PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

c. e. Kebijakan dan Program. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. serta program. b. Bagian APBN II . evaluasi. dan sinkronisasi. b. penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. kebijakan. dan 5 .BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. anggaran. penyiapan penyusunan rencana strategis. Kebijakan. dan penyusunan rencana dan anggaran. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Biro a. Bagian APBN I . petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. d. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis. serta keterpaduan program kegiatan prioritas. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. Bagian Perencanaan Strategis. penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan. Bagian APBN III . dan laporan. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Bagian Perencanaan Strategis. dan b. penyusunan dan penetapan rencana strategis. standar biaya.

(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. monitoring. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. 6 . serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan. laporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Kebijakan dan Program terdiri atas : a. serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. dekonsentrasi.c. serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden. evaluasi. evaluasi. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. standar biaya. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan tugas pembantuan. dan laporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan c. b. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan. Subbagian Tata Usaha Biro.

b. dekonsentrasi. dekonsentrasi. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. 7 . dan c. Subbagian Perencanaan. evaluasi. dan tugas pembantuan. Subbagian Anggaran. penelaahan dan penyusunan rencana. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi dan laporan. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. dan tugas pembantuan. standar biaya. dan tugas pembantuan. evaluasi dan pelaporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. dan c. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. pada satuan kerja kantor pusat. penelaahan dan penyusunan anggaran. b. dan laporan.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.

dan tugas pembantuan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. 8 . program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. Subbagian Anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. penelaahan dan penyusunan anggaran. dan c. Subbagian Perencanaan. dan tugas pembantuan. dekonsentrasi. dekonsentrasi. evaluasi dan pelaporan. dan c. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. evaluasi dan laporan. b. dan laporan. evaluasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. penelaahan dan penyusunan rencana. dan tugas pembantuan.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. pada satuan kerja kantor pusat. b. standar biaya.

dan tugas pembantuan. Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. evaluasi dan pelaporan. dekonsentrasi. b. 9 .Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi dan laporan. pada satuan kerja kantor pusat. penelaahan dan penyusunan anggaran. dan tugas pembantuan. penelaahan dan penyusunan rencana. dan c. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan c. Subbagian Anggaran. Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Subbagian Perencanaan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. b.

pengembangan pegawai. b. pegawai tidak tetap. pelaksanaan pengadaan pegawai. 10 . b. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. c. Bagian Pengadaan Pegawai. b. pengelolaan urusan mutasi pegawai.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. d. Bagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. dan penugasan khusus. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. c. dan c. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. d. Bagian Mutasi Pegawai.

(2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. dan pensiun pegawai. b. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. dan c. Subbagian Kenaikan Pangkat. 11 . dan c. b. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. pemberhentian dan pensiun pegawai. Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. pelaksanaan pemindahan. pemberhentian. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. (3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus. Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. b. dan c.

Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian. dan c. pelaksanaan penilaian kinerja. kesehatan pegawai. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai. Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. pengembangan karier. ujian dinas. serta tata usaha Biro. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. administrasi kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. 12 . (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. pemberian penghargaan. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. dan pengisian jabatan struktural. tugas dan izin belajar.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. b. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. b. pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional. dan c.

b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. monitoring. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penyusunan rencana. b. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Peraturan Kepegawaian. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. dan c. 13 . monitoring. c. dan d. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai. evaluasi dan laporan Biro. Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a. administrasi kesejahteraan pegawai. evaluasi. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan laporan.

dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. d. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. e. b. d. b. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. c. 14 . c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. urusan perbendaharaan.

Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. 15 . dan c. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. b.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. b. dan c. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. b. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan.

(2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Subbagian Penyimpanan. tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. evaluasi. b. pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. Subbagian Tata Usaha Biro.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. d. b. 16 . c. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. (3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan penyusunan rencana. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. evaluasi dan laporan Biro. Subbagian Pengadaan. dan laporan. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. monitoring. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. dan Inspektorat Jenderal. dan c. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. monitoring. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a.

Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. pemanfaatan. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. dan c. pelaksanaan penatausahaan barang milik negara. b. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan penghapusan barang milik negara. pelaksanaan penghapusan barang milik negara. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara. 17 . (2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara. b. dan c.

pembinaan dan penataan kelembagaan. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penyusunan analisis jabatan. f. b. e. d. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. h. Bagian Peraturan Perundang-Undangan. c. e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. pembinaan ketatalaksanaan. dan i. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. g. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 .BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. d. pelayanan hukum. c. Bagian Kelembagaan. Bagian Pelayanan Hukum.

dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. dan kodifikasi hukum. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. dan c. publikasi. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan c. pelaksanaan urusan dokumentasi.a. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. b. penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. sosialisasi. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. b. sosialisasi. penelitian dan pengembangan kesehatan. dan c. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. pengawasan internal. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. sosialisasi. dan penyusunan rumusan perjanjian. serta urusan dokumentasi. Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. sosialisasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. 19 . (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. kefarmasian dan alat kesehatan.

dan d. Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. b.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. c. penyiapan penataan kelembagaan. dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi dan laporan Biro. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. 20 . Subbagian Penyusunan Perjanjian. dan susunan serta uraian jabatan. monitoring. penyusunan analisis jabatan. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. Subbagian Bantuan Hukum. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi jabatan dan beban kerja. Subbagian Pertimbangan Hukum. penyusunan rencana. dan c. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Penataan Kelembagaan. b. b. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. penyusunan analisis jabatan. Subbagian Analisis Jabatan.

dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. monitoring. 21 . penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. e. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. c. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. dan laporan. Subbagian Tata Laksana. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. b. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan. evaluasi jabatan dan beban kerja. b. pelaksanaan penataan jabatan fungsional. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. d. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. penyusunan tata laksana. Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. dan c. evaluasi. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. dan susunan serta uraian jabatan. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

b. prosedur. dan e. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan. b. DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. c. c. 26 . Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. TUGAS. d. standar.

Direktorat Bina Kesehatan Jiwa. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. d. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. tata persuratan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Program dan Informasi. dan f. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan anggaran. rumah tangga. e. penyiapan urusan hukum. dan pengelolaan data dan informasi. b. Bagian Hukum. gaji. program. dan hubungan masyarakat. b. c. dan anggaran. Organisasi. d. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. e. jabatan fungsional. pelaksanaan urusan kepegawaian. penataan organisasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan Hubungan Masyarakat. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. kearsipan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . dan perlengkapan. c. dan f. Bagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. evaluasi dan penyusunan laporan. pengelolaan urusan keuangan. program.e. pengelolaan data dan informasi.

dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. Organisasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. Pasal 115 Bagian Hukum. dan penyusunan laporan. dan anggaran. b. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. pengumpulan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Organisasi. dan c. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Organisasi. ketatalaksanaan. penyiapan urusan hukum. b. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Subbagian Organisasi. dan 28 . serta penyajian data dan informasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 117 Bagian Hukum. Subbagian Program. Subbagian Hukum. b. penataan organisasi. dan c. jabatan fungsional. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. program. evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. b. dan c. pengolahan. program. dan anggaran.a.

dan perlengkapan. Subbagian Anggaran. rumah tangga. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. 29 . pembukuan dan akuntansi. pengelolaan anggaran. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. dan ketatalaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. kearsipan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. tata persuratan. dan c. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. urusan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi.Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. gaji. b. jabatan fungsional. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan.

dan c. usia lanjut dan pelayanan darah. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan penyusunan norma. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. standar. b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. kearsipan dan gaji. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan pengisian jabatan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kepegawaian. perbatasan dan kepulauan.Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. bina pelayanan kedokteran keluarga. mutasi pegawai. 30 . bina pelayanan kesehatan khusus. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan c. kearsipan dan gaji. dan kriteria. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. prosedur.

bina pelayanan kedokteran keluarga. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. d. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan f. bina pelayanan kesehatan khusus. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. bina pelayanan kedokteran keluarga. standar. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan g. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. prosedur. f. prosedur dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. perbatasan dan kepulauan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. Perbatasan dan Kepulauan. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. c. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. 31 . usia lanjut dan pelayanan darah. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan kesehatan khusus. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. bina pelayanan kedokteran keluarga. bina pelayanan kesehatan khusus. e.b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. b. perbatasan dan kepulauan. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. e. d. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. perbatasan dan kepulauan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. bina pelayanan kesehatan khusus. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. standar. usia lanjut dan pelayanan darah. evaluasi. usia lanjut dan pelayanan darah.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. dan 32 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. dan d. serta bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur. standar. c. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan norma. prosedur dan kriteria. prosedur. standar. prosedur. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. b. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. 33 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut.d. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. c. Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b. prosedur dan kriteria. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. evaluasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. standar. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan d. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. pemantauan. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. prosedur. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. dan d. prosedur. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. 34 . Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan b. b. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. Seksi Standardisasi. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan kriteria serta bimbingan teknis. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus.

perbatasan dan kepulauan. terisolir. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. prosedur. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan d. Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. dan b. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. terisolir. 35 . penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. terpencil. terpencil. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Seksi Standardisasi. perbatasan dan kepulauan. standar. terisolir. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a. perbatasan dan kepulauan.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. terisolir. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. terisolir. prosedur dan kriteria. standar. terpencil. prosedur. perbatasan dan kepulauan. terpencil. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan.

Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. terpencil. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. b. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. 36 . dan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. terpencil. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. terisolir. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar. prosedur. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. terisolir. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik.

Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. b. dan kriteria. prosedur. 37 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat.c. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. d. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. c. e. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. d. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan f. e. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan g. f.

b. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. prosedur. Seksi Standardisasi. penyusunan norma. Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 . prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. standar. standar. standar. c. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan kriteria.

b. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan d. Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.a. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. standar. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. dan kriteria. standar. c. 39 . penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. prosedur. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. standar. standar. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. prosedur. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan d. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. c. b. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan penyusunan norma.b. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. 40 . dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

c. 41 . Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. dan kriteria. prosedur. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan.c. penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan d. standar. dan b. prosedur. Seksi Standardisasi. dan d. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan.

standar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. dan penyusunan norma. Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 42 . Seksi Bimbingan. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan b. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a. prosedur dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik.

standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. d. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan penyusunan norma. c. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. c. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan f. 43 . Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. serta bimbingan teknis. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. e. g. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus.b. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. standar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. f. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. b. d.

penyiapan bahan penyusunan norma.b. dan d. Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. 44 . penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan penyusunan norma. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. serta bimbingan teknis. standar. b. prosedur. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan b. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. prosedur. standar. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. standar. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. c.

dan d. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. standar. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. 45 .Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan b. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan penyusunan norma. prosedur. Seksi Standardisasi. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. b.

Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a. b. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. standar. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. c. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. 46 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. dan kriteria. dan d. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. standar. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Seksi Standardisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. 47 . dan b. dan penyusunan norma. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik.

Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. bina pelayanan radiologi.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria. 48 . bina pelayanan radiologi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan f. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. e. dan penyusunan norma. bina sarana dan prasarana kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. c. standar. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. penyiapan penyusunan standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. b. d. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. norma. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. f. prosedur. dan kriteria. dan b. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. g. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan penyusunan norma. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. b. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. serta bimbingan teknis. 49 . dan d. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. standar. prosedur.b. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. 50 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan d. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. standar. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c.

serta bimbingan teknis. standar. Seksi Standardisasi. dan d. standar. prosedur. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi. standar. prosedur. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. dan b. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan kriteria. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a. dan 51 . Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214.Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan bahan penyusunan norma.

dan b. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 52 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a.d. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a. b. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. standar. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. rokok. prosedur dan kriteria. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis. prosedur. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. b. Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. rokok. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. standar. dan penyusunan norma. dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa.Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 53 . bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan penyusunan norma.

penyiapan penyusunan norma. f. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan g. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. rokok. d. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan.c. c. dan alkohol. standar. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. b. e. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. standar. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Kelompok Jabatan Fungsional. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan kriteria. dan penyusunan norma. Rokok. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. rokok. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). e. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . dan f. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan. rokok. prosedur. d. Subbagian Tata Usaha. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika.

prosedur. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. b. Seksi Standardisasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan penyusunan norma. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan d. standar. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. prosedur. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. c. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. c. 55 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan.

prosedur. dan b. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria. dan d. c. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. dan b. standar. 56 . dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. b. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan.

rokok. prosedur. rokok. standar. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan penyusunan norma. rokok. serta bimbingan teknis. Rokok. dan alkohol. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan b. dan alkohol. prosedur. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Rokok. c. Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. rokok. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. b. Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. rokok. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. dan alkohol. Rokok. Seksi Standardisasi. dan d. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. rokok. dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol. dan alkohol. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan alkohol. dan alkohol terdiri dari: a. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. rokok. 57 . dan kriteria. dan alkohol. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma.

b. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan penyusunan norma. standar. prosedur. standar.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. dan kriteria. dan d. prosedur. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. dan b. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. 58 . Seksi Standardisasi.

(2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. TUGAS. d.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan norma. b. standar. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 59 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan e. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.

Imunisasi. b. e. koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. dan perlengkapan. f. Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemantauan. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Program dan Informasi. b. pengelolaan data dan informasi. Bagian Hukum. rumah tangga. program. penyiapan bahan urusan hukum. dan f. tata persuratan. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. Organisasi. d. dan Hubungan Masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan keuangan. e. evaluasi dan penyusunan laporan. pelaksanaan urusan kepegawaian. b.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. dan anggaran. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung. d. c. d. Direktorat Surveilans. penataan organisasi. Karantina. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. Bagian Kepegawaian dan Umum. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Kesehatan Matra. c. kearsipan. e. gaji. 60 . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan.

penyiapan urusan hukum. serta evaluasi dan penyusunan laporan.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. program. Subbagian Program. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. evaluasi dan penyusunan laporan. Organisasi. b. ketatalaksanaan. dan anggaran. program. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 258 Bagian Hukum. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi. dan pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Bagian Hukum. dan penyusunan laporan. pemantauan. dan c. Organisasi. b. program. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. pengolahan. b. dan anggaran. serta penyajian data dan informasi. dan anggaran. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. pengolahan. jabatan fungsional dan 61 . Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. dan c. pengumpulan. dan penyajian data dan informasi. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.

Subbagian Anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. 62 . (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Subbagian Hukum. dan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Organisasi. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Organisasi. dan akuntansi. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan c. b. urusan tata usaha keuangan. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Hubungan Masyarakat. dan c. dan c. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. jabatan fungsional. Subbagian Perbendaharaan. b. pembukuan. pengelolaan anggaran. b.Pasal 260 Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan urusan tata persuratan. standar. IMUNISASI. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga. karantina. Subbagian Kepegawaian. dan c. b. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan pengisian jabatan. dan c. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. prosedur. 63 . dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. KARANTINA. dan kriteria. Subbagian Rumah Tangga. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans. kearsipan dan gaji. gaji. kearsipan dan gaji. dan perlengkapan. imunisasi. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. mutasi pegawai. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan kesehatan matra. kearsipan. Imunisasi. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. tata persuratan. Karantina. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.

Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. kesehatan pelabuhan. Subdirektorat Imunisasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. penyiapan penyusunan norma. kesehatan pelabuhan. imunisasi. pemantauan. Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB).Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. kesehatan pelabuhan. karantina kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan kesehatan matra. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. d. dan f. prosedur. b. e. dan kesehatan matra. imunisasi. kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. karantina kesehatan. Subbagian Tata Usaha. dan kesehatan matra. standar. Imunisasi. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 . e. kesehatan pelabuhan. kesehatan pelabuhan. standar. d. Subdirektorat Kesehatan Matra. imunisasi. imunisasi. Karantina. penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. f. Direktorat Surveilans. Karantina. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. dan penyusunan norma. Pasal 272 Direktorat Surveilans. karantina kesehatan. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. pemantauan. dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. dan kriteria. dan kesehatan matra. Imunisasi. c. karantina kesehatan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. prosedur. karantina kesehatan. imunisasi. dan kesehatan matra.

dan d. prosedur. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang imunisasi. Seksi Standardisasi. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. dan penyusunan norma. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. d. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. b. b. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans.a. standar. kerjasama/kemitraan. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. prosedur. standar. dan kriteria di bidang surveilans. standar. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan respon KLB. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 65 . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang surveilans. c. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. sistem kewaspadaan dini. penyiapan bahan pemantauan.

dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. b. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. c. standar. b. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. standar. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Seksi Standardisasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang imunisasi. standar. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. dan d.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. kerjasama/kemitraan. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. (2) 66 . Seksi Standardisasi. prosedur. kerjasama/kemitraan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pemantauan. serta bimbingan teknis.

prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra. Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang kesehatan matra. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. kerjasama/kemitraan. Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. prosedur. b. prosedur. dan kriteria. prosedur. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. c. dan d. standar. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. (2) 67 . penyusunan norma. standar. pemantauan. dan kriteria di bidang kesehatan matra.

infeksi saluran pernafasan akut. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . e. infeksi saluran pernafasan akut. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. kerjasama/kemitraan. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan norma. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. pemantauan. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. dan kriteria. infeksi saluran pernafasan akut. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung. prosedur. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. infeksi saluran pernafasan akut. b. d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. prosedur. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. c. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. standar.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. evaluasi. dan g. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. infeksi saluran pernafasan akut. c. 69 . d. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. pemantauan. dan d. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. c. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. b. e. dan penyusunan norma. standar. Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a. standar. dan f. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. prosedur. b. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. f. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.dan penyakit menular seksual.

Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. standar. dan di bidang (2) d. dan penyusunan norma. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur. evaluasi. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. standar.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. 70 . dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. c. standar.

dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. c. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. standar. prosedur. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. (2) 71 . penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. standar. prosedur.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria. dan b. dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Seksi Standardisasi. penyusunan norma. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. dan d.

penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. standar. infeksi hati dan saluran pencernaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare.Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan b. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. infeksi hati dan saluran pencernaan. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. dan penyusunan norma. c. evaluasi. prosedur. infeksi hati dan saluran pencernaan. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. standar. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. dan kriteria. infeksi hati dan saluran pencernaan. Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. prosedur. b. infeksi hati dan saluran pencernaan. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. prosedur. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. 72 . kerjasama/kemitraan. dan d. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama/kemitraan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. dan kriteria. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. kerjasama/kemitraan.

penyiapan bahan pemantauan.pemantauan. prosedur. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. 73 . Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan penyusunan norma. prosedur. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. c. dan d. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. evaluasi. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. pemantauan. g.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. Subdirektorat Pengendalian Vektor. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. c. penyiapan penyusunan norma. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. zoonosis. d. e. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a. arbovirosis. arbovirosis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Subbagian Tata Usaha. 74 . zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Malaria. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. arbovirosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. e. dan f. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis. c. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. zoonosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. arbovirosis. dan penyusunan norma. standar. arbovirosis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. dan kriteria. f. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. zoonosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. standar. dan kriteria di bidang pengendalian malaria.

Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. prosedur. c. dan penyusunan norma. evaluasi. dan d. kerjasama/kemitraan. pemantauan. prosedur. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. prosedur. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. Seksi Standardisasi. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. pemantauan.Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan penyusunan norma. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan penyusunan norma. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. b. serta bimbingan teknis. (2) 75 . dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317.

dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. 76 (2) . standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. prosedur. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. b. pemantauan. dan penyusunan norma. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan pemantauan. b. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. serta bimbingan teknis. b. standar. Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. dan kriteria. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. evaluasi. kerjasama/kemitraan. prosedur. standar.

prosedur. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. evaluasi. dan d. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. standar. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi.c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. pemantauan. dan penyusunan norma. b. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. 77 . pemantauan. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. serta bimbingan teknis. evaluasi. evaluasi. dan kriteria. dan penyusunan norma.

dan b. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. standar. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. kerjasama/kemitraan. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. serta bimbingan teknis. standar. b. dan penyusunan norma. c. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. dan penyusunan norma. pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. evaluasi. prosedur. prosedur. 78 . Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a. Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 331. prosedur.

c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyakit kanker. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. diabetes melitus dan penyakit metabolik. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kronis dan degeneratif. penyakit kanker. prosedur. prosedur. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. dan kriteria. Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. standar. kerjasama/kemitraan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. standar. dan penyusunan norma.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyakit kanker. 79 . penyiapan penyusunan norma. pemantauan. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyakit kronis dan degeneratif. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan penyusunan norma.

f. e. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. dan pembuluh darah. dan d. penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan f. dan pembuluh darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan pembuluh darah.d. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. b. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. standar. 80 Tindak . standar. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. b. pemantauan. dan pembuluh darah. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. prosedur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a. dan penyusunan norma. g. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyakit kanker. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. e. diabetes melitus dan penyakit metabolik. d. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. c. penyakit kanker. c.

penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. b. kerjasama/kemitraan. 81 (2) . dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. prosedur. pemantauan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pemantauan. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan penyusunan norma. c. prosedur.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. standar. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah.

evaluasi. Seksi Standardisasi. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. b. serta bimbingan teknis. dan d. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. pemantauan. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a. Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan penyusunan norma.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. c. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. prosedur. standar. pemantauan. dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. b. (2) 82 .

kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. c. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. b. dan evaluasi. serta bimbingan teknis.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Seksi Standardisasi. Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a. dan d. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. prosedur. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. standar. pemantauan. Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. evaluasi. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. prosedur. dan kriteria. (2) 83 . serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. pemantauan. kerjasama/kemitraan.

dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan penyusunan norma. Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. b. dan kriteria. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. standar. prosedur. prosedur. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. 84 . evaluasi. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. c. serta bimbingan teknis. Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. prosedur. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.

higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. dan radiasi. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat. serta pengamanan limbah. serta pengamanan limbah. dan radiasi. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. 85 . penyusunan norma. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan penyusunan norma. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. dan radiasi. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. udara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. higiene sanitasi pangan. higiene sanitasi pangan. prosedur. dan radiasi. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. d. pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. udara. c. dan radiasi. b. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. e. d. pemantauan. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. udara. udara. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. udara. prosedur. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. b. standar. dan f.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. pemantauan. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengamanan Limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Udara. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. prosedur. dan Radiasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. prosedur. serta bimbingan teknis. dan kriteria. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. c. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. standar.e. evaluasi. penyusunan norma. Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. f. dan d. g. pemantauan. standar. (2) 86 .

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. standar. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. dan kriteria. Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan di bidang d. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. serta bimbingan teknis. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. (2) 87 . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan norma. pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. prosedur. prosedur.Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. b.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. pemantauan. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. standar. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. dan b. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. prosedur. prosedur. c. evaluasi. 88 (2) .Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. standar. pemantauan. prosedur. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. b. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria. standar. standar. kerjasama/kemitraan. Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. pemantauan.

dan radiasi. b. dan radiasi. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. 89 (2) . Seksi Standardisasi. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. evaluasi. kerjasama/kemitraan. udara.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. c. Udara. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengamanan Limbah. prosedur. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. pemantauan. udara. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. standar. dan d. evaluasi. b. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. standar. Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan radiasi. prosedur. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. prosedur. Udara. b. pemantauan. udara. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengamanan limbah.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. dan Radiasi terdiri atas : a. dan radiasi. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. udara. Udara. dan radiasi. (2) 90 . dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. b. dan radiasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.c. pemantauan. udara. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. standar. prosedur. udara. udara. dan radiasi.

Sekretariat Direktorat Jenderal. b. b. DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Direktorat Bina Gizi. dan e. prosedur. perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. standar. penyusunan norma. TUGAS. 91 . Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

e. b. dan Hubungan Masyarakat. dan Komplementer. kearsipan. program. 92 . gaji. Bagian Hukum. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan perlengkapan. b. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. jabatan fungsional. c. rumah tangga. tata persuratan. penyiapan urusan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. e. d. Bagian Program dan Informasi. dan anggaran. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. program. dan hubungan masyarakat. pengelolaan data dan informasi. e. serta evaluasi dan penyusunan laporan. c. dan f. dan f. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Direktorat Bina Kesehatan Anak. penataan organisasi. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. Alternatif. d. dan pengelolaan data dan informasi. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Kepegawaian dan Umum. pengelolaan urusan keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan anggaran.c. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b. Bagian Hukum. Organisasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. evaluasi dan penyusunan laporan. program. dan c. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengolahan. Pasal 397 Bagian Hukum. b. pengolahan. jabatan fungsional. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan anggaran. program. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. penataan organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program. dan c. b. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. serta penyajian data dan informasi. dan hubungan masyarakat. dan 93 . ketatalaksanaan. Subbagian Data dan Informasi. dan penyajian data dan informasi. Organisasi. dan c. penyiapan urusan hukum. pengumpulan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program.

Organisasi. pembukuan. jabatan fungsional. urusan tata usaha keuangan. dan ganti rugi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a.Pasal 399 Bagian Hukum. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. 94 . Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan c. Subbagian Hubungan Masyarakat. b. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan akuntansi. dan c. Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan c. tuntutan perbendaharaan. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a. b. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Organisasi. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. dan ketatalaksanaan. pengelolaan anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. Subbagian Anggaran. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Subbagian Hukum.

kearsipan. dan pengisian jabatan. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Kepegawaian. dan gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. mutasi pegawai. gaji. Subbagian Rumah Tangga. dan c. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan perlengkapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi. dan kriteria. tata persuratan. dan urusan gaji. kearsipan. kearsipan. b. dan penyusunan norma. standar. b. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. rumah tangga.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. prosedur. penyiapan urusan kepegawaian. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan c. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 .

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a. dan penyusunan norma. 96 . dan kriteria di bidang bina gizi makro. penyiapan penyusunan norma. gizi mikro. dan konsumsi makanan. b. dan konsumsi makanan. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. gizi mikro. serta kewaspadaan gizi. serta kewaspadaan gizi. prosedur. dan kriteria di bidang bina gizi makro. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. c. Subdirektorat Bina Gizi Makro. gizi klinik. f. dan kriteria.a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. serta kewaspadaan gizi. dan konsumsi makanan. dan konsumsi makanan. serta kewaspadaan gizi. gizi mikro. gizi klinik. prosedur. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. serta bimbingan teknis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. d. b. gizi klinik. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. Subbagian Tata Usaha. gizi mikro. Subdirektorat Bina Gizi Mikro. dan d. f. b. gizi klinik. c. e. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. gizi klinik. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. standar. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. serta kewaspadaan gizi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. g. gizi mikro. standar. d. e.

dan kriteria di bidang gizi mikro. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. prosedur dan kriteria. c. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. evaluasi. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang gizi makro. prosedur. dan d. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. 97 . dan kriteria di bidang bina gizi mikro. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. b. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. Seksi Standardisasi. dan b. pemantauan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416.

dan kriteria. dan kriteria. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. dan b. Seksi Standardisasi. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. serta bimbingan teknis. dan d. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. prosedur. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. c. Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. prosedur. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. standar. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. b. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. evaluasi.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. pemantauan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma.

penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. 99 . standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. standar. c. b. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. Seksi Standardisasi. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. b. prosedur. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. dan d. standar.a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan kriteria. standar. prosedur. dan b.

Seksi Standardisasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan penyusunan norma. b. dan b. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. 100 . standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. pemantauan. prosedur. bina keluarga berencana. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. bina keluarga berencana.

Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. bina keluarga berencana. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. c. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. c. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. d. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. e. evaluasi. e. Subbagian Tata Usaha. bina keluarga berencana. f. penyiapan penyusunan norma. prosedur. g. Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. standar. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan penyusunan norma. d. standar. serta bimbingan teknis. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a.c. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan 101 . b. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. b. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. 102 . standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. standar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a. pemantauan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. dan kriteria serta bimbingan teknis. prosedur. Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. c. dan d. dan b. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a.d.

prosedur. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. pemantauan. dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. 103 . prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. c. dan d. dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. standar. dan kriteria serta bimbingan teknis.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. evaluasi. penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. prosedur. b. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. standar. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas.

dan kriteria di bidang keluarga berencana. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana. standar. Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. prosedur. b. 104 . dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. dan d. evaluasi. evaluasi. dan penyusunan norma. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. c. prosedur. Seksi Standardisasi. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. prosedur. dan b. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. prosedur.

dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan b. 105 . Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. c. prosedur. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. standar. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. pemantauan. prosedur.

bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. e. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. d. prosedur. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. 106 . dan kriteria. serta bina perlindungan kesehatan anak. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. standar. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. c. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan penyusunan norma. b. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. c. d. b. dan f. serta bina perlindungan kesehatan anak. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma.

prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. dan b. dan kriteria.e. prosedur. f. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 107 . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Seksi Standardisasi. prosedur. pemantauan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi. Subbagian Tata Usaha. dan d. standar. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. dan g. standar. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. b. serta bimbingan teknis. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi.

Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. 108 . dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. prosedur. prosedur. prosedur. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. c. standar. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a. standar. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Seksi Standardisasi. dan b. standar. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. prosedur. b. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. b. dan kriteria. 109 . Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Seksi Standardisasi. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. prosedur. prosedur.

dan penyusunan norma. standar. prosedur. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. pemantauan. prosedur. standar. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. dan b. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja.c. dan d. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. dan d. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. standar. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak. 110 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak.

dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. Alternatif. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan bina penapisan dan kemitraan. Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. ALTERNATIF. dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan komplementer. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional. Alternatif. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. alternatif. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak. prosedur. DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. 111 . pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. dan kriteria. dan b. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta bimbingan teknis. e. f. dan kriteria. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan bina penapisan dan kemitraan. standar. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. dan bina penapisan dan kemitraan. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 112 . bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. c. dan bina penapisan dan kemitraan. penyiapan penyusunan norma. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan f. c. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan.b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. Subbagian Tata Usaha. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. prosedur. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. b. Alternatif. d. dan bina penapisan dan kemitraan. dan Komplementer terdiri atas: a. e. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan.

pemantauan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. dan d. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. standar. b. dan d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.b. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. c. 113 . prosedur. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan b. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. standar. prosedur. Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur.

dan evaluasi. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. pemantauan. serta bimbingan teknis. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. dan d. evaluasi. prosedur. standar. b. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 114 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. c. standar. Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. Seksi Standardisasi.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. kriteria. dan d. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. c. dan komplementer. prosedur. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. b. alternatif. 115 . dan komplementer. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. standar. dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan komplementer. prosedur. alternatif. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. alternatif. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. alternatif. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. standar. prosedur. dan komplementer. pemantauan. dan komplementer. serta bimbingan teknis. alternatif.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

120 . dan d. dan kriteria. Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. prosedur. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. c.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. dan b. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja. dan evaluasi. standar. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. pemantauan. pemantauan. standar.

dan d. dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. standar. serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. standar. Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a. b. pemantauan. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. dan kriteria. 121 . Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. c. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. dan evaluasi.

Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. TUGAS. b.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. prosedur. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. c. 122 . perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. e. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. standar. d. dan e. c.

pengelolaan urusan keuangan. dan penyajian data dan informasi. dan Hubungan Masyarakat. dan pengelolaan data dan informasi. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. b. pengolahan. Bagian Hukum. pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengumpulan. e. pengelolaan data dan informasi. penataan organisasi. gaji. 123 . Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. dan anggaran. Organisasi. d. tata persuratan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. dan anggaran. c. program. dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran. dan c. koordinasi dan penyusunan rencana. rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan. b. serta evaluasi dan penyusunan laporan. program. dan f. Bagian Keuangan. d. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. Bagian Program dan Informasi. kearsipan. penyiapan urusan hukum. b. program. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c.

penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pengolahan. 124 jabatan fungsional dan . dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. b. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. dan anggaran. penyiapan urusan hukum. Pasal 538 Bagian Hukum. ketatalaksanaan. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan c. dan c. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum. Subbagian Data dan Informasi. b. Pasal 536 Bagian Hukum. Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. Subbagian Hubungan Masyarakat. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi. Organisasi. dan c. organisasi. b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penataan organisasi. serta penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Program. program. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Organisasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. 125 . (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan c. b.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. pengelolaan anggaran.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. gaji. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. pelaksanaan urusan tata persuratan. kearsipan. dan perlengkapan. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. dan c. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. kearsipan dan gaji. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. tata persuratan. Subbagian Anggaran. Pasal . Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. rumah tangga. Subbagian Kepegawaian. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. dan c. urusan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pembukuan dan akuntansi.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. b. b. 126 . serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. kearsipan dan urusan gaji. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan c. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 a.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. c. prosedur. pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. d. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan.b. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. c. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan pengisian jabatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. mutasi pegawai. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria.

c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Standardisasi Harga Obat . serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . Pasal 554 127 . Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. prosedur. b. Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. dan kriteria. dan f. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan penyusunan norma. b. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Analisis Harga Obat. serta bimbingan teknis. d. dan f. standar.e. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. prosedur. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. c.

Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pengendalian. kajian. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. prosedur. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan . standar. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. c. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. b. pengendalian. Pasal 559 128 . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan pemantauan harga obat. dan kriteria harga obat. prosedur. Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. serta bimbingan teknis.(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. dan b. pemantauan. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555.

standar. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. c. dan penyusunan norma. bimbingan teknis. evaluasi. pengendalian. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. standar. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. standar. Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. 129 .Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.

Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. 130 . Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. prosedur. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan penyusunan norma.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. dan b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria.

Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. b. Subdirektorat Farmasi Klinik. dan c. prosedur. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. pemantauan.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. 131 . Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. farmasi komunitas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. farmasi komunitas. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. e. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. standar. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. c. farmasi komunitas. d. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi komunitas. b. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. b. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. standar. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Subdirektorat Farmasi Komunitas. farmasi komunitas. e. Subdirektorat Standardisasi. prosedur. Subbagian Tata Usaha. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. penyiapan penyusunan norma. d. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. dan f. dan kriteria di bidang standardisasi. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi.

Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 132 . penyiapan bahan pemantauan. standar. dan penyusunan norma. c. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a. dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. penyusunan norma. prosedur. standar. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. standar.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas. dan kriteria di bidang farmasi komunitas. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. standar. dan penyusunan norma. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. prosedur. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan b. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. prosedur. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas.

penyiapan bahan pemantauan. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. standar. penyusunan norma. c. dan d. b. pengendalian. dan kriteria di bidang farmasi klinik. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. bimbingan teknis. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. prosedur. prosedur. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. 133 . penyiapan bahan penyusunan norma.(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar.

pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. 134 . (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pengendalian. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a. standar. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. b.

Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. prosedur. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. dan f.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. dan kriteria. inspeksi. 135 . prosedur. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. bimbingan teknis. prosedur. c. inspeksi. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. d. standar. e. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan f. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. penyusunan norma. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. b. inspeksi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. c. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. b. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. d. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. b. dan kriteria di bidang penilaian. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan. inspeksi. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. inspeksi. e. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. penyiapan bahan penyusunan norma.

dan b. pemantauan. standar. bimbingan teknis. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. prosedur. dan kriteria. dan d. prosedur. prosedur. pemantauan.c. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a. b. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis. 136 . (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik. standar. pemantauan. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. dan d.

Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. standar. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. serta bimbingan teknis. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. prosedur. Seksi Produk Diagnostik Invitro. standar. evaluasi. c. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. prosedur. pemantauan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. dan penyusunan norma. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. b. dan kriteria. dan kriteria. 137 . serta bimbingan teknis. dan kriteria. Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga. dan b. dan d. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria di bidang inspeksi produk. pemantauan. prosedur. serta bimbingan teknis. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi.

dan (2) 138 . serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. b. standar. prosedur. standar. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan penyusunan norma.Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. standar. dan kriteria. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. c. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. dan kriteria. pemantauan. dan kriteria. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Produk. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi. prosedur. dan penyusunan norma.

serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pemantauan. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . dan b. dan kriteria. standar. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. dan kriteria. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi Produk. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.d. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. prosedur. serta bimbingan teknis. pemantauan. standar. prosedur. prosedur.

pemantauan. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. perizinan. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. b. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. e. c. pengendalian. dan e. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. dan f. pengendalian. dan kriteria. d. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. standar.a. e. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pemantauan. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. prosedur. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a. penyiapan penyusunan norma. b. Psikotropika. bimbingan teknis. pemantauan. prosedur. b. prosedur. f. penyusunan norma. dan g. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. 140 . Subbagian Tata Usaha. d. d. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan.

pemantauan. perizinan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. dan b. dan e. standar. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. d. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika. standar. prosedur. dan kriteria. pengendalian. prosedur. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. b. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. pemantauan. dan b. 141 . Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. c.

Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. pengendalian. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. bimbingan teknis. prekursor. dan e. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. penyusunan norma. psikotropika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. d. prekursor. pemantauan. Psikotropika. Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. standar. prosedur. prekursor. b. standar. pemantauan. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. psikotropika. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. psikotropika. Prekursor. 142 . dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. psikotropika. dan kriteria. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. c. psikotropika. prekursor. prekursor. prosedur. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. psikotropika. perizinan. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. pengendalian. Psikotropika. dan sediaan farmasi khusus. bimbingan teknis. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. Prekursor. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. standar.

dan kriteria. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan prekursor farmasi. dan Prekursor Farmasi. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika. 143 . dan kriteria. dan b. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. penyiapan bahan penyusunan norma. Psikotropika. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Psikotropika. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. pemantauan. Psikotropika. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. standar. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. psikotropika. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. standar. d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. penyiapan bahan pemantauan. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. b. perizinan. Seksi Narkotika. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. standar. dan e. serta bimbingan teknis. Prekursor. perizinan. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. c. pemantauan. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. prosedur. standar. serta bimbingan teknis.

dan kriteria. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. 144 . Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. TUGAS. dan b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. prosedur. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan . Seksi Kerjasama.Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a. pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor. pemantauan. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. serta bimbingan teknis. standar.

evaluasi. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Inspektorat Investigasi. b. Inspektorat III. g. b. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat IV. dan Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. c. d. Inspektorat II. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. reviu. c. f. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan e.

b. program. pelaksanaan urusan tata usaha. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. pengolahan. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan dokumentasi. Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan anggaran. program. Bagian Umum. dan b. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. Subbagian Program. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan anggaran. serta dokumentasi. pelayanan informasi pengawasan. program. dan dokumentasi. c. d. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. dan c. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. Bagian Program dan Informasi. keuangan. dan anggaran. 146 .a. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. penyusunan rencana. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. kepegawaian. penyajian data. e. Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. program. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638.

Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. penyimpanan berkas. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan. b. pencatatan. dan rumah tangga. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.dan b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. dan b. analisis laporan hasil pengawasan. pengolahan. analisis. perlengkapan. penyajian laporan hasil pengawasan. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II. penyimpanan berkas. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. dan. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a. analisis. pengumpulan. Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. 147 . evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal.

pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. dan b. pemantauan. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kepegawaian. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan b. Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. dan b. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. evaluasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. reviu. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan. 148 .

pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. evaluasi. evaluasi. BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan b. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. administrasi keuangan. pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. c. evaluasi. reviu. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. b. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. reviu. pemantauan. penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. reviu. b. urusan tata persuratan. 149 . dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan d.

pemantauan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 150 . evaluasi. c. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. kearsipan. b. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. administrasi keuangan. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan b. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. b. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. reviu. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a. evaluasi. reviu.c. urusan tata persuratan. BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan d. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Subbagian Tata Usaha.

dan b. evaluasi. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV. evaluasi. b. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyusunan laporan hasil pengawasan. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. c. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pemantauan. dan d. urusan tata persuratan. 151 . Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. urusan tata persuratan. kearsipan. reviu. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. administrasi keuangan.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Subbagian Tata Usaha. d. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan laporan hasil pengawasan. urusan tata persuratan. 152 . dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. c. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. b. e.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. administrasi keuangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. dan b. kearsipan. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. pemantauan. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. dan d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. 153 . BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. TUGAS.

program. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. dan Pemberdayaan Masyarakat. pelaksanaan urusan keuangan. b. 154 . b. diseminasi. c. Organisasi. Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan perlengkapan. b. dan laporan. dan Pusat Humaniora.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. dan Diseminasi. dan Kepegawaian. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. Sekretariat Badan. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan. e. Bagian Hukum. dan d. d. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Publikasi. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik. d. e. Kebijakan Kesehatan. c. rumah tangga. anggaran. utilisasi. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan urusan hukum. koordinasi dan penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. tata usaha. Bagian Informasi. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. pemantauan. penataan organisasi. kerja sama. c. evaluasi. dan penunjang pembinaan profesi. promosi. Bagian Keuangan dan Umum.

Organisasi. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. b. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. penataan organisasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi. dan c.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. dan c. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepegawaian. pemantauan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. b. evaluasi. Subbagian Anggaran. Pasal 683 Bagian Hukum. Bagian Hukum. dan pengembangan pegawai. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. anggaran. 155 . dan penyusunan laporan. dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. Organisasi. Subbagian Program. program. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program. dan laporan. evaluasi. penyusunan anggaran. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. evaluasi. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. b. pelaksanaan pengembangan pegawai.

dan c. jabatan fungsional non peneliti. dan ketatausahaan pegawai. b. dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. Publikasi. diseminasi. dan hubungan masyarakat. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. pelaksanaan dokumentasi. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. Publikasi. dan c. jabatan fungsional peneliti. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. Pasal 689 Bagian Informasi. dan Kepegawaian terdiri atas : a. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. utilisasi. tugas dan izin belajar. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. pemberhentian. pengembangan karir. dan perpustakaan. kerja sama. pensiun pegawai. serta pembinaan profesi peneliti. Bagian Informasi. dan c. pelaksanaan diseminasi. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. Publikasi. dan penunjang pembinaan profesi. pengangkatan pegawai. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. disiplin. kenaikan pangkat. dan kerja sama. b. penataan organisasi. Subbagian Dokumentasi. Publikasi. Organisasi. dan Perpustakaan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. pemindahan. dan Diseminasi terdiri atas : a. Pasal 687 Bagian Informasi. promosi. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. etika. Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. 156 . Subbagian Hukum dan Organisasi. Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai.Pasal 685 Bagian Hukum. kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. b. utilisasi.

dan pelayanan pimpinan. pengelolaan urusan keuangan . Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. verifikasi. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. pembinaan perbendaharaan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan evaluasi keuangan. akuntansi. dan pelayanan perpustakaan. utilisasi. dan hubungan masyarakat. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. Subbagian Keuangan. dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan kerja sama. penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. protokol. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan.Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Subbagian Dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha. Publikasi. b. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. rumah tangga. (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. dan perlengkapan. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Tata Usaha. kearsipan. gaji. dan c. 157 (2) (3) . tata usaha. b.

pemantauan. Bagian Tata Usaha. kepegawaian dan umum. b. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. c. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. anggaran. penyusunan rencana. pemantauan. pelaksanaan urusan keuangan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. b. dan anggaran. Bidang Biomedis. 158 . Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. program. evaluasi dan laporan. dan d. program. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. pemantauan. dan c. b. dan c. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan. rencana.

dan b. serta gaji. biokimia. meliputi biologi kedokteran. Subbidang Biomedis Non Manusia. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. 159 . Subbagian Program dan Kerja Sama. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. protokol. Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. evaluasi. Subbagian Keuangan. kepegawaian. pemantauan. bioinformatika. fisiologi. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. (2) Subbagian Keuangan. biomolekuler dan farmakologi. dan b. perlengkapan. umum. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. sel punca (stem cells). program. dan penyusunan laporan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Kepegawaian. utilisasi. Subbidang Biomedis Manusia. anggaran. pelayanan pimpinan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. imunologi. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. pelaksanaan penelitian. promosi hasil penelitian dan pengembangan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. parasitologi. nutrigenomik dan nutrigenetik. Kepegawaian dan Umum. rumah tangga. tata persuratan. dan b. patologi. diseminasi. pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. mikrobiologi. genomik dan proteomik.

Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. pengobatan dan pencegahan. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. gizi dan makanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. pelaksanaan penelitian. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. dan b. pelaksanaan penelitian. teknologi rekayasa lingkungan. imunologi. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. perbekalan kesehatan. bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. biokimia. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya. fisiologi. nutrigenomik dan nutrigenetik. meliputi biomedis reservoir dan vektor. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. Perbekalan Kesehatan. Gizi dan Makanan. meliputi biologi kedokteran. genomik dan proteomik. teknologi farmasi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. sel punca (stem cells). pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. (2) 160 . Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. biomolekuler dan farmakologi. patologi. agen serta biomedis non manusia lainnya. parasitologi. dan b. mikrobiologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian.

Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. pemantauan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. d. perbekalan kesehatan. Perbekalan Kesehatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. gizi dan makanan. Bagian Tata Usaha. Bidang Epidemiologi Klinik.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. b. dan e. c. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. pelaksanaan pembinaan. koordinasi. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. dan c. 161 (2) . dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. b. BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik.

umum. utilisasi. dan c. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengembangan. Kepegawaian. dan gaji. penyusunan rencana. program. Subbagian Program dan Kerja Sama. Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. perlengkapan. makanan. dan anggaran. evaluasi dan laporan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. anggaran. dan penyusunan laporan. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. pelayanan pimpinan. anggaran. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. kepegawaian. kedokteran klinik. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. program. pelaksanaan urusan keuangan. Kepegawaian. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. diseminasi. 162 . kepegawaian. gizi. uji obat dan vaksin. tata persuratan. program. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan. b. dan uji obat bahan alam. (2) Subbagian Keuangan. Subbagian Keuangan. pemantauan. dan umum. evaluasi.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan Umum. rumah tangga. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). protokol.

dan b. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. obat tradisional. bahan obat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular. dan b. teknologi kesehatan. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran. kebijakan di bidang 163 . perbekalan kesehatan. kosmetika. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pelaksanaan penelitian. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. pelaksanaan penelitian. dan kedokteran klinik. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. kanker. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang. 164 . serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. diabetes melitus dan metabolik lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. dan c. dan b. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian.b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. penyakit kronis dan degeneratif lainnya. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a.

dan penyusunan laporan. kepegawaian. pemantauan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Bidang Upaya Kesehatan. d. Bidang Sumber Daya Kesehatan. pelaksanaan urusan keuangan. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. dan anggaran. Bagian Tata Usaha. Kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. c. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. anggaran. pemantauan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyusunan rencana. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Program dan Kerja Sama. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan. diseminasi. dan c. utilisasi. evaluasi. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a. dan e.b. b. evaluasi dan laporan. pemantauan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . dan b. dan Umum. anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. program. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. b. dan c. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. program. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. 165 . dan umum. Subbagian Keuangan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. program.

sosial ekonomi. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. kesehatan tradisional. pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan. gizi dan makanan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. kesehatan reproduksi. bayi. kesehatan jiwa. rumah tangga. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. kesehatan olah raga. kepegawaian. serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. anak. pelayanan pimpinan. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. serta penyiapan bahan penyusunan. dan gaji. protokol. dan b.(2) Subbagian Keuangan. pelaksanaan penelitian. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. kesehatan kerja. dan b. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. komplementer dan alternatif. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kesehatan matra. kesehatan ibu. Kepegawaian. dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. peningkatan kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. perlengkapan. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. 166 . pelaksanaan penelitian. remaja. geografi. kesehatan sekolah. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. umum. tata persuratan. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. serta faktor lainnya. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian.

serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. tempat rekreasi.Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. rumah bersalin. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. Subbidang Sumber Daya Manusia. fasilitas dan perbekalan kesehatan. klinik pelayanan kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. 167 . pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. tempat kerja. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan. b. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. b. dan c pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. pelaksanaan penelitian. fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. puskesmas. balai pengobatan. praktik tenaga kesehatan. permukiman. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.

dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. program. c. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. kebijakan kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. dan pemberdayaan masyarakat. Bidang Humaniora Kesehatan. kebijakan kesehatan. Kebijakan Kesehatan. Pusat Humaniora. rencana. evaluasi dan laporan. d. Kebijakan Kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. kebijakan kesehatan. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. KEBIJAKAN KESEHATAN.BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. dan c. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. 168 . Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. dan e. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. dan pemberdayaan masyarakat. pemantauan. pemantauan. dan pemberdayaan masyarakat. dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. b. dan anggaran. kebijakan kesehatan. b. Kebijakan Kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. Pasal 742 Pusat Humaniora.

psikologi. dan pemberdayaan masyarakat. demografi. program. pelaksanaan urusan keuangan. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Program dan Kerja Sama. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. rumah tangga. evaluasi. dan umum. pelayanan pimpinan. anggaran. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dan b. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. protokol. evaluasi. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. 169 . dan budaya.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. umum. kepegawaian. kebijakan kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat. kepegawaian. dan c. Subbagian Keuangan. dan penyusunan laporan. program. pemantauan. Kepegawaian. kebijakan kesehatan. anggaran. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. pemantauan. Kepegawaian. dan Umum. b. dan gaji. penyusunan rencana. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. tata persuratan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. utilisasi. diseminasi. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. (2) Subbagian Keuangan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. ekonomi.

pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. filsafat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. ekonomi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. dan pelaksanaan penelitian. pertahanan dan keamanan. dan Budaya. 170 . serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. serta pengkajian desentralisasi. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya.b. c. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subidang Hukum dan Etika. Pasal 749 teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. Ekonomi. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. Ekonomi. filsafat. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. dan pelaksanaan penelitian. etika. c. kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum. psikologi. perilaku dan peran serta masyarakat. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan. demografi. dan b. Subbidang Sosial. b. budaya. etika. dan ilmu terkait lainnya.

Subbidang Analisis Kebijakan. b. (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi. TUGAS. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian. 171 . Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian.

koordinasi dan penyusunan rencana. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan data dan informasi. dan Pusat Standardisasi.Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. dan anggaran. c. d. Sertifikasi. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. 172 . pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Sekretariat Badan. e. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. b. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. program. dan d. b. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. b.

dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. evaluasi dan penyusunan laporan.c. Subbagian Data dan Informasi. c. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. d. dan gaji. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penataan organisasi. b. e. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. evaluasi. d. pengolahan. dan perlengkapan. dan penyusunan laporan. kearsipan. c. program. Bagian Program dan Informasi. dan penyajian data dan informasi. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. pengolahan. g. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan penyusunan laporan. Organisasi. dan hubungan masyarakat. penyiapan urusan hukum. pengumpulan. b. dan pemantauan. dan anggaran. program. f. pengelolaan urusan keuangan. Bagian Hukum. dan anggaran. b. 173 . dan Hubungan Masyarakat. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. c. serta pemantauan. dan pemantauan. jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan. program. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. dan anggaran. dan pengelolaan data dan informasi. rumah tangga. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Subbagian Program dan Anggaran.

dan pelaporan pelaksanaan program. d. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Organisasi. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. dan perlengkapan. dan hubungan masyarakat. rumah tangga. pelaksanaan urusan hukum. pelaksanaan penataan. organisasi. Subbagian Hukum. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. evaluasi. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. pengelolaan anggaran. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. c. b. b. c.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penataan organisasi. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. Organisasi. c. 174 . b. Pasal 768 Bagian Hukum. evaluasi organisasi. Pasal 766 Bagian Hukum. Subbagian Organisasi. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. Bagian Hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766.

Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. kearsipan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. c.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. tata persuratan. pensiun dan mutasi pegawai. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional. dan ganti rugi. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. tuntutan perbendaharaan. dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan gaji. dan pelaksanaan urusan tata persuratan. dan akuntansi. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan gaji. serta jabatan fungsional. pemberhentian. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. kearsipan. pengadaan. b. c. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. urusan tata usaha keuangan. pembukuan. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. c. 175 (2) (3) . b.

pemantauan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. d. BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. c. kearsipan. Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. . terdiri atas: 176 b. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. dan gaji. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia.(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri.

dan penyiapan bahan penyusunan program. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. d. evaluasi. penyusunan program. terdiri atas: a. evaluasi. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Subbagian Tata Usaha. c. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. dan Subbidang Program dan Pelaporan. Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. evaluasi. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. 177 (2) . Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . pemantauan.a. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. b. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. b. pemantauan. Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbidang Analisis Kebutuhan. pemantauan.

penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. 178 (2) . Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. b. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a.

dan rumah tangga Pusat. BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. keuangan. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan. Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. b. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. kepegawaian. dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. pengembangan dan pengendalian mutu. 179 (2) .

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. (2) . Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan Subbidang Pelatihan. 184 b. Subbidang Program. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pendidikan. dan Subbidang Pengembangan.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a.

Subbidang Standardisasi. kepegawaian. dan rumah tangga Pusat. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. dan Subbidang Pemantauan. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. terdiri atas: a. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. keuangan. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) (2) 185 .

Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. c. Subbagian Tata Usaha. Sertifikasi. SERTIFIKASI. Pusat Standardisasi. Pasal 828 Pusat Standardisasi. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. e. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. evaluasi. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program.i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Perencanaan dan Program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan.BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. pemantauan. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Sertifikasi. d. d. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. Sertifikas. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. c. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. b. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. 186 . rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan.

sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi. terdiri atas: a. evaluasi. penyusunan program. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi. Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. sertifikasi. dan laporan di bidang standardisasi.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi. Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pemantauan. Subbidang Perencanaan. sertifikasi. sertifikasi. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. Subbidang Program. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. dan b. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan b.

Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan. b. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata. dan b. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan.a. (2) 188 . Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. b. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a.

Staf Ahli Bidang Mediko Legal. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. d. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. kepegawaian. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. c. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. keuangan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. (2) 189 . Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. dan e. (2) Dalam melaksanakan tugas. Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. dan rumah tangga Pusat. b.

Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi. serta pengembangan sistem informasi dan bank data. (3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. 190 . Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. TUGAS. (4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi. analisis dan diseminasi informasi. (2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat.

pemantauan. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. e. c. dan c. analisis dan diseminasi informasi. evaluasi. pelaksanaan pengumpulan. pemantauan. Subbagian Program dan Evaluasi. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. dan laporan serta administrasi. evaluasi. tata usaha. dan anggaran. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. dan f. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kerumahtanggaan. Bagian Tata Usaha. pengelolaan urusan keuangan.Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. dan perlengkapan. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. b. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. pengembangan sistem informasi dan bank data. pemantauan. Bidang Statistik Kesehatan. evaluasi dan laporan. program. e. dan c. penyusunan kebijakan teknis. Subbagian Keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. . Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. d. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. b. pelaksanaan administrasi Pusat. c. umum. 191 . b.

(2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. (2) Subbagian keuangan. evaluasi dan penyusunan laporan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. kearsipan. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. dan perlengkapan . pengumpulan.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. tata persuratan. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. program. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. serta pemantauan. dan b. dan b. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. 192 . rumah tangga. pengumpulan. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. dan anggaran.

(2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan. Subbidang Diseminasi Informasi. Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a. diseminasi informasi kesehatan. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi. dan b. analisis data kesehatan. dan b. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis Data Kesehatan. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. pengembangan sistem informasi kesehatan. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. Subbidang Bank Data. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a. dan b. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. pengelolaan bank data kesehatan.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. dan b. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. 193 .

dan Kelompok Jabatan Fungsional. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Pusat. b. rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri. d. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. multilateral dan regional di bidang kesehatan. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. TUGAS. dan d. b. 194 . c. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. c. Bagian Tata Usaha. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Mitigasi. tata persuratan. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a. Mitigasi. mitigasi. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan b. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. Mitigasi. kearsipan. dan rumah tangga. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan b. Subbidang Kesiapsiagaan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 891 Bidang Pencegahan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pembayaran gaji. Bidang Pencegahan. Pasal 889 Bidang Pencegahan.

Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan. dan b. dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. 200 . (2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. dan b. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. dan b. Subbidang Pemulihan. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan.a. Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Informasi. (2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . Subbidang Pemantauan. pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Tanggap Darurat. penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.

b. penyusunan kebijakan teknis. sosialisasi. TUGAS. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. d.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan. b. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan advokasi. pemantauan. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. c. koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. c. 201 . pelaksanaan administrasi Pusat. evaluasi. Bidang Jaminan Kesehatan. dan e.

(2) Subbagian Sistem Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penyusunan pedoman. b. dan anggaran. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. monitoring. tata persuratan dan kearsipan. dan e. tata persuratan kerumahtanggaan. Subbagian Sistem Informasi. program. penyusunan rencana. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. Subbagian Program dan Anggaran. dan c. umum. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. kerumahtanggaan serta perlengkapan. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi. dan c. 202 . pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. dan evaluasi. Monitoring. rencana dan anggaran. Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan administrasi Pusat. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Monitoring.d. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan Evaluasi. b. dan perlengkapan. umum.

penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. sosialisasi. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. (2) 203 . koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. sosialisasi. penyiapan advokasi. analisis kesinambungan biaya kesehtan. analisis mobilisasi sumber dana. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. penyiapan advokasi.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. sosialisasi. dan b. dan c. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah. hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a.

dan jaminan kesehatan non penerima upah. perumusan kebijakan. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan advokasi. dan jaminan kesehatan non penerima upah. sosialisasi.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan c. sosialisasi. penyusunan. 204 . dan b. sosialisasi. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. dan jaminan kesehatan non penerima upah. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. penyusunan. b. Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi.

Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara . Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penyusunan. dan berbagai pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penyusunan. koordinasi manfaat. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan. penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . dan b. analisis utilisasi. Subbidang Kendali Mutu.Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Subbidang Pengembangan Jaringan. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan. mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. penyiapan advokasi. (2) 205 . perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. dan c. b. sosialisasi. perumusan kebijakan.

Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. rencana dan program di bidang komunikasi publik. dan d. evaluasi. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. c. Bidang Media Massa dan Opini Publik. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik.BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. TUGAS. 206 . dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. b. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. c. Bagian Tata Usaha. b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. Bidang Pelayanan Informasi Publik. pemantauan. pelaksanaan administrasi Pusat. penyusunan kebijakan teknis. pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a.

tata persuratan. Subbagian Program dan Evaluasi. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik. Subbagian Kepegawaian dan Umum. rumah tangga dan perlengkapan. dan anggaran. dan e. dan anggaran. pemantauan. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. 207 . Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan. dan b. program. pemantauan. Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana.d. umum. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. pemantauan. umum. Subbagian Keuangan. program. kerumahtanggaan. evaluasi. pelaksanaan penyusunan opini publik. dan c. dan laporan. dan laporan serta administrasi Pusat. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana. dan perlengkapan. tata usaha. kearsipan. Bidang Hubungan Antar Lembaga. pengelolaan urusan keuangan. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. evaluasi. Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. b. pengelolaan urusan kepegawaian.

Subbidang Opini Publik. dan pameran. (2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan. dan b. Subbidang Media Massa. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. dan dokumentasi. data dan informasi komunikasi publik. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik. 208 . Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. pengelolaan isu strategis. perpustakaan. pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi. Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a.Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. dokumentasi. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa. dan b. dan b.

Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat. swasta. (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. lingkungan internal dan eksternal. Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. dan b. Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga. dan b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara. swasta. lingkungan internal dan eksternal. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. 209 .

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. e. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. b. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan. evaluasi. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. Bidang Advokasi dan Kemitraan. f. pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. c. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan administrasi Pusat. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. 210 . TUGAS. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. d. dan g. b.BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.

Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. kearsipan rumah tangga. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. pengelolaan urusan umum. Subbagian Keuangan. pemantauan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. dan perlengkapan. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . dan laporan serta administrasi Pusat. pemantauan. tata persuratan. b.d. Subbagian Program dan Evaluasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Kelompok Jabatan Fungsional. kepegawaian. evaluasi dan laporan. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. pengelolaan urusan keuangan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. kerumahtanggaan. dan c. dan anggaran. penyusunan rencana. dan c. tata usaha. serta evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi. rencana dan anggaran. dan e. dan perlengkapan. program.

Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. koordinasi. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program.a. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Advokasi. Subbidang Kemitraan. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. Subbidang Peran Serta Masyarakat. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. koordinasi. Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. pelaksanaan. pelaksanaan. koordinasi. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan. 212 . dan b. dan b. dan b. dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat.

dan b. koordinasi. Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pelaksanaan. monitoring. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Subbidang Pengembangan Teknologi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. penyusunan program. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi. 213 . (2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. penyiapan bahan penyusunan. penyusunan. koordinasi. pelaksanaan. Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. dan b. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. Subbidang Pengembangan Metode.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.

TUGAS. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. d. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a. c. pemantauan. pelaksanaan administrasi Pusat. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. b. pengkajian inteligensia kesehatan. dan e. pemeliharaan. peningkatan kemampuan. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. penyusunan kebijakan teknis. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. 214 . Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Bagian Tata Usaha. b. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966.BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.

serta rumah tangga. umum. dan anggaran. urusan kepegawaian. dan administrasi Pusat. Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. evaluasi dan pelaporan. b. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . dan d. dan b. Subbagian Program dan Anggaran. tata persuratan. pemantauan. pelaporan. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. pemantauan. dan kearsipan. kerumahtanggaan. dewasa dan lanjut usia. penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. pembayaran gaji.c. Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. dan perlengkapan. program. remaja. pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. evaluasi dan laporan. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. tata persuratan. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. program. pelaksanaan urusan kepegawaian. pemantauan. Subbagian Keuangan dan Umum. evaluasi. dan anggaran.

penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. Dewasa. terdiri atas: a. dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. 216 . b. dewasa dan lanjut usia. Subbidang Inteligensia Anak. Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. remaja. dan lanjut usia. degeneratif.a. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. koordinasi pelaksanaan. b. degeneratif. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. pengkajian inteligensia kesehatan. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. remaja. dewasa. koordinasi pelaksanaan. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. dan c. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. (2) Subbidang Inteligensia Remaja. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. degeneratif. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak.dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. Subbidang Inteligensia Remaja. Dewasa. dan Lanjut Usia. dewasa dan lanjut usia. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. pengkajian. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan.

koordinasi pelaksanaan. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan sistem persyarafan. BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan. pendayagunaan.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan. Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. terdiri atas: a. b. serta penyakit vaskuler otak. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan. TUGAS. Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. koordinasi pelaksanaan.

dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. penyehatan lingkungan pemondokan.a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subbagian Tata Usaha. penyehatan lingkungan pemondokan. dan d. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. pelayanan medis. pelayanan medis. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Pusat. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. pemantauan. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah. penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. pelayanan medis. b. c. c. penyehatan lingkungan pemondokan. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. 218 . Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pengendalian kesehatan jemaah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pengendalian kesehatan jemaah. pengendalian kesehatan jemaah. dan d.

Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. pemberian bimbingan teknis pelayanan. c. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. pelatihan dan pengerahan tenaga. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. dan d. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan. pengelolaan sediaan farmasi. (2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. dan b. b. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a.Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. 219 . koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a.

rumah tangga. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. c. bimbingan teknis peningkatan kesehatan. dan b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. dan d. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. dan keuangan. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. dan b. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. kearsipan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. serta kepegawaian. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. perlengkapan. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. 220 . Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini. Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 221 . BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan.

integrasi. 222 . wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. wajib mengadakan rapat berkala. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi.

memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN.BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 . maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful