PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

evaluasi. standar biaya. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. dan b. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. e. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. Bagian APBN I . serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. dan laporan. Biro a. Bagian Perencanaan Strategis. d. Bagian Perencanaan Strategis. kebijakan. c. Bagian APBN III . Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. b. serta keterpaduan program kegiatan prioritas. b. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. serta program. dan penyusunan rencana dan anggaran. Kebijakan. penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. anggaran. dan sinkronisasi. penyiapan penyusunan rencana strategis. dan 5 . penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. Bagian APBN II . Kebijakan dan Program. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan.BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. penyusunan dan penetapan rencana strategis.

(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer. monitoring. serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. standar biaya. Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi. dan tugas pembantuan. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan. evaluasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dekonsentrasi. laporan. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. dan c. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.c. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. 6 . serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden. Kebijakan dan Program terdiri atas : a. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan laporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan.

b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. dan c.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penelaahan dan penyusunan rencana. Subbagian Perencanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dekonsentrasi. dan c. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. 7 . Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. standar biaya. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan. dekonsentrasi. penelaahan dan penyusunan anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan pelaporan. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Subbagian Anggaran. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. dan tugas pembantuan. evaluasi. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. b. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan laporan. pada satuan kerja kantor pusat. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan laporan.

dan laporan. dan tugas pembantuan. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Subbagian Perencanaan.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. b. dekonsentrasi. 8 . dan c. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. penelaahan dan penyusunan rencana. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. dan tugas pembantuan. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. dan c. penelaahan dan penyusunan anggaran. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. standar biaya. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. dan tugas pembantuan. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi dan laporan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi dan pelaporan. evaluasi. pada satuan kerja kantor pusat. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat.

dan tugas pembantuan. pada satuan kerja kantor pusat. dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dekonsentrasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. 9 . Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. b. dan tugas pembantuan. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. penelaahan dan penyusunan anggaran. penelaahan dan penyusunan rencana. Subbagian Perencanaan. evaluasi dan laporan. dan tugas pembantuan.Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan pelaporan. b. Subbagian Anggaran. Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan c. Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan.

Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. pengembangan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan pengadaan pegawai.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengelolaan urusan mutasi pegawai. Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. d. c. dan c. Bagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. b. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pegawai tidak tetap. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. c. 10 . e. d. b. Bagian Pengadaan Pegawai. dan penugasan khusus.

pelaksanaan pemindahan. b. dan c. 11 . Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. pemberhentian. Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. Subbagian Kenaikan Pangkat. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. dan pensiun pegawai. b. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. (2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. (3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. dan c. b. pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. dan c. pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil. pemberhentian dan pensiun pegawai. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan.

Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. 12 . dan pengisian jabatan struktural. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai. ujian dinas. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. pelaksanaan penilaian kinerja. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. kesehatan pegawai. b. Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. tugas dan izin belajar. administrasi kesejahteraan pegawai.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. pemberian penghargaan. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. b. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis. dan c. pengembangan karier. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. dan c. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. serta tata usaha Biro.

serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. evaluasi. pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. monitoring. evaluasi dan laporan Biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai. Subbagian Peraturan Kepegawaian. dan d. penyusunan rencana. dan laporan. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. b. monitoring. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai. 13 . dan c. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. administrasi kesejahteraan pegawai. c. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian.

Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan. d. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. urusan perbendaharaan. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. dan c. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. c. b. b. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. b. e. 14 .

Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. dan c. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. b. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. dan c. 15 . b. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I. Subbagian Perbendaharaan.

evaluasi. monitoring. Subbagian Tata Usaha Biro. c. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. 16 . pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. (2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. d. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Subbagian Pengadaan. dan c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. dan laporan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. monitoring. evaluasi dan laporan Biro.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. Subbagian Penyimpanan. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. (3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. penyiapan penyusunan rencana. dan Inspektorat Jenderal. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a. b.

17 . pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. b. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. (2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara. dan c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara. pelaksanaan penatausahaan barang milik negara. pelaksanaan penghapusan barang milik negara. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara. b. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. pemanfaatan. dan penghapusan barang milik negara. dan c. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62.

h. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. e. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. d. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Pelayanan Hukum. pembinaan ketatalaksanaan. Bagian Peraturan Perundang-Undangan. c. g. penyusunan analisis jabatan. e. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. d. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. pelayanan hukum. Bagian Kelembagaan. c. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. dan i. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 . b. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan.BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. pembinaan dan penataan kelembagaan.

penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.a. publikasi. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pelaksanaan urusan dokumentasi. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. dan c. dan kodifikasi hukum. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta urusan dokumentasi. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. sosialisasi. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. publikasi. sosialisasi. b. (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. sosialisasi. serta urusan dokumentasi. b. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. penelitian dan pengembangan kesehatan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. publikasi. 19 . Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. dan c. sosialisasi. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. pengawasan internal. dan penyusunan rumusan perjanjian. kefarmasian dan alat kesehatan. dan c. b. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan.

Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. penyusunan analisis jabatan. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian. dan c. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. Subbagian Penyusunan Perjanjian. b. dan c. b. penyusunan analisis jabatan. evaluasi jabatan dan beban kerja. 20 . dan susunan serta uraian jabatan. evaluasi dan laporan Biro. b. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. monitoring. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. Subbagian Penataan Kelembagaan. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Analisis Jabatan. penyiapan penataan kelembagaan.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. Subbagian Bantuan Hukum. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. dan d. penyusunan rencana. c.

e. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. c. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. d. dan laporan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penataan jabatan fungsional. 21 . dan susunan serta uraian jabatan. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. b. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan c. evaluasi. Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. evaluasi jabatan dan beban kerja. monitoring. Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. penyusunan tata laksana. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

c. Sekretariat Direktorat Jenderal. DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. d. prosedur. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. penyusunan norma. c. dan e. b. TUGAS. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. 26 . b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan.

pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan data dan informasi. c. dan Hubungan Masyarakat. Bagian Program dan Informasi. program. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. e. pengelolaan urusan keuangan. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. penyiapan urusan hukum. c. b. koordinasi dan penyusunan rencana. jabatan fungsional. penataan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan anggaran. d.e. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan f. d. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. rumah tangga. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa. evaluasi dan penyusunan laporan. dan pengelolaan data dan informasi. Bagian Keuangan. dan perlengkapan. dan f. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. tata persuratan. e. kearsipan. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. dan anggaran. program. Organisasi. gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum.

Subbagian Organisasi. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. b. b. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. Subbagian Hubungan Masyarakat. Organisasi. b. dan anggaran. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. dan hubungan masyarakat. Pasal 115 Bagian Hukum. Subbagian Program. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. program. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. pengolahan. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. b. program. dan penyusunan laporan. penyiapan urusan hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Organisasi. penataan organisasi. dan 28 . Bagian Hukum. evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Hukum. dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan c. dan c. pengolahan dan penyajian data dan informasi. pengumpulan. ketatalaksanaan. Organisasi. evaluasi.a. serta penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Informasi. jabatan fungsional. Pasal 117 Bagian Hukum.

Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. rumah tangga. Subbagian Anggaran. b. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. tata persuratan. pembukuan dan akuntansi. pengelolaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. dan c. kearsipan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. 29 . Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. urusan tata usaha keuangan. dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. b. gaji. Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan c. dan perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. jabatan fungsional. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi.

(3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. 30 .Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. mutasi pegawai. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar. b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Kepegawaian. dan c. prosedur. standar. b. kearsipan dan gaji. usia lanjut dan pelayanan darah. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan kesehatan khusus. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan penyusunan norma. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan pengisian jabatan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan c. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. kearsipan dan gaji. perbatasan dan kepulauan. pelaksanaan urusan tata persuratan.

standar.b. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. bina pelayanan kedokteran keluarga. dan g. penyiapan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. dan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan khusus. prosedur. d. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kesehatan khusus. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan kesehatan khusus. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan khusus. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. bina pelayanan kedokteran keluarga. c. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kedokteran keluarga. bina pelayanan kedokteran keluarga. usia lanjut dan pelayanan darah. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. f. usia lanjut dan pelayanan darah. evaluasi. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur dan kriteria. dan f. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Perbatasan dan Kepulauan. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. standar. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. c. Subbagian Tata Usaha. 31 . usia lanjut dan pelayanan darah. e. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. usia lanjut dan pelayanan darah.

c. b. Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. penyusunan norma. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Standardisasi. standar. c. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur. standar. dan d. dan 32 . dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. serta bimbingan teknis. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. prosedur dan kriteria.

d. pemantauan. prosedur. Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan evaluasi. Seksi Standardisasi. standar. standar. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. prosedur. prosedur dan kriteria. dan b. standar. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. 33 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. c. b. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. 34 . Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. prosedur. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan kriteria serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan d. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. prosedur.

Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terisolir. standar. perbatasan dan kepulauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur dan kriteria. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. 35 . terisolir. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. terisolir. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. terisolir. perbatasan dan kepulauan. perbatasan dan kepulauan. perbatasan dan kepulauan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. terpencil. perbatasan dan kepulauan. dan b. standar. Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. terpencil. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. terpencil. b. dan d. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. standar. prosedur. terisolir. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus.

perbatasan dan kepulauan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. terisolir. prosedur. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan. b. terisolir.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. terpencil. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. 36 . perbatasan dan kepulauan. terpencil. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat. standar. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. e. e. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.c. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan g. prosedur. dan f. dan kriteria. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. f. penyiapan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. d. 37 . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. d. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. b. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. serta bimbingan teknis.

standar.Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. b. dan b. penyusunan norma. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 . c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan d. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. Seksi Standardisasi. Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. standar. dan kriteria. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik.

standar. 39 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan kriteria. standar. penyusunan norma. serta bimbingan teknis. c. b. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.a. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur.

standar. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan kriteria. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. prosedur. b.b. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan d. 40 . Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan penyusunan norma. dan b. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. standar. dan d. prosedur. dan kriteria. 41 . c. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan b. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. prosedur. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan penyusunan norma.c. serta bimbingan teknis. b. Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170.

Seksi Bimbingan. 42 . dan b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. prosedur dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik. Seksi Evaluasi. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. standar. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan penyusunan norma.

Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. c. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar.b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan. dan kriteria. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. prosedur. g. standar. c. serta bimbingan teknis. 43 . standar. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. f. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. b. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Subbagian Tata Usaha. d. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. e. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik. dan f. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. prosedur. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. e. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. d. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan penyusunan norma.

c. b. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. standar. dan kriteria.b. Seksi Standardisasi. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan d. prosedur. Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. 44 . dan penyusunan norma. prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan d. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar.

dan penyusunan norma. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. prosedur. Seksi Standardisasi. c. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus.Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. dan b. dan penyusunan norma. standar. prosedur. Seksi Standardisasi. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. serta bimbingan teknis. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. 45 . dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar.

c. dan penyusunan norma. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. dan b. 46 . standar. standar. standar. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. prosedur. dan d. b. prosedur. dan kriteria.

serta bimbingan teknis. dan d. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Standardisasi. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a. dan b. standar. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur. prosedur. 47 . dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma.

bina sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. bina sarana dan prasarana kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan radiologi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. b. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan radiologi. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. d. penyiapan penyusunan standar. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan. dan f. dan penyusunan norma. bina pelayanan radiologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan radiologi. norma. prosedur dan kriteria. bina pelayanan radiologi. bina sarana dan prasarana kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. standar. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. 48 . dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. e. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi.

Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. serta bimbingan teknis. g. dan b. d. Seksi Standardisasi. dan kriteria. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. c. 49 . f. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur.b. standar. dan penyusunan norma. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. e. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan d.

Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. standar. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. Seksi Standardisasi. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 50 . penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. dan d.

standar. dan 51 . prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. dan kriteria. dan d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi.Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. standar. dan b. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. b. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. c. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. dan penyusunan norma. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. prosedur.

dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. prosedur. prosedur. standar. standar. dan b. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Standardisasi. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. 52 . Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. b. dan penyusunan norma. c. dan penyusunan norma. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan.d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b.

bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. 53 . dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika.Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. rokok. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). serta pemberian bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. standar. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. rokok. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. b. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa. prosedur dan kriteria. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa.

dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan. standar. prosedur. Subbagian Tata Usaha. c. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa.c. penyiapan penyusunan norma. dan alkohol. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. dan g. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. rokok. dan kriteria. Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. rokok. f. e. b. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . dan f. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. d. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Rokok. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. serta bimbingan teknis. standar. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). rokok.

kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. 55 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. b. c. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. prosedur. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan b. b. dan d.a. dan penyusunan norma. prosedur.

standar. b. dan b. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Standardisasi.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan d. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. 56 . standar. c. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. prosedur. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. standar. standar. prosedur. dan kriteria. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. standar. rokok. dan b. dan alkohol. dan d. rokok. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. c. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan alkohol. rokok. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan alkohol. rokok. standar. dan alkohol. rokok. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. Rokok. standar. Rokok. rokok. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Standardisasi. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan alkohol terdiri dari: a. dan alkohol. prosedur. Rokok. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan alkohol. 57 . dan alkohol. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. rokok. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. standar. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. b. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. c. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. dan d. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. 58 . prosedur. dan penyusunan norma.

TUGAS. b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. d. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan e. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. penyusunan norma. c. 59 . standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

c. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. penataan organisasi. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. f. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. c. penyiapan bahan urusan hukum. c. pengelolaan urusan keuangan.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. dan f. kearsipan. dan anggaran. dan Kesehatan Matra. Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Karantina. Bagian Program dan Informasi. Direktorat Surveilans. b. d. rumah tangga. e. evaluasi dan penyusunan laporan. program. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. d. dan Hubungan Masyarakat. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. b. Organisasi. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung. gaji. pelaksanaan urusan kepegawaian. koordinasi dan penyusunan rencana. 60 . pemantauan. pengelolaan data dan informasi. Imunisasi. dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum. tata persuratan. d.

pengumpulan. dan anggaran. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. serta penyajian data dan informasi. pemantauan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. dan c. program. ketatalaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 258 Bagian Hukum. dan penyajian data dan informasi. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. program. Subbagian Program. Subbagian Data dan Informasi. dan anggaran. pengolahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. evaluasi. penyiapan urusan hukum. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan pengelolaan data dan informasi. b. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. Organisasi. jabatan fungsional dan 61 . dan c. Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. b. pengolahan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. program. Bagian Hukum. dan penyusunan laporan. dan anggaran.

Subbagian Anggaran. Subbagian Hukum. dan akuntansi. pengelolaan anggaran. dan c. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi.Pasal 260 Bagian Hukum. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. dan c. pembukuan. urusan tata usaha keuangan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. dan ketatalaksanaan. dan c. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Organisasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. jabatan fungsional. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. 62 .

kearsipan dan gaji. dan perlengkapan. dan pengisian jabatan.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 63 . kearsipan dan gaji. pelaksanaan urusan tata persuratan. Karantina. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. karantina. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. prosedur. mutasi pegawai. imunisasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. tata persuratan. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. dan penyusunan norma. standar. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS. dan c. b. gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. dan c. pelaksanaan urusan kepegawaian. IMUNISASI. rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian. b. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans. dan kesehatan matra. Imunisasi. KARANTINA. kearsipan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji.

dan penyusunan norma. dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. Subdirektorat Imunisasi. karantina kesehatan. imunisasi. Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Imunisasi. kesehatan pelabuhan. e. c. dan kesehatan matra. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. d. kesehatan pelabuhan. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 . penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. karantina kesehatan. dan kesehatan matra. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Surveilans. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. dan kesehatan matra. dan kesehatan matra. prosedur. kerjasama/kemitraan. imunisasi. standar. Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB). dan f. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. b. kesehatan pelabuhan. e. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Karantina. dan kesehatan matra. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. prosedur. karantina kesehatan. serta bimbingan teknis. Pasal 272 Direktorat Surveilans. imunisasi. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. karantina kesehatan. standar. kesehatan pelabuhan. karantina kesehatan. pemantauan. imunisasi. kesehatan pelabuhan. imunisasi. Imunisasi. b. Karantina. Subdirektorat Kesehatan Matra. pemantauan.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. d.

Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. sistem kewaspadaan dini. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. b. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. penyiapan bahan pemantauan. b. d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans. dan d. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang imunisasi. 65 . kerjasama/kemitraan. prosedur. standar. dan respon KLB. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. standar. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang surveilans. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan. dan e. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang surveilans. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. c. kerjasama/kemitraan. prosedur. dan penyusunan norma. b.a. serta bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

b. kerjasama/kemitraan. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. dan d. standar. (2) 66 . kerjasama/kemitraan. penyusunan norma. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. standar. b. dan kriteria. standar. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. pemantauan. dan kriteria di bidang imunisasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. prosedur.

Seksi Standardisasi. prosedur. dan kriteria di bidang kesehatan matra. kerjasama/kemitraan. Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra. penyusunan norma. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. dan kriteria di bidang kesehatan matra. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. dan d. Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. standar. standar. b. pemantauan. Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. (2) 67 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. prosedur. b. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

infeksi saluran pernafasan akut. dan penyusunan norma. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. infeksi saluran pernafasan akut. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. b. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. c. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. infeksi saluran pernafasan akut. d. prosedur. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . pemantauan. standar. penyiapan penyusunan norma. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. dan kriteria. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. kerjasama/kemitraan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual.

Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual. 69 . d. dan g. penyiapan bahan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. f. dan f. dan d. b. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c.dan penyakit menular seksual. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. c. serta bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. standar. infeksi saluran pernafasan akut. Subbagian Tata Usaha. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. evaluasi. prosedur. Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. b. dan kriteria. Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. e. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis.

Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. standar. prosedur. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. b. Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. pemantauan. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan di bidang (2) d. prosedur. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. prosedur. standar. kerjasama/kemitraan.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. kerjasama/kemitraan. prosedur dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. 70 . b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. b. dan kriteria. standar. kerjasama/kemitraan.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Seksi Standardisasi. c. prosedur. dan b. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. (2) 71 . pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. pemantauan. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan.

dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan pemantauan. standar. standar. dan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. standar. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. evaluasi. pemantauan. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. kerjasama/kemitraan. infeksi hati dan saluran pencernaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. kerjasama/kemitraan. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. infeksi hati dan saluran pencernaan. 72 . Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. pemantauan. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. b. prosedur. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. dan d. standar.

dan b. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. kerjasama/kemitraan. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. prosedur. Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur.pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. 73 .

d. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. dan kriteria. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. zoonosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. dan penyusunan norma. b. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. e. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang. Subdirektorat Pengendalian Vektor. prosedur. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. d. penyiapan penyusunan norma. pemantauan. arbovirosis. g. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. arbovirosis. Subdirektorat Pengendalian Malaria. b. c. zoonosis. e. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. c. arbovirosis. arbovirosis. f. standar. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. dan kriteria di bidang pengendalian malaria. zoonosis. 74 . zoonosis. arbovirosis. zoonosis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. dan f. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor.

dan d. dan penyusunan norma. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Standardisasi. evaluasi. Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan penyusunan norma. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. serta bimbingan teknis. (2) 75 . kerjasama/kemitraan. serta bimbingan teknis. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. dan kriteria. prosedur. kerjasama/kemitraan. b. standar. pemantauan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a.

dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan penyusunan norma. b. b. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. pemantauan. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. pemantauan. b. standar. dan penyusunan norma. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. standar. standar. Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. prosedur. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. standar. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. 76 (2) . Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. prosedur. serta bimbingan teknis. dan d. evaluasi. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321.

kerjasama/kemitraan. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. c. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. kerjasama/kemitraan. standar. b. standar. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a. serta bimbingan teknis. dan kriteria. dan penyusunan norma. pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. standar. dan penyusunan norma. evaluasi. dan d. evaluasi. dan d. prosedur. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. 77 . penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. b. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan.c.

prosedur.Pasal 331. pemantauan. dan penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. dan b. evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. dan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. standar. penyiapan bahan pemantauan. dan b. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. kerjasama/kemitraan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a. standar. 78 . penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Standardisasi. Seksi Standardisasi. dan d. kerjasama/kemitraan. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. c. pemantauan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. b.

serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. prosedur. penyakit kanker. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. standar. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan penyusunan norma. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. pemantauan. kerjasama/kemitraan. penyakit kronis dan degeneratif. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. standar.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kanker. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. prosedur. penyiapan penyusunan norma. dan penyusunan norma. b. penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. 79 . BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kanker. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. standar.

serta bimbingan teknis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. g. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. pemantauan. dan pembuluh darah. penyiapan bahan penyusunan norma.d. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. f. penyakit kanker. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. dan penyusunan norma. dan pembuluh darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. prosedur. dan f. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. dan kriteria. c. pemantauan. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. diabetes melitus dan penyakit metabolik. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. penyakit kronis dan degeneratif. dan pembuluh darah. d. 80 Tindak . b. b. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. penyakit kanker. e. c. dan pembuluh darah. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. standar. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. e. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. pemantauan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. Subbagian Tata Usaha.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. prosedur. penyiapan bahan pemantauan.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. 81 (2) . dan kriteria. standar. Seksi Standardisasi. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. kerjasama/kemitraan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan d. prosedur. standar. b. evaluasi. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. kerjasama/kemitraan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. penyusunan norma. dan penyusunan norma. pemantauan. prosedur. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. c.

Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. prosedur. dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan d. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. prosedur. serta bimbingan teknis. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. c. pemantauan. kerjasama/kemitraan. evaluasi. (2) 82 . standar. standar. b. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. Seksi Standardisasi. standar. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. dan kriteria. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. standar.

dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. serta bimbingan teknis. evaluasi. c. Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a. b.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. standar. evaluasi. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan kriteria. pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. kerjasama/kemitraan. pemantauan. standar. serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. (2) 83 . dan penyusunan norma. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. prosedur. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif.

84 . prosedur. kerjasama/kemitraan. Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. b. kerjasama/kemitraan. evaluasi. prosedur. standar. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. pemantauan.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. standar. serta bimbingan teknis. dan d. dan penyusunan norma. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. prosedur. pemantauan. c. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. b.

Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan radiasi. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan. dan radiasi. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pemantauan. c. higiene sanitasi pangan. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. d. e. penyusunan norma. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. b. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. serta pengamanan limbah. standar. d. Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. c.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. udara. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. udara. dan radiasi. pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan radiasi. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. prosedur. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. prosedur. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat. udara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. 85 . udara. standar. dan f. serta pengamanan limbah. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. higiene sanitasi pangan. udara. dan radiasi. b. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat.

dan kriteria. b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengamanan Limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. Udara. (2) 86 . dan Radiasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. b. g. kerjasama/kemitraan. prosedur. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Seksi Standardisasi. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. pemantauan. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis. c. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a. standar. dan d. kerjasama/kemitraan. penyusunan norma.e. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. prosedur.

kerjasama/kemitraan. c. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan kriteria. dan penyusunan norma. b. pemantauan. (2) 87 . dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan penyusunan norma. standar. b. penyiapan bahan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. pemantauan. dan di bidang d. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. standar.Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. prosedur. Seksi Standardisasi. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. prosedur. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. pemantauan. prosedur. evaluasi. dan d. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. pemantauan. kerjasama/kemitraan. b. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. 88 (2) . dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pemantauan. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. prosedur. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. standar. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. standar. kerjasama/kemitraan.

penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengamanan Limbah. Udara. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. dan radiasi. dan radiasi. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur. prosedur. dan kriteria. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. dan radiasi. b. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. standar. b. udara. pemantauan. udara. standar. c. udara. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. kerjasama/kemitraan. evaluasi. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381. standar. 89 (2) . b.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. prosedur. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a. prosedur. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. Udara.

dan kriteria di bidang pengamanan limbah. dan radiasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. evaluasi. dan radiasi. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Standardisasi. standar. Udara. dan penyusunan norma. b. (2) 90 .c. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. udara. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. dan Radiasi terdiri atas : a. dan radiasi. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. udara. udara. dan radiasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. udara. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

TUGAS. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. 91 . dan e. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. d. b. dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. c. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. penyusunan norma. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. prosedur. Direktorat Bina Gizi.

rumah tangga. pengelolaan urusan keuangan. dan perlengkapan. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. d. program. penyiapan urusan hukum. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan f. jabatan fungsional. d. e. Organisasi. c. dan hubungan masyarakat. tata persuratan.c. koordinasi dan penyusunan rencana. e. Bagian Kepegawaian dan Umum. b. program. Direktorat Bina Kesehatan Anak. penataan organisasi. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. dan anggaran. gaji. dan Komplementer. Alternatif. dan anggaran. e. kearsipan. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Bagian Hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. Bagian Program dan Informasi. dan Hubungan Masyarakat. dan f. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. 92 . dan pengelolaan data dan informasi. Bagian Keuangan.

dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Organisasi. b. pengumpulan. pengolahan. evaluasi dan penyusunan laporan. program. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan penyajian data dan informasi. Bagian Hukum. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. Subbagian Data dan Informasi. dan hubungan masyarakat. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Organisasi. dan anggaran. Subbagian Program. program. pengolahan. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. dan c. dan 93 . dan anggaran. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. b. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. penyiapan urusan hukum. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. jabatan fungsional. Pasal 397 Bagian Hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan c. ketatalaksanaan. b. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penataan organisasi.

Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Anggaran. dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Hukum. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembukuan. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a. dan akuntansi. Subbagian Organisasi. b. tuntutan perbendaharaan. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. dan ganti rugi. b. Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum.Pasal 399 Bagian Hukum. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. jabatan fungsional. 94 . Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. Organisasi. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. dan c. urusan tata usaha keuangan. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan c. b. pengelolaan anggaran. dan c.

kearsipan. rumah tangga. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penyiapan urusan kepegawaian. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi. dan perlengkapan. standar. b. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan gaji. Subbagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. mutasi pegawai. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. dan c. prosedur. dan pengisian jabatan. kearsipan. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Rumah Tangga. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan kriteria. Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. tata persuratan. gaji. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 . dan penyusunan norma. dan urusan gaji. b. pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan c.

gizi mikro. gizi klinik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. gizi mikro. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. e. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan norma. gizi klinik. penyiapan bahan penyusunan norma. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. gizi mikro. serta kewaspadaan gizi. standar.a. d. serta bimbingan teknis. e. dan konsumsi makanan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. dan konsumsi makanan. gizi klinik. dan konsumsi makanan. gizi mikro. d. g. standar. b. prosedur. serta kewaspadaan gizi. b. dan d. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. standar. gizi klinik. gizi klinik. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan kriteria di bidang bina gizi makro. serta kewaspadaan gizi. serta kewaspadaan gizi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. dan kriteria di bidang bina gizi makro. b. f. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. dan konsumsi makanan. Subbagian Tata Usaha. gizi mikro. Subdirektorat Bina Gizi Mikro. prosedur. f. serta kewaspadaan gizi. Subdirektorat Bina Gizi Makro. prosedur. c. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. dan kriteria. 96 . evaluasi. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a.

Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. standar. prosedur dan kriteria. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan kriteria di bidang gizi makro. standar. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. b. 97 . c. dan b. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. pemantauan. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. dan kriteria di bidang gizi mikro. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan kriteria di bidang bina gizi mikro. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro.

Seksi Standardisasi. prosedur. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. standar. prosedur. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. standar. dan d. prosedur. Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. dan kriteria. dan penyusunan norma. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. dan kriteria. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan b. standar. dan penyusunan norma. prosedur. pemantauan.

Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. standar. standar. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. prosedur. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. 99 . prosedur. pemantauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. standar. standar. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. dan d. c.a. serta bimbingan teknis. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan b.

serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. standar. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. bina keluarga berencana. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. 100 . dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. prosedur. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. b. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. dan penyusunan norma.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. pemantauan. standar. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. bina keluarga berencana. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi.

bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. d. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. dan 101 . Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. dan f. dan penyusunan norma. bina keluarga berencana. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. serta bimbingan teknis. Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. prosedur. evaluasi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. bina keluarga berencana. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. c. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. e. bina keluarga berencana. prosedur. g. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. d. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. penyiapan penyusunan norma. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. b. prosedur. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. c. Subbagian Tata Usaha. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas.c. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil.

b. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a.d. 102 . Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. Seksi Standardisasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan b. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan penyusunan norma. Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Standardisasi. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis. dan d. prosedur. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil. standar. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas.

b. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. prosedur. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria serta bimbingan teknis. c. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. standar. pemantauan. standar. prosedur. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan b. Seksi Standardisasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. evaluasi. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. 103 .

prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a. prosedur. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang keluarga berencana. dan kriteria. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana. dan b. evaluasi. standar. dan penyusunan norma. standar. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. prosedur. Seksi Standardisasi.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. dan kriteria. serta bimbingan teknis. standar. dan d. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. serta bimbingan teknis. standar. evaluasi. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. pemantauan. c. 104 .

Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. prosedur. pemantauan. dan penyusunan norma. 105 . penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan d. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. b. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. standar. Seksi Standardisasi.Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. dan b. prosedur. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. standar.

bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. serta bina perlindungan kesehatan anak. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta bina perlindungan kesehatan anak. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. serta bina perlindungan kesehatan anak. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan kriteria. Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. c. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan f. prosedur. penyiapan penyusunan norma. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. 106 . bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. d.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. standar. serta bina perlindungan kesehatan anak. prosedur. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi. e. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan penyusunan norma. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. 107 . Seksi Standardisasi. standar. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta bimbingan teknis. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan b. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. c. dan g. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. Subbagian Tata Usaha. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan. Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma.e. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. standar. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. dan d. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria. pemantauan. 108 . dan b. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Seksi Standardisasi. evaluasi. c. standar. prosedur. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. b. standar. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. serta bimbingan teknis. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

b. dan d. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. dan b. pemantauan. c. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. b. prosedur. dan kriteria. standar. 109 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. standar. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Standardisasi. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. pemantauan. standar. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. standar. prosedur. evaluasi. 110 . dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. dan penyusunan norma.c. dan d.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. 111 . pemantauan. DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan b. standar. dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan komplementer. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. ALTERNATIF. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak. dan kriteria. Alternatif. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Alternatif. dan bina penapisan dan kemitraan. alternatif. prosedur. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.

evaluasi. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. b. Subbagian Tata Usaha. c. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan bina penapisan dan kemitraan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan kriteria. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. serta bimbingan teknis.b. d. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan bina penapisan dan kemitraan. dan Komplementer terdiri atas: a. dan bina penapisan dan kemitraan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. e. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. 112 . d. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan. c. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan bina penapisan dan kemitraan. standar. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. standar. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. Alternatif. dan f. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan.

Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. prosedur. dan d. standar. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. pemantauan. standar. serta bimbingan teknis. 113 . standar.b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. prosedur. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. c. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria.

pemantauan.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. dan d. dan kriteria. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. standar. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. 114 . dan penyusunan norma. standar. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. prosedur. dan b. serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan evaluasi. Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. evaluasi. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492.

dan d. c. alternatif. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. dan penyusunan norma. dan evaluasi. kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. dan b. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. standar. dan komplementer. dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. dan komplementer. pemantauan. 115 . prosedur. alternatif. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. penyiapan bahan penyusunan norma.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. dan komplementer. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. standar. alternatif. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. alternatif. dan komplementer. serta bimbingan teknis. alternatif. dan komplementer.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

standar. prosedur. dan evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan evaluasi. standar. prosedur. Seksi Standardisasi. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. c. 120 . standar. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. dan d. standar. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. serta bimbingan teknis. Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria. evaluasi. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. pemantauan. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan.

dan evaluasi. Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. dan d. c. standar. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Seksi Standardisasi. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. 121 . serta bimbingan teknis. Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan b. b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. pemantauan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. prosedur. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga.

DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a. c. TUGAS. prosedur. d. standar. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. c. b.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. d. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. 122 . e. dan e. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian.

dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan data dan informasi. program. pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan. kearsipan. Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. dan anggaran. d. pelaksanaan urusan kepegawaian. gaji. dan perlengkapan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 123 . e. tata persuratan. pengelolaan urusan keuangan. penataan organisasi. d. Bagian Keuangan. dan penyajian data dan informasi. dan anggaran. c. program. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. dan c. dan pengelolaan data dan informasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. e. b. program.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan urusan hukum. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Bagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. dan f. b. serta evaluasi dan penyusunan laporan. rumah tangga. dan Hubungan Masyarakat. c. dan anggaran. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Hukum. Organisasi. Bagian Program dan Informasi. b. pengolahan.

dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan c. penataan organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. evaluasi dan penyusunan laporan. b. Bagian Hukum. ketatalaksanaan. program. pengolahan. b. 124 jabatan fungsional dan . Pasal 538 Bagian Hukum. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. penyiapan urusan hukum. dan anggaran. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. Organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. organisasi. Subbagian Program.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan c. Organisasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Organisasi. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 536 Bagian Hukum. serta penyajian data dan informasi. dan hubungan masyarakat.

dan c. Pasal . (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. kearsipan dan gaji. pengelolaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. 125 . pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. tata persuratan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. b. Subbagian Anggaran. Subbagian Kepegawaian. pembukuan dan akuntansi. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. gaji. pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. rumah tangga. urusan tata usaha keuangan. dan c. kearsipan. dan c. b.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan.

standar. dan kriteria. penyiapan penyusunan norma. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan penyusunan norma. kearsipan dan urusan gaji. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. 126 . b. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. mutasi pegawai. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. prosedur. dan pengisian jabatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Rumah Tangga. c. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. Pasal 547 a. dan c. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur.b. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. d.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Seksi Analisis Harga Obat. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Standardisasi Harga Obat . Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. d. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. c. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. prosedur.e. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta bimbingan teknis. b. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan f. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. dan f. Pasal 554 127 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . dan penyusunan norma. Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. d. standar. b. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. pemantauan. standar. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. kajian. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. pengendalian. dan pemantauan harga obat. dan b. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria.(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria harga obat. standar. Pasal 559 128 . Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. serta bimbingan teknis. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. prosedur. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. pengendalian. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. prosedur. dan d. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan . Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. c.

dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. 129 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan norma. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. evaluasi. standar. pemantauan. dan penyusunan norma.Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pengendalian. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. dan b. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. b. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. pemantauan. dan d.

Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. 130 . Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan b. standar.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. prosedur. dan b.

standar. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a. d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi. Subdirektorat Farmasi Klinik. farmasi komunitas. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma. b. farmasi komunitas. dan c. Subdirektorat Farmasi Komunitas. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. standar. dan f. Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. b. farmasi komunitas. 131 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. prosedur. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Subbagian Tata Usaha. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. pemantauan. dan f. Subdirektorat Standardisasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang standardisasi. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. c. farmasi komunitas. dan penyusunan norma. c. prosedur. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. e. standar. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. penyiapan penyusunan norma. farmasi komunitas. prosedur. e. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. b.

b. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. prosedur. dan b. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. prosedur. standar. Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. dan b. dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang farmasi komunitas. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. prosedur. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. dan penyusunan norma. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. 132 . dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. prosedur. c. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. dan penyusunan norma. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. penyusunan norma.

bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. standar. prosedur. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. c. 133 . dan kriteria di bidang farmasi klinik. pengendalian. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. prosedur. b. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik.(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. standar. penyiapan bahan pemantauan. penyusunan norma. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. prosedur. dan b.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. penyusunan norma. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 134 . Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. standar. penyiapan bahan pengendalian. b. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional.

Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. inspeksi. bimbingan teknis. standar. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. e. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. c. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. e. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. inspeksi. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. dan f. inspeksi. dan f. standar. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. standar. d. inspeksi. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. c. b. b. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyusunan norma. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. inspeksi. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. 135 . prosedur. dan kriteria di bidang penilaian. dan kriteria. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan.

standar. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. b. dan kriteria serta bimbingan teknis. (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. standar. dan d. 136 . pemantauan. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. bimbingan teknis. dan b. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. bimbingan teknis. standar. prosedur. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . penyiapan bahan penyusunan norma. standar.c. pemantauan. c. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyusunan norma.

dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. evaluasi. dan d. 137 . evaluasi. Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. penyiapan bahan pemantauan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. standar. b. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Produk Diagnostik Invitro. dan kriteria. dan b. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. dan kriteria. pemantauan. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. pemantauan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria di bidang inspeksi produk. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. prosedur. standar.

dan kriteria. dan (2) 138 . Seksi Inspeksi Produk. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. pemantauan. pemantauan. c. prosedur. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. standar. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. serta bimbingan teknis. dan kriteria. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. b. dan kriteria. dan penyusunan norma. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga.Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. prosedur. standar. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. pemantauan.

dan kriteria. standar. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Standardisasi Produk. dan penyusunan norma. prosedur. standar. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. pemantauan. standar. prosedur. dan kriteria. prosedur. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta bimbingan teknis. dan kriteria. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian.d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pemantauan. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis.

pengendalian. penyusunan norma. dan g. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Psikotropika. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a. d. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. e. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis. prosedur. f. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. e. prosedur. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. perizinan. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pengendalian. d. c. 140 . prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma.a. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pemantauan. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. c. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. dan f. b. standar. standar. dan kriteria. b. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. pengendalian. standar. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. dan kriteria. d. pemantauan. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. dan e. pemantauan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan. bimbingan teknis. dan b. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. standar. penyusunan norma. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. standar. dan b. Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. pengendalian. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. 141 . c. b. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. perizinan. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a.

dan sediaan farmasi khusus dan makanan. psikotropika. psikotropika. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. pengendalian. 142 . b. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. Psikotropika. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan kriteria. standar.Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. psikotropika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. Prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. prekursor. bimbingan teknis. perizinan. prosedur. pemantauan. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. prekursor. prekursor. prekursor. prekursor. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. c. Psikotropika. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. standar. d. pemantauan. dan sediaan farmasi khusus. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. bimbingan teknis. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. penyusunan norma. Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. psikotropika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. pengendalian. psikotropika. dan e. psikotropika. prekursor. Prekursor.

c. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. pemantauan. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika. prosedur. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Seksi Narkotika. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. perizinan. serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Prekursor Farmasi. standar. standar. prosedur. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. penyiapan bahan pemantauan. Psikotropika. Psikotropika. Prekursor. standar. pemantauan. Psikotropika. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan prekursor farmasi. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. perizinan. dan kriteria. 143 . psikotropika. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. d. dan e.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. serta bimbingan teknis. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan kriteria. standar. serta bimbingan teknis. pemantauan. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat.

dan b. Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. Seksi Kerjasama. 144 . serta bimbingan teknis. DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. standar. prosedur. pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. TUGAS. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan . BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. dan kriteria.Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a.

c. dan e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. Inspektorat IV. c. Inspektorat Investigasi. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . pemantauan. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. f. e. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. reviu. d. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. Inspektorat II. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. Inspektorat III. b. b. g. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. d.

program. dan anggaran. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Bagian Program dan Informasi. pelayanan informasi pengawasan. kepegawaian. dan c. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyusunan rencana. Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. dan anggaran. dan b. d. 146 . Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. b. program. e. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. dan anggaran. keuangan. serta dokumentasi. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. dan b. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Program. b. penyajian data. dan dokumentasi. c. dan dokumentasi. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Umum. program. pelaksanaan urusan tata usaha. pengolahan.a. program.

dan b. pengumpulan. perlengkapan. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan. analisis. penyimpanan berkas. dan rumah tangga. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. penyajian laporan hasil pengawasan. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji.Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. analisis laporan hasil pengawasan. pengolahan. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. dan. b. penyimpanan berkas. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan b. analisis. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. pencatatan. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal. pencatatan. 147 . Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.

pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan b. dan b. pemantauan.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. reviu. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan. Subbagian Keuangan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan kepegawaian. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. evaluasi. Subbagian Kepegawaian. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. 148 .

pemantauan. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Subbagian Tata Usaha. urusan tata persuratan. reviu. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . c. dan d. 149 . pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. reviu. evaluasi.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. reviu. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. b. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. dan b. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I. administrasi keuangan. kearsipan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. b.

b. Subbagian Tata Usaha. reviu.c. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. dan b. dan d. penyusunan laporan hasil pengawasan. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. 150 . BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. administrasi keuangan. Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a. pemantauan. kearsipan. penyusunan laporan hasil pengawasan. c. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. b. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. reviu. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. urusan tata persuratan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

c.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. reviu. urusan tata persuratan. administrasi keuangan. kearsipan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. urusan tata persuratan. evaluasi. b. Subbagian Tata Usaha. administrasi keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. 151 . kearsipan. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. reviu. Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. evaluasi. dan d. dan b. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. dan b. administrasi keuangan. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. kearsipan. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya. b. e. Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. urusan tata persuratan. 152 . Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a. c.

penyusunan kebijakan teknis.(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 153 . pemantauan. (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. TUGAS. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. b. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. dan d.

d. penataan organisasi. Publikasi. 154 . dan Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan penyusunan rencana. kerja sama. pemantauan. program. dan d. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. c. e. dan laporan. b. Organisasi. dan penunjang pembinaan profesi. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. b. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik. d. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Sekretariat Badan. c. anggaran. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. e. utilisasi.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. promosi. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. evaluasi. Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan Kepegawaian. tata usaha. penyiapan urusan hukum. dan Diseminasi. Bagian Keuangan dan Umum. rumah tangga. c. Bagian Informasi. dan perlengkapan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. pelaksanaan urusan keuangan. diseminasi. dan Pemberdayaan Masyarakat. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Hukum. dan Pusat Humaniora. b. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebijakan Kesehatan.

evaluasi. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. dan c. pengelolaan kepegawaian. dan c. Organisasi. Subbagian Anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. b. evaluasi. anggaran. dan pengembangan pegawai. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. pelaksanaan pengembangan pegawai. pemantauan. penyusunan anggaran. dan laporan.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan c. Pasal 683 Bagian Hukum. Bagian Hukum. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program. b. dan penyusunan laporan. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. penataan organisasi. program. Organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi. b. 155 . pemantauan. Subbagian Program. dan penyusunan laporan. evaluasi. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a.

kerja sama. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Informasi. dan ketatausahaan pegawai. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. Publikasi. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. Subbagian Hukum dan Organisasi. kesejahteraan pegawai. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. dan c. utilisasi. jabatan fungsional peneliti. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai. pengangkatan pegawai. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Publikasi. etika. Pasal 687 Bagian Informasi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. tugas dan izin belajar. Publikasi. Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. dan c. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. dan kerja sama. dan Diseminasi terdiri atas : a. utilisasi. pemindahan. dan hubungan masyarakat. b. Organisasi. dan Kepegawaian terdiri atas : a. pemberhentian.Pasal 685 Bagian Hukum. penataan organisasi. pelaksanaan diseminasi. disiplin. pengembangan karir. pelaksanaan dokumentasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Dokumentasi. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. b. promosi. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. dan c. kenaikan pangkat. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. Pasal 689 Bagian Informasi. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. b. pensiun pegawai. diseminasi. Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. 156 . jabatan fungsional non peneliti. dan penunjang pembinaan profesi. dan Perpustakaan. dan perpustakaan. serta pembinaan profesi peneliti. Publikasi.

Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. rumah tangga. utilisasi. protokol. dan pelayanan pimpinan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. 157 (2) (3) . akuntansi. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan. Subbagian Keuangan. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. dan pelayanan perpustakaan. dan c. verifikasi. dan perlengkapan. dan hubungan masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha. penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. dan c. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. pengelolaan urusan keuangan . tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. (2) Subbagian Dokumentasi. b. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. pembinaan perbendaharaan. kearsipan. dan kerja sama. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi keuangan. gaji. dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Publikasi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. b.

b. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Bidang Biomedis. c. dan c. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. 158 . rencana. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. program. dan anggaran. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan keuangan. kepegawaian dan umum. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. penyusunan rencana. anggaran. pemantauan. dan c. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. pemantauan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. program. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. b. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . evaluasi dan laporan.

dan b. kepegawaian. dan b. evaluasi. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. mikrobiologi. Subbagian Keuangan. pelayanan pimpinan. parasitologi. serta gaji. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. patologi. Subbidang Biomedis Manusia. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Subbagian Program dan Kerja Sama. perlengkapan. pelaksanaan penelitian. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pelaksanaan penelitian. dan b. program. protokol. sel punca (stem cells).Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. utilisasi. (2) Subbagian Keuangan. imunologi. Kepegawaian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. tata persuratan. fisiologi. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. dan penyusunan laporan. diseminasi. umum. 159 . Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. nutrigenomik dan nutrigenetik. bioinformatika. anggaran. rumah tangga. genomik dan proteomik. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. meliputi biologi kedokteran. promosi hasil penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. biokimia. Kepegawaian dan Umum. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. biomolekuler dan farmakologi. Subbidang Biomedis Non Manusia. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.

serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. dan b. sel punca (stem cells). dan b. imunologi. genomik dan proteomik. fisiologi. Gizi dan Makanan. patologi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. agen serta biomedis non manusia lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. pelaksanaan penelitian. meliputi biomedis reservoir dan vektor. pelaksanaan penelitian. Perbekalan Kesehatan. teknologi farmasi. nutrigenomik dan nutrigenetik. bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. perbekalan kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. biomolekuler dan farmakologi. gizi dan makanan. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. biokimia. (2) 160 . teknologi rekayasa lingkungan. pengobatan dan pencegahan. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. parasitologi. meliputi biologi kedokteran. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. mikrobiologi.

dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan c. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. d. 161 (2) . perbekalan kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. pelaksanaan pembinaan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. b. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. Bidang Epidemiologi Klinik. Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. c. pemantauan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . b. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. Perbekalan Kesehatan. dan e. koordinasi. gizi dan makanan. Bagian Tata Usaha. BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a.

penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. dan b. program. 162 . utilisasi. (2) Subbagian Keuangan. umum. dan anggaran. anggaran. pelaksanaan urusan keuangan. dan c. makanan. tata persuratan. evaluasi dan laporan. kepegawaian. pelayanan pimpinan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. program.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. Kepegawaian. Kepegawaian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. gizi. dan uji obat bahan alam. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Program dan Kerja Sama. dan penyusunan laporan. penyusunan rencana. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan umum. uji obat dan vaksin. Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. rumah tangga. evaluasi. pemantauan. pengembangan. kepegawaian. anggaran. Subbagian Keuangan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. perlengkapan. evaluasi dan penyusunan laporan. protokol. dan gaji. dan Umum. pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. b. program. kedokteran klinik. diseminasi. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. perbekalan kesehatan. Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. teknologi kesehatan. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. obat tradisional. dan b. bahan obat. dan b. kosmetika. pelaksanaan penelitian. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan. dan kedokteran klinik. pelaksanaan penelitian. Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. pelaksanaan penelitian. kebijakan di bidang 163 . serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran.

penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. kanker. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang. dan c. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. dan b. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. penyakit kronis dan degeneratif lainnya. pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian. 164 . Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. diabetes melitus dan metabolik lainnya.b.

Subbagian Keuangan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. pelaksanaan urusan keuangan. dan c. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Bidang Sumber Daya Kesehatan. c. Kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha. dan Umum. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. dan umum. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. pemantauan.b. evaluasi. 165 . Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. kepegawaian. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Bidang Upaya Kesehatan. Subbagian Program dan Kerja Sama. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. program. dan penyusunan laporan. b. evaluasi dan laporan. pemantauan. pemantauan. b. dan e. anggaran. penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. program. utilisasi. program. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. d. diseminasi. dan c. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pemantauan. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a. anggaran. dan b. dan anggaran.

serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. gizi dan makanan. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. kepegawaian. pelayanan pimpinan.(2) Subbagian Keuangan. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. Kepegawaian. pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. pelaksanaan penelitian. serta faktor lainnya. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. perlengkapan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. umum. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. protokol. kesehatan ibu. kesehatan kerja. kesehatan tradisional. kesehatan olah raga. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. remaja. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. anak. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. dan gaji. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. komplementer dan alternatif. kesehatan reproduksi. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. kesehatan jiwa. sosial ekonomi. tata persuratan. geografi. pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit. 166 . bayi. serta penyiapan bahan penyusunan. kesehatan matra. rumah tangga. peningkatan kesehatan. kesehatan sekolah. dan b.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. balai pengobatan. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. b. tempat kerja. fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. dan c pelaksanaan penelitian. permukiman. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. praktik tenaga kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. 167 . serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. fasilitas dan perbekalan kesehatan. tempat rekreasi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. klinik pelayanan kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik. Subbidang Sumber Daya Manusia. rumah bersalin. puskesmas.Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan.

BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. kebijakan kesehatan. evaluasi dan laporan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan pemberdayaan masyarakat. dan pemberdayaan masyarakat. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. 168 . Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan pemberdayaan masyarakat. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. kebijakan kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. dan anggaran. Pusat Humaniora. d. kebijakan kesehatan. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. KEBIJAKAN KESEHATAN. kebijakan kesehatan. dan e. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. pemantauan. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. Kebijakan Kesehatan. rencana. c. Kebijakan Kesehatan. b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Humaniora Kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat. dan c. Bagian Tata Usaha. dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. Pasal 742 Pusat Humaniora. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. program. evaluasi. Kebijakan Kesehatan.

dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. penyusunan rencana. dan gaji. dan penyusunan laporan. demografi. Kepegawaian. dan pemberdayaan masyarakat. program. kepegawaian. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. dan b. b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. Kepegawaian. protokol. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. 169 . evaluasi. promosi hasil penelitian dan pengembangan. anggaran. dan c. pemantauan. pelayanan pimpinan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. evaluasi. dan budaya. program. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. Subbagian Keuangan. rumah tangga. dan umum. umum. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan Umum. (2) Subbagian Keuangan. tata persuratan. Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. pelaksanaan penelitian. perlengkapan. diseminasi. Subbagian Program dan Kerja Sama. dan penyusunan laporan. psikologi. pemantauan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. anggaran. ekonomi. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan keuangan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. kebijakan kesehatan. kebijakan kesehatan. utilisasi. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. kepegawaian. dan pemberdayaan masyarakat.

Subidang Hukum dan Etika. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. c. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. ekonomi. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a. demografi. perilaku dan peran serta masyarakat. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. psikologi. dan pelaksanaan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan. c. pelaksanaan penelitian. Subbidang Sosial. pelaksanaan pengkajian desentralisasi.b. budaya. Ekonomi. b. Pasal 749 teknologi kesehatan. dan Budaya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Ekonomi. filsafat. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. etika. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. etika. dan pelaksanaan penelitian. filsafat. pertahanan dan keamanan. 170 . pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum. Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. dan b. dan ilmu terkait lainnya. pelaksanaan penelitian. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. serta pengkajian desentralisasi.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. TUGAS. (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. b. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi. Subbidang Analisis Kebijakan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. 171 . Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian.

pengelolaan data dan informasi. e. c.Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. dan d. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. c. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. terdiri atas: a. program. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. b. dan anggaran. penyusunan kebijakan teknis. Sertifikasi. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. 172 . pemantauan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. d. b. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Sekretariat Badan. dan Pusat Standardisasi. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. koordinasi dan penyusunan rencana. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a.

dan penyusunan laporan. g. dan penyajian data dan informasi. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. b. pengolahan. Bagian Hukum. dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. program. dan hubungan masyarakat. b. 173 . jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan. kearsipan. dan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. pengumpulan. program. c. dan anggaran. serta pemantauan. evaluasi. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. d. d. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Program dan Anggaran. e. dan gaji. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. pengolahan. rumah tangga. dan Hubungan Masyarakat. dan pemantauan.c. dan anggaran. penyiapan urusan hukum. dan pemantauan. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. dan penyusunan laporan. Bagian Program dan Informasi. c. dan perlengkapan. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. f. Subbagian Data dan Informasi. pengelolaan urusan keuangan. Organisasi. dan pengelolaan data dan informasi. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. penataan organisasi. b. program. c. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana.

c. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi. pelaksanaan urusan hukum. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. 174 . dan ketatalaksanaan. Bagian Hukum. Organisasi. b. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. b. rumah tangga. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Subbagian Hukum. dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. dan perlengkapan. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Organisasi. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. evaluasi.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan hubungan masyarakat. Pasal 766 Bagian Hukum. penataan organisasi. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. pelaksanaan penataan. d. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. c. c. b. pengelolaan anggaran. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770. Pasal 768 Bagian Hukum. evaluasi organisasi. dan pelaporan pelaksanaan program. Organisasi.

Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pemberhentian. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan gaji. b. dan pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional. dan ganti rugi. pembukuan. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. b. c. tuntutan perbendaharaan. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. urusan tata usaha keuangan. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai. serta jabatan fungsional. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. 175 (2) (3) . Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan gaji. c. Subbagian Perbendaharaan. kearsipan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. c. tata persuratan. kearsipan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. b. dan akuntansi. pensiun dan mutasi pegawai. pengadaan.

Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. .(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan gaji. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. d. pemantauan. kearsipan. terdiri atas: 176 b. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. c. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri.

Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. c. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. e. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. d. dan Subbidang Program dan Pelaporan. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. penyusunan program. Subbidang Analisis Kebutuhan. terdiri atas: a. pemantauan. 177 (2) . dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. evaluasi. dan penyiapan bahan penyusunan program.a. pemantauan. pemantauan. b. b. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan.

Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. 178 (2) . Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. b. Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri.

keuangan. pengembangan dan pengendalian mutu. dan rumah tangga Pusat. pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. 179 (2) . BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. b. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. kepegawaian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a.

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. b. Subbidang Pendidikan. b. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. (2) . Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. 184 b.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan Subbidang Pelatihan. b. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. dan Subbidang Pengembangan. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Program. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a.

Subbidang Standardisasi. terdiri atas: a. kepegawaian.Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. dan rumah tangga Pusat. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. (2) (2) 185 . Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. keuangan. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. b. dan Subbidang Pemantauan.

i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. pemantauan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. d. evaluasi. 186 . Subbagian Tata Usaha. Pasal 828 Pusat Standardisasi. c. Bidang Perencanaan dan Program. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI. Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. Sertifikasi. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. Sertifikasi. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. b. Pusat Standardisasi. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Sertifikas. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. c. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. e. d. SERTIFIKASI. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan.

Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833. dan laporan di bidang standardisasi. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829. Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. Subbidang Program. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi. sertifikasi. sertifikasi. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. evaluasi. pemantauan. evaluasi. dan b. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi. sertifikasi. terdiri atas: a. sertifikasi. Subbidang Perencanaan. dan b.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. penyusunan program. sertifikasi.

b. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan.a. b. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) 188 . penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. dan b. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. b.

d. keuangan. Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. c. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. Staf Ahli Bidang Mediko Legal.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. dan e. dan rumah tangga Pusat. (2) 189 . (2) Dalam melaksanakan tugas. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. b. kepegawaian. Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu.

190 . (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal. (3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. analisis dan diseminasi informasi. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi. (2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. TUGAS. Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan. serta pengembangan sistem informasi dan bank data.

dan perlengkapan. e. tata usaha. pengembangan sistem informasi dan bank data. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. c. d. pelaksanaan administrasi Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan. dan f. pengelolaan urusan keuangan. pemantauan.Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. Bagian Tata Usaha. umum. pemantauan. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. kerumahtanggaan. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. program. analisis dan diseminasi informasi. evaluasi. b. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan laporan serta administrasi. pelaksanaan pengumpulan. b. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. dan c. Subbagian Keuangan. b. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Program dan Evaluasi. d. b. . dan c. 191 . pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan anggaran. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Bidang Statistik Kesehatan. penyusunan rencana. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi.

pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. dan perlengkapan . dan b. pengumpulan.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. serta pemantauan. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. dan b. (2) Subbagian keuangan. kearsipan. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. tata persuratan. rumah tangga. program. 192 . Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. dan anggaran. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. (2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan.

Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Diseminasi Informasi. 193 . Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. pengelolaan bank data kesehatan. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi. analisis data kesehatan. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. Subbidang Analisis Data Kesehatan. (2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan. diseminasi informasi kesehatan. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Subbidang Bank Data. dan b. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. dan b. pengembangan sistem informasi kesehatan. dan b. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a.

multilateral dan regional di bidang kesehatan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan kebijakan teknis. d. Bagian Tata Usaha. b. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. pemantauan. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. 194 . rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri.BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. b. TUGAS. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. c. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. dan d. pelaksanaan administrasi Pusat.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. tata persuratan. Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbidang Kesiapsiagaan. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. dan b. dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. mitigasi. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a. Bidang Pencegahan. kearsipan. koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Mitigasi. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 889 Bidang Pencegahan. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . pembayaran gaji. dan rumah tangga. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Mitigasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Mitigasi. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. Pasal 891 Bidang Pencegahan.

penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Informasi. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Pemulihan. dan b.a. 200 . (2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. (2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. dan b. Subbidang Tanggap Darurat. Subbidang Pemantauan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. dan b. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. dan b. Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan.

koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. c.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. pelaksanaan advokasi. c. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Bidang Jaminan Kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. b. Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. evaluasi. Bidang Pembiayaan Kesehatan. pemantauan. d. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. b. Bagian Tata Usaha. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis. TUGAS. sosialisasi. dan e. 201 .

dan evaluasi. dan c. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi. dan e. penyusunan pedoman. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana. b. rencana dan anggaran. Subbagian Sistem Informasi. dan Evaluasi. pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. dan c. kerumahtanggaan serta perlengkapan. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan perlengkapan. tata persuratan kerumahtanggaan. Subbagian Program dan Anggaran. tata persuratan dan kearsipan.d. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. dan administrasi Pusat. dan anggaran. Subbagian Kepegawaian dan Umum. peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. monitoring. Monitoring. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. umum. Monitoring. program. umum. 202 . Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. (2) Subbagian Sistem Informasi. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan.

koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan advokasi. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. sosialisasi. Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. analisis kesinambungan biaya kesehtan. b. sosialisasi. koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. penyiapan advokasi. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. sosialisasi. (2) 203 . dan b. analisis mobilisasi sumber dana.

dan b. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi. sosialisasi. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. dan c. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. penyiapan advokasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan jaminan kesehatan non penerima upah. dan jaminan kesehatan non penerima upah. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi. Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyusunan. dan jaminan kesehatan non penerima upah. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. sosialisasi. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan. sosialisasi. 204 . perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela.

dan berbagai pedoman. penyusunan. perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan. Subbidang Kendali Mutu. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. (2) 205 .Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. koordinasi manfaat. sosialisasi. Subbidang Pengembangan Jaringan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. b. analisis utilisasi. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. perumusan kebijakan. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan. serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan. penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan. penyusunan. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan c. dan b. penyiapan advokasi. Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara .

rencana dan program di bidang komunikasi publik. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. pemantauan. b. pelaksanaan administrasi Pusat. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. c. TUGAS. Bagian Tata Usaha. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. evaluasi. Bidang Pelayanan Informasi Publik. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. dan d. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik. c. b.BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. Bidang Media Massa dan Opini Publik. penyusunan kebijakan teknis. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. 206 . pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga.

Subbagian Keuangan. tata usaha. pemantauan. dan e. dan perlengkapan. dan b. umum. rumah tangga dan perlengkapan. program. Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik. penyusunan rencana. pelaksanaan penyusunan opini publik. evaluasi. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. dan c. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. b. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929.d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi. dan laporan. pemantauan. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan laporan serta administrasi Pusat. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. 207 . tata persuratan. evaluasi dan laporan. kerumahtanggaan. umum. dan anggaran. Bidang Hubungan Antar Lembaga. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. kearsipan. dan c. b. pemantauan. pengelolaan urusan keuangan. program. dan anggaran.

Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa. Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. Subbidang Media Massa. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi. Subbidang Opini Publik. dan b. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan. dokumentasi. (2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. perpustakaan. data dan informasi komunikasi publik. dan dokumentasi. dan b. 208 . dan pameran. Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik. pengelolaan isu strategis. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a. dan b.

dan b. swasta. lingkungan internal dan eksternal.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. swasta. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a. lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga. dan b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara. lingkungan internal dan eksternal. Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. 209 . penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat.

dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. TUGAS. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. c. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Tata Usaha. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. c. evaluasi. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. d. b. e. b. pelaksanaan administrasi Pusat. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan g. Bidang Advokasi dan Kemitraan. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan. 210 . pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. f. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala.

kerumahtanggaan. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. pengelolaan urusan keuangan. dan anggaran. evaluasi dan laporan. pengelolaan urusan umum. dan e. pemantauan. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. dan c. Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. dan laporan serta administrasi Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. rencana dan anggaran. b. b. Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. serta evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi. tata usaha. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan perlengkapan. Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program. dan perlengkapan. pemantauan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. tata persuratan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. kepegawaian. penyusunan rencana. dan c.d. Subbagian Program dan Evaluasi. kearsipan rumah tangga. program. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Keuangan.

Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. 212 . dan b. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. dan b. Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. Subbidang Kemitraan. Subbidang Advokasi. dan b. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. pelaksanaan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. koordinasi. koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Peran Serta Masyarakat.a. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program.

(2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. penyiapan bahan penyusunan. koordinasi. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. monitoring. penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. pelaksanaan. Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. koordinasi. Subbidang Pengembangan Teknologi. 213 . Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. koordinasi. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. dan b. penyusunan. dan b. Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Subbidang Pengembangan Metode. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a. pelaksanaan. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan.

pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan.BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pelaksanaan administrasi Pusat. b. peningkatan kemampuan. rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. 214 . dan e. penyusunan kebijakan teknis. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. Bagian Tata Usaha. pemeliharaan. pengkajian inteligensia kesehatan. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. b. c. pemantauan. TUGAS. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. d.

pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. Subbagian Keuangan dan Umum. Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. evaluasi dan pelaporan. dan anggaran. dan b. b. evaluasi. penyusunan rencana. serta rumah tangga. dan d. dan c. program. Subbagian Program dan Anggaran. program. pemantauan. remaja. dan perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. umum. dewasa dan lanjut usia. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . pemantauan. pembayaran gaji. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan keuangan. dan administrasi Pusat. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. kerumahtanggaan. Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. pelaporan. urusan kepegawaian. tata persuratan. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. pemantauan.c. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. evaluasi dan laporan. tata persuratan. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. dan anggaran.

penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. degeneratif. koordinasi pelaksanaan. dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi pelaksanaan. remaja. pengkajian inteligensia kesehatan.a. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan.dan b. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Inteligensia Anak. b. pengkajian. degeneratif. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. degeneratif. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan Lanjut Usia. dan c. Dewasa. Subbidang Inteligensia Remaja. 216 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. dewasa dan lanjut usia. pengkajian. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. dewasa. Dewasa. penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. dan lanjut usia. terdiri atas: a. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. remaja. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. (2) Subbidang Inteligensia Remaja. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. dewasa dan lanjut usia. b.

Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. terdiri atas: a. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. b. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. koordinasi pelaksanaan. koordinasi pelaksanaan. dan sistem persyarafan. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan. BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pendayagunaan. TUGAS. serta penyakit vaskuler otak. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan.

pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. evaluasi. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. pengendalian kesehatan jemaah. b. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. pengendalian kesehatan jemaah. c. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. penyehatan lingkungan pemondokan. koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pengendalian kesehatan jemaah. penyehatan lingkungan pemondokan. 218 . c. penyehatan lingkungan pemondokan. dan d. pelayanan medis. pelayanan medis. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. Subbagian Tata Usaha. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan administrasi Pusat. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pelayanan medis. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. pemantauan. dan d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal.a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a.

pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan. pengelolaan sediaan farmasi. Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. dan b. pelatihan dan pengerahan tenaga. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. dan d. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah.Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985. 219 . (2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. b. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. c. Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. pemberian bimbingan teknis pelayanan.

Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. rumah tangga. Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. 220 . dan d. dan b. serta kepegawaian. perlengkapan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. kearsipan. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan b. dan keuangan. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. bimbingan teknis peningkatan kesehatan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. c.

ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 221 .BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi.

BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. 222 . dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. integrasi. wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan. Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful