Anda di halaman 1dari 4

PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

RINGKASAN
Daur bahan bakar nuklir merupakan rangkaian proses yang terdiri dari penambangan bijih uranium, pemurnian, konversi, pengayaan uranium dan konversi ulang menjadi logam uranium. Logam uranium selanjutnya diubah menjadi elemen bakar nuklir melalui proses fabrikasi. Bahan bakar nuklir kemudian dimasukkan ke dalam reaktor dan mengalami reaksi inti. Pada reaktor riset yang dimanfaatkan adalah neutron yang dihasilkan dalam reaksi inti, sedangkan pada reaktor daya atau PLTN yang dimanfaatkan adalah panas hasil fisi, yang digunakan untuk mengubah air menjadi uap yang kemudian menggerakkan turbin-generator sehingga menghasilkan listrik. Bahan bakar bekas dikeluarkan dari reaktor untuk didinginkan selama beberapa aktu, kemudian diangkut menuju fasilitas pengolahan ulang. !nsur uranium sisa pembakaran dan plutonium sebagai hasil belah dipisahkan untuk dimanfaatkan kembali. "angkaian proses ini disebut Daur Bahan Bakar Nuklir.

URAIAN 1. Penambangan, Pemurnian dan Pengayaan


!ranium yang digunakan sebagai bahan bakar nuklir ditambang dalam bentuk bijih uranium, kemudian dimurnikan untuk menghasilkan uranium alam. Dalam uranium alam terkandung uranium dapat belah atau !-#$% sebanyak &,'(. )gar reaksi berantai dapat berlangsung di dalam reaktor nuklir, dibutuhkan uranium diperkaya yang mengandung !#$% sebesar $-%(. *leh karena itu, uranium harus diproses di fasilitas pengayaan. !ranium heksafluorida +!,-. merupakan salah satu senya a uranium berbentuk gas pada temperatur kamar yang digunakan sebagai bahan baku pada fasilitas pengayaan. !ranium berbentuk padat pada suhu kamar harus dikonversi atau diubah menjadi !,-. /onversi !,yang telah diperkaya menjadi !*# untuk bahan bakar yang digunakan di reaktor nuklir disebut konversi ulang. Fabrikasi Bahan Bakar !ranium dalam bentuk !*# dimampatkan menjadi pelet. 0elanjutnya pelet !*# ini disusun dan dimasukkan ke dalam kelongsong logam. Beberapa kelongsong disusun menjadi bundel bahan bakar. Proses ini disebut fabrikasi bahan bakar. Bundel bahan bakar dimasukkan ke dalam reaktor nuklir sebagai bahan bakar. Si a! Bahan Bakar Da"am Reak!#r Nuk"ir Di dalam reaktor nuklir, !-#$% bereaksi dengan neutron termal dan membelah menjadi inti lain dengan membebaskan #-$ neutron baru dan menghasilkan panas. Pada reaktor daya, panas yang dihasilkan digunakan untuk mendidihkan air, uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan turbin-generator sehingga menghasilkan listrik. Neutron baru hasil pembelahan inti akan bereaksi dengan inti !-#$% lainnya dan seterusnya menimbulkan reaksi berantai. Neutron yang bereaksi dengan !-#$1 akan membentuk plutonium +Pu-#$2.. Plutonium ini memiliki sifat yang sama dengan !-#$%, yaitu dapat membelah setelah bereaksi dengan neutron untuk menghasilkan energi atau panas. !nsur hasil belah semakin lama semakin banyak, hal ini akan berakibat pada penurunan jumlah reaksi berantai karena mempunyai sifat menyerap neutron. !ntuk men3egah penurunan reaksi berantai dibutuhkan penggantian bahan bakar. Proses penggantian dilakukan dengan mengeluarkan bahan bakar lama kemudian diganti dengan bahan bakar baru. Bahan bakar yang telah dikeluarkan dari dalam reaktor disebut bahan bakar bekas. Bahan Bakar Bekas Bahan bakar bekas disimpan di dalam kolam pendingin untuk jangka aktu tertentu,

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

kemudian dikirim ke fasilitas olah-ulang menggunakan adah khusus. Pengiriman bahan bakar bekas ke tempat penyimpanan antara lain dapat menggunakan kapal laut yang didesain se3ara khusus. Penyim$anan Semen!ara ,asilitas penyimpanan sementara dibuat dengan tujuan untuk pengelolaan bahan bakar bekas yang bersifat sementara sampai dilakukan proses olah-ulang. 4odel penyimpanan bahan bakar bekas ada dua ma3am yakni 3ara basah +di dalam air. dan 3ara kering +di dalam aliran gas helium atau udara.. Penyimpanan 3ara basah sudah dilakukan selama puluhan tahun dan teknologi ini sudah terbukti aman, alaupun biaya operasi masih 3ukup besar. !ntuk mengatasi masalah ini, telah dikembangkan penyimpanan 3ara kering. 5ara kering dibagi menjadi dua ma3am bergantung pada lokasi penyimpanan, yaitu penyimpanan bahan bakar bekas di dalam PLTN atau disebut At Reactor Storage +)"0. dan di luar PLTN atau disebut Away From Reactor Storage +),"0.. Fasi"i!as %"ah&u"ang Bahan bakar bekas yang telah dikirim ke fasilitas olah-ulang disimpan di dalam kolam penyimpanan selama jangka aktu tertentu +kira-kira 61& hari.. Bundel bahan bakar dilepas dan setiap kelongsong dipotong menjadi beberapa sentimeter, kemudian potongan dikirim ke bagian lain untuk dilarutkan dengan asam sulfat. Larutan yang terbentuk dipisahkan menjadi larutan yang mengandung unsur hasil belah, uranium dan plutonium. Larutan yang mengandung unsur hasil belah diproses sebagai limbah. Larutan yang mengandung uranium dan plutonium dipisahkan dan masing-masing larutan dimurnikan di fasilitas pemurnian. /emudian larutan yang mengandung uranium dijadikan serbuk !*$ dan larutan yang mengandung plutonium diubah menjadi larutan plutonium sulfat, dan menjadi produk akhir fasilitas olah-ulang. !ranium dan plutonium yang dihasilkan dari proses olah-ulang bahan bakar bekas di dalam fasilitas olah-ulang disebut !ranium hasil olah-ulang dan Plutonium hasil olah-ulang. Peman aa!an Uranium hasi" #"ah&u"ang !ranium hasil olah-ulang mempunyai tingkat pengayaan !-#$% sekitar &,1-6(, dan disebut pengayaan rendah karena masih mendekati kadar !-#$% dalam uranium alam. !ntuk melakukan pengayaan !*# hasil olah-ulang diperlukan konversi ke !,- sebagai bahan baku pengayaan. !,- hasil konversi, meskipun berkadar !-#$% rendah tetapi biaya pengayaan masih lebih rendah dibanding bahan baku uranium alam, sehingga sangat ekonomis. "angkaian proses pemanfaatan uranium hasil olah-ulang menjadi bahan bakar baru disebut Daur Bahan Bakar Nuklir Tertutup. Peman aa!an P"u!#nium hasi" #"ah&u"ang !ntuk memperoleh 3ampuran !ranium Plutonium *ksida, larutan plutonium sulfat di3ampur dengan larutan uranium sulfat dan dipanaskan menggunakan gelombang mikro. 5ampuran oksida kemudian dibuat menjadi pelet dengan penekanan dan disusun ke dalam tabung kelongsong bahan bakar. /elongsong disusun menjadi bundel bahan bakar. Bahan bakar jenis ini disebut dengan Bahan Bakar 5ampuran !ranium Plutonium *ksida +bahan bakar Mixed Oxide74*8.. Bahan bakar 4*8 dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor pembiak 3epat +fast breeder reactor7,B". dan untuk reaktor air ringan jenis Plutoniumthermal Pengiriman Bahan Nuk"ir !ranium diperkaya untuk kebutuhan per3obaan di laboratorium dalam jumlah ke3il, dikirim dalam bentuk logam uranium atau plutonium oksida. !ranium alam dikirim dalam bentuk yellow cake +serbuk kuning.. Pengiriman bahan bakar bekas hasil olah-ulang dapat dilakukan dengan menggunakan kapal laut yang didesain se3ara khusus. Pr#ses Limbah Radi#ak!i Limbah radioaktif yang dimaksud di sini adalah limbah yang dihasilkan dari proses daur bahan bakar nuklir. Limbah radioaktif yang termasuk dalam klasifikasi aktivitas tinggi dihasilkan dari pelarutan bahan bakar selama proses olah-ulang. /andungan utama limbah tersebut adalah larutan 3ampuran bahan nuklir dan unsur hasil belah. 0etelah dipisahkan, larutan hanya mengandung unsur hasil belah. Larutan kemudian di3ampur dengan natrium boron oksida untuk dipadatkan menjadi gelas melalui proses pemanasan dan pendinginan

+vitrifikasi., untuk selanjutnya disimpan selama $&-%& tahun di fasilitas penyimpanan sementara, kemudian disimpan di tempat penyimpanan limbah lestari +Geological is!osal..

9ika seluruh rangkaian proses mulai dari penambangan uranium sampai dengan olah-ulang limbah dan penyimpanan akhir dapat dilakukan, maka sempurnalah rangkaian daur bahan bakar nuklir tersebut.

Sumber : www.batan.go.id