Anda di halaman 1dari 2

BAB 3 PENUTUP

1. Epilepsi adalah sindrom klinis yang ditandai dengan dua atau lebih bangkitan.Sebagian besar timbul tanpa provokasi akibat kelainan abnormal primer di otak dan bukan sekunder oleh penyebab sistemik. 2. Bangkitan epilepsi bisa diakibatkan oleh cederakepala, stroke, tumor otak, infeksi otak, keracunan, atau jugapertumbuhan jarigan saraf yang tidak normal (neurodevelopmentalproblems), pengaruh mutasi. 3. Diagnosis epilepsi didasarkan atas anamnesis dan pemeriksaan klinis dengan hasil pemeriksaan EEG dan radiologis. 4. Tujuan pengobatan adalah untuk mengatasi kejang dengan dosis optimal terendah. 5. Penghentian OAE harus tepat cara, waktu, dan indikasi. 6. Efek samping yang umum dari OAE adalah memperlambat motorik dan perkembangan psikomotor, kesulitan memperhatikan dan gangguan memori ringan, dan menimbulkan efek teratogenik (jarang). 7. Apabila terjadi rekurensi setelah pengehentian OAE maka diberikan OAE dengan dosis maksimal efektif. genetik yang mengakibatkan

DAFTAR PUSTAKA

Bahrudin, M. 2008. Catatan Kuliah Dasar-Dasar Neurologi. UMM Press : Malang Dam, Mogens. 1991. A Practical Approach to Epilepsy. Media Medica : UK Harsono. 2009. Kapita Selekta Neurologi. Gajah Mada University Press : Yogyakarta http://www.searo.who.int/LinkFiles/Technical_documents_Ment-134.pdf Husni, Amir. 2004. Pengelolaan Status Epileptikus. PERDOSSI : Semarang Kustiowati, E. 2004. Diagnosis dan Patofisiologi Status Epileptikus. PERDOSSI : Semarang Limon, A. 2004. The Principal Managements of Epilepsy. PERDOSSI : Semarang Lumbantobing, SM. 2004. Penatalaksanaan Kejang Umum Tonik-Klonik. PERDOSSI : Semarang Sidharta, Priguna. 1999. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Dian Rakyat : Jakarta Simon, Roger P, et al. 2009. Clinical Neurology 7th edition. McGraw Hill : New York Tjahjadi, et al. 2005. Gambaran Umum Mengenai Epilepsi : Kapita Selekta Neurologi. Gajah Mada University Press : Yogyakarta Wijaya, D. 2004. The Principal Management of Epilepsy. PERDOSSI : Semarang