Anda di halaman 1dari 4

SCRIPT BREAKDOWN oleh Renny Masmada

Setelah skenario dibuat, kita mulai memasuki tahapan perencanaan produksi, yang akan memberikan informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan pembiayaan, kegiatan shooting dan elemen pendukung produksi. Di dalam skenario film, semua informasi tentang suara dan gambar mulai tampak. Ini yang membedakan skenario film dengan naskah teater atau bahkan basic story. Skenario film memiliki kekhususan yang berbeda dengan naskah teater. Skenario film harus mampu menguraikan bentuk adegan dalam bahasa gambar melalui kamera. Sementara naskah teater tidak. Berdasarkan skenario film inilah film dibuat dengan mengunakan pita seluloid sebagai media perekam melalui kamera. Setidaknya ada 3 macam ukuran film yang diproduksi, ini menunjukkan ukuran lebar pita seluloid tersebut yakni 35 mm, 16 mm dan 8 mm. Sekarang, sejalan dengan kemajuan teknologi, mulai tahun 1980, film juga mengalami pengembangan. Dengan mulai diproduksinya kamera dalam format video, film mulai diproduksi dengan dua format, yaitu format film dan video. Film format video ini menggunakan jenis pita magnetik yang terus berkembang mulai dari U Matic, Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS, S-VHS, Sejak 1995, setelah teknologi DV (digital video) mulai dikenal di seluruh dunia, jenis video seperti Mini DV, DV, DVCAM dan DVCPRO (dikembangkan oleh Panasonic) semakin populer dan kerap digunakan, karena kamera jenis ini semakin mudah dioperasikan. Hal ini dimungkinkan karena teknologi ini menggunakan apa yang disebut dengan CCD (charge couple device) yakni chip elektronik yang peka cahaya. Teknologi ini mampu mengubah cahaya yang masuk menjadi sinyal digital untuk kemudian disimpan oleh pita dalam bentuk sinyal video. Perkembangan mutakhir dari teknologi video adalah HDTV (hi definition television). Namun teknologi ini masih jarang digunakan di dunia. Sebelum menyusun Script Breakdown, ada baiknya memilih dulu format yang akan kita gunakan sesuai dengan target produksi yang akan kita capai. Pemilihan format ini sangat penting, karena akan mempengaruhi pengambilan keputusan mengenai biaya dan perekrutan crew maupun artis pendukung. Script Breakdown begitu penting, karena informasi yang didapat akan menguraikan dan menetapkan rencana anggaran produksi seperti: 1. Pra Produksi, yang mencakup anggaran/pembiayaan atas hal-hal seperti: 2. Hunting Lokasi Perizinan Honorarium yang terdiri dari: STAF PRODUKSI STAF SUTRADARA STAF KAMERA/PHOTOGRAFI

3.

STAF PENATA ARTISTIK ARTIS

Persiapan Pra Shooting, yang mencakup anggaran/pembiayaan atas hal-hal seperti: Sewa Lokasi Pembuatan Set/Dekorasi Sewa Equipment, yang mencakup anggaran/pembiayaan equipment seperti: Unit Kamera Unit VTR/Gun Mic Unit Lampu Unit Generator Kebutuhan Artistik, yang mencakup anggaran/pembiayaan Artistik seperti: Dekorasi/Set Builder Property Busana/Wardobe Rias/Make Up Special Effect

4.

5.

6.

Tahap Pelaksanaan Produksi, yang mencakup anggaran/pembiayaan atas hal-hal seperti:

a. BAHAN BAKU Pita Seluloid atau Cassette (Betacam, MiniDV, DV, dll) Lampu, Filter Lampu Reflector

b. KEBUTUHAN PROPERTY c. SEWA KENDARAAN d. KONSUMSI e. AKOMODASI LUAR KOTA f. BAHAN BAKAR 7. Tahap Penyelesaian Produksi (Pasca Produksi), yang mencakup anggaran/pembiayaan atas halhal seperti: Editing Animasi Dubbing Ilustrasi Musik Sensor

Selain dapat menetapkan rencana anggaran, dari pembuatan Script Breakdown juga sudah dapat disusun rencana kegiatan shooting, yaitu: Hunting Lokasi Pengurusan izin produksi dan lokasi shoting

Pembuatan set/dekorasi dan property Pembuatan busana/wardrobe Pengadaan alat-alat produksi/equipment

Casting dan pelatihan Artis pendukung yang kita bagi dalam beberapa kebutuhan seperti: Cast (Speaking Parts) Extras/Atmosphere Extras/Silent Bits Stunts/Stand Ins

Sekaligus dalam waktu bersamaan juga sudah dapat direkrut sumber daya manusia Crew pendukung produksi yang dibutuhkan, seperti: 1. STAF PRODUKSI, antara lain: Manajer Produksi Unit Manager Asisten Unit Manager Pembantu Umum

2. STAF SUTRADARA, antara lain: Sutradara Astrada Script Penyunting Gambar

3. STAF KAMERA/PHOTOGRAFI, antara lain: Kameraman Asisten Kameraman Chief Lighting/Lighting Man VTR Sound Man Still Photo

4. STAF PENATA ARTISTIK, antara lain: Art Director Asst. Art Director Property Man Special Effect Penata Rias Penata Busana

Semua ini dapat dilakukan karena Script Breakdown memuat daftar berisi sejumlah informasi yang diperlukan bagi sebuah produksi/shooting. Script Breakdown biasa dikerjakan oleh Asisten Sutradara. Sebelum menyusun Script Breakdown, pertama sekali harus membuat Script Breakdown Sheet, yakni lembaran berisi informasi tentang setiap adegan yang ada dalam film berdasarkan skenario film. Tiap sheet setidaknya akan memuat informasi sebagai berikut:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

Tanggal saat Script Breakdown Sheet ini dibuat Tanggal versi skenario yang dipergunakan Perusahaan yang akan memproduksi (Production Company, Production House) Nomor Halaman atau Nomor Adegan (Breakdown Page No.) Judul Film (Title/No. Of Episodes) Panjang atau porsi dari adegan dalam skenario (Page Count) Lokasi Shooting (Location/Set) Nomor Scene (Scene No.) Tempat pengambilan adegan. INT. (dalam ruangan) atau EXT. (luar ruangan) Waktu pengambilan adegan. Day (siang hari) dan Night (malam hari) Uraian kejadian dalam pengadeganan (Description) Nama Pemeran (Cast) yang melakukan dialog (Speaking Parts) Tata Busana Para Pemain (Wardrobe) Pemain Figuran (Crowd) Tata Rias Para Pemain (Make Up/Hair Do) Pemain Figuran yang tidak melakukan dialog (Extras/Silent Bits) yang berbeda dengan (Crowd) Pemeran Pengganti (Stunts/Stand Ins) Kendaraan atau binatang yang disertakan dalam adegan (Vehicles/Animals) Hal-hal Artistik seperti: Props (Semua benda yang dipergunakan pemain: pipa rokok), Set Dressing (Tata Lokasi) dan Greenery (Tanaman) Sound Effect/Music Pengamanan (Security) dan pelatih dialog (Teachers) Efek Khusus (Special Effect) Perkiraan pengambilan gambar dari beberapa sudut pandang (Estimated No. Of Set Ups) Total waktu yang dibutuhkan dalam mempersiapkan Set Up dan pengambilan gambar (Estimated Production Time) Special Equipment (Steadycam, super wide) Catatatan produksi khusus (Production Notes)

Setelah Script Breakdown Sheet ini tersusun barulah dibuat Scrip Breakdown yang akan menjadi dasar perencanaan seluruh produksi. Script Breakdown yang baik akan menghasilkan kerja dan output produksi sesuai dengan perencanaan dan target yang ditetapkan. Penyusunan anggaran biaya dan pendapatan, cashflow maupun schedule shooting sangat tergantung pada Script Breakdown ini. Dan yang lebih terpenting lagi adalah bagaimana seluruh crew dan artis yang terlibat dalam produksi mampu memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki untuk melakukan seluruh perencanaan yang dibuat berdasarkan Script Breakdown. Dan mempertangungjawabkan pekerjaannya sesuai dengan jobdescriptionnya masing-masing.