P. 1
Permenkes 1144-2010 Organisasi Tata Kerja Kemkes

Permenkes 1144-2010 Organisasi Tata Kerja Kemkes

|Views: 384|Likes:
Dipublikasikan oleh Fad Lee Noegraha
Permenkes 1144-2010 Organisasi Tata Kerja Kemkes
Permenkes 1144-2010 Organisasi Tata Kerja Kemkes

More info:

Published by: Fad Lee Noegraha on Dec 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2015

pdf

text

original

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

Bagian APBN III . dan penyusunan rencana dan anggaran. e. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan.BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. penyusunan dan penetapan rencana strategis. kebijakan. Kebijakan. standar biaya. evaluasi. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan laporan. Biro a. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. b. b. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. c. dan b. anggaran. penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. dan sinkronisasi. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. dan 5 . petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. d. penyiapan penyusunan rencana strategis. Bagian Perencanaan Strategis. Bagian APBN I . serta program. Bagian Perencanaan Strategis. Kebijakan dan Program. Bagian APBN II . serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. serta keterpaduan program kegiatan prioritas. Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis. penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan.

Subbagian Tata Usaha Biro. dan c. monitoring. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan. evaluasi. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. 6 . Kebijakan dan Program terdiri atas : a. dekonsentrasi. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer.c. evaluasi. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. laporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan laporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden. serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. dan tugas pembantuan. standar biaya. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. b. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan.

Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. dan tugas pembantuan. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. penelaahan dan penyusunan anggaran. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi dan pelaporan. dan tugas pembantuan. Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. b. Subbagian Perencanaan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. dan c. dan tugas pembantuan. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. penelaahan dan penyusunan rencana. standar biaya. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi. pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan laporan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dekonsentrasi. Subbagian Anggaran. dan c. 7 . dan laporan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. b. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat.

penelaahan dan penyusunan rencana. b. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Subbagian Perencanaan. evaluasi dan laporan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. dan tugas pembantuan. dan c. 8 . evaluasi dan pelaporan. dan tugas pembantuan. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Anggaran. dan laporan. penelaahan dan penyusunan anggaran. b. evaluasi.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. dekonsentrasi. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan c. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. dekonsentrasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. dan tugas pembantuan. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. standar biaya. pada satuan kerja kantor pusat.

dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pada satuan kerja kantor pusat. Subbagian Anggaran. evaluasi dan pelaporan. Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. b. dan tugas pembantuan. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. penelaahan dan penyusunan anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan c. dekonsentrasi. evaluasi dan laporan. 9 . kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Perencanaan. dan c.Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. b. Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. penelaahan dan penyusunan rencana. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat.

d. pelaksanaan pengadaan pegawai. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. pegawai tidak tetap. b. b. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Bagian Pengadaan Pegawai. pengelolaan urusan mutasi pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai. 10 . pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. c. d. Bagian Mutasi Pegawai. c. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. e. pengembangan pegawai. dan penugasan khusus. dan c.

pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus. Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Kenaikan Pangkat. pemberhentian dan pensiun pegawai. dan c. pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan. b. 11 . Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. (3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. pemberhentian. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. dan c. b. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan c. (2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. dan pensiun pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. b. pelaksanaan pemindahan.

Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. tugas dan izin belajar. serta tata usaha Biro. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. b. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. ujian dinas. administrasi kesejahteraan pegawai. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kesehatan pegawai. 12 . b.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. pelaksanaan penilaian kinerja. pengembangan karier. dan pengisian jabatan struktural. pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional. Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. pemberian penghargaan. dan c. dan c. Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian.

serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai. dan d.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. 13 . (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan Biro. b. b. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyusunan rencana. monitoring. Subbagian Peraturan Kepegawaian. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai. monitoring. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. dan laporan. pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. administrasi kesejahteraan pegawai. c. evaluasi. dan c.

pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. c. urusan perbendaharaan. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. d. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. b. 14 . Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. b. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. c. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. e.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. d. b. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.

(2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. 15 . Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. dan c. dan c. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. b. Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. b. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. dan c. b. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi.

Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penyiapan penyusunan rencana. dan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. d. monitoring. (3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan laporan.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. evaluasi. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. c. Subbagian Penyimpanan. tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. 16 . dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. dan c. evaluasi dan laporan Biro. b. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Subbagian Pengadaan. monitoring.

Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a. dan c. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara. (2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara. dan penghapusan barang milik negara.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. b. pemanfaatan. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. b. 17 . Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan c. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara. pelaksanaan penatausahaan barang milik negara. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penghapusan barang milik negara. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara.

Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. h. pembinaan ketatalaksanaan. pembinaan dan penataan kelembagaan. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. d. b. f. pelayanan hukum. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. dan i. penyusunan analisis jabatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. e. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. d. Bagian Kelembagaan. c. e. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 . Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. g. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Peraturan Perundang-Undangan. Bagian Pelayanan Hukum.

penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan kodifikasi hukum. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. penelitian dan pengembangan kesehatan. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. serta urusan dokumentasi. sosialisasi. publikasi. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan c. sosialisasi. b. dan c.a. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan penyusunan rumusan perjanjian. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. dan c. Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. publikasi. pengawasan internal. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. kefarmasian dan alat kesehatan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. publikasi. b. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. serta urusan dokumentasi. serta urusan dokumentasi. pelaksanaan urusan dokumentasi. b. 19 . publikasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. sosialisasi. penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. sosialisasi. (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan.

Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. b. evaluasi dan laporan Biro. c. Subbagian Penataan Kelembagaan. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. dan d. b. penyusunan analisis jabatan. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. Subbagian Bantuan Hukum. dan c. dan c. 20 . Subbagian Analisis Jabatan. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. penyusunan analisis jabatan. penyiapan penataan kelembagaan. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Penyusunan Perjanjian. evaluasi jabatan dan beban kerja. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. monitoring. dan susunan serta uraian jabatan. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Tata Usaha Biro. penyusunan rencana. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum.

b. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Subbagian Tata Laksana. monitoring. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. dan susunan serta uraian jabatan. e.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. penyusunan tata laksana. d. Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. evaluasi jabatan dan beban kerja. penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. dan c. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. dan laporan. c. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan. b. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 21 . pelaksanaan penataan jabatan fungsional. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. evaluasi. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. c. dan e. perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. prosedur. penyusunan norma. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan. Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. d. b. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan. TUGAS. standar. d. b. c. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal. 26 . DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.

d. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi. dan anggaran. Bagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. b. serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan urusan hukum.e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. dan Hubungan Masyarakat. dan pengelolaan data dan informasi. gaji. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa. rumah tangga. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. b. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . Bagian Keuangan. jabatan fungsional. c. Organisasi. koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan data dan informasi. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan f. dan perlengkapan. e. c. pengelolaan urusan keuangan. tata persuratan. penataan organisasi. program. Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. pelaksanaan urusan kepegawaian. program. evaluasi dan penyusunan laporan. e. dan f.

Subbagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. program. jabatan fungsional. b. dan c. pengolahan. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Organisasi. Subbagian Hukum.a. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. ketatalaksanaan. pengolahan dan penyajian data dan informasi. pengumpulan. b. b. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. penataan organisasi. program. Pasal 115 Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan anggaran. Organisasi. evaluasi dan penyusunan laporan. Organisasi. b. dan penyusunan laporan. Pasal 117 Bagian Hukum. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. evaluasi. dan c. dan anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. dan c. Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Organisasi. Subbagian Program. dan 28 . penyiapan urusan hukum. serta penyajian data dan informasi.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan ketatalaksanaan. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan anggaran. b. dan c. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. 29 . jabatan fungsional. tata persuratan. gaji. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan perlengkapan. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. urusan tata usaha keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. b. dan c. pembukuan dan akuntansi. kearsipan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. rumah tangga. Subbagian Anggaran.Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar. Subbagian Rumah Tangga.Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan pengisian jabatan. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan c. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. kearsipan dan gaji. dan kriteria. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. b. perbatasan dan kepulauan. prosedur. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. 30 . bina pelayanan kesehatan khusus. Subbagian Kepegawaian. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kearsipan dan gaji. dan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. dan c. standar. mutasi pegawai. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan. b. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

e. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. d. Perbatasan dan Kepulauan. f. perbatasan dan kepulauan. standar. perbatasan dan kepulauan. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kesehatan khusus. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kesehatan khusus. dan f. penyiapan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. perbatasan dan kepulauan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan g. c. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kedokteran keluarga. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. Subbagian Tata Usaha. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kesehatan khusus. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal.b. bina pelayanan kedokteran keluarga. bina pelayanan kesehatan khusus. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. b. prosedur dan kriteria. e. c. perbatasan dan kepulauan. prosedur. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. d. 31 . serta bimbingan teknis. usia lanjut dan pelayanan darah. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. evaluasi. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

penyiapan bahan penyusunan norma. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. dan evaluasi. prosedur dan kriteria. pemantauan. c. dan d. standar. b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. standar. b. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. standar. dan 32 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.d. Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 33 . dan penyusunan norma. Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. pemantauan. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Seksi Standardisasi. prosedur. prosedur dan kriteria. serta bimbingan teknis. standar. dan evaluasi. dan b. c. dan d. standar. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. standar. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. evaluasi.

dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. c. b. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. Seksi Standardisasi. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. prosedur. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. standar. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan b. dan kriteria serta bimbingan teknis.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 34 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus.

dan d. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. standar. perbatasan dan kepulauan. terpencil. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Seksi Standardisasi. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. terpencil. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur dan kriteria. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. 35 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus. terisolir. serta bimbingan teknis. terisolir. perbatasan dan kepulauan. terpencil. standar. terisolir. terpencil. dan b. perbatasan dan kepulauan. prosedur. Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. terisolir. perbatasan dan kepulauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. standar. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. b. terisolir. penyiapan bahan penyusunan norma.

36 . bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. terpencil. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. terpencil. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. terisolir. terisolir. standar. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. standar. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. b. perbatasan dan kepulauan.

Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. 37 . dan kriteria. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. standar. dan g. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. e. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. e. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. d.c. serta bimbingan teknis. c. penyiapan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. b. f. d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. standar. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 . Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. dan penyusunan norma. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. dan d. dan kriteria. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. b. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Standardisasi. dan b. prosedur. standar. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik.

dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. dan d. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b.a. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. 39 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyusunan norma. standar. Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. dan d. dan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. standar. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. prosedur. b. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. dan kriteria.b. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. 40 . dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan.

dan b. 41 .c. dan kriteria. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. c. dan penyusunan norma. Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyusunan norma. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan d. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. standar. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. b.

standar. dan b. prosedur dan kriteria. Seksi Bimbingan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Seksi Evaluasi. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 42 . (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan penyusunan norma. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a.

pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria. dan f. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. d. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. g. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. serta bimbingan teknis. c. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum.b. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. standar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. e. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a. penyiapan penyusunan norma. 43 . Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. prosedur. b. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. d. c. f. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik. Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan b. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. prosedur. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. b. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan penyusunan norma. standar. standar. Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan d. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. 44 .b. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. dan penyusunan norma.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Seksi Standardisasi. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 45 . standar. dan kriteria. Seksi Standardisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. standar. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. dan b. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. dan penyusunan norma. dan d. c. b. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. standar. dan d. dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. 46 . dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. c. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. Seksi Standardisasi. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a. prosedur. dan penyusunan norma. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. dan kriteria. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. standar.

Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a. dan b. prosedur. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. standar. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. 47 . serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. b. standar. dan d. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. b. penyiapan penyusunan standar. bina sarana dan prasarana kesehatan. c. dan f. norma. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina sarana dan prasarana kesehatan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan radiologi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan radiologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan radiologi. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. e. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 48 . Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. d. standar. bina pelayanan radiologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan radiologi. dan penyusunan norma. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. prosedur dan kriteria. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi.

dan b. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. g. b. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. c. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. c. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. dan d. dan penyusunan norma.b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. 49 . serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Seksi Standardisasi. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. prosedur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur. d. f. e. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar.

prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. c. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. prosedur dan kriteria. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur dan kriteria. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 50 . Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. dan d.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan 51 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma.Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. b. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. c. b. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. prosedur. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan b. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. standar.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. dan kriteria. c. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Seksi Standardisasi.d. b. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. prosedur. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. 52 . prosedur. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan penyusunan norma. prosedur. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a.

Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. dan penyusunan norma. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa. Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. rokok. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. 53 . bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. rokok. b. prosedur. standar. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko.

c. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. d. b. dan g. dan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. e. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. e. dan alkohol. prosedur. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Rokok. Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. f. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. d. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan. serta bimbingan teknis. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan f. rokok. Subbagian Tata Usaha. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan kriteria. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. rokok. rokok. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. standar. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan penyusunan norma.

standar. c. penyiapan bahan penyusunan norma. 55 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.a. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. standar. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan d. standar. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. b. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. c.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. dan b. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Standardisasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. prosedur. b. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan kriteria. dan d. standar. dan b. serta bimbingan teknis. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. standar. 56 . dan penyusunan norma. prosedur.

rokok. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. rokok. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol. prosedur. dan penyusunan norma. rokok. Rokok. dan alkohol terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Rokok. Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. dan alkohol. dan alkohol. dan d. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. standar. Rokok. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. prosedur. dan kriteria. serta bimbingan teknis. rokok.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. rokok. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. rokok. dan alkohol. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238. standar. dan b. dan penyusunan norma. 57 . dan alkohol. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. c. dan alkohol. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. rokok. Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan alkohol.

dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. 58 . dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan d. c. Seksi Standardisasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. prosedur.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. standar.

prosedur. standar. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. c. dan e. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. 59 . b. TUGAS. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. d.

dan f. pengelolaan data dan informasi. d. Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. evaluasi dan penyusunan laporan. d. Bagian Program dan Informasi. dan Kesehatan Matra. dan perlengkapan. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. program. koordinasi dan penyusunan rencana. 60 . c. kearsipan. tata persuratan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. e. penataan organisasi. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. Bagian Hukum. b. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan urusan hukum. Bagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. rumah tangga. dan Hubungan Masyarakat. Organisasi. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. pemantauan. e. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Karantina.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. Bagian Keuangan. Direktorat Surveilans. dan anggaran. gaji. f. Imunisasi. pengelolaan urusan keuangan. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung.

pemantauan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Data dan Informasi. pengumpulan.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan anggaran. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Bagian Hukum. penyiapan urusan hukum. serta penyajian data dan informasi. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. b. dan penyajian data dan informasi. dan c. program. pengolahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. dan penyusunan laporan. dan pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. b. pengolahan. program. program. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. dan anggaran. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. ketatalaksanaan. dan anggaran. Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. Pasal 258 Bagian Hukum. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. evaluasi dan penyusunan laporan. jabatan fungsional dan 61 . pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Organisasi. Subbagian Program. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum.

Subbagian Anggaran. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. dan c. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. b. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan.Pasal 260 Bagian Hukum. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. jabatan fungsional. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Organisasi. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. b. pembukuan. b. Subbagian Hukum. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. urusan tata usaha keuangan. dan akuntansi. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. 62 . Subbagian Hubungan Masyarakat. dan ketatalaksanaan. dan c. dan c. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengelolaan anggaran.

karantina. 63 . prosedur. kearsipan dan gaji. dan c. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans. imunisasi.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. tata persuratan. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Kepegawaian. dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. dan c. mutasi pegawai. kearsipan. gaji. dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan. Karantina. dan penyusunan norma. b. kearsipan dan gaji. Subbagian Rumah Tangga. IMUNISASI. rumah tangga. KARANTINA. standar. dan pengisian jabatan. Imunisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS. dan kriteria. dan kesehatan matra. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b.

Karantina. kesehatan pelabuhan. b. Subdirektorat Imunisasi. serta bimbingan teknis. dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. kesehatan pelabuhan. c. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. kerjasama/kemitraan. imunisasi. pemantauan. c. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 . d. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. dan kesehatan matra. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. karantina kesehatan. dan kesehatan matra. Direktorat Surveilans. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. imunisasi. Karantina. Subbagian Tata Usaha. karantina kesehatan. Imunisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. imunisasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. d. Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. imunisasi. dan penyusunan norma. karantina kesehatan. e. dan kesehatan matra. dan kesehatan matra. dan kesehatan matra. dan f. imunisasi. e. Imunisasi. kesehatan pelabuhan. b. karantina kesehatan.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. f. Subdirektorat Kesehatan Matra. karantina kesehatan. Pasal 272 Direktorat Surveilans. penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. kesehatan pelabuhan. prosedur. Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB).

c. b. pemantauan. standar. sistem kewaspadaan dini. prosedur. prosedur. dan d. standar. standar. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang surveilans.a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. 65 . dan kriteria di bidang imunisasi. dan respon KLB. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans. dan kriteria di bidang surveilans. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. d. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. b. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. dan e. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. b. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. c. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. b. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan d. pemantauan. b. serta bimbingan teknis. prosedur. c.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang imunisasi. penyusunan norma. dan penyusunan norma. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. (2) 66 .

Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. dan penyusunan norma. Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. dan kriteria di bidang kesehatan matra. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. prosedur. (2) 67 . b.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang kesehatan matra. standar. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra. standar. standar. Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. c. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. standar. prosedur. b. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. dan d. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

e. infeksi saluran pernafasan akut. d. standar. dan kriteria. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. prosedur. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. infeksi saluran pernafasan akut. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. infeksi saluran pernafasan akut. pemantauan. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung. dan penyusunan norma. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. kerjasama/kemitraan. infeksi saluran pernafasan akut. b. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. penyiapan penyusunan norma. standar.

Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. b. standar. c. e. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan f. c. prosedur. dan d. b. f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. prosedur. 69 . Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. b. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. infeksi saluran pernafasan akut. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. pemantauan. Seksi Standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. kerjasama/kemitraan. dan g. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.dan penyakit menular seksual. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual. evaluasi. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan norma.

kerjasama/kemitraan. b. prosedur dan kriteria. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. 70 . dan penyusunan norma.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. c. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan di bidang (2) d. standar. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. penyiapan bahan pemantauan. standar. Seksi Standardisasi. kerjasama/kemitraan. Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. prosedur. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. evaluasi. pemantauan. standar.

Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. standar. serta bimbingan teknis. penyusunan norma. standar. pemantauan. c. dan b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. standar. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. prosedur. kerjasama/kemitraan. prosedur. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. (2) 71 . penyiapan bahan penyusunan norma.

dan penyusunan norma. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. penyiapan bahan pemantauan. infeksi hati dan saluran pencernaan. prosedur. infeksi hati dan saluran pencernaan. Seksi Standardisasi. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. kerjasama/kemitraan. 72 . penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. dan kriteria. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. prosedur.Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. b. infeksi hati dan saluran pencernaan. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. serta bimbingan teknis. c. dan kriteria. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. kerjasama/kemitraan. prosedur. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. standar. dan d.

73 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Seksi Standardisasi. evaluasi. dan d. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia.pemantauan. dan b. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. prosedur. kerjasama/kemitraan. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. pemantauan. dan penyusunan norma. c. prosedur.

b. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. d. pemantauan. dan kriteria. e. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. zoonosis. 74 . zoonosis. standar. standar. b. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis. arbovirosis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang. arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian malaria. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. zoonosis. zoonosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. prosedur. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. Subbagian Tata Usaha. d. dan penyusunan norma. g. arbovirosis. c. penyiapan penyusunan norma. dan f. Subdirektorat Pengendalian Vektor. arbovirosis. arbovirosis. f. zoonosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Malaria.

Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. prosedur. dan d. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. b. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. b. dan kriteria. standar. penyiapan bahan pemantauan. (2) 75 .Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. dan kriteria. dan penyusunan norma. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. c. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. prosedur. pemantauan. kerjasama/kemitraan. pemantauan.

standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. evaluasi. evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. 76 (2) . dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. prosedur.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. standar. standar. c. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. b. penyiapan bahan pemantauan. b. prosedur. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria. prosedur. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. prosedur.

evaluasi. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. serta bimbingan teknis. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a. kerjasama/kemitraan. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan penyusunan norma. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. pemantauan. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. c. b. prosedur. standar. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a. dan d. standar.c. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 77 . kerjasama/kemitraan. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Seksi Standardisasi. evaluasi. b. pemantauan. standar. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. b. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. dan b. Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a.Pasal 331. Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. Seksi Standardisasi. c. kerjasama/kemitraan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. pemantauan. evaluasi. kerjasama/kemitraan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. standar. prosedur. prosedur. dan b. dan d. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. Seksi Standardisasi. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. 78 . pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

standar. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. b. diabetes melitus dan penyakit metabolik. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. dan penyusunan norma. prosedur. penyakit kanker. 79 . serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. kerjasama/kemitraan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. prosedur. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. penyakit kanker. penyakit kronis dan degeneratif. standar. pemantauan. penyakit kanker. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan penyusunan norma. penyakit kronis dan degeneratif. diabetes melitus dan penyakit metabolik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. c. dan kriteria. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyakit kronis dan degeneratif.

dan d. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. f. dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. prosedur. e. c. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. penyiapan bahan penyusunan norma. c. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. pemantauan. dan pembuluh darah. d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. dan pembuluh darah. penyakit kanker. pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. standar. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. dan pembuluh darah. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. prosedur. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a.d. 80 Tindak . diabetes melitus dan penyakit metabolik. b. serta bimbingan teknis. g. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. e. dan kriteria. pemantauan. dan pembuluh darah. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. penyakit kanker.

Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. c. standar. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. b. penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 81 (2) . prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. standar. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. dan d. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. b. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. prosedur. b. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan d. kerjasama/kemitraan. prosedur. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. dan kriteria. standar. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. standar. pemantauan.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. b. evaluasi. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. standar. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) 82 . pemantauan. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. prosedur. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik.

serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. standar. dan penyusunan norma. evaluasi. c. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. standar. (2) 83 . Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a. kerjasama/kemitraan. pemantauan. Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. dan kriteria. dan d. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. kerjasama/kemitraan. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. prosedur.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. prosedur. Seksi Standardisasi.

dan penyusunan norma. evaluasi. Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 84 . Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. prosedur. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. b. b. penyiapan bahan pemantauan. standar. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan d. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. c. prosedur.

Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. udara. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. dan f. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. dan radiasi. penyiapan penyusunan norma. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyusunan norma. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat. standar. d. standar. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan radiasi. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. e. dan radiasi. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. b. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan radiasi. higiene sanitasi pangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 85 . serta pengamanan limbah. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pemantauan. b. higiene sanitasi pangan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. udara. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. prosedur. dan radiasi. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. udara. d. serta pengamanan limbah. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. udara. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. c. udara. c. pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan.

dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. (2) 86 . Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Udara. prosedur. evaluasi. Seksi Standardisasi. prosedur. kerjasama/kemitraan. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. standar. Subbagian Tata Usaha. dan d. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. dan Radiasi. standar. penyusunan norma. b. standar. f. kerjasama/kemitraan. dan kriteria. Subdirektorat Pengamanan Limbah.e. g. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. b. penyiapan bahan pemantauan.

Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. prosedur. b. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. prosedur. standar. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. b. prosedur. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. kerjasama/kemitraan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. dan kriteria. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. (2) 87 . dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. standar. Seksi Standardisasi. dan di bidang d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma.

prosedur. dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. prosedur. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. standar. prosedur. dan b. dan kriteria. pemantauan. Seksi Standardisasi. pemantauan. kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. standar. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. b. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. 88 (2) . dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. serta bimbingan teknis. evaluasi. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pemantauan.Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. c. evaluasi. dan penyusunan norma.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. standar. dan d. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan radiasi. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. b. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. pemantauan. b. dan penyusunan norma. prosedur. udara. Subdirektorat Pengamanan Limbah. kerjasama/kemitraan. prosedur. 89 (2) . dan radiasi. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. standar. udara. c. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. b. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. prosedur. dan radiasi. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. standar. Udara. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. standar.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. dan kriteria. evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. pemantauan. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. Udara.

dan kriteria di bidang pengamanan limbah. dan penyusunan norma. prosedur.c. standar. dan radiasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. udara. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. evaluasi. udara. b. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan radiasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. dan radiasi. kerjasama/kemitraan. udara. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. udara. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. dan Radiasi terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan. (2) 90 . Udara. dan radiasi.

penyusunan norma. c. DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. b. d. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. b. dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. 91 . dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. TUGAS.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Direktorat Bina Gizi. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak.

Direktorat Bina Kesehatan Ibu. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan hubungan masyarakat. d. e. serta evaluasi dan penyusunan laporan. c. Bagian Hukum. Direktorat Bina Kesehatan Anak. dan perlengkapan. dan f. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan keuangan.c. b. dan Hubungan Masyarakat. Bagian Kepegawaian dan Umum. Alternatif. dan pengelolaan data dan informasi. d. 92 . rumah tangga. gaji. pengelolaan data dan informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Program dan Informasi. d. dan f. penataan organisasi. tata persuratan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Organisasi. b. penyiapan urusan hukum. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. program. dan anggaran. dan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. jabatan fungsional. program. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. koordinasi dan penyusunan rencana. e. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. e. c. dan Komplementer. kearsipan.

dan anggaran. dan hubungan masyarakat. dan anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengumpulan. jabatan fungsional. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. dan c. program. dan penyajian data dan informasi.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. Organisasi. serta penyajian data dan informasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penataan organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Program. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. program. dan 93 . pengolahan. b. Bagian Hukum. dan c. Organisasi. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. b. b. penyiapan urusan hukum. ketatalaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. pengolahan. dan c. Pasal 397 Bagian Hukum.

Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum.Pasal 399 Bagian Hukum. 94 . Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pengelolaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi. dan c. dan ketatalaksanaan. dan c. Subbagian Hukum. urusan tata usaha keuangan. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a. Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. b. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Organisasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Subbagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. jabatan fungsional. b. dan ganti rugi. dan c. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. tuntutan perbendaharaan. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. pembukuan. Subbagian Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. dan akuntansi.

dan penyusunan norma. kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. prosedur. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan urusan gaji.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. gaji. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Subbagian Rumah Tangga. tata persuratan. dan c. standar. penyiapan urusan kepegawaian. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. kearsipan. Subbagian Kepegawaian. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 . dan perlengkapan. dan pengisian jabatan. dan c. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi. mutasi pegawai. kearsipan. Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. b. dan gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga.

Subdirektorat Bina Gizi Mikro. evaluasi. e. b. serta kewaspadaan gizi. gizi klinik. c. dan kriteria di bidang bina gizi makro. dan penyusunan norma. gizi klinik. dan d. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. Subdirektorat Bina Gizi Makro. gizi klinik. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. dan konsumsi makanan. standar. gizi klinik. Subbagian Tata Usaha. g. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. gizi mikro. prosedur. serta kewaspadaan gizi. f. standar. dan konsumsi makanan. gizi mikro. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan kriteria. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. gizi klinik. serta bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina gizi makro.a. dan konsumsi makanan. 96 . f. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. b. d. serta kewaspadaan gizi. penyiapan bahan penyusunan norma. c. e. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a. standar. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. d. gizi mikro. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. gizi mikro. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. serta kewaspadaan gizi. prosedur. b. serta kewaspadaan gizi. gizi mikro. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro.

evaluasi. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a. Seksi Standardisasi. prosedur. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina gizi mikro. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. prosedur. c. prosedur. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. 97 . dan kriteria di bidang gizi makro. dan kriteria di bidang gizi mikro. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur dan kriteria. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. standar. Seksi Standardisasi.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b. pemantauan. dan d. pemantauan. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. dan b. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. prosedur. pemantauan. b. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan penyusunan norma. dan kriteria.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. standar. standar. standar. prosedur. Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. dan d. evaluasi.

standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. 99 . pemantauan. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. serta bimbingan teknis. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. dan kriteria. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. b. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. prosedur. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma.a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. prosedur. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. dan b. c. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. prosedur. Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. standar. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. standar.

standar. prosedur. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. standar. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. bina keluarga berencana. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. Seksi Standardisasi. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. pemantauan. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. 100 .

Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. bina keluarga berencana. standar. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan penyusunan norma. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. g. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan 101 . penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. c. f. b. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. prosedur. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi. standar. e. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. penyiapan bahan penyusunan norma. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. prosedur. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan kriteria. c. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. d. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. e.c. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. prosedur. d. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. Subbagian Tata Usaha.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil. Seksi Standardisasi. Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. dan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. pemantauan. Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. 102 . dan b. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. c. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. b. dan b. standar.d. Seksi Standardisasi. dan d. prosedur.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. penyusunan norma. prosedur. b. dan d. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. 103 . standar. prosedur. c. standar. Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. pemantauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan b. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta bimbingan teknis.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. standar. prosedur. standar. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

Seksi Standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana. prosedur. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a. dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. standar. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. dan penyusunan norma. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. 104 . Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. b. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta bimbingan teknis. prosedur. serta bimbingan teknis. pemantauan. prosedur. standar. dan kriteria di bidang keluarga berencana. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. dan kriteria. dan penyusunan norma.

Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. pemantauan. b. Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan b. c. prosedur. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 105 . dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan penyusunan norma.

bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan penyusunan norma. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. c. e. serta bina perlindungan kesehatan anak. d. serta bina perlindungan kesehatan anak. dan f. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. b. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. dan penyusunan norma. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. prosedur. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi. serta bina perlindungan kesehatan anak. 106 . bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. prosedur. standar. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. serta bina perlindungan kesehatan anak. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. d. c. Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak.

standar. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi. dan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. standar. dan g. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta bimbingan teknis. prosedur. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan penyusunan norma. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. 107 . b. dan b. f. prosedur. c.e. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria.

dan b. dan d. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. pemantauan. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi. 108 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan penyusunan norma. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. c. standar. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria serta bimbingan teknis. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. standar. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. prosedur. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. 109 . b. evaluasi. serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan d. standar.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. prosedur. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. standar. c. b. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma.

Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. prosedur. pemantauan. c. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. standar.c. prosedur. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. evaluasi. 110 . Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan d.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. alternatif. pemantauan. dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. prosedur.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. ALTERNATIF. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan kriteria. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. dan b. DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional. prosedur. standar. Alternatif. Alternatif. dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 111 . Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan bina penapisan dan kemitraan. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. Seksi Standardisasi. dan komplementer.

e. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. d. f. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan. c. c. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. penyiapan penyusunan norma. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria. dan bina penapisan dan kemitraan. dan bina penapisan dan kemitraan. dan Komplementer terdiri atas: a. dan bina penapisan dan kemitraan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. dan bina penapisan dan kemitraan. standar. Alternatif. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. dan f. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. evaluasi. b. 112 . bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. d. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.b. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan.

Seksi Standardisasi. prosedur. dan d. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. 113 . standar. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. pemantauan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi. c. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. standar. dan b. b. dan d.b. prosedur. c.

prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. dan d. dan b. standar. Seksi Standardisasi. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 114 . standar. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. pemantauan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Seksi Standardisasi. Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. b. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. evaluasi.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan penyusunan norma. dan evaluasi. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.

dan d. b. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. alternatif. dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. alternatif. dan komplementer. alternatif. alternatif. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. evaluasi. dan komplementer. prosedur. dan komplementer. serta bimbingan teknis. kriteria. dan komplementer. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. alternatif. dan komplementer. dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. c. dan penyusunan norma. standar. standar. 115 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. dan kriteria. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. pemantauan. dan evaluasi. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. b. standar. dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan b. serta bimbingan teknis. 120 . Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. Seksi Standardisasi. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. c. dan evaluasi. dan d. prosedur. prosedur. standar. Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. 121 . Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan evaluasi. b. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. c. standar. standar. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. dan d. dan b. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a. prosedur. prosedur. serta bimbingan teknis. standar.

c. c. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a. dan e. standar. TUGAS. 122 . perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. d. b. d. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Sekretariat Direktorat Jenderal. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. penyusunan norma. prosedur.

Organisasi. Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. pengelolaan data dan informasi. b. dan anggaran. program. dan perlengkapan. d. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. rumah tangga. program. gaji. dan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. d. pengolahan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyajian data dan informasi. Bagian Hukum. 123 . e. tata persuratan. c. kearsipan. evaluasi dan penyusunan laporan. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. penataan organisasi. dan Hubungan Masyarakat. Bagian Kepegawaian dan Umum. c. pengumpulan.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pengelolaan data dan informasi. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. e. Bagian Keuangan. program. dan f. Bagian Program dan Informasi. penyiapan urusan hukum. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. b.

Subbagian Organisasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Organisasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. evaluasi dan penyusunan laporan. dan hubungan masyarakat. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum. program. penataan organisasi. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan urusan hukum. b. dan c. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan c. organisasi. b. Subbagian Hukum. b. ketatalaksanaan. Pasal 536 Bagian Hukum. 124 jabatan fungsional dan . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 538 Bagian Hukum. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Organisasi. dan c. Subbagian Hubungan Masyarakat.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Program. dan anggaran. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. serta penyajian data dan informasi. pengolahan. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi.

Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. pembukuan dan akuntansi. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. rumah tangga. kearsipan. dan c. gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan dan gaji.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Pasal . 125 . Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Anggaran. dan perlengkapan. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. tata persuratan. Subbagian Perbendaharaan. b. b. pengelolaan anggaran. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. urusan tata usaha keuangan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan c. Subbagian Kepegawaian.

pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. d. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. 126 . dan pengisian jabatan. prosedur.b. Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. standar. c. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. b. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Rumah Tangga. b. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan penyusunan norma. standar.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. dan c. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. kearsipan dan urusan gaji. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 547 a. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. mutasi pegawai. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan kriteria. prosedur.

prosedur. Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. d. dan b. penyiapan bahan pemantauan. dan f. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Seksi Analisis Harga Obat. c. serta bimbingan teknis. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. Pasal 554 127 . penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan norma. e. b. dan f. b. standar. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Standardisasi Harga Obat .e. dan kriteria. standar. evaluasi.

Pasal 559 128 . pemantauan. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. kajian. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria harga obat. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma.(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan . c. dan pemantauan harga obat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pengendalian. prosedur. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. pengendalian.

Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. dan penyusunan norma. b. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. pemantauan. c. dan b. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. 129 . pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. pengendalian. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. prosedur. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. evaluasi.Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan d. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. bimbingan teknis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.

dan kriteria. Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan b. prosedur. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. 130 . Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. standar.

b. farmasi komunitas. e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Subdirektorat Farmasi Komunitas. standar. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. c. Subbagian Tata Usaha. dan f. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. e. d. farmasi komunitas. farmasi komunitas. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. dan f. 131 . penyiapan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang standardisasi. c. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi komunitas. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. b. d. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. Subdirektorat Farmasi Klinik. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. pemantauan. dan c. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. farmasi komunitas.

penyusunan norma. b. standar. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. prosedur. standar. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. dan kriteria di bidang farmasi komunitas. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. prosedur. 132 . dan d. standar. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a. Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. dan b. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. standar.

pengendalian. prosedur. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional.(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang farmasi klinik. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. c. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. b. 133 . dan d. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas.

pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyusunan norma. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. 134 . Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan pengendalian. Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional. c. standar. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional.

prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. 135 . b. inspeksi. b. dan f. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. penyusunan norma. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan. prosedur. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. dan kriteria di bidang penilaian. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. e. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. standar. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan f. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. inspeksi. e. c. d. b. standar. bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. c. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. d. pemantauan. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. inspeksi.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. inspeksi. inspeksi. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga.

standar. prosedur. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. pemantauan. prosedur. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. b. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. bimbingan teknis. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. dan d. prosedur. standar. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. 136 . c. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik.c. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . dan d. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. penyiapan bahan pemantauan.

dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. standar. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. pemantauan. c. dan penyusunan norma. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. dan kriteria di bidang inspeksi produk. 137 . Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan d. prosedur. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. standar. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. Seksi Produk Diagnostik Invitro. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan penyusunan norma. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. dan kriteria. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. standar. dan penyusunan norma. pemantauan. serta bimbingan teknis. prosedur. standar. evaluasi. serta bimbingan teknis.

dan penyusunan norma. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. standar. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Seksi Inspeksi Produk. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. standar. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. b. serta bimbingan teknis. prosedur. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. prosedur. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. dan (2) 138 . serta bimbingan teknis. dan b. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan kriteria. serta bimbingan teknis.Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar.

standar. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. prosedur. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. prosedur. dan b. Seksi Standardisasi Produk. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. dan kriteria. standar.d. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. dan kriteria. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta bimbingan teknis.

b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. dan g. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat.a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pengendalian. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. d. f. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. bimbingan teknis. e. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. prosedur. c. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. c. pemantauan. 140 . prosedur. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan f. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. dan e. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan. prosedur. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan kriteria. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. standar. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pengendalian. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis. c. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a. penyusunan norma. Psikotropika. d. penyiapan penyusunan norma. Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. perizinan. penyiapan bahan pemantauan.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan. pemantauan. d. standar. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. pemantauan. standar. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika. prosedur. pengendalian. standar. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. dan e. b. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan. bimbingan teknis. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. pengendalian. penyusunan norma. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 141 . prosedur. perizinan. prosedur.

c. psikotropika. bimbingan teknis. 142 . dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan e. psikotropika. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. prosedur. psikotropika. perizinan. prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. Prekursor.Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan sediaan farmasi khusus. dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. prekursor. pengendalian. prosedur. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. psikotropika. penyusunan norma. d. psikotropika. standar. prekursor. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. Psikotropika. standar. psikotropika. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. pengendalian. prekursor. bimbingan teknis. penyusunan norma. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. Prekursor. prosedur. pemantauan. prekursor. prekursor. pemantauan. Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. b. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. standar. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. Psikotropika. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan.

Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. 143 . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. standar. pemantauan. standar. prosedur. prosedur. b. pemantauan. perizinan. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. standar. psikotropika. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. dan b. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Prekursor. dan prekursor farmasi. perizinan. pemantauan. serta bimbingan teknis. Psikotropika. dan kriteria. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. Psikotropika. Psikotropika. dan Prekursor Farmasi. dan e. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Seksi Narkotika. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta bimbingan teknis. Seksi Kerjasama. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor. 144 . DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. prosedur. dan kriteria.Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a. dan b. Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. standar. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan . pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. TUGAS.

d. dan e. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. Inspektorat I. Inspektorat II. c. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Investigasi. evaluasi. e. reviu. f. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. b. d. c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat III. dan kegiatan pengawasan lainnya. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat IV. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. g.

146 . penyusunan rencana. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. dan anggaran. penyajian data. Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan b. pelayanan informasi pengawasan. pengolahan.a. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan dokumentasi. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. Bagian Umum. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Program. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. program. c. dan anggaran. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. dan dokumentasi. dan anggaran. program. kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha. e. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. program. serta dokumentasi. keuangan. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. d. program. b. Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Program dan Informasi. b. dan c.

analisis laporan hasil pengawasan. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. b. Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. analisis. penyimpanan berkas. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji.dan b. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan. perlengkapan.Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. pengumpulan. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. penyimpanan berkas. 147 . Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal. dan b. analisis. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. dan. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. pencatatan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan. pencatatan. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II. penyajian laporan hasil pengawasan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. dan rumah tangga.

Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. dan b. Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. dan kepegawaian. 148 . dan b. dan b. evaluasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Keuangan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha.

pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan b. administrasi keuangan. b. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. c. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. b. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. dan d. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. reviu. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pemantauan. pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. evaluasi. reviu. urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. 149 . penyusunan laporan hasil pengawasan.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. kearsipan. evaluasi. reviu. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I.

evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. administrasi keuangan.c. b. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. dan b. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. dan d. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. c. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan hasil pengawasan. reviu. 150 . urusan tata persuratan. evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. reviu. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Subbagian Tata Usaha. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. dan d. b. BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. kearsipan. penyusunan laporan hasil pengawasan.

pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. kearsipan. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. administrasi keuangan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. b. Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. c. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. 151 . pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV. dan b. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan laporan hasil pengawasan. reviu. urusan tata persuratan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. reviu. urusan tata persuratan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV. evaluasi. pemantauan. evaluasi.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan.

administrasi keuangan.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. penyusunan laporan hasil pengawasan. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. Subbagian Tata Usaha. e. 152 . kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. b. dan b. c. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. d. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya. urusan tata persuratan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan.

Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. 153 . (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan d. DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemantauan. BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. c. b.(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). TUGAS. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Publikasi. e. Kebijakan Kesehatan. c. b. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. rumah tangga. pelaksanaan urusan keuangan. kerja sama. anggaran. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Informasi. b. c. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik. program. dan Diseminasi. tata usaha. diseminasi. penataan organisasi. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Organisasi. Sekretariat Badan. dan Pusat Humaniora. evaluasi.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. penyiapan urusan hukum. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan perlengkapan. Bagian Hukum. b. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. utilisasi. d. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. 154 . dan laporan. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan dan Umum. dan Kepegawaian. promosi. dan d. e. c. dan Pemberdayaan Masyarakat. Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan penunjang pembinaan profesi. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan.

pelaksanaan pengembangan pegawai. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. 155 . Subbagian Program. Organisasi. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. program. penataan organisasi. Subbagian Anggaran. Bagian Hukum. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. penyusunan anggaran. evaluasi. evaluasi. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. Organisasi. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. b. dan c. dan c. dan laporan. b. pemantauan. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a. anggaran. dan penyusunan laporan. pengelolaan kepegawaian. dan penyusunan laporan. dan c. dan pengembangan pegawai. b. pemantauan. evaluasi. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. Pasal 683 Bagian Hukum. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program.

Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. pensiun pegawai. etika. Subbagian Dokumentasi. kenaikan pangkat. dan perpustakaan. kerja sama. Publikasi. dan hubungan masyarakat. dan Kepegawaian terdiri atas : a. b. Subbagian Pengembangan Pegawai.Pasal 685 Bagian Hukum. Publikasi. jabatan fungsional peneliti. Organisasi. jabatan fungsional non peneliti. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. dan Diseminasi terdiri atas : a. promosi hasil penelitian dan pengembangan. promosi. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. b. pemberhentian. pengembangan karir. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. 156 . dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. dan c. b. pengangkatan pegawai. Publikasi. dan c. diseminasi. Pasal 687 Bagian Informasi. tugas dan izin belajar. utilisasi. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. Publikasi. pemindahan. pelaksanaan diseminasi. Subbagian Hukum dan Organisasi. disiplin. utilisasi. serta pembinaan profesi peneliti. Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. dan kerja sama. penataan organisasi. dan penunjang pembinaan profesi. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. Bagian Informasi. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai. dan Perpustakaan. kesejahteraan pegawai. dan ketatausahaan pegawai. pelaksanaan dokumentasi. Pasal 689 Bagian Informasi. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. dan c.

dan pelayanan pimpinan. gaji. b. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. b. pembinaan perbendaharaan. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. utilisasi. Subbagian Keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. 157 (2) (3) . (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. protokol. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. rumah tangga. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. (2) Subbagian Dokumentasi. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. pengelolaan urusan keuangan . Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Publikasi. kearsipan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan.Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. tata usaha. dan c. dan kerja sama. dan perlengkapan. verifikasi. Subbagian Tata Usaha. dan hubungan masyarakat. akuntansi. dan c. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan evaluasi keuangan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. dan pelayanan perpustakaan.

serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan d. b. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. Bidang Biomedis. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. penyusunan rencana. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan. rencana. evaluasi dan laporan. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. 158 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . program. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. b. pemantauan. Bagian Tata Usaha. anggaran. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. pemantauan. kepegawaian dan umum. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. dan c. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. program. c. pelaksanaan urusan keuangan. b. dan anggaran.BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695.

Kepegawaian. Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. pelayanan pimpinan. genomik dan proteomik. pelaksanaan penelitian. (2) Subbagian Keuangan. biokimia. rumah tangga. dan b. pelaksanaan penelitian. mikrobiologi. dan b. dan b. anggaran. serta gaji. protokol. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. meliputi biologi kedokteran. kepegawaian. imunologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. bioinformatika. parasitologi. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. program. diseminasi. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. sel punca (stem cells). umum. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. 159 . serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Subbagian Program dan Kerja Sama. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Kepegawaian dan Umum. dan penyusunan laporan. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. utilisasi. patologi. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. perlengkapan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Biomedis Non Manusia. evaluasi. fisiologi. pemantauan. Subbidang Biomedis Manusia. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. tata persuratan.Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. nutrigenomik dan nutrigenetik. biomolekuler dan farmakologi.

pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. patologi. genomik dan proteomik. meliputi biomedis reservoir dan vektor. agen serta biomedis non manusia lainnya. dan b. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Perbekalan Kesehatan. biokimia. nutrigenomik dan nutrigenetik. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. biomolekuler dan farmakologi. bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. gizi dan makanan. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. meliputi biologi kedokteran.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. imunologi. dan b. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. (2) 160 . pengobatan dan pencegahan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. sel punca (stem cells). dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya. teknologi farmasi. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. perbekalan kesehatan. fisiologi. mikrobiologi. parasitologi. Gizi dan Makanan. teknologi rekayasa lingkungan. Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian.

dan e. dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. pemantauan. dan c. serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. b. pelaksanaan pembinaan. Bidang Epidemiologi Klinik. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. b. perbekalan kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. 161 (2) . Perbekalan Kesehatan. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. d. c. koordinasi. Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. gizi dan makanan. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik.

pengembangan. dan umum. kepegawaian. b. evaluasi dan laporan. dan gaji. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. anggaran. evaluasi. pemantauan. penyusunan rencana. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. kedokteran klinik. dan c. Subbagian Keuangan. umum. evaluasi dan penyusunan laporan. kepegawaian. Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. protokol. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. dan anggaran. tata persuratan. 162 . promosi hasil penelitian dan pengembangan. uji obat dan vaksin. pelaksanaan urusan keuangan. perlengkapan. dan penyusunan laporan. dan b. gizi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. program. pelayanan pimpinan. (2) Subbagian Keuangan. dan uji obat bahan alam. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). program. anggaran. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. Subbagian Program dan Kerja Sama. program. Kepegawaian. diseminasi. rumah tangga. utilisasi. makanan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Kepegawaian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan Umum. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana.

dan kedokteran klinik. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. teknologi kesehatan. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran. bahan obat. pelaksanaan penelitian. kosmetika. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. dan b. obat tradisional. kebijakan di bidang 163 . kebijakan di bidang teknologi kesehatan. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. pelaksanaan penelitian. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. dan b. perbekalan kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian.

serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. diabetes melitus dan metabolik lainnya. pelaksanaan penelitian. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. 164 .b. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. kanker. pelaksanaan penelitian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. dan c. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. penyakit kronis dan degeneratif lainnya.

d. b. utilisasi. pelaksanaan urusan keuangan. diseminasi. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . pemantauan. dan e. evaluasi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. c. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. penyusunan rencana. dan penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha. Bidang Upaya Kesehatan. dan Umum. dan umum. Bidang Sumber Daya Kesehatan. pemantauan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. program. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. program. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan c. Kepegawaian. pemantauan. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Subbagian Program dan Kerja Sama.b. kepegawaian. anggaran. Subbagian Keuangan. evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. dan c. program. 165 . b. evaluasi dan laporan. dan b. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. pemantauan. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. anggaran.

166 . komplementer dan alternatif. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Kepegawaian. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. geografi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. peningkatan kesehatan. sosial ekonomi. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. kesehatan matra. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. pelaksanaan penelitian. anak. dan gaji. protokol. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. kesehatan ibu. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kesehatan sekolah. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. perlengkapan. kesehatan kerja. gizi dan makanan. kesehatan tradisional. umum. kesehatan reproduksi. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. rumah tangga. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta faktor lainnya. pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit. kesehatan jiwa. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. remaja. kesehatan olah raga.(2) Subbagian Keuangan. dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan. bayi. tata persuratan. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan. pelayanan pimpinan.

dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik. b. pelaksanaan penelitian. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. praktik tenaga kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. balai pengobatan. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Sumber Daya Manusia. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. rumah bersalin. pelaksanaan penelitian. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. b. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan c pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. 167 . Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan. tempat kerja. puskesmas. tempat rekreasi. permukiman. klinik pelayanan kesehatan. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. fasilitas dan perbekalan kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan.Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian.

kebijakan kesehatan. Pasal 742 Pusat Humaniora. pemantauan. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. Bagian Tata Usaha. dan e. evaluasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. KEBIJAKAN KESEHATAN. dan pemberdayaan masyarakat. dan anggaran.BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. Kebijakan Kesehatan. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. program. d. dan pemberdayaan masyarakat. dan pemberdayaan masyarakat. 168 . b. dan pemberdayaan masyarakat. Pusat Humaniora. b. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bidang Humaniora Kesehatan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. c. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. kebijakan kesehatan. Kebijakan Kesehatan. evaluasi dan laporan. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. rencana. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. kebijakan kesehatan. dan c. Kebijakan Kesehatan. kebijakan kesehatan.

program. pelaksanaan urusan keuangan. Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. utilisasi. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. b. tata persuratan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan. dan umum. dan budaya. dan c. evaluasi. pelaksanaan penelitian. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. dan pemberdayaan masyarakat. anggaran. program. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. kebijakan kesehatan. Kepegawaian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. protokol. psikologi. rumah tangga. anggaran. kebijakan kesehatan. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. 169 . dan b. umum. kepegawaian. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. kepegawaian. pemantauan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan. (2) Subbagian Keuangan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan. perlengkapan. ekonomi. dan penyusunan laporan. penyusunan rencana. diseminasi. dan gaji. dan Umum. pelayanan pimpinan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. evaluasi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Program dan Kerja Sama. demografi. dan pemberdayaan masyarakat. pemantauan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. Kepegawaian.

kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a. etika. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. demografi. dan pelaksanaan penelitian. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. psikologi. filsafat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. Subidang Hukum dan Etika. budaya. Subbidang Sosial. pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan. serta pengkajian desentralisasi. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. ekonomi. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. etika. Pasal 749 teknologi kesehatan. Ekonomi. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya. dan pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. 170 . dan b. dan Budaya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. Ekonomi. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. filsafat. c. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. c. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. perilaku dan peran serta masyarakat.b. dan ilmu terkait lainnya. b. pertahanan dan keamanan. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. 171 . (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Analisis Kebijakan. Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. b. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. TUGAS. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi.

program. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. 172 . rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. c. b. pemantauan. dan d. d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. penyusunan kebijakan teknis. Sertifikasi. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. e. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. koordinasi dan penyusunan rencana. Sekretariat Badan. pengelolaan data dan informasi. dan Pusat Standardisasi. terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. dan anggaran.Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. c.

d. g. dan gaji. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Organisasi.c. pengumpulan. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. penyiapan urusan hukum. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan. c. b. dan penyusunan laporan. evaluasi. 173 . Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. serta pemantauan. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan penyusunan laporan. evaluasi. b. f. penataan organisasi. e. Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat. dan anggaran. dan pemantauan. Subbagian Program dan Anggaran. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. program. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi. dan penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Informasi. dan pemantauan. kearsipan. program. dan perlengkapan. pengelolaan urusan keuangan. jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan. c. pengolahan. rumah tangga. b. d. dan anggaran. dan pengelolaan data dan informasi. dan hubungan masyarakat. c. program. pengolahan.

Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. penataan organisasi. dan perlengkapan. pelaksanaan urusan hukum. c. rumah tangga. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770. evaluasi. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Hukum.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. organisasi. Pasal 766 Bagian Hukum. pelaksanaan penataan. d. Organisasi. dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. Subbagian Organisasi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Pasal 768 Bagian Hukum. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. c. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. Bagian Hukum. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. evaluasi organisasi. c. 174 . b. dan ketatalaksanaan. dan hubungan masyarakat. b. pengelolaan anggaran. dan pelaporan pelaksanaan program.

Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. 175 (2) (3) . dan gaji. dan gaji. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pemberhentian. c. dan akuntansi. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. b. kearsipan. tata persuratan. pensiun dan mutasi pegawai. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. tuntutan perbendaharaan. c. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional. b. b. urusan tata usaha keuangan. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai. Subbagian Perbendaharaan. serta jabatan fungsional. pembukuan. dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. c. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. dan ganti rugi. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. pengadaan. kearsipan. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan tata persuratan.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. . d. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan gaji. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. terdiri atas: 176 b. pemantauan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. c. Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. kearsipan. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri.(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.

b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. e. pemantauan. pemantauan. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Analisis Kebutuhan. evaluasi. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. 177 (2) . terdiri atas: a. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. evaluasi. b. evaluasi. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan.a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Subbagian Tata Usaha. b. dan Subbidang Program dan Pelaporan. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan program. penyusunan program. c. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . pemantauan.

dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. 178 (2) . penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. b. b. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a.

pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. 179 (2) . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. b. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. keuangan. pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. dan rumah tangga Pusat. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan. kepegawaian.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pengembangan dan pengendalian mutu.

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

dan Subbidang Pengembangan. Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. Subbidang Program. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pendidikan. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. 184 b. b. b.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. (2) . dan Subbidang Pelatihan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat.

kepegawaian. b. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. (2) (2) 185 . dan Subbidang Pemantauan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. terdiri atas: a. Subbidang Standardisasi. Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. dan rumah tangga Pusat. keuangan.

dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. evaluasi. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. Pusat Standardisasi. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. c. d. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Sertifikasi. c. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. b. Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. SERTIFIKASI. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Sertifikas. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. Sertifikasi. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a.BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. 186 . pemantauan. d. Subbagian Tata Usaha.i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Perencanaan dan Program. Pasal 828 Pusat Standardisasi. e. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan.

Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi. evaluasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan b. sertifikasi. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . dan laporan di bidang standardisasi. sertifikasi. pemantauan. sertifikasi. sertifikasi. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. sertifikasi. penyusunan program. terdiri atas: a. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi. Subbidang Perencanaan. Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Program. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829. sertifikasi. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. dan b.

dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. dan b. Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. b. b.a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. (2) 188 . b.

b. dan e. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Staf Ahli Bidang Mediko Legal. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. (2) Dalam melaksanakan tugas. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal. Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. dan rumah tangga Pusat. d. c. Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. kepegawaian. keuangan.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. (2) 189 .

(4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi. 190 . (3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. serta pengembangan sistem informasi dan bank data. (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal.Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi. TUGAS. (2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan. analisis dan diseminasi informasi. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal.

Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. pengelolaan urusan keuangan. dan perlengkapan. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. evaluasi. pemantauan. pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. pengembangan sistem informasi dan bank data. b. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pemantauan. analisis dan diseminasi informasi. kerumahtanggaan. b. pelaksanaan pengumpulan. dan f. dan c. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. dan laporan serta administrasi. Bidang Statistik Kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. pemantauan. dan c. c. dan anggaran. Subbagian Keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. d. tata usaha. c. evaluasi dan laporan. e. penyusunan rencana. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. e. d. pelaksanaan urusan kepegawaian. . b. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Program dan Evaluasi. umum. penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. Bagian Tata Usaha. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. program. 191 .

pengumpulan. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. (2) Subbagian keuangan. dan b.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. pengumpulan. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan anggaran. dan perlengkapan . tata persuratan. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. rumah tangga. serta pemantauan. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. program. kearsipan. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan. Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. 192 . pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan.

Subbidang Bank Data.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. dan b. dan b. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a. pengembangan sistem informasi kesehatan. Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan. dan b. (2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan. diseminasi informasi kesehatan. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. analisis data kesehatan. Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. 193 . pengelolaan bank data kesehatan. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. Subbidang Diseminasi Informasi. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. Subbidang Analisis Data Kesehatan. dan b.

TUGAS. multilateral dan regional di bidang kesehatan. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. Bagian Tata Usaha. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. b. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. 194 . b. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan administrasi Pusat. rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri. pemantauan.BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. d. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penyusunan kebijakan teknis. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. kearsipan. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a. Mitigasi. Pasal 891 Bidang Pencegahan. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. Mitigasi. dan b. Subbidang Kesiapsiagaan. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. pembayaran gaji. Pasal 889 Bidang Pencegahan. tata persuratan. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan b. Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . penyiapan penyusunan kebijakan teknis.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Bidang Pencegahan. Mitigasi. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. dan rumah tangga. mitigasi.

dan b. Subbidang Informasi. dan b. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. Subbidang Pemulihan. Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. 200 . penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan.a. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Tanggap Darurat. Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Pemantauan. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. (2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. dan b. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan. (2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . penyiapan penyusunan kebijakan teknis.

penyusunan kebijakan teknis.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. b. b. c. DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Bagian Tata Usaha. Bidang Jaminan Kesehatan. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan. dan e. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. sosialisasi. pelaksanaan advokasi. pelaksanaan administrasi Pusat. c. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. d. TUGAS. koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. 201 . evaluasi. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan.

dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. (2) Subbagian Sistem Informasi.d. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi. rencana dan anggaran. b. Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. tata persuratan kerumahtanggaan. dan Evaluasi. dan e. 202 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. penyusunan pedoman. kerumahtanggaan serta perlengkapan. penyusunan rencana. pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. monitoring. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. dan anggaran. Monitoring. umum. dan administrasi Pusat. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Sistem Informasi. Subbagian Program dan Anggaran. Monitoring. umum. tata persuratan dan kearsipan. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. program. dan evaluasi. dan perlengkapan. dan c. peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. b. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. dan c.

penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah. (2) 203 . koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. analisis kesinambungan biaya kesehtan. Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a. sosialisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan advokasi. hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. sosialisasi. analisis mobilisasi sumber dana. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan c. penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. sosialisasi.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. b. penyiapan advokasi.

Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. 204 . koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan advokasi. dan b. dan jaminan kesehatan non penerima upah. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. b. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. sosialisasi. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi. sosialisasi. penyusunan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan c. perumusan kebijakan. dan jaminan kesehatan non penerima upah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. sosialisasi. penyusunan. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi. dan jaminan kesehatan non penerima upah.

Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara . penyusunan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. Subbidang Kendali Mutu. (2) 205 . penyiapan advokasi. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. koordinasi manfaat. serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. sosialisasi. perumusan kebijakan. penyusunan. dan b. mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan. penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. b. dan c. perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a.Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan. analisis utilisasi. dan berbagai pedoman. Subbidang Pengembangan Jaringan. instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.

c. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik. evaluasi. Bidang Pelayanan Informasi Publik. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga. c. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. TUGAS. b. rencana dan program di bidang komunikasi publik. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. penyusunan kebijakan teknis. b. pelaksanaan administrasi Pusat. dan d. 206 .BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Bidang Media Massa dan Opini Publik. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a. Bagian Tata Usaha. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. pemantauan.

program. pemantauan. tata persuratan. dan c. evaluasi. Subbagian Program dan Evaluasi.d. Bidang Hubungan Antar Lembaga. dan laporan. Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana. tata usaha. dan laporan serta administrasi Pusat. dan perlengkapan. dan anggaran. umum. evaluasi. Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. Subbagian Kepegawaian dan Umum. evaluasi dan laporan. Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik. pemantauan. dan e. kerumahtanggaan. dan b. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. kearsipan. dan c. pengelolaan urusan keuangan. umum. rumah tangga dan perlengkapan. program. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. 207 . pelaksanaan penyusunan opini publik. b. pemantauan. pengelolaan urusan kepegawaian. b. Subbagian Keuangan. dan anggaran. penyusunan rencana.

Subbidang Opini Publik. dokumentasi. 208 . Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. (2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. dan b. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan pameran. Subbidang Media Massa. dan b. perpustakaan. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan.Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. pengelolaan isu strategis. Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa. data dan informasi komunikasi publik. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. dan dokumentasi.

dan b. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. lingkungan internal dan eksternal. 209 . lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara. lingkungan internal dan eksternal. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga. Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. dan b.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. swasta. Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. swasta. (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat.

c. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. f. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. 210 . b. penyusunan kebijakan teknis. b. d. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan.BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. dan g. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. Bidang Advokasi dan Kemitraan. pemantauan. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. e. c. TUGAS. pelaksanaan administrasi Pusat. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.

Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. program. b. pengelolaan urusan umum. Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program. dan c. tata usaha. kerumahtanggaan. tata persuratan. dan perlengkapan. pemantauan. serta evaluasi dan penyusunan laporan.d. evaluasi. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Subbagian Keuangan. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Subbagian Program dan Evaluasi. kearsipan rumah tangga. rencana dan anggaran. pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . dan anggaran. dan e. b. penyusunan rencana. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. pemantauan. dan c. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. evaluasi dan laporan. kepegawaian. dan laporan serta administrasi Pusat.

dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan.a. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi. koordinasi. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. pelaksanaan. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. koordinasi. dan b. Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. koordinasi. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. 212 . Subbidang Kemitraan. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Subbidang Advokasi. dan b. Subbidang Peran Serta Masyarakat. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953.

dan b. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Teknologi. dan b. koordinasi. koordinasi. monitoring. koordinasi. Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. 213 . pelaksanaan. (2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. penyiapan bahan penyusunan. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Subbidang Pengembangan Metode. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. penyusunan program. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan.

d. pemantauan. c. pemeliharaan. pengkajian inteligensia kesehatan. Bagian Tata Usaha. TUGAS. 214 . pelaksanaan administrasi Pusat. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. penyusunan kebijakan teknis. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966.BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. dan e. peningkatan kemampuan. Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis.

evaluasi dan pelaporan. penyusunan rencana. dan anggaran. pengelolaan urusan keuangan. remaja. Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan b. evaluasi. serta rumah tangga. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. pemantauan. dan d. dan administrasi Pusat. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. urusan kepegawaian. b. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan anggaran. pembayaran gaji. program. dewasa dan lanjut usia.c. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan c. umum. Subbagian Program dan Anggaran. evaluasi dan laporan. pemantauan. dan kearsipan. Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. pemantauan. dan perlengkapan. pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaporan. Subbagian Keuangan dan Umum. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. tata persuratan. kerumahtanggaan. tata persuratan. program.

penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. degeneratif. penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. pengkajian inteligensia kesehatan. Dewasa. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973.a. b. pengkajian. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. degeneratif. dewasa dan lanjut usia. (2) Subbidang Inteligensia Remaja. dewasa dan lanjut usia. b. dan Lanjut Usia. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. remaja. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. remaja. pengkajian. Subbidang Inteligensia Remaja. dan c. terdiri atas: a. koordinasi pelaksanaan. Subbidang Inteligensia Anak. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan lanjut usia. 216 . dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi pelaksanaan.dan b. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. degeneratif. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. dewasa. Dewasa.

peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan. terdiri atas: a. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan. Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. koordinasi pelaksanaan. pendayagunaan. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. TUGAS. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . dan sistem persyarafan. serta penyakit vaskuler otak. koordinasi pelaksanaan. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.

pelayanan medis. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. penyehatan lingkungan pemondokan. c. b. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis.a. penyehatan lingkungan pemondokan. 218 . pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pelaksanaan administrasi Pusat. pengendalian kesehatan jemaah. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. c. rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pelayanan medis. Subbagian Tata Usaha. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. penyehatan lingkungan pemondokan. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. pelayanan medis. b. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. pengendalian kesehatan jemaah. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. evaluasi. dan d. dan d. pengendalian kesehatan jemaah. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. Kelompok Jabatan Fungsional. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan pelaksanaan pelayanan.

(2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. pelatihan dan pengerahan tenaga. pengelolaan sediaan farmasi. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. 219 . dan d. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan. c. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. dan b. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. b. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. pemberian bimbingan teknis pelayanan.Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985.

pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. rumah tangga. serta kepegawaian. kearsipan. dan keuangan. dan b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. dan d. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. bimbingan teknis peningkatan kesehatan. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. 220 . perlengkapan.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. c. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan b.

BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan.BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 221 . (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi. ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan. Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. integrasi. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. 222 . Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. wajib mengadakan rapat berkala.

maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 . memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->