PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). c. Kebijakan. Bagian APBN III . penyusunan dan penetapan rencana strategis. anggaran. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. b. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. e. Bagian APBN I . evaluasi. Biro a. penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian APBN II . dan b. Kebijakan dan Program. Bagian Perencanaan Strategis. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. dan laporan. serta program. serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. kebijakan. dan sinkronisasi. b. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan rencana dan anggaran. standar biaya. d. dan 5 . serta keterpaduan program kegiatan prioritas. penyiapan penyusunan rencana strategis. Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12.BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Bagian Perencanaan Strategis. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan.

Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. dan laporan. monitoring. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. standar biaya. Subbagian Tata Usaha Biro. Kebijakan dan Program terdiri atas : a. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. b. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.c. dan tugas pembantuan. dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. evaluasi. dekonsentrasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. laporan. 6 . dan c. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden.

standar biaya. pada satuan kerja kantor pusat. 7 . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. evaluasi. dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. dan c. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. dekonsentrasi. b. b. Subbagian Perencanaan. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan pelaporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. Subbagian Anggaran. dan tugas pembantuan. Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. penelaahan dan penyusunan rencana. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. penelaahan dan penyusunan anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. dan laporan. dan c.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. penelaahan dan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. dan c. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pada satuan kerja kantor pusat. dekonsentrasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Subbagian Anggaran. standar biaya. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Subbagian Perencanaan. b. dekonsentrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. 8 . penelaahan dan penyusunan anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. b. dan c. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi. evaluasi dan laporan. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan laporan. dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan.

Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. Subbagian Perencanaan. b. evaluasi dan laporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan. penelaahan dan penyusunan anggaran. dan c. evaluasi dan pelaporan. pada satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. 9 . dekonsentrasi. penelaahan dan penyusunan rencana. Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. Subbagian Anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. dan c. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran.Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.

Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. dan c. pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. pengelolaan urusan mutasi pegawai. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. pengembangan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai. d. e. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai. c. d. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. pelaksanaan pengadaan pegawai. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Mutasi Pegawai. penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. 10 . pegawai tidak tetap. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. c. Bagian Pengadaan Pegawai.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. b. dan penugasan khusus. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus.

dan c. b. dan c. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil. b. b. pemberhentian dan pensiun pegawai. pelaksanaan pemindahan. 11 . Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. pemberhentian. pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. Subbagian Kenaikan Pangkat.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. dan c. (2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan pensiun pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a.

b. kesehatan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. tugas dan izin belajar. dan pengisian jabatan struktural. dan c. Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. pengembangan karier. 12 . administrasi kesejahteraan pegawai. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian. pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. ujian dinas. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. pemberian penghargaan. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. serta tata usaha Biro. pelaksanaan penilaian kinerja. dan c. b. (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional.

Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a. dan d. b. monitoring. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Biro. dan laporan. monitoring. pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. administrasi kesejahteraan pegawai. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai. evaluasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. 13 . adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. penyusunan rencana. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. evaluasi dan laporan Biro. c. dan c. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. Subbagian Peraturan Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. b.

pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. dan c. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan. d. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. 14 . Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. c. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. c. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. d. urusan perbendaharaan. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. b.

mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. 15 . Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. b. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. dan c. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. dan c. b. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. b. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan.

Subbagian Tata Usaha Biro. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. b. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a. Subbagian Penyimpanan. monitoring. dan Inspektorat Jenderal. tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. monitoring. Subbagian Pengadaan. dan laporan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. penyiapan penyusunan rencana. c. b. evaluasi. d. dan c. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan Biro. pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. 16 .

dan c.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan penghapusan barang milik negara. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara. pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara. 17 . Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. dan c. b. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara. pemanfaatan. (2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. dan penghapusan barang milik negara. pelaksanaan penatausahaan barang milik negara.

Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Peraturan Perundang-Undangan. f. c. pelayanan hukum. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. h. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 . dan i. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. pembinaan dan penataan kelembagaan. penyusunan analisis jabatan. pembinaan ketatalaksanaan. e. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. e.BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Pelayanan Hukum. g. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Kelembagaan. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. d. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.

penelitian dan pengembangan kesehatan. b. dan c. penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan rumusan perjanjian. serta urusan dokumentasi. sosialisasi. dan c. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi.a. b. 19 . pengawasan internal. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. dan kodifikasi hukum. serta urusan dokumentasi. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. b. sosialisasi. publikasi. publikasi. sosialisasi. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan dokumentasi. dan c. kefarmasian dan alat kesehatan. sosialisasi. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.

Subbagian Analisis Jabatan. Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. dan susunan serta uraian jabatan. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 20 . Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. evaluasi jabatan dan beban kerja. c. dan c. evaluasi dan laporan Biro. Subbagian Bantuan Hukum. dan d. b. penyiapan penataan kelembagaan. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. penyusunan rencana. Subbagian Pertimbangan Hukum. Subbagian Penataan Kelembagaan. monitoring. b. Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. b. dan c. Subbagian Penyusunan Perjanjian. Subbagian Tata Usaha Biro. penyusunan analisis jabatan. penyusunan analisis jabatan.

21 . Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. dan c. b. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. d. c. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan. Subbagian Tata Laksana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. monitoring. pelaksanaan penataan jabatan fungsional. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. evaluasi. dan laporan. b. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. penyusunan tata laksana. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan susunan serta uraian jabatan. e. evaluasi jabatan dan beban kerja.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

c. penyusunan norma. prosedur. Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. TUGAS. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan. d. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. standar. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. b. dan e. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. 26 . d. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. c. Sekretariat Direktorat Jenderal.

e. b. b. dan perlengkapan. d. rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan. koordinasi dan penyusunan rencana. c. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. e. Organisasi. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. kearsipan. gaji. c. dan Hubungan Masyarakat. dan hubungan masyarakat. dan f. pengelolaan urusan keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. pengelolaan data dan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kepegawaian dan Umum. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. penyiapan urusan hukum. Bagian Hukum. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . jabatan fungsional. dan anggaran. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa.e. pelaksanaan urusan kepegawaian. d. serta evaluasi dan penyusunan laporan. tata persuratan. dan pengelolaan data dan informasi. dan anggaran. program. program. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. penataan organisasi. Bagian Program dan Informasi.

Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. Subbagian Hubungan Masyarakat. dan c. serta penyajian data dan informasi. program. Pasal 117 Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. b. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. penataan organisasi. Subbagian Hukum. b. pengumpulan.a. dan penyusunan laporan. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Organisasi. b. Subbagian Data dan Informasi. evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Program. dan c. pengolahan dan penyajian data dan informasi. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. pengolahan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan 28 . Organisasi. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan anggaran. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. program. b. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan c. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. Organisasi. dan c. ketatalaksanaan. penyiapan urusan hukum. Pasal 115 Bagian Hukum. Bagian Hukum. Organisasi. jabatan fungsional. dan anggaran.

29 . Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. b. kearsipan. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. dan perlengkapan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pembukuan dan akuntansi. jabatan fungsional. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. tata persuratan. dan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan c. rumah tangga. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. pengelolaan anggaran. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. urusan tata usaha keuangan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. gaji.Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Anggaran. dan c.

dan kriteria. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan c. Subbagian Kepegawaian. b. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. standar. bina pelayanan kedokteran keluarga. pelaksanaan urusan tata persuratan. bina pelayanan kesehatan khusus. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. dan pengisian jabatan. b. perbatasan dan kepulauan. kearsipan dan gaji. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. 30 . Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. kearsipan dan gaji. dan c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Rumah Tangga. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal.Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. prosedur. mutasi pegawai. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah. pelaksanaan urusan kepegawaian.

dan g. bina pelayanan kesehatan khusus. c. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. evaluasi. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. c.b. e. usia lanjut dan pelayanan darah. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. bina pelayanan kedokteran keluarga. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. d. bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah. 31 . Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Subbagian Tata Usaha. bina pelayanan kedokteran keluarga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. perbatasan dan kepulauan. standar. Perbatasan dan Kepulauan. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan f. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. perbatasan dan kepulauan. f. usia lanjut dan pelayanan darah. perbatasan dan kepulauan. d. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kedokteran keluarga. standar. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. bina pelayanan kesehatan khusus. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. Kelompok Jabatan Fungsional. usia lanjut dan pelayanan darah. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan khusus. prosedur. b. prosedur dan kriteria. penyiapan penyusunan norma.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. serta bimbingan teknis. b. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. standar. prosedur. b. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. prosedur. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. c. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan evaluasi. dan b. prosedur dan kriteria.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. penyusunan norma. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan 32 . Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar.

dan b. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Seksi Standardisasi. Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. prosedur dan kriteria. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Seksi Standardisasi. c. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. 33 . prosedur. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. standar. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. prosedur. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut.d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. 34 . dan b. prosedur. standar. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. standar. dan d. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. Seksi Standardisasi. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur.

Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. terpencil. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. terisolir. standar. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. perbatasan dan kepulauan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. terpencil.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. terisolir. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. prosedur. Seksi Standardisasi. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a. perbatasan dan kepulauan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. perbatasan dan kepulauan. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. dan b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. perbatasan dan kepulauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. terpencil. serta bimbingan teknis. terisolir. terpencil. 35 . standar. perbatasan dan kepulauan. c. terisolir. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. prosedur. terisolir. prosedur dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

terisolir. 36 . standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. terpencil. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. terpencil. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. terisolir. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. b. perbatasan dan kepulauan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan.

Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. dan f. standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. 37 . Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. dan kriteria. standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. c. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. e. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. b. Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. d. e. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.c. f. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. prosedur. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. dan g. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan.

Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan d. c. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan b. Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. serta bimbingan teknis. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 .

Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan kriteria. b. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. prosedur. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. c. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. dan b. Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.a. dan penyusunan norma. prosedur. serta bimbingan teknis. 39 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

prosedur.b. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. standar. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. b. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan b. standar. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. serta bimbingan teknis. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan d. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 40 . prosedur. prosedur.

dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan.c. serta bimbingan teknis. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 41 . prosedur. Seksi Standardisasi. Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. c. prosedur. standar. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. dan b. dan d. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. b. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik. prosedur dan kriteria. Seksi Bimbingan. Seksi Evaluasi. standar. dan penyusunan norma. dan b. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a. 42 .

d. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan penyusunan norma. standar. penyiapan penyusunan norma. 43 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. e. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. g. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. dan kriteria. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. standar. serta bimbingan teknis. d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan.b. c. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan f. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. f. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subbagian Tata Usaha. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus.

b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum.b. Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. standar. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. 44 . Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. standar. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. dan d. c. dan b. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan d. standar. dan b. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. standar. dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan kriteria. b. 45 . Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. standar. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. prosedur. c.

serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. standar. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. prosedur. dan b. b. standar. prosedur. dan d. prosedur. 46 . dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. c.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. standar. dan penyusunan norma. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. standar. prosedur. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. prosedur. b. dan b. 47 . dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. prosedur.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

c. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. bina pelayanan radiologi. prosedur dan kriteria. b. bina pelayanan radiologi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. d.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. standar. bina pelayanan radiologi. 48 . bina pelayanan patologi dan toksikologi. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. bina pelayanan radiologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. dan f. bina sarana dan prasarana kesehatan. e. penyiapan penyusunan standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. bina pelayanan radiologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan.

Subbagian Tata Usaha. Seksi Standardisasi. prosedur. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. prosedur. d. g. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. e. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. f. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. b. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. standar. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 49 . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202.b. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan kriteria. standar. dan d. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi.

serta bimbingan teknis. standar. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan b. dan d.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi. Seksi Standardisasi. 50 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. c. b.

prosedur. c. prosedur. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a.Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. c. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. b. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. dan kriteria. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan 51 . standar. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. b. serta bimbingan teknis.

Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. 52 . Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan b. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan b.d. standar. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. prosedur dan kriteria. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. b. prosedur. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma.Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa. standar. 53 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. rokok. dan penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). rokok. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).c. prosedur. Rokok. dan kriteria. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . rokok. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan g. f. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. d. rokok. e. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. b. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan alkohol. d. c. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. standar. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. standar. dan f. dan penyusunan norma. e. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. rokok. serta bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan d. dan d. kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 55 . c.a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. prosedur. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan b. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. c. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. standar. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan b. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. standar. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan d. 56 . prosedur. dan kriteria. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. b. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan penyusunan norma. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa.

Seksi Standardisasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. dan alkohol. rokok. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. dan alkohol. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. standar. b. dan alkohol. prosedur. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. rokok.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. rokok. rokok. Rokok. Rokok. standar. 57 . prosedur. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. rokok. prosedur. rokok. dan alkohol. dan alkohol. rokok. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238. dan b. dan alkohol. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Rokok. standar. dan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol. dan kriteria. dan alkohol terdiri dari: a. Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. standar.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. prosedur. 58 . b. Seksi Standardisasi. c. kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. standar. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. dan b. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

(2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. TUGAS. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. prosedur. standar. d. 59 .

e. c. gaji.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. pengelolaan urusan keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi dan penyusunan laporan. program. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. d. tata persuratan. Bagian Program dan Informasi. rumah tangga. e. b. Imunisasi. c. f. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. Bagian Hukum. 60 . Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Karantina. Bagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan bahan urusan hukum. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung. dan Hubungan Masyarakat. pengelolaan data dan informasi. e. dan anggaran. b. d. c. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. dan perlengkapan. dan f. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. Organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal. penataan organisasi. dan Kesehatan Matra. Direktorat Surveilans. kearsipan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. pemantauan. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

pengolahan. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Program. dan c. dan anggaran. pengolahan. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan pengelolaan data dan informasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. program. serta penyajian data dan informasi. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. penyiapan urusan hukum. Organisasi. Pasal 258 Bagian Hukum. dan penyusunan laporan. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran. dan penyajian data dan informasi. ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Bagian Hukum. program. pengumpulan. evaluasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. jabatan fungsional dan 61 . Organisasi. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. b. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. program.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. b. Subbagian Data dan Informasi. dan anggaran.

(2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. pembukuan. dan c. b. Subbagian Hubungan Masyarakat. 62 . b. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. dan c. dan akuntansi. urusan tata usaha keuangan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. dan c. jabatan fungsional. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. Subbagian Hukum. Subbagian Organisasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum.Pasal 260 Bagian Hukum. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. b. pengelolaan anggaran. Organisasi. Subbagian Anggaran. Subbagian Perbendaharaan.

Karantina. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. 63 . Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. gaji. pelaksanaan urusan kepegawaian. mutasi pegawai. dan c. kearsipan. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. kearsipan dan gaji. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan kesehatan matra. dan perlengkapan. dan penyusunan norma. standar.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. karantina. dan c. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. dan pengisian jabatan. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. imunisasi. kearsipan dan gaji. Subbagian Rumah Tangga. tata persuratan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS. Subbagian Kepegawaian. dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. Imunisasi. rumah tangga. KARANTINA. dan kriteria. IMUNISASI.

Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB). dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. imunisasi. Direktorat Surveilans. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan kesehatan matra. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. b. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. e. dan penyusunan norma. Imunisasi. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. standar. f. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. d. Subdirektorat Kesehatan Matra.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. imunisasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan kriteria. d. karantina kesehatan. c. kesehatan pelabuhan. Karantina. pemantauan. dan f. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 . imunisasi. Imunisasi. dan kesehatan matra. penyiapan penyusunan norma. karantina kesehatan. kesehatan pelabuhan. imunisasi. serta bimbingan teknis. Karantina. prosedur. kesehatan pelabuhan. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. prosedur. e. kesehatan pelabuhan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. kesehatan pelabuhan. pemantauan. karantina kesehatan. Subdirektorat Imunisasi. b. dan kesehatan matra. dan kesehatan matra. karantina kesehatan. Pasal 272 Direktorat Surveilans. karantina kesehatan. imunisasi. dan kesehatan matra.

dan respon KLB. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. dan e. prosedur. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. 65 . b. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. Seksi Standardisasi. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. dan kriteria di bidang surveilans. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria di bidang imunisasi. b. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. pemantauan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. sistem kewaspadaan dini. c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang surveilans. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB.a. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. d. kerjasama/kemitraan. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. prosedur. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. c.

dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan kriteria. pemantauan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. prosedur. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. prosedur. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. b. Seksi Standardisasi. b. (2) 66 . dan kriteria di bidang imunisasi.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. prosedur. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. dan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. dan d.

dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. kerjasama/kemitraan. b. prosedur. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. b. standar. prosedur. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. dan penyusunan norma. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. dan kriteria di bidang kesehatan matra. c. penyusunan norma.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) 67 . evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra. Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. kerjasama/kemitraan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan kriteria. standar. Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang kesehatan matra. standar. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis.

infeksi saluran pernafasan akut. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan penyusunan norma. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. e.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. pemantauan. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. dan kriteria. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan norma. infeksi saluran pernafasan akut. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. d. b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. standar. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. infeksi saluran pernafasan akut. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. prosedur. prosedur. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia.

Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. standar. evaluasi. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. d. b. b. c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. f. Seksi Standardisasi. infeksi saluran pernafasan akut. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. standar. e. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. dan penyusunan norma. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. 69 . kerjasama/kemitraan.dan penyakit menular seksual. prosedur. Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a. dan g. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. c. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan f. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual.

Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. prosedur dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. prosedur. serta bimbingan teknis. 70 . dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. c. b. penyiapan bahan penyusunan norma. b. pemantauan. dan penyusunan norma. dan di bidang (2) d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. standar. Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. standar. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. prosedur.

kerjasama/kemitraan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. kerjasama/kemitraan.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan b. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. serta bimbingan teknis. dan kriteria. pemantauan. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. b. kerjasama/kemitraan. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. (2) 71 .

dan b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. Seksi Standardisasi. standar. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan d. dan penyusunan norma. 72 . kerjasama/kemitraan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. prosedur. pemantauan. Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a. standar. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. prosedur. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. pemantauan. infeksi hati dan saluran pencernaan. prosedur. evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. standar. prosedur. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. infeksi hati dan saluran pencernaan. b. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan pemantauan. c.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. c. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. standar. 73 . dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. prosedur.pemantauan. dan d. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. prosedur.

Subdirektorat Pengendalian Zoonosis. zoonosis. g. b. Subbagian Tata Usaha. zoonosis. zoonosis. arbovirosis. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. 74 . dan f. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis. f. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. zoonosis. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. arbovirosis. d. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Malaria. zoonosis. arbovirosis. e. penyiapan penyusunan norma. pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Vektor. arbovirosis. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. arbovirosis. dan kriteria. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. dan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang pengendalian malaria. standar. e. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. c. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. standar.

dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. Seksi Standardisasi. standar. Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. c. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. standar. dan penyusunan norma. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a. (2) 75 . serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan kriteria. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. prosedur. b. dan d. standar. prosedur. pemantauan. evaluasi. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. standar.Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan.

dan d. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. standar. penyiapan bahan pemantauan. b. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. pemantauan. standar. c. standar. Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan penyusunan norma.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. standar. evaluasi. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. 76 (2) . prosedur. pemantauan. dan penyusunan norma. evaluasi. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. evaluasi. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a. pemantauan. evaluasi. evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan. c. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan kriteria. b. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. prosedur. b. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan d. pemantauan. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. pemantauan.c. 77 . dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma.

pemantauan. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. evaluasi. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 78 . dan penyusunan norma. dan b. kerjasama/kemitraan. prosedur. dan d. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan b. c. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. pemantauan. dan penyusunan norma. Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.Pasal 331. kerjasama/kemitraan.

dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. prosedur. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. prosedur.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. penyakit kronis dan degeneratif. kerjasama/kemitraan. standar. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. penyakit kronis dan degeneratif. penyakit kanker. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria. diabetes melitus dan penyakit metabolik. standar. b. prosedur. diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyakit kronis dan degeneratif. penyakit kanker. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. dan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan penyusunan norma. 79 . penyakit kanker. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. c. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. diabetes melitus dan penyakit metabolik. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan kriteria di bidang pengendalian vektor.

dan pembuluh darah. penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. dan pembuluh darah. dan pembuluh darah.d. e. c. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. 80 Tindak . diabetes melitus dan penyakit metabolik. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. g. dan d. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kanker. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. prosedur. pemantauan. c. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. penyakit kanker. b. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. dan pembuluh darah. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. dan f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. e. d. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. pemantauan. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. diabetes melitus dan penyakit metabolik.

b. evaluasi. standar. Seksi Standardisasi. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan kriteria. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. dan d. 81 (2) . pemantauan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan pemantauan. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. pemantauan. b. c. kerjasama/kemitraan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. Seksi Standardisasi. dan kriteria. (2) 82 . c. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. pemantauan. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. kerjasama/kemitraan. standar. standar. Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. standar. pemantauan. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker.

Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. (2) 83 . dan d. b. standar. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Seksi Standardisasi. b. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. dan penyusunan norma.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan kriteria. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. standar. dan evaluasi. evaluasi. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. standar. Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. evaluasi. pemantauan. serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. pemantauan. Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. pemantauan. serta bimbingan teknis. b.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. prosedur. dan penyusunan norma. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. dan d. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. kerjasama/kemitraan. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pemantauan. b. prosedur. Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. evaluasi. Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. 84 . dan penyusunan norma. standar.

prosedur. penyusunan norma. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. standar. higiene sanitasi pangan. Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan. pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. higiene sanitasi pangan. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan radiasi. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. serta pengamanan limbah. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. udara. udara. b. dan radiasi. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. udara. e. dan f. udara. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan radiasi. standar. c. dan radiasi. b. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. prosedur. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan penyusunan norma. dan radiasi. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. c. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan. pemantauan. udara. 85 . serta pengamanan limbah.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. g. pemantauan. kerjasama/kemitraan. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. f. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Radiasi.e. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. standar. dan d. Udara. (2) 86 . c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. b. prosedur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subdirektorat Pengamanan Limbah. evaluasi. dan penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. pemantauan. prosedur. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. kerjasama/kemitraan.

c. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan norma. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. kerjasama/kemitraan. standar. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan kriteria. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. (2) 87 . dan di bidang d. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. standar.Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. standar. b. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.

penyiapan bahan pemantauan.Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. evaluasi. dan d. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. evaluasi. b. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. prosedur. Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. pemantauan. standar. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. 88 (2) . standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. dan penyusunan norma. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. standar. dan b. pemantauan. dan penyusunan norma. prosedur. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Seksi Standardisasi. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat.

penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. c. standar. evaluasi. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur. udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. serta bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. standar. b. dan radiasi. b. dan radiasi. Seksi Standardisasi. prosedur. Subdirektorat Pengamanan Limbah. Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. prosedur. pemantauan. dan penyusunan norma. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. dan d. udara. standar. dan penyusunan norma. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. 89 (2) . dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. standar. Udara. dan kriteria. b. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. udara. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan radiasi. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. Udara. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a.

Seksi Standardisasi. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. udara. (2) 90 . udara. dan radiasi. dan Radiasi terdiri atas : a. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan.c. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. udara. dan radiasi. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. b. dan radiasi. dan penyusunan norma. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. dan radiasi. standar. udara. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Udara. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah.

Sekretariat Direktorat Jenderal. standar. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. c. b. dan e. TUGAS. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. d. penyusunan norma. 91 . b. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. Direktorat Bina Gizi. DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak.

jabatan fungsional. c. kearsipan. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. e. 92 . dan Komplementer. dan f. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. b. dan anggaran. dan f. program. penataan organisasi. e. rumah tangga. Bagian Hukum. dan pengelolaan data dan informasi. program. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Keuangan. dan anggaran. Bagian Kepegawaian dan Umum. d. koordinasi dan penyusunan rencana. gaji. penyiapan urusan hukum. c. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. dan Hubungan Masyarakat. e. pengelolaan data dan informasi. pengelolaan urusan keuangan. Organisasi. dan perlengkapan. Direktorat Bina Kesehatan Anak. serta evaluasi dan penyusunan laporan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional.c. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. d. dan hubungan masyarakat. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. Alternatif. Bagian Program dan Informasi. tata persuratan.

dan c. Organisasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Data dan Informasi. b. serta penyajian data dan informasi. dan c. dan 93 . pengumpulan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengolahan. b.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Subbagian Program. jabatan fungsional. b. ketatalaksanaan. dan anggaran. penyiapan urusan hukum. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan penyajian data dan informasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. Pasal 397 Bagian Hukum. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. penataan organisasi. dan hubungan masyarakat. dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. pengolahan. evaluasi dan penyusunan laporan. program. program. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan.

Organisasi. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Subbagian Organisasi. dan c. pengelolaan anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. dan ketatalaksanaan. jabatan fungsional. b. Subbagian Hubungan Masyarakat. b. Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. urusan tata usaha keuangan. Subbagian Hukum. dan c. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pembukuan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. dan ganti rugi. Subbagian Anggaran. dan akuntansi. b. 94 .Pasal 399 Bagian Hukum. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. dan c.

(3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan gaji. kearsipan. Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan c. tata persuratan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. standar. dan perlengkapan. kearsipan. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. mutasi pegawai. dan penyusunan norma. dan c. penyiapan urusan kepegawaian. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. b.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. prosedur. Subbagian Kepegawaian. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. dan kriteria. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 . rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. b. kearsipan. gaji. dan pengisian jabatan. dan urusan gaji.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. gizi klinik. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. gizi klinik. 96 . standar. dan konsumsi makanan. gizi klinik. dan penyusunan norma. dan konsumsi makanan.a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan kriteria. e. e. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan kriteria di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. d. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bina Gizi Mikro. prosedur. penyiapan penyusunan norma. standar. serta kewaspadaan gizi. serta kewaspadaan gizi. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a. serta kewaspadaan gizi. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. Subdirektorat Bina Gizi Makro. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. c. f. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. gizi mikro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. gizi mikro. gizi mikro. Subbagian Tata Usaha. gizi klinik. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. b. prosedur. b. gizi mikro. gizi klinik. gizi mikro. serta kewaspadaan gizi. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. standar. prosedur. serta kewaspadaan gizi. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. g. f. dan kriteria di bidang bina gizi makro. evaluasi. dan d. c. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. dan konsumsi makanan.

prosedur. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 97 . dan b. standar. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. dan kriteria di bidang gizi mikro. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. standar. dan kriteria di bidang bina gizi mikro. pemantauan. prosedur. dan kriteria di bidang gizi makro. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. standar. prosedur dan kriteria. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. Seksi Standardisasi. c. Seksi Standardisasi. evaluasi. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. prosedur.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. standar. prosedur. prosedur. evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. dan d. dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. standar. pemantauan. b. dan b. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. prosedur. evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. standar. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan kriteria.

pemantauan. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. dan b. dan kriteria. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. 99 .a. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. standar. serta bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. c. dan d. Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. prosedur. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. standar. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. b. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. prosedur. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. bina keluarga berencana. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. b. pemantauan. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina keluarga berencana. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. standar. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 100 . dan b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. standar. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. g. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. e. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina keluarga berencana. Subbagian Tata Usaha. e. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a. evaluasi. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi.c. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan norma. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan 101 . penyiapan penyusunan norma. bina keluarga berencana. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. b. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. f. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. c. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. serta bimbingan teknis. c. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi. standar. Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan f. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. standar. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. d. bina keluarga berencana.

standar. Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 102 . Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan b. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. c. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. b. dan penyusunan norma. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil.d. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Standardisasi. pemantauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis.

dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. pemantauan. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 103 . Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. standar. dan d. prosedur. b. c. standar. penyusunan norma. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi. dan kriteria serta bimbingan teknis.

dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. standar. evaluasi. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. standar. serta bimbingan teknis. evaluasi. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. prosedur. dan kriteria di bidang keluarga berencana. dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. dan d. standar. prosedur. dan kriteria. pemantauan. 104 . Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan b. b. standar. prosedur. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi.

dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. prosedur.Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. 105 . standar. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. Seksi Standardisasi. c. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. standar. prosedur.

evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. prosedur. serta bina perlindungan kesehatan anak. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta bina perlindungan kesehatan anak. dan kriteria. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta bina perlindungan kesehatan anak. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. standar. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. 106 . bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. d. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. d. e. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. c. c. prosedur. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . dan f. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. b. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi.

Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. standar. standar. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460.e. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan g. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. c. serta bimbingan teknis. prosedur. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. 107 . pemantauan. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak.

standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. 108 . dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. standar. b.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. prosedur. evaluasi. dan penyusunan norma. dan b. dan kriteria. standar. prosedur. pemantauan. prosedur. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. prosedur. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. serta bimbingan teknis.

dan penyusunan norma. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. b. prosedur. dan d. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. prosedur. standar. prosedur. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. c. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. evaluasi. 109 . standar. dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko.

standar. standar. prosedur. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. 110 . pemantauan. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi. Seksi Standardisasi. standar. c. dan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. serta bimbingan teknis. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan d.c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. 111 . dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. prosedur. standar. Seksi Standardisasi. dan b. ALTERNATIF. prosedur. Alternatif. Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. alternatif. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan komplementer.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Alternatif. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. pemantauan. dan bina penapisan dan kemitraan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. dan kriteria. dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional.

dan Komplementer terdiri atas: a. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan bina penapisan dan kemitraan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan kriteria. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a. Alternatif. dan bina penapisan dan kemitraan. f. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan bina penapisan dan kemitraan. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan. e. evaluasi. prosedur. dan f. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan bina penapisan dan kemitraan.b. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. standar. standar. e. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta bimbingan teknis. c. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 112 . penyiapan penyusunan norma. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. b. standar. prosedur. dan d. prosedur. evaluasi. pemantauan. standar. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta bimbingan teknis. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. 113 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. c. Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.

dan b. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. standar. dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 114 . dan penyusunan norma. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan b. b. standar. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. prosedur. Seksi Standardisasi. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. penyiapan bahan penyusunan norma. c. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan evaluasi. prosedur. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a.

dan komplementer. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. b. dan evaluasi. alternatif. prosedur. alternatif. evaluasi. Seksi Standardisasi. pemantauan. alternatif. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. dan komplementer.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan penyusunan norma. standar. dan komplementer. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. alternatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. dan d. dan b. serta bimbingan teknis. dan komplementer. kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. alternatif. standar. dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. dan komplementer. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 115 . Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. c.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

dan d. prosedur. prosedur. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan kriteria. standar. Seksi Standardisasi. pemantauan. dan b. pemantauan. Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan evaluasi. standar. dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. prosedur. Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. 120 . Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. prosedur. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja. c. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja.

Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. standar. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. standar. dan kriteria. Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. prosedur. c. dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. prosedur. Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a. prosedur. dan evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. standar. serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. 121 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520.

standar.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. e. perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. c. dan e. b. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. d. b. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. c. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. TUGAS. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. d. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. 122 . prosedur. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan.

e. pengelolaan urusan keuangan. 123 . program. dan anggaran. dan anggaran. e. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. b. pengolahan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan f. dan Hubungan Masyarakat. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. dan anggaran. program. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi. dan pengelolaan data dan informasi. dan penyajian data dan informasi. c. d. d. pengelolaan data dan informasi. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. program. Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Hukum. rumah tangga. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. serta evaluasi dan penyusunan laporan. gaji. dan perlengkapan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian dan Umum. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. b. tata persuratan. dan c. penataan organisasi. penyiapan urusan hukum. c. Organisasi. b. kearsipan.

Subbagian Data dan Informasi. 124 jabatan fungsional dan . b. penataan organisasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Bagian Hukum. Pasal 536 Bagian Hukum. dan c. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan hubungan masyarakat. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi. Subbagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. pengolahan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Organisasi. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. Subbagian Hubungan Masyarakat. penyiapan urusan hukum. evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyajian data dan informasi. Pasal 538 Bagian Hukum. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. organisasi. dan c. Subbagian Program. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan anggaran. program. ketatalaksanaan. Organisasi.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi.

125 . dan c. kearsipan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. b. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. pembukuan dan akuntansi. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. pengelolaan anggaran. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. tata persuratan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal . Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. gaji. Subbagian Perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. b. Subbagian Kepegawaian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan perlengkapan. dan c. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. rumah tangga. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. urusan tata usaha keuangan. kearsipan dan gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Anggaran. dan c.

penyiapan penyusunan norma. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. c. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 126 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Pasal 547 a. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. c. mutasi pegawai. kearsipan dan urusan gaji. b. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan pengisian jabatan. dan c.b. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. standar. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. d. prosedur. standar. Subbagian Rumah Tangga. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. b. prosedur.

standar. c. d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. dan f. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan f. d. e. Seksi Analisis Harga Obat. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. prosedur. dan kriteria. evaluasi. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat.e. b. Pasal 554 127 . b. Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . Seksi Standardisasi Harga Obat . Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan b. prosedur. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a.

Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan pemantauan harga obat. dan b. serta bimbingan teknis. b.(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. kajian. dan d. standar. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan . Pasal 559 128 . dan kriteria. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. pemantauan. dan kriteria harga obat. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. pengendalian. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. pengendalian. standar. Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. pengendalian. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pemantauan. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi. standar.Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. 129 . dan d. standar. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. bimbingan teknis. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. evaluasi. pemantauan. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. b. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma.

dan kriteria. dan penyusunan norma. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. dan b. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. standar. 130 . prosedur. Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

131 . c. farmasi komunitas. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. penyiapan bahan penyusunan norma. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. prosedur. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan f. dan kriteria di bidang standardisasi. farmasi komunitas. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. standar. e. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. b. penyiapan penyusunan norma.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. farmasi komunitas. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. prosedur. b. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi komunitas. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan c. d. farmasi komunitas. Subdirektorat Farmasi Komunitas. Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. dan f. Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a. c. prosedur. Subdirektorat Standardisasi. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. Subdirektorat Farmasi Klinik. dan penyusunan norma.

dan penyusunan norma. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. 132 . standar. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. prosedur.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. b. dan d. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. prosedur. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas. dan b. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. standar. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan b. dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. dan kriteria di bidang farmasi komunitas. dan penyusunan norma.

dan b. standar. b. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. penyusunan norma.(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 133 . dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. c. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang farmasi klinik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. prosedur. bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. pengendalian. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. dan d. standar. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

c. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional. dan kriteria. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyiapan bahan pengendalian. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional. prosedur. bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. standar. dan b. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. 134 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b.

e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. inspeksi. c. b. inspeksi. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang penilaian. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. standar. dan f. pemantauan. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. inspeksi. inspeksi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. d. d. e. dan f. prosedur. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. prosedur. b. 135 . standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. inspeksi. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. c. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. bimbingan teknis. standar.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik. dan kriteria. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. pemantauan. prosedur. c. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . standar. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan kriteria serta bimbingan teknis. bimbingan teknis. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. prosedur. bimbingan teknis.c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. dan d. dan kriteria. b. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyusunan norma. dan b. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. 136 . prosedur. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a. prosedur. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. penyusunan norma.

serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. prosedur. pemantauan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. Seksi Produk Diagnostik Invitro. penyiapan bahan penyusunan norma. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. dan kriteria di bidang inspeksi produk. standar.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. evaluasi. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. standar. standar. 137 . Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. dan kriteria. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. b. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. pemantauan. dan b. dan kriteria. dan d. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. standar. c. serta bimbingan teknis. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria.

prosedur. serta bimbingan teknis. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. standar. b. dan (2) 138 .Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. standar. standar. Seksi Inspeksi Produk. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. serta bimbingan teknis. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. pemantauan. pemantauan. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a.

dan b. prosedur. dan kriteria. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . dan kriteria. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608.d. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. prosedur. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. standar. Seksi Standardisasi Produk. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

f. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. bimbingan teknis. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. prosedur. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. c. b. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. e. Psikotropika. perizinan. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. b. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. d.a. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan e. pengendalian. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. standar. standar. c. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 140 . penyiapan bahan pemantauan. c. dan kriteria. penyusunan norma. dan g. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pengendalian. prosedur. d. dan f. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. e.

prosedur. pemantauan. dan b. pengendalian. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. 141 . b. prosedur. prosedur. bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan. standar. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. dan e. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. standar. standar. pemantauan. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. penyusunan norma. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. c. pengendalian.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. d. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. perizinan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan norma.

pengendalian. penyiapan bahan pemantauan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan.Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Psikotropika. 142 . pemantauan. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. bimbingan teknis. pengendalian. b. prekursor. prekursor. penyusunan norma. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Psikotropika. prekursor. prekursor. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. dan sediaan farmasi khusus. penyiapan bahan penyusunan norma. perizinan. psikotropika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. c. psikotropika. penyusunan norma. prosedur. Prekursor. prosedur. prosedur. standar. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. psikotropika. Prekursor. prekursor. dan kriteria. standar. prekursor. bimbingan teknis. dan e. psikotropika. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. psikotropika. d. standar. psikotropika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika.

prosedur. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Prekursor. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. perizinan. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika. Seksi Narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan prekursor farmasi. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. standar. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. dan kriteria. pemantauan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan b. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. penyiapan bahan pemantauan.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. c. pemantauan. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. standar. standar. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. prosedur. 143 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. serta bimbingan teknis. Psikotropika. standar. Psikotropika. dan Prekursor Farmasi. Psikotropika. psikotropika. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. d. dan e. perizinan. pemantauan. dan kriteria.

pemantauan. DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan kriteria. pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan b. prosedur. pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor.Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan . BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Seksi Kerjasama. Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. 144 . serta bimbingan teknis. standar. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. TUGAS.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. g. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. dan e. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat Investigasi. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . c. Inspektorat II. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. f. d. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. Inspektorat III. e. d. pemantauan. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya. c. Inspektorat IV. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. b. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. evaluasi.

Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. dan dokumentasi. b. penyajian data. dan dokumentasi. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. b. dan anggaran. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. d. dan anggaran. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. 146 . c. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. serta dokumentasi. e. keuangan. kepegawaian. dan b. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. program. Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. penyusunan rencana. program. Subbagian Program. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. pengolahan. pelayanan informasi pengawasan. program.a. dan anggaran. dan c. program. Bagian Umum. dan b. Bagian Program dan Informasi. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II.Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. penyajian laporan hasil pengawasan. analisis laporan hasil pengawasan. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. pencatatan. 147 . Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. penyimpanan berkas. serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan.dan b. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan. pengolahan. analisis. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan. penyimpanan berkas. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal. dan rumah tangga. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. dan b. pencatatan. pengumpulan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. perlengkapan. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a. analisis. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.

Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan b. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. dan kepegawaian. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. 148 . evaluasi. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. reviu. Subbagian Keuangan. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. Subbagian Kepegawaian. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. dan b.

dan b. c. reviu. administrasi keuangan. reviu. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan hasil pengawasan. evaluasi. reviu. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. evaluasi. evaluasi. pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pemantauan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. urusan tata persuratan.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. dan d. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. 149 . dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . b. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. kearsipan. BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Subbagian Tata Usaha. b.

pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. urusan tata persuratan. dan b. pemantauan. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. b. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. 150 . dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. evaluasi. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. dan d. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. administrasi keuangan. evaluasi. c. reviu. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha. reviu. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. dan d. Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a.c. b. Subbagian Tata Usaha. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

c. 151 . Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV. evaluasi. administrasi keuangan. reviu. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. urusan tata persuratan. kearsipan. evaluasi. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. dan d. urusan tata persuratan. pemantauan. dan b. reviu. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Subbagian Tata Usaha. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. administrasi keuangan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. b. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV.

dan b. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. e. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. administrasi keuangan. 152 . urusan tata persuratan. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya. dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. kearsipan.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. c. Subbagian Tata Usaha. d. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667.

153 . b. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. dan d. TUGAS. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pemantauan. BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Kebijakan Kesehatan. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. koordinasi dan penyusunan rencana. rumah tangga. Publikasi. dan Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. d. anggaran. promosi. e. dan Kepegawaian. diseminasi. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a. dan Diseminasi. b. penyiapan urusan hukum. utilisasi. kerja sama. b. tata usaha. evaluasi. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan. Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan laporan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bagian Keuangan dan Umum. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. b. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. pelaksanaan urusan keuangan. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. pemantauan. c. c. dan d. 154 . Bagian Hukum. dan perlengkapan. Bagian Informasi. e. dan penunjang pembinaan profesi. Organisasi. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. Sekretariat Badan. dan Pusat Humaniora. program. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. penataan organisasi.

(2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. dan penyusunan laporan. dan pengembangan pegawai. evaluasi. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. b. dan penyusunan laporan. Bagian Hukum. b. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. Organisasi. pemantauan. Subbagian Anggaran. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. dan laporan. dan c. Organisasi. Subbagian Program. Pasal 683 Bagian Hukum. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi. pengelolaan kepegawaian. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. penataan organisasi. 155 . anggaran. program. evaluasi.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pelaksanaan pengembangan pegawai. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program. penyusunan anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. pemantauan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. dan c. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi.

promosi hasil penelitian dan pengembangan. penataan organisasi. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. Publikasi. Publikasi.Pasal 685 Bagian Hukum. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. kesejahteraan pegawai. tugas dan izin belajar. pemberhentian. utilisasi. Subbagian Dokumentasi. Organisasi. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Bagian Informasi. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. pemindahan. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. pengembangan karir. serta pembinaan profesi peneliti. jabatan fungsional non peneliti. kerja sama. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. dan c. dan Perpustakaan. dan ketatausahaan pegawai. dan c. dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. utilisasi. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. pengangkatan pegawai. b. dan Diseminasi terdiri atas : a. Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. Pasal 687 Bagian Informasi. dan penunjang pembinaan profesi. etika. jabatan fungsional peneliti. dan perpustakaan. dan c. diseminasi. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai. Publikasi. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. dan Kepegawaian terdiri atas : a. pelaksanaan diseminasi. dan hubungan masyarakat. Publikasi. disiplin. pelaksanaan dokumentasi. pensiun pegawai. 156 . Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. dan kerja sama. Pasal 689 Bagian Informasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. b. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. Subbagian Hukum dan Organisasi. kenaikan pangkat. promosi.

penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. utilisasi. verifikasi. dan perlengkapan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. kearsipan. dan hubungan masyarakat. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. tata usaha. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. gaji. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. dan c. dan pelayanan pimpinan. dan kerja sama. (2) Subbagian Dokumentasi. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. dan c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pembinaan perbendaharaan. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. 157 (2) (3) . dan pelayanan perpustakaan. protokol. rumah tangga.Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. Subbagian Keuangan. Publikasi. b. (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. dan evaluasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. akuntansi. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. pengelolaan urusan keuangan .

Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. program. rencana.BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. pemantauan. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. anggaran. b. 158 . penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan. pelaksanaan urusan keuangan. b. b. dan c. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. dan anggaran. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. evaluasi dan penyusunan laporan. Bidang Biomedis. c. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. dan d. kepegawaian dan umum. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. dan c. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. program. pemantauan. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a.

dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. tata persuratan. genomik dan proteomik. rumah tangga. bioinformatika. diseminasi. sel punca (stem cells). Subbagian Program dan Kerja Sama. pelaksanaan penelitian. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. fisiologi. kepegawaian. mikrobiologi. meliputi biologi kedokteran. pemantauan. parasitologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. dan b. nutrigenomik dan nutrigenetik. protokol. biomolekuler dan farmakologi. dan b. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. patologi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. perlengkapan. anggaran. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. utilisasi. Kepegawaian. serta gaji. Kepegawaian dan Umum. (2) Subbagian Keuangan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. imunologi. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan pimpinan. dan b. dan penyusunan laporan. program. umum. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Subbagian Keuangan. evaluasi. 159 .Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pelaksanaan penelitian. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Subbidang Biomedis Manusia. Subbidang Biomedis Non Manusia. biokimia.

Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. gizi dan makanan. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. meliputi biomedis reservoir dan vektor. fisiologi. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. teknologi rekayasa lingkungan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. pengobatan dan pencegahan. biomolekuler dan farmakologi. meliputi biologi kedokteran. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. pelaksanaan penelitian. nutrigenomik dan nutrigenetik. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. sel punca (stem cells). bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. agen serta biomedis non manusia lainnya. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. patologi. biokimia. teknologi farmasi. imunologi. (2) 160 . pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. parasitologi. Gizi dan Makanan.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya. genomik dan proteomik. dan b. mikrobiologi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pelaksanaan penelitian. perbekalan kesehatan. dan b. Perbekalan Kesehatan.

dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. koordinasi. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. d. dan c. perbekalan kesehatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. c.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Bidang Epidemiologi Klinik. b. BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. 161 (2) . pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bagian Tata Usaha. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. b. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. pelaksanaan pembinaan. pemantauan. Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. gizi dan makanan. Perbekalan Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan e.

pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. (2) Subbagian Keuangan. Kepegawaian. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Subbagian Program dan Kerja Sama. Subbagian Keuangan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. protokol. evaluasi. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. evaluasi dan laporan. anggaran. dan gaji. 162 . program. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. b. dan anggaran. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. gizi. Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. program. promosi hasil penelitian dan pengembangan. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. utilisasi. anggaran. kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan. uji obat dan vaksin. rumah tangga. dan b. makanan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. perlengkapan. program. pemantauan. dan uji obat bahan alam. dan Umum. kepegawaian. kedokteran klinik. dan umum. pelaksanaan urusan keuangan.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. umum. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. dan c. pelayanan pimpinan. diseminasi. tata persuratan. pengembangan. dan penyusunan laporan. Kepegawaian. penyusunan rencana.

teknologi kesehatan. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. bahan obat. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran. kosmetika. Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan kedokteran klinik. perbekalan kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian. dan b. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. kebijakan di bidang 163 . Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. obat tradisional. Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.

serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. pelaksanaan penelitian. 164 . rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. diabetes melitus dan metabolik lainnya. dan b. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.b. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. penyakit kronis dan degeneratif lainnya. pelaksanaan penelitian. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kanker. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. dan c.

anggaran.b. anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. 165 . penyusunan rencana. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. kepegawaian. Kepegawaian. dan umum. pemantauan. program. dan anggaran. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan keuangan. Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan c. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. evaluasi dan penyusunan laporan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. program. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . Bidang Upaya Kesehatan. pemantauan. d. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. b. b. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. program. c. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. dan b. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. pemantauan. Subbagian Program dan Kerja Sama. dan Umum. utilisasi. dan penyusunan laporan. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. dan c. evaluasi. Bidang Sumber Daya Kesehatan. diseminasi. evaluasi dan laporan. Subbagian Keuangan. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan e.

dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. kesehatan olah raga. geografi. kepegawaian. komplementer dan alternatif. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. kesehatan kerja. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Kepegawaian. kesehatan sekolah. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. kesehatan jiwa. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. pelaksanaan penelitian. 166 . pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. pelaksanaan penelitian. remaja. protokol. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.(2) Subbagian Keuangan. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. kesehatan ibu. kesehatan reproduksi. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. serta faktor lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. rumah tangga. pelayanan pimpinan. tata persuratan. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. kesehatan matra. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan gaji. perlengkapan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan b. kesehatan tradisional. sosial ekonomi. bayi. peningkatan kesehatan. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. anak. dan b. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. umum. serta penyiapan bahan penyusunan. gizi dan makanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan.

b. pelaksanaan penelitian. praktik tenaga kesehatan. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. tempat rekreasi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. permukiman. 167 . pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. puskesmas. klinik pelayanan kesehatan. tempat kerja. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan.Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. rumah bersalin. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. dan c pelaksanaan penelitian. fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. b. fasilitas dan perbekalan kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. balai pengobatan. Subbidang Sumber Daya Manusia. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik.

Pasal 742 Pusat Humaniora. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. b. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. dan e. Kebijakan Kesehatan. Bagian Tata Usaha. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a.BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. kebijakan kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat. Pusat Humaniora. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan pemberdayaan masyarakat. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. dan pemberdayaan masyarakat. KEBIJAKAN KESEHATAN. kebijakan kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. Kebijakan Kesehatan. d. c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. evaluasi. pemantauan. Bidang Humaniora Kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. kebijakan kesehatan. rencana. evaluasi dan laporan. dan pemberdayaan masyarakat. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. dan c. program. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan anggaran. kebijakan kesehatan. Kebijakan Kesehatan. 168 . penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan.

tata persuratan. pelayanan pimpinan. anggaran. umum. perlengkapan. utilisasi. dan b. dan umum. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. kepegawaian. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. protokol. program. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan. evaluasi. Kepegawaian. Kepegawaian. kebijakan kesehatan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dan gaji. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. dan pemberdayaan masyarakat. kebijakan kesehatan. demografi. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. psikologi. pemantauan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. 169 . Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. ekonomi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. pelaksanaan urusan keuangan. diseminasi. dan penyusunan laporan. pelaksanaan penelitian. Subbagian Program dan Kerja Sama. rumah tangga. dan pemberdayaan masyarakat. pemantauan. dan Umum. anggaran. evaluasi. Subbagian Keuangan. (2) Subbagian Keuangan. dan c. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. dan penyusunan laporan.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. b. program. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. penyusunan rencana. dan budaya. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial.

perilaku dan peran serta masyarakat. c. c. psikologi. filsafat. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. pertahanan dan keamanan. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya. etika. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. Subidang Hukum dan Etika. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. dan pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian. etika. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. dan ilmu terkait lainnya. 170 . dan b. budaya. demografi. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. Ekonomi.b. filsafat. Pasal 749 teknologi kesehatan. serta pengkajian desentralisasi. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan pelaksanaan penelitian. b. ekonomi. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Sosial. Ekonomi. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan. dan Budaya. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum. kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. 171 . serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi. (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. TUGAS. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. Subbidang Analisis Kebijakan. b.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyusunan kebijakan teknis. Sekretariat Badan. pemantauan. program. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. 172 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. b. c. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. dan d. Sertifikasi. c. terdiri atas: a. b.Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan Pusat Standardisasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana. dan anggaran. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. e. d.

c. evaluasi. dan pengelolaan data dan informasi. dan pemantauan. program. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. c.c. dan penyusunan laporan. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Hukum. dan anggaran. penyiapan urusan hukum. dan Hubungan Masyarakat. rumah tangga. pengelolaan urusan keuangan. pengolahan. kearsipan. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi. Organisasi. f. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. b. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan perlengkapan. program. Bagian Program dan Informasi. dan penyajian data dan informasi. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. dan anggaran. b. evaluasi. 173 . serta pemantauan. dan penyusunan laporan. d. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Program dan Anggaran. c. program. pengolahan. e. penataan organisasi. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. g. dan anggaran. dan hubungan masyarakat. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan pemantauan. d. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. dan gaji. b. jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan.

Subbagian Hukum. evaluasi organisasi. pelaksanaan urusan hukum. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Pasal 768 Bagian Hukum. c. rumah tangga. organisasi. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. pengelolaan anggaran. Bagian Hukum. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. 174 . pelaksanaan penataan. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. evaluasi. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Organisasi. dan pelaporan pelaksanaan program.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan perlengkapan. b. penataan organisasi. c. Subbagian Organisasi. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. b. b. c. dan ketatalaksanaan. Organisasi. d. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770. Pasal 766 Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. dan hubungan masyarakat.

Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. serta jabatan fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan gaji. pembukuan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. c. kearsipan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengadaan. dan gaji. 175 (2) (3) . dan akuntansi. tata persuratan. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. c. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. b. dan ganti rugi. dan pelaksanaan urusan tata persuratan. c. tuntutan perbendaharaan. kearsipan. pemberhentian. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. urusan tata usaha keuangan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. b. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pensiun dan mutasi pegawai. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional.

serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. . serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan.(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. pemantauan. kearsipan. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. terdiri atas: 176 b. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. d. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan gaji. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. c. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.

evaluasi. c. terdiri atas: a. b. Subbidang Analisis Kebutuhan. b. penyusunan program. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. dan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. pemantauan. dan Subbidang Program dan Pelaporan. Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi. Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. d. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. evaluasi. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. e. 177 (2) .a.

Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. 178 (2) . dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. b. Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. b. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. b. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri.

Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan. b. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. pengembangan dan pengendalian mutu. dan rumah tangga Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. 179 (2) . BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. kepegawaian. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional.

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

b. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. dan Subbidang Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. dan Subbidang Pengembangan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pendidikan. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a. (2) . Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 184 b. Subbidang Program.

kepegawaian. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. (2) (2) 185 . Subbidang Standardisasi. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat.Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. keuangan. Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Pemantauan. terdiri atas: a. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.

c. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 828 Pusat Standardisasi. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. SERTIFIKASI. Subbagian Tata Usaha. Bidang Perencanaan dan Program. pemantauan. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan.BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI. Sertifikas. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. Sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. 186 . pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. evaluasi. e. d. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. Pusat Standardisasi. d. Sertifikasi. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. b.i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. c.

dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. evaluasi. Subbidang Program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833. sertifikasi. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. sertifikasi. sertifikasi. Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan b. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. pemantauan. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. Subbidang Perencanaan. penyusunan program. dan b.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. dan laporan di bidang standardisasi. sertifikasi. terdiri atas: a. Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. evaluasi.

dan b.a. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) 188 . Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. b. b. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan. b.

Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. kepegawaian. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. Staf Ahli Bidang Mediko Legal. (2) Dalam melaksanakan tugas. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. d. (2) 189 . Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. keuangan. Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan rumah tangga Pusat. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. b. dan e. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal. c.

(2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat. (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal. 190 . TUGAS. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. analisis dan diseminasi informasi. (3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. (4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi.Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi. Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. serta pengembangan sistem informasi dan bank data. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal.

c. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. pemantauan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Bidang Statistik Kesehatan. . b. 191 . dan c. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. pelaksanaan pengumpulan. dan laporan serta administrasi. evaluasi dan laporan. pelaksanaan administrasi Pusat.Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. Subbagian Program dan Evaluasi. pengembangan sistem informasi dan bank data. d. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi. pengelolaan urusan keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. evaluasi. c. tata usaha. penyusunan rencana. dan c. program. kerumahtanggaan. pemantauan. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. umum. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. Bagian Tata Usaha. b. e. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. e. penyusunan kebijakan teknis. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. dan perlengkapan. d. b. pemantauan. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. dan anggaran. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan f. analisis dan diseminasi informasi. Subbagian Keuangan.

pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. pengumpulan. pengumpulan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. (2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. program. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. dan perlengkapan . dan b. Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. (2) Subbagian keuangan. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. tata persuratan.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. 192 . dan b. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan. serta pemantauan. kearsipan. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. dan anggaran. rumah tangga. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan.

Subbidang Analisis Data Kesehatan. Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan. Subbidang Bank Data. analisis data kesehatan. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. 193 . dan b. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sistem informasi kesehatan. dan b. diseminasi informasi kesehatan. Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. dan b. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. dan b. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan bank data kesehatan. Subbidang Diseminasi Informasi. (2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan.

194 . pelaksanaan administrasi Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. c. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. multilateral dan regional di bidang kesehatan. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. penyusunan kebijakan teknis. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. pemantauan. rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. dan d. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha. c. b. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. b.BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. d. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. TUGAS.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 889 Bidang Pencegahan. koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan b. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. Mitigasi. tata persuratan. Pasal 891 Bidang Pencegahan. Mitigasi. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. pembayaran gaji. Bidang Pencegahan. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. dan b. Subbidang Kesiapsiagaan. mitigasi. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. Mitigasi. dan rumah tangga. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. kearsipan.

(2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Tanggap Darurat. Subbidang Pemulihan. Subbidang Pemantauan. dan b. Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. dan b.a. dan b. Subbidang Informasi. (2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. 200 . Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan b.

Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. c. d. b. penyusunan kebijakan teknis. DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. TUGAS. Bidang Pembiayaan Kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. sosialisasi. b. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. pelaksanaan advokasi. c.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. Bidang Jaminan Kesehatan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi Pusat. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. evaluasi. koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. 201 . Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. dan e. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala.

rencana dan anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. penyusunan pedoman. tata persuratan kerumahtanggaan. b. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. dan e. Subbagian Sistem Informasi. 202 . Monitoring. tata persuratan dan kearsipan. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. (2) Subbagian Sistem Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. monitoring. dan perlengkapan. program.d. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. umum. umum. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Subbagian Program dan Anggaran. dan evaluasi. dan administrasi Pusat. dan anggaran. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. kerumahtanggaan serta perlengkapan. dan c. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan c. Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan Evaluasi. penyusunan rencana. pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. Monitoring. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi.

Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a. dan b. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah. sosialisasi. sosialisasi. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi. sosialisasi. penyiapan advokasi.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. dan c. koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. analisis kesinambungan biaya kesehtan. Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. (2) 203 . hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan advokasi. b. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. analisis mobilisasi sumber dana.

perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. dan jaminan kesehatan non penerima upah. sosialisasi. dan b. sosialisasi. dan jaminan kesehatan non penerima upah. Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. penyusunan. dan c. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. sosialisasi.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan jaminan kesehatan non penerima upah. b. penyiapan advokasi. 204 . perumusan kebijakan. penyusunan. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela.

penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. b. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan. penyusunan. analisis utilisasi. dan c.Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. penyiapan advokasi. penyusunan. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Jaringan. koordinasi manfaat. Subbidang Kendali Mutu. Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. sosialisasi. dan b. (2) 205 . perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. dan berbagai pedoman. perumusan kebijakan. serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan.

Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik. c. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga. b. Bidang Media Massa dan Opini Publik. evaluasi. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a. rencana dan program di bidang komunikasi publik. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. c. Bagian Tata Usaha.BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. dan d. 206 . Bidang Pelayanan Informasi Publik. TUGAS. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. b. pelaksanaan administrasi Pusat. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926.

dan anggaran. dan anggaran. dan c. Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana. dan laporan. kearsipan. penyusunan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. evaluasi. Subbagian Program dan Evaluasi. pemantauan. dan e. pengelolaan urusan keuangan. tata persuratan. rumah tangga dan perlengkapan. dan perlengkapan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji.d. Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik. dan c. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. dan b. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. 207 . Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. tata usaha. umum. Subbagian Keuangan. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. pengelolaan urusan kepegawaian. program. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pemantauan. evaluasi. umum. Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyusunan opini publik. Bidang Hubungan Antar Lembaga. program. dan laporan serta administrasi Pusat. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. evaluasi dan laporan. kerumahtanggaan. b. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.

pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. pengelolaan isu strategis. dan b. dokumentasi. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa. Subbidang Opini Publik. 208 . Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. dan b. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi. data dan informasi komunikasi publik.Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. dan pameran. (2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. perpustakaan. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. Subbidang Media Massa. dan b. dan dokumentasi. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga. Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. swasta. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. swasta. lingkungan internal dan eksternal. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat. (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. 209 . dan b. dan b. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a. lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. lingkungan internal dan eksternal.

dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. penyusunan kebijakan teknis. c. d. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. e. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. b. DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. 210 .BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. c. pelaksanaan administrasi Pusat. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. f. Bagian Tata Usaha. Bidang Advokasi dan Kemitraan. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. evaluasi. pemantauan. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. dan g. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. TUGAS. pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.

pemantauan. Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. kerumahtanggaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. Subbagian Keuangan. dan anggaran. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. pengelolaan urusan keuangan. Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. penyusunan rencana. rencana dan anggaran. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. dan c. tata persuratan. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. pengelolaan urusan umum. kepegawaian. tata usaha. dan perlengkapan. evaluasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. program. dan c. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a.d. kearsipan rumah tangga. dan perlengkapan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Program dan Evaluasi. b. dan laporan serta administrasi Pusat. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. dan e. evaluasi dan laporan.

evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. dan b.a. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. Subbidang Kemitraan. Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi. 212 . Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. koordinasi. dan b. pelaksanaan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. koordinasi. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Advokasi. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. koordinasi. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. pelaksanaan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. dan b. Subbidang Peran Serta Masyarakat.

koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a. dan b. (2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. monitoring. penyusunan program. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. pelaksanaan. Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Subbidang Pengembangan Metode. pelaksanaan. dan b. penyiapan bahan penyusunan.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subbidang Pengembangan Teknologi. penyusunan. 213 . pelaksanaan.

pelaksanaan administrasi Pusat. rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. Bagian Tata Usaha. peningkatan kemampuan. 214 . Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. dan e.BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pengkajian inteligensia kesehatan. pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. d. penyusunan kebijakan teknis. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. c. TUGAS. pemeliharaan. b.

pemantauan. serta rumah tangga. pembayaran gaji. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. kerumahtanggaan. penyusunan rencana. program. pelaporan. pengelolaan urusan keuangan. pemantauan. remaja. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Subbagian Keuangan dan Umum. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana.c. tata persuratan. dan c. dan administrasi Pusat. evaluasi dan pelaporan. pemantauan. dan b. umum. evaluasi. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. dewasa dan lanjut usia. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. program. dan perlengkapan. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan anggaran. dan kearsipan. Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. tata persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan anggaran. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan laporan. dan d. urusan kepegawaian. Subbagian Program dan Anggaran.

koordinasi pelaksanaan. dewasa dan lanjut usia. remaja. pengkajian. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis.dan b. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Inteligensia Remaja. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. degeneratif. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. 216 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. b. Dewasa. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak.a. b. dan c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. koordinasi pelaksanaan. degeneratif. dan Lanjut Usia. degeneratif. penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. pengkajian. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. Subbidang Inteligensia Remaja. Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Inteligensia Anak. dewasa dan lanjut usia. dan lanjut usia. pengkajian inteligensia kesehatan. remaja. Dewasa. dewasa. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. terdiri atas: a. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan.

Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan. peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. dan sistem persyarafan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . b. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan. koordinasi pelaksanaan. serta penyakit vaskuler otak. koordinasi pelaksanaan. Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan. TUGAS. terdiri atas: a. pendayagunaan.

rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. dan d. penyehatan lingkungan pemondokan. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. penyehatan lingkungan pemondokan. Subbagian Tata Usaha. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya.a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi Pusat. evaluasi. c. b. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. dan d. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. pelayanan medis. c. pemantauan. 218 . penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pengendalian kesehatan jemaah. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pengendalian kesehatan jemaah. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. penyehatan lingkungan pemondokan. b. koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. pelayanan medis. pengendalian kesehatan jemaah. pelayanan medis. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah.

dan b. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengelolaan sediaan farmasi. pelatihan dan pengerahan tenaga. (2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah. Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. pemberian bimbingan teknis pelayanan. c. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. 219 .Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. b. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. dan d. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan.

bimbingan teknis peningkatan kesehatan. dan keuangan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. perlengkapan. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. kearsipan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. rumah tangga. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. c. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan. dan b. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. dan b. 220 . Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. dan d. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. serta kepegawaian.

Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 221 .BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan.

BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan. integrasi. 222 . Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

Agar setiap orang mengetahuinya.BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 . maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful