PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

d. Bagian APBN II . penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan. dan laporan. e. b. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. kebijakan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis.BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan penyusunan rencana dan anggaran. Bagian Perencanaan Strategis. serta program. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. dan sinkronisasi. dan b. penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. anggaran. serta keterpaduan program kegiatan prioritas. penyiapan penyusunan rencana strategis. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. standar biaya. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan. dan 5 . Bagian Perencanaan Strategis. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. Kebijakan dan Program. Bagian APBN I . penyusunan dan penetapan rencana strategis. Biro a. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. Bagian APBN III . b.

dan laporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. evaluasi. dan tugas pembantuan. 6 . dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. monitoring. serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden. Kebijakan dan Program terdiri atas : a. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. evaluasi. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan.c. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. dan c. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. laporan. standar biaya. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. dekonsentrasi. b.

dan tugas pembantuan. evaluasi dan laporan. pada satuan kerja kantor pusat. 7 . kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan c. dan tugas pembantuan.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Anggaran. evaluasi dan pelaporan. penelaahan dan penyusunan rencana. Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. dekonsentrasi. penelaahan dan penyusunan anggaran. standar biaya. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. Subbagian Perencanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan laporan. dan tugas pembantuan. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. b. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. dan c. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. b. dekonsentrasi. evaluasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja.

program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Subbagian Anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan laporan. dekonsentrasi. Subbagian Perencanaan. b. dan c. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan tugas pembantuan. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. b. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dekonsentrasi. dan laporan. penelaahan dan penyusunan anggaran. penelaahan dan penyusunan rencana. evaluasi. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. 8 . (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. evaluasi dan pelaporan. dan c. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. standar biaya. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan tugas pembantuan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

Subbagian Perencanaan. dan tugas pembantuan. penelaahan dan penyusunan rencana. dan tugas pembantuan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi.Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. 9 . dan tugas pembantuan. b. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. dekonsentrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi dan pelaporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi dan laporan. penelaahan dan penyusunan anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. pada satuan kerja kantor pusat. b. dan c. Subbagian Anggaran.

b. c. pelaksanaan pengadaan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Pengembangan Pegawai. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengembangan pegawai. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. e. dan penugasan khusus. b. d. pengelolaan urusan mutasi pegawai. dan c. 10 . pegawai tidak tetap. c. Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. Bagian Pengadaan Pegawai. d.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

dan c. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. b. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. pemberhentian. Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. b. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. 11 . Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus. pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. pelaksanaan pemindahan. b. Subbagian Kenaikan Pangkat. Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan pensiun pegawai.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. dan c. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. (3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. (2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan. dan c. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil. pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a.

12 . (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. serta tata usaha Biro. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kesehatan pegawai. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis. b. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. ujian dinas. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. dan c. dan c. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. pemberian penghargaan. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai. pelaksanaan penilaian kinerja. Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. dan pengisian jabatan struktural. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional. tugas dan izin belajar. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pengembangan karier. b. administrasi kesejahteraan pegawai.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian.

pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi. 13 . dan c. dan d. adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai. Subbagian Peraturan Kepegawaian. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. monitoring. dan laporan. b. penyusunan rencana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. monitoring. administrasi kesejahteraan pegawai. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. evaluasi dan laporan Biro. c.

dan c. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. c. dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. pelaksanaan urusan perbendaharaan. b. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. d. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. 14 . Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. urusan perbendaharaan. c. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. e. d. b.

mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. b. dan c. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. b.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan c. b. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. 15 .

(3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. Subbagian Tata Usaha Biro. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. monitoring. dan laporan. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. penyiapan penyusunan rencana. dan Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. 16 . Subbagian Penyimpanan.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. monitoring. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. evaluasi dan laporan Biro. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. (2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. d. Subbagian Pengadaan. evaluasi. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. b. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. dan c. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. pelaksanaan penghapusan barang milik negara. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. dan penghapusan barang milik negara. pemanfaatan. (2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara. b. 17 . pelaksanaan penatausahaan barang milik negara. b. dan c. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a.

d. Bagian Pelayanan Hukum. Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. f. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. b. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. pembinaan dan penataan kelembagaan. pembinaan ketatalaksanaan. b. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. d. penyusunan analisis jabatan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. h. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. Bagian Peraturan Perundang-Undangan. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 . Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. c.BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. pelayanan hukum. Bagian Kelembagaan. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. g. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan i. e.

Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan c. sosialisasi. publikasi. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. 19 . penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. publikasi. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. b. sosialisasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. b. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. pengawasan internal. serta urusan dokumentasi. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a.a. penelitian dan pengembangan kesehatan. b. publikasi. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan c. (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. dan kodifikasi hukum. pelaksanaan urusan dokumentasi. kefarmasian dan alat kesehatan. sosialisasi. dan c. dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. publikasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. sosialisasi. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. dan penyusunan rumusan perjanjian. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan.

Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. penyiapan penataan kelembagaan. b. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian. dan c. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Penataan Kelembagaan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Pertimbangan Hukum. 20 . dan d. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. penyusunan rencana. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. penyusunan analisis jabatan. evaluasi dan laporan Biro. Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. monitoring. b. evaluasi jabatan dan beban kerja. penyusunan analisis jabatan. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. Subbagian Tata Usaha Biro. c. b. dan susunan serta uraian jabatan. Subbagian Penyusunan Perjanjian.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. dan c. Subbagian Bantuan Hukum. Subbagian Analisis Jabatan.

d. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. Subbagian Tata Laksana. dan c. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik. evaluasi. Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. penyusunan tata laksana. b. evaluasi jabatan dan beban kerja. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. c. dan susunan serta uraian jabatan. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. e. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. dan laporan. 21 . Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. b.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. pelaksanaan penataan jabatan fungsional. penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. monitoring.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. TUGAS. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. c. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. standar. c. b.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. d. penyusunan norma. Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan. dan e. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan. 26 . prosedur.

penataan organisasi. dan perlengkapan. program. dan f. program. dan pengelolaan data dan informasi. rumah tangga. dan f. kearsipan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa. Bagian Kepegawaian dan Umum. evaluasi dan penyusunan laporan. gaji. jabatan fungsional. b.e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan Hubungan Masyarakat. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Keuangan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. koordinasi dan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Program dan Informasi. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . d. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. dan hubungan masyarakat. e. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan data dan informasi. c. penyiapan urusan hukum. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. d. dan anggaran. Organisasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. tata persuratan. Bagian Hukum. e. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana.

b. jabatan fungsional. evaluasi. ketatalaksanaan. dan c. pengumpulan. dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. penyiapan urusan hukum. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. serta penyajian data dan informasi. dan c. dan penyusunan laporan. Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. Subbagian Organisasi. program. pengolahan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 117 Bagian Hukum. evaluasi dan penyusunan laporan. Organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. program. dan anggaran. pengolahan dan penyajian data dan informasi. b. Subbagian Hubungan Masyarakat. Organisasi. dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. dan c. Subbagian Program. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Hukum.a. Organisasi. dan c. b. penataan organisasi. b. Pasal 115 Bagian Hukum. dan 28 .

gaji. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan c. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Anggaran. dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. kearsipan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. 29 . jabatan fungsional. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. urusan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan perlengkapan. tata persuratan. rumah tangga. pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi.Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. pembukuan dan akuntansi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan c. b. b.

dan c. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. dan kriteria. usia lanjut dan pelayanan darah. dan c. Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Rumah Tangga. dan penyusunan norma. Subbagian Kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar.Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. dan pengisian jabatan. pelaksanaan urusan tata persuratan. pelaksanaan urusan kepegawaian. bina pelayanan kedokteran keluarga. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. b. bina pelayanan kesehatan khusus. b. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. perbatasan dan kepulauan. mutasi pegawai. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. standar. kearsipan dan gaji. kearsipan dan gaji. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. prosedur. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar. 30 . (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.

perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kedokteran keluarga. c. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kedokteran keluarga. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. prosedur. Perbatasan dan Kepulauan. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan kesehatan khusus. d. perbatasan dan kepulauan. prosedur dan kriteria. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. evaluasi. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. 31 . dan f. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kedokteran keluarga. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. usia lanjut dan pelayanan darah. d. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kedokteran keluarga. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. bina pelayanan kesehatan khusus. e. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. standar. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. standar. c. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan g. penyiapan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah. serta bimbingan teknis. b.b. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. f. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kesehatan khusus. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. perbatasan dan kepulauan.

standar. dan d. prosedur dan kriteria. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. dan b. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan 32 . Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. standar. b. c. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. c. Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan evaluasi. prosedur. prosedur.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130.

Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Seksi Standardisasi. prosedur. Seksi Standardisasi. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan b. Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. 33 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga.d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. c. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur dan kriteria. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. b. standar. prosedur. serta bimbingan teknis. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. evaluasi. dan d. pemantauan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. Seksi Standardisasi. dan d.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. standar. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. prosedur. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a. c. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria serta bimbingan teknis. dan b. 34 . Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142.

perbatasan dan kepulauan. terpencil. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. prosedur. standar. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. 35 . dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. terisolir. terpencil. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. b. terpencil. prosedur dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus. terisolir. terisolir. terisolir. terpencil. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. dan d. terisolir. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. prosedur. standar. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a. perbatasan dan kepulauan. perbatasan dan kepulauan. c. perbatasan dan kepulauan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. terisolir. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan. terpencil. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. perbatasan dan kepulauan. perbatasan dan kepulauan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. terisolir. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. terpencil. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. 36 . dan penyusunan norma. prosedur. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. b. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. standar.

dan penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. prosedur. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. dan g. dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan f. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. b. f. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. c. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. e. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. d. serta bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subbagian Tata Usaha. e. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.c. prosedur. 37 . dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

dan kriteria. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 . dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. c. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan b. standar. prosedur.Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyusunan norma. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. prosedur. standar. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik.

prosedur. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. b. 39 . Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.a. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan b. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. dan d. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat.

40 . standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. standar. prosedur.b. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan d. c. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan kriteria. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. standar. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. Seksi Standardisasi. b.

41 . prosedur. dan b. b. dan d. Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyusunan norma. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. standar. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.c. standar. dan d. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. prosedur. dan kriteria. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur.

BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. 42 . (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan b. Seksi Evaluasi. Seksi Bimbingan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a.

dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan. 43 . Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik.b. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. g. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan f. d. b. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. d. e. dan penyusunan norma. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subbagian Tata Usaha. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. penyiapan penyusunan norma. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. prosedur. prosedur. c. standar. c. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. f. standar. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a.

prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. 44 . serta bimbingan teknis. dan b. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. c. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan penyusunan norma. c. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan d. dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182.b. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan d. Seksi Standardisasi. prosedur. Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar.

standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. c. dan penyusunan norma. b. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. standar. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Seksi Standardisasi. prosedur.Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. standar. serta bimbingan teknis. prosedur. 45 . Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. dan penyusunan norma. 46 . dan penyusunan norma. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan. serta bimbingan teknis. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a. standar. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. prosedur. dan kriteria. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. standar. prosedur. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. dan penyusunan norma.

Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. 47 . Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. standar. standar. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. c. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. serta bimbingan teknis. standar. prosedur. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik.

prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. dan f. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina sarana dan prasarana kesehatan. c. norma. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan radiologi. e. bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. bina sarana dan prasarana kesehatan. d. bina sarana dan prasarana kesehatan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. penyiapan penyusunan standar. bina pelayanan radiologi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. 48 . standar. prosedur dan kriteria. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. b.

d. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. g. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan penyusunan norma. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. dan d. Seksi Standardisasi. dan kriteria. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. f. standar. 49 .b. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar.

standar. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. prosedur dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. b. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. prosedur dan kriteria. standar. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. c. Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. dan d. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan norma. 50 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. serta bimbingan teknis. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. serta bimbingan teknis. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan b. dan penyusunan norma.

standar. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan 51 .Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. b. serta bimbingan teknis. c. standar. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. c. standar. Seksi Standardisasi. Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. prosedur. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. dan kriteria. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan penyusunan norma.

Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d.d. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. c. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. 52 . dan penyusunan norma. standar. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. prosedur. standar. standar. dan kriteria. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. rokok. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. b. serta pemberian bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. standar. standar. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. rokok. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). 53 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. d. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. c. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Rokok. dan f. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. rokok. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa.c. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. e. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). e. dan alkohol. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan g. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. rokok. d. prosedur. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. serta bimbingan teknis. rokok. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. b. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. standar.

dan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar.a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan d. standar. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan d. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. b. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. dan b. prosedur. dan penyusunan norma. 55 .

dan d. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. prosedur. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. prosedur. Seksi Standardisasi. 56 . penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan b.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. b. prosedur. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. standar. standar. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan penyusunan norma. dan d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. 57 . standar. Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. rokok. b. dan penyusunan norma. Rokok. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan alkohol. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Seksi Standardisasi. dan alkohol. Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria. rokok. prosedur. serta bimbingan teknis. standar. c. rokok. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Rokok. dan alkohol. rokok. dan alkohol. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238. dan b. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan alkohol. dan alkohol terdiri dari: a. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan alkohol. Rokok. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. rokok. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. rokok. rokok. dan alkohol. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA.

prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. dan d. standar. prosedur. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. prosedur. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. standar. 58 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. c. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. standar. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. 59 . TUGAS. c. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. dan e. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. penyusunan norma. prosedur.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. d. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. b.

kearsipan. d. Direktorat Surveilans. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyusunan laporan. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. e.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. c. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. b. penyiapan bahan urusan hukum. 60 . Bagian Keuangan. dan perlengkapan. c. d. dan Hubungan Masyarakat. e. Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Hukum. rumah tangga. program. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. koordinasi dan penyusunan rencana. tata persuratan. dan f. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemantauan. pengelolaan urusan keuangan. b. Karantina. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. Imunisasi. gaji. dan Kesehatan Matra. pengelolaan data dan informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan anggaran. penataan organisasi. Organisasi. Bagian Program dan Informasi. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung. e. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f.

Bagian Hukum. pengolahan. b. ketatalaksanaan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. evaluasi. dan anggaran. program. program. pengumpulan. dan pengelolaan data dan informasi. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Organisasi. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Pasal 258 Bagian Hukum. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. penyiapan urusan hukum. pengolahan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. program. dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. dan anggaran. Subbagian Program. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi dan penyusunan laporan. pemantauan. b. Organisasi. serta penyajian data dan informasi. dan c. jabatan fungsional dan 61 . dan c. dan c. dan penyajian data dan informasi. dan anggaran. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat.

dan ketatalaksanaan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Anggaran. Organisasi. pembukuan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. b. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. Subbagian Organisasi. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi.Pasal 260 Bagian Hukum. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan akuntansi. pengelolaan anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. 62 . urusan tata usaha keuangan. jabatan fungsional. b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. b. dan c. dan c. Subbagian Hukum. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan.

IMUNISASI. imunisasi. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. kearsipan dan gaji. karantina. Imunisasi. 63 . dan c. b. dan penyusunan norma. rumah tangga. dan kriteria. kearsipan dan gaji. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans. gaji. Subbagian Kepegawaian. dan c. prosedur. mutasi pegawai. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS. kearsipan. dan kesehatan matra. dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan perlengkapan. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. KARANTINA. b. pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Karantina. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan. tata persuratan. Subbagian Rumah Tangga. dan pengisian jabatan. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.

dan kesehatan matra. Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB). Subdirektorat Kesehatan Matra. c. Pasal 272 Direktorat Surveilans. pemantauan. imunisasi. pemantauan. b. Subdirektorat Imunisasi. dan kesehatan matra. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. karantina kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Imunisasi. dan kesehatan matra. standar. standar. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. kesehatan pelabuhan. dan penyusunan norma. Imunisasi. imunisasi. kesehatan pelabuhan. Karantina. imunisasi. kerjasama/kemitraan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. karantina kesehatan. dan kesehatan matra.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. kesehatan pelabuhan. dan kriteria. Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. karantina kesehatan. imunisasi. d. imunisasi. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. d. dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. e. dan kesehatan matra. b. prosedur. e. kesehatan pelabuhan. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 . Karantina. karantina kesehatan. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Surveilans. f. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. prosedur. kesehatan pelabuhan. dan f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. karantina kesehatan. serta bimbingan teknis.

prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. dan kriteria di bidang surveilans. d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. prosedur. kerjasama/kemitraan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. b. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang surveilans. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 65 . prosedur. pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan d. prosedur. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. dan kriteria di bidang imunisasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. dan respon KLB. sistem kewaspadaan dini. dan kriteria. dan penyusunan norma.a. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. standar. dan e. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. c. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. c. Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. prosedur. (2) 66 . dan penyusunan norma. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. standar. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan kriteria di bidang imunisasi. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. c. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. standar. Seksi Standardisasi. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. dan d. b.

Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan kriteria. prosedur. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. (2) 67 . serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kesehatan matra. b. standar. kerjasama/kemitraan. pemantauan. dan d. dan kriteria di bidang kesehatan matra. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra. standar. penyiapan bahan pemantauan.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. standar. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. prosedur.

diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. dan kriteria. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. infeksi saluran pernafasan akut. pemantauan. c. standar. d. prosedur. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . kerjasama/kemitraan. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. standar. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. e. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. infeksi saluran pernafasan akut. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. b. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung. infeksi saluran pernafasan akut. infeksi saluran pernafasan akut. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual.

Subbagian Tata Usaha. serta bimbingan teknis. standar. pemantauan. b. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. c. evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. Seksi Standardisasi. c. b. penyiapan bahan pemantauan. f. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. dan kriteria. Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 69 . kerjasama/kemitraan. b. dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. standar. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a.dan penyakit menular seksual. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan f. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. prosedur. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. infeksi saluran pernafasan akut. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia.

standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. c. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. standar. Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. standar. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. 70 . prosedur. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. b.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. pemantauan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan di bidang (2) d. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. b. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur dan kriteria. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. kerjasama/kemitraan.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Seksi Standardisasi. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. prosedur. penyiapan bahan pemantauan.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. kerjasama/kemitraan. dan d. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. kerjasama/kemitraan. standar. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. c. kerjasama/kemitraan. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. dan kriteria. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. pemantauan. (2) 71 . dan penyusunan norma. dan b. b.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. infeksi hati dan saluran pencernaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan b. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. standar. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan d. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan kriteria. 72 . Seksi Standardisasi. prosedur. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. serta bimbingan teknis. standar.Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. standar. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. prosedur. pemantauan. c. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. infeksi hati dan saluran pencernaan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi. kerjasama/kemitraan. standar. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan penyusunan norma. 73 . Seksi Standardisasi. pemantauan. Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. prosedur. c. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. standar.pemantauan. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan d. dan b.

Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan norma. f. arbovirosis. e. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. 74 . filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Vektor. prosedur. dan kriteria. zoonosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. pemantauan. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis. zoonosis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. d. zoonosis. c. c. dan kriteria di bidang pengendalian malaria. prosedur. arbovirosis. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. penyiapan penyusunan norma. g. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. standar. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. Subdirektorat Pengendalian Malaria. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. b. arbovirosis. standar. d. zoonosis. arbovirosis. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. e. arbovirosis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f.

prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. dan penyusunan norma. standar. prosedur. b. c. prosedur. pemantauan. dan kriteria. (2) 75 . Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. b. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan d. standar. Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. standar. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. dan kriteria. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur.

Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan penyusunan norma. 76 (2) . kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. standar. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. b. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. prosedur.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. prosedur. kerjasama/kemitraan. b. evaluasi. c. prosedur. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. standar. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan. evaluasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. kerjasama/kemitraan. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a.c. evaluasi. prosedur. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. 77 . b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. prosedur. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. kerjasama/kemitraan. evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. serta bimbingan teknis. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. b. dan d.

dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. pemantauan. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. evaluasi. 78 . Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. pemantauan. dan d. standar. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a. prosedur. c. dan penyusunan norma. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. dan kriteria. Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor.Pasal 331. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. prosedur.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. b. kerjasama/kemitraan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. pemantauan. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan penyusunan norma. prosedur. penyakit kronis dan degeneratif. 79 . Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyakit kanker. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyakit kanker. Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. diabetes melitus dan penyakit metabolik. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kanker. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. standar. penyakit kronis dan degeneratif. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyakit kronis dan degeneratif. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. prosedur.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. c.

dan kriteria. standar. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. dan f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. b. pemantauan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. e. e. f. dan pembuluh darah. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan pembuluh darah. standar. dan pembuluh darah. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. penyakit kronis dan degeneratif. g. 80 Tindak . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. serta bimbingan teknis. penyakit kanker. c. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. pemantauan. dan pembuluh darah. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. penyakit kanker. prosedur. diabetes melitus dan penyakit metabolik. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. diabetes melitus dan penyakit metabolik. b. prosedur.d. kerjasama/kemitraan. penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d.

kerjasama/kemitraan. pemantauan. prosedur. evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. b. 81 (2) . dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. c. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. standar. standar. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. b. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. prosedur. Seksi Standardisasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. penyusunan norma. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. pemantauan.

standar. dan penyusunan norma. dan d. dan kriteria. prosedur. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. b. prosedur. standar. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. standar. prosedur. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. c. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. evaluasi. (2) 82 . standar. pemantauan.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan.

Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. standar. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. prosedur. kerjasama/kemitraan. Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. c. dan d. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. b. dan penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. pemantauan.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. (2) 83 . standar. b. prosedur. evaluasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi. Seksi Standardisasi. kerjasama/kemitraan. Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma.

dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. prosedur. dan kriteria. Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. prosedur. Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. b. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 84 . c. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. b. evaluasi. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.

dan radiasi. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. dan radiasi. penyiapan penyusunan norma. standar. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pemantauan. udara. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan. udara. b. standar. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat. udara. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. serta pengamanan limbah. d. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. d. c. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. prosedur. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. c. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. higiene sanitasi pangan. dan radiasi. dan radiasi. serta pengamanan limbah. prosedur. b. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. dan f. e. 85 . pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. udara. dan radiasi. higiene sanitasi pangan. udara. penyusunan norma.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. standar. Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Subdirektorat Pengamanan Limbah. pemantauan. dan d. dan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. c. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar.e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. prosedur. b. Udara. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. standar. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. standar. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan Radiasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. (2) 86 . g.

c. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. serta bimbingan teknis. pemantauan. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan kriteria. (2) 87 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. standar. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. evaluasi. b. dan di bidang d. prosedur. kerjasama/kemitraan. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. pemantauan. b. prosedur.

dan d.Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. prosedur. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. serta bimbingan teknis. evaluasi. b. dan kriteria. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. 88 (2) . dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. standar. standar. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan norma. standar. dan penyusunan norma. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. standar. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. dan b. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. evaluasi. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. prosedur.

pemantauan.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. Seksi Standardisasi. b. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. c. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a. dan kriteria. 89 (2) . udara. Udara. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. udara. Subdirektorat Pengamanan Limbah. kerjasama/kemitraan. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. dan radiasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. standar. b. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Udara. dan d. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. standar. udara. standar. dan radiasi. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. dan radiasi. evaluasi. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur.

dan radiasi. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. pemantauan. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. evaluasi. udara. udara. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. standar. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. b. udara.c. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Udara. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan radiasi. (2) 90 . penyiapan bahan pemantauan. dan radiasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Radiasi terdiri atas : a. udara. dan radiasi.

Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. standar. b. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. Direktorat Bina Gizi. c. penyusunan norma. DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. b. prosedur. TUGAS. 91 . perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. dan e.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

dan anggaran. c. e. koordinasi dan penyusunan rencana. b. penyiapan urusan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan hubungan masyarakat. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. jabatan fungsional. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi. d. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. dan anggaran. penataan organisasi. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Organisasi. pengelolaan urusan keuangan. dan Komplementer.c. e. gaji. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. Bagian Keuangan. dan f. pengelolaan data dan informasi. d. dan Hubungan Masyarakat. 92 . dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. program. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. program. dan f. pelaksanaan urusan kepegawaian. kearsipan. tata persuratan. e. Bagian Hukum. dan pengelolaan data dan informasi. c. Direktorat Bina Kesehatan Anak. rumah tangga. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Alternatif. dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum.

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan penyajian data dan informasi. dan c. dan c. dan c. Pasal 397 Bagian Hukum. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan anggaran. Organisasi. penyiapan urusan hukum. dan hubungan masyarakat. dan 93 . pengolahan. dan anggaran. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. serta penyajian data dan informasi. penataan organisasi. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Program. Organisasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Bagian Hukum. program.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. program. b. b. evaluasi dan penyusunan laporan. pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. ketatalaksanaan. jabatan fungsional. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397.

b. Subbagian Hukum. dan akuntansi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. urusan tata usaha keuangan. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. pembukuan. dan c. b. pengelolaan anggaran. Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. 94 . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan ketatalaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. dan c. b. Subbagian Anggaran. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. tuntutan perbendaharaan. jabatan fungsional. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat.Pasal 399 Bagian Hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a. Subbagian Organisasi. dan ganti rugi. dan c.

dan c. kearsipan. standar. dan urusan gaji. gaji. pelaksanaan urusan tata persuratan. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 . kearsipan. dan pengisian jabatan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. b. dan perlengkapan. dan kriteria. Subbagian Rumah Tangga. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Kepegawaian. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. kearsipan. dan c. dan gaji. dan penyusunan norma. penyiapan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. tata persuratan. Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. rumah tangga. mutasi pegawai. b. prosedur.

b. prosedur. dan konsumsi makanan. dan penyusunan norma. serta kewaspadaan gizi. dan d. dan konsumsi makanan. f. gizi klinik. gizi mikro. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. b. Subdirektorat Bina Gizi Makro. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. gizi klinik.a. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. gizi mikro. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. prosedur. serta kewaspadaan gizi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. c. prosedur. f. standar. gizi klinik. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan kriteria di bidang bina gizi makro. g. serta kewaspadaan gizi. dan konsumsi makanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. Subdirektorat Bina Gizi Mikro. 96 . Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. serta kewaspadaan gizi. gizi mikro. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. evaluasi. standar. b. d. serta bimbingan teknis. gizi mikro. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a. dan konsumsi makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina gizi makro. gizi klinik. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan kriteria. penyiapan penyusunan norma. gizi mikro. c. gizi klinik. standar. dan konsumsi makanan. serta kewaspadaan gizi. Subbagian Tata Usaha. c.

standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. b. c. standar. prosedur. 97 . dan kriteria di bidang gizi makro. prosedur dan kriteria. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. pemantauan. dan penyusunan norma. dan b. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. pemantauan. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan b. prosedur. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang gizi mikro. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina gizi mikro. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Seksi Standardisasi.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. evaluasi. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. c. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur. standar. b. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. dan kriteria. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Standardisasi. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. dan b. prosedur. Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. evaluasi. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar.

Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. prosedur. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. dan kriteria. dan b. c. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. 99 . c. dan d. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. b. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. prosedur.a. standar. b. dan d. prosedur.

prosedur. standar. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi. b.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. pemantauan. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. 100 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. dan b. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. bina keluarga berencana. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi.

dan f. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. serta bimbingan teknis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. e. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. dan 101 . standar. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi. d. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. e. g. c. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. prosedur. dan penyusunan norma. b. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. bina keluarga berencana. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. prosedur. standar.c. bina keluarga berencana. d. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a. dan kriteria. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. prosedur. f.

dan d. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan penyusunan norma. pemantauan. Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a. Seksi Standardisasi. dan b. standar. Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan b.d. dan penyusunan norma. standar. c. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan kriteria serta bimbingan teknis. 102 . Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Standardisasi. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil. b.

b. Seksi Standardisasi. prosedur. standar. 103 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. prosedur. standar.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. pemantauan. dan d. evaluasi. dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. c. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi.

prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang keluarga berencana. dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan penyusunan norma. pemantauan. 104 . standar. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a. c. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. evaluasi. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Seksi Standardisasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. prosedur. Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. dan penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. dan penyusunan norma. b. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi.

prosedur. dan b.Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. dan d. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Seksi Standardisasi. Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. 105 . standar. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi.

Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi. prosedur. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. prosedur. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. serta bina perlindungan kesehatan anak. serta bina perlindungan kesehatan anak. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. dan f. serta bina perlindungan kesehatan anak. c. penyiapan penyusunan norma. serta bina perlindungan kesehatan anak. 106 . standar. dan kriteria. standar. c. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. b. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. serta bina perlindungan kesehatan anak. d.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan penyusunan norma. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. d.

serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. pemantauan. dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi.e. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. f. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. standar. prosedur. dan b. Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. standar. dan d. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. 107 .

pemantauan. standar. dan d. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi. dan kriteria serta bimbingan teknis. c. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. 108 . dan kriteria. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. dan b. b. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. standar. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. standar.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. standar. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. c. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. evaluasi. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. standar. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. 109 . dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. Seksi Standardisasi.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. dan d. b. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. c. 110 . Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. standar. standar. prosedur. dan d.c. prosedur. dan b. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. serta bimbingan teknis. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja.

111 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. ALTERNATIF. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. pemantauan. dan bina penapisan dan kemitraan. Seksi Standardisasi. dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. dan komplementer. Alternatif. DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. prosedur. alternatif. dan b. standar. standar. prosedur. dan kriteria. Alternatif. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

d. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan bina penapisan dan kemitraan. 112 . bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan bina penapisan dan kemitraan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a.b. prosedur. f. dan bina penapisan dan kemitraan. Subbagian Tata Usaha. c. dan Komplementer terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Alternatif. dan f. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan bina penapisan dan kemitraan. penyiapan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. d. standar. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. b. c. evaluasi. prosedur. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 113 . dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. prosedur. prosedur. standar. c. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. standar. prosedur. standar. Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. c. dan d. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. pemantauan. serta bimbingan teknis. Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan b. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488.

standar. pemantauan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan penyusunan norma. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. c. Seksi Standardisasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. dan d. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. 114 . Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. serta bimbingan teknis. dan evaluasi. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. standar. dan komplementer. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. alternatif. prosedur. dan b. alternatif. Seksi Standardisasi. prosedur. dan komplementer. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 115 . Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. serta bimbingan teknis. alternatif. c. alternatif. standar. standar. pemantauan. dan penyusunan norma. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. prosedur. alternatif. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan d. dan komplementer.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. dan komplementer. dan komplementer. dan evaluasi.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan b. dan kriteria. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. prosedur. Seksi Standardisasi. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja. dan d. standar. pemantauan. pemantauan. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. prosedur. serta bimbingan teknis. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan evaluasi. dan evaluasi. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. standar. c. 120 . dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. b. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja.

serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 121 . standar. standar. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. serta bimbingan teknis. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. c. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. b. dan kriteria. Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. pemantauan. dan evaluasi. prosedur. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga.

Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. d. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. b. d. c. standar. c. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. TUGAS. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. penyusunan norma. Sekretariat Direktorat Jenderal. 122 .BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. b. dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan.

Bagian Program dan Informasi. gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan c. c. pengolahan. Bagian Hukum. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Organisasi. dan Hubungan Masyarakat. dan anggaran. penyiapan urusan hukum. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan anggaran. dan perlengkapan. pengelolaan data dan informasi. koordinasi dan penyusunan rencana. program. d. serta evaluasi dan penyusunan laporan. 123 . e. dan anggaran. penataan organisasi. pengumpulan. tata persuratan. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. program. dan penyajian data dan informasi. b.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. d. dan f. dan pengelolaan data dan informasi. b. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. rumah tangga. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. pengelolaan urusan keuangan. program. evaluasi dan penyusunan laporan. kearsipan. e. c.

dan c. ketatalaksanaan. b. dan c. 124 jabatan fungsional dan . Subbagian Hubungan Masyarakat. dan c. Organisasi. dan anggaran. organisasi. pengolahan. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. Pasal 538 Bagian Hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan hubungan masyarakat. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Organisasi. Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Organisasi. serta penyajian data dan informasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. program. penyiapan urusan hukum. b. Subbagian Program. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Pasal 536 Bagian Hukum. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. penataan organisasi. Subbagian Hukum. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan.

kearsipan dan gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. kearsipan.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. dan c. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 125 . rumah tangga. dan c. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. b. b. Subbagian Kepegawaian. dan perlengkapan. Subbagian Anggaran. urusan tata usaha keuangan. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. pelaksanaan urusan kepegawaian. gaji. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c. pelaksanaan urusan tata persuratan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. tata persuratan.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. pengelolaan anggaran. Pasal . Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembukuan dan akuntansi. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.

penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria. pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. c. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. 126 . Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. prosedur. Pasal 547 a. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. mutasi pegawai. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur.b. Subbagian Rumah Tangga. penyiapan penyusunan norma. standar. dan c. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan pengisian jabatan. d. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. b. c. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. kearsipan dan urusan gaji.

dan f. Pasal 554 127 . dan b. b.e. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi Harga Obat . dan kriteria. c. penyiapan bahan pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. d. Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Seksi Analisis Harga Obat. standar. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. prosedur. dan f. serta bimbingan teknis. evaluasi. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. standar. prosedur. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. e. penyiapan bahan penyusunan norma. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan.

c. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. standar. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan . standar. pengendalian. dan kriteria harga obat. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan pemantauan harga obat. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 559 128 . kajian. prosedur. dan b. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. b. pemantauan. pengendalian. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan.(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria. serta bimbingan teknis.

prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma.Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pemantauan. dan b. standar. pengendalian. evaluasi. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan penyusunan norma. dan d. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. b. standar. bimbingan teknis. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 129 . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.

dan kriteria. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan b. Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. dan penyusunan norma. prosedur.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. 130 .

farmasi komunitas. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. prosedur.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. e. dan kriteria di bidang standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. standar. d. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. farmasi komunitas. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. e. b. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. penyiapan penyusunan norma. standar. Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a. farmasi komunitas. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Subbagian Tata Usaha. standar. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. Kelompok Jabatan Fungsional. 131 . Subdirektorat Farmasi Komunitas. b. dan f. Subdirektorat Farmasi Klinik. c. c. farmasi komunitas. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. dan penyusunan norma. farmasi komunitas. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. prosedur. d. dan f. Subdirektorat Standardisasi. dan c.

Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. standar. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. penyusunan norma. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas. standar. standar. c. b. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. standar. dan b. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria di bidang farmasi komunitas. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. prosedur. 132 . dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. standar. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d.

standar. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. 133 .(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. bimbingan teknis. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. b. prosedur. pengendalian. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. standar. penyiapan bahan pemantauan. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. prosedur. penyusunan norma.

Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan b. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional. 134 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyusunan norma. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pengendalian. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. b. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. prosedur. standar. dan kriteria.

dan kriteria di bidang penilaian. e. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. d. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. c. b. penyusunan norma.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. prosedur. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. prosedur. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. dan f. inspeksi. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. standar. c. bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. d. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. inspeksi. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. inspeksi. inspeksi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. inspeksi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan norma. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. dan f. dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. standar. b. 135 .

penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. pemantauan. dan d. prosedur. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. c. bimbingan teknis. standar.c. (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. prosedur. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. 136 . standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. b. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan kriteria.

Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. standar. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. 137 . serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. b. dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. evaluasi. dan kriteria. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. c. prosedur. standar. standar. pemantauan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. serta bimbingan teknis. dan b. dan penyusunan norma.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. prosedur. dan kriteria. Seksi Produk Diagnostik Invitro. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta bimbingan teknis. prosedur. evaluasi. pemantauan. standar. dan kriteria di bidang inspeksi produk.

dan penyusunan norma. prosedur. pemantauan. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Produk. prosedur. standar. dan penyusunan norma. pemantauan. serta bimbingan teknis. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan (2) 138 . Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. prosedur. standar. dan b. pemantauan. prosedur. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga.

d. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. standar. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. dan b. standar. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . dan kriteria. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. serta bimbingan teknis. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. serta bimbingan teknis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. Seksi Standardisasi Produk. prosedur.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan kriteria. f. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. prosedur. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pemantauan. e. Psikotropika. c. b. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. standar. standar. pengendalian. prosedur. dan g. c. c. b. b. standar. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. penyusunan norma. pengendalian. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan f. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. penyiapan pemberian bimbingan teknis. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a. bimbingan teknis. Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. d. penyiapan bahan pemantauan. 140 . d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. perizinan. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan.a.

141 . Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. dan e.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan. standar. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika. dan kriteria. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. dan b. penyusunan norma. pemantauan. pengendalian. bimbingan teknis. Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. perizinan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. prosedur. prosedur. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. c. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. pemantauan. bimbingan teknis. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. standar. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. pengendalian. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. d. penyusunan norma.

penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. psikotropika. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. penyusunan norma. pengendalian. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. pengendalian. Psikotropika. pemantauan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan kriteria. 142 . prekursor. psikotropika. prekursor. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. penyusunan norma. b. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. dan sediaan farmasi khusus. standar. perizinan. Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. prekursor. Psikotropika. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan e. prosedur. d. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. Prekursor. prekursor. psikotropika. psikotropika.Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prekursor. psikotropika. bimbingan teknis. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. prosedur. c. psikotropika. Prekursor. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika.

serta bimbingan teknis. prosedur.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika. psikotropika. dan kriteria. pemantauan. b. pemantauan. standar. Psikotropika. dan kriteria. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. prosedur. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. perizinan. d. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. standar. pemantauan. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan prekursor farmasi. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. c. 143 . standar. dan kriteria. standar. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. Prekursor. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Narkotika. perizinan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. Psikotropika. prosedur. dan Prekursor Farmasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Psikotropika. dan e. dan b. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.

pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. standar. dan kriteria. 144 . Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan.Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a. dan b. TUGAS. Seksi Kerjasama. prosedur. pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.

b. d.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. c. f. Inspektorat III. Inspektorat IV. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. dan e. g. e. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. c. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. d. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . Inspektorat Investigasi. reviu. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. evaluasi. Inspektorat II. dan kegiatan pengawasan lainnya. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a.

serta dokumentasi. pelayanan informasi pengawasan. 146 . keuangan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. program. dan b. dan anggaran. penyusunan rencana. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi. d. dan anggaran. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. b. Subbagian Program. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. dan b. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan dokumentasi. c. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. penyajian data. Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan c. Bagian Umum. program. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. b. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a.a. kepegawaian. program. pelaksanaan urusan tata usaha. pengolahan. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. program. dan dokumentasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. e. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana.

Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. penyimpanan berkas. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. analisis laporan hasil pengawasan. b. Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. dan rumah tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyimpanan berkas. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a.dan b. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. analisis. pencatatan. 147 . Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. penyajian laporan hasil pengawasan. perlengkapan. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal. serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan. pengumpulan. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. dan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. analisis. pencatatan. dan b.Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan.

Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan kepegawaian. reviu. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Keuangan. Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. 148 . pemantauan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan. Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. dan b. dan b.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. evaluasi. dan b.

dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. pemantauan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. reviu. evaluasi. urusan tata persuratan. 149 . pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. b. reviu. BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. evaluasi. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. kearsipan. administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha. dan b. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. b. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. reviu.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. dan d. c.

urusan tata persuratan. pemantauan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. dan d. b. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. 150 . reviu. Subbagian Tata Usaha. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. administrasi keuangan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. dan d. b. BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III.c. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. c. Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan b. reviu. evaluasi. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. kearsipan. 151 . reviu. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pemantauan.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. kearsipan. b. administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. evaluasi. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. Subbagian Tata Usaha. c. evaluasi. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. urusan tata persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan b. urusan tata persuratan. administrasi keuangan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV.

dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. Subbagian Tata Usaha. urusan tata persuratan. b. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. dan b. e. kearsipan. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. d. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. c. Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. penyusunan laporan hasil pengawasan. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. administrasi keuangan. 152 .

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. 153 . (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. pemantauan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. TUGAS. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. dan d. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). penyusunan kebijakan teknis.

rumah tangga. Bagian Keuangan dan Umum. program. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. dan laporan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. anggaran. Organisasi. penyiapan urusan hukum. dan Kepegawaian. dan penunjang pembinaan profesi. b. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. tata usaha. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. diseminasi. kerja sama. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. e. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan. dan d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. pemantauan. promosi. b. b. pelaksanaan urusan keuangan. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. Bagian Hukum. utilisasi. dan Pusat Humaniora. dan Pemberdayaan Masyarakat. Sekretariat Badan. 154 . c. Kebijakan Kesehatan. koordinasi dan penyusunan rencana. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. penataan organisasi. Bagian Perencanaan dan Anggaran. d. dan Diseminasi. e.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik. Bagian Informasi. c. c. Publikasi. d. dan perlengkapan. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a.

(2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. b. Subbagian Program. dan c. pemantauan. Bagian Hukum. b. pemantauan. Organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengelolaan kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 683 Bagian Hukum. dan penyusunan laporan. dan c. Subbagian Anggaran. dan penyusunan laporan. 155 . evaluasi. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. penataan organisasi. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. Organisasi. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. dan pengembangan pegawai. evaluasi.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. penyusunan anggaran. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. program. anggaran. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program. evaluasi. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. b. dan c. dan laporan. pelaksanaan pengembangan pegawai.

pensiun pegawai. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. serta pembinaan profesi peneliti. promosi. dan kerja sama. pelaksanaan dokumentasi. penataan organisasi. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. dan Diseminasi terdiri atas : a. kesejahteraan pegawai.Pasal 685 Bagian Hukum. utilisasi. Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. dan Kepegawaian terdiri atas : a. dan hubungan masyarakat. Publikasi. dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. promosi hasil penelitian dan pengembangan. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. Publikasi. dan Perpustakaan. dan c. Bagian Informasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. Publikasi. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pasal 689 Bagian Informasi. Subbagian Hukum dan Organisasi. pelaksanaan diseminasi. utilisasi. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. dan perpustakaan. pengembangan karir. kenaikan pangkat. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. 156 . Pasal 687 Bagian Informasi. Publikasi. Organisasi. b. b. pemindahan. dan penunjang pembinaan profesi. diseminasi. jabatan fungsional peneliti. tugas dan izin belajar. dan ketatausahaan pegawai. dan c. etika. dan c. jabatan fungsional non peneliti. b. Subbagian Dokumentasi. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. kerja sama. pengangkatan pegawai. disiplin. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. pemberhentian.

dan kerja sama. tata usaha. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. 157 (2) (3) . protokol. pelaksanaan urusan tata usaha. akuntansi. pembinaan perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. dan c. kearsipan. dan pelayanan perpustakaan.Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. dan pelayanan pimpinan. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. utilisasi. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. verifikasi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. dan hubungan masyarakat. dan c. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Publikasi. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. rumah tangga. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. gaji. Subbagian Keuangan. (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. dan perlengkapan. b. pengelolaan urusan keuangan . dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. (2) Subbagian Dokumentasi. dan evaluasi keuangan. b.

kepegawaian dan umum. dan d. pemantauan. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. program. Bidang Biomedis. Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan c. pemantauan. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. pelaksanaan urusan keuangan. anggaran. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi dan laporan. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. b. program. rencana. b. penyusunan rencana. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan. 158 . Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. c. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan anggaran. b. pemantauan. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.

Subbidang Biomedis Manusia. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. Subbagian Program dan Kerja Sama. fisiologi. parasitologi.Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. umum. meliputi biologi kedokteran. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. utilisasi. pelayanan pimpinan. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. dan b. Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pelaksanaan penelitian. imunologi. kepegawaian. mikrobiologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Kepegawaian dan Umum. biokimia. bioinformatika. dan penyusunan laporan. diseminasi. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. dan b. Subbagian Keuangan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. patologi. protokol. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. pelaksanaan penelitian. biomolekuler dan farmakologi. sel punca (stem cells). serta gaji. pemantauan. Subbidang Biomedis Non Manusia. (2) Subbagian Keuangan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. 159 . perlengkapan. program. tata persuratan. Kepegawaian. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. nutrigenomik dan nutrigenetik. rumah tangga. anggaran. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. dan b. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. evaluasi. genomik dan proteomik.

perbekalan kesehatan. gizi dan makanan. dan b. mikrobiologi. teknologi farmasi. Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. meliputi biologi kedokteran. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. biomolekuler dan farmakologi. biokimia. imunologi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. nutrigenomik dan nutrigenetik. genomik dan proteomik. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. fisiologi. sel punca (stem cells). pelaksanaan penelitian. pengobatan dan pencegahan. Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. parasitologi. meliputi biomedis reservoir dan vektor. (2) 160 . dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya. patologi. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. dan b. teknologi rekayasa lingkungan. Gizi dan Makanan. agen serta biomedis non manusia lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. Perbekalan Kesehatan.

Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. pelaksanaan pembinaan. c. b. Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Bidang Epidemiologi Klinik. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. Bagian Tata Usaha. koordinasi. d. dan c. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. 161 (2) . serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Perbekalan Kesehatan. perbekalan kesehatan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan e. gizi dan makanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. b.

evaluasi. dan Umum. kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan. dan c. program. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. uji obat dan vaksin. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. promosi hasil penelitian dan pengembangan. b. anggaran. rumah tangga. program. Subbagian Program dan Kerja Sama. Kepegawaian. dan anggaran. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. 162 . Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. program. evaluasi dan penyusunan laporan. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. utilisasi. pemantauan. penyusunan rencana. makanan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. anggaran. diseminasi. dan gaji. pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. kepegawaian. gizi. pelayanan pimpinan. pengembangan. umum. evaluasi dan laporan. perlengkapan. dan umum. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan uji obat bahan alam. protokol. tata persuratan. dan b. Kepegawaian. pelaksanaan urusan keuangan. dan penyusunan laporan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. kedokteran klinik. Subbagian Keuangan.

Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kosmetika. kebijakan di bidang 163 . pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian. teknologi kesehatan. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. pelaksanaan penelitian. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan b. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. perbekalan kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan kedokteran klinik. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. pelaksanaan penelitian. obat tradisional. bahan obat.

penyakit kronis dan degeneratif lainnya. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. diabetes melitus dan metabolik lainnya. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. dan b.b. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. 164 . Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. dan c. kanker. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian.

promosi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . evaluasi. anggaran. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. b. pelaksanaan urusan keuangan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. evaluasi dan penyusunan laporan. 165 . serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Program dan Kerja Sama. kepegawaian. dan Umum. program. anggaran. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a.b. Bagian Tata Usaha. pemantauan. program. evaluasi dan laporan. c. dan c. Bidang Upaya Kesehatan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. b. pemantauan. dan umum. dan anggaran. dan penyusunan laporan. program. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. dan c. dan e. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Subbagian Keuangan. utilisasi. dan b. Kepegawaian. penyusunan rencana. d. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pemantauan. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Bidang Sumber Daya Kesehatan. pemantauan. diseminasi.

kesehatan olah raga. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. kesehatan reproduksi. pelaksanaan penelitian. protokol. peningkatan kesehatan. dan gaji. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. kesehatan jiwa. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. kesehatan ibu. remaja. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kesehatan sekolah. gizi dan makanan. kesehatan kerja. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. umum. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. dan b. rumah tangga.(2) Subbagian Keuangan. pelaksanaan penelitian. dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. geografi. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan. anak. 166 . serta faktor lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Kepegawaian. tata persuratan. serta penyiapan bahan penyusunan. bayi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kepegawaian. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. kesehatan matra. pelayanan pimpinan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. dan b. sosial ekonomi. komplementer dan alternatif. serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. kesehatan tradisional. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. perlengkapan. pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit.

Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. b. Subbidang Sumber Daya Manusia. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. fasilitas dan perbekalan kesehatan. fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. klinik pelayanan kesehatan. puskesmas. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. rumah bersalin. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. balai pengobatan. 167 . pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. praktik tenaga kesehatan. tempat rekreasi. permukiman. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. dan c pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. pelaksanaan penelitian. dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. tempat kerja.

Pusat Humaniora. kebijakan kesehatan. Kebijakan Kesehatan. Kebijakan Kesehatan. dan anggaran. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. kebijakan kesehatan. c. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. d. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a.BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. kebijakan kesehatan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan Kesehatan. rencana. dan c. dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. evaluasi. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. kebijakan kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat. dan e. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. evaluasi dan laporan. b. b. dan pemberdayaan masyarakat. dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 742 Pusat Humaniora. pemantauan. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. KEBIJAKAN KESEHATAN. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. program. Bidang Humaniora Kesehatan. pemantauan. Bagian Tata Usaha. 168 .

Kepegawaian. dan gaji. program. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. penyusunan rencana. dan Umum. program. dan b. kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pelaksanaan penelitian. demografi. dan budaya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan. Subbagian Program dan Kerja Sama. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. b. dan umum. kebijakan kesehatan.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pelaksanaan urusan keuangan. evaluasi. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. kepegawaian. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. psikologi. anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. 169 . Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dan penyusunan laporan. pelayanan pimpinan. diseminasi. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. dan pemberdayaan masyarakat. anggaran. kebijakan kesehatan. pemantauan. utilisasi. dan c. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. tata persuratan. perlengkapan. rumah tangga. dan pemberdayaan masyarakat. Kepegawaian. pemantauan. umum. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. ekonomi. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. protokol. dan penyusunan laporan.

serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Subidang Hukum dan Etika.b. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. etika. demografi. c. pelaksanaan penelitian. Pasal 749 teknologi kesehatan. Subbidang Sosial. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta pengkajian desentralisasi. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. dan pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. dan Budaya. etika. Ekonomi. 170 . perilaku dan peran serta masyarakat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. ekonomi. dan ilmu terkait lainnya. pertahanan dan keamanan. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. filsafat. Ekonomi. c. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya. dan pelaksanaan penelitian. filsafat. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan. Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. psikologi. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. pelaksanaan penelitian. dan b. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a. budaya. b. pelaksanaan pengkajian desentralisasi.

Subbidang Analisis Kebijakan. b. TUGAS. (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. 171 . serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a.

dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. koordinasi dan penyusunan rencana. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. 172 .Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. c. pengelolaan data dan informasi. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. Sertifikasi. dan anggaran. b. program. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Sekretariat Badan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. c. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. terdiri atas: a. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan Pusat Standardisasi. d.

dan gaji. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. c. g. dan penyajian data dan informasi. pengolahan. serta pemantauan. Subbagian Program dan Anggaran. c. d. dan anggaran. program. dan hubungan masyarakat. rumah tangga. d. dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. evaluasi. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. pengumpulan. Organisasi. dan anggaran. pengolahan. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan pemantauan. jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. c. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Bagian Hukum. penyiapan urusan hukum. dan perlengkapan. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. dan pengelolaan data dan informasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. program. 173 . dan penyusunan laporan. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. pengelolaan urusan keuangan. dan anggaran.c. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. Subbagian Data dan Informasi. f. dan pemantauan. dan penyusunan laporan. evaluasi. kearsipan. dan Hubungan Masyarakat. program. penataan organisasi.

c. dan pelaporan pelaksanaan program. dan perlengkapan. evaluasi. Organisasi. Pasal 766 Bagian Hukum. c. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. pelaksanaan penataan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. b.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Organisasi. organisasi. 174 . Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Bagian Hukum. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi organisasi. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. Organisasi. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. penataan organisasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Pasal 768 Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Hukum. rumah tangga. dan ketatalaksanaan. dan hubungan masyarakat. c. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan hukum. pengelolaan anggaran. b.

dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. serta jabatan fungsional. dan gaji. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pembukuan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. b. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional. pengadaan. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pensiun dan mutasi pegawai. Subbagian Perbendaharaan. kearsipan. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan ganti rugi. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. 175 (2) (3) . b. dan akuntansi. b. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. tata persuratan. c. c. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. dan gaji. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. kearsipan. pemberhentian. dan pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. urusan tata usaha keuangan.

d. c. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. . kearsipan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. pemantauan. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. dan gaji. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. terdiri atas: 176 b. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.

evaluasi. pemantauan. Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. 177 (2) . Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi. Subbidang Analisis Kebutuhan. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. b. dan Subbidang Program dan Pelaporan. pemantauan. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. c. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. evaluasi. dan penyiapan bahan penyusunan program.a. penyusunan program. b. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. pemantauan. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. b. Subbagian Tata Usaha. e.

penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. b. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. 178 (2) . b. Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri.

dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. keuangan. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. 179 (2) . dan rumah tangga Pusat. pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan. pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. kepegawaian. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. b. Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan dan pengendalian mutu. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a.

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

dan Subbidang Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. 184 b. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. (2) . dan Subbidang Pengembangan. Subbidang Pendidikan. Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. b. Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. b.

Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Subbidang Standardisasi. b. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. (2) (2) 185 . terdiri atas: a. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan Subbidang Pemantauan. dan rumah tangga Pusat. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. b. keuangan.

b. c. e. Bidang Perencanaan dan Program. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. d. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. Pusat Standardisasi. Sertifikas. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. c. Sertifikasi. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. Subbagian Tata Usaha. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. Sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. d. SERTIFIKASI. evaluasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 828 Pusat Standardisasi. 186 . dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan.BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI.i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829. sertifikasi. dan b. Subbidang Program. pemantauan. sertifikasi. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. sertifikasi. sertifikasi. evaluasi. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . Subbidang Perencanaan. dan b. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. terdiri atas: a. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. sertifikasi. penyusunan program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. dan laporan di bidang standardisasi. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi.

Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. (2) 188 . penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. b. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. b. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. dan b. b. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata.a.

keuangan. (2) 189 . Staf Ahli Bidang Mediko Legal.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. d. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. dan rumah tangga Pusat. b. Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) Dalam melaksanakan tugas. c. Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. dan e. Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal. kepegawaian.

Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan.Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi. (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal. serta pengembangan sistem informasi dan bank data. 190 . (2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat. (3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. analisis dan diseminasi informasi. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. TUGAS.

dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi. kerumahtanggaan. pemantauan. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. Subbagian Kepegawaian dan Umum. d. . pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan pengumpulan. e. pemantauan. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Program dan Evaluasi. Bagian Tata Usaha. umum. dan c. dan f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. pemantauan. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. 191 .Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. pelaksanaan administrasi Pusat. evaluasi. Subbagian Keuangan. penyusunan kebijakan teknis. evaluasi dan laporan. pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. b. penyusunan rencana. evaluasi. dan perlengkapan. b. Bidang Statistik Kesehatan. program. tata usaha. pengembangan sistem informasi dan bank data. analisis dan diseminasi informasi. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan laporan serta administrasi. c. dan anggaran. e. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. b. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. c. d. dan c.

pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. rumah tangga. pengumpulan. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. kearsipan. pengumpulan. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. dan b. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. program. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. tata persuratan. serta pemantauan. dan b. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. dan perlengkapan . dan anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. (2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. 192 . (2) Subbagian keuangan.

analisis data kesehatan. dan b. (2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan. pengembangan sistem informasi kesehatan. Subbidang Diseminasi Informasi. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi. 193 . dan b. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan bank data kesehatan.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. diseminasi informasi kesehatan. Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis Data Kesehatan. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. dan b. Subbidang Bank Data. dan b. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. multilateral dan regional di bidang kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. b. Bagian Tata Usaha. 194 .BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. pemantauan. c. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. dan d. penyusunan kebijakan teknis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. TUGAS. b. c. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri. d. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

Bidang Pencegahan. dan b. Pasal 891 Bidang Pencegahan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. mitigasi. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 889 Bidang Pencegahan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan rumah tangga. Subbidang Kesiapsiagaan. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. pembayaran gaji. dan b. Mitigasi. kearsipan. Mitigasi. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. tata persuratan. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a. Mitigasi. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan.

(2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Informasi. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. (2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan b.a. Subbidang Pemulihan. Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan b. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. 200 . pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan. Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Tanggap Darurat. dan b. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Pemantauan. dan b. penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan.

201 . evaluasi. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. c. DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. b. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan. TUGAS. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. dan e. pelaksanaan advokasi. d. c. b. pemantauan. Bidang Jaminan Kesehatan. sosialisasi. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Bagian Tata Usaha. penyusunan kebijakan teknis.

program. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. dan c. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. dan perlengkapan. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. dan administrasi Pusat. dan Evaluasi. Monitoring. rencana dan anggaran. monitoring. b. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. (2) Subbagian Sistem Informasi. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. tata persuratan dan kearsipan. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Kepegawaian dan Umum.d. 202 . penyusunan pedoman. dan evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. kerumahtanggaan serta perlengkapan. umum. umum. tata persuratan kerumahtanggaan. dan c. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan anggaran. dan e. Subbagian Sistem Informasi. Subbagian Program dan Anggaran. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyusunan rencana. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. Monitoring.

Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan c. Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a. sosialisasi. (2) 203 . sosialisasi. penyiapan advokasi. b. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. analisis kesinambungan biaya kesehtan.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. analisis mobilisasi sumber dana. penyiapan advokasi. koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. sosialisasi. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. dan b. penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi.

perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi. dan jaminan kesehatan non penerima upah. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. dan jaminan kesehatan non penerima upah. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. sosialisasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. penyiapan advokasi. sosialisasi. 204 . dan b. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi. sosialisasi. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. b. perumusan kebijakan. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan jaminan kesehatan non penerima upah. penyusunan. penyusunan. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan c.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913.

penyusunan. penyiapan advokasi. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a. dan b. instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan c. Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara . serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan. koordinasi manfaat. Subbidang Kendali Mutu. (2) 205 . mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan. Subbidang Pengembangan Jaringan.Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. sosialisasi. Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. b. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. analisis utilisasi. penyusunan. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan. perumusan kebijakan. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . dan berbagai pedoman.

Bidang Media Massa dan Opini Publik. pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga. Bagian Tata Usaha. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a. c. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. b. 206 . rencana dan program di bidang komunikasi publik. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Pelayanan Informasi Publik.BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. c. TUGAS. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi. Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik. dan d. pelaksanaan administrasi Pusat. b.

Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik. pemantauan. Subbagian Program dan Evaluasi. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan c. Bidang Hubungan Antar Lembaga. dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan. dan c. dan laporan. b. tata usaha. Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana. pemantauan. program. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. tata persuratan. program. b. pengelolaan urusan keuangan. Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. Subbagian Keuangan. pengelolaan urusan kepegawaian. dan anggaran. dan e. dan b. dan laporan serta administrasi Pusat. rumah tangga dan perlengkapan. kerumahtanggaan. kearsipan. 207 . pelaksanaan penyusunan opini publik. dan anggaran.d. penyusunan rencana. evaluasi. umum. umum. Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. pemantauan.

Subbidang Opini Publik. Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik. dokumentasi. dan b. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. dan b. Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a. dan b. dan dokumentasi. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. data dan informasi komunikasi publik. 208 . dan pameran. pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. Subbidang Media Massa. pengelolaan isu strategis. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi. Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. perpustakaan. (2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan.

209 . (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. dan b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. dan b.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. swasta. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. swasta. lingkungan internal dan eksternal. lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. lingkungan internal dan eksternal. Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga.

pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. c. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. d. 210 . Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan. Bidang Advokasi dan Kemitraan. f. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. evaluasi. Bagian Tata Usaha. pemantauan.BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. penyusunan kebijakan teknis. e. dan g. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan. TUGAS. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. c. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan administrasi Pusat. b.

pengelolaan urusan umum. dan anggaran. penyusunan rencana. program. dan c. kearsipan rumah tangga. rencana dan anggaran. dan c. Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. evaluasi. pemantauan. pemantauan. kerumahtanggaan. b. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Subbagian Keuangan. dan perlengkapan. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata usaha. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. tata persuratan. pengelolaan urusan keuangan. kepegawaian. dan laporan serta administrasi Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . dan e. evaluasi dan laporan.d. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Program dan Evaluasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan perlengkapan. b.

Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Subbidang Peran Serta Masyarakat. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. koordinasi. Subbidang Kemitraan. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. koordinasi. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. dan b. Subbidang Advokasi.a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. dan b. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. 212 . koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. dan b. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi.

dan b. penyiapan bahan penyusunan. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. monitoring. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a. koordinasi. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. koordinasi. pelaksanaan. penyusunan program. Subbidang Pengembangan Metode. 213 . Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. penyusunan. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. koordinasi. Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Teknologi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. (2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. pelaksanaan. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program.

b. TUGAS. Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. peningkatan kemampuan. pemeliharaan. dan e. rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. c.BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pelaksanaan administrasi Pusat. pengkajian inteligensia kesehatan. d. 214 . b. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a.

Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. pemantauan. program. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Program dan Anggaran. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969.c. pemantauan. evaluasi dan pelaporan. kerumahtanggaan. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. program. dan b. evaluasi. dan d. serta rumah tangga. tata persuratan. remaja. urusan kepegawaian. pelaporan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan laporan. dewasa dan lanjut usia. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan dan Umum. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . dan anggaran. dan administrasi Pusat. pemantauan. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan perlengkapan. dan kearsipan. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. umum. tata persuratan. pembayaran gaji. penyusunan rencana. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. b. dan anggaran. dan c.

degeneratif. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. (2) Subbidang Inteligensia Remaja. pengkajian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. b. dan c. pengkajian. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. degeneratif. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. degeneratif. 216 . b. Dewasa. dewasa dan lanjut usia. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan lanjut usia. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. koordinasi pelaksanaan. pengkajian inteligensia kesehatan. Dewasa. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. remaja. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. koordinasi pelaksanaan. remaja. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak.dan b. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. Subbidang Inteligensia Remaja. dan Lanjut Usia.a. dewasa. terdiri atas: a. Subbidang Inteligensia Anak. dewasa dan lanjut usia.

b. koordinasi pelaksanaan. terdiri atas: a. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. serta penyakit vaskuler otak. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. dan sistem persyarafan. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan. peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. pendayagunaan. koordinasi pelaksanaan. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. TUGAS. Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan.

b. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a. pengendalian kesehatan jemaah. Subbagian Tata Usaha. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. pengendalian kesehatan jemaah. evaluasi. 218 . pelaksanaan administrasi Pusat. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyehatan lingkungan pemondokan. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah. c. penyusunan kebijakan teknis. dan d. koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. c. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. dan d. penyehatan lingkungan pemondokan. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. Kelompok Jabatan Fungsional. pelayanan medis. pengendalian kesehatan jemaah.a. b. pemantauan. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pelayanan medis. penyehatan lingkungan pemondokan. pelayanan medis.

Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan. koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. (2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. dan b. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. pelatihan dan pengerahan tenaga. pemberian bimbingan teknis pelayanan. 219 . pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. b. Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. pengelolaan sediaan farmasi. dan d. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah.

pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. kearsipan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. c. dan b. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. perlengkapan. 220 . rumah tangga. dan keuangan. serta kepegawaian. bimbingan teknis peningkatan kesehatan.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. dan b. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. dan d.

BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 221 . (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini. Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi.

Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan. 222 .BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. integrasi. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. wajib mengadakan rapat berkala.

BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful