PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

dan b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian APBN III .BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan 5 . Bagian APBN II . Kebijakan. serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. b. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. serta program. penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. anggaran. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. c. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan. standar biaya. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. dan sinkronisasi. dan laporan. Bagian Perencanaan Strategis. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. dan penyusunan rencana dan anggaran. d. Bagian APBN I . evaluasi. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. Kebijakan dan Program. e. serta keterpaduan program kegiatan prioritas. penyusunan dan penetapan rencana strategis. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. b. Bagian Perencanaan Strategis. kebijakan. Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis. Biro a. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. penyiapan penyusunan rencana strategis.

dan laporan. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. b. serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. laporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi. evaluasi.c. dan tugas pembantuan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. 6 . serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. Kebijakan dan Program terdiri atas : a. dekonsentrasi. Subbagian Tata Usaha Biro. standar biaya. monitoring. dan c. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan.

pada satuan kerja kantor pusat. Subbagian Perencanaan. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. b. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. evaluasi dan pelaporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi. dan tugas pembantuan. Subbagian Anggaran. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. dan laporan. evaluasi dan laporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. b. dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. dekonsentrasi. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. 7 . standar biaya. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan c. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. dan tugas pembantuan. dekonsentrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penelaahan dan penyusunan rencana. dan c. penelaahan dan penyusunan anggaran.

kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. evaluasi dan laporan. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan laporan. penelaahan dan penyusunan rencana. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Anggaran. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. b. b. dan tugas pembantuan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. dekonsentrasi. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. dekonsentrasi. evaluasi dan pelaporan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. penelaahan dan penyusunan anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan c. pada satuan kerja kantor pusat. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. 8 . Subbagian Perencanaan. standar biaya.

Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. dekonsentrasi. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. dan tugas pembantuan. b. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi dan pelaporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan c. 9 . Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. b. penelaahan dan penyusunan anggaran. penelaahan dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. dan tugas pembantuan. pada satuan kerja kantor pusat. dan c. evaluasi dan laporan. dan tugas pembantuan. Subbagian Perencanaan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat.Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Subbagian Anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

e. d. dan penugasan khusus. penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. 10 . b. d. pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai. pengembangan pegawai. c. Bagian Pengadaan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. c. Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pegawai tidak tetap. b. b. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai. pengelolaan urusan mutasi pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. dan c.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. pelaksanaan pengadaan pegawai.

pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. (2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan pensiun pegawai. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. dan c. b. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan pemindahan. pemberhentian dan pensiun pegawai. 11 . pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. dan c. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. b. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan. (3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. pemberhentian. b. Subbagian Kenaikan Pangkat. Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil. dan c.

dan pengisian jabatan struktural. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. pemberian penghargaan. administrasi kesejahteraan pegawai. pengembangan karier. Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian. (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. b. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan c. serta tata usaha Biro. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional. 12 . ujian dinas. tugas dan izin belajar. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. kesehatan pegawai. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan penilaian kinerja. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. dan c. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. b.

(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. evaluasi. c. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. evaluasi dan laporan Biro. Subbagian Peraturan Kepegawaian. dan laporan. b. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. dan c. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. 13 . administrasi kesejahteraan pegawai. monitoring. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. b. monitoring. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. penyusunan rencana. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan d. Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai.

Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. b. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. e. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. urusan perbendaharaan. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. c. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. d. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. 14 . d. Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. b.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.

Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. dan c. Subbagian Perbendaharaan. 15 . b. b. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. b. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I. Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan c. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan.

tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. d. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi dan laporan Biro. Subbagian Pengadaan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. evaluasi. monitoring. dan laporan. b. pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. (2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan c. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. monitoring.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. c. dan Inspektorat Jenderal. 16 . Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Subbagian Penyimpanan. Subbagian Tata Usaha Biro. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. (3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. penyiapan penyusunan rencana. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.

17 . Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. b. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. dan penghapusan barang milik negara. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a. (2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara. pelaksanaan penatausahaan barang milik negara. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara. dan c. pemanfaatan. b.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. dan c. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. pelaksanaan penghapusan barang milik negara.

pelayanan hukum. Bagian Peraturan Perundang-Undangan.BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. c. e. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. c. b. d. penyusunan analisis jabatan. Bagian Pelayanan Hukum. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 . koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. pembinaan dan penataan kelembagaan. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. b. Bagian Kelembagaan. dan i. f. e. g. h. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pembinaan ketatalaksanaan. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. serta urusan dokumentasi. dan c. penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.a. sosialisasi. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. publikasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. publikasi. dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. sosialisasi. penelitian dan pengembangan kesehatan. b. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. 19 . b. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan c. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. serta urusan dokumentasi. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. kefarmasian dan alat kesehatan. pengawasan internal. b. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan kodifikasi hukum. sosialisasi. dan c. pelaksanaan urusan dokumentasi. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. serta urusan dokumentasi. sosialisasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. publikasi. dan penyusunan rumusan perjanjian.

Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. 20 . c. evaluasi jabatan dan beban kerja. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. b. evaluasi dan laporan Biro. penyusunan analisis jabatan. dan c. Subbagian Penataan Kelembagaan. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. b. Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. Subbagian Bantuan Hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. dan c. penyusunan analisis jabatan. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. monitoring. penyiapan penataan kelembagaan. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Analisis Jabatan. Subbagian Penyusunan Perjanjian. dan susunan serta uraian jabatan. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. dan d. penyusunan rencana.

Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik. evaluasi.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. d. c. dan c. Subbagian Tata Laksana. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. 21 . e. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. monitoring. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. dan laporan. dan susunan serta uraian jabatan. pelaksanaan penataan jabatan fungsional. b. penyusunan tata laksana. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. evaluasi jabatan dan beban kerja.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

standar. d. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. c. 26 . dan e. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. prosedur. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan. b. TUGAS. b. DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan.

rumah tangga. dan Hubungan Masyarakat. b. Bagian Keuangan. dan perlengkapan. program. e. dan pengelolaan data dan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. c. pengelolaan urusan keuangan. Bagian Hukum. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan anggaran. e. tata persuratan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. evaluasi dan penyusunan laporan. c. penataan organisasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. gaji. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. d. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. program. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan anggaran. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. kearsipan. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa. dan hubungan masyarakat.e. penyiapan urusan hukum. pengelolaan data dan informasi. b. dan f. Organisasi. d. koordinasi dan penyusunan rencana. jabatan fungsional. Bagian Program dan Informasi. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. dan f.

program. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Data dan Informasi. dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. evaluasi. b. dan 28 . dan anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat. Organisasi. b. Subbagian Organisasi. Subbagian Program. pengolahan dan penyajian data dan informasi. b. pengumpulan. Organisasi. serta penyajian data dan informasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. dan c. pengolahan. Pasal 117 Bagian Hukum. dan anggaran. ketatalaksanaan. Pasal 115 Bagian Hukum. evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Hukum. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan penyusunan laporan. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana.a. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. program. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. jabatan fungsional. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. dan c. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Organisasi. penataan organisasi. Subbagian Hukum. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. dan hubungan masyarakat. penyiapan urusan hukum. dan c. b.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. gaji. Subbagian Anggaran. pengelolaan anggaran.Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. dan ketatalaksanaan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. 29 . (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. urusan tata usaha keuangan. dan perlengkapan. Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. tata persuratan. dan c. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. b. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. kearsipan. Subbagian Perbendaharaan. pembukuan dan akuntansi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. b. jabatan fungsional. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. rumah tangga.

dan pengisian jabatan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. kearsipan dan gaji. dan c. 30 . Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian. bina pelayanan kedokteran keluarga. prosedur. dan penyusunan norma. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. perbatasan dan kepulauan. Subbagian Kepegawaian. mutasi pegawai. dan kriteria. bina pelayanan kesehatan khusus. dan c. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. standar. b. pelaksanaan urusan tata persuratan. kearsipan dan gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan.Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. usia lanjut dan pelayanan darah. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar.

dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. e. bina pelayanan kedokteran keluarga. e. Subbagian Tata Usaha. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan khusus. bina pelayanan kesehatan khusus. serta bimbingan teknis. 31 . standar. dan f. usia lanjut dan pelayanan darah. prosedur dan kriteria. perbatasan dan kepulauan. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. bina pelayanan kesehatan khusus. d. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah. Perbatasan dan Kepulauan. bina pelayanan kedokteran keluarga. f. dan g. usia lanjut dan pelayanan darah. penyiapan penyusunan norma. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. perbatasan dan kepulauan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. dan penyusunan norma. c. b. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar.b. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. c. bina pelayanan kedokteran keluarga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. bina pelayanan kedokteran keluarga. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. evaluasi.

standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. pemantauan. c. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. dan 32 . dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan d. prosedur. standar. penyusunan norma. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. standar. prosedur. serta bimbingan teknis. prosedur. dan b.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. prosedur dan kriteria. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. Seksi Standardisasi. prosedur. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan evaluasi. dan b. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. c. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. dan b. dan d.d. pemantauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. 33 . prosedur dan kriteria. standar. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga.

standar. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan d. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. prosedur. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. prosedur. b. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan b. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. 34 . penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria serta bimbingan teknis. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Seksi Standardisasi. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a.

dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. serta bimbingan teknis. terisolir. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. perbatasan dan kepulauan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. c. terpencil. terpencil. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. perbatasan dan kepulauan. terisolir. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. prosedur dan kriteria. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. standar. prosedur. terpencil. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. terisolir. terisolir. terisolir. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus. standar. terpencil. 35 . b. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. perbatasan dan kepulauan. Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a. perbatasan dan kepulauan. Seksi Standardisasi. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan.

b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. terisolir. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. standar. terisolir. 36 . terpencil. terpencil. perbatasan dan kepulauan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan penyusunan norma.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. prosedur. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. f. dan g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. e. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. e. standar. prosedur. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan kriteria. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. dan f. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.c. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan penyusunan norma. b. d. 37 . bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. standar. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. c.Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. Seksi Standardisasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan b. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. penyusunan norma. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. b. dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik.

Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. b. prosedur. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. 39 . dan d. serta bimbingan teknis.a. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan kriteria. standar. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162.

dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. 40 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. Seksi Standardisasi. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. c. dan b. standar. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. prosedur. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. standar.

Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. 41 . prosedur.c. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan d. standar. prosedur. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. b. dan d. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Seksi Standardisasi. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. penyusunan norma. Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c.

dan b. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan penyusunan norma. prosedur dan kriteria. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. Seksi Bimbingan. standar.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a. Seksi Evaluasi. 42 .

e. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. 43 . bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. g. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan penyusunan norma. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan norma. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. dan kriteria.b. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. f. d. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. serta bimbingan teknis. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. e. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan f. standar.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. dan d. prosedur. 44 . Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan penyusunan norma. dan d. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan kriteria. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. standar. prosedur. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum.b. standar. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan b. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. prosedur. c. dan d. Seksi Standardisasi. standar. standar. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma.Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. 45 . dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. b.

46 . dan penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. dan penyusunan norma. c. prosedur. standar. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan. prosedur. b. standar. Seksi Standardisasi. standar.

dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan b. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. prosedur. b. dan kriteria. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. c. Seksi Standardisasi. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a. standar. serta bimbingan teknis. 47 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan d. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik.

evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan standar. bina pelayanan patologi dan toksikologi.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. dan penyusunan norma. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. 48 . bina sarana dan prasarana kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. e. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan radiologi. bina pelayanan radiologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan radiologi. b. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan radiologi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. d. bina pelayanan radiologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan. prosedur dan kriteria. dan f.

b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. c. dan kriteria. 49 . prosedur. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Seksi Standardisasi. dan d. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. d. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. c. standar. f. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. b. prosedur. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. g. dan penyusunan norma. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan b.

Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan b. dan d. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. standar. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. c. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. 50 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. standar. dan 51 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b.Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan b. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. standar. Seksi Standardisasi. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. prosedur. dan d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. c. serta bimbingan teknis. c.

dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan b. dan d. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. Seksi Standardisasi. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. 52 .d. prosedur. Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. prosedur. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. standar.

prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. prosedur.Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. rokok. BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta pemberian bimbingan teknis. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. b. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). rokok. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. 53 . dan penyusunan norma. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko.

b. Subbagian Tata Usaha. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). prosedur. dan kriteria. dan penyusunan norma. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. standar. f. rokok. e. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan g. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. d. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. rokok. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. rokok. Rokok. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . prosedur. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. e. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. dan alkohol. Kelompok Jabatan Fungsional. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).c. serta bimbingan teknis. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan f.

a. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. dan d. dan penyusunan norma. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. c. standar. Seksi Standardisasi. prosedur. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan b. kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. standar. 55 . standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. b.

Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. dan kriteria. standar. prosedur. standar. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan b. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 56 . dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. c. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. prosedur. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar.

dan alkohol. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan alkohol terdiri dari: a. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. rokok. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. rokok. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. prosedur. 57 . dan kriteria. b. prosedur. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. standar. dan penyusunan norma. c. dan b. rokok. dan d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Rokok. dan alkohol. rokok. dan alkohol. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238. dan alkohol. penyiapan bahan penyusunan norma. rokok. dan alkohol. rokok. Rokok. dan alkohol. Rokok. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol. Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. rokok.

prosedur. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. dan penyusunan norma.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. prosedur. dan b. dan d. c. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. standar. prosedur. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. 58 . standar. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. b. penyiapan bahan penyusunan norma.

prosedur. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. b. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. standar. c. penyusunan norma. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. dan e. 59 . TUGAS.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. penataan organisasi. dan anggaran. Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemantauan. e. Karantina. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Hukum. e. program. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. d. c. pengelolaan urusan keuangan. tata persuratan. gaji. dan f. rumah tangga. kearsipan. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. dan Kesehatan Matra. Direktorat Surveilans. koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi dan penyusunan laporan. f. d. Bagian Keuangan. Imunisasi. b. Organisasi. dan Hubungan Masyarakat. b. d. Bagian Kepegawaian dan Umum. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Program dan Informasi. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung. e. pengelolaan data dan informasi. dan perlengkapan. 60 . b. penyiapan bahan urusan hukum.

dan anggaran. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. Pasal 258 Bagian Hukum. dan anggaran. Subbagian Program. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. dan penyusunan laporan. dan c. evaluasi.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan penyajian data dan informasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengolahan. program. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. program. dan c. program. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. ketatalaksanaan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. b. dan pengelolaan data dan informasi. serta penyajian data dan informasi. evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan urusan hukum. Bagian Hukum. jabatan fungsional dan 61 . Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. b. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. pengolahan. b. Organisasi. Organisasi. dan anggaran. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. pengumpulan. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. pemantauan.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. dan akuntansi. pengelolaan anggaran. b. dan c. Organisasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Anggaran. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. urusan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. b. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. dan c. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi.Pasal 260 Bagian Hukum. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. 62 . dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan c. dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Subbagian Organisasi. jabatan fungsional. Subbagian Hukum. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pembukuan.

dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. imunisasi. kearsipan. mutasi pegawai. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS. IMUNISASI. b. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan kesehatan matra. dan kriteria. karantina. KARANTINA. gaji. dan c. Imunisasi. prosedur. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan penyusunan norma. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. kearsipan dan gaji. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans. dan pengisian jabatan. standar. Subbagian Rumah Tangga. dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. kearsipan dan gaji. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 63 . b. dan c. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. tata persuratan. Karantina. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha dan Gaji.

kesehatan pelabuhan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan kesehatan matra. d. karantina kesehatan. serta bimbingan teknis. imunisasi. dan kesehatan matra. dan f. Imunisasi. kesehatan pelabuhan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pemantauan. kerjasama/kemitraan. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. karantina kesehatan. dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. dan kesehatan matra. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. d. Imunisasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan kriteria. Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. c. imunisasi. f. Subbagian Tata Usaha. karantina kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. imunisasi. e. prosedur. karantina kesehatan. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Surveilans.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. kesehatan pelabuhan. dan kesehatan matra. c. dan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kesehatan matra. imunisasi. standar. kesehatan pelabuhan. karantina kesehatan. Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB). evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 . pemantauan. Subdirektorat Imunisasi. prosedur. imunisasi. kesehatan pelabuhan. e. b. Karantina. Subdirektorat Kesehatan Matra. b. Pasal 272 Direktorat Surveilans. Karantina.

penyiapan bahan penyusunan norma. b. d. serta bimbingan teknis. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. prosedur. dan d.a. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. kerjasama/kemitraan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang imunisasi. b. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. 65 . dan kriteria di bidang surveilans. b. c. prosedur. dan respon KLB. standar. Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. Seksi Standardisasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan penyusunan norma. standar. dan kriteria. dan kriteria di bidang surveilans. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. c. standar. sistem kewaspadaan dini.

kerjasama/kemitraan. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan kriteria di bidang imunisasi. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. dan penyusunan norma. c. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. dan d. standar. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. standar. b. (2) 66 . prosedur. standar. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. dan kriteria. b. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. b. prosedur. serta bimbingan teknis. penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

dan penyusunan norma. dan d. penyusunan norma. serta bimbingan teknis. prosedur. kerjasama/kemitraan. (2) 67 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan kriteria. standar. Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. pemantauan. Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. b. c. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. standar.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. dan kriteria di bidang kesehatan matra. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang kesehatan matra. dan penyusunan norma. prosedur.

pemantauan. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. e. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. dan penyusunan norma. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung. standar. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan kriteria. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . b. d. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. infeksi saluran pernafasan akut. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. penyiapan penyusunan norma. standar. c. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. infeksi saluran pernafasan akut. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. infeksi saluran pernafasan akut. infeksi saluran pernafasan akut.

evaluasi. dan penyusunan norma.dan penyakit menular seksual. Subbagian Tata Usaha. prosedur. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. Seksi Standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual. penyiapan bahan pemantauan. dan f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. e. c. standar. infeksi saluran pernafasan akut. pemantauan. b. b. b. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. dan g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. f. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. c. dan d. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. 69 . standar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. d. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia.

Seksi Standardisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. serta bimbingan teknis.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur. standar. Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. 70 . Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. standar. kerjasama/kemitraan. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. b. b. dan di bidang (2) d. prosedur. kerjasama/kemitraan. standar. standar. Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual.

Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. c. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. standar. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. standar. dan b. Seksi Standardisasi. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. pemantauan. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. prosedur. (2) 71 . pemantauan. dan d. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut.

Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. 72 . dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. dan b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. infeksi hati dan saluran pencernaan. c. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. standar. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. infeksi hati dan saluran pencernaan. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan kriteria. standar. dan d. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a. b. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. standar. dan penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Standardisasi. pemantauan. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. dan penyusunan norma. evaluasi. infeksi hati dan saluran pencernaan. kerjasama/kemitraan. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare.

73 . penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. standar. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. standar. evaluasi. dan penyusunan norma. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. prosedur. b. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan b. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia.pemantauan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. arbovirosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. f. d. c. arbovirosis. standar. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. zoonosis. dan kriteria. Subdirektorat Pengendalian Vektor. d. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan norma. arbovirosis. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian malaria. dan penyusunan norma. dan f. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. b. prosedur. e. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. zoonosis. zoonosis. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. 74 . Subdirektorat Pengendalian Zoonosis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. c. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. g. standar. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. arbovirosis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang. Subdirektorat Pengendalian Malaria. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. arbovirosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. zoonosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. Subbagian Tata Usaha. zoonosis.

dan kriteria. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan penyusunan norma. c. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. standar. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. b. standar. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. pemantauan. (2) 75 . prosedur. dan kriteria. prosedur. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan d. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. b. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. prosedur.Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

b.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. prosedur. standar. evaluasi. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. 76 (2) . Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. prosedur. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. b. dan d. prosedur. standar. evaluasi. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. standar. prosedur.

dan d. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. standar. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. pemantauan. dan d. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a.c. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. prosedur. kerjasama/kemitraan. pemantauan. b. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. 77 . evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. c. pemantauan. prosedur. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. dan penyusunan norma. evaluasi. serta bimbingan teknis. b. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. serta bimbingan teknis. pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. standar. standar. dan penyusunan norma. prosedur. prosedur. c. dan b. dan kriteria. dan d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan.Pasal 331. 78 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. pemantauan. Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Seksi Standardisasi. kerjasama/kemitraan. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

standar. penyakit kanker. kerjasama/kemitraan. standar. dan penyusunan norma. diabetes melitus dan penyakit metabolik. 79 . prosedur. prosedur. b. c. penyakit kronis dan degeneratif. pemantauan. penyakit kanker. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kronis dan degeneratif. diabetes melitus dan penyakit metabolik. prosedur. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kanker. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. diabetes melitus dan penyakit metabolik.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyakit kronis dan degeneratif. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan penyusunan norma. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

dan pembuluh darah. g. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. c. b. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. dan penyusunan norma. dan kriteria. serta bimbingan teknis. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. dan d. penyakit kronis dan degeneratif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. standar. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a. e. f. prosedur. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. dan f. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan pembuluh darah. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan pembuluh darah. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. 80 Tindak . dan pembuluh darah. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kanker. penyakit kronis dan degeneratif. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. b. kerjasama/kemitraan. standar. penyakit kanker. e.d. Subbagian Tata Usaha. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah.

prosedur. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. serta bimbingan teknis. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a. b. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. pemantauan. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. 81 (2) . standar. penyusunan norma. prosedur. prosedur. dan d. c. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. standar. standar.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi.

kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. standar. (2) 82 . Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. prosedur. pemantauan. c. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Seksi Standardisasi. prosedur. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. evaluasi. dan penyusunan norma. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. b. prosedur. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker.

Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. b. dan evaluasi. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. prosedur. Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. (2) 83 . evaluasi. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. dan d. standar. b. c. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a. dan penyusunan norma. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. standar. dan penyusunan norma. serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. pemantauan. Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. pemantauan. prosedur.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. b. dan penyusunan norma. standar. kerjasama/kemitraan. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. prosedur. 84 . Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. evaluasi. dan d. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. standar. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan.

prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. pemantauan. d. c. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. serta pengamanan limbah. dan radiasi. serta pengamanan limbah. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. udara. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. udara. b. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. udara. b. standar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. udara. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. higiene sanitasi pangan. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan. dan radiasi. prosedur. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. dan radiasi. dan radiasi. dan f. penyusunan norma. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. higiene sanitasi pangan. udara. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. 85 . penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan radiasi. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat.

(2) 86 . serta bimbingan teknis. penyusunan norma. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. f. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. prosedur. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. g. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan d. c. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Pengamanan Limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. evaluasi. dan kriteria. dan Radiasi. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan.e. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kerjasama/kemitraan. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. pemantauan. b. Udara. pemantauan. prosedur. standar. Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a.

dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) 87 . prosedur. prosedur. c. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan di bidang d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. kerjasama/kemitraan. standar. kerjasama/kemitraan. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. serta bimbingan teknis.Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. standar. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. standar. dan kriteria. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. b.

dan penyusunan norma. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. dan kriteria. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. serta bimbingan teknis. evaluasi. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. standar. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. kerjasama/kemitraan. prosedur. c. dan b.Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. standar. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. prosedur. 88 (2) . b. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan penyusunan norma. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. standar. prosedur. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan norma.

dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. evaluasi. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. standar. standar. dan d. prosedur. prosedur. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. Udara. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. c. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. b. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. Udara. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. udara. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. Seksi Standardisasi. dan radiasi. penyiapan bahan pemantauan. dan radiasi. 89 (2) . dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. udara. Subdirektorat Pengamanan Limbah. prosedur. b. udara. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan radiasi. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. dan penyusunan norma. evaluasi. dan penyusunan norma. dan kriteria. pemantauan. kerjasama/kemitraan. Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. udara. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan radiasi. udara.c. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. (2) 90 . kerjasama/kemitraan. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. udara. dan Radiasi terdiri atas : a. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. standar. udara. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. b. dan radiasi. prosedur. pemantauan. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. Udara. dan radiasi. dan radiasi.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan norma. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. prosedur. TUGAS. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. d. b. standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. c. b. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Bina Gizi. perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. dan e. 91 . DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387.

b. dan anggaran. jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian dan Umum. tata persuratan. d. c. e. e. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan urusan hukum. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. gaji. program. dan pengelolaan data dan informasi. Bagian Program dan Informasi. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. dan Komplementer. pengelolaan urusan keuangan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan Hubungan Masyarakat. d. Direktorat Bina Kesehatan Anak. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. dan perlengkapan. rumah tangga. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Organisasi. pengelolaan data dan informasi. Alternatif. penataan organisasi. koordinasi dan penyusunan rencana. program. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.c. kearsipan. dan hubungan masyarakat. Bagian Hukum. c. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan f. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. 92 . d. dan anggaran. dan f. e.

dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. penataan organisasi. pengolahan. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. Subbagian Data dan Informasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. dan 93 . b. pengumpulan.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. Bagian Hukum. dan c. penyiapan urusan hukum. ketatalaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. dan anggaran. serta penyajian data dan informasi. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data dan informasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Organisasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan c. Subbagian Program. program. dan anggaran. jabatan fungsional. Organisasi. pengolahan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. b. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. program. Pasal 397 Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat.

(3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. jabatan fungsional. dan c. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401.Pasal 399 Bagian Hukum. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. pembukuan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Hukum. pengelolaan anggaran. Subbagian Organisasi. b. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Organisasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. b. Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. 94 . Subbagian Anggaran. b. dan ganti rugi. dan c. urusan tata usaha keuangan. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. dan ketatalaksanaan. dan akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a.

dan c. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. rumah tangga. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Kepegawaian. tata persuratan. dan gaji. kearsipan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. mutasi pegawai. standar. b. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. dan pengisian jabatan. kearsipan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan urusan gaji. dan perlengkapan. dan kriteria. gaji. dan c. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 . Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kearsipan. prosedur. b. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. penyiapan urusan kepegawaian. dan penyusunan norma. Subbagian Rumah Tangga.

gizi mikro. gizi mikro. serta kewaspadaan gizi. f. Subdirektorat Bina Gizi Mikro. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional.a. gizi klinik. prosedur. f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. gizi klinik. dan d. b. dan konsumsi makanan. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. Subbagian Tata Usaha. dan konsumsi makanan. serta bimbingan teknis. gizi klinik. prosedur. standar. b. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. serta kewaspadaan gizi. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. serta kewaspadaan gizi. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. g. dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. Subdirektorat Bina Gizi Makro. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. gizi klinik. gizi mikro. standar. c. prosedur. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. dan konsumsi makanan. dan konsumsi makanan. gizi mikro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang bina gizi makro. dan kriteria di bidang bina gizi makro. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. gizi klinik. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. serta kewaspadaan gizi. evaluasi. c. d. gizi mikro. dan konsumsi makanan. dan kriteria. serta kewaspadaan gizi. c. e. 96 .

dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan kriteria di bidang gizi makro. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 97 . Seksi Standardisasi. pemantauan. prosedur. dan b. dan penyusunan norma. b. prosedur dan kriteria. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang gizi mikro. evaluasi. dan d. dan b. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. dan kriteria di bidang bina gizi mikro. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a. standar. standar. prosedur.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro.

Seksi Standardisasi. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. prosedur. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. c. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . standar. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. standar. pemantauan. standar. dan kriteria.

standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. dan kriteria. b. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. prosedur. prosedur. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. 99 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. prosedur. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. b. standar. Seksi Standardisasi. prosedur.a.

Seksi Standardisasi. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. standar. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina keluarga berencana. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan b.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. pemantauan. bina keluarga berencana. 100 . prosedur. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a.

dan kriteria. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. bina keluarga berencana. d. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. c. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. c. e. standar. d. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. evaluasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan norma. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. bina keluarga berencana. prosedur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a. bina keluarga berencana. b. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. f. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan 101 . e. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. g. penyiapan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil.c. dan f. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan d. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a. prosedur. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. c. 102 . Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. dan kriteria serta bimbingan teknis. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. dan b.d.

standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. 103 . prosedur. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. pemantauan. prosedur.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan d. dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. c. standar. standar. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Seksi Standardisasi. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria serta bimbingan teknis. prosedur. prosedur. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. b. standar.

Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. pemantauan. serta bimbingan teknis. standar. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. prosedur. dan b. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a. dan d. dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan kriteria. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. prosedur. dan penyusunan norma. b. prosedur. dan kriteria di bidang keluarga berencana. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. 104 . standar. serta bimbingan teknis. pemantauan. standar. evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. dan penyusunan norma.

standar. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. prosedur. 105 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. pemantauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi.Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. c. dan d. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi.

penyiapan penyusunan norma. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. d. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. c. standar. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta bina perlindungan kesehatan anak. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. e. serta bina perlindungan kesehatan anak. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. c. Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan f. dan penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. b. b. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. serta bina perlindungan kesehatan anak. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta bina perlindungan kesehatan anak. 106 . Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. standar. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak. prosedur. b.e. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. prosedur. Subbagian Tata Usaha. dan b. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan penyusunan norma. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. dan d. dan g. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 107 . dan penyusunan norma. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. standar. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. standar. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi. dan kriteria. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. f. prosedur.

dan b. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. standar. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. b. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a. pemantauan.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. c. evaluasi. Seksi Standardisasi. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. serta bimbingan teknis. dan kriteria serta bimbingan teknis. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan penyusunan norma. prosedur. 108 . prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria.

Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. standar. b. c. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. evaluasi. 109 . Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. standar. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. dan b.

c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. pemantauan. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. evaluasi. dan b. dan d. 110 . dan d. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak.c. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. prosedur. standar. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. standar.

dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. Alternatif. dan bina penapisan dan kemitraan. alternatif. dan kriteria. Alternatif. 111 . prosedur. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. standar. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. standar. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. ALTERNATIF. dan b. dan komplementer. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak.

d. dan bina penapisan dan kemitraan. dan kriteria. evaluasi. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. dan bina penapisan dan kemitraan. dan bina penapisan dan kemitraan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. standar. dan bina penapisan dan kemitraan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. Subbagian Tata Usaha. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan f. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 112 . c. f. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. e. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan Komplementer terdiri atas: a. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer.b. d. serta bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Alternatif. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. prosedur. c. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.

Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. c. dan b. 113 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. standar.b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. prosedur. c. Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. b. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. standar. pemantauan. Seksi Standardisasi. dan d. serta bimbingan teknis. dan kriteria. standar.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. standar. b. dan penyusunan norma. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 114 . prosedur. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. dan evaluasi. standar. Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. dan b. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. dan kriteria. dan d. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Seksi Standardisasi. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. serta bimbingan teknis.

dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. pemantauan. alternatif. alternatif. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. alternatif. dan komplementer. dan komplementer. kriteria. dan komplementer. evaluasi. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. alternatif. serta bimbingan teknis. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. alternatif. c. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan komplementer. prosedur. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. 115 . standar. dan komplementer. dan evaluasi. standar. dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

prosedur. evaluasi. Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. standar. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. c. dan evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. standar. pemantauan. pemantauan. dan evaluasi. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan d.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. 120 . dan kriteria. serta bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma.

Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. standar. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur. serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. prosedur. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. 121 . standar. dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. b. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. pemantauan.

122 . c. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. d. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. dan e. DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. d. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. b. b. perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. standar. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. TUGAS.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a. c.

jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. rumah tangga. program. tata persuratan. gaji. penyiapan urusan hukum. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. pengolahan. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. b. dan f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Organisasi. dan anggaran. c. Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. c. pengelolaan data dan informasi. kearsipan.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. program. penataan organisasi. dan penyajian data dan informasi. program. evaluasi dan penyusunan laporan. 123 . Bagian Program dan Informasi. dan pengelolaan data dan informasi. Bagian Keuangan. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan Hubungan Masyarakat. e. dan anggaran. pengelolaan urusan keuangan. dan perlengkapan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Bagian Hukum. dan c. e. d. koordinasi dan penyusunan rencana. dan anggaran. serta evaluasi dan penyusunan laporan. b.

(3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Organisasi. Pasal 538 Bagian Hukum. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. pengolahan. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. dan c. 124 jabatan fungsional dan . Organisasi. serta penyajian data dan informasi. Subbagian Hukum. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan urusan hukum. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Organisasi. penataan organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan hubungan masyarakat. dan c. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. organisasi. Bagian Hukum. Pasal 536 Bagian Hukum. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. program. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan c.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. b. ketatalaksanaan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Program. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. b.

dan c. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. urusan tata usaha keuangan. dan perlengkapan. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal . Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan dan gaji. gaji. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan c. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. rumah tangga. pengelolaan anggaran. pembukuan dan akuntansi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. 125 . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan c. Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. b. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. b. kearsipan. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Anggaran. tata persuratan. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544.

dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. standar. dan c. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. b. Subbagian Rumah Tangga. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan.b. dan kriteria. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. d. c. prosedur. dan penyusunan norma. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. mutasi pegawai. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. standar. kearsipan dan urusan gaji. c. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 547 a. dan pengisian jabatan. 126 . Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.

dan f. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. b. Subbagian Tata Usaha. c. dan kriteria. dan b. standar. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. evaluasi. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan f. e. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. d. Seksi Standardisasi Harga Obat . Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. Seksi Analisis Harga Obat. c. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis. b.e. Pasal 554 127 . d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. dan kriteria harga obat. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 559 128 . dan b. c. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. dan pemantauan harga obat. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan.(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan . penyiapan bahan pemantauan. prosedur. serta bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria. Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pengendalian. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. b. standar. prosedur. pemantauan. pengendalian. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan d. standar. kajian.

standar. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. pemantauan. dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. 129 . dan d. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. evaluasi. dan penyusunan norma. bimbingan teknis.Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. pengendalian. standar. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan b.

130 . Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. standar. dan b. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. dan kriteria. Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan.

e. Subbagian Tata Usaha. 131 . standar. farmasi komunitas. dan penyusunan norma. Subdirektorat Standardisasi. dan c. b. standar. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. c. standar. d. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Farmasi Komunitas. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. dan kriteria di bidang standardisasi. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. farmasi komunitas. farmasi komunitas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi komunitas. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. c. pemantauan. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. prosedur. b. penyiapan bahan penyusunan norma. e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi. b. dan f. Subdirektorat Farmasi Klinik. d. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. farmasi komunitas.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. dan f. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a.

dan kriteria di bidang farmasi komunitas. dan b. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. 132 . Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. standar. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. dan d. dan b. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan pemantauan. penyusunan norma. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. prosedur. standar. c. prosedur. standar. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. dan penyusunan norma. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas.

bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. prosedur. standar. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. standar. pengendalian. dan kriteria di bidang farmasi klinik. 133 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. dan b. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. standar. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. b. prosedur. penyusunan norma.(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pengendalian. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional. dan b. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. c. standar. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. 134 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur.

pemantauan. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. inspeksi. inspeksi. b. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan. e. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. inspeksi. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. standar. inspeksi. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang penilaian.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. penyusunan norma. dan f. c. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. b. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. d. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. bimbingan teknis. prosedur. c. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. inspeksi. b. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. prosedur. 135 . dan f.

evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. dan kriteria. dan kriteria serta bimbingan teknis. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 136 . standar. standar. standar. prosedur. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. bimbingan teknis. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyusunan norma. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. bimbingan teknis. b. penyusunan norma. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik.c. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. dan d. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a. dan b. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. dan d. (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan d. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. standar. Seksi Produk Diagnostik Invitro. dan b. dan kriteria. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. dan kriteria di bidang inspeksi produk. dan penyusunan norma. b. pemantauan. c. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. prosedur. 137 . prosedur. dan kriteria. Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. serta bimbingan teknis. Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. standar. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga.

penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta bimbingan teknis. standar. pemantauan. dan (2) 138 . Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi.Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. c. prosedur. serta bimbingan teknis. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Produk. dan kriteria. b. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pemantauan. dan kriteria. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. prosedur. standar. standar. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta bimbingan teknis. standar. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi Produk. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. dan penyusunan norma. pemantauan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan b. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. standar. dan kriteria. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga.d. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . prosedur.

Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. standar. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. standar. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan. Psikotropika. pemantauan. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. pengendalian. 140 .a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. dan kriteria. f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. c. e. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f. b. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. perizinan. dan g. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. dan e. c. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. penyiapan penyusunan norma. b. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. d. prosedur. d. c. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a. bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis. prosedur. e. b. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian.

pemantauan. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. b. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. penyusunan norma. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. perizinan. standar. dan b. dan kriteria. pengendalian. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan. dan b. pemantauan. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. standar. 141 . dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pengendalian. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. bimbingan teknis. penyusunan norma. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. prosedur. Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan e. bimbingan teknis. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. c. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. standar.

dan sediaan farmasi khusus. Prekursor. pemantauan. penyusunan norma. psikotropika. psikotropika. dan e. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. prekursor. bimbingan teknis. Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. psikotropika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. standar. prekursor. Prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. b.Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prekursor. prosedur. dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. psikotropika. pemantauan. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. perizinan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. penyiapan bahan penyusunan norma. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. psikotropika. prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. 142 . pengendalian. pengendalian. prosedur. d. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. standar. prekursor. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. bimbingan teknis. Psikotropika. prekursor. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. standar. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. Psikotropika. penyusunan norma. psikotropika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan.

standar. dan e. prosedur. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. dan Prekursor Farmasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. pemantauan. dan b. Psikotropika. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. penyiapan bahan pemantauan. dan prekursor farmasi. 143 . prosedur. d. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. standar. perizinan. dan kriteria. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. Prekursor. pemantauan. standar.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. pemantauan. Psikotropika. psikotropika. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. c. Seksi Narkotika. dan kriteria. prosedur. serta bimbingan teknis. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. prosedur. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. serta bimbingan teknis. b. serta bimbingan teknis. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Psikotropika. perizinan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623.

Seksi Kerjasama. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. 144 . DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. standar. TUGAS. serta bimbingan teknis.Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan . pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan b. pemantauan. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat.

d. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. e. Inspektorat Investigasi. pemantauan. dan e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. evaluasi. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Inspektorat IV. b. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. reviu. f. dan kegiatan pengawasan lainnya. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . Sekretariat Inspektorat Jenderal.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. Inspektorat I. g. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Inspektorat III. Inspektorat II. d. c. c. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

e. dan anggaran. dan anggaran. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. pengolahan. kepegawaian. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. dan anggaran. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pelayanan informasi pengawasan. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. program. serta dokumentasi. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. dan dokumentasi. dan b. Bagian Program dan Informasi. program. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. dan b. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Program. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. c. b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. 146 . Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. program. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a.a. Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan tata usaha. penyajian data. dan c. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. dan dokumentasi. program. Bagian Umum. d. keuangan. penyusunan rencana.

penyajian laporan hasil pengawasan. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. pengumpulan. analisis. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal. dan rumah tangga. b. pencatatan. Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. analisis laporan hasil pengawasan. penyimpanan berkas. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II. penyimpanan berkas. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. dan. 147 . Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. pencatatan. pengolahan. dan b. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan. perlengkapan. analisis. serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan.dan b. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji.

Subbagian Kepegawaian. Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. reviu. Subbagian Keuangan. dan kepegawaian. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. dan b. Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan b. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pemantauan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. 148 . pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan b.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a.

evaluasi. 149 . Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. evaluasi. dan d. c. reviu. dan b.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. b. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. b. administrasi keuangan. kearsipan. evaluasi. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. pemantauan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. urusan tata persuratan. reviu.

Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a. reviu. pemantauan. kearsipan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.c. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. reviu. b. BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan. urusan tata persuratan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 150 . evaluasi. c. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. dan d. dan d. dan b. penyusunan laporan hasil pengawasan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. b. administrasi keuangan.

dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. evaluasi. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. reviu. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV. reviu. administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha. 151 . dan d. kearsipan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. c. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. urusan tata persuratan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. b.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. dan b. Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. evaluasi. administrasi keuangan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV. urusan tata persuratan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

administrasi keuangan. dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. kearsipan. dan b. Subbagian Tata Usaha. 152 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya. b. d. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. e. Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. urusan tata persuratan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. penyusunan laporan hasil pengawasan. c. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. dan d. 153 . pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. pemantauan. b. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. c. (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. TUGAS.

pemantauan. penyiapan urusan hukum. koordinasi dan penyusunan rencana. program. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan Diseminasi. dan laporan. Sekretariat Badan. penataan organisasi. c. tata usaha. c. e. b. Organisasi. c. dan Pemberdayaan Masyarakat. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan. rumah tangga. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. Bagian Informasi. anggaran. dan d. Bagian Keuangan dan Umum. d. pelaksanaan urusan keuangan. 154 . dan penunjang pembinaan profesi. dan Kepegawaian. b. dan Pusat Humaniora. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. kerja sama. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. Bagian Perencanaan dan Anggaran. promosi. b. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. d. Kebijakan Kesehatan. utilisasi. e.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. Bagian Hukum. Publikasi. diseminasi. dan perlengkapan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a.

155 . Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. dan penyusunan laporan. Organisasi. b. evaluasi. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Hukum.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan penyusunan laporan. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi. pemantauan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. dan c. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program. dan pengembangan pegawai. pengelolaan kepegawaian. evaluasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Anggaran. penyusunan anggaran. Subbagian Program. program. evaluasi. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pelaksanaan pengembangan pegawai. b. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. dan c. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. dan c. dan laporan. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. penataan organisasi. anggaran. b. Organisasi. Pasal 683 Bagian Hukum. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a.

kesejahteraan pegawai. dan perpustakaan. dan ketatausahaan pegawai. penataan organisasi. Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. pelaksanaan dokumentasi. pengangkatan pegawai. Pasal 689 Bagian Informasi. Bagian Informasi. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. dan kerja sama. Publikasi. dan Perpustakaan. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. kerja sama. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. disiplin. pensiun pegawai. dan Kepegawaian terdiri atas : a. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. utilisasi. Pasal 687 Bagian Informasi. jabatan fungsional non peneliti. serta pembinaan profesi peneliti. promosi. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Dokumentasi. utilisasi. b. pemindahan. dan c. pemberhentian. dan Diseminasi terdiri atas : a. dan c. b. dan c. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. tugas dan izin belajar. pengembangan karir. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. diseminasi. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai. jabatan fungsional peneliti. dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. b. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Organisasi. Subbagian Hukum dan Organisasi. Publikasi. kenaikan pangkat.Pasal 685 Bagian Hukum. etika. Publikasi. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. 156 . dan hubungan masyarakat. dan penunjang pembinaan profesi. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Publikasi. pelaksanaan diseminasi.

Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan c. gaji. dan evaluasi keuangan. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan. protokol. dan pelayanan pimpinan. dan hubungan masyarakat. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. b.Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. rumah tangga. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Keuangan. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. pembinaan perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. (2) Subbagian Dokumentasi. verifikasi. Publikasi. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. dan perlengkapan. akuntansi. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. tata usaha. dan pelayanan perpustakaan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. dan kerja sama. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha. b. kearsipan. penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan keuangan . promosi hasil penelitian dan pengembangan. 157 (2) (3) . utilisasi.

BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. pelaksanaan urusan keuangan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. dan c. Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi dan laporan. rencana. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. program. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. 158 . pemantauan. dan c. program. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. Bagian Tata Usaha. b. dan anggaran. b. penyusunan rencana. c. pemantauan. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Bidang Biomedis. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. kepegawaian dan umum. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . evaluasi dan penyusunan laporan. dan d. anggaran. pemantauan. b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.

tata persuratan. pelaksanaan penelitian. kepegawaian. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. biokimia. (2) Subbagian Keuangan. dan penyusunan laporan. bioinformatika. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelitian. sel punca (stem cells). biomolekuler dan farmakologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. protokol. 159 . serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan.Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. imunologi. rumah tangga. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. utilisasi. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. patologi. serta gaji. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. dan b. genomik dan proteomik. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. evaluasi. pelayanan pimpinan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. diseminasi. Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. program. Subbidang Biomedis Non Manusia. nutrigenomik dan nutrigenetik. Subbagian Program dan Kerja Sama. promosi hasil penelitian dan pengembangan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Subbagian Keuangan. meliputi biologi kedokteran. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. umum. Kepegawaian. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. fisiologi. dan b. parasitologi. mikrobiologi. Subbidang Biomedis Manusia. anggaran. pemantauan.

Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. Perbekalan Kesehatan. pengobatan dan pencegahan. (2) 160 . Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. pelaksanaan penelitian. meliputi biologi kedokteran.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. meliputi biomedis reservoir dan vektor. dan b. Gizi dan Makanan. nutrigenomik dan nutrigenetik. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. sel punca (stem cells). pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. teknologi rekayasa lingkungan. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. patologi. pelaksanaan penelitian. perbekalan kesehatan. parasitologi. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. mikrobiologi. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. gizi dan makanan. dan b. bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. agen serta biomedis non manusia lainnya. genomik dan proteomik. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. imunologi. dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya. fisiologi. biomolekuler dan farmakologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. teknologi farmasi. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. biokimia.

serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Perbekalan Kesehatan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. Bagian Tata Usaha. b. gizi dan makanan. d. c. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. koordinasi. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . dan c. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. pelaksanaan pembinaan. b. perbekalan kesehatan. Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan e. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. 161 (2) . serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bidang Epidemiologi Klinik. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.

uji obat dan vaksin. promosi hasil penelitian dan pengembangan. pelaksanaan urusan keuangan. utilisasi. makanan. umum. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyusunan rencana. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pelayanan pimpinan. program. Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan. pemantauan. dan penyusunan laporan.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. evaluasi dan laporan. b. Subbagian Program dan Kerja Sama. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. evaluasi. Kepegawaian. Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). anggaran. tata persuratan. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. kedokteran klinik. dan Umum. pengembangan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. protokol. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. dan c. Subbagian Keuangan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. dan umum. gizi. Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan b. dan anggaran. dan uji obat bahan alam. rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan. kepegawaian. program. anggaran. 162 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. diseminasi. program. perlengkapan. kepegawaian. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. dan gaji.

Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. bahan obat. perbekalan kesehatan. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. teknologi kesehatan. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kebijakan di bidang 163 . dan b. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan. dan kedokteran klinik. pelaksanaan penelitian. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian. kosmetika. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. obat tradisional. dan b. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a.

kanker. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. diabetes melitus dan metabolik lainnya. 164 . penyakit kronis dan degeneratif lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. dan b. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang. dan c. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. pelaksanaan penelitian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah.b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.

program. dan penyusunan laporan. b. Bidang Sumber Daya Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. pemantauan. anggaran. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. utilisasi. kepegawaian. 165 . promosi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan. dan Umum. Subbagian Program dan Kerja Sama. penyusunan rencana. d. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. program. diseminasi. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. c. evaluasi. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Kepegawaian. pemantauan. pemantauan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. dan c. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a.b. pemantauan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . dan e. dan b. evaluasi dan laporan. program. Bagian Tata Usaha. b. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. anggaran. Bidang Upaya Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. dan umum. pelaksanaan urusan keuangan. dan c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat.

perlengkapan. remaja. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. kesehatan tradisional. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. kesehatan sekolah. umum. rumah tangga. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. sosial ekonomi. dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. serta faktor lainnya. peningkatan kesehatan. dan gaji. pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit.(2) Subbagian Keuangan. gizi dan makanan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. bayi. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. komplementer dan alternatif. pelaksanaan penelitian. kesehatan ibu. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. tata persuratan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. anak. dan b. Kepegawaian. kepegawaian. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. kesehatan reproduksi. pelaksanaan penelitian. kesehatan kerja. pelayanan pimpinan. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. geografi. kesehatan jiwa. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. dan b. serta penyiapan bahan penyusunan. kesehatan matra. kesehatan olah raga. 166 . protokol. serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian.

Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. balai pengobatan. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. dan c pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. fasilitas dan perbekalan kesehatan. tempat kerja. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan. tempat rekreasi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Sumber Daya Manusia. pelaksanaan penelitian. puskesmas. permukiman. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. praktik tenaga kesehatan. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. rumah bersalin. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. klinik pelayanan kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik. b. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. 167 . serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. pelaksanaan penelitian.

Kebijakan Kesehatan. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. dan pemberdayaan masyarakat. Bidang Humaniora Kesehatan. c. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. evaluasi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. b. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. d. dan pemberdayaan masyarakat. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. KEBIJAKAN KESEHATAN. dan pemberdayaan masyarakat. Pusat Humaniora. dan e. b. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Kebijakan Kesehatan. rencana.BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. dan pemberdayaan masyarakat. evaluasi dan laporan. kebijakan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. 168 . dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. kebijakan kesehatan. pemantauan. kebijakan kesehatan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. kebijakan kesehatan. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan anggaran. dan c. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. Pasal 742 Pusat Humaniora. program. Kebijakan Kesehatan. pemantauan. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana.

dan penyusunan laporan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. b. dan penyusunan laporan. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. utilisasi. 169 . pelayanan pimpinan. umum. evaluasi. perlengkapan. diseminasi. ekonomi.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbagian Keuangan. pelaksanaan penelitian. pemantauan. Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. pemantauan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan. Kepegawaian. tata persuratan. kepegawaian. Kepegawaian. Subbagian Program dan Kerja Sama. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. (2) Subbagian Keuangan. dan gaji. dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan urusan keuangan. dan umum. promosi hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi. kepegawaian. psikologi. dan c. rumah tangga. program. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan pemberdayaan masyarakat. protokol. kebijakan kesehatan. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. penyusunan rencana. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan b. dan Umum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. anggaran. demografi. dan budaya. anggaran. kebijakan kesehatan. program.

serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. filsafat. pertahanan dan keamanan. Subidang Hukum dan Etika. b. perilaku dan peran serta masyarakat. budaya. etika. c. etika. dan ilmu terkait lainnya. kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan b. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. dan Budaya. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. c. 170 . Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. ekonomi. dan pelaksanaan penelitian. Ekonomi. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta pengkajian desentralisasi. Subbidang Sosial. dan pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan. psikologi. Ekonomi. pelaksanaan penelitian.b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. filsafat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya. demografi. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 749 teknologi kesehatan.

serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi. (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. b. Subbidang Analisis Kebijakan. 171 . pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. TUGAS. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan.

Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. terdiri atas: a. c. dan Pusat Standardisasi. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Sekretariat Badan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. b. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. koordinasi dan penyusunan rencana. pemantauan.Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. e. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. b. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyusunan kebijakan teknis. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. pengelolaan data dan informasi. Sertifikasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan anggaran. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. b. c. 172 . program.

serta pemantauan. dan pemantauan. dan penyusunan laporan. program. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan perlengkapan. dan anggaran. jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan. pengelolaan urusan keuangan. 173 . Bagian Hukum. dan anggaran. d. d. dan gaji. pengumpulan. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Informasi. pengolahan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. dan pengelolaan data dan informasi. c. program. kearsipan. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan Hubungan Masyarakat. dan penyajian data dan informasi. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762.c. penataan organisasi. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan penyusunan laporan. dan hubungan masyarakat. evaluasi. pengolahan. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan pemantauan. g. program. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. b. dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. evaluasi. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. f. e. c. penyiapan urusan hukum. b. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. c. b. evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Program dan Anggaran. rumah tangga. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Organisasi.

organisasi. d. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. c. c. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan hukum. evaluasi. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. dan perlengkapan. b. c. Subbagian Hukum. dan pelaporan pelaksanaan program. Pasal 766 Bagian Hukum. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Organisasi. evaluasi organisasi. penataan organisasi. pelaksanaan penataan. Subbagian Organisasi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. rumah tangga. Organisasi. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 768 Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. b. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. b. pengelolaan anggaran. 174 . Bagian Hukum.

b. b. 175 (2) (3) . Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. dan pelaksanaan urusan tata persuratan. dan ganti rugi. kearsipan. urusan tata usaha keuangan. dan akuntansi. pengadaan. Subbagian Perbendaharaan. c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pensiun dan mutasi pegawai.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. dan gaji. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. tuntutan perbendaharaan. tata persuratan. kearsipan. c. pemberhentian. b. pembukuan. dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan gaji. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional. serta jabatan fungsional. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai.

dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. c. kearsipan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. dan gaji. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri.(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. d. terdiri atas: 176 b. pemantauan. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. . Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

pemantauan. evaluasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri atas: a. pemantauan. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . b. penyusunan program. e. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan.a. dan Subbidang Program dan Pelaporan. Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. d. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Subbidang Analisis Kebutuhan. evaluasi. dan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. c. pemantauan. Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. 177 (2) . evaluasi. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan.

Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. 178 (2) . b. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. b. Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. b. dan rumah tangga Pusat. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan. 179 (2) . kepegawaian. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. pengembangan dan pengendalian mutu. dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. keuangan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan.

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

b. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. (2) . dan Subbidang Pengembangan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. Subbidang Pendidikan. dan Subbidang Pelatihan. Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. 184 b. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Program. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program.

(2) (2) 185 . kepegawaian. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. terdiri atas: a. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan Subbidang Pemantauan. b. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. dan rumah tangga Pusat. keuangan. Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. b. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821.Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Standardisasi.

Sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. c. Sertifikas. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. b. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. Bidang Perencanaan dan Program. d. c. Pasal 828 Pusat Standardisasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. Subbagian Tata Usaha. Sertifikasi. 186 .BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI. evaluasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Pusat Standardisasi. e. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. d. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. SERTIFIKASI. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826.

dan b. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. sertifikasi.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. sertifikasi. Subbidang Program. Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan b. Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. evaluasi. penyusunan program. sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. dan laporan di bidang standardisasi. Subbidang Perencanaan. Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. evaluasi. pemantauan. terdiri atas: a. sertifikasi.

a. b. dan b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. b. Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. (2) 188 . Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a.

Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. keuangan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal. c. Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. (2) 189 . b. kepegawaian. dan rumah tangga Pusat. d. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Staf Ahli Bidang Mediko Legal. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. dan e. (2) Dalam melaksanakan tugas.

(4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. (2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat. TUGAS. (3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. serta pengembangan sistem informasi dan bank data. 190 . analisis dan diseminasi informasi. Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan.Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi.

e. penyusunan rencana. evaluasi. dan f. dan perlengkapan. dan anggaran. d. dan c. Subbagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi. b. dan c. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. umum. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. 191 . e. pelaksanaan pengumpulan. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. c. tata usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi. pemantauan. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. c.Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. pemantauan. pengembangan sistem informasi dan bank data. evaluasi dan laporan. b. pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan administrasi Pusat. b. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi. b. pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. Bagian Tata Usaha. dan laporan serta administrasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. kerumahtanggaan. program. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. . d. Bidang Statistik Kesehatan. analisis dan diseminasi informasi.

program. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. (2) Subbagian keuangan. (2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan b. kearsipan. dan b. 192 . evaluasi dan penyusunan laporan.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. dan perlengkapan . pengumpulan. Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengumpulan. serta pemantauan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. rumah tangga. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. dan anggaran. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. tata persuratan.

Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. Subbidang Bank Data. diseminasi informasi kesehatan. pengembangan sistem informasi kesehatan. (2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan bank data kesehatan. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. 193 . Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. analisis data kesehatan. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a. dan b. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. dan b. Subbidang Analisis Data Kesehatan. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. dan b.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi. Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan. dan b. Subbidang Diseminasi Informasi.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. penyusunan kebijakan teknis. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. pelaksanaan administrasi Pusat. multilateral dan regional di bidang kesehatan. 194 . dan d. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. dan Kelompok Jabatan Fungsional. rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri. d. c. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. b.BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. b. pemantauan. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. c. TUGAS. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a. Mitigasi. dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. kearsipan. tata persuratan. Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 889 Bidang Pencegahan. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan b. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 891 Bidang Pencegahan. mitigasi. Mitigasi. dan rumah tangga. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan b. Bidang Pencegahan. Mitigasi. Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. pembayaran gaji. Subbidang Kesiapsiagaan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan.

Subbidang Informasi. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Pemantauan. dan b. dan b. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan. (2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Tanggap Darurat. dan b. (2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan b. Subbidang Pemulihan. 200 .a. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan.

koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. penyusunan kebijakan teknis. sosialisasi. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. Bidang Pembiayaan Kesehatan. c.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. d. pemantauan. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. dan e. b. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. 201 . DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. pelaksanaan advokasi. TUGAS. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. b. Bidang Jaminan Kesehatan. Bagian Tata Usaha. evaluasi. c.

program. Subbagian Sistem Informasi. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi. dan anggaran. dan evaluasi. dan Evaluasi. dan e. Monitoring. b. dan c. penyusunan rencana. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. dan c. Subbagian Program dan Anggaran. pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. monitoring. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata persuratan dan kearsipan. kerumahtanggaan serta perlengkapan. penyusunan pedoman. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. (2) Subbagian Sistem Informasi. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. tata persuratan kerumahtanggaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. rencana dan anggaran. 202 . umum. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan perlengkapan. dan administrasi Pusat. Monitoring. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a.d. umum.

b. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. penyiapan advokasi. Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. dan c. analisis mobilisasi sumber dana. penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. sosialisasi. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. analisis kesinambungan biaya kesehtan. penyiapan advokasi. koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. (2) 203 . Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. sosialisasi. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah. penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi. dan b. sosialisasi.

dan jaminan kesehatan non penerima upah. sosialisasi. perumusan kebijakan. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan jaminan kesehatan non penerima upah. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. sosialisasi. b. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. dan b. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. penyusunan. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. 204 . penyusunan. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. penyiapan advokasi. dan c. dan jaminan kesehatan non penerima upah. sosialisasi. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi.

Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara . Subbidang Kendali Mutu. Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan. b. dan c. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan. analisis utilisasi. perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi manfaat. penyiapan advokasi. mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan.Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. penyusunan. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . (2) 205 . perumusan kebijakan. penyusunan. sosialisasi. Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan berbagai pedoman. dan b. Subbidang Pengembangan Jaringan. instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan.

pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga. Bidang Pelayanan Informasi Publik. dan d. Bagian Tata Usaha. pemantauan. Bidang Media Massa dan Opini Publik. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. c. TUGAS. pelaksanaan administrasi Pusat. b.BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. penyusunan kebijakan teknis. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik. c. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. rencana dan program di bidang komunikasi publik. 206 . evaluasi.

207 . Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana. evaluasi. pengelolaan urusan keuangan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. Bidang Hubungan Antar Lembaga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. umum. dan laporan serta administrasi Pusat. dan perlengkapan. b. Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. dan laporan. tata persuratan. pengelolaan urusan kepegawaian. b. dan e. pemantauan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan c. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. dan anggaran. dan anggaran. dan b. kearsipan. program. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. umum. kerumahtanggaan. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan. Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. evaluasi dan laporan. pemantauan. pemantauan. dan c. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyusunan rencana. tata usaha. rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan penyusunan opini publik. program. Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik.d. Subbagian Program dan Evaluasi. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929.

pengelolaan isu strategis. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan. dokumentasi.Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. dan b. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. Subbidang Opini Publik. dan dokumentasi. 208 . Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a. Subbidang Media Massa. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. dan b. (2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan. Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. data dan informasi komunikasi publik. dan pameran. dan b. perpustakaan. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi.

lingkungan internal dan eksternal. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. dan b. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. lingkungan internal dan eksternal.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. dan b. (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat. Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga. swasta. 209 . Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. swasta. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara.

dan g. DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Bidang Advokasi dan Kemitraan. penyusunan kebijakan teknis. 210 . e. pelaksanaan administrasi Pusat. d. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan.BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. f. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pemantauan. c. b. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. evaluasi. c. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. TUGAS. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. b. pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.

kepegawaian. b. rencana dan anggaran. dan perlengkapan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Kelompok Jabatan Fungsional. program. b. kerumahtanggaan. kearsipan rumah tangga. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Subbagian Program dan Evaluasi. dan anggaran. pengelolaan urusan umum. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Subbagian Keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan. dan e. pemantauan. pengelolaan urusan keuangan. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. pemantauan. tata usaha. Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program.d. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan perlengkapan. penyusunan rencana. dan c. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan c. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . serta evaluasi dan penyusunan laporan. tata persuratan. Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. dan laporan serta administrasi Pusat. evaluasi.

dan b. koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi. pelaksanaan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. Subbidang Peran Serta Masyarakat. dan b. 212 . Subbidang Kemitraan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan. dan b.a. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. Subbidang Advokasi. koordinasi. koordinasi.

Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. (2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. monitoring. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Metode. pelaksanaan. penyusunan. penyusunan program. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. koordinasi. Subbidang Pengembangan Teknologi. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a. dan b. koordinasi. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. 213 . Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. penyiapan bahan penyusunan. Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. koordinasi.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.

BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. d. pengkajian inteligensia kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. pemantauan. b. b. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. c. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a. rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. peningkatan kemampuan. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Bagian Tata Usaha. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. 214 . dan e. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. pemeliharaan. TUGAS. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis.

Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan. pemantauan. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. Subbagian Keuangan dan Umum. Subbagian Program dan Anggaran. dan perlengkapan. kerumahtanggaan. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. umum. program. tata persuratan. dan b. pengelolaan urusan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. dan administrasi Pusat.c. dan anggaran. dewasa dan lanjut usia. tata persuratan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana. dan c. dan d. Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. urusan kepegawaian. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. remaja. b. dan kearsipan. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. pelaporan. pembayaran gaji. evaluasi. program. evaluasi dan laporan. pemantauan. serta rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan anggaran.

(2) Subbidang Inteligensia Remaja. remaja. dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak.a. dan c. Subbidang Inteligensia Remaja. Dewasa. 216 . terdiri atas: a. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. koordinasi pelaksanaan. dewasa. dewasa dan lanjut usia. Dewasa. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dewasa dan lanjut usia. pengkajian. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. pengkajian. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. remaja. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. pengkajian inteligensia kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. degeneratif. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. degeneratif. b. penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan lanjut usia. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. degeneratif. Subbidang Inteligensia Anak. koordinasi pelaksanaan. Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan Lanjut Usia. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak.dan b. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan.

Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan. koordinasi pelaksanaan. b. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan. serta penyakit vaskuler otak. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan. TUGAS. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. pendayagunaan. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. koordinasi pelaksanaan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. terdiri atas: a. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. dan sistem persyarafan.

dan d. pelaksanaan administrasi Pusat. pengendalian kesehatan jemaah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. pelayanan medis. koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha.a. b. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. b. pengendalian kesehatan jemaah. pelayanan medis. pemantauan. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. penyusunan kebijakan teknis. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a. pengendalian kesehatan jemaah. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pelayanan medis. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. penyehatan lingkungan pemondokan. rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah. penyehatan lingkungan pemondokan. c. evaluasi. Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyehatan lingkungan pemondokan. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. 218 . dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. dan d. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya.

Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. b. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan teknis pelayanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. (2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan d. c. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah.Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985. 219 . monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a. Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. pelatihan dan pengerahan tenaga. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. pengelolaan sediaan farmasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. dan b. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan.

Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. serta kepegawaian. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. perlengkapan. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. kearsipan. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. 220 . rumah tangga. Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. dan keuangan. dan d. c. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. dan b. bimbingan teknis peningkatan kesehatan. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. dan b.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan.

Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 221 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi. ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini.BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. 222 . Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. integrasi. Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan.

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini.BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011.