Anda di halaman 1dari 17

CHEST PHYSIOTHERAPY PADA KASUS CEREBRAL PALSY

Oleh : Martha Sri Astuti, BPt Cerebral Palsy adalah gangguan sensorimotor yang menyerang kontrol gerak dan postur (Nelson, C, dikutip dalam buku Neurological Rehabilitaton, 2001). Gangguan disebabkan oleh kekurangan oksigen sesaat sebelum, selama atau sesaat sesudah proses kelahiran. Gangguan yang pasti timbul adalah gangguan sensomotorik, seperti yang disebutkan di atas. Ada juga beberapa gangguan yang muncul, antara lain gangguan respirasi. Gangguan respirasi biasanya timbul selama dalam perawatan di rumah sakit, sebelum kondisi bayi stabil. Peran Fisioterapis ikut menentukan keberhasilan perawatan yang akan menentukan hasil akhir kondisi Pasien. Pengetahuan Fisioterapis sangat ditantang untuk ikut membantu. Dalam memberikan chest Phyisiotherapy, seorang Fisioterapis harus memperhatikan banyak hal, selain kondisi Pasien biasanya kritis, juga anatomi dada bayi berbeda dengan dewasa, sehingga akan sedikit membedakan pengkajiandan pelaksanaannya. Sebagai seorang profesional, seorang Fisioterapis harus memberikan yang terbaik berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Oleh karenanya seorang Fisioterapis harus terus membaharui pengetahuannya. Mengenai Chest Physiotherapy haruslah dipahami dasar pelaksanaannya. Juga harus dipahami perbedaan penanganannya pada dewasa dan anak-anak serta bayi, apalagi bayi prematur. Makalah ini akan lebih fokus pada penatalaksanaan Fisioterapi pada bayi dengan kelaianan Cerebral Palsy, terutama dalam kondisi belum stabil di NICU atau rawat inap. Anatomi Perkembangan paru dibagi menjadi empat periode, yaitu periode embrionik, pseudoglandular, canalicular dan terminal (Pryor dan Webber,1999) . Berikut adalah tahapan perkembangan paru janin. Periode embrionik Minggu 3-5 : berkembang dari satu tabung bakal trachea yang kemudian segera bercabang 2, membentuk bronchus utama. Pada akhir minggu 5, trachea dan cabang utama bronchus terbentuk Periode Pseudoglandular Minggu 6-16 : pada masa ini berkembang saluran nafas. Berkembang dengan bercabangnya bronchus dan seterusnya, hingga terbentuk bronchus hingga cabang terminal bronchioles. Juga terbentuk jaringan vaskular, kartilago, dan jaringan limpha. Cilia terbentuk pada minggu 10 dan sesudahnya Periode canalicular Minggu 17-24 : pada periode ini tumbuh bronchioli, alveolar ducts dan alveoli, bersamaan dengan berkembangnya jaringan kapiler. Jaringan darah-udara mulai terbentuk pada minggu ke 19, dan surfactant mulai dihasilkan pada akhir periode Periode Terminal Minggu 24- lahir : pada periode ini terjadi penyempurnaan pertumbuhan bronchioli dan alveoli. Alveoli dibentuk oleh 2 jenis sel : tipe I pneumocytes adalah yang membentuk sebagian besar alveoli, sedangkan tipe II hanya 2% dari permukaan. Sel tipe II menghasilkan dan menyimpan cairan surfactant yang menjaga kestabilan tegangan permukaan alveoli dan menjaga agar alveoli tidak kolaps. Minggu 23-24 mulai dihasilkan surfactant dalam jumlah kecil, kemudian bertahap meningkat hingga minggu 30. Kelahiran dan nafas pertama

merangsang dan mematangkan produksi surfactant. Menjelang akhir periode kantongkantong udara berkembang menjadi alveoli multilokular yang primitif. Sesudah lahir alveoli berkembang ukuran dan jumlahnya. Pada saat lahir 150 juta, berkembang menjadi 300-400 juta pada saat umur 3-4 tahun- jumlah yang dibutuhkan orang dewasa. Tetapi perkembangan alveoli terus berkembang hingga usia 8 tahun. Perkembangan paru yang perlu dicermati adalah produksi surfactant. Surfactant baru muncul pada minggu ke 23-24, dan baru berkembang sempurna ketika bayi lahir sesuai umurnya. Jadi bila bayi lahir prematur, maka terjadi permasalahan dengan produksi surfactant. Mekanisme yang diakibatkan karena tidak sempurnanya produksi surfactant akan dijelaskan pada sub bab berikutnya. Fisiologi Fungsi paru dan saluran nafasnya adalah ventilasi dan difusi gas. Ventilasi adalah masukkeluarnya udara melalui saluran nafas hingga ke bronhus termil, sedangkan fungsi difusi adalah pertukaran gas yang terjadi di bronchioli, alveoli duct, alveoli sact dan alveoli. Ventilasi terjadi karena perubahan tekanan di dalam rongga dada karena perubahan volume rongganya. Ventilasi dipengaruhi oleh kekuatan otot-otot respirasi (terutama diafragma dan otot intercostal), elastisitas karilago intercostal, dan struktur tulang-tulang yang membentuk rongga dada. Bila ada kelainan pada salah satu hal tersebut, maka fungsi ventilasi akan terganggu. Inspirasi terjadi karena diafragma dan otot intercostalis kontraksi, sehingga rongga dada melebar kesamping dan anterior, posisi clavicula dan costae dari posisi miring ke arah inferiolateral menjadi horisontal seperti pegangan timba. Perubahan volume menyebabkan perbedaan tekanan, tekanan didalam rongga dada lebih kecil daripada luar. Sehingga udara dari luar mengalir ke dalam rongga dada. Demikian sehingga terjadi persamaan tekanan dan kemudian terjadi ekspirasi. Mekanisme ventilasi yang disebutkan diatas adalah ventilasi pada paru orang dewasa normal dengan kondisi: struktur costa yang miring ke arah lateroinferior, kekuatan otot diafragma yang tahan lelah, kekuatan otot intercostal yang cukup. Dan kartilago intercostal yang cukup rigid tetapi masih elastis. Sedangkan fungsi perfusi terjadi di alveoli, juga terjadi karena perbedaan tekanan gas tertentu. Karena perbedaan konsentrasi gas pada alveoli dan kapiler disekitar alveoli. Pada saat inspirasi, konsentrasi oksigen di alveoli lebih tinggi alveoli, maka oksigen berperfusi ke kapiler. Sebaliknya karena karbondioksida di kapiler lebih tinggi di kapiler, maka berperfusi ke alveoli. Pada saat ekspirasi udara di alveoli yang sudah kaya karbondioksida dihembus keluar. Fungsi tersebut akan terganggu bila ada yang mengganggu proses perfusi tersebut, misalnya sekresi yang terakumulasi di alveoli atau alveoli kolaps. Faktor yang menentukan efisiensi respirasi adalah perbandingan perfusi dan ventilasi yang dilambangkan sebagai V/Q, dimana V adalah ventilasi dan Q adalah perfusi. Bila ada ketidakseimbangan (mismatching V/Q), maka respirasi tidak efisien. Karena sifatnya gas selalu mencari tempat yang atas. Demikian juga dengan udara dalam paru, selalu mencari tempat yang atas, sehingga alveoli yang di distal hampir kolaps. Sedangkan darah, sebagai cairan, sifatnya selalu kebawah. Demikian juga darah dalam paru, lebih banyak pada kapiler di alveoli bawah. Bila ventilasi normal, maka akan terjadi keseimbangan V/Q. Tetapi bila ada hambatan penyebaran udara hingga alveoli distal tidak mengembang, maka terjadi ketidakseimbangan. Disinilah Fisioterpis berperan. Fungsi Respirasi pada Bayi dan Anak Kecil Ada beberapa perbedaan anatomis dan fisiologis pada anak kecil dan bayi yang akan

memberikan perubahan mekanisme ventilasi. Hal tersebut harusnya menjadi perhatian Fisioterapis. Berikut dipaparkan beberapa perbedaan anatomis dan fisiologis bayi dan amak kecil PERBEDAAN ANATOMI Bayi bisa menyusu dan bernafas secara bersamaan hingga kira-kira 3-4 bulan. Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa bayi wajib bernafas melalui hidung. Pengamatan klinis mengatakan pembuntuan pada saluran nasal akan meningkatkan kerja pernafasan dan menyebabkan apnoea. Berikut beberapa perbedaan anatomi saluran nafas dan paru pada bayi: 1.jaringan adenoid pada bayi mungkin membesar, sehingga mungkin menyebabkan. Juga lidah relatif besar pada bayi. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan obstruksi saluran nafas. 2.diameter saluran nafas pada bayi lebih kecil, terutama bayi prematur, membuat tahanan yang tinggi terhadap aliran udara yang masuk. Apalagi bila ada oedem mukosa akan menambah kerja nafas. 3.struktur dinding bronchi pada bayi berbeda. Kartilagonya lebih lentur dan ada lebih banyak kantung-kantung mukosa. Hal-hal tersebut merupakan predisposisi obstruksi saluran nafas dan kolaps 4.alveoli bayi lebih sedikit, sehingga luas permukaan untuk pertukaran gas lebih sempit 5.saluran kolateral antar alveoli, bonchioli dan terminal bronchioli masih belum berkembang hingga umur 2-3 tahun, hal ini menyebabkan alveoli kemungkinan besar kolaps 6.costae bayi letaknya sangat horisontal, sehingga tidak ada gerak seperti pegangan ember dalam respirasi. Ditambah lemahnya otot intercostal berarti pernafasan akan sangat bergantung pada diafragma. Costae dewasa akan berkembang bila bayi sudah mulai mengembangkan postur tegaknya sehingga gaya gravitasi akan menarik costae ke depan dan bawah 7.insersi diafragma yang horisontal dan kartilago intercostae yang sangat lentur mengakibatkan efesiensi ventilasi dan perubahan bentuk dinding dada yang lebih jelek selama inspirasi 8.jaringan jantung, tymus dan yang lain relatif lebih besar, oleh karena itu lebih sempit ruang untuk jaringan paru PERBEDAAN FISIOLOGI Karena perkembangannya, maka fisiologi respirasi pada bayi dan anak kecil berbeda dibandingkan orang dewasa. Berikut adalah hal-hal yang berbeda: 1.paru bayi lebih tidak komplian dibandingkan dengan anak-anak besar dan dewasa, terutama bayi prematur (kurang dari 37 minggu kehamilan) yang mungkin kekurangan surfactant 2.neonatus terutama yang prematur mempunyai pernafasan yang abnormal yang bisa mengarah ke apnoea. Meskipun apnoea pendek dianggap normal, tetapi yang lebih panjang dan yang memerlukan stimulasi untuk memulai bernafas lagi perlu pemeriksaan lebih lanjut 3.perbedaan konfigurasi anatomi rongga dada- eltak costa yang horisontal- tidak memungkinkan perluasan rongga dada yang sama dengan dewasa, sehingga pemenuhan oksigen bayi harus bernafas lebih sering daripada memperdalamkan nafasnya 4.neonatus tidur hingga 20 jam sehari dan 80%nya dalam REM. Pada orang dewasa rem hanya meliputi 20%. Karena pada saat REM terjadi penurunan tonus postural, hal ini mengakibatkan turunnya kapasitas residual, sehingga meningkatkan kerja pernafasan 5.50% otot diafragma orang dewasa merupakan otot tipe I yang sangat tahan terhadap kelelahan, sedangkan neonatus hanya 25%dan bayi prematur hanya 10%. Hal ini menyebabkan diafragma bayi akan cepat melelahkan diafragma 6.tingkat metabolik istirahat anak lebih tinggi dengan kebutuhan oksigen yang lebih tinggi.

Sehingga sedikit peningkatan kebutuhan akan menyebabkan hypoxia. Hypoxia pada bayi menyebabkan bradycardia (kurang dari 100X/mnt) daripada tachycardia, seperti pada orang dewasa 7.bayi lebih banyak mengembangkan paru bagian atas daripada daerah dependent seperti pada orang dewasa, meskipun pola perfusinya sama. Perbedaan ini bisa akan tetap hingga mencapai usia 20 tahun. Pada bayi dengan kelainan paru unilateral, oxygenasi bisa dioptimalkan dengan memposisikan paru yang baik pada bagian atas 8.pada bayi kecil dead space lebih dari kapasitas fungsional residual. Didaerah dependent mungkin terjadi penutupan saluran nafas bahkan selama bernafas normal Perbedaan-perbedaan diataslah yang menjadi pertimbangan bila kita mengadakan pengkajian dan penanganan pada bayi dan anak kecil. Pemeriksaan dan Pengkajian Pemeriksan pada bayi, terutama bayi prematur, harus teliti. Beberapa hal yang diperhatikan sama dengan pada orang dewasa. Tetapi ada beberapa hal tambahan yang wajib diperhatikan. Pemeriksaan terdiri dari observasi dan melihat catatan perawat, serta informasi didapat dari Perawat atau keluarga yang ada disamping bayi. Catatan medis 1.riwayat kehamilan, proses dan saat kelahiran 2.Apgar score, yang menghubungkan antara nadi, kerja pernafasan, tonus otot, reflex irritabilitas, dan warna; yang akan memberikan indikasi derajat asfixia yang diderita bayi 3.umur kehamilan dan berat badan Diskusi dengan perawat yang relevan 1.stabilitas kondisi anak/bayi selama beberapa jam terakhir 2.toleransi terhadap perawatan: cepat hipoxia atau bradicardia? Berapa lama anak kembali ke kondisi semula setelah mengalami hipoxia atau bradicardia? 3.apa anak sudah makan? Lewat oral, nasogastric, atau intravenous? Kapan terakhir makan? 4.Apakah anak sudah mendapatkan istirahat cukup setelah perawatan terakhir? Daftar Observasi Dapatkan beberapa informasi dari catatan perawatan 1.pyrexia mungkin mengindikasikan infeksi respirasi. Pada bayi prematur suhu kurang dari 36.5C berarti perawatan yang tidak essensial harus ditunda hingga suhu naik. Perbadingan suhu pusat dan tepi harus diperhatikan, khususnya untuk pasien yang kritis 2.tachycardia bisa disebabkan oleh sepsis atau shock. Bisa juga disebabkan oleh tidak cukupnya sedasi atau analgesia. Pada bayi prematur, bradicardia, baik yang tanpa atau karena stimulasi bisa disebabkan banyak hal termasuk akumulasi sekresi 3.terjadinya apnea pada bayi bisa menunjukkan distress respirasi, sepsis, atau adanya sekresi di saluran nafas atas dan bawah 4.tren gas arteri dan hubungannya dengan saturasi oksigen dan oksigen transcutaneous harus diperhatikan bersamaan dengan tingkat dan jenis bantuan respirasi Catat semua hasil observasi. Kemudian, lakukan pemeriksaan sebagai seperti yang disebutkan dibawah ini. Pemeriksaan Pemeriksaan anak yang lebih tua mirip dengan orang dewasa. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan: 1.tanda-tanda klinis : recession : terjadi karena tekanan negatif yang sangat kuat menarik dinding dada yang lunak

dan komplian, sternum subcostal dan intercostal mungkin juga akan tertarik. Recessi ringan pada bayi prematur dianggap normal, tetapi pada bayi yang sudah lebih besar adalah tanda usaha nafas yang berlebihan Nasal Flaring : adalah dilatasi nostril, dengan melakukan hal tsb maka tahanan terhadap aliran udara akan berkurang. Berarti bila ada nasal flaring artinya bayi tersebut sedang mengalami ditress respirasi Tachypnoea : (RR > 60X/mnt) mengindikasikan distres respirasi Grunting : terjasi bila bayi expirasi melawan glotis yang sebagian tertutup. Hal tsb dilakukan untuk meningkatkan kapasitas residual yang akan meningkatkan ventilasi Stridor : akan terdengar bila ada obstruksi parsial pada trachea atas dan atau larynx. Obstruksinya biasanya karena ada kolapsnya dinding trachea, peradangan, atau menghirup benda asing Cyanosis : adalah tanda yang tidak bisa dipercaya untuk distress respirasi pada bayi atau anak kecil, karena akan tergantung pada jumlah dan bentuk hemoglobin dan cukupnya jaringan sirkulasi periferal. Pada 3-4 minggu pertama pada umur neonatus, jumlah feta hemoglobin sangatlah tinggi. Oleh karena itu maka kurva satrasi bergeser ke kiri. Auscultation : Pada bayi dan anak kecil sulit melakukan auskultasi, karena mudahnya suara ditransmisikan. Apalagi bila bayi sedang adalam ventilator, suara selang, akan mengacaukan hasilnya. Akan sangat sulit mendengarkan nafas bayi prematur, karena dia bernafas secara spontan. Ada anak yang lebih besar, suara sekresi di tenggorokan akan juga menggaung di kedua ruang paru. Wheezing yang terdengar bisa disebabkan oleh bronchospasme atau penumpukan sekresi Cardiac Manifestation : distres respirasi seperti tachicardia dan meningkatnya tekanan darah sistemik. Perubahan keduanya akan memperburuk hipoxia dan bradicardia dan hypotensi Extensi leher : mungkin akan muncul pada bayi dengan distres respirasi sebagai usaha menurunkan tahanan aliran uadara Head Bobbing : akan muncul bila bayi menggunakan otot sternocleido mastoideus. Hal ini terjadi karena otot leher bayi relatif masih lemah, belum mampu menstabilkan kepala Pallor : sering muncul pada bayi dengan ditres respirasi sebagai tanda hypoxaemia atau masalah lain termasuk anemia Malas makan : biasanya dihubungkan dengan distres respirasi. Seorang bayi akan memerlukan istirahat beberapa detik bila menghisap susu. Perubahan tingkat kesadaran : berkurangnya aktivitas bisa karena turunnya kesadaran atau karena sedasi, tetapi juga bisa karena hypoxia dan mungkin disertai ketidakmampuan makan dan minum Observasi lain : bila anak bisa duduk dengan gembira dan bermain dengan senang berarti anak sehat. Tetapi yang mudah marah bisa jadi tanda hypoxia. Bila anak distres respirasi berat bisa seharian telentang (berbaring) untuk penghematan energi. Bila anak mengalami distres respirasi, Terapis perlu melakukan pemeriksaan tonus otot. Karena orang yang kesadarannya rendah akan turun tonus ototnya. Anak dengan hypotonik bisa kesulitan bernafas dan pembersihan saluran nafas. Perut kembung juga akan menyebabkan distresss respirasi bahkan memperburuk respirasi karena menempatkan diafragma pada posisi yang tidak menguntungkan Sesudah melakukan pemeriksaan, maka bisa dilihat problem yang muncul. Problem yang biasa muncul adalah gangguan pada pembersihan saluran nafas atau gangguan aliran udara atau gangguan pertukaran gas. Teknik fisioterapi Sebagian besar teknik Fisioterapi untuk orang dewasa juga bisa dilakukan untuk anak atau bayi. Kemungkinan bahwa chest Ft dan suction akan meperburuk kondisi , sehingga

pemberiannya harus benar-benar dipertimbangkan dan bukan hanya karena suatu rutinitas. Yang menjadi dasar pertimbangan adalah Fisioterapis mengerti tujuan pengobatan dan pengaruhnya terhadap yang diberikan pengobatan, terutama bila yang diberikan adalah bayi prematur. Oleh karena itu evaluasi melalui pengamatan semua reaksi sangat penting. Pengobatan seharusnya diberikan setidaknya 1 jam sesudah makan untuk mencegah aspirasi. Berikut akan dijelaskan beberapa teknik, tujuan dan kemungkinan bahayanya, yang bisa diberikan kepada bayi dan anak. Perkusi Perkusi dada termasuk clapping dengan menggunakan tangan atau masker. Biasanya sangat bisa ditoleransi dan sangat efektif untuk bayi. Claping seharusnya dilakukan dengan satu tangan untuk bayi atau anak kecil. Untuk bayi prematur cukup dengan 3 atau 4 jari. Tarik sedikit jari tengah sehingga membentuk cekungan. Sebagai pengganti jari bisa digunakan benda yang melengkung misalnya masker. Masker lunak dan tidak menyakitkan serta tidak merusak kulit bayi yang sensitif. Tujuan perkusi adalah menggerakkan sekresi dari saluran nafas yang lebih distal ke arah yang lebih proximal. Dilakukan selama inspirasi maupun expirasi. Vibrasi dan shaking Vibrasi atau shaking dinerikan selama bayi expirasi bersamaan dengan hembusan udara keluar dari alveoli menuju ke arah keluar. Denga demikian vibrasi atau shaking diharapkan akan ikut menggerakkan juga sekresi kearah yang lebih proximal. Diperlukan waktu expirasi yang cukup, sehingga vibrasi atau shaking bisa dilaksanakan dengan optimal. Rongga dada sangat komplian pada bayi dan anak kecil, jadi vibrasi sangat efektif untuk mengeluarkan sekresi bila RR sekitar normal (30-40). Bila bayi bernafas lebih dari 60X/mnt maka waktu expirasinya sangat pendek dan sulit untuk mengaplikasikan vibrasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Anak dengan kurang gizi, sakit liver atau bayi prematur bisa kena penyakit rickets, yang mudah patah tulangnya. Hati-hati bila melakukan vibrasi Bayi yang sangat prematur kulitnya sangat sensitif, mudah luka. Mungkin vibrasi bisa membat luka. Vibrasi dan perkusi mungkin tidak tepat Vibrasi dan perkusi bisa memperparah bronchospasm Postural Drainage Posisi yang paling banyak terkena adalah sisi kanan atas posterior. Jangan tundukkan kepala bayi preamtur, karena akan meningkakan tekanan intra kranial. Pada bayi prematur hal tersebut akan beresiko perdarahan perivetrikular. Posisioning Tujuan posisioning adalah untuk mengoptimalkan fungsi paru, lebih mengoptimalkan keseimbangan V/Q. Posisi telentang adalah yang paling tidak menguntungkan. Telungkup adalah posisi yang paling menguntungkan untuk fungsi respirasi, juga karena energi yang dibutuhkan lebih rendah. Posisi telungkup baik untuk bayi yang distress respirasi dengan monitoring terus menerus. Tetapi tidak boleh dilakukan bila tidak ada monitoring atau pendampingan, karena akan beresiko terjadinya sudden infant death. Bila ada gangguan ventilasi pada daerah tertentu, posisioning harus lebih diperhatikan. Tempatkan bagian yang terganggu pada bagian atas. Tetapi posisi ini bukan untuk postural drainage, karena pada bayi pertumbuhan saluran kolateral alveoli belum sempurna. Bayi yang baru lahir akan mendapatkan oksigenasi lebih baik bila kepala diganjal bantal. Dan kadar oksigen dalam alveolar akan turun bila kepala diturunkan, bila tidak didukung ventilasi mekanik. Manual hyperinflation

Biasanya manual hyperinflasi dilakukan oleh Perawat. Pada prinsipnya volume yang diberikan pada bayi 500ml dan anak 1000ml. Tekanan yang ditimbulkan tidak boleh lebih dari 5 10 cm H2O. Parameter yang sama berlaku bila diberikan ventilator. Yang perlu dipetimbangkan adalah jaringan kolateral alveoli pada bayi belum tumbuh sempurna, sehingga sulit untuk membantu membuka alveoli yang kolaps. Yang terjadi justru memelarkan alveoli yang sudah terbuka. Hal tersebut akan menjadi faktor predisposisi terjadinya pnemothorax. Jadi manula hyperinflasi seharusnya tidak dilakukan pada bayi prematur, karena jaringannya yang masih rapuh dan mudah rusak oleh tekanan inflasi yang tinggi Breathing Exercise Tertawa dan menangis adalah latihan nafas yang paling efektif untuk bayi. Karena akan terjadi expansi paru yan maksimal. Latihan Batuk Anak umur 18 bulan sudah mulai bisa menirukan batuk. Umur 3-4 tahun bisa menelan. Untuk bayi rangsangan batuk bisa dilakukan dengan kompresi trachea. Dengan menggeser trachea sedikit ke kiri atau ke kanan, maka bayi akan terangsang batuk. Suction Saluran Nafas Bayi harus ditambahkan oksigen untuk mencegah hypoxia. Tetapi hyperoxia, meskipun hanya sebentar, akan bisa menyebabkan retinopathy. Bila harus melakukan suction saluran nafas, maka semua alat dan tangan haruslah bersih. Karena anak dan bayi sangat rentan terhadap infeksi. Tekanan yang direkomendasikan adalah 10-20 kPa aau 75-150mmHg. Pada umumnya digunakan suction catheter nomor 6. Diameter suction tidak boleh lebih dari 50% diameter saluran nafas. DAFTAR PUSTAKA 1.Martini, Frederic (1998): Anatomy and Physiology,fourth edition, Prentice Hall International, Inc, new Jersey 2.Pryor dan Webber (1999): Physiotherapy for Respiratory and Cardiac Problem, second edition, Churchill Livingstone, London 3.Shepherd, Robertha (1997): Physiotherapy in Paediatrics, third edition, Butterworth Heinemann, Oxford 4.Umphred, Darcy A (2001): Neurological Rehabilitation, fourth edition, Mosby, St Louise

Hidroterapi adalah bentuk pelayanan medical spa yaitu terapi menggunakan air sebagai media. Sarana hidroterapi yang dimiliki IRM Pusrehabcat berupa kolam air hangat dalam area outdoor di dalam taman yang asri dan dilaksanakan oleh para fisioterapis berpengalaman.

Terapi air merupakan pengobatan unggulan yang bermanfaat untuk rehabilitasi syaraf, tulang, otot, sendi. Berada dalam lingkungan Asri, Tenang dan Nyaman bernuansa alam terbuka serta dibawah pengawasan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik dan dipandu oleh Terapis yang berpengalaman. Manfaat Terapi Air - Menggunakan dan Merelaksasikan otot - Memperbaiki pola jalan dan postur tubuh - Mengurangi nyeri, bengkak, kaku otot dan sendi - Meningkatkan fungsi jantung, sirkulasi darah dan pernafasan - Meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup - Memperbaiki keseimbangan dan koordinasi - Memperbaiki lingkup gerak sendi Untuk Penyakit - Stroke - Nyeri sendi lutut dan penyakit Rematik - Scoliosis - Gangguan Perkembangan Anak - Paska Cedera Kepala dan Tulang Belakang - Paska Cedera Olah Raga - Paska Operasi Patah Tulang - Paska Melahirkan

Saat lahir, otak si bayi memiliki sedikit informasi tentang bagaimana untuk bergerak di lantai karena dia tidak pernah memiliki pengalaman itu. Namun, bayi sudah memiliki tujuh bulan informasi tentang bagaimana rasanya bergerak dalam lingkungan berair. Dalam lingkungan ini semua jalur sensorik bayi seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, rasa dan sensasi bau berkembang. Berenang dan spa bayi sangat mirip dengan hidroterapi yang telah diakui sebagai menguntungkan sejak awal peradaban yang meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperkuat lengan, tangan, jari dan Kaki . Studi menunjukkan bahwa manfaat Hidroterapi sangat menguntungkan dengan meningkatkan perkembangan fisik

dan mental, meningkatkan berat badan yang dapat dianggap sebagai tambahan untuk strategi pengobatan tradisional. Terutama untuk penderita cerebral palsy, autisme serebral.

Manfaat berenang dan spa bayi

Berenang sejak lahir yang sangat baik untuk kesehatan bayi Anda dan pengembangan dan pengenalan awal akan menghindari mereka mengalami ketakutan air yang dapat berkembang di kemudian hari dalam masa kanak-kanak Air membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Kurangnya gravitasi juga berarti bahwa bayi melatih otot-otot lebih (lebih efektif) dalam air daripada di darat Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa bayi renang telah maju perkembangan motorik, keterampilan sosial dan kecerdasan. Penelitian serupa Finlandia menunjukkan bahwa bayi renang merangkak terlambat tetapi berjalan awal setelah dikembangkan kontrol otot baik Meskipun struktur lembut pelajaran, setiap sesi setengah jam menyediakan pekerjaan keluar-lengkap fisik: memperkuat jantung bayi Anda, paru-paru dan sistem pernapasan, yang pada gilirannya membantu perkembangan otak Belajar untuk merespon perintah dapat membuat bayi Anda lebih tajam secara mental dan meningkatkan tingkat pemahaman Latihan yang melibatkan bergerak secara independen dalam air dan berpegang pada sisi yang indah untuk kepercayaan diri bayi Anda. Banyak orang tua juga menemukan bahwa menjadi akrab dengan penanganan bayi mereka dalam air dan berbagi pengalaman khusus sangat baik untuk kepercayaan diri mereka juga Berenang secara teratur dalam air hangat baik relaks bayi Anda dan merangsang nafsu makan, menyebabkan tidur meningkat dan pola makan Mencegah Fobia air di kemudian hari. Sebaiknya orangtua yang mempunyai fobia air sebaiknya melakukan iontervensi berenang pada bayi sejak dini pada anaknya.

Manfaat Untuk Anak Berkebutuhan Khusus


Peningkatan resistensi di dalam air membantu membangun otot Terapung dalam air membantu mengurangi berat badan menghapus 80% dari berat dari kaki Berenang bantu pengembangan keterampilan motorik, kebugaran fisik dan interaksi sosial Air memungkinkan untuk kebebasan yang jauh lebih besar dari gerakan Membantu mendorong anak-anak untuk menggunakan konsentrasi, kontrol dan koordinasi

Salah satu dari kondisi khusus yang dapat dioptimalkan dengan berenang dalam air

Epilepsi Cystic Fibrosis Sindrom Down Ketulian Kebutaan Spina Bifida dan Hydrocephalus Cerebral Palsy Hip Displasia Talipes (Club Foot) Osteogenesis imperfecta (Penyakit Tulang Rapuh) Bayi Prematur

Teknik hydroterapi bagi kesehatan


Posted on 06.19 No Comments A. Teknik B. hydroterapi Latar bagi Judul kesehatan Belakang

Air adalah salah satu sumber kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di bumi. Begitupula dengan manfaatnya yang sangat luar biasa, terutama di bidang kesehatan. Akhirakhir ini banyak penyakit yang bermunculan, dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang parah. Dimana hal tersebut salah satu faktor penyebabnya adalah air yang sudah tercemar. Kita bisa mengibaratkan diri kita seperti tanaman. Dimana tubuh kita akan layu bila kekurangan air. Mengingat hal tersebut, subhanallah Allah telah menciptakan air yang sangat bermanfaat bagi umat-Nya di muka bumi. Sebagaimana telah kita ketahui, air sangat berguna bagi kesehatan kita, diantaranya:

1. Air putih; dapat membuat kulit menjadi halus, melangsingkan badan dan menyehatkan jantung. 2. Hidroterapi; menyembuhkan dan meredakan berbagai macam penyakit ringan dengan cara yang berbeda dan sifat-sifat penyembuhanyang berbed.

3. Fisioterapi; menyembuhkan orang-orang yang baru pulih dari luku-lukaserius yang menimbulkan persoalan kerusakan otot.

4. Airpanas; dapat meredakan nyeri persendian dan otot, dan peradangan dengan cara mandi air panas.

5. Air dingin; bermanfaat untuk memperbaiki aliran darah ke organ-organ dan jaringanjaringan internal dan juga mengurangi pembengkakan dengan cara mandi air dingin, dan lainlain. Setelah mengetahui bahwa air memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita, maka perlu ditanganinya pencemaran air yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Hal itu berdampak pada kesehatan masyarakat baik secara langsung maupn tak langsung. Dimana air yang seharusnya sangat bermanfaat bagi manusia, menjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia, karena adanya pencemaran air yang tidak bisa terkontrol apabila tidak ada C. Ada 1. 2. 3. D. Penelitian 1. 2. 3. E. Pengaruh Berbagai teknik cara Luaran ini dilakukan Pengertian hidroterapy teknik bagi hidroterapy yang kesehatan bagi dengan tujuan pun Adakah Adakah Bagaimana cara perumusan kesadaran pada Rumusan masalah dalam penelitian bagi ini sebagai diri yang bersangkutan. Masalah berikut: manusia? Hidroterapi? itu dilakukan? Tujuan mengetahui: hidroterapy manusia kesehatan diterapkan

pengaruh

hidroterapy macam-macam teknik

kesehatan teknik

Hidroterapi

Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh Hidroterapi bagi kesahatan manusia dan memberikan macam-macam teknik hidroterapi bagi kesahatan manusia F. 1. 2. Memberikan gambaran tentang teknik Hidroterapi tentang dikalangan teknik serta memberikan teknik Hidroterapi yang dilakukan. Manfaat masyarakat. Hidroterapi.

Menambah

pengetahuan

3. Memberikan cara teknik Hidroterapi sebagai salah satu alternatif dalam menyembuhkan berbagai G. a.Kualitas macam Tinjuan Penyembuhan penyakit. Pustaka Air

Hidroterapi adalah penggunaan air untuk menyembuhkan dan meredakan berbagai macam penyakit ringan dan air bisa digunakan dalam sejumlah cara yang berbeda. Sifat-sifat

penyembuhan air telah dikenal sejak zaman kunoterutama oleh peradapan Yunani Romawi, dan Turki namun juga oleh orang-orang di Eropa dan Cina. Kebanyakan orang sudah tahu manfaat mandi air panas untuk melenturkan tubuh, memulihkan kekakuan, dan sakit otot, dan membantu agar bisa tidur nyenyak. Air panas atau uap mengakibatkan pembuluhpembuluh darah membesar, membuka pori-pori kulit dan mendorong keluarnya keringat dan mengendurkan otot-otot dan anggota badan. Air dingin atau pancuran memiliki manfaat sebaliknya dan menyegarkan kembali dan menyehatkan tubuh. Air dingin membuat pembuluh-pembuluh darah di kulit mengerut dan darah dialihkan kejaringan-jaringan dan organ-organ dalam untuk membantu mempertahankan suhu bagian tengah tubuh. Es atau air dingin bisa digunakan untuk meredakan bengkak dan memar dan mengakibatkan pori-pori kulit Fisioterapi Dalam ilmu pengetahuan ortodoks, hidroterapi digunakan sebagai suatu teknik fisioterapi untuk orang-orang yang baru pulih dari luka serius yang menimbulkan kerusakan otot. Selain itu, hodroterapi cocok digunakan untuk pasien yang memiliki persoalan di persendiannya dan mereka yang memiliki ketidak mampuan fisik yang parah. Banyak rumah sakit yang menawarkan pilihan kelahiran air kepada para calon ibu dan metode persalinan seperti ini telah menjadi semakin popular. Hidroterapi bisa diberikan dalam bentuk pengobatan untuk kondisi-kondisi medis lain dalam naturopati, dengan menggunakan teknik-teknik yang dikemukakan diatas. Sebaiknya pasien mencari nasihat medis sebelum menjalani hidroterapi dan teritama sangat penting bagi orang-orang setengah baya, anak-anak, dan mereka yang mengidap b.Teknik Mandi sakit atau Pengobatan Air kondisi Dengan yang serius. Hidroterapi Panas menutup.

Mandi air panas digunakan untuk meredakan nyeri persendian dan otot, dan peradangan. Untuk membantu penyembuhan lika-luka kecil atau beberapa kondisi kulit bisa diterapkan mandi air panas atau hangat dengan ditaburi berbagai zat seperti ekstrak rumput kedalam air tersebut. Setelah persalinan, untuk menyembuhkan robekan kulit seringkali dianjurkan untuk sering mandi air hangat yang tyelah diberi antiseptic dengan jumlah secukupnya. Kebanyakan kita mengetahui manfaat mandi air hangat, yakni menciptakan rasa santai. Mandi air hangat bersuhu antara 36,5oC dan 40 oC (98 oF dan 104 oF) sangat bermanfaat sebagai alat relaksasi otot. Sebagai permulaan, lima menit berendam dalam air panas suhu setinggi itu kiranya sudah cukup. Selanjutnya lama perendaman di perlama menjadi sepuluh menit sehari, selama tidak muncul perasaan lemah dan pusing.perlu diketahui mandi air hangat sekejap

ternyata memiliki efek yang cukup berbeda denagn mandi air hangat yang agak lama. Tidak ada manfaat yang bisa dipetik dengan memperlama mandi air hangat. Berendam dalam air hangat tidak hanya bermanfaat bagi saraf-saraf permukaan melainkan juga bagi sistem saraf otonomis (yang normalnya berasal di luar kendali kita) maupun kelenjar-kelenjar penghasil hormon, terutama adrenal menjadi kurang aktif. Mandinya diperlama dengan cara berendam Mandi akan memiliki Air efek yang berlawanan. Dingin

Mandi air dingin bermanfaat memperbaiki aliran darah ke organ-organ dan jaringan-jaringan internal dan juga mengurangi pembengkakan. Pasien bisa duduk sebentar di iar dingin yang dangkal saja dan memberi air tambahan yang dipercik-percikkan kekulit yang ingin disembuhkan. Bagian yang bengkakdan terasa nyeri bisa direndam di air dingin untuk mengurangi pembengkakannya. Si pasien jangan sampai kedinginan dan bentuk pengobatan semacam ini paling cocok untuk mereka yang masih mampu mengeringkan badannya sendiri dengan cepat menggunakan handuk hangat. Terapi dengan mandi air dingin ini tidak sebaiknya dilakukan pada orang yang mengalami kondisi sakit yang serius atau anak yang masih sangat kecil atau orang yang sudah setengah baya.

Mandi

Netral

Dipermukaan kulit terdapat banyak ujung saraf dan ujung-ujung saraf itu berhubungan dengan penerimaan rangsangan. Lebih banyak di antara ujung-ujung saraf itu yang merupakan penerima dingin dibandingkan penerima panas. Jika disiram air yang suhunya berbeda ke kulit yang mengandung saraf-saraf itu, air tersebut akan memberi panas ke ujung saraf itu atau malah menyerap panasnya. Rangsangan tersebut memiliki pengaruh pada sistem saraf simpatetik dan dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Semakin besar perbedaan antara suhu kulit dan air yang dikenakan ke kulit, semakin besar pula potensi timbulnya reaksi fisiologis. Sebaliknya, air yang suhunya sama dengan suhu tubuh memiliki efek pereda rasa nyeri dan pengendur yang mencolok terhadap sistem saraf. Kondisi ini sangat penting yang diperlukan dalam keadaan stres dan bisa menghasilkan perkembangan dengan apa yang disebut mandi netral.

Sebelum dikembangkannya obat penenang, metode yang paling andal dan efektif dalam menenangkan pasien yang gelisah adalah dengan menggunakan mandi netral. Pasien dimasukkan ke dalam sebuah wadah air yang suhunya dipertahankan antara 33,5 oC dan 35 oC (92 oF dan 96 oF) sering kali sampai selama lebih dari tiga jam dan terkadang sampai

selama dua puluh empat jam. Jelasnya cara seperti ini tidaklah praktis untuk rata-rata orang yang mengalami ketegangan pada saat sekarang ini.

Akan tetapi, sebagai langkah pertolongan diri, mandi netral bisa dijadikan alat untuk meredakan sakit pada sistem saraf jika digunakan dalam jangka waktu yang relatif pendek. Suhu airnya perlu dipertahankan pada tingkat yang disebut di atas dan untuk itu hendaknya digunakan termometer khusus untuk mandi. Kamar mandinya sendiri hendaknya dijaga agar tetap hanya untuk mencegah agar udaranya tidak dingin.

Berendam selama setengah jam seperti ini akan memiliki efek menghilangkn rasa nyeri atau bahkan efek yang menimbulkan rasa kantuk. Cara ini tidak mengakibatkan terjadinya ketegangan pada jantung, sirkulasi darah, atau sistem saraf dan dapat menghasikan relaksasi otot maupun relaksasi dan pembesaran pembuluh darah : semua efek ini bisa mendorong munculnya relaksasi. Mandi dengan cara seperti ini bisa digunakan bersama-sama dengan metode relaksasi yang lain seperti meditasi dan teknik-teknik pernapasan, sehingga menghasilkan stres. Mandi seperti ini bisa dilakukan setiap hari jika memang perlu. Mandi Uap

Mandi uap, bersama-sama mandi Turki dan sauna bisa digunakan untuk mendorong keluarnya keringat dan terbukanya pori-por kulit dan memilki efek menyegarkan dan membersihkan badan. Tubuh mungkin mampu mengeluarkan zat-zat yang berbahaya dengan mandi uap ini ditutp Mandi dengan mandi dingin. Sitz

Mandi sitz biasanya diberikabn sebagai cara untuk mengobati kondisi-kondisi yang menimbulkan rasa nyeri yang disertai kulit robek seperti wasir atau luka pada anal dan juga sakit ringan yang bisa mempengaruhi organ kemaluan dan kencing. Pasien duduk ditempat mandi dengan rancangan khusus yang mempunyai dua bagian terpisah, satu ruang diisi air dingin dan ruang lainnya air panas. Pertama-tama, pasien duduk ditempat air dingin sampai terendam pinggul dan perut bawah dengan kaki berada di wadah yang berisi air dingin. Setelah tiga menit, pasien mengubah posisinya dengan duduk di bagian air dingin dengan kaki di Semprotan Air air Dingin dan panas. Panas

Semprotan air panas dan dingin bisa diberikan untuk menyembuhkan sejumlah gangguan yang berbeda namun teknik ini tidak dianjurkan untuk pasien yang menderita sakit yang parah, Pembungkusan Pembungkusan (wrapping) digunakn untuk pasien yang mengidap penyakit bronkitis, nyeri orang-orang tua atau anak-anak kecil.

punggung dan kondisi-kondisi demam. Kertas basah yang dingin yang telah diperas dibungkuskan ke tubuh pasien, setelah itu disusul dengan pembungkusan menggunakan kertas kering lalu selimut hangat. Bungkusan tersebut didiamkan sampai kertas bagian dalam yang basah tadi telah mengering dan kemudian tutupnya yakni kertas kering dan selimut hangat dibuka. Tubuh diseka menggunakan air hangat-hangat kuku sebelum dikeringkan dengan handuk. Kadang-kadang pembungkusan tersebut bisa dilakukan pada daerah tubuh yang lebih kecil seperti perut bagian bawah untuk menyembuhkan persoalan khusus pada tubuh, Pengepakan biasanya sembelit. Dingin

Pengepakan dingin diuraikan oleh pastor Bavarian yang terkenal di abad ke-19 yakni Sebastian Kniepp dalam risalahnya yang terkenal berjudul My WaterCure, dibuku itu dia menjelaskan manfaat hidro-terapi. Pengepakan dingin sesungguhnya benar-benar merupakaa pengepakan yang hangatnama yang diambil dari sifat dingin dan penerapan awal teknik penyembuhan ini. Untuk melaksanakan pengepakan dingin, Anda memerlukan: Secarik kain katun yang lebar; kain flanel atau sutra (selimut); lembaran karet untuk digunakan alas di tempat ddur; sebotol air panas; kancing pengaman.

Pertama-tama, celupkan kain katun ke dalam air dingin, peras sampai tuntas dan letakkan di atas kain flanel yang telah dihamparkan di atas lembaran karet di tempat ddur. Baringkan pasien yang akan mendapat pengobatan di atas kain yang basah tadi, balutkan kain itu ke tubuh pasien dan segeta tutupi dengan kain flanel. Pasang kancing agar kain bisa rapat membungkus tubuh.

Sekarang tarik seprai dan ben sebotol air hangat. Pemberian rasa dingin itu mula-mula menghasilkan reaksi, yakni nienarik darah segar ke permukaan tubuh; kehangatan ini, karena tersekat dengan baik, dipertahankan oleh kain yang agak basah tadi. Pengepakan dingin ini berubah menjadi hangat, secara berangsur-angsur selama kmun waktu enam sampai delapan jam, dan dibiarkan agar kering sendid. Biasanya pasien akan banyak mengeluarkan keringat, dengan demikian bahan-bahan yang telah digunakan itu hendaknya dicuci bersih sebelum digunakan lagi.

Pengepakan seperti itu bisa membuat pasien tertidur nyatanya memang bisa mendorong tidur yang lebih nyenyak dan menimbulkan kesegaran lebih besar. Bisa digunakan pengepakan yang lebih lebar sehingga bisa mencakup seluruh tubuh dari ketiak sampai kaki, seakan seperti orang yang berada di sarang yang penuh kehangatan.

Jika timbul perasaan kedinginan yang lembap, kain yang basah tadi mungkin tidak

dibungkuskan dengan baik atau bahan penyekatnya terlalu longgar atau terlalu sedikit. Pengambangan Sebagai pengobatan terhadap suatu bentuk kehilangan indra sensoris, pengambangan dilakukan dengan membaringkan tubuh pasien menghadap ke atas pada sebuah wadah tertutup dan gelap yang diisi air garam yang hangat. Di tempat itu tidak boleh ada suara, kecuali mungkin beberapa musik alam yang bisa membawa pasien memasuki kondisi seperti mimpi. Pengobatan semacam ini benar-benar bisa menghasilkan kesegaran dan mengakibatkan tidur yang nyenyak dan santai.

H. 1.

Metodologi Jenis

Penelitian penelitian

Jenis penelitian ini adalah diskriftif kuallitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku dari orang-orang yang diamati (Moleong, 2. Objek 1990:3) Penelitian

Objek penelitian adalah apa yang menjadi perhatian suatu penelitian (arikunto, 1988: 99). Objek penelitian ini adalah pasien yang memiliki penyakit rematik ringan dan rematik Artristik. 3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini adalah di Kotamadya Salatiga, Kecamatan Argomulyo. Propinsi Jawa Tengah. 4. Sumber Data Dan Data Penelitian

Sumberdata penelitian ini adalah dokter spesialis penyakit dalam dirumah sakit umum Puri Asih Salatiga. Wawancara dilakukan penaliti dengan nara sumber dokter Hudi Sepesialis penaykit dalam. Sedangkam observasi dilakukan ketika dokter sedang memeriksa pasien yang memiliki penyakit rematik Artistik yang memerlukan terapi dalam proses penyembuhan. 5. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara terstruktur, dan observasi partisipan. Wawancara tersruktur adalah wawancara yang mengungkapkan motivasi, maksud atau penjelasan dari responden (Moelong, 1989:153). Adapun observasi partisipan adalah metode penelitian untuk mengumpulkan data yang dicirikan adanya interaksi 6. sosial antara Teknik peneliti dengan Analisis yang diteliti. Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yaitu telaah sistematis atau catatan-catatan atau dokumen sebagai sumber data

(Faisal, 7. Teknik Penyajian

1982:133). Data

Teknik penyajian data dalam penelitian ini menggunakan metode penyajian informal. Metode penyajian informal merupakan metode penyajian data berupa perumusan dengan kata-kata biasa (Sudaryanto, 1993:145).