Anda di halaman 1dari 30

Kala III dan IV

Pengeluaran plasenta, pemantauan kondisi ibu dan kemungkinan komplikasi pascapersalinan

Anatomi Uterus

Anatomi Plasenta
Setelah minggu pertama (hr 7-8) sel-sel trofoblas (di atas embrioblas) yang berimplantasi di endometrium proliferasi dan berdiferensiasi menjadi dua lapis yang berbeda : 1. sitotrofoblas : selapis sel kuboid, batas jelas, inti tunggal, di sebelah dalam (dekat embrioblas) 2. sinsitiotrofoblas : terdiri dari selapis sel tanpa batas jelas, di sebelah luar (berhubungan dengan stroma endometrium). Unit trofoblas ini akan berkembang menjadi PLASENTA

Batasan
Kala III Masa setelah lahirnya bayi dan berlangsungnya proses pengeluaran plasenta Kala IV Masa setelah plasenta lahir hingga 2 jam setelah itu

Fisiologi Kala III


Tempat implantasi plasenta mengalami pengerutan akibat pengosongan kavum uteri dan kontraksi lanjutan sehingga plasenta dilepaskan dari perlekatannya dan pengumpulan darah pada ruang utero-plasenter akan mendorong plasenta ke luar

Tanda-tanda lepasnya plasenta


Terjadi perubahan bentuk uterus dan tinggi fundus uteri Tali pusat memanjang atau terjulur keluar melalui vagina/vulva Adanya semburan darah secara tiba-tiba

Ingat!
Sekitar 60% dari perdarahan pascapersalinan terjadi pada ibu tanpa risiko yang dapat dikenali sebelumnya Manajemen aktif kala III merupakan upaya profilaksis komplikasi perdarahan

Manajemen Aktif Kala III


Mengupayakan kontraksi yang adekuat dari uterus dan mempersingkat waktu kala III Mengurangi jumlah kehilangan darah Menurunkan angka kejadian retensio plasenta

Tiga langkah utama manajemen aktif kala III


Pemberian oksitosin/uterotonika sesegera mungkin Melakukan penegangan tali pusat terkendali (PTT) Rangsangan taktil pada dinding uterus atau fundus uteri

Penegangan Tali Pusat Terkendali


Berdiri disamping ibu Pindahkan jepitan semula tali pusat ke titik 5-20 cm dari vulva dan pegang klem penjepit tsb Letakkan telapak tangan (alas dengan kain) yang lain, pada segmen bawah rahim atau dinding uterus di suprasimfisis Pada saat terjadi kontraksi, tegangkan tali pusat sambil tekan uterus ke dorsokranial Ulangi kembali perasat ini bila plasenta belum dapat dilahirkan (jangan lakukan pemaksaan)

Bagaimana cara mengetahui plasenta telah lepas??


Perasat Kustner Perasat Strassman Perasat Klein

Penegangan Tali Pusat Terkendali

Tekanan Dorsokranial

Menempatkan Plasenta

Melepaskan Selaput

Perhatikan!
Bila setelah 15 menit berlalu ternyata plasenta belum lahir, berikan oksitosin 10 IU dosis kedua Kosongkan kandung kemih bila penuh Lakukan PTT ulangan Bila waktu 30 menit telah terlampaui (jangan mencoba cara lain untuk melahirkan plasenta walaupun tidak terjadi perdarahan) segera rujuk ibu ke fasilitas kesehatan rujukan

Rangsangan taktil pada dinding uterus


Minta ibu untuk meletakkan telapak tangannya pada dinding uterus Instruksikan untuk mengusap dinding uterus dengan gerakan sirkuler Beritahukan bahwa mungkin timbul rasa kencang atau tidak nyaman Uterus yang mengencang menunjukkan respons adekuat terhadap rangsangan Teruskan rangsangan taktil bila uterus masih belum berkontraksi

Bila 15 detik rangsangan taktil telah usai dan uterus tetap tidak berkontraksi, maka

lakukan:
Kompresi Bimanual Internal Kompresi Bimanual Eksternal Kompresi Aorta Abdominalis

Kompresi Bimanual Internal

Kompresi Bimanual Eksternal

Kompresi Aorta Abdominalis

Manual Plasenta

Robekan Serviks

Tampon Uterovaginal

Bersambung..