Anda di halaman 1dari 4

PENGUKURAN EMISI DAN TINGKAT KEBISINGAN I.

Tujuan - Mengetahui sumber emisi pencemar udara (secara teoristis) - Mengetahui tingkat kebisingan udara lingkungan dan mengukurnya dengan soundlevel meter II. Alat yang Digunakan - Sound level meter III. DASAR TEORI

Emisi adalah zat, energy dan atau komponen lain yang di hasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau di masukan ke dalam udara ambien yang mempunyai dan atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Sedangkan kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak di kehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, music dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit atau menghalangi gaya hidup (JLS Z 810 [JEC 60050-8DI] kosakata elektro-teknik internasional) B. Emisi Ketika berbicara menganai emisi, maka tidak dapat di pisahkan dengan polusi dan polutan, zat pencemaran udara. Zat pencemaran melalui udara di klasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu patikel dan gas. Oartikel contohnya seperti yang berbentuk gas antara SO2, NOX, CO, CO2, hidrokarbon dan lainlain. SOx Gas belerang oksida terdiri dari SO2 dan SO3. Gas SO2 berbau tajam dan tidak mudah terbakar, sedangkan gas SO3 bersifat reaktif dan dapat dengan mudah bergabung dengan uap air di udara membentuk H2SO4 dan selanjutnya dapat menyebabkan hujan asam NOx Nitrogen oksida mempunyai dua bentuk, yaitu NO2 da NO. sifat gas NO2 adalah berwarna dan berbau, sedangkan gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Pencemaran gas NOx di udara terutama berasal dari buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator dari suatu pembangkit listri atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami. Kadar gas NOx sebesar 100 mg/m3 dapat menyebabkan radang pernafasan dan untuk 250 mg/m3 dan 500 mg/m3 dapat mengganggu fungsi saluran pernafasan. C. Kebisingan Seperti yang telah di sebutkan di atas bahwa kebisingan adalah bunyi atau suara yang tdk di kehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan serta dapat menimbulkan ketulian.

MENGUKUR TINGKAT KEBISINGAN Untuk mengetahui intensitas bising di lingkungan kerja, di gunakan sound level meter. Untuk mengukur nilai ambang pendengaran di gunakan audio meter. Untuk menilai tingkat pejanan pekerja lebih tepat di gunakan noise dose meter, Karen pekerja untuk tidak menetap pada tempat kerja selama 8 jam ia bekerja. Nilai ambang batas [NAB] intensitas bising adalah 85 db dan dan waktu bekerja maksimal adalah 8 jam perhari Nilai Ambang Batas Kebisingan Adalah angka db yang di anggap aman untuk sebagian besar tenaga kerja bila bekerja 8 jam/hari atau 40 jam/minggu. Surat edaran tenaga kerja, transmigrasi dan koperasi No . SE 01/MEN/ 1978, niali ambang batas untuk kebisingan di tempat kerja adalah intensitas tertinggi dan merupakan nilai rata-rata yang masih dapat di terima tanaga kerja tanpa mengakibatkan hilangnya daya dengar dengan yang tetap untuk waktu terus menerus. Waktu maksimum bekerja adalah sbb: 82 db : 16 jam perhari 85 db : 8 jam perhari 88 db : 4 jam perhari 91db : 2 jam perhari 97 db : 1 jam perhari 100 db : 1/4 jam perhari

Sound Level Meter Sound level meter ini juga sering di sebut diabel meter dan dosi meter keibsingan , alat ini di buat untuk mengukur sebuah tekanan suara dari suatu peristiwa tertentu. Alat ini di gunakan di mana mana dan alat ini merupakan instrument yang penting untuk para pekerja sebagai pelindung pendengaran. Alat tersebut terdiri dari mikrofon, sirkuit elektronika dan sebuah tampilan pembacaan. Mikrofon tersebut untuk mendeteksi variasi tekanan udara kecil yang berhubungan dengan suara dan perubahan menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut kemudian akan dip roses oleh sirkiut elektronik dari instrument. Untuk melakukan pengukuran di butuhkan lengan panjang di ketinggian telinga untuk para pekerja yang terpapar kebisingan. IV. 1. 2. 3. 4. 5. Prosedur Kerja Menentukan tempat yang ingin di ukur tingkat kebisingannya. Menghidupkan alat sound level meter dengan menentukan tombol power. Alat di dekatkan dengan sumber kebisingan dan menentukan tombol hold lalu tekan juga tombol max/min rec Setelah tingkat kebisingan terukur, dilihat kembali harga yang terbesar yang telah di rekan sound level meter. Catat harga pengukuran terbesar dan di buat dalam bentuk table.

V.

Data Pengamatan

VI.

Analisa Data Dari praktikum yang telah di lakukan dapat di analisa bahwa sound level meter merupakan alat ukur tingkat kebisingan yang sangat sederhana, karena hanya dengan mendekatkan mikrofon pada sumber kebisingan maka harga pengukuran dapat langsung di baca dan di rekam. Pengukuran di lakukan pada enam yang berbeda yaitu ruang boiler, exhaust fan, ruang kosong, ruangan kompresor, ruang las gergaji dan lab pencemaran. Dari keenam ruangan tersebut dapat di lihat bahwa ruang gergaji memiliki tingkat kebisingan yang tertinggi melebihi 100 db. Dan mengenai data maks ambang batas kebisingan yang di perbolehkan, untuk tingkat kebisingan 100 db hanya boleh di dengar jam setiap harinya, bila melebihi batas waktu ini mangka dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Sehingga untuk ruangan las gergaji hanya baik di masuki selama jam. Dan selanjutnya untuk ruang boiler waktu maksimumnya adalah 2 jam perhari, untuk exhaust fan adalah 8 jam perhari, untuk ruangan kosong dan lab pencemaran tidak memiliki waktu maksimum sehingga berada dalam tempat dalam kategori aman kebisingan. Dan terahir ruang kompresor memiliki waktu maksimum, 2 jam perhari. Hal ini dapat di tentukan berdasarkan surat edaran mentri tenaga kerja, transmigrasi dan koperasi NO . SE 01/MEN/1978.

VII.

Kesimpulan Berdasarkan praktikum penentuan tingkat kebisingan dapat di simpulkan bahwa:

Kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak di kehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan serta dapat menimbulkan ketulian. Nilai ambang batas intensitas bising adalah 85 dbdan waktu bekerja maksimum adalah 8 jam perhari. Waktu maksimum untuk masing masing tempat yang di uji adalah Ruangan las gergaji : jam perhari Ruangan boiler : 2 jam perhari Exhaust fan : 8 jam perhari Ruangan kompresor : 2 jam perhari Proses pembacaan harga kebisingan pada alat sound level meter adalah variasi tekanan udara keal yang berhubungan dengan suara di deteksi oleh mikrofon dan di ubah menjadi sinyal listrik yang kemudian akan dip roses oleh sirkuit elektronik dari instrument untuk menampilkan pembacaan pada layar Daftar Pustaka Jonsheet kimia. Praktikum pengendlian pencemaran. 2013 . polsri

VIII.