Anda di halaman 1dari 8

26

BAB III RELE OVER FLUKS TIPE M-3425 UNTUK PROTEKSI GENERATOR UTAMA

A. Proteksi Pada Generator Unit 4 Generator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pembangkitan energi listrik pada PLTU Unit 4 Muara Karang dengan daya yang dihasilkan mencapai 200 MW. Prinsip kerja dari generator ini sama dengan generator sinkron pada umumnya. Generator sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor. Kumparan jangkarnya berbentuk sama dengan mesin induksi, sedangkan kumparan medan mesin sinkron dapat berbentuk kutub sepatu atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). Arus searah DC untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan berasal dari rotor melalui diode berputar ( rotating rectifier). Oleh karena itu, arus yang diperoleh rotor menggunakan system eksitasi tanpa sikat atau brushless excitation. Medan magnet pada rotor dihasilkan oleh arus DC yang melewati belitannya. Medan magnet ini akan menginduksi kumparan stator sehingga lilitan stator menghasilkan arus listrik dan medan magnet sedemikian rupa untuk melawan medan magnet rotor.

27

Gambar 3.1. Prinsip Sederhana Sistem Eksitasi Brushless

Pengetahuan mengenai arus-arus yang timbul dari berbagai tipe gangguan pada suatu lokasi merupakan hal yang sangat esensial bagi pengoperasian sistem proteksi secara efektif. Jika terjadi gangguan pada sistem, para operator yang merasakan adanya gangguan tersebut diharapkan segera dapat mengoperasikan circuit-circuit breaker yang tepat untuk mengeluarkan sistem yang terganggu atau memisahkan pembangkit dari jaringan yang terganggu. Sangat sulit bagi seorang operator untuk mengawasi gangguan-gangguan yang mungkin terjadi dan menentukan CB mana yang dioperasikan untuk mengisolir gangguan tersebut secara manual.

Mengingat arus gangguan yang cukup besar, maka perlu secepat mungkin dilakukan proteksi. Hal ini perlu suatu peralatan yang digunakan untuk mendeteksi keadaan-keadaan yang tidak normal tersebut dan selanjutnya menginstruksikan circuit breaker yang tepat untuk bekerja memutuskan rangkaian atau sistem yang terganggu. Dan peralatan tersebut kita kenal dengan relay.

28

Secara umum fungsi dan peranan rele proteksi adalah sebagai berikut : a. Mencegah kerusakan b. Membatasi kerusakan c. Mencegah meluasnya gangguan system Disamping itu, sistem proteksi yang diperlukan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Sekering atau circuit breaker harus sanggup dilalui arus nominal secara terus menerus tanpa pemanasan yang berlebihan (overheating). 2. Overload yang kecil pada selang waktu yang pendek seharusnya tidak menyebabkan peralatan bekerja. 3. Sistem Proteksi harus bekerja walaupun pada overload yang kecil tetapi cukup lama, sehingga dapat menyebabkan overheating pada rangkaian penghantar. 4. Sistem Proteksi harus membuka rangkaian sebelum kerusakan yang disebabkan oleh arus gangguan yang dapat terjadi. 5. Proteksi harus dapat melakukan pemisahan (discriminative) hanya pada rangkaian yang terganggu yang dipisahkan dari rangkaian yang lain yang tetap beroperasi. Relay-relay yang dipasang untuk memproteksi generator pada unit 4 PLTU Muara Karang dari gangguangangguan yang mungkin terjadi berupa : 1. Phase Distance Relay 2. Over Flux Relay

29 3. Directional Power Relay 4. Negative Sequence Overcurrent 5. Loss of Field Relay 6. Phase Overcurrent Relay 7. Neutral Overvoltage 8. VT Fuse-Loss Relay 9. Frequency Relay 10. Phase Differential Current Relay

Dalam aplikasinya, rele yang digunakan harus mampu mengenal jenis gangguan yang akan diproteksinya dan rele tidak boleh bekerja dalam waktu yang bersamaan ( rele harus sensitif dan selektif ). Oleh karena itu, rele rele proteksi harus dapat dikoordinasikan dengan cara mengseting besaran yang membuat rele bekerja (biasanya besaran arus, tegangan dan waktu).

B. Rele Over Fluks Tipe M3425A Relay yang dipasang untuk memproteksi generator ini berfungsi untuk mendeteksi adanya fluks lebih pada kumparan jangkar stator. Hal ini dapat terjadi pada saat kebutuhan daya (MW) system yang besar, sedangkan jumlah pembangkitan terbatas di mana putaran rotor generator yang belum mencapai nilai nominal yaitu 3000 rpm, sedangkan tegangan induksi yang dihasilkan oleh kumparan stator telah mencapai nilai nominalnya, maka akan terjadi over fluks dan akan

mengakibatkan panas yang berlebihan pada lilitan rotornya[4].

30 Input untuk relay ini berupa sinyal tegangan yang sebanding dengan arus medan eksiter. Sinyal tegangan memberikan . Relay memberikan tiga macam sinyal yang bergantung pada kondisi over eksitasi. Kurva tiga penyettingan Over Excitation Limiter 1, Over Excitation Limiter 2, dan Over Excitation Limiter 3 diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.2. Kurva Penyettingan OEL1, OEL2, OEL3

Karena arus medan generator tidak dapat dideteksi secara langsung pada generator dengan eksitasi brushless, limit termal medan generator akan memperolehnya dari hubungan antara arus medan generator dengan arus medan eksitasi AC. 1. Over Eksitasi OEL1 OEL1 berfungsi untuk mengunci beroperasinya AVR (Auto Voltage Regulator) selama over fluks. Dengan kata lain, bila masih mungkin naikkan daya aktif (MW) dan beri perhatian pada hydrogen cooler. 2. Over Eksitasi OEL2

31 OEL2 berfungsi untuk memindahkan AVR dari operasi otomatis ke operasi manual, dengan maksud agar operator mengendalikan agar daya reaktif (MVAR) tidak naik lagi. 3. Over Eksitasi OEL3 OEL3 berfungsi men-trip generator untuk melindungi mesin.

B.1

Setting Relay Over Fluks Tipe M-3425A

Dalam penyettingan relay over fluks tipe M-3425 yang digunakan pada proteksi generator unit 4 PLTU tipe MWTA ini berupa setting definite time 1, definite time 2, dan inverse time[3].

Gambar 3.3. Monitor Relay Over Fluks

32 Nominal trafo CT (10.000/5) = 4,01 A Nominal trafoVT (18.000/120) = 120 V a. Definite Time 1 Pick Up 119% dari 120 V adalah 142,8 V (L-N) atau 82,4 V (L-L) Delay 50 cycle selama 1 det (1 cycle = 0,02 det) Output 2 yaitu Over Excitation Limitter 1. b. Definite Time 2 Pick Up 105% dari 120 V adalah 126 V (L-N) atau 72,74 V(L-L) Delay 30 cycle selama 0,6 det Output 5 yaitu Over Excitation Limitter 2. c. Invers Time Pick up 107% dari 120 V adalah 128,4 V (L-N) atau 74,13 (L-L) Time dial 3 det dan reset rate 1 sekon Output 2 yaitu Over Excitation Limitter 3.

33

Gambar 3.4. Kurva Invers Time Volt/Hz