Anda di halaman 1dari 20

BAB II TINJAUAN PUSTAKA I.

KONSEP DASAR 1 Pengertian Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama ! jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain "askuler# (Hendro $usilo% &&&) Perdarahan intracerebral adalah disfungsi neurologi fokal yang akut dan disebabkan oleh perdarahan primer substansi otak yang terjadi secara spontan bukan olek karena trauma kapitis% disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh arteri% "ena dan kapiler# ('P(% 1))!) *natomi fisiologi a Otak +erat otak manusia sekitar 1!&& gram dan tersusun oleh kurang lebih 1&& triliun neuron# Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu serebrum (otak besar)% serebelum (otak kecil)% brainstem (batang otak)% dan diensefalon# ($atyanegara% 1)),) $erebrum terdiri dari dua hemisfer serebri% korpus kolosum dan korteks serebri# Masing-masing hemisfer serebri terdiri dari lobus frontalis yang merupakan area motorik primer yang bertanggung ja-ab untuk gerakan-gerakan "oluntar% lobur parietalis yang berperanan pada kegiatan memproses dan mengintegrasi informasi sensorik yang lebih tinggi tingkatnya% lobus temporalis yang merupakan area sensorik untuk impuls pendengaran dan lobus oksipitalis yang mengandung korteks penglihatan primer% menerima informasi penglihatan dan menyadari sensasi -arna# $erebelum terletak di dalam fosa kranii posterior dan ditutupi oleh duramater yang menyerupai atap tenda yaitu tentorium% yang memisahkannya dari bagian posterior serebrum# (ungsi utamanya adalah sebagai pusat refleks yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot% serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan sikap tubuh# +agian-bagian batang otak dari ba-ak ke atas adalah medula oblongata% pons dan mesensefalon (otak tengah)# Medula oblongata

merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung% "asokonstriktor% pernafasan% bersin% batuk% menelan% pengeluaran air liur dan muntah# Pons merupakan mata rantai penghubung yang penting pada jaras kortikosereberalis yang menyatukan hemisfer serebri dan serebelum# Mesensefalon merupakan bagian pendek dari batang otak yang berisi a.uedikus syl"ius% beberapa traktus serabut saraf asenden dan desenden dan pusat stimulus saraf pendengaran dan penglihatan# /iensefalon di bagi empat -ilayah yaitu talamus% subtalamus% epitalamus dan hipotalamus# 0alamus merupakan stasiun penerima dan pengintegrasi subkortikal yang penting# $ubtalamus fungsinya belum dapat dimengerti sepenuhnya% tetapi lesi pada subtalamus akan menimbulkan hemibalismus yang ditandai dengan gerakan kaki atau tangan yang terhempas kuat pada satu sisi tubuh# 1pitalamus berperanan pada beberapa dorongan emosi dasar seseorang# Hipotalamus berkaitan dengan pengaturan rangsangan dari sistem susunan saraf otonom perifer yang menyertai ekspresi tingkah dan emosi# ($yl"ia *# Price% 1))2) b $irkulasi darah otak Otak menerima 13 4 curah jantung dan menggunakan & 4 konsumsi oksigen total tubuh manusia untuk metabolisme aerobiknya# Otak diperdarahi oleh dua pasang arteri yaitu arteri karotis interna dan arteri "ertebralis# /a dalam rongga kranium% keempat arteri ini saling berhubungan dan membentuk sistem anastomosis% yaitu sirkulus Willisi# ($atyanegara% 1)),) *rteri karotis interna dan eksterna bercabang dari arteria karotis komunis kira-kira setinggi ra-an tiroidea# *rteri karotis interna masuk ke dalam tengkorak dan bercabang kira-kira setinggi kiasma optikum% menjadi arteri serebri anterior dan media# *rteri serebri anterior memberi suplai darah pada struktur-struktur seperti nukleus kaudatus dan putamen basal ganglia% kapsula interna% korpus kolosum dan bagian-bagian (terutama medial) lobus frontalis dan parietalis serebri% termasuk korteks somestetik dan korteks motorik# *rteri serebri media mensuplai darah untuk lobus temporalis% parietalis dan frontalis korteks serebri# *rteria "ertebralis kiri dan kanan berasal dari arteria subkla"ia sisi yang sama# *rteri "ertebralis memasuki tengkorak melalui foramen magnum% setinggi perbatasan pons dan medula oblongata# 5edua arteri ini bersatu membentuk arteri basilaris% arteri basilaris terus berjalan sampai setinggi otak tengah% dan di sini bercabang menjadi dua membentuk

sepasang arteri serebri posterior# 6abang-cabang sistem "ertebrobasilaris ini jmemperdarahi medula oblongata% pons% serebelum% otak tengah dan sebagian diensefalon# *rteri serebri posterior dan cabang-cabangnya memperdarahi sebagian diensefalon% sebagian lobus oksipitalis dan temporalis% aparatus koklearis dan organ-organ "estibular# ($yl"ia *# Price% 1))2) /arah di dalam jaringan kapiler otak akan dialirkan melalui "enula"enula (yang tidak mempunyai nama) ke "ena serta di drainase ke sinus duramatris# /ari sinus% melalui "ena emisaria akan dialirkan ke "ena-"ena ekstrakranial# ($atyanegara% 1)),) 7 Patofisiologi Hipertensi kronik menyebabkan pembuluh arteriola yang berdiameter 1&&-!&& mcmeter mengalami perubahan patologik pada dinding pembuluh darah tersebut berupa hipohialinosis% nekrosis fibrinoid serta timbulnya aneurisma tipe +ouchard# *rteriol-arteriol dari cabang-cabang lentikulostriata% cabang tembus arteriotalamus dan cabang-cabang paramedian arteria "ertebro-basilar mengalami perubahan-perubahan degeneratif yang sama# 5enaikan darah yang 8abrupt9 atau kenaikan dalam jumlah yang secara mencolok dapat menginduksi pecahnya pembuluh darah terutama pada pagi hari dan sore hari# :ika pembuluh darah tersebut pecah% maka perdarahan dapat berlanjut sampai dengan ; jam dan jika "olumenya besarakan merusak struktur anatomi otak dan menimbulkan gejala klinik# :ika perdarahan yang timbul kecil ukurannya% maka massa darah hanya dapat merasuk dan menyela di antara selaput akson massa putih tanpa merusaknya# Pada keadaan ini absorbsi darah akan diikutioleh pulihnya fungsi-fungsi neurologi# $edangkan pada perdarahan yang luas terjadi destruksi massa otak% peninggian tekanan intrakranial dan yang lebih berat dapat menyebabkan herniasi otak pada falk serebri atau le-at foramen magnum# 5ematian dapat disebabkan oleh kompresi batang otak% hemisfer otak% dan perdarahan batang otak sekunder atau ekstensi perdarahan ke batang otak# Perembesan darah ke "entrikel otak terjadi pada sepertiga kasus perdarahan otak di nukleus kaudatus% talamus dan pons# $elain kerusakan parenkim otak% akibat "olume perdarahan yang relatif banyak akan mengakibatkan peningian tekanan intrakranial dan mentebabkan menurunnya tekanan perfusi otak serta terganggunya drainase otak#

1lemen-elemen "asoaktif darah yang keluar serta kaskade iskemik akibat menurunnya tekanan perfusi% menyebabkan neuron-neuron di daerah yang terkena darah dan sekitarnya tertekan lagi# :umlah darah yang keluar menentukan prognosis# *pabila "olume darah lebih dari ;& cc maka resiko kematian sebesar )7 4 pada perdarahan dalam dan 31 4 pada perdarahan lobar# $edangkan bila terjadi perdarahan serebelar dengan "olume antara 7&;& cc diperkirakan kemungkinan kematian sebesar 32 4 tetapi "olume darah 2 cc dan terdapat di pons sudah berakibat fatal# (:usuf Misbach% 1)))) ! /ampak masalah a Pada indi"idu 1) <angguan perfusi jaringan otak *kibat adanya sumbatan pembuluh darah otak% perdarahan otak% "asospasme serebral% edema otak ) <angguan mobilitas fisik 0erjadi karena adanya kelemahan% kelumpuhan dan menurunnya persepsi = kognitif 7) <angguan komunikasi "erbal *kibat menurunnya= terhambatnya sirkulasi serebral% kerusakan neuromuskuler% kelemahan otot -ajah !) <angguan nutrisi *kibat adanya kesulitan menelan% kehilangan sensasi (rasa kecap) pada lidah% nafsu makan yang menurun 2) <angguan eliminasi uri dan al"i /apat terjadi akibat klien tidak sadar% dehidrasi% imobilisasi dan hilangnya kontrol miksi ;) 5etidakmampuan pera-atan diri *kibat adanya kelemahan pada salah satu sisi tubuh% kehilangan koordinasi = kontrol otot% menurunnya persepsi kognitif# 3) <angguan psikologis /apat berupa emosi labil% mudah marah% kehilangan kontrol diri% ketakutan% perasaan tidak berdaya dan putus asa# ,) <angguan penglihatan /apat terjadi karena penurunan ketajaman penglihatan dan gangguan lapang pandang# b Pada keluarga 1) 0erjadi kecemasan ) Masalah biaya

7) <angguan dalam pekerjaan +# Asuhan Keperawatan 1 Pengkajian Pengkajian merupakan tahap a-al dan landasan proses kepera-atan untuk mengenal masalah klien% agar dapat memberi arah kepada tindakan kepera-atan# 0ahap pengkajian terdiri dari tiga kegiatan% yaitu pengumpulan data% pengelompokkan data dan perumusan diagnosis kepera-atan# (>ismidar% 1))&) a Pengumpulan data Pengumpulan data adalah mengumpulkan informasi tentang status kesehatan klien yang menyeluruh mengenai fisik% psikologis% sosial budaya% spiritual% kognitif% tingkat perkembangan% status ekonomi% kemampuan fungsi dan gaya hidup klien# (Marilynn 1# /oenges et al% 1)),) 1) ?dentitas klien Meliputi nama% umur (kebanyakan terjadi pada usia tua)% jenis kelamin% pendidikan% alamat% pekerjaan% agama% suku bangsa% tanggal dan jam M@$% nomor register% diagnose medis# ) 5eluhan utama +iasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan% bicara pelo% dan tidak dapat berkomunikasi# (:usuf Misbach% 1)))) 7) @i-ayat penyakit sekarang $erangan stroke hemoragik seringkali berlangsung sangat mendadak% pada saat klien sedang melakukan akti"itas# +iasanya terjadi nyeri kepala% mual% muntah bahkan kejang sampai tidak sadar% disamping gejala kelumpuhan separoh badan atau gangguan fungsi otak yang lain# ($iti @ochani% &&&) !) @i-ayat penyakit dahulu *danya ri-ayat hipertensi% diabetes militus% penyakit jantung% anemia% ri-ayat trauma kepala% kontrasepsi oral yang lama% penggunaan obat-obat anti koagulan% aspirin% "asodilator% obat-obat adiktif% kegemukan# (/onna /# ?gnati"icius% 1))2) 2) @i-ayat penyakit keluarga +iasanya ada ri-ayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun diabetes militus# (Hendro $usilo% &&&) ;) @i-ayat psikososial $troke memang suatu penyakit yang sangat mahal# +iaya untuk

pemeriksaan% pengobatan dan pera-atan dapat mengacaukan keuangan keluarga sehingga faktor biaya ini dapat mempengaruhi stabilitas emosi dan pikiran klien dan keluarga# 3) Pola-pola fungsi kesehatan a) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat +iasanya ada ri-ayat perokok% penggunaan alkohol% penggunaan obat kontrasepsi oral# b) Pola nutrisi dan metabolisme *danya keluhan kesulitan menelan% nafsu makan menurun% mual muntah pada fase akut# c) Pola eliminasi +iasanya terjadi inkontinensia urine dan pada pola defekasi biasanya terjadi konstipasi akibat penurunan peristaltik usus# d) Pola akti"itas dan latihan *danya kesukaran untuk berakti"itas karena kelemahan% kehilangan sensori atau paralise= hemiplegi% mudah lelah e) Pola tidur dan istirahat +iasanya klien mengalami kesukaran untuk istirahat karena kejang otot=nyeri otot f) Pola hubungan dan peran *danya perubahan hubungan dan peran karena klien mengalami kesukaran untuk berkomunikasi akibat gangguan bicara# g) Pola persepsi dan konsep diri 5lien merasa tidak berdaya% tidak ada harapan% mudah marah% tidak kooperatif# h) Pola sensori dan kognitif Pada pola sensori klien mengalami gangguan penglihatan=kekaburan pandangan% perabaan=sentuhan menurun pada muka dan ekstremitas yang sakit# Pada pola kognitif biasanya terjadi penurunan memori dan proses berpikir# i) Pola reproduksi seksual +iasanya terjadi penurunan gairah seksual akibat dari beberapa pengobatan stroke% seperti obat anti kejang% anti hipertensi% antagonis histamin# j) Pola penanggulangan stress 5lien biasanya mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah karena gangguan proses berpikir dan kesulitan berkomunikasi#

k) Pola tata nilai dan kepercayaan 5lien biasanya jarang melakukan ibadah karena tingkah laku yang tidak stabil% kelemahan=kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh# ,) Pemeriksaan fisik a) 5eadaan umum (1) ( ) (7) 5esadaran A umumnya mengelami penurunan kesadaran $uara bicara A kadang mengalami gangguan yaitu sukar dimengerti% kadang tidak bisa bicara 0anda-tanda "ital A tekanan darah meningkat% denyut nadi ber"ariasi b) Pemeriksaan integumen (1) 5ulit A jika klien kekurangan O kulit akan tampak pucat dan jika kekurangan cairan maka turgor kulit kan jelek# /i samping itu perlu juga dikaji tanda-tanda dekubitus terutama pada daerah yang menonjol karena klien 6B* +leeding harus bed rest -7 minggu ( ) 5uku A perlu dilihat adanya clubbing finger% cyanosis (7) @ambut A umumnya tidak ada kelainan c) Pemeriksaan kepala dan leher (1) ( ) 5epala A bentuk normocephalik Muka A umumnya tidak simetris yaitu mencong ke salah satu sisi (7) >eher A kaku kuduk jarang terjadi ($atyanegara% 1)),) Pada pernafasan kadang didapatkan suara nafas terdengar ronchi% -heeCing ataupun suara nafas tambahan% pernafasan tidak teratur akibat penurunan refleks batuk dan menelan# e) Pemeriksaan abdomen /idapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest yang lama% dan kadang terdapat kembung# f) Pemeriksaan inguinal% genetalia% anus 5adang terdapat incontinensia atau retensio urine g) Pemeriksaan ekstremitas $ering didapatkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh# h) Pemeriksaan neurologi (1) Pemeriksaan ner"us cranialis

d) Pemeriksaan dada

'mumnya terdapat gangguan ner"us cranialis B?? dan D?? central# ( ) Pemeriksaan motorik Hampir selalu terjadi kelumpuhan=kelemahan pada salah satu sisi tubuh# (7) Pemeriksaan sensorik /apat terjadi hemihipestesi# (!) Pemeriksaan refleks Pada fase akut reflek fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang# $etelah beberapa hari refleks fisiologis akan muncul kembali didahuli dengan refleks patologis#(:usuf Misbach% 1)))) )) Pemeriksaan penunjang a) Pemeriksaan radiologi (1) 60 scan A didapatkan hiperdens fokal% kadang-kadang masuk "entrikel% atau menyebar ke permukaan otak# (>inardi Widjaja% 1))7) ( ) (7) (!) M@? A untuk menunjukkan area yang mengalami hemoragik# (Marilynn 1# /oenges% &&&) *ngiografi serebral A untuk mencari sumber perdarahan seperti aneurisma atau malformasi "askuler# ($atyanegara% 1)),) Pemeriksaan foto thoraE A dapat memperlihatkan keadaan jantung% apakah terdapat pembesaran "entrikel kiri yang merupakan salah satu tanda hipertensi kronis pada penderita stroke# (:usuf Misbach% 1)))) b) Pemeriksaan laboratorium (1) Pungsi lumbal A pemeriksaan likuor yang merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang masif% sedangkan perdarahan yang kecil biasanya -arna likuor masih normal (Eantokhrom) se-aktu hari-hari pertama# ($atyanegara% 1)),) ( ) (7) Pemeriksaan darah rutin Pemeriksaan kimia darah A pada stroke akut dapat terjadi hiperglikemia# <ula darah dapat mencapai Misbach% 1)))) (!) Pemeriksaan darah lengkap A unutk mencari kelainan pada darah itu sendiri# (>inardi Widjaja% 1))7) 2& mg dalajm serum dan kemudian berangsur-angsur turun kembali# (:usuf

*nalisa data *nalisa data merupakan kegiatan intelektual yang meliputi kegiatan mentabulasi% mengklasifikasi% mengelompokkan% mengkaitkan data dan akhirnya menarik kesimpulan#

/iagnosa kepera-atan /iagnosa kepera-atan merupaka suatu pernyataan dari masalah pasien yang nyata ataupun potensial dan membutuhkan tindakan kepera-atan sehingga masalah pasien dapat ditanggulangi atau dikurangi# (>ismidar% 1))&) 1) <angguan perfusi jaringan otak yang berhubungan dengan perdarahan intracerebral# (Marilynn 1# /oenges% &&&) ) <angguan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese=hemiplagia (/onna /# ?gnati"icius% 1))2) 7) <angguan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan sensori% penurunan penglihatan ( /onna /# ?gnati"icius% 1))2) !) <angguan komunikasi "erbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi darah otak (/onna /# ?gnati"icius% 1))2) 2) <angguan eliminasi al"i(konstipasi) berhubungan dengan imobilisasi% intake cairan yang tidak adekuat (/onna /# ?gnati"icius% 1))2) ;) @esiko gangguan nutrisi berhubungan dengan kelemahan otot mengunyah dan menelan ( +arbara 1ngram% 1)),) 3) 5urangnya pemenuhan pera-atan diri yang berhubungan dengan hemiparese=hemiplegi (/onna /# ?gnati"icius% 1))2) ,) @esiko gangguan integritas kulit yang berhubungan tirah baring lama (+arbara 1ngram% 1)),) )) @esiko ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan penurunan refleks batuk dan menelan#(>ynda :uall 6arpenito% 1)),) 1&) <angguan eliminasi uri (inkontinensia uri) yang berhubungan dengan lesi pada upper motor neuron (>ynda :uall 6arpenito% 1)),)

Perencanaan $etelah merumuskan diagnosa kepera-atan maka perlu dibuat perencanaan inter"ensi kepera-atan dan akti"itas kepera-atan# 0ujuan perencanaan adalah untuk mengurangi% menghilangkan dan mencegah masalah kepera-atan klien# 0ahapan perencanaan kepera-atan klien adalah penentuan prioritas diagnosa kepera-atan%penetuan tujuan% penetapan kriteria hasil dan menntukan inter"ensi kepera-atan# @encana kepera-atan dari diagnosa kepera-atan diatas adalah A

<angguan perfusi jaringan otak yang berhubungan dengan perdarahan intra cerebral 1) ) 0ujuan A Perfusi jaringan otak dapat tercapai secara optimal 5riteria hasil A 7) 5lien tidak gelisah 0idak ada keluhan nyeri kepala% mual% kejang# <6$ !2; Pupil isokor% reflek cahaya (F) 0anda-tanda "ital normal(nadi A ;&-1&& kali permenit% suhuA 7;-7;%3 6% pernafasan 1;- & kali permenit) @encana tindakan a) b) c) d) e) f) g) !) +erikan penjelasan kepada keluarga klien tentang sebab-sebab peningkatan 0?5 dan akibatnya *njurkan kepada klien untuk bed rest totat Obser"asi dan catat tanda-tanda "ital dan kelain tekanan intrakranial tiap dua jam +erikan posisi kepala lebib tinggi 12-7& dengan letak jantung ( beri bantal tipis) *njurkan klien untuk menghindari batukdan mengejan berlebihan 6iptakan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung 5olaborasi dengan tim dokter dalam pemberian obat neuroprotektor @asional a) b) c) d) e) f) 5eluarga lebih berpartisipasi dalam proses penyembuhan 'ntuk mencegah perdarahan ulang Mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada klien secara dini dan untuk penetapan tindakan yang tepat Mengurangi tekanan arteri dengan meningkatkan draimage "ena dan memperbaiki sirkulasi serebral +atuk dan mengejan dapat meningkatkan tekanan intra kranial dan potensial terjadi perdarahan ulang @angsangan akti"itas yang meningkat dapat meningkatkan kenaikan 0?5# ?stirahat total dan ketenagngan mingkin diperlukan untuk pencegahan terhadap perdarahan dalam kasus stroke hemoragik = perdarahan lainnya

g) b 1)

Memperbaiki sel yang masih "iabel

<angguan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese=hemiplegia 0ujuan A 5lien mampu melaksanakan akti"itas fisik sesuai dengan kemampuannya ) 5riteria hasil 7) 0idak terjadi kontraktur sendi +ertabahnya kekuatan otot 5lien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas jam

@encana tindakan a) 'bah posisi klien tiap b) *jarkan klien untuk melakukan latihan gerak aktif pada ekstrimitas yang tidak sakit c) >akukan gerak pasif pada ekstrimitas yang sakit d) +erikan papan kaki pada ekstrimitas dalam posisi fungsionalnya e) 0inggikan kepala dan tangan f) 5olaborasi dengan ahli fisioterapi untuklatihan fisik klien

!)

@asional a) Menurunkan resiko terjadinnya iskemia jaringan akibat sirkulasi darah yang jelek pada daerah yang tertekan b) <erakan aktif memberikan massa% tonus dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernapasan c) Otot "olunter akan kehilangan tonus dan kekuatannya bila tidak dilatih untuk digerakkan

<angguan persepsi sensori baerhubungan dengan penurunan sensori penurunan penglihatan 1) ) 0ujuan A Meningkatnya persepsi sensorik secara optimal# 5riteria hasil A - *danya perubahan kemampuan yang nyata - 0idak terjadi disorientasi -aktu% tempat% orang 7) @encana tindakan a) 0entukan kondisi patologis klien b) 5aji gangguan penglihatan terhadap perubahan persepsi c) >atih klien untuk melihat suatu obyek dengan telaten dan seksama

d) Obser"asi respon perilaku klien% seperti menangis% bahagia% bermusuhan% halusinasi setiap saat e) +erbicaralah dengan klien secara tenang dan gunakan kalimatkalimat pendek !) @asional a) 'ntuk mengetahui tipe dan lokasi yang mengalami gangguan% sebagai penetapan rencana tindakan b) 'ntuk mempelajari kendala yang berhubungan dengan disorientasi klien c) *gar klien tidak kebingungan dan lebih konsentrasi d) 'ntuk mengetahui keadaan emosi klien e) 'ntuk memfokuskan perhatian klien% sehingga setiap masalah dapat dimengerti# d <angguan komunikasi "erbal yang berhubungan dengan penurunan sirkulasi darah otak 1) ) 0ujuan Proses komunikasi klien dapat berfungsi secara optimal 5riteria hasil 7) 0erciptanya suatu komunikasi dimana kebutuhan klien dapat dipenuhi 5lien mampu merespon setiap berkomunikasi secara "erbal maupun isarat @encana tindakan a) +erikan metode alternatif komunikasi% misal dengan bahasa isarat b) *ntisipasi setiap kebutuhan klien saat berkomunikasi c) +icaralah dengan klien secara pelan dan gunakan pertanyaan yang ja-abannya 8ya9 atau 8tidak9 d) *njurkan kepada keluarga untuk tetap berkomunikasi dengan klien e) f) !) a) Hargai kemampuan klien dalam berkomunikasi 5olaborasi dengan fisioterapis untuk latihan -icara Memenuhi kebutuhan komunikasi sesuai dengan kemampuan klien b) Mencegah rasa putus asa dan ketergantungan pada orang lain c) Mengurangi kecemasan dan kebingungan pada saat

@asional

komunikasi d) Mengurangi isolasi sosial dan meningkatkan komunikasi yang efektif e) f) e Memberi semangat pada klien agar lebih sering melakukan komunikasi Melatih klien belajar bicara secara mandiri dengan baik dan benar 5urangnya pera-atan diri berhubungan dengan hemiparese=hemiplegi 1) ) 7) 0ujuan 5ebutuhan pera-atan diri klien terpenuhi 5riteria hasil 5lien dapat melakukan akti"itas pera-atan diri sesuai dengan kemampuan klien 5lien dapat mengidentifikasi sumber pribadi=komunitas untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan @encana tindakan a) 0entukan kemampuan dan tingkat kekurangan dalam melakukan pera-atan diri b) +eri moti"asi kepada klien untuk tetap melakukan akti"itas dan beri bantuan dengan sikap sungguh c) Hindari melakukan sesuatu untuk klien yang dapat dilakukan klien sendiri% tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan d) +erikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukannya atau keberhasilannya e) !) 5olaborasi dengan ahli fisioterapi=okupasi @asional a) Membantu dalam mengantisipasi=merencanakan pemenuhan kebutuhan secara indi"idual b) Meningkatkan harga diri dan semangat untuk berusaha terusmenerus c) 5lien mungkin menjadi sangat ketakutan dan sangat tergantung dan meskipun bantuan yang diberikan bermanfaat dalam mencegah frustasi% adalah penting bagi klien untuk melakukan sebanyak mungkin untuk diri-sendiri untuk emepertahankan harga diri dan meningkatkan pemulihan d) Meningkatkan perasaan makna diri dan kemandirian serta mendorong klien untuk berusaha secara kontinyu

e) Memberikan bantuan yang mantap untuk mengembangkan rencana terapi dan mengidentifikasi kebutuhan alat penyokong khusus f @esiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan otot mengunyah dan menelan 1) 0ujuan 0idak terjadi gangguan nutrisi ) 5riteria hasil - +erat badan dapat dipertahankan=ditingkatkan - Hb dan albumin dalam batas normal 7) @encana tindakan a) 0entukan kemampuan klien dalam mengunyah% menelan dan reflek batuk b) >etakkan posisi kepala lebih tinggi pada -aktu% seama dan sesudah makan c) $timulasi bibir untuk menutup dan membuka mulut secara manual dengan menekan ringan diatas bibir=diba-ah gagu jika dibutuhkan d) >etakkan makanan pada daerah mulut yang tidak terganggu e) +erikan makan dengan berlahan pada lingkungan yang tenang f) Mulailah untuk memberikan makan peroral setengah cair% makan lunak ketika klien dapat menelan air g) *njurkan klien menggunakan sedotan meminum cairan h) *njurkan klien untuk berpartisipasidalam program latihan=kegiatan i) 5olaborasi dengan tim dokter untuk memberikan ciran melalui i" atau makanan melalui selang !) @asional a) 'ntuk menetapkan jenis makanan yang akan diberikan pada klien b) 'ntuk klien lebih mudah untuk menelan karena gaya gra"itasi c) Membantu dalam melatih kembali sensori dan meningkatkan kontrol muskuler d) Memberikan stimulasi sensori (termasuk rasa kecap) yang dapat mencetuskan usaha untuk menelan dan meningkatkan masukan e) 5lien dapat berkonsentrasi pada mekanisme makan tanpa adanya distraksi=gangguan dari luar f) Makan lunak=cairan kental mudah untuk mengendalikannya

didalam mulut% menurunkan terjadinya aspirasi g) Menguatkan otot fasial dan dan otot menelan dan merunkan resiko terjadinya tersedak h) /apat meningkatkan pelepasan endorfin dalam otak yang meningkatkan nafsu makan i) Mungkin diperlukan untuk memberikan cairan pengganti dan juga makanan jika klien tidak mampu untuk memasukkan segala sesuatu melalui mulut g <angguan eliminasi al"i (konstipasi) berhubngan dengan imobilisasi% intake cairan yang tidak adekuat 1) 0ujuan 5lien tidak mengalami kopnstipasi ) 5riteria hasil 5lien dapat defekasi secara spontan dan lancar tanpa menggunakan obat 5onsistensifses lunak 0idak teraba masa pada kolon ( scibala ) +ising usus normal ( 12-7& kali permenit )

7) @encana tindakan a) +erikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab konstipasi b) *uskultasi bising usus c) *njurkan pada klien untuk makan maknanan yang mengandung serat d) +erikan intake cairan yang cukup ( liter perhari) jika tidak ada kontraindikasi e) >akukan mobilisasi sesuai dengan keadaan klien f) 5olaborasi dengan tim dokter dalam pemberian pelunak feses (laEatif% suppositoria% enema) !) @asional a) 5lien dan keluarga akan mengerti tentang penyebab obstipasi b) +ising usu menandakan sifat akti"itas peristaltik c) /iit seimbang tinggi kandungan serat merangsang peristaltik dan eliminasi reguler d) Masukan cairan adekuat membantu mempertahankan konsistensi feses yang sesuai pada usus dan membantu eliminasi reguler e) *kti"itas fisik reguler membantu eliminasi dengan memperbaiki

tonus oto abdomen dan merangsang nafsu makan dan peristaltik f) Pelunak feses meningkatkan efisiensi pembasahan air usus% yang melunakkan massa feses dan membantu eliminasi h @esiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring lama 1) 0ujuan 5lien mampu mempertahankan keutuhan kulit ) 5riteria hasil 5lien mau berpartisipasi terhadap pencegahan luka 5lien mengetahui penyebab dan cara pencegahan luka 0idak ada tanda-tanda kemerahan atau luka

7) @encana tindakan a) *njurkan untuk melakukan latihan @OM (range of motion) dan mobilisasi jika mungkin b) @ubah posisi tiap jam c) <unakan bantal air atau pengganjal yang lunak di ba-ah daerahdaerah yang menonjol d) >akukan massage pada daerah yang menonjol yang baru mengalami tekanan pada -aktu berubah posisi e) Obser"asi terhadap eritema dan kepucatan dan palpasi area sekitar terhadap kehangatan dan pelunakan jaringan tiap merubah posisi f) :aga kebersihan kulit dan seminimal mungkin hindari trauma% panas terhadap kulit !) @asional a) Meningkatkan aliran darah kesemua daerah b) Menghindari tekanan dan meningkatkan aliran darah c) Menghindari tekanan yang berlebih pada daerah yang menonjol d) Menghindari kerusakan-kerusakan kapiler-kapiler e) Hangat dan pelunakan adalah tanda kerusakan jaringan f) Mempertahankan keutuhan kulit i @esiko terjadinya ketidakefektifan menurunnya bersihan refleks jalan nafas dan yang berhubungan imobilisasi 1) 0ujuan A :alan nafas tetap efektif# ) 5riteria hasil A 5lien tidak sesak nafas dengan batuk menelan%

a) b) c) d) e) f) a) b) c) d) e) f) j

0idak terdapat ronchi% -heeCing ataupun suara nafas tambahan 0idak retraksi otot bantu pernafasan Pernafasan teratur% @@ 1;- & E per menit +erikan penjelasan kepada klien dan keluarga tentang sebab dan akibat ketidakefektifan jalan nafas @ubah posisi tiap jam sekali +erikan intake yang adekuat ( &&& cc per hari) Obser"asi pola dan frekuensi nafas *uskultasi suara nafas >akukan fisioterapi nafas sesuai dengan keadaan umum klien 5lien dan keluarga mau berpartisipasi dalam mencegah terjadinya ketidakefektifan bersihan jalan nafas Perubahan posisi dapat melepaskan sekret darim saluran pernafasan *ir yang cukup dapat mengencerkan sekret 'ntuk mengetahui ada tidaknya ketidakefektifan jalan nafas 'ntuk mengetahui adanya kelainan suara nafas *gar dapat melepaskan sekret dan mengembangkan paru-paru

7) @encana tindakan A

!) @asional A

<angguan eliminasi uri (incontinensia uri) yang berhubungan dengan kehilangan tonus kandung kemih% kehilangan kontrol sfingter% hilangnya isarat berkemih# 1) 0ujuan A 5lien mampu mengontrol eliminasi urinya ) 5riteria hasil A a) b) c) 5lien akan melaporkan penurunan atau hilangnya inkontinensia 0idak ada distensi bladder ?dentifikasi pola berkemih dan kembangkan jad-al berkemih sering *jarkan untuk membatasi masukan cairan selama malam hari *jarkan teknik untuk mencetuskan refleks berkemih (rangsangan kutaneus dengan penepukan suprapubik% manu"er regangan anal) d) +ila masih terjadi inkontinensia% kurangi -aktu antara berkemih pada jad-al yang telah direncanakan

7) @encana tindakan A

e)

+erikan penjelasan tentang pentingnya hidrasi optimal (sedikitnya &&& cc per hari bila tidak ada kontraindikasi)

!) @asional A a) b) c) d) +erkemih yang sering dapat mengurangi dorongan dari distensi kandung kemih yang berlebih Pembatasan cairan pada malam hari dapat membantu mencegah enuresis 'ntuk melatih dan membantu pengosongan kandung kemih 5apasitas kandung kemih mungkin tidak cukup untuk menampung "olume urine sehingga memerlukanuntuk lebih sering berkemih e) 7 Pelaksanaan Pelaksanaan asuhan kepera-atan ini merupakan realisasi dari rencana tindakan kepera-atan yang diberikan pada klien# ! 1"aluasi 1"aluasi merupakan langkah akhir dalam proses kepera-atan# 1"aluasi adalah kegiatan yang di sengaja dan terus-menerus dengan melibatkan klien% pera-at% dan anggota tim kesehatan lainnya# /alam hal ini diperlukan pengetahuan tentang kesehatan% patofisiologi% dan strategi e"aluasi# 0ujuan e"aluasi adalah untuk menilai apakah tujuan dalam rencana kepera-atan tercapai atau tidak dan untuk melakukan pengkajian ulang# (>ismidar% 1))&) Hidrasi optimal diperlukan untuk mencegah infeksi saluran perkemihan dan batu ginjal#

DAFTAR PUSTAKA

*li% Wendra% 1)))% Petunjuk Praktis Rehabilitasi Penderita Stroke% +agian Geurologi (5'? =@$6M%'6+ Pharma ?ndonesia% :akarta# 6arpenito% >ynda :uall% &&&% Buku Saku Diagnosa Keperawatan% 1disi ,% 1<6% :akarta# /epkes @?% 1));% Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan, /iknakes% :akarta# /oenges% M#1#%Moorhouse M#(#%<eissler *#6#% &&&% Rencana Asuhan

Keperawatan% 1disi 7% 1<6% :akarta# 1ngram% +arbara% 1)),% Rencana Asuhan Keperawatan 1<6% :akarta# Harsono% 1));% Buku Ajar !eurologi Klinis% 1disi 1% <adjah Mada 'ni"ersity Press% Hogyakarta# Harsono% &&&% Kapita Selekta !eurologi% <adjah Mada 'ni"ersity Press% Hogyakarta# Hudak 6#M#%<allo +#M#%1));% Keperawatan Kritis, Pendekatan "olistik% 1disi B?% Bolume ??% 1<6% :akarta# ?gnata"icius /#/#% +ayne M#B#% 1))1% Philadelphia# ?gnata"icius /#/#% Workman M#>#% Mishler M#*#% 1))2% A !ursing Process Approach% Philadelphia# ?slam% Mohammad $aiful% 1)),% Stroke # Diagnosis Dan Penatalaksanaann$a% >ab=$M( ?lmu Penyakit $araf% (5 'nair=@$'/ /r# $oetomo% $urabaya#
nd

edikal Bedah% Bolume 7%

edical Surgical !ursing, A !ursing Process

Approach% *n H+: ?nternational 1dition% W#+# $aunders 6ompany%

edical Surgical !ursing,

edition% W#+# $aunders 6ompany%

:u-ono% 0#% 1));% Pemeriksaan Klinik !eurologik Dalam Praktek% 1<6% :akarta# >ismidar% 1))&% Proses Keperawatan% 'ni"ersitas ?ndonesia% :akarta# Mardjono M#% $idharta P#% 1),1% !eurologi Klinis Dasar% P0 /ian @akyat% :akarta# Price $#*#% Wilson >#M#% 1))2% Patofisiologi Konsep Klinis Proses%Proses Pen$akit% 1disi !% +uku ??% 1<6% :akarta# @ochani% $iti% &&&% Simposium !asional Keperawatan Perhimpunan Perawat

Bedah Saraf &ndonesia, $urabaya# $atyanegara% 1)),% &lmu Bedah Saraf% 1disi 5etiga% <ramedia Pustaka 'tama% :akarta# $usilo% Hendro% &&&% Simposium Stroke, Patofisiologi Dan Penanganan Stroke, Suatu Pendekatan Baru illenium &&&% +angkalan#

Widjaja% >inardi% 1))7% Patofisiologi dan Penatalaksanaan Stroke% >ab='P( ?lmu Penyakit $araf% (5 'nair=@$'/ /r# $oetomo% $urabaya#