Anda di halaman 1dari 39

Dea Istoqomah

Fitria Nurul
Mery Maryani
Risa Purwaningsih
Siti KOmariah

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Elektrolit adalah suatu zat yang dapat menghasilkan ion-ion
dalam larutan, yang ditunjukkan dengan sifat larutannya yang
dapat menghantarkan listrik.
Klasifikasi elektrolit.

Berdasarkan daya hantar:
1. Elektrolit kuat. Contohnya HCl dan NaCl
2. Elektrolit lemah. Contohnya CH3COOH dan
NH3
Larutan Elektrolit
Berdasarkan struktur:

1. Elektrolit sejati: elektrolit yang dalam keadaan murninya terdiri
atas ion-ion. Contohnya: garam-garam seperti NaCL, CuSO4.

2. Elektrolit yang potensial sebagai elektrolit: elektrolit yang
dalam keadaan murninya terdiri dari molekul-molekul yang tidak
bermuatan akan tetapi ketika dilarukan dalam suatu pelarut,
maka zat tersebut bereaksi dengan pelarut menghasilkan ion-
ion. Contohnya: CH3COOH
1. Penurunan Tekanan Uap
p = p
o
. X
B

keterangan:
p : tekanan uap jenuh larutan
p
o
: tekanan uap jenuh pelarut murni
X
B
: fraksi mol pelaru
Karena X
A
+ X
B
= 1, maka persamaan di atas dapat diperluas
menjadi:
P = P
o
(1 X
A
)
P = P
o
P
o
. X
A

P
o
P = P
o
. X
A

Sifat Koligatif Larutan
Sehingga:



keterangan:
P : penuruman tekanan uap jenuh pelarut
p
o
: tekanan uap pelarut murni
X
A
: fraksi mol zat terlarut
P = p
o
. XA
2. Kenaikan Titik Didih.

keterangan:
T
b
= kenaikan titik didih (
o
C)
m = molalitas larutan
K
b
= tetapan kenaikan titik didih molal
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik
didih larutan dinyatakan sebagai :
T
b
= (100 + T
b
)
o
C
T
b
= m . K
b
. i

3. Penurunan Titik Beku
keterangan:
T
f
= penurunan titik beku(
o
C)
m = molalitas larutan
K
b
= tetapan kenaikan titik beku molal
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik
beku larutannya dinyatakan sebagai:
Tf = (O T
f
)
o
C
T
f
= m . K
f
4. Tekanan Osmotik
Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang
dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam
larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis).
Menurut Vant hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal:
PV = nRT
Karena tekanan osmosis = , maka:
Keterangan:
= tekanan osmosis (atmosfir)
C = konsentrasi larutan (M)
R = tetapan gas universal. = 0,082
L.atm/mol K
T = suhu mutlak (K)
Misal
Elektroda Cu
Larutan CuSO4
Elektrolisis: proses mengalirnya
arus listrik melalui konduktor
elektrolitik yang disertai dengan
perubahan kimia.
Mekanisme Penghantaran Listrik
Coloumeter adalah alat untuk mengukur jumlah listrik yang
mengalir melalui sirkuit yang dianalisis dari jumlah zat yang
terlibat dalam reaksi dengan menerapkan hukum Faraday
tentang elektrolisis.

Faraday: massa zat yang terlibat dalam reaksi pada elektroda
berbanding lurus dengan jumlah listrik yang mengalir pada
larutan (lelehan) elektrolit.
Coloumeter
Jenis Coloumeter :

- Coloumeter perak, dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan yang teliti.
Terdiri dari cawan platina yang juga difungsikan sebagai katoda
dan perak murni sebagai anoda. Elektrolitnya merupakan larutan
perak nitrat.

- Coloumeter iodium, digunakan larutan kalium iodida dengan
elektroda inert.

- Coloumeter tembaga, hasilnya tidak terlalu akurat. Terdiri dari
elektroda-elektroda tembaga dalam suatu larutan tembaga sulfat.
Fraksi dari arus total yang dibawa oleh masing-masing
ion dalam larutan disebut dengan bilangan angkut.


Bilangan Angkut
Kuat arus yang dibawa kation :
Dimana :
N = kation
Z+e = muatan kation
V+ = kecepatan kation
Pada anion :
Jadi total kuat arus yang dibawa kedua ion :
I = I
+
+ I
-
Syarat elektronalitas larutan harus dipenuhi yakni muatan
total kation sama dengan muatan total anion :

N
+
z
+
= N_z_
Oleh karena itu :
Berdasarkan hubungan dQ = Idt
Dapat pula diungkapkan dalam bentuk
Dengan demikian, fraksi dari arus total yang dibawa oleh kation
adalah :
Dan fraksi arus total yang
dibawa oleh anion :
Jadi :
Dengan cara Hittorf
Didasarkan pada perubahan konsentrasi elektrolit di sekitar
elektroda-elektroda yang disebabkan oleh aliran listrik melalui
elektrolit.
prinsipnya adalah dengan membagi sel kedalam tiga bagian yakni
daerah anoda, tengan, dan katoda.
Penentuan Bilangan Angkut
Katoda
Tengah
Anoda
-
+
B
+
-
A
C
Sel Hittorf
Penentuan bilangan angkut dengan cara pergerakan
batas
Cara Hittorf didasarkan pada penambahan konsentrasi
larutan disekitar elektrodanya

Cara gerakan batas didasarkan pada pergerakan ion-ion
ketika beda potensial diterapkan.
Sel Elektrolisis
Penghantaran listrik merupakan perpindahan sesuatu
yang bermuatan melalui sistem.


Untuk konduktor dengan luas penampang yang sama
Hantaran Larutan
Hantaran jenis larutan elektrolit tidak dapat diukur
langsung.
Tahanan dari suatu larutan elektrolit tidak dapat diukur
dengan baik jika digunakan arus searah.
Pengukuran Hantaran Jenis Larutan
Jembatan Whearstone
untuk memaksimumkan kapekaan dalam pengukuran
larutan dengan hantaran tinggi diperlukan suatu sel dengan
tetapan sel yang tinggi.
Sel Hantaran dengan Konstanta Sel Tinggi
Pada pengukuran hantaran jenis, perlu digunakan pelarut
yang sangat murni.
Sel Hantaran dengan Tetapan Sel Rendah
Suatu larutan dengan konsentrasi yang berbeda akan
mempunyai hantaran jenis yang berbeda
Hantaran molar bukan hantaran jenis per mol, melainkan
hantaran jenis per satuan konsentrasi molar
^m = K / C

Ket. C : konsentrasi elektrolit
Hantaran Molar
Berdasarkan hantarannya, elektrolit di bagi menjadi :
1. Elektrolit kuat mempunyai hantaran molar yang tinggi
dan dengan pengenceran mengalai kenaikan yang
tidak terlalu besar
2. Elektrolit lemah mempunyai hantaran yang jauh lebih
rendah pada konsentrai tinggi, tetapi nilainya
meningkat tajam dengan semakin encernya larutan
Kebergantungan Hantaran Molar
terhadap Konsentrasi

Menurut Kohlrausch :
Daya hantar molar setiap elektrolit pada pengenceran
tak hingga merupakan jumlah dari daya hantar molar
ion-ionnya pada pengenceran tak hingga

Hantaran molar ion-ion :
^ = V
+

+
+ v
-

-

Mobilitas bergantung pada ion
Mobilitas turun dengan naiknya konsentrasi, hal ini
disebabkan oleh gaya tarik antar ion.
Mobilitas Ion
Contoh penerapannya, antara lain :
A. Titrasi Konduktometri
pengukuran daya hantar dapat digunakan untuk
menentukan titik akhir titrasi.
titik B menunjukan daya hantar garam tanpa kelebihan
asam maupun basa, artinya titik tersebut merupakan
titik ekivalen
Penerapan dari Pengukuran Daya Hantar

Titrasi Konduktometri Asam-Basa
^
B. Penentuan Hasil Kali Kelarutan
kelarutan garam-garam yang sukar larut dapat
ditentukan melalui pengukuran daya hantarnya

K
(garam)
= K
(larutan jenuh garam tersebut dalam air)
K
(air)

^ = K/C = K/s
Ket. S : kelarutan

Penentuan Tetapan Disosiasi
Pada konsentrasi tertentu, elektrolit lemah hanya
terdisosiasi sebagian dengan derajar disosiasi, .
berhubungan dengan hantaran molar.

Penentuan Tetapan Disosiasi
Tetapan kesetimbangan disosiasi, kita tinjau asam
lemah.



Saat kesetimbangan tercapai [HA] = C(1-)
[H+] = C
[A

]

= C
Sehingga, tetapan kesetimbangan:

HA H
+
+ A

Penentuan Tetapan Disosiasi
Maka didapat persamaan :

Kereaktifan Ion dalam Larutan
Parameter yang mengungkapkam kemampuan untuk menentukan sifat-sifat
untuk ambil bagian dalam suatu reaksi kimia atau mempengaruhi posisi
kesetimbangan. Parameter tersebut disebut sebagai kereaktifan.



Keaktifan ion rerata (

) :

Potensial kimia elektrolit sebagai keseluruhan :








Teori Debye-Huckel untuk Larutan Elektrolit
Koefisien keaktifan elektrolit bergatung pada konsentrasinya
Pada pengenceran tak terhingga distribusi ion dianggap acak
sempurna koefisien keaktifan elektrolit = 1
Menurut Debye Huckel


2
1
2
log I Az
i i
=
2
3
0
2 2
1
4
2
303 , 2
1
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
kT
e
V
m N
A
pel A
k tc
t
Dalam pelarut air pada suhu 25
o
C,
A = 0,0509 kg
1/2
mol
-1/2

Teori Debye-Huckel untuk Larutan Elektrolit

Koefisien keaktifan rata rata dinyatakan sebagai
I z z
+
= 509 , 0 log
dengan asumsi v
+
z
+
= v
-
z
-

Teori Debye Huckel hanya berlaku untuk larutan elektrolit
dengan konsentrasi sangat rendah
Penerapan DHLL pada Penentuan Konstanta
Kesetimbangan
Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah
Penentuan tetapan kesetimbangan dapat membantu perhitungan
koefisien keaktifan dan sebaliknya.



Tetapan kesetimbangan :


CH3COOH H
+
+ CH3COO



D N A