Anda di halaman 1dari 3

Penambahan berbagai bahan peningkat penetrasi dalam sediaan gel natrium diklofenak dengan basis HPMC dapat menyebabkan

penurunan viskositas gel yang dapat meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam kulit. Viskositas memegang peranan penting dalam difusi obat melalui kulit. Hukum Stokes-Einstein menyatakan bah a viskositas sediaan berbanding terbalik dengan difusinya. !ahan peningkat penetrasi yang digunakan untuk pembuatan gel "atrium #iklofenak yaitu $ %. &sam 'leat &sam oleat merupakan enhan(er yang dapat meningkatkan permeabilitas kulit dengan (ara mengubah sifat fisikokimia stratum korneum sehingga mengurangi daya tahan difusi dan meningkatkan penetrasi absorpsi perkutan. &sam oleat mempengaruhi domain lipid stratum korneum dan meningkatkan kebebasan pergerakan atau fluiditas lipid. ). * een +, * een +, merupakan surfaktan yang dapat menurunkan tegangan antarmuka antara obat dan membran sekaligus membentuk misel sehingga molekul obat akan terba a oleh misel larut ke dalam membran. Penggunaan surfaktan pada kadar yang lebih tinggi akan berkumpul membentuk agregat yang disebut misel. Selain itu pada pemakaiannya dengan kadar tinggi sampai Criti(al Mi(elle Con(entration -CMC. surfaktan diasumsikan mampu berinteraksi kompleks dengan obat tertentu selan/utnya dapat pula mempengaruhi permeabilitas membran tempat absorbsi obat karena surfaktan dan membran mengandung komponen penyusun yang sama -Martin et al.0 %112.. 2. Propilen glikol Propilen glikol dalam sediaan farmasi berfungsi sebagai humektan0 pelarut0 peli(in0 dan untuk meningkatkan kelarutan -3eller0 ),,4.. Selain itu /uga penambahan propilen glikol dalam sediaan farmasi dapat meningkatkan la/u difusi -&goes0 ),,4.. Propilen glikol mempengaruhi fungsi barier kulit melalui interaksi dengan protein pada stratum korneum. Penambahan peningkat penetrasi propilen glikol dapat melarutkan lapisan keratin pada stratum corneum sehingga meningkatkan /umlah obat yang berpenetrasi le at kulit dengan (ara mengurangi ikatan obat dengan /aringan kulit -5emon 6.P0 ),,7.. &sam oleat memiliki viskositas )4 mPaS0 t een memiliki viskositas 8)9 mPaS0 dan propilen glikol memiliki viskositas 94 mPaS -Cable0 ),,4: 3eller0 ),,4.. &sam oleat memiliki viskositas yang paling rendah dibandingkan t een +, dan propilen glikol0 sehingga penambahan asam olet akan menghasilkan viskositas sediaan gel yang paling rendah. &sam oleat dapat meningkatkan difusi natrium diklofenak 20)4 kali dibanding formula gel tanpa

bahan peningkat penetrasi. Sedangkan t een +, dan propilen glikol dapat meningkatkan difusi natriun diklofenak sebesar %042 kali dan )0+9 kali. ;ormulasi gel dengan menggunakan asam oleat0 t een +, dan propilen glikol menyebabkan /alur interseluler lebih mudah dilalui karena ekstraksi lipid bilayer dan dapat meningkatkan penetrasi natrium diklofenak se(ara perkutan dibandingkan dengan formulasi gel natrium diklofenak tanpa bahan peningkat penetrasi. &sam oleat0 t een +,0 dan propilen glikol dengan konsentrasi antara %< hingga %,< diduga meningkatkan perubahan bagian polar bilayer lipid sehingga meningkatkan transpor natrium diklofenak -*rommer dan "eubert0 ),,4.. Hal ini se/alan dengan penelitian oleh 6iang dkk -),,,. yang menyebutkan masuknya bahan peningkat penetrasi ke dalam stratum korneum tergantung dari konsentrasi dan lamanya paparan. &nalisis terhadap data penetrasi in vitro pada umumnya menggunakan metode lag time dengan parameter yang digunakan misalnya fluks tunak dan lag time - aktu laten.. Lag time - aktu laten. yakni tenggang aktu antara saat pemberian obat dengan mun(ulnya kadar obat di sirkulasi sistemik -darah=serum=plasma.. Peningkatan penetrasi perkutan akan mengurangi aktu laten -lag time. pada pemberian gel natrium diklofenak sehingga akan segera dihasilkan efek terapetik -"ugroho dkk0 ),,8.. Peningkat penetrasi dapat mengurangi aktu laten pada difusi gel natrium diklofenak melalui kulit. 3aktu laten pada gel natrium diklofenak tanpa penambahan peningkat penetrasi -4%)10+2 menit. mengalami penurunan men/adi )2,8078 menit dengan adanya penambahan asam oleat0 218+092 menit dengan adanya penambahan t een +,0 )8120+) menit dengan adanya penambahan propilen glikol.

&goes0 >.0 ),,40 Pengembangan Sediaan Farmasi0 Penerbit ?*!0 !andung. Martin0 & et.al.0 %1120 Farmasi Fisika0 @niversitas ?ndonesia Press0 6akarta. Cable0 C.>.0 ),,40 'lei( &(id0 in Handbook of Pharmaceutical Excipients, ;ifth Edition0 5o e0 5.C.0 Sheskey0 P. 6.0 ' en0S.C0 Pharma(uti(al Press0 Aondon0 8%). 6iang0 S.6.0 S.M. H ang0 E.H. Choi0 S.B. &hn0 and S.H. Aee0 ),,,0 Stru(tural and ;un(tional Effe(t of 'lei( &(id and ?ontophoresis on Hairless Mouse Stratum Corneum, J. nvest. !ermatol %%80 48 C 7,. "ugroho0 &.B.0 '. #ella-PasDua0 M. #anhof0 and 6.&. !ou stra0 ),,80 Compartemental Modeling of *ransdermal ?ontophoreti( *ransport $ in vitro Model #erivation and &ppli(ation0 Pharm. "es.0 )% $ %178 C %1+8. 5emon 6P0 ),,70 &bsorption Enhan(ers0 in in Enc#clopedia of Pharmaceutical $echnolog#0 2rd edition0 S arbri(k. 6 -ed..0 ?nforma0 "e Eork0 %2. *rommer0 H. and "eubert0 5.H.H0 ),,40 'ver(oming the Stratum Corneum $ *he Modulation of Skin Penetration0 Skin Pharmacol Ph#siol 0%1$ %,4-%)%. 3eller0 P.6.0 ),,40 Propylen >ly(ol0 in Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5o e0 5.C.0 Sheskey0 P. 6.0 ' en0 S.C0 ;ifth Edition0 Pharma(uti(al Press0 Aondon0 9)%-9)2.