Anda di halaman 1dari 3

PEMBUATAN KALSIUM SULFAT (CaSO4) DARI BATU GAMPING BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang :Batu gamping memiliki banyak manfaat apalagi dengan jumlahnya yang banyak di alam. Batu gamping dapat dibuat menjadi kalsium sulfat yang bermanfaat dalam industri bangunan sebagai bahan pembuatan semen abu atau bisa dinamakan portland. Tanpa semen yang di buat dari batu gamping bangunan yang kita lihat sekarang belum tentu kokoh . I.2 Teori Tambahan : Batu gamping (CaCO3) merupakan salah satu mineral yang berlimpah di Indonesia. Mineral tersebut dapat dipanaskan sehingga menghasilkan kalsium oksida atau biasa dikenal sebagai kapur tohor. Kapur tohor ini selain biasa digunakan sebagai bahan bangunan juga bermanfaat sebagai bahan untuk pemurnian nira dalam industri pembuatan gula merah. Dalam aplikasi sebagai bahan pemurni nira diperlukan kapur tohor yang bebas impuritis terutama silika dan magnesium oksida. Dalam percobaan ini akan dilakukan pengolahan terhadap batu gamping di pasaran dan diolah lagi menjadi kalsium oksida yang relatif bebas impuritis silika dan magnesium oksida. Batu kapur (bahasa Inggris: limestone) (CaCO3) adalah sebuah batuan sedimen terdiri dari mineral calcite (kalsium carbonate). Sumber utama dari calcite ini adalah organisme laut. Organisme ini mengeluarkan shell yang keluar ke air dan terdeposit dilantai samudra sebagai pelagic ooze (lihat lysocline untuk informasi tentang dissolusi calcite).Calcite sekunder juga dapat terdeposi oleh air meteorik tersupersaturasi (air tanah yang presipitasi material di gua). Ini menciptakan speleothem seperti stalagmit dan stalaktit. Bentuk yang lebih jauh terbentuk dari Oolite (batu kapur Oolitic) dan dapat dikenali dengan penampilannya yang granular. Batu kapur membentuk 10% dari seluruh volume batuan sedimen. Pembentukan batu gamping terjadi secara organik, mekanik atau secara kimia.

Organik : pengendapan binatang karang/cangkang siput, foraminifera, koral/kerang Mekanik : bahanya sama dengan organik yg berbeda hanya terjadinya perombakan darr batu gamping tersebut yg kemudian terbawa arus dan diendapkan tidak terlalu jauh dari tempat semula Kimia : terjadi pada kondisi iklim dan suasana lingkungan tertentu dalam air laut atau air tawar BAB II METODOLOGI PERCOBAAN II.1 Diagram Alir : Batu gamping -menimbang 2 gram -memanaskan dalam tanur 900o -merendamnya dengan50 ml aquadest dan HCl 1M -mengaduknya selama 15 menit -menyaringnya residu filtrat -memekatkan larutan dengan cara menguapkan larutan tapi jangan sampai ada endapan +H2SO4 setetes demi setetes - Mengaduknya hingga terbentu endapan putih -menyaring endapan residu filtrat -mengeringkanny -menimbangny hasil Uji Kualitatif CASO4 -melarutkan sedikit padatan dalam H2SO4 1M -mentetesinya dengan KSCN 1M hasil

CASO4 -melarutkan sedikit padatan dalam HNO3 1M +natrium oksalat atau Na2CO3 -mengamati perubahannya hasil

Reaksi CaO+HCl CaCl2 pengotor+HCl MnCl2 Filtrat +H2SO4 Filtrat+H2SO4+KSCN CuSO4+HNO3+Na2CO3

hasil Endapan putih Endapan putih Larutan keruh Larutan coklat + endapan coklat Endapan putih

II.2 Alat dan Bahan Alat-alat : Oven , melting point , tanur , cruss tang, ayakan 100 mesh , gelas kimia 250 ml, 1 set penyaring vakum , tabung reaksi, rak tabung , spatula, batang pengaduk, mortal+alu , neraca analitik, kaca arlogi , erlenmeyer 250 ml dan gelas ukur 100 ml Bahan : Batu gamping ,H2SO4 1M,HCL 1M ,HNO3 1M ,KSCN IM ,NA2CO3 ,Natrium Oksalat dan Aquadest II.3 Langkah Kerja Timbang 2,0 g batu gamping yang sudah ditumbuk halus (kira-kira 100 mesh), kemudian dipanaskan dalam tanur pada 900C selama 1 jam (disiapkan oleh asisten). Rendamlah serbuk hasil pentanuran dengan 50mL akuades dan 25 mL HCl 1M (2:1 v/v) selama 15 menit sambil diaduk, kemudian saring dan ambil filtratnya. Pekatkan larutan dengan cara menguapkan larutan tapi jangan sampai terbentuk endapan (bila terbentuk, hentikan pemanasan dan tambah setetes demi setetes akuades sampai larut lagi). Tambahkan setetes demi setetes H2SO4 1M sambil diaduk hingga terbentuk padatan putih. Bantu dengan pendinginan bila perlu. Saring endapan yang terbentuk kemudian keringkan. Timbang padatan yang terbentuk. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN III.1 Hasil Data penimbangan No Berat 1 Cawan 1 33,9957 2 Cawan 2 40,2928 3 Berat zat 1 2.0046 4 Berat zat 2 2,0068 5 Cawan 1 + Berat zat 1 35,6642 6 Cawan 2 + Berat zat 2 41,9442

III.2 Pembahasan Dalam percobaan ini yaitu tentang reaksi pembentukan CaSO4 , menimbang batu gamping sebanyak 2 gram kemudian dipanaskan dalam tanur pada 900C selama 1 jam direndamlah serbuk hasil pentanuran dengan 50mL akuades dan 25 mL HCl 1M pencampuran ini menghasilkan larutan yang berwarna putih keruh , kedua lrutan tersebut saling tercampur atau melarutkan karena adanya interaksi antara molekul keduanya. Penambahan dilakukan secara bersamaan dengan pengadukan.Kemudian saring dan ambil ambil filtratnya.Pekatkan larutan dengan cara menguapkan larutan tapi jangan sampai terbentuk endapan (bila terbentuk, hentikan pemanasan dan tambah setetes demi setetes akuades sampai larut lagi).Tambahkan setetes demi setetes H2SO4 1M sambil diaduk hingga terbentuk padatan putih. Namun tidak terjadi endapan karena CaSO4 terdapat di residu .Saat hasil filtrat ditambahkan H2SO4 dan KSCN larutan menjadi coklat dan endapan pun coklat , lalu saat hasil filtrat ditambahkan HNO3 dan Na2CO3 ada endapan putih menandakan adanya kalsium sulfat. BAB IV KESIMPULAN Jadi kalsium sulfat dapat di buat dari batu gamping namun saat penambahan H2SO4 harus di perhatikan . lalu harus dilakukan uji kualitatif untuk membuktikan adanya kalsium sulfat. DAFTAR PUSTAKA 1. Albert Cotton, Geoffrey Wilkinson Kimia anorganik dasarF; penerjemah Sahati Suharto 2. reaksi-pembentukancaco3_5144.html