Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN MATERI II PENGEMBANGAN POLA ASUH DEMOKRATIS PADA ANAK

Pemateri Moderator materi II

: Robi Anwardhani : Aril Pratama

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelatihan ini insya Allah akan kami laksanakan pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2013 bertempat di Aula Ruang Sidang Sport Center (SC) UIN Maliki Malang.

Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Tujuan kegiatan ini antara lain: a. Mengembangkan pola asuh demokratis pada anak b. Memahami karakter anak melalui konsep diri positif

Identifikasi target Target dalam kegiatan ini adalah: a. Target utama b. Target pendukung : Orang tua, calon orang tua : mahasiswa yang sudah menikah, mahasiswa pendidikan (PGMI, PAI), mahasiswa psikologi

Materi, Pemateri dan Moderator No Materi 1 Pemateri Moderator Aril Pratama Mengembangkan Pola Asuh Demokratis Robi Anwardhani pada Anak

Kisi-kisi Materi Mengembangkan Pola Asuh Demokratis Pada Anak Indikator Tujuan a. Trainee mampu menciptakan peraturan sesuai dengan kebutuhan anak b. Trainee mampu menghargai kebebasan anak dengan bimbingan dan perhatian c. Trainee mampu mengembangkan komunikasi yang baik dengan anak Pokok Bahasan Pengertian Pola Asuh Ragam/tipe Pola Asuh Pola Asuh demokratis dan

penerapannya

Metode : Presentasi/Ceramah Tanya Jawab/Dialog

Prosesi : Instruktur/OC mengkondisikan peserta Pemateri menyampaikan materi Pemateri memberikan stimulus Peserta mengkritisi pemateri berupa diskusi/dialog (tanya jawab)

Properti : Slide presentation, Microfon, Bolpoin, kertas Handout materi dan alat tulis untuk semua peserta

Waktu : 60 Menit (09.15-10.15)

Observasi

Pada penyapaian materi ke II mengenai Mengembangkan Pola Asuh Demokratis pada Anak, jumlah peserta sekitar 12 sampai dengan 15 orang yang terdiri atas 3 laki-laki dan lainnya

adalah perempuan. Dalam penyampaian materi ini peserta cukup antusias dan masih semangat dalam engikuti kegiatan ke II ini walaupun sudah siang. Dalam sesi pertanyaan ada tiga perempuan yang mengajukan pertanyaan dan di jawab oleh pemateri dengan baik dan cukup jelas.

Pertanyaan Audiens : Ucha : Ketika sudah jadi ibu, kita ingin memberikan penerapan disiplin ilmu pada anak kita, tapi mengingat waktu orang tua yang sempit karena pekerjaan .Bagaimana cara menyikapi anak tersebut ketika kita adalah orang tua mereka ? : Ketika orang tua mendidik dengan polah asuh demokratis, akan tetapi ketika anaka sudah berada di lingkungan luar (sekolah) dan ia terpengaruh oleh temanteannya. Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua ? : Bagaimana anak ketika sudah dewasa tetapi ketika orang tua menerapkan polah asuh demokratis akan tetapi dihiraukan oleh anaknya. Apa sikap yang diambil orang tuanya ?

Maurice

Erna

Jawaban Narasumber Ucha : Beri jadwal yang rutin antara orng tua dengan anak, di mana pada jadwal tersebut tersusun rapi dengan intensitas pertemuan 3 sampai 4 kali dalam seminggu.baik dala weekend atau pada sore dan malam hari ketika sudah bekerja. : Sebelum menerapkan Polah asuh demokratis pada anak, beri pengertian dahulu kapada anak bahwa di luar sana akan ada bahaya bahaya dan segala sesuatu yang akan memnengaruhi sang anak, beri dia pengukuhan atau cara-cara antipasti ketika dia berada di lingkungan luar. : jawabannya sangat simple, gunakan pendekatan-pendekatan terbaik dengan anak dan tentunya juga sampaikan dengan komunikasi yang mudah dipahai oleh anak.

Maurice

Era

Kesimpulan Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang digunakan oleh orang tua terhadap anak dengan cara musyawarah dan memberikan kebebasan terhadap anak untuk bertindak. Pada pola demokratis, orang tua hanya sebagai fasilitator pengarahan dan anak yang menentukan pilihannya. Perlu diingat bahwa dalam pola asuh demokratis, orang tua jangan pernah menuntut anak. Di sini orang tua lebih diutamakan akan pemberian perhatian lebih terhadap anak dan menggunakan proses komunikasi dengan baik serta tetap bersikap tenang apabila anak mengalami kecemasan. Buatlah jadwal rutinitas yang rinci apabila anda mempunyai sedikit waktu bertemu dengan anak anda. Dan tetap manfaatkan pendekatan-pendekatan dengan komunikasi yang terbaik dalam mebimbing anak.

LAPORAN STUDY KASUS PENGEMBANGAN POLA ASUH DEMOKRATIS PADA ANAK STUDI KASUS (PERMASALAHAN)

KASUS NABILA DISELESAIKAN KEKELUARGAAN

Nabila Amalia Putri (10) kabur dari rumahnya dan ditemukan di tol JORR kilometer 17 karena tak kuat siksaan orangtuanya, Selasa (30/11/2010). JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kaburnya seorang anak bernama Nabila Amalia Putri (12) dari rumahnya, dan ditemukan polisi di Jalan Tol JORR TB Simatupang Kilometer 17, telah diselesaikan secara kekeluargaan. Nanti waktu dikembalikan tidak akan dipublikasikan ke media. Jangan diekspose lagi di media, nanti kasihan mereka "Kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak akan diperdebatkan lagi," kata Seto Mulyadi, Ketua Komisi Nasional Perlindungan anak saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/12/2010). Seto mengatakan, penyelesaian kasus Nabila secara kekeluargaan itu berlangsung Minggu (5/12/2010) kemarin antara pihak Komnas Perlindungan Anak dengan HS, ayah kandung Nabila. "Nabila akan segera dikembalikan ke orangtuanya, namun kapan waktunya itu antara Komnas PA dan orangtua saja," jelasnya. Sampai segala sesuatunya siap, kata Seto, Nabila masih akan berada dalam kewenangan Komisi Nasional Perlindungan Anak hingga nanti dikembalikan ke orangtuanya. "Nanti waktu dikembalikan tidak akan dipublikasikan ke media. Jangan diekspose lagi di media, nanti kasihan mereka," ungkapnya Nabila sendiri saat kabur sempat mengarang namanya menjadi Nabila Amalia Putri, dan mengganti usianya menjadi 10 tahun, namun usia aslinya 12 tahun. "Tindakan Nabila ini agar tidak mudah dilacak dan dikembalikan ke orangtuanya, menurut saya itu tindakan emosional semata," katanya.

Seto mengatakan, HS, ayah kandung Nabila, baru bisa menemuinya pada hari Minggu dikarenakan kesibukannya mencari uang. "Bapaknya itu buruh kasar di Bogor, penghasilannya tidak tentu. Tidak ada alat komunikasi yang bisa dihubungi, jadi baru bisa bertemu kemarin," katanya. Namun, Seto menegaskan, solusi dari masalah ini sudah diselesaikan secara komunikatif dengan ayah Nabila. "Ini masalah intern keluarga, namun sudah diselesaikan dengan baik. Kami beri waktu kepada mereka," kata Seto. Kasus Nabila Amalia Putri menjadi sorotan, setelah dia diketahui kabur dari rumahnya dan ditemukan polisi dalam kondisi kelelahan di Tol JORR TB Simatupang Kilometer 17. Nabila kabur karena mengaku tak kuat disiksa oleh orangtuanya. Nabila sekarang berada dalam kewenangan Komnas Perlindungan Anak.

Insruktor Penanggung Jawab Tempat

: Aril Pratama : Ghiyats dan Erly : Aula Ruang Sidang Sport Center (SC) UIN Maliki Malang.

Waktu : Sabtu, 15 Mei 2013 Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Pengenalan study kasus sebagai pemantaban peserta dalam pengaplikasian pola asuh demokratis dalam lingkungan atau kehidupan sehari-hari. Identifikasi target Target dalam kegiatan ini adalah: Target utama Target pendukung : Orang tua, calon orang tua : mahasiswa yang sudah menikah, mahasiswa pendidikan (PGMI, PAI), mahasiswa psikologi Metode Diskusi kelompok (trainee dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan permasalahan yang sama, trainee berdiskusi selama 15 menit. Hasil diskusi disampaikan oleh wakil kelompok dan kemudian akan dibahas bersama)

Prosesi : Instruktur/OC mengkondisikan peserta Pemateri menyampaikan study kasus Pemateri memberikan stimulus Peserta mengkritisi pemateri berupa diskusi/dialog (tanya jawab)

Properti : Slide presentation, Microfon, Bolpoin, kertas Handout materi dan alat tulis untuk semua peserta

Waktu : 60 Menit (11.40-12.15)

Keterangan Pemberian study kasus tidak dilaksanakan mengingat peserta yang sudah mulai sedikit dalam ruangan karena peserta ada keperluan lain.