Anda di halaman 1dari 13

DIARE KRONIK

Oleh

Prof.Dr.Sarah M.Warouw,SpA(K)
Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT/ RSU. Prof. Dr. R.D. Kandou-Manado

DIARE KRONIK
Diare 2 minggu, BB /(-) BTS : 1 bulan = Persistent D, Protracted D, Intractable D

KLASIFIKASI PD BAYI DAN ANAK


A. Tinja Berair: 1. Gastroenteropati Alergi Alergi : protein susu sapi, protein kedele 2. a. Defisiensi Disakaridase b. Malabs glukosa galaktosa 3. Defek imun primer 4. Infeksi usus: virus, bakteri, parasit Giardia

5. Contaminated small bowel syndrome: obstruksi usus, short bowel syndrome, penyakit hirschsprung, enterokolitis 6. Persistent post enteritis dengan atau tanpa intoleransi karbohidrat 7. Diare hubungan penyakit endokrin: hiperparatiroidime, insufisiensi adrenal, DM 8. Diare berhubungan dengan tumor 9. Malabsorbsi asam empedu

B. Tinja Berlemak: 1. Insufisiensi pankreas, PEM, BBLR 2. Limfangektasi usus 3. Kolestasis 4. Steatorea akibat obat: neomisin, kolestiramin 5. Contaminated small bowel syndrome 6. A beta lipoproteinemia, gastroenteropatialergi, anemia defisiensi besi

C. Tinja Berdarah: 1. Kampilobakter, salmonella, shigella 2. Disentri Amuba 3. Inflammatory bowel disease: kolitisulseratif, penyakit Crohn 4. Enterokolitis pseudomembranosa 5. Diare berhubungan dengan lesi anal

PATOFISIOLOGI
Mekanisme diare, tergantung pada penyakit dasarnya : a. Diare osmotik b. Diare sekretorik c. Bakteri tumbuh lampau, malabs asamempedu, malabs lemak d. Defek sistem pertukaran anion

e. f. g. h.

Kerusakan mukosa, Motilitas dan transit abnormal, Sindroma diare intraktabel, Mekanisme lain: defisiensi seng, gastroenteropati alergi

DIAGNOSIS
1. Riwayat penyakit: Diare, ISPA, failure to thrive sejak lahir, sakit perut (+) ditambah muntah, riwayat diet, riwayat diare yang profus sesudah pengobatan antibiotik 2. Pemeriksaan fisik, untuk mencari tandatanda malnutrisi, pemeriksaan abdomen, exkoriasi anus, finger clubbing, manifestasi kulit. Pemeriksaan anorektal, rectal toucher.

3. Pemeriksaan laboratorium: Tinja, darah, foto toraks dan abdomen, pH tinja, tes pernapasan hidrogen 4. Pemeriksaan sigmoideskopi dengan biopsi rektum 5. Biopsi usus halus

PENATALAKSANAAN
1. Secara umum dan dietetik: - Cairan : untuk dehidrasi - ASI - Formula mengandung glukosa primer, bebas laktosa, mengandung protein hidrolisat, MCT, osmolalitas < 300 mOsm/ltr, sifat hipoalergen

2. Pengobatan: Antibiotika pada neonatus, sepsis, defisiensi imunologi, anak dengan diare kronik yang berat, Kortikosteroid kolitis ulseratif, Immunosupresif peny Crohn, Kolestiramin malabs asam empedu 3. Operasi: peny Hirschprung, NEC

Terima Kasih