator bila perlu - Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi - Berikan pelembab udara kasa basah NaCl basah pernafasan dalam rentang normal, tidak ada Atur intake untuk cairan, suara nafas abnormal) mengoptimalkan keseimbangan - Mampu mengidentifikasikan dan mencegah - Monitor respirasi dan status O2 factor yang dapat menghambat jalan nafas NOC : NIC : Airway Management Respiratory status : Ventilation - Buka jalan nafas, gunakan tehnik chin lift Respiratory status : Airway Patency atau jaw thrust bila perlu Vital sign status - Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan

Ketidakefektifan Pola Nafas

selama x24 jam, ketidakefektifan pola nafas klien dapat teratasi dengan kriteria hasil : - Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dispneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips) - Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal) - Tanda-tanda vital dalam rentang normal

- Identifikasi pasien, perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan - Lakukan fisioterapi dada jika perlu - Keluarkan secret dengan batuk atau suction - Auskultasi suara nafas catat adanya suara pernafasan - Berikan bronkodilator bila perlu - Berikan pelembab udara kasa basah NaCl basah - Atur intake untuk cairan, mengoptimalkan keseimbangan - Monitor respirasi dan status O2 Terapi oksigen - Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea - Pertahankan jalan nafas yang paten - Atur peralatan oksigenasi - Monitor aliran oksigen - Pertahankan posisi pasien, observasi adanya tanda-tanda hipoventilasi, monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi Vital sign monitor - Monitor TD, nadi, suhu dan RR - Catat adanya fluktuasi tekanan darah - Monitor vital sign saat pasien berbaring, duduk atau berdiri - Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan - Monitor TD, nadi, RR, sebelum selama dan setelah aktivitas - Monitor kualitas dari nadi - Monitor frekuensi dan irama pernafasan - Monitor suara paru - Monitor pola pernafasan abnormal - Monitor suhu, warna dan kelembapan kulit - Monitor sianosis perifer - Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik) - Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign NIC : - Bina hubungan saling percaya

Ansietas

NOC : Anxiety Level

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama x24 jam, ansietas klien dapat teratasi dengan kriteria hasil : - Pasien melaporkan penurunan kegelisahan - Pasien melaporkan penurunan kesulitan pemecahan masalah - Pasien melaporkan stimulasi stress menurun - Terjadi penurunan RR dalam batas normal

- Anjurkan keluarga untuk menemani pasien - Mencari pemahaman - Dengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian - Kontrol stimulasi yang dapat membuat pasien stress - Anjurkan pasien untuk mengungkapkan perasaan, persepsi, dan ketakutan secara verbal - Ajarkan pasien tehnik relaksasi - Kaji tanda-tanda kecemasan, verbal dan non-verbal - Kolaborasi penggunaan obat-obatan untuk mengurangi stress sesuai indikasi