Anda di halaman 1dari 8

Judul film Sutradara Tanggal rilis Durasi Produksi

: As Good As It Gets : James L. Brooks : 19 Desember 1997 : 139 menit : Tristar Pictures

DESKRIPSI TOKOH

1. Melvin Udall (diperankan oleh Jack Nicholson) Seorang pria paruh baya yang bekerja di apartemennya sebagai seorang penulis novel romantis yang sukses dan terkenal. Ia suka kebersihan dan keteraturan, emosional dan cenderung keras kepala, kaku dan tidak fleksibel. Bermain piano adalah hal yang disukainya. Ia kesulitan mengungkapkan perasaannya secara langsung kepada orang lain. Ia juga menunjukan sikap tidak menyukai lingkungan sekitarnya. Sikap dirinya yang tidak ingin diganggu oleh orang lain membuat ia menjadi sosok yang tidak disenangi orang sekitarnya.

2. Simon Bishop (diperankan oleh Greg Kinnear) Seorang pelukis yang bertetangga dengan Melvin di apartemen. Ia sering berselisih dengan Melvin pada awalnya namun pada akhirnya mereka bisa berteman. Ia juga memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang tuanya. Simon memiliki anjing yang sangat disayanginya bernama Verdell. Simon adalah seorang homoseksual.

3. Carol Connelly (diperankan oleh Helen Hunt) Seorang pelayan di restoran tempat Melvin selalu sarapan dan juga orang yang mengerti tentang sifat-sifat Melvin dan dapat menoleransinya. Ia memiliki seorang
1

anak yang memiliki penyakit asma bernama Spencer Connelly dan ibu bernama Beverly Connelly yang tinggal serumah dengannya. Carol sangat mencemaskan keadaan anaknya sehingga ia berhenti bekerja di tempat ia semula dan mencari yang lebih dekat dengan rumahnya.

GEJALA PASIEN

Melvin memiliki gangguan obsessif kompulsif. Hal ini terlihat dari seringnya melakukan pekerjaan yang berulang-ulang seperti saat mengunci pintu dan menghidupkan lampu yang harus dilakukannya dengan hitungan satu sampai lima. Ia juga terobsesi pada hal-hal tertentu seperti dia harus sarapan setiap hari di restoran yang sama dengan tempat duduk dan pelayan yang sama. Melvin sangat menyukai kebersihan, tidak mau menyentuh benda sembarangan jika tidak menggunakan sarung tangan, mandi dengan waktu yang cukup lama, selalu membawa peralatan makan sendiri yang tidak boleh tersentuh orang lain, jika hal itu terjadi dia mengganti peralatan makan yang ia gunakan. Ia juga tidak menyukai binatang karena sifatnya yang sangat menyukai kebersihan. Jika ia ingin memeluk binatang peliharaan tetangganya yang bernama Verdell, ia harus memakai sarung tangannya terlebih dahulu. Melvin juga sangat menyukai kerapihan yang terlihat dari apartemen yang tertata rapi, selalu menyusun sendok dan garpunya ketika makan dan ketika ia ingin berpergian dia sudah menyusun hal-hal yang ingin ia bawa dan diletakan secara teratur. Kesukaannya pada hal yang rapi dan teratur juga terlihat dengan caranya berpakaian dan sifatnya sehari-hari. Melvin tidak senang berinteraksi dengan sekitarnya dan cenderung menghindar yang terlihat ketika ia berjalan, ia tidak mau bersentuhan dengan orang lain atau hal lain. Melvin juga seperti memiliki pola saat berjalan karena ia tidak mau menginjak lantai atau jalan yang berpola khususnya jalanan yang bergaris.

DIAGNOSIS GANGGUAN DAN FORMULASI DIAGNOSTIKNYA Diagnosis pada Melvin Udall adalah gangguan obsesif-kompulsif Formulasi diagnostik : menurut PPDGJ III digolongkan dalam F.42 gangguan obsesif-kompulsif. Pedoman diagnostik : Untuk menegakan diagnosis pasti, gejala-gejala obsesif atau tindakan kompulsif, atau kedua-duanya, harus ada setiap hari selama sedikitnya dua minggu berturut-turut. Hal tersebut merupakan sumber penderitaan (distress) atau mengganggu aktifitas penderita. Gejala-gejala obsesif harus mencakup hal-hal berikut : a. Harus disadari sebagai pikiran atau impuls diri sendiri; b. Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yang yang tidak lagi dilawan penderita; c. Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut diatas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan; d. Gagasan, byangan pikiran, atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan. DSM IV OBSESIF-KOMPULSIF

PENATALAKSANAAN Dalam film ini penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan pikofarmaka yang terlihat ketika Melvin mengatakan apa yang terjadi pada dirinya terhadap carol di restoran ketika mereka berlibur. Ia mengatakan bahwa dokter memberitahunya agar dia bisa kembali normal dia harus minum pil yang merupakan kunci utama yang selama ini tidak diminumnya. Psikofarmaka : - Clomipramine. Obat standar untuk pengobatan gangguan obsesif kompulsif adalah clomipramine, suatu obat trisiklik spesifik serotonin yang juga digunakan untuk pengobatan gangguan depresif. Kemanjuran clomipramine dalam gangguan obsesif-kompulsif didukung oleh banyak uji coba klinis. Clomipramine biasanya dimulai dengan dosis 25 sampai 50 mg sebelum tidur dan dapat ditingkatkan dengan peningkatan 25 mg sehari setiap 2 sampai 3 hari, sampai dosis maksimum 250 mg sehari atau tampaknya efek samping yang membatasi dosis. Karena clomipramine adalah suatu obat trisiklik, obat ini disertai dengan efek samping yang biasanya dari obat tersebut, termasuk sedasi, hipotensi, disfungsi seksual, dan efek samping antikolinergik (sebagai contohnya mulut kering) - SSRI. Beberapa uji coba klinis telah menunjukkan manfaat fluoxetine dan sertraline dalam gangguan obsesif kompulsif, dan paroxetine mungkin juga efektif. Fluvoxamine juga telah terbukti efektif dalam mengobati gangguan obsesif kompulsif. Penelitian tentang fluoxetine dalam gangguan obsesif-kompulsif telah menggunakan dosis sampai 80 mg setiap hari untuk mencapai manfaat terapeutik. Walaupun SSRI adalah disertai dengan overstimulasi, kegelisahan, nyeri kepala, insomnia, mual dan efek samping gastrointestinal, SSRI sebagai suatu kelompok adalah ditoleransi dengan lebih baik daripada obat trisiklik dan dengan demikian, kadang-kadang digunakan sebagai obat lini pertama dalam pengobatan gangguan obsesif-kompulsif. Pada film tidak disebutkan Melvin menjalani psikoterapi atau tidak, namun pasien dengan obsesif-kompulsif biasanya juga menjalani psikoterapi berupa terapi perilaku. Psikoterapi

Walaupun beberapa perbandingan telah dilakukan, terapi perilaku adalah sama efektifnya dengan farmakoterapi pada gangguan obsesif-kompulsif, dan beberapa data menyatakan bahwa efek bermanfaat adalah berlangsung lama dengan terapi perilaku. Dengan demikian, banyak klinisi mempertimbangkan terapi perilaku sebagai terapi terpilih untuk gangguan obsesif kompulsif. Terapi perilaku dapat dilakukan pada situasi rawat inap maupun rawat jalan. Pendekatan perilaku utama pada pada gangguan obsesif-kompulsif adalah pemaparan dan pencegahan respon. Desensitisasi, menghentikan pikiran, pembanjiran, terapi implosi, dan pembiasaan tegas juga telah digunakan pada pasien gangguan obsesif-kompulsif. Dalam terapi perilaku pasien harus benar-benar menjalankannya untuk mendapatkan perbaikan.

MANFAAT,KESIMPULAN DAN SARAN

Manfaat setelah menonton film ini adalah banyak mengetahui berbagai macam gejala-gejala gangguan obsesif-kompulsif yang dialami pasien setiap harinya. Bagaimana pasien menjalani setiap harinya. Pada film ini juga memperlihatkan bahwa pasien bisa berubah dengan adanya motivasi dalam hidupnya. seperti dia mulai mencintai seseorang, dia memiliki keinginan sembuh lebih baik dan membuat dirinya melanjutkan pengobatan dan berusaha melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, seperti dia mulai terbiasa untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, membiarkan orang lain menyentuhnya dan berusaha untuk tidak menjadi egois. Hal ini bisa bermanfaat untuk memberikan terapi pada pasien lainnya dengan melakukan kerjasama yang baik dengan orang sekitarnya dapat membuat pasien kembali seperti sebelumnya karena memiliki motivasi dalam hidupnya.

SINOPSIS SINGKAT Melvin Udall adalah seorang novelis yang sukses dan terkenal, namun juga seorang yang rasis, homophobia, dan cenderung egois. Ia tidak ingin siapapun datang ke kamar apartemennya, termasuk para tetangga. Ia pun pindah ke apartemen di New York tersebut karena ingin menyepi dan menjauhi dari yang ia tidak suka, namun yang terjadi malah

sebaliknya. Ia selalu bertemu dengan hal-hal yang ia benci, termasuk kepada tetangganya, Simon Bishop , seorang seniman muda yang tampan namun seorang gay. Setiap hari Melvin sarapan di tempat yang sama, dan di meja yang sama pula pada sebuah restoran di apartemennya, hal ini dikarenakan sifat rasisnya. Namun, hal ini yang membawanya pada perasaan jatuh cinta pada Carol Connelly, pelayan restoran tersebut dan juga satu-satunya orang yang mengerti tentang sifat-sifat dari Melvin dan dapat menoleransinya. Suatu hari, Simon jatuh sakit, sementara Simon berada di rumah sakit, Melvin diminta untuk menjaga Verdell, anjing milik Simon. Meskipun pada awalnya ia adalah seorang pembenci binatang, lama-lama Melvin dan Verdell menjadi akrab. Carol pun memutuskan untuk mencari pekerjaan lain di Brooklyn, supaya ia bisa lebih dekat dengan anaknya yang sedang sakit. Melvin yang tidak mau melepaskan Carol, akhirnya membiayai pengobatan anak Carol, namun disertai dengan alasan yang bodoh. Carol salah pengertian terhadap yang dilakukan Melvin ini, dan pergi ke apartemennya sambil mengatakan bahwa ia tidak akan tidur dengan Melvin. Selanjutnya, setelah rehabilitasi dan pengobatan, Simon kaget melihat Verdell lebih dekat kepada Melvin daripada dengannya, ia depresi dan sulit menghasilkan karya bagus sehingga rumah sakit harus mengambil biaya perawatan dari sewa kamar apartemennya. Karena ia tidak punya asuransi, teman-teman serta rekannya menyarankan untuk meminta uang kepada orangtuanya di Baltimore, namun untuk itu, ia membutuhkan tumpangan. Ia meminta tolong kepada Melvin untuk memberinya tumpangan ke Baltimore, dan Melvin mengajak Carol untuk bergabung dalam perjalanan mereka sebab Melvin dan Simon sama-sama agak bodoh dan kekanak-kanakan, dan juga agar Melvin dapat membuat hubungan romantis dengan Carol. Carol setuju dan hubungan di antara ketiga orang ini dimulai. Setelah kembali ke New York, Carol mengatakan pada Melvin bahwa ia tidak menginginkannya lagi dalam hidupnya. Ia lalu minta maaf terhadap perkataannya, dan menelpon Melvin untuk meminta maaf. Hubungan Carol dan Melvin menjadi semakin kacau saat Simon tinggal satu tempat dengan Melvin sampai ia mendapatkan tempat tinggal baru, menyarankan Melvin untuk mengatakan perasaannya sejujurnya kepada Carol di Brooklyn, disana keduanya saling menyadari bahwa mereka sudah saling cinta. Melvin menyadari bahwa ia tidak akan bisa hidup tanpa orang lain, Carol, Simon, dan Verdell berhasil membuat hidupnya bahagia. Masing-masing dari mereka bahagia, Melvin dan Carol hidup bersama.

Simon memiliki hidup baru yang menyenangkan bersama Verdell, serta teman baiknya, Melvin dan Carol. Film berakhir saat Melvin dan Carol membeli roti di sebuah toko roti.