Anda di halaman 1dari 26

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1.

1 Definisi Diare Diare adalah penyakit yang ditandai bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (> 3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan atau tanpa darah atau lendir. (Suraatmaja, !!") #enurut $%& ( !!'), diare didefinisikan sebagai ()( cair tiga kali atau lebih dalam sehari semalam. (erdasarkan *aktu serangannya terbagi menjadi dua, yaitu diare akut (+ minggu) dan diare kronik (, minggu). ($idoyono, !!')

Pada kasus pasien Ny. Ng : 0ada pasien ditegakkan diagnosis diare kronik berdasarkan dari anamnesis (bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (> 3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan atau tanpa darah atau lendir selama , minggu.

II.1.2 Penyebab Diare -erdapat banyak penyebab diare yang bisa diklasifikasikan berdasarkan simptom yang dikeluhkan oleh pasien dan durasi diare itu sendiri. .amun begitu, menurut (runner dan Suddarth secara umumnya, diare dapat disebabkan oleh obat/obatan tertentu seperti pengganti hormon tiroid, obat pelunak feses dan laksatif, antibiotik, kemoterapi maupun antasida. Selain itu juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolik dan endokrin seperti keracunan makanan dan disentri. 0roses penyakit lain yang dihubungkan dengan diare adalah gangguan nutrisi yang menyebabkan malabsorbsi seperti sindroma usus peka, colitis, ulseratif dan enteritis regional. Selain itu, penyakit seperti deficit spinkter anal, ZollingerEllison Syndrome, paralitik ileus dan obstruksi usus juga dapat menyebabkan diare. #enurut Daldiyono, diare dapat dikelompokan ke dalam 1 kelompok besar, namun penyebab yang paling sering adalah akibat infeksi bakteri, 2irus, proto3oa, maupun parasit. 0enyebab lain diataranya adalah alergi, malabsorbsi,

4"

keracunan, defisiensi imunitas. -ipe dasar diare karena infeksi adalah non inflamatori dan inflamatori. Diare secara umumnya terjadi apabila cairan dari makanan kita tidak bisa diserap oleh usus besar. Dalam proses digestasi, makanan yang kita konsumsi akan tercampur dengan cairan untuk memudahkan proses pencernaan. Secara normal, makanan yang dicerna akan diserap oleh usus kecil dan meninggalkan kotoran yang tercampur dengan cairan untuk diserap oleh usus besar. 5sus besar akan menyerap cairan, dan meninggalkan material lain sebagai kotoran yang setengah padat yang seterusnya menjadi feses. )pabila usus besar mengalami inflamasi, penyerapan cairan tidak berlaku dan hasilnya, air akan turut mengikuti feses keluar hingga mengakibatkan feses berair. Di 6ndonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rota2irus. (akteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. &rganisme/ organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. #ikroorganisme ini akan mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar. #akanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. %al inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare. Pada kasus pasien Ny. Ng : 0ada pasien, diare tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman atau obat. 0asien juga mengaku tidak sedang menderita penyakit lain selain diare. Sebelumnya pasien juga tidak bepergian keluar kota/ ke tempat lain. 0asien mengeluh demam. 7emungkinan diare disebabkan oleh infeksi.

II.1.3 pide!i"#"gi Diare 7uman penyebab diare biasanya menyebar melalui mulut ( orofecal) antara lain melalui makanan/minuman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. (eberapa perilaku khusus dapat menyebabkan penyebaran

4'

kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare. 0erilaku tersebut antara lain ialah 8 ((79)6, !!") a) -idak memberikan )S6 secara penuh untuk :/1 bulan pertama kehidupan. ;isiko untuk menderita diare berat beberapa kali lebih besar pada bayi yang tidak diberi )S6 daripada bayi yang diberi )S6 penuh. ;isiko kematian karena diare juga lebih besar. b) #enggunakan botol susu. 0enggunaan botol susu ini memudahkan pencemaran oleh kuman yang berasal dari tinja dan sukar dibersihkan. Se*aktu susu dimasukkan ke dalam botol yang tidak bersih, akan terjadi kontaminasi kuman dan bila tidak segera diminum, kuman akan tumbuh. c) #enyimpan masakan masak pada suhu kamar. (ila makanan dimasak dan disimpan untuk digunakan kemudian, keadaan ini memudahkan terjadinya pencemaran, misalnya kontak dengan permukaan alat/alat yang terpapar. (ila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar, kuman dapat berkembang biak. d) #enggunakan air minum yang tercemar oleh bakteri yang berasal dari tinja. )ir mungkin terpapar di sumbernya atau pada saat disimpan di rumah. 0encemaran di rumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan tercemar kuman mengenai air se*aktu mengambilnya dari tempat penyimpanan. e) f) -idak mencuci tangan sesudah buang air besar. Sesudah membuang tinja atau sebelum memasak makanan. -idak membuang tinja dengan benar. Sering dianggap bah*a tinja tidak berbahaya, padahal sesungguhnya mengandung 2irus atau bakteri dalam jumlah besar. -inja binatang dapat pula menyebabkan infeksi pada manusia. Pada kasus pasien Ny. Ng : 0ada pasien, diare kemungkinan disebabkan karena faktor lingkungan (sanitasi dan hygiene) pasien yang buruk.

4<

II.1.$ Dis%ribusi Penyaki% Diare Distribusi penyakit diare berdasarkan orang (umur) sekitar '!= kematian diare tersebut terjadi pada anak di ba*ah usia tahun. Data -ahun !!: menunjukkan bah*a dari sekitar 4 > juta anak usia !/44 bulan dan :>! juta anak usia 4/: tahun yang tinggal di negara berkembang dengan total episode diare pada balita sekitar 4,: milyar kali per tahun. Dari jumlah tersebut total episode diare pada bayi usia di ba*ah !/44 bulan sebanyak :"> juta dan anak usia 4/: tahun sekitar < > juta kali per tahun. ()miruddin, !!") Pada kasus pasien Ny. Ng : 0asien berumur 1! tahun. 7emungkinan penyebab diare adanya penyakit lain. ?aktor usia gangguan pencernaan.

?aktor lingkungan (%ygiene dan sanitasi) yang buruk II.1.& Pa%"fisi"#"gi Diare )da prinsip mekanisme terjadinya diare cair, yaitu sekretorik dan osmotik. #eskipun dapat melalui dua mekanisme tersebut, diare sekretorik lebih sering ditemukan pada infeksi saluran cerna. (egitu pula kedua mekanisme tersebut dapat terjadi bersamaan. #ekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah 8 ((79)6, !!") Diare 's!"%ik #ukosa usus halus adalah epitel berpori, yang dapat dilalui oleh air dan elektrolit dengan cepat untuk mempertahankan tekanan osmotik antara lumen usus dengan cairan ekstrasel. &leh karena itu, bila di dalam lumen usus terdapat bahan yang secara osmotik aktif dan sulit diserap akan menyebabkan diare. (ila bahan tersebut adalah larutan isotonik, air atau bahan yang larut, maka akan mele*ati mukosa usus halus tanpa diabsorbsi sehingga terjadi diare. Diare Sekre%"rik Disebabkan oleh sekresi air dan elektrolit ke dalam usus halus yang terjadi akibat gangguan absorpsi natrium oleh 2illus saluran cerna, sedangkan sekresi klorida tetap berlangsung / meningkat. 7eadaan ini menyebabkan air dan elektrolit keluar dari tubuh sebagai tinja cair. Diare sekretorik ditemukan pada

diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri akibat rangsangan pada mukosa usus oleh toksin, misalnya toksin E.coli atau V.cholerae . (ekanis!e pa%"genesis #ain @asad renik menyebabkan diare melalui sejumlah mekanisme antara lain sebagai berikut 8 ((79)6, !!") 4. Airus (eberapa jenis 2irus seperti rota2irus berkembang biak dalam epitel 2ili usus halus, menyebabkan kerusakan sel epitel dan pemendekan 2ili. %ilangnya sel/sel 2ili ini yang secara normal mempunyai fungsi absorbsi dan penggantian sementara oleh sel epitel berbentuk kripta yang belum matang, menyebabkan usus mensekresi air dan elektriolit. 7erusakan 2ili dapat juga dihubungkan berkurangnya dengan hilangnya en3im disakaridase, laktosa. menyebabkan absorpsi disakarida terutama

0enyembuhan terjadi bila 2ili mengalami regenerasi dan epitel 2ilinya menjadi matang. . (akteri a. 0enempelan di mukosa. (akteri yang berkembang biak dalam usus halus pertama/tama harus menempel mukosa untuk menghindarkan diri dari penyapuan. 0enempelan terjadi melalui antigen yang menyerupai rambut getar, disebut pili atau fimbria, yang melekat pada reseptor di permukaan usus. %al ini terjadi misalnya pada E.coli enterotoksigenik dan V.Cholerae 01. 0ada beberapa keadaan, penempelan di mukosa dihubungkan dengan perubahan epitel usus yang menyebabkan pengurangan kapasitas penyerapan atau menyebabkan sekresi cairan (misalnya infeksi E.coli enteropatogenik dan enteroagregasi). b. -oBin yang menyebabkan sekresi. E.coli enterotoksigenik dan V.cholerae !4 dan beberapa bakteri lain mengeluarkan toksin yang menghambat fungsi sel epitel. -oksin ini mengurangi absorpsi natrium melalui 2ili dan mungkin meningkatkan sekresi chloride (Cl/) dari kripta, yang menyebabkan sekresi air dan elektrolit. 0enyembuhan terjadi bila sel yang sakit diganti dengan sel yang sehat setelah /: hari.

c. 6n2asi mukosa. Shigella, C.jejuni, E.coli enteroin2asif dan Salmonella dapat menyebabkan diare berdarah melalui in2asi dan perusakan sel epitel mukosa ini terjadi sebagian besar di kolon dan bagian distal ileum. 6n2asi mungkin diikuti dengan pembentukan mikroabses dan ulkus superfisial yang menyebabkan adanya sel darah merah dan sel darah putih atau terlihat adanya darah dalam tinja. -oksin yang dihasilkan oleh kuman ini menyebabkan kerusakan jaringan dan kemungkinan juga sekresi air dan elektrolit dari mukosa. 3. 0roto3oa a. 0enempelan mukosa. G.lamblia dan Cryp osporidium menempel pada epitel usus halus dan menyebabkan pemendekan 2ili yang kemungkinan menyebabkan diare. b. 6n2asi mukosa. E.his oli ica menyebabkan diare dengan cara mengin2asi epitel mukosa di kolon (ileum) yang menyebabkan mikroabses dan ulkus. .amun begitu keadaan ini baru terjadi bila strainnya sangat ganas. 0ada manusia, <!= infeksi terjadi oleh strain yang tidak ganasD dalam hal ini tidak ada in2asi ke mukosa dan tidak timbul gejala/tanda/tanda, meskipun krista amoeba dan trofo3oit mungkin ada di dalam tinjanya. II.1.) Diagn"sis Diare Pendeka%an U!u! 5ntuk mendiagnosis pasien diare infeksi bakteri diperlukan pemeriksaan yang sistematik dan cermat. 7epada pasien perlu ditanyakan ri*ayat penyakit, latar belakang dan lingkungan pasien, ri*ayat pemakaian obat terutama antibiotik, ri*ayat perjalanan, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 0endekatan umum Diare infeksi bakteri baik diagnosis dan terapeutik terlihat pada gambar berikut 8

0endekatan umum Diare infeksi (akteri (anifes%asi K#inis 9ejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 3 kali

atau lebih dalam sehari, yang biasanya disertai denga rasa ketidaknyamanan perianal, inkontinensia, atau kombinasi dengan faktor/faktor ini. ;asa mual dan muntah/muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi 2irus. 6nfeksi bisa secara tiba/tiba menyebabkan diare, muntah, tinja berdarah, demam, penurunan nafsu makan atau kelesuan. Selain itu, dapat pula mengalami sakit perut dan kejang perut, serta gejal/gejala lain seperti flu misalnya

agak demam, nyeri otot atau kejang, dan sakit kepala. 9angguan bakteri dan parasit kadang/kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi. Selain diare, pasien gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada nafsu makan. -inja mungkin mengandung darah dan/ atau lendir. #eningkatnya asam laktat akibat fermentasi laktosa di dalam usus besar menyebabkan tinja menjadi asam yang dapat mengiritasi anus dan sekitarnya sehingga lecet. #untah dapat terjadi sebelum diare. Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium), sehingga pada bayi, bayi menjadi re*el atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak. Diare seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput. Dehidrasi berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok. ((79)6, !!") Pada kasus pasien Ny. Ng : 0ada pasien mengalami mencret dengan frekuensi 3 kali atau lebih, rasa mual, nafsu makan berkurang, nyeri perut dan berat badan menurun. Dari pemeriksaan terlihat sakit sedang, lemah dengan kesadaran compos mentis / 9CS 4> dan pemeriksaan tanda 2ital 8 -ekanan Darah .adi Suhu ;espirasi 8 <!/1! mm%g 8 4!!B/menit 8 3",3!C 8 :B/menit

0ada pemeriksaan abdomen terdapat peningkatan bising usus dan pasien menunjukkan tanda de+idrasi ringan,sedang

Pe!eriksaan *ab"ra%"riu! E2aluasi laboratorium pasien tersangka diare infeksi dimulai dari pemeriksaan feses adanya leukosit. 7otoran biasanya tidak mengandung leukosit, jika ada itu dianggap sebagai penanda inflamasi kolon baik infeksi maupun non infeksi. 7arena netrofil akan berubah, sampel harus diperiksa sesegera mungkin. Sensitifitas lekosit feses terhadap inflamasi patogen (Salmonella, Shigella dan

Campylobac er) yang dideteksi dengan kultur feses ber2ariasi dari :>= / <>= tergantung dari jenis patogennya. 0enanda yang lebih stabil untuk inflamasi intestinal adalah laktoferin. Faktoferin adalah glikoprotein bersalut besi yang dilepaskan netrofil, keberadaannya dalam feses menunjukkan inflamasi kolon. 0ositip palsu dapat terjadi pada bayi yang minum )S6. 0ada suatu studi, laktoferin feses, dideteksi dengan menggunakan uji agglutinasi lateks yang tersedia secara komersial, sensitifitas '3 G <3 = dan spesifisitas 14 G 4!! = terhadap pasien dengan Salmonella,Campiloba! er, atau Shigella spp, yang dideteksi dengan biakan kotoran. (iakan kotoran harus dilakukan setiap pasien tersangka atau menderita diare inflammasi berdasarkan klinis dan epidemiologis, test lekosit feses atau latoferin positip, atau keduanya. 0asien dengan diare berdarah yang nyata harus dilakukan kultur feses untuk E%EC &4>" 8 %". 0asien dengan diare berat, demam, nyeri abdomen, atau kehilangan cairan harus diperiksa kimia darah, natrium, kalium, klorida, ureum, kreatinin, analisa gas darah dan pemeriksaan darah lengkap. 0emeriksaan radiologis seperti sigmoidoskopi, kolonoskopi dan lainnya biasanya tidak membantu untuk e2aluasi diare akut infeksi. II.1.- K"!p#ikasi Diare Diare dapat menyebabkan 8 ((79)6, !!") 4. Dehidrasi, akibat kehilangan air (output) lebih banyak dibanding masukan air (input). . 9angguan keseimbangan asam/basa (metabolik asidosis) karena 8 a. 7ehilangan .a/bikarbonat bersama tinja b. 7etosis kelaparan c. 0enimbunan asam laktat karena anoksia jaringan d. 0roduk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria / anuria) e. 0emindahan ion .a dari cairan ekstraselular ke dalam cairan intraselular

>

3. %ipoglikemia, terjadi pada /3 = pasien yang menderita diare. 9ejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun sampai :!mg= yang berupa lemah, apatis, peka rangsang, tremor, berkeringat, pucat, syok, kejang sampai koma. :. 9angguan nutrisi akibat penurunan berat badan dalam *aktu singkat. %al ini dapat disebabkan oleh 8 a. #akanan sering dihentikan orangtua karena takut diare/muntah akan bertambah hebat. b. Susu diberikan dengan pengenceran dan dalam *aktu yang lama. c. #akanan yang diberikan sering tidak dicerna dan diabsorpsi dengan baik, karena adanya hiperperistaltik. >. 9angguan sirkulasi berupa renjatan (syok hipo2olemik). Pada kasus pasien Ny. Ng : 0ada pasien mengalami de+idrasi ringan,sedang0 kemungkinan gangguan keseimbangan asam/basa serta gangguan nutrisi.

II.1.. Peng"ba%an Diare a. Penggan%ian /airan dan e#ek%r"#i% )spek paling penting dari terapi diare adalah untuk menjaga hidrasi yang adekuat dan keseimbangan elektrolit selama episode akut. 6ni dilakukan dengan rehidrasi oral, dimana harus dilakukan pada semua pasien kecuali yang tidak dapat minum atau yang terkena diare hebat yang memerlukan hidrasi inta2ena yang membahayakan ji*a. 6dealnya, cairan rehidrasi oral harus terdiri dari 3,> g .atrium klorida, dan ,> g .atrium bikarbonat, 4,> g kalium klorida, dan ! g glukosa per liter air. Cairan seperti itu tersedia secara komersial dalam paket/paket yang mudah disiapkan dengan mencampurkan dengan air. @ika sediaan secara komersial tidak ada, cairan rehidrasi oral pengganti dapat dibuat dengan menambahkan H sendok teh garam, H sendok teh baking soda, dan G : sendok makan gula per liter air. Dua pisang atau 4 cangkir jus jeruk diberikan untuk mengganti kalium. 0asien

harus minum cairan tersebut sebanyak mungkin sejak mereka merasa haus pertama kalinya. @ika terapi intra 2ena diperlukan, cairan normotonik seperti cairan saline normal atau laktat ;inger harus diberikan dengan suplementasi kalium sebagaimana panduan kimia darah. Status hidrasi harus dimonitor dengan baik

dengan memperhatikan tanda/tanda 2ital, pernapasan, dan urin, dan penyesuaian infus jika diperlukan. 0emberian harus diubah ke cairan rehidrasi oral sesegera mungkin. @umlah cairan yang hendak diberikan sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan. 7ehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan memakai cara 8 7ebutuhan cairan I (D 0lasma G 4,! > J (erat badan (7g) J : ml !,!!4 #etode "ierce berdasarkan keadaan klinis 8 / / / Dehidrasi ringan, kebutuhan cairan >= J 7g(( Dehidrasi sedang, kebutuhan cairan '= J 7g(( Dehidrasi berat, kebutuhan cairan 4!= J 7g(( #etode Daldiyono berdasarkan keadaan klinis yang diberi penilaian/skor seperti tabel di ba*ah ini 8 7ebutuhan cairan I Skor J 4!= J 7g(( J 4 liter 4> "

Goldbeger (4<'!) mengemukakan beberapa cara menghitung kebutuhan cairan Cara 6 8 , , , @ika ada rasa haus dan tidak ada tanda/tanda klinis dehidrasi lainnya, maka kehilangan cairan kira/kira = dari berat badan pada *aktu itu. (ila disertai mulut kering, oliguri, maka defisit cairan sekitar 1= dari berat badan saat itu. (ila ada tanda/tanda diatas disertai kelemahan fisik yang jelas, perubahan mental seperti bingung atau delirium, maka defisit cairan sekitar " /4:= atau sekitar 3,> G " liter pada orang de*asa dengan berat badan >! 7g. Cara 66 8 , @ika penderita dapat ditimbang tiap hari, maka kehilangan berat badan : 7g pada fase akut sama dengan defisit air sebanyak : liter.

Cara 666 8 Dengan menggunakan rumus 8 Na2 1 B22 3 Na1 1 B21, dimana 8 .a4 I 7adar .atrium plasma normalD ($4 I Aolume air badan normal, biasanya 1!= dari berat badan untuk pria dan >!= untuk *anita D .a I 7adar natrium plasma sekarang D ($ I 2olume air badan sekarang b. An%i bi"%ik 0emberian antibotik secara empiris jarang diindikasikan pada diare akut infeksi, karena :!= kasus diare infeksi sembuh kurang dari 3 hari tanpa pemberian anti biotik. 0emberian antibiotik di indikasikan pada 8 0asien dengan gejala dan tanda diare infeksi seperti demam, feses berdarah, leukosit pada feses, mengurangi ekskresi dan kontaminasi lingkungan, persisten atau penyelamatan ji*a pada diare infeksi, diare pada pelancong, dan pasien immunokompomise. 0emberian

'

antibiotik secara empiris dapat dilakukan (tabel ), tetapi terapi antibiotik spesifik diberikan berdasarkan kultur dan resistensi kuman. -abel . )ntibiotik empiris untuk Diare infeksi (akteri 4. 'ba% an%i diare luas Ke#"!p"k an%isekresi se#ek%if -erobosan terbaru dalam milenium ini adalah mulai tersedianya secara racecado ril fungsi yang akan bermanfaat menormalkan sekali sebagai dari penghambat elektrolit en3im en!ephalinase sehingga enkephalin dapat bekerja kembali secara normal. 0erbaikan sekresi sehingga keseimbangan cairan dapat dikembalikan secara normal. Di 6ndonesia saat ini tersedia di ba*ah nama hidrasec sebagai generasi pertama jenis obat baru anti diare yang dapat pula digunakan lebih aman pada anak. Ke#"!p"k "pia% Dalam kelompok ini tergolong kodein fosfat, loperamid %Cl serta kombinasi difenoksilat dan atropin sulfat (lomotil). 0enggunaan kodein adalah 4>/ 1! mg 3B sehari, loperamid G : mg/ 3 G :B sehari dan lomotil >mg 3 G : B sehari. Efek kelompok obat tersebut meliputi penghambatan propulsi, peningkatan

absorbsi cairan sehingga dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frek*ensi diare. (ila diberikan dengan cara yang benar obat ini cukup aman dan dapat mengurangi frek*ensi defekasi sampai '!=. (ila diare akut dengan gejala demam dan sindrom disentri obat ini tidak dianjurkan. Ke#"!p"k abs"rben%

<

)rang aktif, attapulgit aktif, bismut subsalisilat, pektin, kaolin, atau smektit diberikan atas dasar argumentasi bah*a 3at ini dapat menyeap bahan infeksius atau toksin/toksin. #elalui efek tersebut maka sel mukosa usus terhindar kontak langsung dengan 3at/3at yang dapat merangsang sekresi elektrolit. 5a% 6idr"fi#ik Ekstrak tumbuh/tumbuhan yang berasal dari "lan ago o#e a, "syllium, $araya %S rerculia&, 'spraghulla, Cop idis dan Ca echu dapat membentuk kolloid dengan cairan dalam lumen usus dan akan mengurangi frek*ensi dan konsistensi feses tetapi tidak dapat mengurangi kehilangan cairan dan elektrolit. 0emakaiannya adalah >/4! cc/ B sehari dilarutkan dalam air atau diberikan dalam bentuk kapsul atau tablet. Pr"bi"%ik 7elompok probiotik yang terdiri dari (ac obacillus dan )ifidobac eria atau Saccharomyces boulardii, bila mengalami peningkatan jumlahnya di saluran cerna akan memiliki efek yang positif karena berkompetisi untuk nutrisi dan reseptor saluran cerna. Syarat penggunaan dan keberhasilan mengurangi/menghilangkan diare harus diberikan dalam jumlah yang adekuat. II.1.7 Pen4ega+an Diare 7arena penularan diare menyebar melalui jalur fekal/oral, penularannya dapat dicegah dengan menjaga higiene pribadi yang baik. 6ni termasuk sering mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan khususnya selama mengolah makanan. 7otoran manusia harus diasingkan dari daerah pemukiman, dan he*an ternak harus terjaga dari kotoran manusia. 7arena makanan dan air merupakan penularan yang utama, ini harus diberikan perhatian khusus. #inum air, air yang digunakan untuk membersihkan makanan, atau air yang digunakan untuk memasak harus disaring dan diklorinasi. @ika ada kecurigaan tentang keamanan air atau air yang tidak dimurnikan yang diambil dari danau atau air, harus direbus dahulu beberapa menit sebelum dikonsumsi. 7etika berenang di danau atau sungai, harus diperingatkan untuk tidak menelan air.

3!

Semua buah dan sayuran harus dibersihkan menyeluruh dengan air yang bersih (air rebusan, saringan, atau olahan) sebelum dikonsumsi. Fimbah manusia atau he*an yang tidak diolah tidak dapat digunakan sebagai pupuk pada buah/ buahan dan sayuran. Semua daging dan makanan laut harus dimasak. %anya produk susu yang dipasteurisasi dan jus yang boleh dikonsumsi. $abah E%EC terakhir berhubungan dengan meminum jus apel yang tidak dipasteurisasi yang dibuat dari apel terkontaminasi, setelah jatuh dan terkena kotoran ternak. Aaksinasi cukup menjanjikan dalam mencegah diare infeksius, tetapi efekti2itas dan ketersediaan 2aksin sangat terbatas. 0ada saat ini, 2aksin yang tersedia adalah untuk A. colera, dan demam tipoid. Aaksin kolera parenteral kini tidak begitu efektif dan tidak direkomendasikan untuk digunakan. Aaksin oral kolera terbaru lebih efektif, dan durasi imunitasnya lebih panjang. Aaksin tipoid parenteral yang lama hanya "! = efektif dan sering memberikan efek samping. Aaksin parenteral terbaru juga melindungi "! =, tetapi hanya memerlukan 4 dosis dan memberikan efek samping yang lebih sedikit. Aaksin tipoid oral telah tersedia, hanya diperlukan 4 kapsul setiap dua hari selama : kali dan memberikan efikasi yang mirip dengan dua 2aksin lainnya.

P NATA*AKSANAAN KASUS Infus 8inger *ak%a%

34

&smolaritas cairan mendekati serum, sehingga mudah untuk masuk ke pembuluh darah dan lebih cepat menggantikan kehilangan cairan tubuh. 7ristaloid dengan mudah didistribusi ke cairan ekstraseluler, hanya sekitar != elektrolit yang diberikan akan tinggal di ruang intra2askuler. 7omposisi .a (43! mEK/F), Cl (4!< mEK/F), Ca (3 mEK), dan laktat ( ' mEK/F). ;F juga banyak dugunakan sebagai replacement therapy. #emiliki resiko terjadinya o2erload, khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. D"pa!in 9iu#ini 7omposisi 8 -iap 4 )mpul 4! ml mengandung Dopamin %CF !!mg 6ndikasi 8 o #emperbaiki %emodinamik pada kondisi sindrom syok akibat o infark miokardia o trauma o syok sepsis o &perasi terbuka gagal @antung o 9agal 9injal o Serangan @antung kronis ?armakologi 8 o Dopamin merupakan neurotransmiter (pemba*a pesan) di otak yang berfungsi untuk mengantarkan pesan, khususnya yang mengatur gerakan/gerakan halus dan terkoordinasi o Dopamin sebagai obat, bekerja pada sistem saraf simpatik, menghasilkan efek seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. .amun, karena dopamin tidak dapat menyeberangi penghalang darah/otak, dopamin diberikan sebagai obat tidak secara langsung mempengaruhi sistem saraf pusat. 7ontraindikasi 8 o 0asien dengan pheochromocytoma, takiaritmia atau fibrilasi 2entrikel

Efek Samping 8 o Denyut ektopik, dispnea, 2asokontriksi, mual, muntah, sakit kepala, lelah, rasa cemas, tremor, palpitasari, nyeri angina dan kadang/kadang terjadi hipertensi

Bi"diar 7omposisi 8 Setiap tablet mengandung 7hasiat 8 (ahan aktif dari (iodiarL adalah )ttapulgite koloidal. )ttapulgite merupakan suatu 3at dengan kapasitas absorpsi yang telah diaktifkan dengan cara pemanasan. (iodiarL dapat mengobati diare dengan gejala/gejalanya. )ttapulgite menyerap gas/gas beracun, 3at yang merangsang, endotoBin, bakteri dan 2irus yang menyebabkan diare. -ambahan lagi, )ttapulgite melapisi selaput lendir di usus yang meradang dan menyerap bagian/bagian berair sehingga menormalkan pembentukan tinja. )ttapulgite bersifat radio transparan sehingga tidak mengganggu gambaran penyinaranJ. $arna tinja tidak dipengaruhi )ttapulgite. 6ndikasi 8 5ntuk pengobatan simtomatik pada diare yang tidak spesifik. Dosis 8 De*asa8 tablet setelah diare pertama, tablet sesudah tiap kali diare berikutnya. #aksimum 4 tablet sehari. )nak/anak 1/4 tahun8 A: dosis de*asa atau seperti yang dianjurkan dokter maksimum 1 tablet sehari. Fama pemberian biasanya hari atau sesuai petunjuk dokter. 7ontraindikasi 8 %ipersensiti2itasterhadap )ttapulgite. 13! mg )ttapulgite yang diaktifkan (aluminium magnesium silikat).

0erhatian 8

33

Daya serap )ttapulgite mungkin mempengaruhi penyerapan obat/obat lain, misalnya -etrasiklin. @angan gunakan lebih dari 4 tablet dalam : jam. @angan gunakan lebih dari hari atau dalam keadaan demam tinggi. @angan diberikan padaanakdiba*ah 1 tahun, kecualiatas petunjuk dokter jika diare tidak dapat diatasi,segera ke dokter. %ati/ hati jika diberikan pada penderita insufisiensi ginjal yang berat jika diare pada anak/anak disertai dehidrasi, pengobatan a*al harus dengan oralit. 0ada keadaan ini, (iodiarM dianjurkan untuk diberikan bersama dengan oralit. *a4%",B 7omposisi 8

0er sachet Aiable cell counts 4 B 4! C?5/g (Factobacillus acidophilus, bifidobacterium longun, Streptococcus faecium), 2it C 4! mg, 2it (, !,> mg, 2it ( !.> mg, 2it (1 !.> mg, niacin !.! g, fat !.4 g, energi 3.: kal. 6ndikasi 8 0engobatan diare N pencegahan intoleransi laktosa. mg, protein

In:eksi ;iba4 2<1 i= G 7omposisi 8 Cefta3idime pentahydrate. G 6ndikasi 8 6nfeksi sal pernafasan bag b*h, 6S7, infeksi kulit N struktur kulit, infeksi abdominal N billed infeksi tulang N sendi, dialisis. G 7ontraindikasi 8 %ipersensitif thd sefalosporin. G 0erhatian 8 %ipersensitif terhadap penisilin. 7erusakan ginjal. G Efek samping 8 9angguan 9astrointestinal, efek SS0, flebitis atau tromboflebitis pada tempat injeksi nyeri N atau inflamasi setelah injeksi 6#. Sangat @arang, reaksi hipersensitif. 0erubahan hematologi sementara G Dosis 8 De*asa N anak > 4 tahun 4 g 6A/6# tiap '/4 jam. 6S7 tanpa komplikasi >! mg 6A/6# tiap 4 jam. 6nfeksi tulang N sendi g 6A tiap 4 jam. 6S7 dengan komplikasi >!! mg 6A/6# tiap '/4 jam, 0neumonia tanpa komplikasi, infeksi ringan kulit N struktur kulit >!! mg/4 g 6A/6# tiap ' jam. 6nfeksi serius ginekologi N infra/abdominal g 6A tiap ' jam.

3:

#eningitis

g 6A tiap ' jam. 6nfeksi yang membahayakan ji*a terutama g 6A tiap ' jam, 6nfeksi paru

pasien dengan gangguan imunologi

0seudomonas spp pada pasien fibrosis kistik dengan fungsi ginjal normal 3!/>! mg/kg(( 6A tiap ' jam. .eonatus 3! mg/kg(( 6A tiap 4 jam. (ayi N anak (4 bulan/4 tahun) 3!/>! mg/kg(( 6A, maks 1 g/hari, tiap ' jam. /ipr"f#"<a4in 7emasan 8 G G 6ndikasi 5ntuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap CiprofloBacin seperti 8 , , , , , , 6nfeksi saluran kemih termasuk prostatitis 5retritis dan ser2isitis gonorrhea 6nfeksi saluran cerna, termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. thypi 6nfeksi saluran nafas, kecuali pneumonia akibat Streptococcus 6nfeksi kulit dan jaringan lunak 6nfeksi tulang dan sendi. CiprofloBacin >! mg tablet / >!! mg tablet CiprofloBacin !! mg / 4!! mF infus

7ontra 6ndikasi , , , 0enderita yang hipersensitif terhadap CiprofloBacin atau antibiotika deri2at Kuinolone lainnya. $anita hamil dan menyusui. )nak/anak diba*ah usia 4' tahun.

Dosis Dosis &ral , , 6nfeksi ringan / sedang saluran kemih 8 B >! mg sehari. 6nfeksi berat saluran kemih 8 >!! mg sehari. 3> B >!! mg sehari. / 6nfeksi ringan / B >! / sedang saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak 8

, , , ,

6nfeksi berat saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak 8 >!! G ">! mg sehari. 0rostatitis kronis 8 sehari. 9onorrhoea akut 8 >! mg dosis tunggal. &steomielitis akut 8 dosis tidak kurang dari B >!! mg. / 6nfeksi saluran cerna 8

B >!! mg

B ">! mg sehari.

Fama pengobatan tergantung beratnya infeksi, kemajuan klinis dan bakteriologis. 5ntuk infeksi akut, lama pengobatan biasanya > G 4! hari. 0ada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang. , Dosis pada penggunaan fungsi ginjal 8 (ila bersihan kreatinin kurang dari ! ml/menit, maka dosis normal hanya diberikan 4 kali sehari atau jika diberikan separuhnya. Dosis 6nfus , , , , , CiprofloBacin infus harus diberikan secara infus intra2ena lambat dalam *aktu lebih dari 1! menit. 6nfeksi ginjal tanpa komplikasi dan infeksi saluran kemih bagian atas dan ba*ah 8 B 4!! mg sehari. 6nfeksi lain 8 B !! mg sehari. 9onorrhea akut dan sistitis akut tanpa komplikasi pada *anita 8 infus tunggal 4!! mg. Farutan infus dapat diberikan baik secara langsung atau setelah dicampur dengan larutan infus lain. Farutan infus ciprofloBacin cocok dengan larutan natrium klorida !,<=, deBtrose >=, air steril untuk injeksi, deBtrose 4!=, deBtrose >= dan natrium klorida !, >=, deBtrose >= dan sodium klorida !,:>=, ringer laktat. Farutan infus ciprofloBacin tidak cocok dengan larutan asam amino dan sodium bikarbonat. 0eringatan dan 0erhatian CiprofloBacin tablet kali sehari, dosis harus dikurangi

31

, ,

CiprofloBacin tablet harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria. CiprofloBacin harus diberikan dengan hati/hati pada penderita usia lanjut, pasien epilepsi dan pasien yang pernah mengalami gangguan susunan syaraf pusat.

%indarkan penderita dari matahari yang berlebihan. (ila terjadi fototoksisitas pengobatan harus segera dihentikan.

CiprofloBacin infus %ati/hati pemberian CiprofloBacin infus pada8 , , , 0asien gangguan ginjal 0asien yang diketahui atau diduga mempunyai gangguan SS0 0asien yang mempunyai faktor risiko lain untuk terjadinya kejang atau menurunkan nilai ambang kejang. ;eaksi hipersensiti2itas (anafilaksis) pernah dilaporkan. (ila timbul ruam kulit atau reaksi hipersensitif lainnya, penggunaan harus dihentikan. , , , , 7olitis pseudomembranosa pernah dilaporkan. Dapat terjadi pusing dan sakit kepala @ika terjadi neuropati perifer, hentikan pengobatan. )danya kemungkinan peningkatan efek samping yang melibatkan sendi dan sekitarnya pada pasien anak (+ 4' tahun). Infus !e%r"nida;"#e 3<1 G G 7omposisi 8 -iap botol (4!!ml) #E-;&.6D)O&FE infus mengandung8 *e ronida+ole >!! mg 6ndikasi 8 o 6nfeksi yang disebabkan oleh kuman anaerob dan kuman lainnya yang sensitif terhadap me ronida+ole. o 0encegahan infeksi anaerob sebelum dan sesudah operasi. o ,moebiasis dan richomoniasis. G 7ontraindikasi 8

3"

o 0asien yang hipersensitif terhadap me ronida+ole atau deri2at ni roimida+ole lainnya. o 7ehamilan trimester pertama. G Dosis 8 o 6nfeksi bakteri anaerobik -e.asa/ dosis a*al 6A 4> mg/kg dan diikuti dengan dosis pemeliharaan ",> mg/kg (( setiap 1 jam. Dosis maksimum8 : g/hari (6A atau oral). Fama pengobatan " hari. o 0rofilaksis pra/ dan paska operasi -e.asa/ 4> mg/kg(( dengan infus 6A selama 3!/1! menit, hingga 4 jam sebelum operasi. @ika perlu, ",> mg/kg(( dengan infus 6A selama 3!/1! menit pada 1 dan 4 jam setelah dosis a*al. Dosis a*al praoperatif harus selesai diinfuskan sekitar 4 jam sebelum dilakukan operasi. o )lternatif untuk profilaksis perioperatif pada operasi colorectal >!! mg/4 g me ronida+ole diberikan melalui infus 6A, 4 jam sebelum operasi dan dosis >!! mg diberikan le*at infus 6A, ' dan 41 jam sesudah. G Efek samping 8 .ausea, 2omitus, abdominal discomfor , rasa logam pada lidah, diare, neuropati perifer, leukopenia dan trombositopenia yang sementara, aplasia sumsum tulang, urine yang ber*arna gelap, ery hema ous rash, pruritus, fotosensiti2itas, tromboflebitis, hipertensi, infark miokardium, rheuma oid ar hri is. In:eksi #asi< 2<1 i= 6ndikasi 8 -ablet 8 edema jantung, ginjal dan hati, edema perifer karena obstruksi hipertensi. mekanis atau insufisiensi 2ena dan

3'

)mpul 8 terapi tambahan pada edema pulmonal akut, digunakan jika ingin mungkin diberi oral. 7ontraindikasi 8 9agal ginjal akut dengan anuria, koma hepatik, hipokalemia, metabolic alergi. 6nteraksi obat 8 )minoglikosida, sisplatin, penghambat )CE, indometasin. Dosis pemakaian 8 De*asa 8 -ablet untuk edema dinaikkan sampai !/'! mg dosis tunggal dapat 1!! mg/hari. )mpul !/:! mg i2/im. hiponatremia dan hipo2olemia. alkalosis, diabetes, syok anafilaktik, reaksi Efek samping 89angguan pencernaan ringan, kehilangan Ca, 7 dan .a, terjadi diuresis lebih cepat dan tidak

)nak 8 4/ mg/kg(( dosis tunggal maksimal 1 mg/kg((. Sediaan 8 -ablet :! mg. )mpul ! mg/ ml. 6/T 2< 1 7omposisi 8 %idroklorotia3id > dan >! 6ndikasi 8 Diuretik, terapi tambahan pada hipertensi, edem 7ontra indikasi 8 )nuria, terapi bersamaan lithium, dekompesasi ginjal 0erhatian 8 0enggunaan jangka lama hati, jangan mengendarai kendaraan Efek Samping 8 9angguan metebolik ketidakseimbangan elektrolit, anoreksia, gangguan saluran cerna, sakit kepala hipotensi, parenestesia, impotensi, pancreatitis, diskrasia darah 6nteraksi obat 8 dapat meningkatkan toksisitas glikosida digitalis, efek hambatan neuromuskular dari pelemas hipotensi oto, efek postural antihipertensi, peningkatan resiko dengan alkohol, barbiturat, opioid, efek menekan 7 ditingkatkan oleh kortikosterid,)C-% dan karbenoksolon Dosis 8 Sehari >!/ !! mg pengelihatan menjadi

kuning, reaksi hipersensiti2itas, jarang ikterik koleatatik,

3<

Pa!"# 7omposisi 6ndikasi 7ontra 6ndikasi 0erhatian Efek Samping 8 0aracetamol. 8 )nalgesik N antipiretik. Supp8 utk kondisi dimana 8 %ipersensitif, ggn fungsi hati. 8 @angan digunakan >4! hr. Dapat memperkuat efek 8 #ual, muntah, diare, diaforesis, pucat,

pemberian oral tidak memungkinkan.

obat antikoagulan oral. 0asien dengan penyakit ginjal, alkoholik. sakit perut. 7erusakan hati (dosis besar N penggunaan lama). Dosis , De*asa 8 -ab D*s 4/ tab 3 B/hr,

De<an%a Suspensi 7omposisi 8 -iap sendok takar (> ml) mengandung8 o )luminium hydroBide !! mg o #agnesium hydroBide !! mg o Simethicone >! 6ndikasi o 5ntuk mengurangi gejala/gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari dengan gejala/gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung. 7ontraindikasi 0enderita gangguan fungsi ginjal yang berat. Dosis Dan Cara 0emberian De*asa8 4/ sendok takar (> ml), 3/: kali sehari, diminum di antara *aktu makan dan menjelang tidur malam. 0erhatian 7husus o 0asien yang sedang menerima terapi tetrasiklin. :!

o )nak/anak di ba*ah 1 tahun. o 0asien diet fosfor rendah dan pemakaian lama. Efek Samping o )luminium hydroBide dapat menimbulkan rasa mual, muntah dan konstipasi. o #agnesium hydroBide dapat menyebabkan efek laksatif, tetapi dengan penggabungan bersama aluminium hydroBide dapat saling menetralkan efek samping.

:4