Anda di halaman 1dari 5

HI(V)Alentines days

Eh sob kenalin nih aku,sebut aja Vella. Aku terlahir di lingkungan keluarga yang mampu. Papaku sebagai anggota dewan sedang mamaku mengelola sebuah caf. Aku memiliki 2 saudara laki laki. Rio masih menjelang SMA sedang Dio masih TK. Aku terbiasa hidup dengan kemewahan orang tua ku. Aku selalu menghambur hambur kan uang demi kesenangan semata. Sampai pada akhirnya aku sadar aku sangat lah egois. Tidak ada seorang temanpun yang mendekati aku, sampai aku sudah berulang kali pindah sekolah. Orang tua ku sangat muak denganku begitu pula aku sangat muak dengan mereka. Pertengkaran yang selalu terjadi dirumah, pecahan piring yang selalu terdengar dan suara keras dari pintu lantai atas yang tak pernah terlewatkan. Hingga tangisan adik adik ku yang membuat aku ingin pergi dan meninggalkan ini semua. Keluarga kami sangatlah harmonis dahulu sebelum papaku memiliki wanita idaman lain dan mamaku depresi dan tidak pernah absen ke club club malam. Kami menjalani hidup tidak selayaknya keluarga. Kami hidup secara individual. Hingga aku terjebak dan mengenal berbagai macam dunia malam. Awalnya aku hanya merokok kemudian mulai minum minuman keras. Entah mengapa itu bisa membuatku tenang dan kata mereka bisa membuat fly .aku menikmati itu semua, bagiku tak ada lagi yang mempedulikan aku. Aku hidup dalam duniaku, dunia malamlah hidupku. Lampu diskotik membangunkanku dari mabuk , aku tersadar,aku tertidur di meja bar. Apa kau baik baik saja? terdengar suara lembut dibelakangku. Aku hanya tercengang sambil mengusap mata. boleh aku temani? suara itu semakin jelas dan dekat

ditelingaku. oh ya silahkan, aku baik baik saja kataku sambil setengah sadar. Percakapan yang terjadi selama beberapa menit itu sedikit melupakan bebanku. Tanpa sadar kami mulai berbincang ditelepon, bbm dan skype. Sebut saja dia Rey. Rey benar benar sangat menghiburku. Dia sosok lelaki yang sangat mengayomi. Kita mulai dengan jalan bareng, nonton dan makan. Aku sangat nyaman didekatnya. Tepat 14 februari 2008 kita berpacaran. Aku tidak lagi hidup sendiri sekarang. Bagiku dialah orang yang satu - satu nya mengerti aku. Tak terasa kita menjalani hubungan ini selama 6 bulan. yang,aku ingin berbicara sesuatu ucapnya saat di basement apartment ku. iya ada apa sayang? kataku dengan lirih. Tanpa berkata kata lagi dia mendekat dan semakin mendekat. Aku hanya menunduk. Peluk tubuhnya temani aku disaat malam gelap kecupan bibirnya membungkan mulutku . tanpa disadari nafsu birahi nya mengambil mahkota ku. Aku terlelap hingga suara gesekan sapu dari OB membangunkan kami. Aku sangat bingung dengan kejadian malam itu. Aku hanya diam dan menganggapnya wajar karna Aku sangat menyanyanginya. Begitu pula dia .. hari telah berganti, matahari terbit menyinari celah jendela kamarku.. aku segera menghampiri dapur dan membuatnya secangkir teh hangat untuk aku berikan pada Rey. Pada saat kita duduk sebelahan, aku berbicara pada Rey, aku ingin cepat cepat nikah sama kamu yang dengan nada pelan dan gugup. iya sayang aku akan menikahi kamu, aku bertanggung jawab dengan yang sudah kita perbuat semalem jawab Rey dengan tegas. Aku

menginginkan dengan Rey naik ke pelaminan dan pada saat itulah kita merencanakannya. Waktu terus berputar.. akhirnya aku mendapatkan tanggal yang cocok buat melangsungkan pernikahan adalah tanggal 28-02-2008, yaaa menurutku itu tanggal yang bagus buat kita, Rey pun menyetujuinya dan segera membuat undangan perkawinan untuk di sebarkan ke kerabat kerabatnya. Tapi aku masih bingung apa yang harus aku lakukan ke orang tuaku dengan kejutan ini. Aku seperti merasa bersalah atas semua perbuatan yang belum pantas aku lakukan. Dan aku bertekat untuk tetap harus omongin kejutan ini ke orang tuaku khususnya mamaku . akupun pergi dengan mengendarai mobil sendiri menuju rumah mamaku. Apartment ke rumah mama lumayan jauh sekitar 25menit. Sampailah di depan pagar rumah dengan keadaan rumah yang kotor, sepi dan pagar terkunci, sempat bingung toleh sana toleh sini. Aku menghampiri tetangga sebelah yang lagi menyusui anaknya, teman akrab mamaku, namanya Bu parlis yang dulu sering aku panggil umi . mama kemana mi ? Tanya aku. mama.mu sudah tidak disini lagi vel suara hening umi membuat hatiku berdebar. aku kaget dan semakin bingung, cemas, galau, campur aduk di pikiranku. Aku bertanya sekali lagi, mama kemana mi ? teriak suaraku mengejutkan tetangga tetanga sebelah rumah. mama.mu dan adik adik.mu sudah lama pindah dari sini jawab umi dengan wajah sedih. ntah apa yang harus aku lakukan saat itu juga, pikiranku semakin buntu dan harus mencari kemana. Aku langsung menghampiri mobil dan terus berusaha mencari mama serta adik adiku. Akupun mencoba telfon sodara sodaraku, tapi tetap saja sodara tidak tahu keberadaan mamaku sekarang bahkan kaget

mendengar cerita dari aku. Dan kembalilah aku ke apartment dengan suasana hati gelisah. Tanggal 28-02-2008

Pagi hari dengan udara sejuk menggetarkan hati yang begitu tegang dan sedih di apartemen ku, Inilah tanggal yang ditunggu tunggu oleh kami berdua. Pukul 05.00 Aku pun bersiap siap berangkat menuju rumah Rey yang berlangsungnya acara disana dengan tidak terlalu mewah dan tidak mengundang rame rame, cuma tetangga dan teman teman dekatnya dia saja. Perkawinan ku ini tanpa didampingi mama, papa, dan adik adik ku, berasa amat gimanaaa gituuu tepat pukul 08.00 aku dan Rey melangsungkan pernikahan Dan akhirnya kami resmi jadi pasangan suami istri, perasaan yang sebelumnya sedih pun hilang, sekarang hanya rasa gembira senang memiliki keluarga baru bersama Rey.

20 tahun kemudian

Pasangan Vela dan Rey dengan perjalanan begitu lama, sekarang dia menjadi orang yang sangat kaya raya mempunyai perusahaan banyak, tetapi dari kelalaian Vela yang lupa bersyukur kepada Tuhan, Tanggal 14 februari pada saat itulah Vela mulai menjalin hubungan sama Rey dan juga sering disebut hari valentine atau hari kasih sayang ini, Vela menggelar pesta miras, narkoba dan sex di diskotik

dengan teman temannya tanpa sepengetahuan suaminya Rey. Vela pun asik melakukan pesta tersebut dengan enjoy and fly, sedangkan suami vela Rey fokus berkerja keras di perusahaannya yang dimiliki.