Anda di halaman 1dari 12

Karakteristik Adsorben

Tidak larut dan kecernaan sangat rendah (<5%)

Bulu Ayam

84% Protein, kalsium, magnesium, selenium, seng, dll

Kandungan keratin tinggi dan ikatan disulfida yang kuat dari asam amino

Nilai pH akan meningkat ketika 1 gram adsorben bulu ayam tipe H dimasukkan dalam 100 mL air distilasi

Telaah Adsorpsi

Kemampuan adsorpsi optimum ditunjukkan pada pH rendah yaitu 2. Semakin tinggi pH, kemampuan adsorpsi akan semakin menurun

0.01 gram bulu ayam pada suhu 50C dan konsentrasi 9 x 10-5 M selama 24 jam

Adsorpsi Tartazin terjadi pada rentang konsentrasi 1 x 10-5 M hingga 10 x 10-5 M, pH 2, dan suhu 30, 40, dan 50C

Kenaikan suhu dapat meningkatkan adsorpsi Tartazin dan mempercepat hilangnya zat warna

Kenaikan konsentrasi dapat menurunkan persentase serapan secara bertahap

Konsentrasi pada berbagai suhu digunakan untuk menentukan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich menggunakan persamaan isoterm adsorpsi

Kemampuan adsorpsi meningkat dengan meningkatnya suhu. Penurunan suhu menyebakan turunnya nilai Q0 yang menunjukkan reaksi berjalan secara endoterm

Konsentrasi pada berbagai suhu digunakan untuk menentukan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich menggunakan persamaan isoterm adsorpsi

0.01 gram bulu ayam pada suhu 50C dan konsentrasi 9 x 10-5 M selama 24 jam

Adsorpsi Isoterm Freundlich

Adsorpsi Isoterm Langmuir

Konstanta Freundlich dan Langmuir

Telaah Kinetika
Mengukur efek dari waktu kontak sejumlah adsorben dan konsentrasi larutan adsorbat pada adsorpsi pewarna terhadap bulu ayam

Kinetika Reaksi

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapaian titik keseimbangan adalah 4 jam

Suhu yang berbeda menunjukan bahwa terjadi peningkatan adsorpsi seiring dengan kenaikan suhu

Parameter Termodinamika

Pengaruh Waktu Kontak

Pengaruh Jumlah Adsorben

Waktu paruh setiap proses

Terjadi penurunan jumlah Tartrazin dengan bertambahnya suhu

Reaksi endotermik

Dosis adsorben berbeda

Peningkatan dosis adsorben sebanding dengan besarnya pemindahan adsorbat

Peningkatan substansial dalam adsorpsi saat jumlah adsorben meningkat dari 0,005 g menjadi 0,025 g