Anda di halaman 1dari 1

Cukup banyak orang yang mengalami gangguan indera perasa (pengecap).

Gangguan ini menyebabkan seseorang tidak bisa sepenuhnya menikmati makanan atau minuman yang masuk ke mulut. Gangguan rasa bisa bersifat sebagian atau total. Gangguan sebagian berarti seseorang mengalami kesulitan untuk mengecap rasa tertentu. Sedangkan gangguan total membuat penderitanya tidak bisa merasakan makanan atau minuman sama sekali. Gangguan indera pengecap umumnya berkaitan dengan gangguan penciuman. Hal ini karena kedua indera tersebut saling berhubungan. Jenis Gangguan Rasa Ada tiga jenis gangguan rasa, dengan gejala yang juga berbeda satu sama lain. 1. Ageusia Ini adalah kondisi langka dimana seseorang sama sekali tidak dapat mengecap rasa makanan. 2. Hypogeusia Gangguan yang menyebabkan penderitanya kurang atau tidak mampu mengecap jenis rasa tertentu seperti rasa manis, asam, pedas, pahit, atau gurih. 3. Dysgeusia Mulut yang selalu terasa tengik, asin, atau berasa logam mencirikan kondisi ini. Dalam beberapa kasus, dysgeusia disertai dengan sensasi terbakar di dalam mulut. Semua kondisi tersebut umumnya akan semakin parah seiring dengan pertambahan usia. Semakin lanjut usia seseorang, maka jumlah kuncup pengecap dalam lidah juga akan semakin berkurang. Penyebab Gangguan Rasa Gangguan rasa bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atau telinga; menjalani radiasi atau kemoterapi sebagai metode pengobatan; operasi hidung, tenggorokan, atau telinga; cedera kepala; serta kurangnya kebersihan mulut. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin mengalami gangguan rasa sementara akibat mengkonsumsi obat atau antibiotik. Terlalu lama terpapar pada bahan kimia kuat seperti insektisida juga dapat menyebabkan gangguan ini.