Anda di halaman 1dari 16

DIARE AKUT PADA ANAK Definisi Diare akut adalah Buang air besar dengan konsistensi lebih encer/cair

dari biasanya, lebih dari 3 kali sehari dapat disertai atau tanpa disertai darah dan lendir yang timbul secara mendadak dan berlangsung <2 minggu. Etiologi Ada beberapa faktor yaitu : . !aktor infeksi a. "nfeksi enteral, yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. # # # "nfeksi bakteri : $ibrio, %coli, &almoella, &higella, dan sebagainya. "nfeksi 'irus : %ntero'irus ($irus %)*+, )o,sackie, -oliomyelitis., Adeno'irus, /ota'irus, dan lain 0 lain "nfeksi parasit : )acing (Ascaris, 1richiuris, +,yuris, &trongyloides., -roto2oa (%ntamoeba histolytica, 3iardia lambilia, 1richomonas hominis., 4amur ()andida albicans.. b. "nfeksi parental, yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti +titis 5edia Akut (+5A., 1onsilofaringitis, Bronkopneumonia, %nsefalitis, dan sebagainya. 6eadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak < 2 tahun. 2. !aktor malabsorbsi a. 5alabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa., monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa.. -ada bayi dan anak yang tersering ialah intoleransi laktosa. b. 5alabsorbsi lemak terutama lemak 7enuh. c. 5alabsorbsi protein.

3. 8.

!aktor makanan 5akanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. !aktor psikologis : rasa takut dan cemas.

Cara Penularan -ada umumnya adalah orofecal melalui : . 2. 5akanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh enteropatogen. 6ontak langsung atau tidak langsung (8 ! 9 !od, !eses, !inger, !ly..

Faktor Resiko Terjadinya Diare !aktor resiko yang meningkatkan transmisi enteropatogen : . 2. 3. 8. 1idak cukup tersedianya air bersih 1ercemarnya air oleh tin7a 1idak ada / kurangnya sarana 5)6 *igiene per orangan dan penyediaan makanan tidak higieni susu botol dan terlalu cepat diberi makanan padat. ;. Beberapa faktor resiko pada pe7amu (host. yang dapat meningkatkan kerentanan pe7amu terhadap enteropatogen di antaranya adalah : a. 5alnutrisi b. BB</ c. "munodefisien d. "munodepresi e. /endahnya kadar asam lambung f. -eningkatan motilitas usus g. !aktor genetik

:. )ara penyapihan bayi yang tidak baik (terlalu cepat disapih, terlalu cepat diberi

Patogenesis 5ekanisme dasar timbulnya diare ialah : . 3angguan osmotik Akibat terdapatnya makanan atau 2at yang tidak dapat diserap akan menyebabkan ostomik dalam rongga usus meninggi, sehingga ter7adi pergeseran air dalam elektrolit ke dalam rongga usus. "si rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. 2. 3angguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin. pada dinding usus akan ter7adi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. 3. 3angguan motilitas usus *iperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makanan, sehingga timbul diare. &ebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selan7utnya dapat menimbulkan diare pula. Patogenesa Diare Karena Virus $irus yang terbanyak menyebabkan diare adalah rota'irus. 3aris besarnya patogenesisnya adalah sebagai berikut : $irus masuk ke dalam traktus digesti'us bersama makanan dan minuman, kemudian berkembang biak di dalam usus. &etelah itu 'irus masuk ke dalam epitel usus halus dan menyebabkan kerusakan di bagian apikal 'ili usus halus. &el epitel usus halus bagian apikal akan diganti oleh sel dari bagian kripta yang belum matang, yang berbentuk kuboid atau gepeng. Akibatnya sel epitel ini tidak dapat berfungsi untuk menyerap air dan makanan. &ebagai akibatnya akan ter7adi diare osmotik. $ili usus

halus kemudian akan memendek sehingga kemampuannya untuk menyerap dan mencerna makanan pun akan berkurang. -ada saat ini biasanya diare mulai timbul, setelah itu sel retikulum akan melebar dan kemudian akan ter7adi infiltrasi sel limfoid dari lamina propia, untuk mengatasi infeksi sampai ter7adinya penyembuhan. Patogenesa Diare Karena Bakteri Bakteri masuk ke dalam traktus digesti'us, kemudian berkembang biak di dalamnya. Bakteri kemudian mengeluarkan toksin yang akan merangsang epitel usus sehingga ter7adi peningkatan akti'itas en2im adenil siklase (bila toksin bersifat tahan panas / labil toksin / <1. atau en2im guanil siklase (bila toksin bersifat tahan panas / stabil / &1.. sebagai akibat peningkatan akti'itas en2im 0 en2im ini akan ter7adi peningkatan cA5- (cyclic adenosine monophospate. atau c35(cyclic guanosine monophospate. yang mempunyai kemampuan merangsang sekresi kloride, netrium dan air dalam sel ke lumen usus serta menghambat absorbsi natrium, kloride dan air dari lumen usus ke dalam sel. *al ini akan menyebabkan peninggian tekanan osmotik di dalam lumen (hiperosmolar.. 6emudian akan ter7adi hiperperistaltik usus untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan dalam lumen usus, sehingga cairan dapat dialirkan dari lumen usus halus ke lumen usus besar (colon.. Dan bila kemampuan penyerapan colon berkurang, atau sekresi cairan melebihi kapasitas penyerapan colon, maka akan ter7adi diare. Patogenesis Diare Akut . 5asuknya 7asad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah berhasil mele=ati rintangan asam lambung. 2. 4asad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi. di dalam usus halus. 3. +leh 7asad renik dikeluarkan toksin (toksin diaregenik.. 8. Akibat toksin tersebut ter7adi hipersekresi yang selan7utnya akan menimbulkan diare.

ejala Klinis 5ula 0 mula bayi dan anak men7adi cengeng, suhu tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. 1in7a cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. -ada diare oleh karena intoleransi, anus dan daerah sekitarnya lecet karena seringnya defekasi dan tin7a makin lama makin asam sebagai akibat banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. 3e7ala muntah dapat ter7adi sebelum / sesudah diare dan dapat disebabkan oleh lembung yang turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. Bila penderita telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka ge7ala dehidrasi mulai tampak, berat badan turun, turgor kulit berkurang, mata dan ubun 0 ubun besar men7adi cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. Berdasarkan banyak cairan yang hilang dapat dibagi men7adi : # # # Dehidrasi ringan Dehidrasi sedang Dehidrasi berat

Berdasarkan tonisitas plasma dapat dibagi men7adi : # # # Dehidrasi hipotonik Dehidrasi isotonik Dehidrasi hipertonik

-ada dehidrasi berat, 'olume darah berkurang sehingga dapat ter7adi ren7atan hipo'olemik dengan ge7ala 0 ge7ala yaitu denyut 7antung men7adi cepat, denyut nadi cepat dan kecil, tekanan darah menurun, penderita men7adi lemah, kesadaran menurun (apatis, somnolen sampai soporokomatous.. Akibat dehidrasi, diuresis

berkurang (oliguria sampai anuria.. Bila sudah ada asidosis metabolik, tampak pucat dengan pernafasan yang cepat dan dalam (pernafasan 6ussmaul.. Asidosis metabolik ter7adi karena : . 2. 6ehilangan >a*)+3 melalui tin7a 6etosis kelaparan oliguria atau anuria.. 8. Berpidahnya ion >a dari cairan ekstrasel ke cairan intrasel :. -enimbunan asam laktat (anoksia 7aringan tubuh.. Dehidrasi hipotonik (dehidrasi hiponetremia. yaitu kadar >a dalam plasma < 3? m%@/l, dehidrasi isotonik (dehidrasi isonatremia. bila kadar >a dalam plasma 3? 0 :? m%@/l, sedangkan dehidrasi hipertonik (hipernatremia. bila kadar >a dalam plasma A :? m%@/l. Pe!eriksaan "a#oratoriu! . -emeriksaan tin7a a. 5akroskopis dan mikroskopis b. p* dan kadar gula dalam tin7a dengan kertas lakmus dan tablet elinitest, bila diduga intoleransi gula. c. Bila perlu lakukan pemeriksaan biakan / u7i resistensi. 2. -emeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah dengan menentukan p* dan cadangan alkali atau lebih tepat lagi dengan pemeriksaan analisa gas darah menurut A&1/B- (bila memungkinkan.. 3. -emeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal gin7al. 8. -emeriksaan kadar elektrolit terutama natrium, kalium, kalsium dan fosfor dalam serum (terutama bila ada ke7ang..

3. -roduk 0 produk metabolik yang bersifat asam tidak dapat dikeluarkan (karena

:. -emeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui 7asad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif, terutama pada penderita diare kronik. Ko!$likasi . Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik dan hipertonik.. 2. /en7atan hipo'olemik. 3. *ipotokalemia (dengan ge7ala meteorismus, hipotonik otot, lemah, bradikardi, perubahan pada elektrokardiogram.. 8. *ipoglikemi. :. "ntoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi en2im laktase karena kerusakan 'illi mukosa usus halus. ;. 6e7ang, terutama pada dehidrasi hipertonik. C. 5alnutrisi energi protein, karena selain diare dan muntah penderita 7uga mengalami kelaparan. Penyakit Penyerta $ada Diare . 66- (6urang 6alori -rotein.. 66- dapat menyebabkan diare karena adanya malabsorpsi makanan dan infeksi alat pencernaan. &ebaliknya diare akan menyebabkan absorbsi makanan terganggu dan berkurang sehingga akan menyebabkan bertambah beratnya dera7at 66- penderita. 2. "nfeksi sistemik &eperti alat pernafasan, morbili, dan sebagainya. &elain dapat menyebabkan suhu penderita meningkat 7uga dapat menyebabkan diare dan dehidrasi. 3. 6e7ang &ebagian penderita diare dapat disertai ke7ang baik sebelum atau sesudah dehidrasi ter7adi penyebabnya antara lain ke7ang demam, gangguan elektrolit (terutama hipernatremi., hipoglikemi dan ensefalitis.

Pengo#atan Dasar pengobatan diare adalah : . 2. 3. -emberian cairan (rehidrasi a=al dan rumat.. Dietetik (pemberian makanan.. +bat 0 obatan.

Pe!#erian %airan $ada diare de&idrasi !urni . 4enis cairan a. )airan rehidrasi oral: oralit, larutan gula garam, dan sebagainya. b. )airan parenteral: /<, D3 aa ( bagian lar. Darro= 3lukosa : D., D3 2. 4alan pemberian cairan a. -er oral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik. b. "ntragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak tidak mau minum atau kesadaran menurun. c. "ntra'ena untuk dehidrasi berat dan kegagalan terapi rehidrasi oral &e7umlah pasien dengan dehidrasi ringan / sedang tidak dapat diobati secara memadai dengan oralit melalui mulut. -enderita ini harus diberikan terapi "$. -enderita dengan terapi oral biasa gagal karena : . 1ingginya tingkat kelahiran cairan (seringnya buang air besar dalam tin7a caira dengan 7umlah yang banyak.. Beberapa penderita dengan tingkat kehilangan cairan yang tinggi mungkin tidak bisa minum cukup oralit untuk menggantikan kehilangan cairan yang berkelan7utan sehingga keadaan dehidrasi makin buruk. : 2, dan lain 0 lain. bagian larutan

Beberapa penderita harus diobati selama beberapa 7am dengan cairan "$ sampai tingkat kehilangan cairan berkurang. 2. 5untah terus menerus 6adang 0 kadang muntah yang berulang 0 ulang menghambat berhasilnya rehidrasi oral. 4ika tanda 0 tanda dehidrasi tidak membaik atau makin memburuk, terapi "$ diperlukan sampai muntahnya hilang. 5untah biasanya hilang ketika air dan elektrolit terganti. 3. 6etidakmampuan untuk minum Beberapa penderita tidak dapat minum oralit dalam 7umlah yang tepat karena sakit atau radang pada mulut (contoh : campak, saria=an dan herpes., karena kelelahan atau mengantuk karena obat (seperti antiemetik atau obat antimotilitas.. 1erapi "$ atau terapi nasogastrik diperlukan untuk penderita ini. 8. -erut kembung atau ileus 4ika perut mulai kembung, oralit harus diberikan lebih lambat. 4ika kembung bertambah atau 7ika ada bising usus, terapi "$ diperlukan. "leus paralitik (hambatan mobilitas isi perut. mungkin alasan kembung perut. 3e7ala ileus paralitik disebabkan oleh obat yang mengandung candu (kodein, loperamide., hipokalemia atau keduanya. :. 5alabsorpsi glukosa 6egagalan penyerapan glukosa yang bermakna secara khas adalah tidak biasa selama diare akut. 1etapi bila hal ini ter7adi penggunaan oralit dapat menyebabkan bertambahnya diare dengan se7umlah besar glukosa yang tidak diserap dengan tanda 0 tanda dehidrasi yang memburuk atau tes menun7ukkan terdapat se7umlah besar glukosa pada tin7a. Anak 7uga men7adi sangat haus. )airan "$ harus diberikan sampai diare hilang.

3.

4umlah cairan 4umlah cairan 9 -F< E >F< E )F<

PWL

= Previous Water Loss (ml/kgBB)

(4umlah cairan yang hilang, biasanya berkisar : 0 : D dari BB (ml / kgBB.. NWL = Normal Water Loss (ml / kgBB) (1erdiri dari urin E 7umlah cairan yang hilang melalui penguapan pada kulit dan pernafasan.. CWL = Concomitant Water Loss (ml / kgBB) (4umlah cairan yang hilang melalui muntah dan diare, kira 0 kira 2: ml / kgBB / 28 7am..

'AD(A" )KECEPATAN* PE+BERIAN CAIRAN a. Belum ada dehidrasi # # b. # # c. # # d. +ral sebanyak anak mau minum (ad libitum. atau air besar. -arenteral dibagi rata dalam 28 7am. 7am pertama : 2: 0 :? ml / kgBB per oral / intragastrik &elan7utnya : 2: ml / kgBB / hari atau ad libitum Dehidrasi ringan gelas setiap kali buang

Dehidrasi sedang 7am pertama : :? 0 ?? ml / kgBB per oral / intragastrik. &elan7utnya : 2:/ml/kgBB/hari atau ad libitum

Dehidrasi berat Bntuk anak bulan 0 2 tahun dengan BB 3 0 ? kg

# # #

7am pertama C 7am berikutnya ; 7am berikutnya

: 8? ml/kgBB/7am atau 3 tts/kgBB/menit (dengan infus berukuran (dengan infus berukuran : 3 tts/kgBB/menit (dengan infus berukuran ml 9 2? tts. ml 9 2? tts. ml 9 2? tts. : 2 ml/kgBB/7am atau 8 tts/kgBB/menit

)ara lain adalah : # 8 7am " diberikan /3 dari kebutuhan cairan yang telah diperhitungkan (; , BB tts/mnt.. 2? 7am "" diberikan sisanya (3 , BB tts/mnt..

TABE" PENENTUAN DERA'AT DE,IDRA-I +ENURUT (,./ 0123 )0/4* TANDA

RIN AN DE,IDRA-I . 6eadaan umum G kondisi *aus, sadar, gelisah

-EDAN

BERAT 5engantuk, lemas, ekstermitas dingin, berkeringat, sianotik, mungkin koma Biasanya sadar, gelisah, ekstremitas dingin, berkeringat dan sianotik, kulit 7ari 0 7ari tangan dan kaki keriput )epat, halus, kadang 0 kadang tidak teraba Dalam dan cepat &angat cekung

*aus, gelisah atau letargi tapi iritabel

Bayi dan anak kecil

Anak lebih besar dan de=asa

*aus, sadar, gelisah

*aus, sadar, merasa pusing pada perubahan

2. >adi radialis 3. -ernafasan 8. BBB H

>ormal (frek. G isi >ormal >ormal

)epat dan lemah Dalam )ekung

-ada :. %lastisitas kulitH pencubitan kembali segera >ormal Ada <embab >ormal >ormal 80:D <ambat &angat lamban A 2 detik

;. 5ata H C. Air mata I. &elaput lendir J. -engeluaran urinH ?. 1D sistolik . -asien kehilangan BB -rakiraan kehilangan cairan 6eterangan:

)ekung 6ering 6ering Berkurang >ormal, rendah ;0JD

&angat cekung &angat kering &angat kering 1idak ada urin untuk beberapa 7am, kandung kencing kosong < I? mml*g A ?D ?? 0 ? ml/kg

8? 0 :? ml/kg ;? 0 J? ml/kg

H 1erutama berguna pada bayi untuk menilai dehidrasi dan memantau rehidrasi. -egangan untuk menggolongkan penderita termasuk dehidrasi berat, sedang atau ringan adalah : bila terdapat 2 atau lebih ge7ala dalam penggolongan tersebut. Dengan catatan selalu memikirkan resiko yang lebih tinggi, misal terdapat 2 ge7ala dehidrasi berat dan : ge7ala dehidrasi sedang, maka penderita tersebut dimasukkan dalam golongan dehidrasi berat.

Pe!#erian !akanan $ada $enderita diare -emberian makanan per oral diberikan setelah anak rehidrasi. Dengan cara ini penyembuhan pendertita dapat lebih cepat, dan kenaikan berat badan lebih baik =alaupun frek=ensi diare bertambah. -ada pelaksanaan dietetik, penderita diare akut dengan dehidrasi perlu diperhatikan faktor 0 faktor sebagai berikut :

a.

"nsiden diare pada bayi yang mendapat A&" tinggi.

b. -emberian A&" sebaiknya diteruskan =alaupun frek=ensi intoleransi laktosa

Bntuk anak < anak A

tahun atau berat badan < C kg, diberikan A&" dan susu rendah laktosa

dan asam lemak tidak 7enuh seperti <<5, %lmiron, bubur susu. &edangkan untuk tahun dengan berat badan A C kg, diberikan makanan padat atau makanan cair atau susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah. Buah yang dapat diberikan pada penderita diare adalah pisang, kalori dan pisang adalah JJ kcal dan kandungan kaliumnya J,: mmol/ ?? gram. Bila ada infeksi terutama diare maka kebutuhan kalori dan protein bertambah karena meningkatnya katabolisme protein tubuh. -ertumbuhan kalori dan protein untuk menge7ar la7u pertumbuhan (catch up gro=th. membutuhkan kenaikan kalori sekitar 3? D dan protein sekitar ?? D dari keadaan basal untuk menggantikan kehilangan selama diare, sedangkan kalium dibutuhkan untuk mengatasi hipokalemi. Pengo#atan +edika!entosa . Antibiotika -ada umumnya antibiotika tidak diperlukan pada semua kasus diare akut karena sebagian besar penyebab diare akut adalah /ota'irus yang sifatnya self limited dan tidak dapat dibunuh oleh antibiotika. *anya sebagian kecil sa7a ( ? 0 2? D. yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti $ibrio )holerae, &higella, %1%) (%ntero 1oksigenic %. coli., &almonella, )ampilobakter dan sebagainya yang pada umumnya baru diketahui setelah dilakukan biakan, sedangkan hasil biakan baru datang setelah diare berhenti. Antibiotika diberikan 7ika penyebabnya 7elas seperti : # # 6olera diberikan 1etrasiklin 2: 0 :? mg/kgBB/hari )ampylobakter diberikan %ritromisin 8? 0 :? mg/kgBB/hari

Bila terdapat penyakit penyerta seperti : u/kgBB/hari.

"nfeksi ringan (+5A, faringitis. diberikan -enisillin -rokain :?.??? "nfeksi sedang (bronkitis. diberikan -enisillin -rokain atau Ampisillin :? mg/kgBB/hari. "nfeksi berat (bronkopneumonia. diberikan -enisillin -rokain dengan 6loramphenikol C8 mg/kgBB/hari atau Ampisillin C:# ?? mg/kgBB/hari ditambah 3entamisin ; mg/kgBB/hari atau derifat &efalosporin 3? 0 :? mg/kgBB/hari. 2. Anti Diare +bat 0 obat yang berkhasiat menghentikan diare secara cepat seperti antispasmodik/spasmolitik atau opium (papa'erin, ekstrak beladona, codein, morfin, dsb. 7ustru akan memperburuk keadaan karena akan menyebabkan terkumpulnya cairan di lumen usus, dilatasi usus, melipatgandakan pembiakan bakteri (o'er gro=th., gangguan digesti dan absorpsi lainnya. +bat ini hanya berkhasiat menghentikan peristaltik usus sa7a tetapi 7ustru akibatnya sangat berbahaya karena baik pemberi obat maupun penderita akan terkelabui. Diarenya terlihat tidak ada lagi tetapi perut akan bertambah kembung dan dehidrasi bertambah berat yang akhirnya dapat fatal untuk penderita. 3. Absorben +bat 0 obat absorben (pengental tin7a. seperti kaolin, pektin, charcoal (norit, tabonal., Bismuth &ubsalisit, dan sebagainya telah dibuktikan tidak ada manfaatnya. +bat 0 obat stimulan seperti adrenalin, nikotinamit dan sebagainya tidak akan dapat memperbaiki syok atau dehidrasi beratnya karena penyebabnya adalah kehilangan cairan (syok hipo'olemik.. -engobatan yang paling tepat ialah pemberian cairan secepatnya. ( .

8.

Anti %metik +bat anti emetik seperti klorproma2in (largaktil. terbukti selain untuk mencegah muntah dapat mengurangi sekresi dan kehilangan cairan melalui tin7a. -emberian dalam dosis kecil ( ?,: 0 mg/kgBB/hari. terutama penderita yang disertai muntah 0 muntah hebat dapat diberikan. +batanti piretik seperti preparat salisilat (Asetol, Aspirin. dalam dosis rendah (2: mg/kgBB/hari. ternyata selain berguna untuk menurunkan panas yang ter7adi sebagai akibat dehidrasi atau panas karena infeksi penyerta, 7uga dapat mengurangi sekresi cairan yang keluar melalui tin7a.

DAFTAR PU-TAKA . 3amma *, 5elinda * (2??:.. -edoman Diagnosis dan 1erapi ilmu kesehatan anak. "DA", Bandung 2. /achman 5, Dard7at 5.1 ( JI;.. &egi#segi praktis ilmu kesehatan anak. 4akarta. 3. F*+ (2??J.. -elayanan 6esehatan Anak di /umah &akit. F*+, 4akarta 8. 4uffrie 5, +s=ari *,dkk (2? ?.. Buku A7ar 3astroenterologi#*epatologi 7ilid . Badan -enerbit "DA", 4akarta