Anda di halaman 1dari 39

I. PURPOSE a. Menentukan berbagai tegangan permukaan cairan/larutan b. Mengetahui kualitas suatu deterjen c.

Mengetahui metode penentuan tegangan permukaan II. THEORY Tegangan permukaan adalah suatu kecendrungan permukaan zat cair untuk menegang sehingga permukaannya seperti ditutui oleh suatu lapisan kulit tipis (Pustaka Fisika, 2013). Tegangan permukaan adalah gaya yang bekerja pada permukaan zat cair sepanjang permukaan yang menyentuh benda itu (Agnes, 2011). Air memiliki tegangan permukaan yang besar disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antara molekul molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble), air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Diatas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molecular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air. Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang hampir tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (+) dekat atom oksigen. Dalam hal ini, terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hydrogen yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih kekuatan tarik pada elektron elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron elektron lebih dekat kearahnya ( juga berarti menarik muatan- muatan negative elektron elektron tersebut) dan membuat daerah disekitar atom oksigen bermuatan lebih negative ketimbang daerah- daerah disekitar kedua atom hydrogen(Guru muda, 2012). Pengukuran tegangan permukaan atau tegangan antar muka : a. Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air atau cairan yang naik melalui suatu pipa kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya

dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka. b. Metode transiometer Du-Nouy Metode ini bisa digunakan untuk mengukut tegangan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antarmuka dari cairan tersebut ( Gurumuda, 2012). Permukaan zat cair selalu dalam keadaan tegang. Hal ini disebabkan karena molekul- molekul zat cair pada permukaan mendapat gaya tarik ke dalam oleh molekul molekul yang berada dibawahnya, akibatnya zat cair selalu cenderung untuk memperkecil permukaan. Berkaitan dengan hal tersebut diperoleh konsep tegangan permukaan, yakni gaya setiap cm permukaan cairan yang menentang pembiasan luas permukaan. Ada berbagai cara penentuan permukaan tetapi yang digunakan dalam percobaan ini adalah dengan metode kenaikan pipa kapiler. Dengan perumusan : .. (1)

Untuk mengukur jari jari kapiler, dipakai cara membandingkan tinggi cairan dalam kapiler dengan tinggi cairan standar bila dipakai alat yang sama. (2) III. (Tim Labor Kimia Fisika, 2013).

TOOLS AND MATERIALS a. Tools needed : 1. Capillary 2. Balance 2

3. Thermometer 4. Stirring rod 5. Pycnometer 6. Pipette 7. Beaker glass 8. Measuring Cylinder b. Materials needed : 1. Aquadest 2. Detergent IV. SCHEME WORK The three kinds of detergent were prepared.

Every detergent weighted as much as 1 gram, 2 grams, and 3 grams. So, we have nine samples in this experiment.

Every detergent was heated by hot plate. When temperature was 40C, the height of capillary was measured by inserting a capillary tube into a solution Every detergent was dissolved in 50 mL distilled and the density of solution was measured too by using water. The solution was stirred by using stirring rod. picnometer. The same step was done when temperature was 50 C.

The water was entered into a beaker glass as much as 50 mL and heated by using a hot plate. When temperature was 40C, the height of capillary was measured by inserting a capillary tube into a solution. The same step was done when temperature was 50C.

V.

DATA AND OBSERVATIONS Tabel 05. 1 Data berat bahan - bahan yang ditimbang

Piknometer I Piknometer II Viso 1 Viso 2 Viso 3 Daia 1 Daia 2 Daia 3 Attack 1 Attack 2 Attack 3

11,42 gram 10,90 gram 1 gram 2 gram 3 gram 1 gram 2 gram 3gram 1 gram 2 gram 3 gram

Tabel 05.2

Data hasil pengamatan

Massa Deterjen Viso : 1 gram 2 gram 3 gram

Volume Air (mL)

Volume

Berat

Tinggi pada pipa (cm)

Piknometer + Deterjen (gram)

Piknometer Piknometer (mL) (gram)

40C 50C 40C 50C

50 50 50

5 5 5

11,42 10,90 10,90

4,5 5,1 3,0

3,6 3,4 3,4

16,48 16,43 17,13

16,38 16,36 15,81

Daia : 1 gram 2 gram 3 gram 50 50 50 5 5 5 11,42 10,90 11,42 4,0 3,8 3,2
3,7 3,5 3,3 15,8 16,98 17,10 16,98 15,74 16,30

Attack : 1 gram 2 gram 3 gram 50 50 50 5 5 5 11,42 10,90 10,90


3,5 3,3 3,6

3,3 3,7 3,1

15,70 17,03 17,02

15,68 17,02 15,76

H2O

50

3,9

3,5

VI.

CALCULATION I. Berat Jenis ( ) a. Viso 1 gram Diketahui : T = 40C Massa piknometer berisi = 16,48 gram Piknometer kosong = 11,42 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 16,38 gram Berat piknometer kosong = 11,42 gram

b. Viso 2 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 16,43 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 16,36 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

c. Viso 3 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 17,13 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 15,81 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

d. Daia 1 gram Pada T = 40C Berat piknometer berisi = 15,8 gram Berat piknometer kosong = 11,42 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi Berat piknometer kosong = 16,98 gram =11,42 gram

e. Daia 2 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 16,98 gram 7

Berat piknometer kosong = 10,90 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 15,74 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

f. Daia 3 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 17,10 gram Berat piknometer kosong = 11,42 gram

Pada T= 50 C Berat piknometer kosong = 16,30 gram Berat piknometer berisi = 11,42 gram

g. Attack 1 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 15,70 gram Berat piknometer kosong = 11,42 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 15,68 gram Berat piknometer kosong = 11,42 gram

h. Attack 2 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 17,03 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 17,02 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

i. Attack 3 gram Pada T = 40 C Berat piknometer berisi = 17,02 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

Pada T = 50 C Berat piknometer berisi = 15,76 gram Berat piknometer kosong = 10,90 gram

10

II.

Tegangan permukaan ( Diketahui : = Tegangan permukaan air ( Pada 40 C adalah 70,1 dyne/cm dan pada 50 C 68,2 dyne/cm) d1= Berat jenis air ( 1,06 gr/mL) a. Viso 1 gram

Pada T = 40C

Pada T = 50C

11

b. Viso 2 gram Pada T = 40C

95,647 dyne/cm Pada T = 50C

12

c. Viso 3 gram Pada T = 40C

Pada T = 50C

13

d. Daia 1 gram Pada T = 40C

Pada T = 50C

14

e. Daia 2 gram Pada T = 40C

Pada T = 50C

15

f. Daia 3 gram Pada T=40C

Pada T = 50C

16

g. Attack 1 gram Pada T = 40C

Pada T = 50 C

17

h. Attack 2 gram Pada T= 40C

Pada T = 50C

18

i. Attack 3 gram Pada T= 40C

19

Pada T=50C

III.

Jari Jari Kapiler (r) a. Pada T = 40C

b. Pada T= 50C

20

VII.

DISCUSSION Tegangan permukaan adalah besar gaya yang terdapat pada permukaan

zat cair tiap satuan panjang. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan tegangan permukaan dari berbagai cairan, mengetahui factor factor yang mempengaruhi tegangan permukaan dan menentukan kemampuan dari beberapa deterjen dalam menurunkan tegangan permukaan. Dalam percobaan ini, yang akan ditentukan tegangan permukaannya adalah beberapa deterjen yaitu Viso, Attack, dan Daia dengan metoda pipa kapiler. Dengan metode pipa kapiler, tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/ cairan yang naik melalui suatu kapiler. Salah satu ujung pipa dicelupkan kedalam permukaan zat cair maka zat cair tersebut permukaannya akan naik sampai ketinggian tertentu. Pipa kapiler dicelupkan kedalam permukaan zat cair pada suhu 40C dan 50C dilakukan pengukuran massa jenis dengan menggunakan piknometer. Penggunaan pipa kapiler dilakukan pada suhu 40C dan 50C begitu juga dengan pengukuran massa jenis menggunakan piknometer. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat harga tengangan permukaan pada suhu yang berbeda sekaligus mengetahui factor suhu terhadap tegangan permukaan. Dilakukannya pengukuran massa jenis untuk menghitung harga tegangan permukaan. Berdasarkan hasil pengamatan, contohnya pada 1 gram Viso tegangan permukaannya pada suhu 40C adalah 77,228 dyne/cm sedangkan pada suhu 50C adalah 66,71 dyne/cm. untuk 1 gram Daia tegangan permukaannya pada suhu 40C adalah 59,4218 dyne/cm. sedangkan pada suhu 50C adalah 75,634 dyne/cm. untuk 1 gram attack tegangan permukaannya pada suhu 40C adalah 50,8 dyne/cm sedangkan pada suhu 50C adalah 51,686 dyne/cm. hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa dengan adanya kenaikan suhu, 21

menyebabkan

penurunan

tegangan

permukaan.

Penurunan

tegangan

permukaan ini terjadi karena dengan bertambahnya suhu molekul molekul cairan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi antara molekul berkurang sehingga tegangan permukannya menurun. Namun, hal ini tidak terjadi pada 1 gram Attack dengan penambahan suhu justru terjadi kenaikan tegangan permukaan. Ketidaksesuaian mungkin disebabkan karena ketidaktelitian praktikan ketika menggunakan pipa kapiler hal ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian hasil perhitungan tegangan permukaan. Selain dipengaruhi oleh suhu, tegangan permukaan juga dipengaruhi oleh zat terlarut (solute). Pada percobaan ini, pengukuran setiap cairan (dalam hal ini cairan deterjen) dibuat dengan menambahkan deterjen dengan komposisi yang berbeda yaitu 1 gram, 2 gram, dan 3 gram. Untuk Viso 1 gram rata- rata harga tegangan permukaannya adalah 71,97 dyne/cm, untuk Viso 2 gram rata rata harga tegangan permukaannya adalah 81,9575 dyne/cm. Nah, hal ini telah menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Namun, pada Viso sebanyak 3 gram rata rata tegangan permukaannya adalah 62,41 dyne/cm. data ini menunjukkan bahawa terjadinya penurunan tegangan permukaan. Hal serupa juga terjadi pada Daia dan Attack. Untuk Daia 1 gram rata rata harga tegangan permukaannya adalah 67,5279 dyne/cm, untuk Daia 2 gram harga rata rata tegangan permukaannya adalah 70,31855 dyne/cm, dan pada Daia 3 gram rata rata harga tegangan permukaannya adalah 59,9268 dyne/cm. untuk Attack 1 gram harga tegangan permukaan rata ratanya adalah 51,243 dyne/cm, untuk Attack 2 gram rata rata tegangan permukaannya adalah 73,676 dyne/cm, namun pada Attack 3 gram mengalami penurunan, yaitu 65,055 dyne/cm. Hal ini dapat terjadi karena pada deterjen mengandung surfaktan, yaitu suatu zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan momolekuler, maka akan menurunkan tegangan permukaan. Surfaktan atau surface active agent merupakan senyawa amphifil atau mempunyai gugus polar dan nonpolar. Pada permukaan air bagian nonpolar dari molekul surfaktan akan mengarah ke udara bagian polarnya akan mengarah ke air. Hal tersebut dapat menyebabkan

22

menurunnya tegangan permukaan akhir dan meningkatnya gaya adhesi antara molekul air dan udara. Dengan begitu, kita dapat mengetahui deterjen mana yang paling besar daya cucinya dengan melihat kemampuannya dalam menurunkan tegangan permukaan. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa suhu 40C daya cuci Daia lebih besar, karena mampu menurunkan tegangan permukaan dari 70,1 dyne/cm (tegangan permukaan air) menjadi 61,6426 dyne/cm untuk setiap 50 mL air agar daya cucinya bagus gunakan sebanyak 3 gram deterjen Daia. Pada suhu 50C daya cuci Attack lebih besar dengan jumlah 3 gram untuk 50 mL air. Attack ini dapat menurunkan tegangan permukaan dari 68,2 dyne/cm (tegangan permukaan air) menjadi 55,391 dyne/cm. VIII. QUESTION AND ANSWER 1. Apa yang dimaksud dengan tegangan permukaan? Jawab : Tegangan permukaan adalah gaya yang bekerja pada permukaan zat cair sepanjang permukaan yang menyentuh benda itu, sehingga membentuk suatu lapisan kulit tipis. 2. Apa yang dimaksud dengan energy permukaan? Jawab : energy permukaan adalah kecendrungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaan seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic, satuannya adalah N/m. 3. Turunkan persamaan (1) Jawab :

4. Bagaimana pengaruh suhu terhadap tegangan permukaan? Jawab : suhu berpengaruh terhadap tegangan permukaan dengan kenaikan suhu, maka tegangan permukaan akan semakin menunurun karena meningkatnya energy kinetic molekul. 5. Apa yang dimaksud dengan kohesi dan adhesi serta gejala yang bersangkutan dengan tegangan permukaan cairan?

23

Jawab: kohesi adalah tarik menarik antar molekul dengan molekul air yang sejenis. Adhesi adalah tarik- menarik antar molekul dengan molekul lain yang tidak sejenis. Adanya tegangan permukaan cairan disebabkan oleh besarnya gaya kohesi antar molekul molekul air. 6. Terangkan maksud mekanisme pencucian oleh sabun dan deterjen! Jawab : pada permukaan air bagian nonpolar dari molekul akan mengarah ke udara dan bagian polarnya akan mengarah ke air. Pada pencucian, molekul nonpolarnya akan mengarah ke kotoran dan membentuk emulsi yang akan terbuang, kotorang yang terbuang itu berarti ikatan- ikatan hydrogen terputus. IX. CONCLUSIONS 1. Tegangan permukaan suatu cairan dipengaruhi oleh suhu, dengan adanya kenaikan suhu menyebabkan penurunan teganan

permukaan. 2. Tegangan permukaan suatu cairan dipengaruhi oleh zat terlarut (solute) dan adanya surfaktan. Dengan adanya penambahan zat terlarut akan meningkatkan tegangan permukaan. Namun, apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan

monomolecular akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut adalah surfaktan. 3. Daya cuci suatu deterjen dapat dilihat dengan membandingkan kemampuannya dalam menurunkan tegangan pemukaan. 4. Berdasarkan hasil perhitungan, Attack memiliki daya cuci yang lebih baik untuk setiap 50 mL air sebanyak 3 gram ia mampu menurunkan tegangan permukaan. X. REFERENCES Agnes. 2011. Tegangan Permukaan. http://agnes-

sahabat.blogspot.com/2011/03/tegangan_permukaan.html. Diakses pada tanggal 29 November 2013.

24

Anonim. 2011. http://landasanteori.blogspot.com/2012/06/teganganpermukaan-zat-cair-pengertian.html. Diakses pada tanggal 30 November 2013. Gurumuda. 2012. Tegangan Permukaan.

http://www.gurumuda.com/tegangan-permukaan.html. Diakses pada tanggal 29 November 2013. Tim Labor Kimia Fisika. 2013. Penuntun Praktikum Kimia Fisika I. FMIPA-UR, Pekanbaru.

25

LAMPIRAN TEORI Tegangan permukaan adalah gaya yang diakibatkan oleh suatu benda yang bekerja pada permukaan zat cair sepanjang permukaan yang menyentuh benda itu. Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m), maka teganganpermukaan, S dapat ditulis sebagai S = F/L. Tegangan permukaan zat cair diakibatkan karena gaya yang bekerja pada zat cair tersebut. Dalam keadaan diam, permukaan zat cair akan membuat gaya tarik ke segala arah, kecuali ke atas. Hal itulah yang menyebabkan adanya tegangan permukaan. Untuk menurunkan tegangan permukaan, dapat digunakan sejenis surfaktan. http://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_permukaan

Apa itu Tegangan Permukaan?

(Pustaka Fisika). Dalam kajian fisika, terdapat salah satu topik yang mendapatkan perhatian khusus, yakni mengenai Tegangan permukaan.Pernahkan anda mengamati titik-titik embun yang terdapat pada permukaan daun atau rumput?Mengapa titik-titik itu berbentuk bola?Atau pernahkan anda melihat pisau silet suatu waktu dapat mengapung di atas air?Mengapa terjadi demikian? Secara Fisika, fenomena ini dapat terjadi karena adanya tegangan permukaan. Tegangan permukaan adalah suatu kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan kulit tipis.

Dengan adanya tegangan permukaan, nyamuk dapat mengapung di atas permukaan air, karena berat nyamuk dapat ditahan oleh kulit tipis yang menyelimuti permukaan air.Seperti itu juga yang terjadi pada pisau silet yang dapat terapung pada permukaan air.

Penyebab terjadinya Tegangan permukaan karena adanya kohesi di bawah zat cair yang lebih besar dari pada kohesi dipermukaan zat cair, sehingga permukaan air akan cendrung mengerut dan membentuk luas permukaan sekecil mungkin. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa titik-titik embun yang

26

menempel di atas rumput berbentuk seperti bola karena luas permukaan terkecil adalah bangun yang berbentuk bola. Besarnya tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kecil tegangan permukaannya.Dan semakin kecil tegangan permukaan, semakin besar atau baik kemampuan air untuk membasahi benda. Penerapan tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah:

Sabun cuci sengaja dibuat untuk mengurangi tegangan permukaan air sehingga dapat meningkatkan kemampuan air untuk membersihkan kotoran yang melekat pada pakaian.

Mencuci pakaian dengan air hangat atau air panas lebih bersih karena dengan suhu yang tinggi tegangan permukaan akan semakin kecil dan kemampuan air untuk membasahi pakaian yang kotor lebih meningkat lagi.

Alkohol dan antiseptik pada umumnya memiliki kemampuan untuk membunuh kuman, dan mempunyai tegangan permukaan yang rendah sehingga dapat membasahi seluruh permukaan kulit yang luka.

Itik dan angsa dapat berenang dan terapung di atas permukaan air karena bulu-bulunya tidak basah oleh air. Jika air dicampur dengan detergen, maka tegangan permukaan akan mengecil, itik dan angsa yang berenang bulu-bulunya akan basah sehingga itik dan angsa tersebut dapat saja tenggelam.

Gelembung yang dihasilkan oleh air sabun merupakan salah satu contoh adanya tegangan permukaan.

http://pustakafisika.wordpress.com/2013/02/09/apa-itu-tegangan-permukaan/

27

Tegangan Permukaan Zat Cair (Pengertian Dan Pembahasan)

Tegangan permukaan adalah gaya yang diakibatkan oleh suatu benda yang bekerja pada permukaan zat cair sepanjang permukaan yang menyentuh benda itu. Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m), maka teganganpermukaan, S dapat ditulis sebagai S = F/L. tegangan permukaan dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Molekul cairan biasanya saling tarik

menarik. Di bagian dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya; tetapi di permukaan cairan, hanya ada molekul-molekul cairan di samping dan di bawah.Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik menarik satu dengan lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak dipermukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya, dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis.Fenomena ini kita kenal dengan istilah Tegangan Permukaan.

28

Untuk membantu menurunkan persamaan tegangan permukaan, mari tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan (lihat gambar di bawah).

Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun, maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut. Mirip seperti ketika bermain gelembung sabun. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas(perhatikan arah panah). Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus. Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l. Secara matematis, ditulis :

29

Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaan dengan Satuanpanjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyne/cm). 1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m Tegangan permukaan juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mencuci.Agar pakaian yang kita cuci benar-benar bersih maka air harus melewati celah yang sangat sempit pada serat pakaian.Untuk itu diperlukan penambahan luas permukaan air.Hal ini sangat sukar dilakukan karena adanya tegangan permukaan.Sehingga nilai tegangan permukaan air harus diturunkan dahulu. Kita bisa menurunkan tegangan permukaan dengan cara menggunakan air panas. Makin tinggi suhu air, maka baik karena semakin tinggi suhu air, semakin kecil tegangan permukaan. Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun. Pada suhu 20 oC, nilai Tegangan Permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Pada 100 oC, nilai tegangan permukaan air panas = 58,90. Pada suhu 20 oC, nilai tegangan permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Lebih menguntungkan pakai sabun airnya juga tidak panas. Jangan heran kalau sabun sangat laris di pasar.Bukan cuma pakaian, tapi tubuh kita juga.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_permukaan http://agnes-sahabat.blogspot.com/2011/03/tegangan-permukaan.html http://www.gurumuda.com/tegangan-permukaan http://landasanteori.blogspot.com/2012/06/tegangan-permukaan-zat-cairpengertian.html

SABTU, 27 OKTOBER 2012 Tegangan Permukaan

Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat

30

sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air. Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar.Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogenyang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan tarik" pada elektronelektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektronelektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami kepolar-annya. Tegangan permukaan ( ) didefinisikan sebagai gaya (F) persatuan panjang (L) yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida. Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang berupa selaput cairan sangat tipis terdiri atas permukaan bagian atas dan permukaan bagian bawah , sehingga y= F/2L dimana, = tegangan permukaan F = gaya L = panjang keliling permukaan selaput fluida Tegangan permukaan terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak bercampur. Penyebab terjadinya tegangan permukaan adalah Partikel A dalam zat cair ditarik oleh gaya sama besar ke segala arah oleh partikel-partikel di

31

dekatnya.Partikel B di permukaan zat cair hanya ditarik oleh partikelpartikel disamping dan dibawahnya,hingga pada permukaan zat cair terjadi tarikan ke bawah. Ada beberapa metoda penentuan tegangan permukaan, diantaranya adalah metoda kanaikan pipa kapiler, metoda tekanan maksimum gelembung, metoda tetes atau metoda cincin. Penerapan tegangan permukaan pada kkehidupan sehari-hari adalah : Mencuci dengan air panas jauh lebih bersih dibandingkan dengan air yang bersuhu normal. Antiseptic yang digunakan untuk mengobati luka, selain dapat mengobati luka, juga dapat membasahi selurh luka. I. ISI

Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan sejajar permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. Hal tersebut terjadi karena pada permukaan, gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya khohesi antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan cairan. Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi antara cairan dan udara. Pengukuran tegangan permukaan atau tegangan antar muka : Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler.Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka. Metode tersiometer Du-Nouy

32

Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Pada percobaan tegangan permukaan atau antar muka ini metode yang digunakan yakni tensiometer Du-Nouy dimana Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka.Untuk penentuan tegangan permukaan saja dapat

menggunakan metode kenaikan kapiler. Sedangkan Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dengan molekul surfaktan. Manfaat Fenomena antar muka dalam farmasi: 1. Dalam mempengaruhi penyerapan obat pada bahan pembantu padat

pada sediaan obat 2. 3. penetrasi molekul melalui membrane biologis pembentukan dan kestabilan emulsi dan dispersi partikel tidak larut

dalam media cair untuk membentuk sediaan suspensi Persamaan Tegangan Permukaan Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari konsep tegangan permukaan secara kualitatif (tidak ada persamaan matematis).Kali ini kita tinjau tegangan permukaan secara kuantitatif. Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan permukaan, kita tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan.

33

Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun, maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut. Mirip seperti ketika dirimu bermain gelembung sabun. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah

panah). Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus. Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan

perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l. Secara matematis, ditulis :

Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaandengan Satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm). 1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m

Fenomena ini merupakan salah satu contoh dari adanya Tegangan Permukaan.Untuk menjelaskan fenomena klip yang terapung di atas air, terlebih dahulu harus diketahui apa sesungguhnya tegangan permukaan itu. Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Agar semakin

34

memahami penjelasan ini, perhatikan ilustrasi berikut. Kita tinjau cairan yang berada di dalam sebuah wadah.

Molekul cairan biasanya saling tarik menarik. Di bagian dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekulmolekul lain di setiap sisinya; tetapi di permukaan cairan, hanya ada molekul-molekul cairan di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik menarik satu dengan lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak dipermukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya, dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis. Fenomena ini kita kenal dengan istilah Tegangan Permukaan. suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan fluida. Umumnya ketika terjadi kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat sehingga pengaruh interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai tegangan permukaan juga mengalami penurunan.

35

36

37

38

39