Anda di halaman 1dari 3

Indonesia menjadi tuan rumah gelaran APEC 2013. Sebelum pertemuan APEC dimulai, hujan kritik menyerbu pemerintah.

Salah satu kritik menyebut APEC tidak bermanfaat bagi perekonomian nasional. Namun, pemerintah buru-buru menepis anggapan itu. Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang ditemui di sela-sela gelaran APEC di Nusa Dua, Bali, mengklaim penyelenggaraan APEC 2013 memberikan makna yang kuat bagi Indonesia. Yaitu sebagai kekuatan regional, bahkan ke depan bisa menjadi salah satu kekuatan global. Dia mengajak semua pihak yang selama ini menentang APEC untuk melihat posisi Indonesia dalam perspektif yang lebih optimistis ketimbang sudut pandang yang kritis. Menurutnya, Indonesia bisa mendapat keuntungan dari situasi global seperti sekarang. "Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki posisi strategis. Itu sebabnya dibutuhkan pandangan yang optimis bahwa Indonesia bisa menjadi 'regional power' dan juga 'global power'," katanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat tidak ingin membuang kesempatan ketika didapuk untuk membuka pertemuan pemimpin perusahaan anggota kerja sama ekonomi Asia Pasifik atau CEO APEC Summit, di Nusa Dua, Bali, Minggu (10/6). Meski diakuinya ekonomi sempat terkena demam dalam beberapa bulan terakhir, Presiden mengajak investor dan pemilik modal untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia. Bertindak bak ahli pemasaran kelas wahid, Presiden SBY pun membeberkan sejumlah keunggulan yang dimiliki Indonesia. Merdeka.com mencoba merangkum beberapa hal yang dibanggakan pemerintah di depan ribuan delegasi yang hadir di forum APEC. Berikut paparannya.

Jakarta - Kasus hukum di Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada 2013 ini, kasus hukum WNI menjadi 13.155 kasus. Pada 2011 ada 38.880 kasus WNI, dengan 20.921 kasus TKI. Pada 2012, turun jadi 19.918 kasus WNI. Hingga September 2013, terus menurun menjadi 13.155 kasus WNI. "Saat ini pemerintah sudah bentuk citizen service di 24 perwakilan negara yang WNI dan masalahnya banyak," ujar Kasubdit Pengawasan Kekonsuleran Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Krishna Djaelani. Hal itu dikatakan Krishna dalam acara Media Gathering Isu Perlindungan WNI dan Perbantuan Hukum yang Bermasalah di Luar Negeri yang digelar di Kementerian Luar Negeri, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2013). Tugas citizen service, jelas Krishna, adalah memberi pelayanan dan perlindungan ke WNI yang

sifatnya terpadu. Citizen service juga dibantu oleh pejabat dari Kementerian Tenaga Kerja atau Kemenkum HAM yang disinergikan. "Jadi pelayanan tidak hanya tugas konsuler saja tapi juga seluruh diplomat. Seperti statement Pak Menlu bahwa diplomat kita dari Kemlu atau kementerian lain adalah garda terdepan terhadap perlindungan dan pelayanan WNI," tuturnya. Data tahun 2013, kurang lebih ada 4,2 juta WNI di luar negeri (termasuk yang bekerja, sekolah atau ikut suaminya). Dari 4,2 juta paling besar adalah TKI yaitu 2,5 juta. Dari situ, TKI informal seperti PRT atau tukang kebun berjumlah 1,6 juta sedangkan 1,9 juta TKI formal. "Apa pun status WNI di luar negeri, baik itu ilegal atau legal jika mereka bermasalah maka akan ditangani," tegasnya.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa menuntut Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mundur dari jabatannya berakhir ricuh. Saksikan Tayangan lengkapnya di "Reportase Malam" pukul 01.43 WIB Hanya di Trans TV (mpr/nrl)

DAMASKUS Pemerintah Amerika Serikat (AS) memuji Presiden Suriah Bashar al Assad. Pemerintah AS menganggap Assad berjasa memusnahkan senjata kimia di negaranya. Proses pemusnahan senjata kimia suriah kini sedang berjalan. AS memperkirakan proses pemusnahan akan selesai pada November. Sangat penting untuk diketahui bahwa senjata kimia milik Suriah mulai dihancurkan, ujar Menteri Luar Negeri AS John Kerry, seperti dikutip The Independent, Senin (7/10/2013). Saya kira ini sepenuhnya jasa Assad. Ini adalah awal yang kita sambut dengan tangan terbuka, lanjut Kerry. Kerry menyatakan, pihaknya sedang mempersiapkan Konferensi Jenewa-2 dengan Pemerintah Rusia. Konferensi tersebut akan membahas solusi damai untuk Suriah. Pemerintah AS kini dalam tekanan untuk bisa membujuk oposisi Suriah mengikuti konferensi. Pihak oposisi selama ini menolak berkompromi dan menuntut Assad mundur. Proses persiapan sedang dimulai. Kami terus bekerja sama dengan Pemerintah Rusia, tutur Kerry. WASHINGTON Seorang pria tidak dikenal membakar dirinya sendiri di depan Gedung Kongres Amerika Serikat (AS). Ini merupakan kasus kriminal kedua yang terjadi di Gedung Kongres dalam sepekan.

Sebelumnya, perempuan bernama Miriam Carey menerobos area Gedung Kongres dengan mobilnya. Perempuan berusia 38 tahun itu diduga menderita depresi. Dia tewas tertembak petugas saat berusaha melarikan diri. Seorang pria membakar dirinya sendiri. Penyelidikan masih terus berlanjut, ujar juru bicara Kepolisian Kota Washington, Gwendolyn Crump, seperti dikutip AFP, Sabtu (5/10/2013). Pria tersebut dikabarkan berhasil diselamatkan petugas. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Beberapa polisi langsung mematikan api yang berkobar. Mereka berlari mengambil es dan air, sebut seorang saksi mata, Meghan Van Heertum. Beberapa warga sekitar ikut membantu memadamkan api. Bau daging yang terbakar tercium sangat tajam, lanjutnya. Gedung Kongres memang sedang menjadi perhatian publik AS. Di dalam gedung, anggota parlemen sedang memperdebatkan kisruh anggaran yang menyebabkan Pemerintah AS lumpuh. TEL AVIV Pemerintah Israel mengecam kebijakan pembatasan praktik sunat yang dikeluarkan Uni Eropa. Mereka menyebut kebijakan tersebut rasialis. Uni Eropa meminta 47 negara anggotanya mengawasi ketat praktik sunat di wilayah mereka. Uni Eropa merasa praktik sunat tidak memikirkan kondisi anak. Kami meminta Uni Eropa segera mencabut kebijakan yang membatasi praktik sunat. Kebijakan ini semakin memperkuat tren rasialisme yang terus berkembang di Eropa, sebut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel, seperti dikutip AFP, Sabtu (5/10/2013). Anggapan bahwa sunat berdampak buruk bagi anak-anak sama sekali tidak berdasar, lanjut pernyataan tersebut. Seperti umat Muslim, warga Yahudi juga melakukan praktik sunat sebagai bagian dari ajaran agamanya. Pemerintah Israel memang kerap menekan negara yang dianggapnya berlaku diskriminatif terhadap kelompok Yahudi.