PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan; 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 7. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;
1

Mengingat

:

8. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor : B/1640/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 20 Juli 2010 MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kesehatan dipimpin oleh Menteri Kesehatan. Pasal 2 Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
2

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kesehatan terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan; Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak; Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat; Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan; Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi; Staf Ahli Bidang Mediko Legal; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kerja Sama Luar Negeri; Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Pusat Komunikasi Publik; Pusat Promosi Kesehatan; Pusat Inteligensia Kesehatan; dan Pusat Kesehatan Haji. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 5 (1) Sekretaris Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
3

Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kesehatan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kesehatan.

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. c. d. e. Biro Perencanaan dan Anggaran; Biro Kepegawaian; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum dan Organisasi; dan Biro Umum.

4

penyiapan penyusunan rencana dan penganggaran APBN di bidang kesehatan berbasis kinerja. penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan. Kebijakan. serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. e. dan 5 . anggaran. Bagian Perencanaan Strategis. Bagian APBN I . c. Kebijakan dan Program. Biro a. penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. serta keterpaduan program kegiatan prioritas. dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 9. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. serta sinkronisasi dan keterpaduan program kegiatan prioritas. penyiapan penyusunan rencana strategis. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. evaluasi. dan sinkronisasi. d. serta program. dan laporan. b. Pasal 12 Bagian Perencanaan Strategis. dan penyusunan rencana dan anggaran. Kebijakan dan Program menyelenggarakan fungsi : a. kebijakan. b. Bagian APBN III . penyusunan dan penetapan rencana strategis. Bagian Perencanaan Strategis. standar biaya. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 12.BAGIAN KETIGA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Pasal 9 Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. kebijakan dan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bagian APBN II . petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer.

dan tugas pembantuan. monitoring. Pasal 14 Bagian Perencanaan Strategis. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. (2) Subbagian Program Pembangunan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan anggaran belanja transfer bidang kesehatan. b. standar biaya. serta merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. Subbagian Program Pembangunan Kesehatan. laporan. evaluasi. evaluasi. Kebijakan dan Program terdiri atas : a. 6 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 16 Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. serta pembuatan nota keuangan dan lampiran pidato Presiden. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) / Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. dan merekapitulasi hasil penetapan perencanaan dan anggaran serta pencapaian hasil indikator yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah dan kebijakan kesehatan yang bersifat prioritas. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Strategis dan Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana strategis dan kebijakan dalam rangka sinkronisasi dan integrasi program kegiatan prioritas bidang kesehatan serta evaluasi dan analisis hasil pencapaian indikator program kegiatan prioritas bidang kesehatan. petunjuk teknis pelaksanaan kementerian/lembaga lain serta evaluasi dan analisis pelaksanaan kegiatan belanja transfer.c. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan c. dan laporan. dekonsentrasi.

Subbagian Perencanaan. Subbagian Anggaran. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. dan tugas pembantuan. Bagian APBN I menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan pelaporan. dan c. penelaahan dan penyusunan anggaran. dekonsentrasi. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. dan laporan. dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. b. 7 . evaluasi. dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pada satuan kerja kantor pusat. Pasal 18 Bagian APBN I terdiri atas : a. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan tugas pembantuan. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. Pasal 20 Bagian APBN II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. kantor daerah / Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. Pasal 19 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. b. penelaahan dan penyusunan rencana. standar biaya. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. evaluasi dan laporan.

Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk satuan kerja kantor pusat. dan tugas pembantuan. pada satuan kerja kantor pusat. evaluasi dan pelaporan. Pasal 24 Bagian APBN III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana dan anggaran di bidang kesehatan berbasis kinerja. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. b. Subbagian Anggaran. standar biaya. dekonsentrasi. 8 . dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penelaahan dan penyusunan rencana. dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. Bagian APBN II menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Perencanaan. Pasal 23 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran.Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. dan laporan. Pasal 22 Bagian APBN II terdiri atas : a. penelaahan dan penyusunan anggaran. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. dan tugas pembantuan. evaluasi dan laporan. program-program yang ada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. dan c. evaluasi. b. dan tugas pembantuan. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersumber dari belanja Kementerian baik Rupiah Murni. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat.

(2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan anggaran dan dokumen anggaran berbasis kinerja serta standar pembiayaan pada satuan kerja kantor pusat. petunjuk teknis perencanaan pada satuan kerja kantor pusat. b.Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. dan c. pada satuan kerja kantor pusat. Bagian APBN III menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 27 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana dan program berbasis kinerja bidang kesehatan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan data dan informasi anggaran. Pasal 26 Bagian APBN III terdiri atas : a. dan c. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal. evaluasi dan pelaporan. penelaahan dan penyusunan anggaran. dan tugas pembantuan. Subbagian Anggaran. penelaahan dan penyusunan rencana. b. kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. dan tugas pembantuan. dan tugas pembantuan. evaluasi dan laporan. dekonsentrasi. 9 . kantor daerah/Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal dekonsentrasi. Subbagian Perencanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. b. d. c. Pasal 31 Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan pegawai. dan penugasan khusus. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. e. Bagian Pengadaan Pegawai. dan pelaksanaan urusan umum dan kesejahteraan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai. pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. 10 . penyusunan formasi dan evaluasi penempatan pegawai negeri sipil. pelaksanaan pengadaan pegawai. c. Bagian Pengadaan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. d. Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan urusan mutasi pegawai. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. dan c. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai.BAGIAN KEEMPAT BIRO KEPEGAWAIAN Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pegawai tidak tetap. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. b. b. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a.

(3) Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai tidak tetap dan penugasan khusus. b. Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan c. 11 . b.Pasal 33 Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 38 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat mempunyai tugas melakukan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. b. dan c. Pasal 34 (1) Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi pegawai negeri sipil. Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. dan pensiun pegawai. pelaksanaan pemindahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. (2) Subbagian Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan seleksi dan pengangkatan pegawai negeri sipil. Subbagian Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap dan Penugasan Khusus. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Informasi dan Tata Naskah. pegawai tidak tetap dan penugasan khusus serta evaluasi penempatan. pelaksanaan penyelesaian administrasi kenaikan pangkat. pemberhentian dan pensiun pegawai. Subbagian Penyusunan Formasi dan Kebutuhan Pegawai. pemberhentian. pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. (2) Subbagian Pemindahan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyelesaian pemindahan. dan c. Subbagian Kenaikan Pangkat. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a.

Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 42 (1) Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja. Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 41 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Penilaian dan Pengembangan Karier. 12 . pelaksanaan administrasi tenaga kesehatan strategis. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. administrasi kesejahteraan pegawai. dan c. ujian dinas dan pengisian jabatan struktural. Subbagian Administrasi Tenaga Strategis. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. dan pengisian jabatan struktural. pelaksanaan penilaian kinerja. Pasal 43 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan peraturan kepegawaian.(3) Subbagian Informasi dan Tata Naskah mempunyai tugas melakukan pengelolaan informasi dan tata naskah kepegawaian. b. ujian dinas. tugas dan izin belajar. dan c. pemberian penghargaan. pengembangan karier. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional. serta tata usaha Biro. (3) Subbagian Administrasi Tenaga Strategis mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kesehatan strategis. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kesehatan pegawai. Pasal 39 Bagian Pengembangan pengembangan pegawai.

(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. monitoring. administrasi kesejahteraan pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai. Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. monitoring. 13 . evaluasi dan laporan Biro. administrasi kesejahteraan pegawai. c. Subbagian Peraturan Kepegawaian. dan laporan. adminitrasi pemeriksaan kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil serta poliklinik kesehatan pegawai. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai.Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. b. Subbagian Tata Usaha Biro. penyusunan rencana. Pasal 46 (1) Subbagian Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan dokumentasi peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. evaluasi. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan peraturan kepegawaian dan penyelesaian masalah kepegawaian. dan d. b. (2) Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan pemberian penghargaan. dan c. Pasal 45 Bagian Umum dan Kesejahteraan Pegawai terdiri atas : a.

Pasal 50 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Pasal 49 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas : a. b. pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan. d. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. c. dan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan tata laksana keuangan dan urusan perbendaharaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. urusan perbendaharaan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. c. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan. e. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan.BAGIAN KELIMA BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA Pasal 47 Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. b. 14 . Bagian Penyusunan Laporan Keuangan. pelaksanaan urusan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. d.

Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan penyusunan laporan realisasi anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. dan c. b. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I. Pasal 54 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan laporan keuangan. Bagian Penyusunan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. pelaksanaan penyusunan catatan atas laporan keuangan. b. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III. b. dan c. 15 . Pasal 57 (1) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Pasal 56 Bagian Penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak.Pasal 52 Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan terdiri atas : a. pelaksanaan penyusunan laporan kekayaan bersih dalam neraca. Pasal 53 (1) Subbagian Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. dan c. Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II.

evaluasi dan laporan Biro. dan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyimpanan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. monitoring. Pasal 61 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai penatausahaan pengadaan. dan c. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. evaluasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. Subbagian Pengadaan. (3) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Kesehatan. 16 . penyiapan penyusunan rencana. dan laporan. (2) Subbagian Penyusunan Laporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan realisasi anggaran dan kekayaan bersih dalam neraca serta catatan atas laporan keuangan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. b. monitoring. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 58 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan mempunyai melaksanakan urusan penatausahaan pengadaan dan penyimpanan. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 60 Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan terdiri atas : a. d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. tugas melakukan penyiapan urusan tugas (2) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan penyimpanan. pelaksanaan urusan penatausahaan pengadaan. pelaksanaan urusan penatausahaan penyimpanan. Bagian Penatausahaan Pengadaan dan Penyimpanan menyelenggarakan fungsi : a. b.

(2) Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan pemanfaatan barang milik negara. dan c. pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara.Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. dan c. b. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan penghapusan barang milik negara. Pasal 65 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penatausahaan barang milik negara. 17 . pelaksanaan penatausahaan barang milik negara. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan penghapusan barang milik negara. pemanfaatan. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. b. pelaksanaan penghapusan barang milik negara. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas : a.

pelaksanaan urusan tata usaha Biro. d. penyusunan analisis jabatan. g. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja. Bagian Peraturan Perundang-Undangan menyelenggarakan fungsi : 18 . Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Kelembagaan. pembinaan ketatalaksanaan. serta penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. c. c. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. b.BAGIAN KEENAM BIRO HUKUM DAN ORGANISASI Pasal 66 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Pelayanan Hukum. koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum serta penyusunan rumusan perjanjian. koordinasi dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. f. dan i. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. pembinaan dan penataan kelembagaan. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi. h. pelayanan hukum. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Peraturan Perundang-Undangan. b. e. Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas : a. d.

penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan kodifikasi hukum di bidang upaya kesehatan dan kesekretariatan jenderal. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. 19 . b. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II. serta urusan dokumentasi. penyiapan penyusunan rumusan perjanjian. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III. b. dan c. sosialisasi. sosialisasi. dan kodifikasi hukum. sosialisasi. sosialisasi. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum. pelaksanaan urusan dokumentasi. penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. Pasal 73 Bagian Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan bantuan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.a. publikasi. penelitian dan pengembangan kesehatan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. publikasi. (2) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. dan c. pengawasan internal. b. serta urusan dokumentasi. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas : a. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan. serta urusan dokumentasi. kefarmasian dan alat kesehatan. dan kodifikasi hukum di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. dan c. publikasi. dan kodifikasi hukum di bidang gizi dan kesehatan ibu dan anak. Bagian Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. publikasi. dan penyusunan rumusan perjanjian. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I. (3) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan analisis peraturan perundang-undangan.

Subbagian Penyusunan Perjanjian. dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Penataan Kelembagaan. penyusunan analisis jabatan. b. b. Pasal 79 Bagian Kelembagaan terdiri atas : a. (3) Subbagian Penyusunan Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan rumusan perjanjian. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 80 (1) Subbagian Penataan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan kelembagaan. dan susunan serta uraian jabatan. Pasal 77 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan kelembagaan. penyusunan rencana. evaluasi jabatan dan beban kerja. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian bantuan hukum. dan d. Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi : a. dan c.Pasal 75 Bagian Pelayanan Hukum terdiri atas : a. b. c. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Tata Usaha Biro. penyusunan analisis jabatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi dan laporan Biro. penyiapan penataan kelembagaan. dan c. Pasal 76 (1) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum dan penyuluhan hukum. 20 . Subbagian Bantuan Hukum. Subbagian Analisis Jabatan. monitoring.

penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan c. Pasal 84 (1) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyusunan tata laksana dan penataan jabatan fungsional. Subbagian Tata Laksana. (2) Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik.(2) Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan analisis jabatan. fasilitasi pelaksanaan pelayanan publik. b. Subbagian Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik. pelaksanaan penataan jabatan fungsional. Pasal 83 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja terdiri atas : a. (3) Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. evaluasi jabatan dan beban kerja. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi kesehatan. monitoring. dan laporan. penyusunan tata laksana. koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. dan fasilitasi sistem dan prosedur desentralisasi bidang kesehatan. d. Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 81 Bagian Ketatalaksanaan dan Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan tata laksana. e. dan susunan serta uraian jabatan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. 21 . evaluasi. c. Subbagian Fasilitasi Sistem dan Prosedur Desentralisasi Kesehatan.

BAGIAN KETUJUH BIRO UMUM Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, keprotokolan, rumah tangga, keuangan, dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85, Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pengelolaan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan; pengelolaan urusan tata usaha Kementerian; pengelolaan urusan rumah tangga; dan pelaksanaan keuangan dan gaji Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; Bagian Tata Usaha Kementerian ; Bagian Rumah Tangga; Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Staf Ahli, Sekretaris Jenderal dan keprotokolan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli; b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal; dan c. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli;
22

b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal; dan c. Subbagian Protokol. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat, kearsipan Kementerian dan urusan tata usaha Biro. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat; pelaksanaan urusan kearsipan; penyusunan rencana, monitoring, evaluasi dan laporan Biro; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat; b. Subbagian Kearsipan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas Pejabat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha perjalanan dinas pejabat. (2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, monitoring, evaluasi, laporan, dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

23

Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan dalam, pemeliharaan, dan pengamanan sarana. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan urusan dalam; b. pelaksanaan urusan pemeliharaan sarana; dan c. pelaksanaan urusan pengamanan sarana. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam; b. Subbagian Pemeliharaan; dan c. Subbagian Pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan dalam. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana. (3) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan urusan pengamanan sarana. Pasal 100 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100, Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengelolaan keuangan Biro; b. pelaksanaan pengelolaan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal; dan c. evaluasi dan pelaporan .

24

Pasal 102 Bagian Keuangan dan Gaji Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Subbagian Keuangan; b. Subbagian Gaji; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 103 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan anggaran, verifikasi dan akuntansi keuangan Biro. bahan

(2) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan penyusunan laporan.

25

d. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. b. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan upaya kesehatan. b. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 107 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 105 Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan upaya kesehatan. prosedur. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. 26 . Sekretariat Direktorat Jenderal.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. TUGAS. DAN FUNGSI Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. penyusunan norma. perumusan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan upaya kesehatan. dan e. c. standar. c. dan kriteria di bidang pembinaan upaya kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a.

dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. dan f. jabatan fungsional. pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa. dan pengelolaan data dan informasi. d. c.e. e. gaji. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. Bagian Program dan Informasi. penataan organisasi. koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 111 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. d. pengelolaan data dan informasi. e. serta evaluasi dan penyusunan laporan. tata persuratan. dan hubungan masyarakat. b. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : 27 . pengelolaan urusan keuangan. rumah tangga. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. evaluasi dan penyusunan laporan. dan f. b. Organisasi. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 111. dan anggaran. dan perlengkapan. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan urusan hukum. c. program. program. dan Hubungan Masyarakat. Bagian Hukum.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan.a. pengumpulan. program. b. ketatalaksanaan. Pasal 117 Bagian Hukum. program. dan anggaran. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Organisasi. Subbagian Data dan Informasi. dan c. Pasal 115 Bagian Hukum. b. penataan organisasi. dan c. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. dan penyusunan laporan. Pasal 114 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan hubungan masyarakat. penyiapan urusan hukum. Pasal 113 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. b. dan anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. dan 28 . Subbagian Organisasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas : a. pengolahan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Hukum. b. Subbagian Program. jabatan fungsional. Organisasi. Organisasi. dan c. serta penyajian data dan informasi. dan c. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 115. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Bagian Hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat.

gaji. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 119. Subbagian Anggaran. jabatan fungsional. dan c. b. rumah tangga. urusan tata usaha keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. 29 . tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 119 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan.Pasal 118 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. tata persuratan. pembukuan dan akuntansi. dan perlengkapan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. pengelolaan anggaran. dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. dan c. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 122 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. kearsipan. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas : a. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Pasal 123 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 123. dan c. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. b. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. kearsipan dan gaji. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan dasar. Pasal 125 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Rumah Tangga. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. 30 . Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. standar. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. kearsipan dan gaji. usia lanjut dan pelayanan darah. Pasal 126 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan khusus. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan pengisian jabatan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan c. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan kriteria. mutasi pegawai. perbatasan dan kepulauan. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR Pasal 127 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. prosedur. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. bina pelayanan kedokteran keluarga.

bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. serta bimbingan teknis. usia lanjut dan pelayanan darah. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. bina pelayanan kedokteran keluarga. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. bina pelayanan kedokteran keluarga. f. usia lanjut dan pelayanan darah. evaluasi. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan khusus. Perbatasan dan Kepulauan. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah. bina pelayanan kedokteran keluarga. bina pelayanan kesehatan khusus. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. prosedur dan kriteria. Subbagian Tata Usaha. 31 . dan f. bina pelayanan kesehatan khusus. d. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal.b. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. d. perbatasan dan kepulauan. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 129 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar terdiri atas : a. dan penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. Pasal 130 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan g. standar. e. c. bina pelayanan kedokteran keluarga. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. bina pelayanan kesehatan khusus. penyiapan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. usia lanjut dan pelayanan darah. e. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. usia lanjut dan pelayanan darah. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar.

penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. c. penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menyelenggarakan fungsi : a. prosedur dan kriteria. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan penyusunan norma. Pasal 132 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar terdiri atas : a.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. prosedur. Pasal 134 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan dasar. c. standar. standar. Seksi Standardisasi. standar. dan d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 133 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan dasar. dan 32 . Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan dasar. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

Pasal 137 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Standardisasi. evaluasi. dan evaluasi. Pasal 136 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terdiri atas : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga.d. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. dan kriteria di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 138 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Standardisasi. prosedur dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pasal 140 Subdirektorat Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga terdiri atas : a. dan b. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. dan d. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kedokteran keluarga. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. 33 . pemantauan. standar.

b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kedokteran keluarga. Pasal 142 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. dan d. Seksi Standardisasi. dan kriteria serta bimbingan teknis. standar. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 34 . usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. dan kriteria di bidang pelayanan kedokteran keluarga. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. prosedur. standar. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. Pasal 144 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Khusus. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan khusus. c. prosedur.Pasal 141 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah terdiri atas : a. Usia Lanjut dan Pelayanan Darah menyelenggarakan fungsi : a.

pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan khusus. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. dan d. standar. Perbatasan dan Kepulauan menyelenggarakan fungsi : a. Perbatasan dan Kepulauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. terisolir. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 146 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terpencil. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. terpencil. dan b.Pasal 145 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan khusus. perbatasan dan kepulauan. serta bimbingan teknis. standar. terpencil. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. perbatasan dan kepulauan. terisolir. terisolir. terisolir. prosedur dan kriteria. prosedur. Perbatasan dan Kepulauan terdiri atas : a. perbatasan dan kepulauan. Seksi Standardisasi. perbatasan dan kepulauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan. b. usia lanjut dan pelayanan darah serta daerah bermasalah kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. terpencil. 35 . terpencil. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. terisolir. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pasal 148 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal.

BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN RUJUKAN Pasal 151 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. perbatasan dan kepulauan. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. terpencil. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina upaya kesehatan rujukan.Pasal 149 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. terpencil. terisolir. b. perbatasan dan kepulauan. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi : a. terisolir. Pasal 150 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. 36 . pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. standar. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. b. prosedur. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan f. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 153 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan terdiri atas : a. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. d. 37 . d. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. f. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Privat. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. e. standar. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan dan bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. standar. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik. bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. e. Pasal 154 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Umum Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.c. dan kriteria. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan g. c.

b. standar. prosedur. prosedur. Pasal 157 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 158 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat menyelenggarakan fungsi : 38 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. c. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar.Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. Pasal 156 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Publik terdiri atas: a. standar. dan d. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. dan penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum publik. prosedur.

Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. serta bimbingan teknis. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. standar. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. prosedur. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 162 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 160 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Privat terdiri atas : a. dan penyusunan norma. prosedur. dan b. Pasal 161 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat.a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Seksi Standardisasi. 39 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum privat. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain.

b. 40 . dan penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan d. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. prosedur. prosedur. c. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas kesehatan lain. standar. Pasal 166 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi : a. standar. Pasal 165 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Pasal 164 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Khusus dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit khusus dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. b.

dan b. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. Pasal 170 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi.c. Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain menyelenggarakan fungsi : a. dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. serta bimbingan teknis. Pasal 168 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan Di Rumah Sakit Pendidikan terdiri atas : a. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. prosedur. standar. Pasal 169 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit pendidikan. b. dan kriteria di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. standar. penyusunan norma. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. prosedur. dan d. 41 .

Pasal 174 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 42 . bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan b. Seksi Bimbingan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. dan penyusunan norma. Seksi Evaluasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan keperawatan dan keteknisian medik. Pasal 173 (1) Seksi Bimbingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK Pasal 175 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang bina akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur dan kriteria. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 172 Subdirektorat Bina Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain terdiri atas: a.

evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. 43 . bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. d. Pasal 178 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. e. Subbagian Tata Usaha. dan f. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. prosedur. prosedur. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. standar. Pasal 177 Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. serta bimbingan teknis. g. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. bina pelayanan kebidanan dan bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. standar. bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. f. penyiapan penyusunan norma.b.

penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan dasar.b. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan dasar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Seksi Standardisasi. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. standar. 44 . c. dan d. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. standar. prosedur. serta bimbingan teknis. b. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan dasar. dan b. Pasal 182 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 181 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan dasar. prosedur. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 180 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Dasar terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. dan d.

standar. 45 . penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.Pasal 184 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Umum terdiri atas : a. Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. b. Seksi Standardisasi. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. prosedur. dan penyusunan norma. dan b. prosedur. Pasal 186 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit umum. Pasal 185 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. dan kriteria. dan kriteria di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. dan d. Seksi Standardisasi. c. Pasal 188 Subdirektorat Bina Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Khusus terdiri atas : a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

standar. prosedur. dan penyusunan norma. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. Pasal 193 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kebidanan. dan d. dan kriteria di bidang bina pelayanan kebidanan. standar. prosedur. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kebidanan. Seksi Standardisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kebidanan. penyiapan bahan penyusunan norma. 46 . b. Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pelayanan kebidanan. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus Pasal 190 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. dan kriteria.Pasal 189 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kebidanan. dan b. Pasal 192 Subdirektorat Bina Pelayanan Kebidanan terdiri atas : a.

(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. standar. Pasal 196 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik terdiri atas : a. dan kriteria. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. 47 . dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan d. dan kriteria di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. dan penyusunan norma. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 198 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. prosedur. c. Pasal 197 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. serta bimbingan teknis. dan b.Pasal 194 Subdirektorat Bina Pelayanan Keteknisian Medik dan Keterapian Fisik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik. b. prosedur.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan radiologi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. bina pelayanan patologi dan toksikologi. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. bina pelayanan radiologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. d. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan penyusunan norma. 48 . Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan penyusunan standar. bina sarana dan prasarana kesehatan. bina sarana dan prasarana kesehatan. c. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 201 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan terdiri atas : a. bina sarana dan prasarana kesehatan. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan f. bina pelayanan radiologi. bina pelayanan radiologi. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. prosedur dan kriteria. bina sarana dan prasarana kesehatan. norma. bina pelayanan patologi dan toksikologi. b. bina pelayanan patologi dan toksikologi.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN Pasal 199 Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. bina pelayanan radiologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi.b. g. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. standar. prosedur. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. c. c. Pasal 204 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Subdirektorat Bina Peralatan Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. serta bimbingan teknis. standar. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan mikrobiologi dan imunologi. Pasal 205 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina pelayanan mikrobiologi dan imunologi. f. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi. Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi menyelenggarakan fungsi : a. b. d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan. dan kriteria. e. Pasal 202 Subdirektorat Bina Pelayanan Mikrobiologi dan Imunologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 49 . prosedur. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. standar.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. standar. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan radiologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang patologi dan toksikologi. b. Pasal 210 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. dan penyusunan norma. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan patologi dan toksikologi. Pasal 208 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi terdiri atas : a. serta bimbingan teknis. 50 . dan penyusunan norma.Pasal 206 Subdirektorat Bina Pelayanan Patologi dan Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan patologi dan toksikologi. Pasal 209 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

c. Pasal 214 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 213 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. prosedur.Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan radiologi. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan radiologi. prosedur dan kriteria di bidang bina pelayanan radiologi. standar. dan d. dan kriteria di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. b. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan radiologi. dan b. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. dan kriteria. Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. standar. c. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan radiologi. dan 51 . Pasal 212 Subdirektorat Bina Pelayanan Radiologi terdiri atas : a. Seksi Standardisasi.

b. prosedur. standar. dan d. Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. standar.d. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana kesehatan. standar. serta bimbingan teknis. prosedur. dan penyusunan norma. 52 . dan kriteria. dan penyusunan norma. dan b. Pasal 216 Subdirektorat Bina Sarana dan Prasarana Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 217 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 218 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 220 Subdirektorat Bina Peralatan Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. dan b. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina sarana dan prasarana kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

dan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa. dan penyusunan norma. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. prosedur dan kriteria. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. 53 . Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Direktorat Bina Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. prosedur. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan penyusunan norma. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Pasal 222 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. rokok. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. serta pemberian bimbingan teknis. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. rokok.Pasal 221 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. b. dan kriteria di bidang peralatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN JIWA Pasal 223 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).

dan penyusunan norma. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. e. f. d. b. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan. standar. dan kriteria. prosedur. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. c. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). rokok. dan alkohol. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasililitas Pelayanan Kesehatan. penyiapan penyusunan norma. Pasal 226 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Narkotika. Kelompok Jabatan Fungsional. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. dan f. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko. standar. bina kesehatan jiwa di fasililitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 54 . Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). serta bimbingan teknis. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Rokok. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan alkohol serta bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). e. bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa.c. Pasal 225 Direktorat Bina Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan g. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. rokok. dan bina pencegahan dan penanggulangan masalah Narkotika. rokok. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa. Subbagian Tata Usaha.

dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. dan d. b. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan.a. b. c. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. Pasal 228 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Non Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan penyusunan norma. standar. c. 55 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. dan b. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan penyusunan norma. kriteria dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang bina kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. prosedur. Pasal 229 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di non fasilitas pelayanan kesehatan. Pasal 230 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan b. prosedur. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan.Pasal 232 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas : a. dan kriteria. Pasal 236 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa terdiri atas : a. Pasal 237 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 234 Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. 56 . Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. dan kriteria di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan b. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. Pasal 233 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. prosedur. prosedur. dan d.

Pasal 240 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. standar. dan alkohol menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. rokok. dan alkohol. dan kriteria di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Rokok. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan penyusunan norma. rokok. dan kriteria di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan d. prosedur. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238. standar.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan alkohol. prosedur. Rokok. penyiapan bahan penyusunan norma. rokok. dan alkohol. rokok. prosedur. b. rokok. dan alkohol. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. dan b. 57 . Pasal 241 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan alkohol. dan alkohol. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 238 Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. serta bimbingan teknis. Rokok. dan alkohol terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang etikolegal dan asesmen kesehatan jiwa. dan kriteria. dan alkohol mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah NAPZA. Subdirektorat Bina Pencegahan dan Penanggulangan Masalah NAPZA. dan alkohol. rokok. rokok.

Seksi Standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. prosedur. dan b.Pasal 242 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko . kriteria di bidang kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. standar. standar. b. Pasal 244 Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko terdiri dari : a. prosedur. c. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko. Pasal 245 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242. serta bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. Pasal 246 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Jiwa Kelompok Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria. 58 . dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan jiwa pada kelompok berisiko.

c. DAN FUNGSI Pasal 247 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. dan e. TUGAS. d. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. 59 . (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. penyusunan norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. b.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. prosedur. perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Organisasi. dan perlengkapan. b. gaji. rumah tangga. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Imunisasi. c. penyiapan bahan urusan hukum. e. kearsipan. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung. program. Karantina. dan f. d. penataan organisasi. pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan data dan informasi. 60 . d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. c. evaluasi dan penyusunan laporan. tata persuratan.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 250 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Program dan Informasi. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 251 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. dan anggaran. koordinasi dan penyusunan rencana. c. d. Direktorat Surveilans. b. e. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. b. Pasal 253 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan Hubungan Masyarakat. f. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian dan Umum. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. pemantauan. dan Kesehatan Matra. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat.

Organisasi. dan anggaran. penataan organisasi dan hubungan masyarakat. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan urusan hukum. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. jabatan fungsional dan 61 . program. dan c. Subbagian Data dan Informasi. evaluasi dan penyusunan laporan. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. Pasal 256 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan penyajian data dan informasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. program. b. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengolahan. dan penyusunan laporan. pengumpulan. program. serta penyajian data dan informasi. dan anggaran. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. dan c. pengolahan. evaluasi. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Pasal 258 Bagian Hukum. Pasal 257 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. ketatalaksanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. Bagian Hukum. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana.Pasal 254 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan pengelolaan data dan informasi. Subbagian Program. pemantauan. Organisasi. dan anggaran.

jabatan fungsional. b. pengelolaan anggaran. Subbagian Hukum. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 264 Bagian Keuangan terdiri atas : a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 262 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan akuntansi.Pasal 260 Bagian Hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat. dan c. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan urusan perbendaharaan. Organisasi. urusan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. dan c. Pasal 265 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan anggaran. Pasal 261 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Subbagian Organisasi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pembukuan. 62 . dan ketatalaksanaan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. b.

dan c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilans. b. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 268 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. dan c. karantina. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Kepegawaian. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT SURVEILANS. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. imunisasi. rumah tangga. b. KARANTINA. kearsipan dan gaji. pelaksanaan urusan tata persuratan. standar. gaji. IMUNISASI. dan kriteria. mutasi pegawai. Imunisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Pasal 269 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. prosedur. DAN KESEHATAN MATRA Pasal 270 Direktorat Surveilans.Pasal 266 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan perlengkapan. dan pengisian jabatan. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. 63 . kearsipan. Subbagian Rumah Tangga. dan kesehatan matra. Karantina. kearsipan dan gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan penyusunan norma. tata persuratan.

Karantina. Subbagian Tata Usaha. dan kesehatan matra. b. Karantina. penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerjasama/kemitraan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan Kelompok Jabatan Fungsional. karantina kesehatan. standar. karantina kesehatan. karantina kesehatan. Subdirektorat Kesehatan Matra. dan kriteria di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. imunisasi. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. Subdirektorat Surveilans dan Respon Kejadian Luar Biasa (KLB). standar. dan Kesehatan Matra terdiri atas : a. Direktorat Surveilans. imunisasi. kesehatan pelabuhan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. dan kriteria. dan Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. kesehatan pelabuhan. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan. imunisasi. d.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. c. pemantauan. pemantauan. dan penyusunan norma. Imunisasi. pelaksanaan kegiatan di bidang surveilans dan respon kejadian luar biasa. imunisasi. Pasal 273 Subdirektorat Surveilans dan Respon KLB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. karantina kesehatan. d. kesehatan pelabuhan. karantina kesehatan. b. kesehatan pelabuhan. penyiapan penyusunan norma. e. f. Imunisasi. Subdirektorat Imunisasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. imunisasi. dan kesehatan matra. dan f. Pasal 272 Direktorat Surveilans. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. kerjasama/kemitraan. dan kesehatan matra. kesehatan pelabuhan. dan kesehatan matra. dan kesehatan matra. serta bimbingan teknis. e. prosedur. Subdirektorat Surveilans dan respon KLB menyelenggarakan fungsi : 64 .

a. penyiapan bahan pemantauan. dan respon KLB. standar. dan e. prosedur. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. penyiapan bahan pemantauan. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan kriteria di bidang imunisasi. standar. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. pemantauan. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan kriteria di bidang surveilans. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. dan kriteria. Pasal 277 Subdirektorat Imunisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. serta bimbingan teknis. standar. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Imunisasi menyelenggarakan fungsi : a. c. kerjasama/kemitraan. Pasal 276 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang imunisasi. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. Pasal 275 Subdirektorat Surveilans dan respon KLB terdiri atas : a. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. sistem kewaspadaan dini dan respon KLB. standar. prosedur. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. prosedur. sistem kewaspadaan dini. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang imunisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. dan kriteria di bidang surveilans. d. dan penyusunan norma. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang surveilans. 65 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

prosedur. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi. Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Pasal 281 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 283 Subdirektorat Karantina Kesehatan dan Kesehatan Pelabuhan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. (2) 66 . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Seksi Standardisasi. prosedur. dan d. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Pasal 280 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang imunisasi. Seksi Standardisasi. standar. kerjasama/kemitraan.Pasal 279 Subdirektorat Imunisasi terdiri atas : a. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. kerjasama/kemitraan. c. b. penyusunan norma.

dan kriteria di bidang kesehatan matra. kerjasama/kemitraan. penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang kesehatan matra. dan kriteria di bidang kesehatan matra. b. pemantauan. (2) 67 . Subdirektorat Kesehatan Matra menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. Seksi Standardisasi. prosedur. Pasal 285 Subdirektorat Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan penyusunan norma. Pasal 287 Subdirektorat Kesehatan Matra terdiri atas : a. dan penyusunan norma. standar. Pasal 288 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang karantina kesehatan dan kesehatan pelabuhan. c. dan d. prosedur.Pasal 284 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. kerjasama/kemitraan. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kesehatan matra.

infeksi saluran pernafasan akut. standar. b.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. infeksi saluran pernafasan akut. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. d. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit menular langsung. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. prosedur. dan penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. infeksi saluran pernafasan akut. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 68 . infeksi saluran pernafasan akut. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan matra. c. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan penyakit menular seksual. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Pasal 290 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. prosedur. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan kriteria.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. e. prosedur. Pasal 293 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. infeksi saluran pernafasan akut. Pasal 295 Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis terdiri atas : a. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia. diare dan infeksi saluran pencernaan serta kusta dan frambusia. dan kriteria. pemantauan. f. Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis menyelenggarakan fungsi : a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. c. d. dan g. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. 69 . Subdirektorat Pengendalian Tuberkulosis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.dan penyakit menular seksual. kerjasama/kemitraan. standar. evaluasi. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan f. Pasal 292 Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung terdiri atas : a. c. standar. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. serta bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. b. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan penyusunan norma.

70 . prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. b. prosedur. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan di bidang (2) d. Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. Pasal 299 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. kerjasama/kemitraan. standar. standar. Pasal 300 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan kriteria di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. dan penyusunan norma. prosedur dan kriteria. pemantauan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. b. prosedur. Pasal 297 Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. kerjasama/kemitraan.Pasal 296 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. c. penyiapan bahan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit tuberkulosis. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. serta bimbingan teknis.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. b. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. (2) 71 . kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Pasal 303 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Pengendalian Saluran Pernafasan Akut terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian AIDS dan penyakit menular seksual. Pasal 304 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. prosedur. pemantauan. prosedur. dan b. Pasal 301 Subdirektorat Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. pemantauan. standar. standar.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Seksi Standardisasi. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut.

Pasal 309 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 307 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan d. pemantauan. infeksi hati dan saluran pencernaan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. infeksi hati dan saluran pencernaan. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diare. prosedur. dan kriteria. c.Pasal 305 Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. kerjasama/kemitraan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diare. dan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan penyusunan norma. infeksi hati dan saluran pencernaan. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diare. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. standar. dan b. Pasal 308 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. pemantauan. kerjasama/kemitraan. infeksi hati dan saluran pencernaan. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan menyelenggarakan fungsi: a. 72 . prosedur. kerjasama/kemitraan. infeksi hati dan saluran pencernaan. standar. serta bimbingan teknis. prosedur.

penyiapan bahan pemantauan. 73 . c. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 312 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.pemantauan. prosedur. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan b. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 311 Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia terdiri atas : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. b. standar. dan d. prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. Subdirektorat Pengendalian Kusta dan Frambusia menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kusta dan frambusia. kerjasama/kemitraan. standar.

pemantauan. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. arbovirosis. b. c. Subdirektorat Pengendalian Vektor. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. arbovirosis. 74 . penyiapan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian malaria. zoonosis. e. dan kriteria di bidang pengendalian malaria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang. g. dan kriteria. standar. arbovirosis. zoonosis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. standar. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian malaria. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang menyelenggarakan fungsi : a. c. zoonosis. zoonosis. dan penyusunan norma. arbovirosis. Pasal 316 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang terdiri atas : a. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian malaria. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. d. prosedur. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG Pasal 314 Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. zoonosis. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. filariasis dan kecacingan serta pengendalian vektor. arbovirosis. b. dan f. f. e. Subdirektorat Pengendalian Malaria. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian malaria. Subbagian Tata Usaha. d.

prosedur. kerjasama/kemitraan. prosedur. Pasal 321 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian malaria. dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. dan kriteria. Pasal 320 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian arbovirosis. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit malaria. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. b. Pasal 319 Subdirektorat Pengendalian Malaria terdiri atas : a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit malaria. standar. Seksi Standardisasi. kerjasama/kemitraan. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria. prosedur. standar. standar. (2) 75 . dan kriteria. dan penyusunan norma.Pasal 317 Subdirektorat Pengendalian Malaria mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta bimbingan teknis. c. pemantauan. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Malaria menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit malaria.

prosedur. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. prosedur. Seksi Standardisasi. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan kriteria. pemantauan. Pasal 324 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Zoonosis menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. Pasal 323 Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis terdiri atas : a. dan d. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis.Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian zoonosis. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis menyelenggarakan fungsi : a. c. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari arbovirosis. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. standar. Pasal 325 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. standar. evaluasi. pemantauan. 76 (2) . prosedur. dan penyusunan norma.

serta bimbingan teknis. evaluasi. prosedur. 77 . pemantauan.c. standar. Seksi Standardisasi. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. pemantauan. c. Pasal 329 Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan d. kerjasama/kemitraan. dan d. b. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kecacingan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 327 Subdirektorat Pengendalian Zoonosis terdiri atas : a. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian filariasis dan kecacingan. dan penyusunan norma. Pasal 328 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. standar. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari zoonosis. dan kriteria. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. evaluasi. evaluasi.

Seksi Standardisasi. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Subdirektorat Pengendalian Vektor menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. b. Subdirektorat Pengendalian Filariasis dan Kacacingan terdiri atas : a. Pasal 333 Subdirektorat Pengendalian Vektor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian vektor. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. evaluasi. 78 . Pasal 332 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. standar. prosedur. Pasal 335 Subdirektorat Pengendalian Vektor terdiri atas : a. c. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. dan b. standar.Pasal 331. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit bersumber dari filariasis dan kecacingan. pemantauan. Seksi Standardisasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. pemantauan. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian vektor.

Pasal 337 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. standar. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyakit kanker. kerjasama/kemitraan. standar. penyakit kronis dan degeneratif. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyakit kanker. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. b.Pasal 336 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. diabetes melitus dan penyakit metabolik. penyakit kronis dan degeneratif. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Pasal 338 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan fungsi : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian vektor. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penyakit tidak menular. 79 . serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan penyusunan norma. dan penyusunan norma. pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. prosedur. prosedur. penyakit kanker. standar. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. pemantauan. dan penyusunan norma. prosedur. penyakit kronis dan degeneratif. dan kriteria di bidang pengendalian vektor. dan kriteria.

b. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan pembuluh darah. serta bimbingan teknis. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. e. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker. dan pembuluh darah. g. diabetes melitus dan penyakit metabolik. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung. Subbagian Tata Usaha. dan pembuluh darah. penyakit kanker. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. c. prosedur. dan penyusunan norma. b. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung.d. dan f. pemantauan. e. serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Pasal 341 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah menyelenggarakan fungsi : a. penyakit kronis dan degeneratif. dan pembuluh darah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit jantung. 80 Tindak . evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. penyakit kronis dan degeneratif. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik. diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 340 Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular terdiri atas : a. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit jantung. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Kekerasan. penyakit kanker. c. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif. dan kriteria. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. standar. f.

standar. dan penyusunan norma. pemantauan. standar. penyusunan norma. standar. prosedur.Pasal 343 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah terdiri atas : a. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. kerjasama/kemitraan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 347 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik terdiri atas : a. b. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 81 (2) . pemantauan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. b. b. dan d. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Pasal 344 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. evaluasi. Pasal 345 Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik menyelenggarakan fungsi : a.

dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker menyelenggarakan fungsi : a. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. prosedur.Pasal 348 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 351 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker terdiri atas : a. standar. standar. prosedur. dan kriteria. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. prosedur. b. standar. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Seksi Standardisasi. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. evaluasi. pemantauan. standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kanker. Pasal 352 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) 82 . dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit diabetes melitus dan penyakit metabolik. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kanker. Pasal 349 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

(2) 83 . serta bimbingan teknis. serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kanker. kerjasama/kemitraan. pemantauan. b. pemantauan. dan evaluasi. Pasal 356 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. evaluasi. Pasal 353 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. dan penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. evaluasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. penyiapan bahan pemantauan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. prosedur. standar. dan kriteria.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. b. dan kriteria di bidang pengendalian penyakit kronis dan degeneratif. Pasal 355 Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif terdiri atas : a.

Pasal 359 Subdirektorat Pengendalian terdiri atas : a. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan kriteria. Pasal 361 (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan norma. kerjasama/kemitraan. Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan Seksi Standardisasi. pemantauan. 84 . dan penyusunan laporan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. pemantauan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. prosedur. b. evaluasi. serta bimbingan teknis. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan kriteria di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. dan d. evaluasi. prosedur. b.Pasal 357 Subdirektorat Pengendalian Gangguan Akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Pasal 358 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. Pasal 360 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan penyusunan norma.

penyusunan norma. udara. serta pengamanan limbah. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN Pasal 362 Direktorat Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan radiasi. b. Pasal 364 Direktorat Penyehatan Lingkungan terdiri atas : a. dan radiasi. udara. pelaksanaan kegiatan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 363 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. dan radiasi. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. b. 85 . higiene sanitasi pangan. udara. higiene sanitasi pangan. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan radiasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. standar. d. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. d. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. pemantauan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. udara. penyiapan penyusunan norma. prosedur. dan f. standar. serta pengamanan limbah. prosedur. c. e. udara. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan radiasi. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. Direktorat Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat. higiene sanitasi pangan serta pengamanan limbah. dan evaluasi di bidang penyehatan lingkungan. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum.

serta bimbingan teknis. dan Radiasi. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengamanan Limbah. (2) 86 . Pasal 367 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas : a. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. kerjasama/kemitraan. prosedur. penyusunan norma. standar. pemantauan. evaluasi. prosedur. dan kriteria. b. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan norma. Udara. Pasal 368 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Pasal 365 Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. dan kriteria di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. c. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar. Subbagian Tata Usaha. g. penyiapan bahan pemantauan. b. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. standar. Seksi Standardisasi. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.

Pasal 369 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. standar. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Pasal 370 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369. Pasal 372 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. serta bimbingan teknis. Pasal 371 Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum terdiri atas : a. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. pemantauan. b. Seksi Standardisasi. prosedur. standar. prosedur. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan di bidang d. dan kriteria. (2) 87 . dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. Subdirektorat Penyehatan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyehatan permukiman dan tempat-tempat umum. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. pemantauan. kerjasama/kemitraan.

kerjasama/kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. kerjasama/kemitraan. evaluasi. b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. serta bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Pasal 374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373. Pasal 375 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat terdiri atas : a. dan kriteria. pemantauan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria. dan d.Pasal 373 Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. evaluasi. Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang higiene sanitasi pangan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. kerjasama/kemitraan. prosedur. standar. standar. 88 (2) . dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. dan b. standar. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. dan kriteria di bidang penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. Subdirektorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. Pasal 377 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan norma.

Udara. penyiapan bahan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Pengamanan Limbah. 89 (2) . Pasal 380 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. b. dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. standar. Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria di bidang higiene sanitasi pangan. udara. Pasal 381 Subdirektorat Pengamanan Limbah. prosedur. standar. kerjasama/kemitraan. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 381. c. dan kriteria. dan d. kerjasama/kemitraan. dan radiasi. dan radiasi. b. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan kerjasama/kemitraan di bidang higiene sanitasi pangan. standar.Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. Pasal 379 Subdirektorat Higiene Sanitasi Pangan terdiri atas : a. udara. Udara. evaluasi. dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang higiene sanitasi pangan. prosedur. dan Radiasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. dan radiasi. udara. prosedur. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. dan penyusunan norma.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengamanan limbah. standar. udara. udara.c. dan penyusunan norma. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengamanan limbah. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 383 Subdirektorat Pengamanan Limbah. dan Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan radiasi. Pasal 384 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. kerjasama/kemitraan. dan kerjasama/kemitraan di bidang d. (2) 90 . udara. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan limbah. Udara. b. dan radiasi. evaluasi. dan radiasi. dan radiasi. udara. dan kriteria di bidang pengamanan limbah. Pasal 385 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan Radiasi terdiri atas : a.

dan kriteria di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Sekretariat Direktorat Jenderal. 91 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. TUGAS. Pasal 387 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. prosedur. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. dan e. penyusunan norma. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 389 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak terdiri atas : a. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. perumusan kebijakan di bidang pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. c. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. b. b. Direktorat Bina Gizi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. DAN FUNGSI Pasal 386 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.

d. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. Bagian Kepegawaian dan Umum. Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. d. gaji. dan Hubungan Masyarakat. e. dan f. c. dan perlengkapan. c. kearsipan. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Hukum. Pasal 393 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. 92 . Bagian Program dan Informasi. Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. program. dan anggaran. dan anggaran. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga. pengelolaan urusan keuangan. dan hubungan masyarakat. Direktorat Bina Kesehatan Anak. penyiapan urusan hukum. dan pengelolaan data dan informasi. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. serta evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 392 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi dan penyusunan rencana. jabatan fungsional. Alternatif.c. dan f. e. dan Komplementer. d. pengelolaan data dan informasi. b. b. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan. Organisasi. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 390 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penataan organisasi. program.

program. program. serta penyajian data dan informasi.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. dan hubungan masyarakat. jabatan fungsional. dan c. dan 93 . pengumpulan. b. dan anggaran. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. pengolahan. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 397 Bagian Hukum. Organisasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyiapan urusan hukum. Pasal 395 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. Organisasi. penataan organisasi. Subbagian Program. ketatalaksanaan. b. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. dan anggaran. Pasal 396 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan penyajian data dan informasi. Bagian Hukum. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. dan c. dan c. b. pengolahan.

dan c. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Hubungan Masyarakat.Pasal 399 Bagian Hukum. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 403 Bagian Keuangan terdiri atas a. pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Pasal 404 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. dan ganti rugi. b. b. Subbagian Anggaran. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. dan akuntansi. pembukuan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. 94 . Subbagian Hukum. dan c. dan ketatalaksanaan. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. dan c. Organisasi. Subbagian Organisasi. Pasal 401 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. tuntutan perbendaharaan. jabatan fungsional. Pasal 400 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. urusan tata usaha keuangan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan.

Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan gaji. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina gizi. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Kepegawaian. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA GIZI Pasal 409 Direktorat Bina Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga. kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. penyiapan urusan kepegawaian. dan c. b. Direktorat Bina Gizi menyelenggarakan fungsi: 95 . mutasi pegawai. Pasal 407 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. kearsipan.Pasal 405 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga. prosedur. dan urusan gaji. dan penyusunan norma. dan c. dan pengisian jabatan. gaji. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Pasal 408 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. tata persuratan. kearsipan. standar. dan perlengkapan. b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan.

dan konsumsi makanan. f. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. gizi mikro. b. serta kewaspadaan gizi. gizi klinik. b. prosedur. serta kewaspadaan gizi. dan kriteria di bidang bina gizi makro. dan konsumsi makanan. e. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi makro. gizi mikro. d. serta kewaspadaan gizi. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi makro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. gizi klinik. standar. dan kriteria. Pasal 412 Subdirektorat Bina Gizi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Subdirektorat Bina Gizi Mikro. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma.a. dan konsumsi makanan. Subdirektorat Bina Gizi Klinik. pelaksanaan kegiatan di bidang bina gizi makro. Pasal 411 Direktorat Bina Gizi terdiri atas: a. g. serta kewaspadaan gizi. gizi klinik. standar. dan kriteria di bidang bina gizi makro. prosedur. dan konsumsi makanan. serta kewaspadaan gizi. gizi klinik. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi. f. 96 . serta bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina gizi makro. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. e. standar. c. gizi mikro. b. dan konsumsi makanan. Subdirektorat Bina Gizi Makro menyelenggarakan fungsi: a. gizi mikro. evaluasi. dan d. gizi klinik. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi makro. gizi mikro. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan. d. c. Subdirektorat Bina Gizi Makro. dan penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina gizi makro.

standar. Pasal 419 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. 97 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. standar. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. prosedur dan kriteria. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pemantauan. pemantauan. Seksi Standardisasi. dan kriteria di bidang gizi makro. dan d. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi mikro. dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang gizi mikro. dan b. b. Pasal 418 Subdirektorat Bina Gizi Mikro terdiri atas: a. prosedur. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi mikro. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi mikro. dan b. Subdirektorat Bina Gizi Mikro menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria di bidang bina gizi mikro. Pasal 416 Subdirektorat Bina Gizi Mikro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi.Pasal 414 Subdirektorat Bina Gizi Makro terdiri atas: a. c. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi makro. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi mikro. Pasal 415 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. standar. dan kriteria. dan penyusunan laporan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. dan kriteria di bidang gizi klinik dan dietetik. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan d. prosedur. serta bimbingan teknis. evaluasi. Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan menyelenggarakan fungsi: 98 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina gizi klinik dan dietetik. Seksi Standardisasi. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang gizi klinik dan dietetik. prosedur. pemantauan. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan b. Pasal 423 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. standar. dan kriteria di bidang bina gizi klinik dan dietetik. dan penyusunan norma. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Subdirektorat Bina Gizi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 422 Subdirektorat Bina Gizi Klinik terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. b. prosedur. Pasal 424 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 420 Subdirektorat Bina Gizi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. prosedur. evaluasi. dan penyusunan laporan di bidang bina gizi klinik dan dietetik.

c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. standar. dan kriteria. dan d. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. standar. prosedur. Pasal 428 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan gizi. b. serta bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan gizi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang konsumsi makanan dan jasa makanan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. dan kriteria di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. Pasal 426 Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina konsumsi makanan dan jasa makanan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan gizi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 427 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. standar. prosedur. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. 99 .a. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan gizi. c.

dan penyusunan norma. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan gizi. dan b. Seksi Standardisasi. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kesehatan ibu hamil. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi.Pasal 430 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi terdiri atas: a. 100 . prosedur. standar. dan kriteria di bidang kewaspadaan gizi. Pasal 432 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan norma. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan ibu. bina keluarga berencana. Pasal 431 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. bina keluarga berencana. standar. b. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA KESEHATAN IBU Pasal 433 Direktorat Bina Kesehatan Ibu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi.

Subdirektorat Bina Keluarga Berencana. standar. standar. Pasal 437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. bina keluarga berencana. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi.c. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu hamil. standar. serta bimbingan teknis. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 435 Direktorat Bina Kesehatan Ibu terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan norma. dan f. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. bina keluarga berencana. c. serta bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan 101 . g. prosedur. f. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. e. prosedur. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi. d. prosedur. d. bina keluarga berencana. Pasal 436 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. c. dan kriteria. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan penyusunan norma. evaluasi. bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi.

dan penyusunan norma. dan kriteria serta bimbingan teknis. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. prosedur. dan d. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan ibu hamil. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Pasal 439 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu hamil. Seksi Standardisasi. Pasal 442 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas terdiri atas : a. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. dan kriteria di bidang kesehatan ibu hamil. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 440 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.d. 102 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. c. dan b. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. prosedur. standar. Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Bersalin dan Nifas menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 438 Subdirektorat Bina Kesehatan Ibu Hamil terdiri atas: a. dan kriteria di bidang bina kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Standardisasi.

dan kriteria di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. pemantauan. standar. dan kriteria serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. c. 103 . dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. prosedur. Pasal 447 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 446 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. prosedur. Seksi Standardisasi. prosedur. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. b. dan d. dan kriteria di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. standar. penyusunan norma. dan kriteria di bidang kesehatan ibu bersalin dan nifas. Pasal 444 Subdirektorat Bina Kesehatan Maternal Dengan Pencegahan Komplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. dan b.Pasal 443 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. prosedur. standar. standar.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. Pasal 448 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 452 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 450 Subdirektorat Bina Keluarga Berencana terdiri atas: a.(2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi. pemantauan. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. dan kriteria. dan kriteria di bidang bina keluarga berencana. b. dan d. serta bimbingan teknis. standar. dan kriteria. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi. c. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina keluarga berencana. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan b. prosedur. dan penyusunan norma. dan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina keluarga berencana. Subdirektorat Bina Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan norma. evaluasi. standar. 104 . Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang keluarga berencana. dan penyusunan laporan di bidang bina keluarga berencana. standar. Pasal 451 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang keluarga berencana. prosedur.

Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. Pasal 456 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 105 . standar. Pasal 455 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 454 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Reproduksi terdiri atas: a. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan reproduksi. b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan b. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan reproduksi. Seksi Standardisasi.Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. dan penyusunan norma. prosedur. c. penyiapan bahan penyusunan norma.

penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. b. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. 106 . serta bina perlindungan kesehatan anak. pelaksanaan kegiatan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. e. b. Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta bina perlindungan kesehatan anak. dan f. d. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. prosedur. serta bina perlindungan kesehatan anak. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. c. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. c.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK Pasal 457 Direktorat Bina Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. standar. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. serta bina perlindungan kesehatan anak. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta bina perlindungan kesehatan anak. d. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko . bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan penyusunan norma. bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan anak. Pasal 459 Direktorat Bina Kesehatan Anak terdiri atas: a. bina kewaspadaan penanganan balita berisiko.

dan penyusunan norma. standar. f. pemantauan. Pasal 460 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 463 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup bayi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 462 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi terdiri atas: a. dan kriteria. standar.e. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup bayi. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup bayi. standar. Seksi Standardisasi. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Bayi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak. dan g. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. serta bimbingan teknis. dan d. c. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. b. dan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup bayi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup bayi. 107 . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. prosedur. prosedur.

Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan penyusunan laporan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. b. c. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. 108 . Seksi Standardisasi. Pasal 467 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. standar. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah menyelenggarakan fungsi: a. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 468 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. prosedur. standar. dan kriteria di bidang kelangsungan hidup anak balita dan pra sekolah. Pasal 466 Subdirektorat Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah terdiri atas: a. standar. standar. dan b. serta bimbingan teknis. dan penyusunan norma.Pasal 464 Subdirektorat Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. prosedur.

dan penyusunan laporan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. b. prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 472 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko.Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. dan kriteria di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. pemantauan. prosedur. prosedur. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. standar. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. prosedur. dan b. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. evaluasi. b. c. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kewaspadaan penanganan balita berisiko. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kewaspadaan penanganan balita berisiko. Pasal 470 Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko terdiri atas: a. Subdirektorat Bina Kewaspadaan Penanganan Balita Berisiko menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. 109 . Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja.

c. dan penyusunan norma. evaluasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. b. prosedur. dan kriteria di bidang bina perlindungan kesehatan anak. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan d. Seksi Standardisasi. standar. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. 110 . dan kriteria di bidang kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. serta bimbingan teknis. prosedur. Pasal 474 Subdirektorat Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. prosedur. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. pemantauan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina perlindungan kesehatan anak. Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kualitas hidup anak usia sekolah dan remaja. dan penyusunan laporan di bidang bina perlindungan kesehatan anak.c. Pasal 475 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 476 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan b. standar.

Pasal 479 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. prosedur. dan bina penapisan dan kemitraan. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Alternatif. standar. dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan komplementer. dan b. pemantauan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang perlindungan kesehatan anak. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. dan kriteria di bidang perlindungan kesehatan anak. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.Pasal 478 Subdirektorat Bina Perlindungan Kesehatan Anak terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional. Pasal 480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. alternatif. dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. Alternatif. ALTERNATIF. 111 . prosedur. DAN KOMPLEMENTER Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Seksi Standardisasi. BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. standar. dan kriteria. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional.

dan bina penapisan dan kemitraan. dan bina penapisan dan kemitraan. dan bina penapisan dan kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. c. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan bina penapisan dan kemitraan. d. e. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan. prosedur. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Pasal 484 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan menyelenggarakan fungsi : a. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. b. f. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. dan f. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif Dan Komplementer. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan. c. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Pasal 483 Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. e. dan Komplementer terdiri atas: a. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. serta bimbingan teknis.b. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. standar. bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. 112 . prosedur. d. evaluasi. bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. penyiapan penyusunan norma. Alternatif. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Penapisan Dan Kemitraan.

Pasal 487 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. Pasal 488 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan evaluasi serta penyusunan laporan di pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. dan d. dan b. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. standar. b. prosedur. prosedur. standar. Pasal 486 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Keterampilan terdiri atas : a. dan kriteria.b. prosedur. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. 113 . pemantauan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. c. prosedur. Seksi Standardisasi. standar. serta bimbingan teknis. standar. c. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan tradisional ramuan.

Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Seksi Standardisasi. dan b. b. c. 114 . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 492 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. standar. dan kriteria. standar. Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan evaluasi. Seksi Standardisasi. dan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. standar.Pasal 490 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan terdiri atas : a. Pasal 494 Subdirektorat Bina Pelayanan Kesehatan Alternatif dan Komplementer terdiri atas : a. evaluasi. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional ramuan. prosedur. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. pemantauan. dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.

Pasal 498 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Standardisasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. b. dan kriteria di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. dan komplementer. evaluasi. standar. alternatif. dan d. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. alternatif. dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. dan b. alternatif. alternatif. pemantauan. dan komplementer. dan komplementer. dan penyusunan laporan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 495 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. alternatif. dan komplementer. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. standar. c. 115 . dan penyusunan norma. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional. prosedur. kriteria. prosedur. prosedur. dan evaluasi. dan komplementer. Pasal 496 Subdirektorat Bina Penapisan dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

Pasal 499 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penapisan dan kemitraan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer. Pasal 500 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA Pasal 501 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina kesehatan kerja dan olahraga. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501, Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olah Raga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; b. pelaksanaan kegiatan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja,
116

bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja, dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja, bina kapasitas kerja, bina lingkungan kerja, bina kemitraan kesehatan kerja dan bina kesehatan perkotaan dan olahraga; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 503 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja; Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja; Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja; Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga; Sub Bagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 504 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504, Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina pelayanan kesehatan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina pelayanan kesehatan kerja. Pasal 506 Sub Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi.
117

Pasal 507 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan kerja. Pasal 508 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508, Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina kapasitas kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kapasitas kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kapasitas kerja.

118

Pasal 510 Sub Direktorat Bina Kapasitas Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 511 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kapasitas kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang kapasitas kerja. Pasal 512 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512, Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja; b. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang bina lingkungan kerja; c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina lingkungan kerja; dan d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina lingkungan kerja. Pasal 514 Sub Direktorat Bina Lingkungan Kerja terdiri atas: a. Seksi Standardisasi; dan b. Seksi Bimbingan dan Evaluasi .

119

b. prosedur. dan b. pemantauan. prosedur. Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. 120 . penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. Pasal 518 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. prosedur. Seksi Standardisasi. serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. dan evaluasi. pemantauan. Pasal 519 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. standar. serta penyusunan laporan di bidang lingkungan kerja. prosedur. dan kriteria di bidang kemitraan kesehatan kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang lingkungan kerja. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. serta penyusunan laporan di bidang kemitraan kesehatan kerja.Pasal 515 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. evaluasi. dan kriteria. dan kriteria di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. c. standar. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kemitraan kesehatan kerja. dan evaluasi. Pasal 516 Sub Direktorat Bina Kemitraan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma.

penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 523 (1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Pasal 524 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. c. serta penyusunan laporan di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga. pemantauan. standar. dan d. prosedur.Pasal 520 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan kriteria. b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 522 Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga terdiri atas: a. prosedur. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. Sub Direktorat Bina Kesehatan Perkotaan dan Olahraga menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis. dan kriteria di bidang bina kesehatan perkotaan dan olahraga. dan evaluasi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. standar. prosedur. dan b. Seksi Standardisasi. standar. 121 . dan kriteria di bidang kesehatan perkotaan dan olahraga.

Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. TUGAS. d. d. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. penyusunan norma. standar. DAN FUNGSI Pasal 525 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. c. dan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. dan kriteria di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. prosedur. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan kefarmasian dan alat kesehatan. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. dan e. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal. b. 122 . Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri atas : a.

c. b. tata persuratan. Pasal 530 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. e. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. jabatan fungsional dan hubungan masyarakat. penyiapan urusan hukum. Organisasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. pengelolaan data dan informasi. gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Pasal 532 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. pengumpulan. rumah tangga. dan c. penataan organisasi. dan anggaran. kearsipan. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan perlengkapan. e. evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan. pengolahan. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Program dan Informasi. d.BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. program. dan penyajian data dan informasi. program. dan anggaran. pengelolaan urusan keuangan. dan pengelolaan data dan informasi. Pasal 533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. b. b. program. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. 123 . d. dan Hubungan Masyarakat. dan anggaran.

Organisasi. b. Subbagian Hubungan Masyarakat. dan c. b. organisasi. dan c. program. Pasal 538 Bagian Hukum. dan hubungan masyarakat. Subbagian Program.Pasal 534 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 535 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi. pengolahan. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. penyiapan penataan dan evaluasi organisasi. ketatalaksanaan. Bagian Hukum. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. jabatan fungsional dan ketatalaksanaan. dan hubungan masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. 124 jabatan fungsional dan . dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. b. evaluasi dan penyusunan laporan. penataan organisasi. Subbagian Organisasi. dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan hukum. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi. serta penyajian data dan informasi. dan c. dan anggaran. Organisasi. Pasal 539 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 536 Bagian Hukum. Subbagian Hukum. penyiapan urusan hukum.

Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata persuratan. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. b.Pasal 540 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. dan c. dan perlengkapan. tata persuratan. rumah tangga. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 125 . Subbagian Anggaran. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan c. dan c. pengelolaan anggaran. Pasal 544 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. gaji. b. urusan tata usaha keuangan.542 Bagian Keuangan terdiri atas a. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. kearsipan dan gaji. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal . Pasal 546 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas : a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian. kearsipan. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 543 (1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran. pembukuan dan akuntansi. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi.

prosedur. b. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. kearsipan dan urusan gaji. dan penyusunan norma. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan kriteria. Subbagian Rumah Tangga. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kegiatan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Pasal 547 a. mutasi pegawai. BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Pasal 548 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai. dan c. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. 126 . Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. d. standar.dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. b. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.b. c. dan pengisian jabatan. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat.

serta bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 550 Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 554 127 . Subbagian Tata Usaha. standar. dan kriteria di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan f. evaluasi. c. Pasal 553 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat terdiri atas : a. Pasal 551 Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Analisis dan Standardisasi Harga Obat. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. b. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. c. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. prosedur. Seksi Analisis Harga Obat.e. dan kriteria. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat. dan penyusunan norma. penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis dan standardisasi harga obat. d. e. serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan standardisasi harga obat . Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan f. d. Seksi Standardisasi Harga Obat .

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 555 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyusunan norma. dan kriteria harga obat. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. Pasal 559 128 . (2) Seksi Standardisasi Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan d. pengendalian. standar. Seksi Pemantauan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan .(1) Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan analisis. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. serta bimbingan teknis. prosedur. dan kriteria. standar. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan pemantauan. pengendalian. pemantauan. c. dan pemantauan harga obat. Pasal 558 (1) Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 557 Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan. b. Seksi Perencanaan Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. kajian. dan kriteria di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan.

standar. dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan d. dan penyusunan norma. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan pemantauan. dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. standar. prosedur. Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. (2) Seksi Bimbingan dan Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. standar. Pasal 561 Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 563 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. evaluasi. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. dan penyusunan laporan di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. evaluasi. pengendalian. Pasal 562 (1) Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. b. bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan norma. 129 . dan kriteria di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan norma.

BAGIAN KELIMA DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN Pasal 568 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. prosedur. (2) Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. 130 . dan penyusunan norma. standar. Pasal 567 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang program obat publik dan perbekalan kesehatan. dan b. Seksi Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. Pasal 566 (1) Seksi Pemantauan Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan program obat publik dan perbekalan kesehatan. Pasal 565 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri atas : a. dan b.

c. e. b. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional.Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pasal 571 Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f. dan kriteria di bidang standardisasi. penyiapan penyusunan norma. standar. farmasi komunitas. prosedur. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. pelaksanaan kegiatan di bidang standardisasi. d. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan penyusunan norma. Pasal 570 Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian terdiri atas : a. farmasi komunitas. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. dan c. farmasi komunitas. b. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi. 131 . e. standar. dan kriteria dan pedoman di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. Subdirektorat Farmasi Klinik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. Subdirektorat Standardisasi. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. farmasi komunitas. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat rasional. d. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. farmasi komunitas. Subdirektorat Farmasi Komunitas. standar. pemberian bimbingan teknis di bidang standardisasi. farmasi klinik dan penggunaan obat rasional. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi. prosedur. Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Subbagian Tata Usaha. c.

dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi komunitas. Subdirektorat Farmasi Komunitas menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas. standar. prosedur. standar. dan b. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas. dan penyusunan norma. Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional. standar. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pelayanan kefarmasian. Pasal 574 (1) Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 132 . prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis.Pasal 573 Subdirektorat Standardisasi terdiri atas : a. Pasal 575 Subdirektorat Farmasi Komunitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi komunitas. b. dan kriteria di bidang farmasi komunitas. dan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang penggunaan obat rasional. Pasal 578 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. dan d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi komunitas. penyiapan bahan pemantauan. standar. (2) Seksi Standardisasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan b. standar. prosedur. Seksi Standardisasi Pelayanan Kefarmasian. c. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Pasal 577 Subdirektorat Farmasi Komunitas terdiri atas : a.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang farmasi klinik. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang farmasi klinik. standar. dan d. Pasal 581 Subdirektorat Farmasi Klinik terdiri atas : a. Seksi Pelayanan Farmasi Klinik. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi komunitas. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. pengendalian. standar. b. c. prosedur. standar. Pasal 583 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis. Pasal 582 (1) Seksi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria dan pedoman di bidang farmasi klinik. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang farmasi klinik. Subdirektorat Farmasi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. dan kriteria di bidang farmasi klinik. 133 . (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 579 Subdirektorat Farmasi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Klinik. penyiapan bahan pemantauan.(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. bimbingan teknis.

prosedur. Pasal 586 (1) Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. 134 . penyiapan bahan pengendalian. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan obat rasional. bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. penyiapan bahan bimbingan teknis promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang penggunaan obat rasional. dan kriteria. BAGIAN KEENAM DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN Pasal 588 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional menyelenggarakan fungsi : a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional. Pasal 585 Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional terdiri atas : a. Seksi Promosi Penggunaan Obat Rasional. Pasal 587 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. b.

Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi. d. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. dan kriteria di bidang penilaian alat kesehatan. standar. Pasal 590 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. b. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. e. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 591 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. b. b. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. inspeksi. inspeksi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan di bidang penilaian alat kesehatan.Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. prosedur. dan f. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. e. pemantauan. bimbingan teknis. penyusunan norma. standardisasi dan sertifikasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. pelaksanaan kegiatan di bidang penilaian. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penilaian. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. dan kriteria. inspeksi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan. inspeksi. d. dan kriteria di bidang penilaian. c. inspeksi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. dan f. prosedur. c. prosedur. penyusunan norma. 135 .

standar. penyusunan norma. prosedur. pemantauan. c. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan elektromedik. (2) Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. dan kriteria di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 593 Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan terdiri atas : a.c. Seksi Alat Kesehatan Elektromedik . 136 . prosedur. Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Pasal 594 (1) Seksi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian alat kesehatan non elektromedik. dan kriteria serta bimbingan teknis. pemantauan. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian alat kesehatan. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. dan d. dan kriteria. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. bimbingan teknis. prosedur. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. standar. b. bimbingan teknis. standar. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian alat kesehatan.

pemantauan. evaluasi. dan penyusunan norma. standar. Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan kriteria. penyiapan bahan pemantauan. dan b. pemantauan. dan penyusunan norma. (2) Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. dan penyusunan norma. dan d.Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Produk Diagnostik Invitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan kriteria di bidang inspeksi produk. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. serta bimbingan teknis. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 598 (1) Seksi Produk Diagnostik Invitro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. evaluasi. prosedur. serta bimbingan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang inspeksi produk. 137 . dan kriteria. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang inspeksi produk. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan laporan di bidang penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan penyusunan laporan di bidang penilaian produk diagnostik invitro. pemantauan. prosedur. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. Pasal 599 Subdirektorat Inspeksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Produk Diagnostik Invitro. sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. serta bimbingan teknis. standar. prosedur.

dan kriteria. Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a. standar.Pasal 601 Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga terdiri atas : a. Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. c. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 603 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. serta bimbingan teknis. dan b. Pasal 602 (1) Seksi Inspeksi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. pemantauan. dan kriteria. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan (2) 138 . serta bimbingan teknis. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemantauan. dan penyusunan norma. serta bimbingan teknis. prosedur. pemantauan. Seksi Inspeksi Sarana Produksi dan Distribusi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. dan penyusunan norma. Seksi Inspeksi Produk. dan kriteria.

BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN Pasal 608 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. standar. serta bimbingan teknis. standar. Pasal 607 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 605 Subdirektorat Standardisasi dan Sertifikasi terdiri atas : a. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan fungsi : 139 . dan kriteria. prosedur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Seksi Standardisasi Produk. standar. pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan.d. serta bimbingan teknis. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi. Pasal 606 (1) Seksi Standardisasi Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang standardisasi produk dan sertifikasi produksi dan distribusi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. (2) Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan penyusunan norma.

evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. d. f. Psikotropika. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kegiatan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. pelaksanaan perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Prekursor dan Sediaan Farmasi Khusus. penyusunan norma. prosedur. e. perizinan. d. standar. b. pengendalian. penyiapan bahan pemantauan. prosedur. d. c. kajian dan analisis di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. b. dan f. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan. 140 . standar. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. dan g. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pengendalian.a. bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. pemantauan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. penyiapan pemberian bimbingan teknis. dan e. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. c. Pasal 611 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. Pasal 610 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri atas : a.

pengendalian. perizinan. standar. Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. dan kriteria. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang produksi kosmetika dan makanan. c. prosedur. prosedur. pengendalian. Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi kosmetika dan makanan. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 615 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi dan distribusi obat dan obat tradisional. Seksi Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi. bimbingan teknis. Pasal 614 (1) Seksi Standardisasi Produksi dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. bimbingan teknis.Pasal 613 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional terdiri atas : a. penyusunan norma. Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan. standar. 141 . Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. pemantauan. pemantauan. Pasal 617 Subdirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan terdiri atas : a. pelaksanaan pemberian izin sarana produksi kosmetika. d. dan e. dan b. dan b.

d. prekursor. dan kriteria dan pedoman di bidang produksi dan distribusi narkotika. (2) Seksi Perizinan Sarana Produksi Kosmetika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perizinan. pengendalian. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian di bidang produksi dan distribusi narkotika. prekursor. c. psikotropika. prosedur. dan e. dan Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. prekursor. Psikotropika. Prekursor. dan sediaan farmasi khusus. Psikotropika. penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. penyiapan bahan pemantauan. psikotropika. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi narkotika.Pasal 618 (1) Seksi Standardisasi Produksi Kosmetika dan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan perizinan produksi dan distribusi narkotika. prekursor. b. pemantauan. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sarana produksi kosmetika. prekursor. dan kriteria. dan kriteria di bidang produksi kosmetika dan makanan. standar. bimbingan teknis. Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. dan Sediaan Farmasi Khusus menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. penyusunan norma. psikotropika. dan sediaan farmasi khusus dan makanan. perizinan. pemantauan. standar. pengendalian. psikotropika. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. 142 . Pasal 619 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. bimbingan teknis. psikotropika. psikotropika. prekursor. Prekursor.

serta bimbingan teknis. Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan koordinasi serta pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. b. dan Prekursor Farmasi. dan kriteria. Seksi Sediaan Farmasi Khusus. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. prosedur. dan Prekursor Farmasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Seksi Narkotika. Pasal 623 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. dan kriteria di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. penyiapan bimbingan teknis di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. d. Psikotropika. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. prosedur. perizinan. Psikotropika. standar. dan kriteria. (2) Seksi Sediaan Farmasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. standar. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang sediaan farmasi khusus dan makanan. serta bimbingan teknis. Psikotropika. pemantauan. 143 . Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang produksi dan distribusi narkotika. Prekursor. dan kriteria. c. Pasal 622 (1) Seksi Narkotika. dan Sediaan Farmasi Khusus terdiri atas : a. prosedur.Pasal 621 Subdirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika. perizinan. prosedur. standar. pemantauan. dan prekursor farmasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan e. psikotropika. serta bimbingan teknis.

serta bimbingan teknis. Seksi Kerjasama. DAN FUNGSI Pasal 628 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. Pasal 629 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan .Pasal 625 Subdirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat terdiri atas : a. Pasal 627 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektor. (2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. TUGAS. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. pengendalian serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerjasama di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat. standar. prosedur. dan b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kemandirian obat dan bahan baku obat. dan kriteria. Pasal 626 (1) Seksi Analisis Obat dan Bahan Baku Obat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma. pemantauan. 144 .

dan Kelompok Jabatan Fungsional. Inspektorat III. e. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Inspektorat IV. dan e. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. g. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan. Inspektorat I. reviu. pemantauan. Inspektorat II. c. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. b. Inspektorat Investigasi. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan kegiatan pengawasan lainnya. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : 145 . d. b.Pasal 630 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629. d. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 631 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 632 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. evaluasi.

b. pengolahan. Bagian Umum. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. b. program. dan b. serta dokumentasi. program. keuangan. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 635 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. e. c. penyajan data dan Informasi hasil pengawasan. dan dokumentasi. d. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi. 146 . dan anggaran. Subbagian Program. Pasal 634 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan dokumentasi. pelayanan informasi pengawasan. anggaran dan penyajian informasi hasil pengawasan dan dokumentasi. penyajian data dan informasi hasil pengawasan. program. program. dan b. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. perlengkapan dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana. Pasal 638 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan anggaran. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. Pasal 637 Bagian Program dan Informasi terdiri atas : a. dan c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian data. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. pelaksanaan urusan tata usaha.a. kepegawaian.

serta memantau penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I. pengumpulan. pencatatan. Pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji. pengolahan. Pasal 642 (1) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penerimaan.Pasal 639 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pencatatan. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Aparat Pengawasan Fungsional di luar Inspektorat Jenderal. analisis laporan hasil pengawasan. dan. 147 . penyimpanan berkas. perlengkapan. analisis. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyajian data hasil pengawasan. evaluasi dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut serta penyajian laporan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. b. penyimpanan berkas. Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II. penyajian laporan hasil pengawasan. dan rumah tangga. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penerimaan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.dan b. analisis. Pasal 641 Bagian Analisis dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas : a. dan b. Pasal 643 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji.

Pasal 649 Bagian Umum terdiri atas : a. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. BAGIAN KEEMPAT INSPEKTORAT I Pasal 651 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan. Subbagian Kepegawaian. dan kepegawaian. dan b. Subbagian Keuangan. dan b. pemantauan. dan b. 148 . reviu. Pasal 646 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. evaluasi. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha.Pasal 645 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 647 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 650 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.

evaluasi.Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. evaluasi. reviu. pemantauan. dan b. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I Pasal 653 Inspektorat I terdiri atas : a. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi : a. b. kearsipan. urusan tata persuratan. evaluasi. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. BAGIAN KELIMA INSPEKTORAT II Pasal 655 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat I. b. dan d. pemantauan dan kegiatan lingkup Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. c. reviu. penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 654 Subbagian Tata Usaha Inspektorat I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Subbagian Tata Usaha. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak . administrasi keuangan. pemantauan dan kegiatan lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi : a. 149 . penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. reviu. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.

dan b. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. kearsipan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat II. c. reviu. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. b. Pasal 658 Subbagian Tata Usaha Inspektorat II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Subbagian Tata Usaha. urusan tata persuratan. 150 . evaluasi. Pasal 661 Inspektorat III terdiri atas : a. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. reviu. pemantauan. BAGIAN KEENAM INSPEKTORAT III Pasal 659 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.c. b. administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan d. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 657 Inspektorat II terdiri atas : a. evaluasi.

pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pasal 666 Subbagian Tata Usaha Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Subbagian Tata Usaha. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat IV. 151 . penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. BAGIAN KETUJUH INSPEKTORAT IV Pasal 663 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. urusan tata persuratan. administrasi keuangan. Pasal 665 Inspektorat IV terdiri atas : a. dan b. administrasi keuangan.Pasal 662 Subbagian Tata Usaha Inspektorat III mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi : a. reviu. dan d. evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV. dan penyusunan laporan hasil pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. kearsipan. kearsipan. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat III. pemantauan. urusan tata persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. c. b. reviu. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. evaluasi.

Subbagian Tata Usaha. b. pengawasan investigasi dan pengawasan lainnya. (2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah tenaga fungsional Auditor dalam jenjang jabatan yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan dokumentasi di lingkup kerja Inspektorat Investigasi. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi : a. 152 . Pasal 670 Subbagian Tata Usaha Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan laporan. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. e. dan b. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Pasal 671 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat Investigasi Pasal 669 Inspektorat Investigasi terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. perumusan rencana dan program kerja pengawasan investigasi. d. c. urusan tata persuratan. administrasi keuangan. kearsipan.BAGIAN KEDELAPAN INSPEKTORAT INVESTIGASI Pasal 667 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kesehatan.

b. TUGAS. dan d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. (4) Jumlah tenaga fungsional Auditor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. 153 .(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional Auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. DAN FUNGSI Pasal 672 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan. c. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan. (5) Jenjang jabatan tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan.

BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan penunjang pembinaan profesi. kerja sama. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas : a. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. koordinasi dan penyusunan rencana. c. e. c. dan laporan. diseminasi. c. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. e. pemantauan. Publikasi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. tata usaha. dan perlengkapan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan pegawai. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. penataan organisasi. anggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik. termasuk pengelolaan laboratorium nasional dan internasional penelitian dan pengembangan. Kebijakan Kesehatan. dan Kepegawaian. dan Diseminasi. pelaksanaan urusan keuangan. b. b. Bagian Perencanaan dan Anggaran. penyiapan urusan hukum. dan d. program. Sekretariat Badan. promosi. d. Bagian Hukum. Bagian Informasi. dan Pemberdayaan Masyarakat. 154 . rumah tangga. Bagian Keuangan dan Umum. utilisasi. dan Pusat Humaniora. b. d. Organisasi. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat.BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri atas : a. evaluasi.

dan c.Pasal 679 Bagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. program. Bagian Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : a. dan c. b. dan penyusunan laporan. Organisasi. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran. Subbagian Anggaran. evaluasi. Bagian Hukum. pelaksanaan pengadaan dan mutasi pegawai. Organisasi. dan penyusunan laporan. dan laporan. b. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan anggaran. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan pegawai. 155 . pemantauan. b. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Pasal 681 Bagian Perencanaan dan Anggaran terdiri atas : a. pelaksanaan urusan hukum dan organisasi. anggaran. Subbagian Program. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyusunan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana dan program. dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penataan organisasi. Pasal 683 Bagian Hukum. pemantauan. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. dan pengembangan pegawai. pengelolaan kepegawaian. evaluasi. evaluasi.

utilisasi. b. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian. 156 . Organisasi. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. jabatan fungsional peneliti. kerja sama. Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kerja Sama. dan c. dan kerja sama. pengelolaan lintas kontinum keahlian dan metodologi penelitian. (2) Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan kebutuhan pegawai. b. disiplin. diseminasi. pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi. dan perpustakaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai. utilisasi. Pasal 689 Bagian Informasi. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pasal 687 Bagian Informasi. dan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. pensiun pegawai. dan ketatausahaan pegawai. Subbagian Dokumentasi. pelaksanaan dokumentasi. Pasal 686 (1) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan hukum. kesejahteraan pegawai. dan hubungan masyarakat. Subbagian Hukum dan Organisasi. penataan organisasi. dan Kepegawaian terdiri atas : a. Publikasi. b. etika. pengangkatan pegawai. penyediaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. pemindahan. Bagian Informasi. Publikasi. tugas dan izin belajar. serta pembinaan profesi peneliti. pengembangan karir. dan c. dan Perpustakaan. promosi. kenaikan pangkat. jabatan fungsional non peneliti. dan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan. dan c. Publikasi. Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat. pelaksanaan diseminasi. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 687. Publikasi. dan pelayanan hak atas kekayaan intelektual. pemberhentian. dan Diseminasi terdiri atas : a. promosi hasil penelitian dan pengembangan. dan penunjang pembinaan profesi.Pasal 685 Bagian Hukum.

rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. kearsipan. akuntansi. pembinaan perbendaharaan. utilisasi.Pasal 690 (1) Subbagian Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan serta Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. tata usaha. promosi hasil penelitian dan pengembangan. (3) Subbagian Diseminasi dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan diseminasi. dan perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Keuangan. b. pelaksanaan urusan tata usaha. dan c. pengelolaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. b. Pasal 693 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas : a. 157 (2) (3) . (2) Subbagian Dokumentasi. dan kerja sama. dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan dokumentasi. Pasal 691 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. layanan konsultasi penggunaan piranti keras dan lunak. dan evaluasi keuangan. penatausahaan penerimaan negara bukan pajak. Pasal 694 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penatausahaan keuangan. Subbagian Tata Usaha. dan pelayanan pimpinan. dan pelayanan perpustakaan. verifikasi. pengelolaan kegiatan forum lintas lembaga. pengelolaan museum penelitian dan pengembangan. tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengelolaan urusan keuangan . protokol. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan hubungan masyarakat. Publikasi. gaji. dan c. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. penyiapan bahan publikasi hasil penelitian.

evaluasi dan penyusunan laporan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.BAGIAN KEEMPAT PUSAT BIOMEDIS DAN TEKNOLOGI DASAR KESEHATAN Pasal 695 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. pemantauan. Pasal 698 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan. anggaran. b. 158 . penyusunan rencana. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. Bidang Biomedis. dan c. b. pelaksanaan urusan keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. kepegawaian dan umum. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga . pemantauan. evaluasi dan laporan. c. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. b. dan d. program. Pasal 697 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. dan c. rencana. program. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. dan anggaran. dan program penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbagian Keuangan. diseminasi. umum. Pasal 702 Bidang Biomedis mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. meliputi biologi kedokteran. mikrobiologi. pemantauan. promosi hasil penelitian dan pengembangan. kepegawaian. serta gaji. Subbagian Program dan Kerja Sama.Pasal 700 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan b. Pasal 704 Bidang Biomedis terdiri atas : a. evaluasi. imunologi. protokol. perlengkapan. sel punca (stem cells). serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Bidang Biomedis menyelenggarakan fungsi: a. genomik dan proteomik. anggaran. Pasal 701 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. rumah tangga. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia dan biomedis non manusia. fisiologi. tata persuratan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan b. Subbidang Biomedis Non Manusia. biomolekuler dan farmakologi. biokimia. dan b. patologi. parasitologi. pelayanan pimpinan. bioinformatika. Kepegawaian. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penelitian. (2) Subbagian Keuangan. utilisasi. pelaksanaan penelitian. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. dan penyusunan laporan. program. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. nutrigenomik dan nutrigenetik. Subbidang Biomedis Manusia. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Kepegawaian dan Umum. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. 159 . serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.

dan teknologi gizi dan makanan serta bidang teknologi dasar kesehatan lainnya. teknologi farmasi. pengobatan dan pencegahan. meliputi biomedis reservoir dan vektor. parasitologi. biomolekuler dan farmakologi. Pasal 706 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis non manusia. (2) 160 . dan b. gizi dan makanan. meliputi biologi kedokteran. pelaksanaan penelitian. Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. biokimia. fisiologi. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi diagnostik. genomik dan proteomik. imunologi. nutrigenomik dan nutrigenetik. bioinformatika serta penelitian dan pengembangan biomedis manusia lainnya. Perbekalan Kesehatan. Gizi dan Makanan. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi.Pasal 705 (1) Subbidang Biomedis Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. perbekalan kesehatan. dan b. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang biomedis manusia. Bidang Teknologi Dasar Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 708 Bidang Teknologi Dasar Kesehatan terdiri atas : a. agen serta biomedis non manusia lainnya. mikrobiologi. pelaksanaan penelitian. sel punca (stem cells). teknologi rekayasa lingkungan. patologi. Subbidang Biomedis Non Manusia mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi dasar kesehatan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit.

c. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. dan c. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar farmasi. gizi dan makanan. dan e. Subbidang Teknologi Dasar Farmasi. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . d. dan fasilitasi teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. pemantauan. b. perbekalan kesehatan. Perbekalan Kesehatan. Bagian Tata Usaha. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi : a. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi dasar pengendalian penyakit. pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Bidang Epidemiologi Klinik. koordinasi. Bidang Teknologi Terapan Kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. 161 (2) . evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. Pasal 712 Pusat Teknologi Terapan kesehatan dan Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. serta menapis teknologi di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. rencana dan program penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. pelaksanaan pembinaan. BAGIAN KELIMA PUSAT TEKNOLOGI TERAPAN KESEHATAN DAN EPIDEMIOLOGI KLINIK Pasal 710 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan.Pasal 709 (1) Subbidang Teknologi Dasar Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. b.

Pasal 717 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. diseminasi. umum. anggaran. Pasal 715 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. uji obat dan vaksin. dan Umum. penyusunan rencana. evaluasi. pelayanan pimpinan. (2) Subbagian Keuangan. anggaran. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. dan c. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Keuangan. dan uji obat bahan alam. makanan. protokol. evaluasi dan laporan.Pasal 713 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan umum. dan penapisan teknologi kesehatan serta penyiapan perumusan dan pelaksaan kebijakan di bidang teknologi terapan kesehatan meliputi farmasi. Kepegawaian. rumah tangga. utilisasi. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. gizi. kepegawaian. dan gaji. dan anggaran. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. Subbagian Program dan Kerja Sama. Kepegawaian. program. pengembangan. tata persuratan. pelaksanaan urusan keuangan. perlengkapan. kedokteran klinik. program. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. program. dan penyusunan laporan. 162 . evaluasi dan penyusunan laporan. serta bidang teknologi terapan kesehatan lainnya. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. pengkajian dan penapisan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment). pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. b. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. promosi hasil penelitian dan pengembangan. dan b. pemantauan.

dan b. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. obat tradisional. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. Pasal 720 (1) Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang obat. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi dan makanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. dan kedokteran klinik. Bidang Teknologi Terapan kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. bahan obat. Pasal 719 Bidang Teknologi Terapan Kesehatan terdiri atas : a. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan farmasi dan kedokteran. teknologi kesehatan. kebijakan di bidang 163 . perbekalan kesehatan. pelaksanaan penelitian. Bidang Epidemiologi Klinik menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknologi terapan gizi dan makanan. Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan. Subbidang Teknologi Terapan Farmasi dan Kedokteran.Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. kosmetika. serta penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik penyakit menular dan penyakit tidak menular serta epidemiologi klinik lainnya. pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang Teknologi Terapan Gizi dan Makanan mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 721 Bidang Epidemiologi Klinik mempunyai tugas melaksanakan penelitian.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. BAGIAN KEENAM PUSAT TEKNOLOGI INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT Pasal 725 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. diabetes melitus dan metabolik lainnya. 164 . dan c. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular. dan b. Pasal 724 (1) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang epidemiologi klinik lainnya. (2) Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. Subbidang Epidemiologi Klinik Penyakit Tidak Menular. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725. penyakit kronis dan degeneratif lainnya. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit tidak menular. Pasal 723 Bidang Epidemiologi Klinik terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian. gangguan kecelakaan dan cidera serta penyakit tidak menular lainnya. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. pelaksanaan penelitian.b. kanker. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyakit menular langsung dan penyakit bersumber binatang.

Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Subbagian Keuangan. pemantauan. 165 . d. evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. dan anggaran. pemantauan. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. dan Umum. pelaksanaan urusan keuangan. anggaran. Bidang Sumber Daya Kesehatan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan kajian daerah bermasalah kesehatan. utilisasi. program. pemantauan. evaluasi dan laporan. program. promosi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 727 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat terdiri atas : a. kepegawaian. dan b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. program. evaluasi dan penyusunan laporan. dan e. c. b. b. dan penyusunan laporan. Pasal 731 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Kepegawaian. penyusunan rencana. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang teknologi intervensi kesehatan masyarakat. evaluasi. Pasal 728 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pasal 730 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan umum. anggaran. dan c. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Bidang Upaya Kesehatan. dan c. diseminasi. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat . Subbagian Program dan Kerja Sama. pemantauan.b.

pelaksanaan penelitian. kesehatan olah raga. Pasal 734 Bidang Upaya Kesehatan terdiri atas : a. kesehatan tradisional. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan. (2) Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. kesehatan jiwa. pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit. sosial ekonomi. protokol. perlengkapan. komplementer dan alternatif. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Kepegawaian. dan b. dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan kelompok rentan. umum. rumah tangga. pelayanan pimpinan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan penelitian. kesehatan kerja. Pasal 735 (1) Subbidang Upaya Kesehatan Kelompok Rentan mempunyai tugas melakukan penelitian. Pasal 732 Bidang Upaya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada kelompok penduduk rentan dari faktor biologis. kesehatan ibu. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. geografi. bayi. 166 . serta penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan. kesehatan reproduksi. kesehatan matra. peningkatan kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang upaya kesehatan masyarakat. kepegawaian. Subbidang Upaya Kesehatan Masyarakat. serta penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang upaya kesehatan kelompok rentan dan upaya kesehatan masyarakat. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Bidang Upaya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. kesehatan sekolah. gizi dan makanan. serta bidang kesehatan masyarakat lainnya. dan gaji. serta faktor lainnya. tata persuratan. anak. demografi dan/atau karena keterpaparan terhadap faktor risiko tertentu. dan b.(2) Subbagian Keuangan. remaja. serta penyiapan bahan penyusunan.

fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. serta penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia. (2) Subidang Fasilitas dan Perbekalan dan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bahan dan alat kesehatan. dan fasilitas non kesehatan yang meliputi industri/pabrik. tempat rekreasi. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 738 Bidang Sumberdaya Kesehatan terdiri atas : a. fasilitas dan perbekalan kesehatan. Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. rumah bersalin. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pelaksanaan penelitian. Subbidang Sumber Daya Manusia. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas meliputi fasilitas kesehatan dan fasilitas non kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Subbidang Fasilitas dan Perbekalan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. b.Pasal 736 Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya manusia meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. klinik pelayanan kesehatan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perbekalan kesehatan meliputi bahan dan alat kesehatan. permukiman. 167 . dan c pelaksanaan penelitian. Pasal 739 (1) Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian. puskesmas. balai pengobatan. b. tempat dan fasilitas umum serta fasilitas lainnya. tempat kerja. praktik tenaga kesehatan.

dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. d. dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat. b. pemantauan. dan pemberdayaan masyarakat. evaluasi dan laporan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. dan c. Bagian Tata Usaha. rencana. b. dan pemberdayaan masyarakat. evaluasi. kebijakan kesehatan. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora. dan e.BAGIAN KETUJUH PUSAT HUMANIORA. Pusat Humaniora. Pasal 742 Pusat Humaniora. KEBIJAKAN KESEHATAN. 168 . c. pemantauan. dan program penelitian dan pengembangan di bidang humaniora. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. kebijakan kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat. DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 740 Pusat Humaniora. dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. kebijakan kesehatan. dan anggaran. serta tata usaha dan rumah tangga Pusat. Kebijakan Kesehatan. Kebijakan Kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. program. dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan. dan pemberdayaan masyarakat. Bidang Humaniora Kesehatan. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. Kebijakan Kesehatan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Pusat. kebijakan kesehatan.

demografi. dan budaya. pelayanan pimpinan. Kepegawaian. dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 746 (1) Subbagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. Kepegawaian. b. dan umum. pelaksanaan urusan keuangan. pelaksanaan penelitian. diseminasi. pemantauan. penyusunan rencana. dan b. 169 . evaluasi. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. evaluasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. protokol. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. program. kebijakan kesehatan. dan penyusunan laporan. serta pengelolaan laboratorium penunjang dan perpustakaan. kepegawaian. umum. pemantauan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. promosi hasil penelitian dan pengembangan. dan Umum. penyiapan administrasi dan sarana penelitian dan pengembangan. rumah tangga. dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. tata persuratan. kebijakan kesehatan. utilisasi. pengelolaan jaringan informasi ilmiah. Subbagian Program dan Kerja Sama. program. anggaran. Bidang Humaniora Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Keuangan. dan gaji. Pasal 747 Bidang Humaniora Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penelitian. perlengkapan. ekonomi. dan c.Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. kepegawaian. serta kerja sama penelitian dan pengembangan dan pertemuan ilmiah di bidang humaniora. dan penyusunan laporan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan bidang humaniora kesehatan. psikologi. Subbagian Keuangan. anggaran.

etika. dan pelaksanaan penelitian. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan.b. pertahanan dan keamanan dan ilmu terkait lainnya. Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. filsafat. pelaksanaan pengkajian desentralisasi. etika. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu sosial. Pasal 749 teknologi kesehatan. 170 . pelaksanaan penelitian. budaya. kebijakan di bidang teknologi kesehatan. ekonomi. Ekonomi. c. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan humaniora lainnya. b. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan. dan pelaksanaan penelitian. filsafat. pengembangan dan penapisan serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan hukum. psikologi. perilaku dan peran serta masyarakat. Subbidang Sosial. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. Pasal 751 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian. Subidang Hukum dan Etika. dan Budaya. serta penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. Ekonomi. demografi. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu hukum. Pasal 750 (1) Subbidang Sosial. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. (2) Subbidang Hukum dan Etika mempunyai tugas melakukan penelitian. pertahanan dan keamanan. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. serta pengkajian desentralisasi. dan b. kebijakan di bidang Bidang Humaniora Kesehatan terdiri atas : a. c. pelaksanaan penelitian. dan Budaya mempunyai tugas melakukan penelitian. dan ilmu terkait lainnya. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan.

pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. b. DAN FUNGSI Pasal 755 (1) Badan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perilaku dan peran serta masyarakat. (2) BAB X BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN.Pasal 753 Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : a. TUGAS. Pasal 756 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penelitian. pengembangan dan penapisan teknologi kesehatan. 171 . Pasal 754 (1) Subbidang Analisis Kebijakan mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbidang Analisis Kebijakan. Subbidang Perilaku dan Peran Serta Masyarakat. serta penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebijakan kesehatan dan pengkajian desentralisasi.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. c. Sekretariat Badan. b. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan.Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Sertifikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. pemantauan. dan d. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. e. b. dan anggaran. BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT BADAN Pasal 759 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. c. 172 . program. terdiri atas: a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 758 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pengelolaan data dan informasi. dan Pusat Standardisasi. penyusunan kebijakan teknis.

program. dan anggaran. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. dan penyajian data dan informasi. d. program. dan Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. Pasal 765 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan gaji. f. b. Bagian Program dan Informasi. c. pengumpulan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan penyajian data dan informasi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 762 Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. 173 . dan hubungan masyarakat. dan anggaran. Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jabatan fungsional: pelaksanaan urusan tata persuratan. dan Hubungan Masyarakat. penataan organisasi. dan pemantauan. e. b. Bagian Keuangan dan Perlengkapan. g. evaluasi. b. dan penyusunan laporan. penyiapan urusan hukum. dan pengelolaan data dan informasi. dan anggaran. Organisasi. rumah tangga. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bagian Hukum. Subbagian Program dan Anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. c. program. Pasal 764 Bagian Program dan Informasi terdiri atas: a. Pasal 761 Sekretariat Badan terdiri atas : a. kearsipan. serta pemantauan. evaluasi. dan perlengkapan. dan pemantauan. Subbagian Data dan Informasi. dan penyusunan laporan. pengelolaan urusan keuangan.c. d. c. pengolahan. pengolahan.

dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 770. dan hubungan masyarakat. pelaksanaan penataan. Organisasi. evaluasi. Bagian Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. dan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat. dan ketatalaksanaan. 174 . dan hubungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum. organisasi. dan perlengkapan. Bagian Hukum. dan pelaporan pelaksanaan program. Subbagian Organisasi. c. penataan organisasi. evaluasi organisasi. Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi organisasi serta ketatalaksanaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. pengelolaan anggaran. pelaksanaan urusan hukum. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. c. Subbagian Hukum. Organisasi. b. b. Pasal 769 (1) (2) (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan urusan hukum. Pasal 766 Bagian Hukum.(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 770 Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan. c. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi. pelaksanaan pembinaan perbendaharaan. rumah tangga. Pasal 768 Bagian Hukum. dan Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat.

c. tuntutan perbendaharaan. dan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 776 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas: a. pemberhentian. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 773 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan anggaran dan penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. kearsipan. Pengelolaan pengembangan pegawai dan jabatan fungsional. tata persuratan. dan ganti rugi.Pasal 772 Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi. dan Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Pasal 774 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan jabatan fungsional. b. c. dan gaji. Pasal 777 (1) (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. dan akuntansi. dan pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai. b. c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. kearsipan. Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. 175 (2) (3) . Subbagian Perencanaan dan Mutasi Pegawai. b. urusan tata usaha keuangan. dan gaji. pengadaan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. serta jabatan fungsional. pensiun dan mutasi pegawai. pembukuan.

dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. c. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. pemantauan. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. d. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. terdiri atas: 176 b. evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. kearsipan. dan gaji. pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia di luar negeri. serta pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. . BAGIAN KEEMPAT PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 778 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan.(3) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Pasal 780 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

evaluasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan program. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri. Subbidang Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. terdiri atas: a. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri. d. pemantauan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Pasal 781 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. dan laporan di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan. pemantauan.a. dan Subbidang Program dan Pelaporan. Pasal 785 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. b. pemantauan. dan laporan di bidang perencanaan sumber daya manusia kesehatan. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. 177 (2) . penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan. Subbidang Analisis Kebutuhan. e. c. dan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan . Pasal 783 Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan program. b. evaluasi. Pasal 784 (1) Subbidang Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia kesehatan.

b. Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 788 (1) Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 787 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang distribusi sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. dan sumberdaya manusia kesehatan asing di Indonesia. dan Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan dalam negeri. Subbidang Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan. 178 (2) . penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. Pasal 789 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan termasuk pendidikan pengembangan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis.

Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan asing di Indonesia termasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Pusat. kepegawaian. pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. keuangan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Asing di Indonesia. BAGIAN KELIMA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR Pasal 794 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan aparatur. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan. Pasal 793 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 792 (1) Subbidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Indonesia ke luar negeri temasuk tenaga pengobat ramuan tradisional. b. pengembangan dan pengendalian mutu.Pasal 791 Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Luar Negeri terdiri atas: a. 179 (2) . pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan.

b.

pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan, pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 796

c.

d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 797 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan; dan penyiapan bahan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang perencanaan, pengembangan, dan pengendalian mutu pelatihan. Pasal 799 Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Mutu terdiri atas: a. b. Subbidang Perencanaan dan Pengembangan; dan Subbidang Pengendalian Mutu.

180

Pasal 800 (1) Subbidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, dan pengembangan program di bidang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pemantauan, evaluasi dan laporan serta pengendalian mutu pelatihan. Pasal 801 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen kesehatan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan. Pasal 803 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan. Pasal 804 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen kesehatan.
181

(2)

(2)

Pasal 805 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan; dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional kesehatan. Pasal 807 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Kesehatan terdiri atas: a. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan; dan Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan. Pasal 808 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kesehatan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional Kesehatan. Pasal 809 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga Pusat.

(2)

182

BAGIAN KEENAM PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN Pasal 810 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang program dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bidang Program dan Pengembangan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pengendalian Mutu; Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 813 Bidang Program dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan di bidang program dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
183

b.

c.

d.

184 b. Bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813. b. Pasal 816 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. Pasal 819 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan terdiri atas: a. dan Subbidang Pengembangan. Subbidang Program. b. (2) . dan Subbidang Pelatihan. Subbidang Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Subbidang Pendidikan. Bidang Program dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang program. Pasal 815 Bidang Program dan Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 817 Bidang Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. b. Pasal 818 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

Pasal 820 (1) Subbidang Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 821 Bidang Pengendalian Mutu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. dan rumah tangga Pusat. b. Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelatihan tenaga kesehatan termasuk masyarakat. terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. keuangan. dan Subbidang Pemantauan. Pasal 823 Bidang Pengendalian Mutu. kepegawaian. Pasal 825 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (2) (2) 185 . b. Bidang Pengendalian Mutu menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Standardisasi. Pasal 824 (1) Subbidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

BAGIAN KETUJUH PUSAT STANDARDISASI. e. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan.i dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi. 186 . dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. d. Subbagian Tata Usaha. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. c. Sertifikasi. pemantauan. Pasal 827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. rencana dan program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. dan penyusunan laporan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang perencanaan dan program. Sertifikasi. Sertifikas. Pasal 828 Pusat Standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. SERTIFIKASI. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan. d. DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Pasal 826 Pusat Standardisasi. dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang standardisasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional b. standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kesehatan. sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pusat Standardisasi. Bidang Perencanaan dan Program. c.

dan laporan di bidang standardisasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perencanaan standardisasi. sertifikasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. evaluasi. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 831 Bidang Perencanaan dan Program. penyiapan bahan penyusunan program di bidang program standardisasi. sertifikasi. sertifikasi. Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan di bidang perencanaan dan program standardisasi. evaluasi. Pasal 833 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standardisasi. pemantauan. Subbidang Perencanaan. sertifikasi. Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 187 (2) . Pasal 834 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 833. penyusunan program. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. dan pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. Pasal 830 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 829.Pasal 829 Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis. Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan b. dan b. Subbidang Program. sertifikasi. Pasal 832 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan di bidang standardisasi. sertifikasi. terdiri atas: a.

(2) 188 . dan b. Pasal 836 (1) Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 838 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. b. Pasal 837 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan sumber daya manusia kesehatan. dan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Pasal 835 Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. dan Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi sumber daya manusia kesehatan.a. Pasal 839 Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan terdiri atas: a. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Subbidang Sertifikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. b. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata. Subbidang Pendidikan Berkelanjutan. Subbidang Standardisasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bidang Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan.

(2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah-masalah tertentu sesuai dengan bidang tugasnya. BAB XI STAF AHLI Pasal 842 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Pasal 843 (1) Staf Ahli terdiri atas : a. b. kepegawaian. (2) Dalam melaksanakan tugas. dan rumah tangga Pusat. Staf Ahli Bidang Mediko Legal. Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. (2) 189 . Pasal 841 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. keuangan.Pasal 840 (1) Subbidang Pendidikan Berkelanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan berkelanjutan termasuk Internship Dokter. d. Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan. Subbidang Tugas Belajar Pendidikan Diploma dan Strata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tugas belajar jenjang pendidikan diploma dan strata termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. c. Menteri dapat menunjuk seorang Staf Ahli sebagai koordinator Staf Ahli yang dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di dukung oleh Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. dan e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat.

(3) Staf Ahli Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah perlindungan terhadap faktor risiko kesehatan. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. 190 . analisis dan diseminasi informasi. serta pengembangan sistem informasi dan bank data.Pasal 844 (1) Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah teknologi kesehatan dan globalisasi. DAN FUNGSI Pasal 845 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang data dan informasi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat. TUGAS. Pasal 846 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan statistik kesehatan. BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. (4) Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan desentralisasi. (5) Staf Ahli Bidang Mediko Legal mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Kesehatan mengenai masalah mediko legal.

pelaksanaan administrasi Pusat. b. 191 . c. Subbagian Program dan Evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 848 Pusat Data dan Informasi terdiri atas : a. pemantauan. rencana dan program di bidang data dan informasi kesehatan. Bidang Statistik Kesehatan. pengelolaan urusan keuangan. Pasal 850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. pengolahan dan penyajian statistik kesehatan. evaluasi. tata usaha. dan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. e. b. c. analisis dan diseminasi informasi. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi. pemantauan. dan c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Tata Usaha. dan f. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pengembangan sistem informasi dan bank data.Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. kerumahtanggaan. . pelaksanaan pengumpulan. dan c. penyusunan kebijakan teknis. dan perlengkapan. umum. b. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data. penyusunan rencana. Pasal 851 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. e. evaluasi dan laporan. d. Subbagian Keuangan. d. pemantauan. program. dan laporan serta administrasi. Pasal 849 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. evaluasi.

tata persuratan. Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. kearsipan. Pasal 856 (1) Subbidang Statistik Derajat dan Upaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengolahan dan penyajian statistik lingkungan dan sumber daya kesehatan. (2) Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan b.Pasal 852 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. serta pemantauan. Pasal 855 Bidang Statistik Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Kesehatan. Bidang Statistik Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum dan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengumpulan. (2) Subbagian keuangan. dan perlengkapan . pengolahan dan penyajian statistik derajat kesehatan dan upaya kesehatan. dan anggaran. Pasal 854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Pasal 853 Bidang Statistik Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan statistik kesehatan. Pasal 857 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan analisis dan diseminasi informasi kesehatan. dan b. 192 . pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan. program. rumah tangga.

pengelolaan bank data kesehatan. (2) Subbidang Bank Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan bank data kesehatan dan sistem jaringan. dan b. analisis data kesehatan. Pasal 859 Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi terdiri atas : a. diseminasi informasi kesehatan. pengembangan sistem informasi kesehatan. (2) Subbidang Diseminasi Informasi mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi kesehatan. Pasal 864 (1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem informasi kesehatan. Subbidang Analisis Data Kesehatan. 193 . dan b. Bidang Analisis dan Diseminasi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 863 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data terdiri atas : a. dan b. dan b. Subbidang Bank Data. Subbidang Diseminasi Informasi. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi.Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Data Kesehatan mempunyai tugas melakukan analisis data kesehatan. Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Pasal 861 Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan bank data. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Bank Data menyelenggarakan fungsi : a.

Bagian Tata Usaha. rencana dan program di bidang kerja sama luar negeri. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866.BAB XIII PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral. DAN FUNGSI Pasal 865 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. TUGAS. pelaksanaan tugas di bidang kerja sama luar negeri. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. Pasal 866 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan kerja sama bilateral. c. b. 194 . pelaksanaan administrasi Pusat. Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional. d. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 868 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. multilateral dan regional di bidang kesehatan.

Pasal 869 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, pemantauan, evaluasi, dan laporan, serta administrasi. Pasal 870 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri; b. penyusunan rencana, program, dan anggaran, evaluasi, dan laporan; dan c. pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum. Pasal 871 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri; b. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; dan c. Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum Pasal 872 (1) Subbagian Administrasi Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan administrasi hubungan luar negeri. (2) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan. (3) Subbagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian, tata persuratan, kearsipan, dan rumah tangga. Pasal 873 Bidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral. Pasal 874 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873, Bidang Kerja sama kesehatan bilateral dan multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri bilateral di bidang kesehatan; dan
195

b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring Kerja sama luar negeri multilateral bidang kesehatan. Pasal 875 Bidang Kerja sama Kesehatan Bilateral dan Multilateral terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral. Pasal 876 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama bilateral bidang kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama multilateral dan pinjaman hibah luar negeri yang didanai dari multilateral. Pasal 877 Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama kesehatan regional. Pasal 878 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877, Bidang Kerja Sama Kesehatan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional I di bidang kesehatan; dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan dan monitoring kerja sama luar negeri regional II di bidang kesehatan. Pasal 879 Bidang Kerja sama Kesehatan Regional terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I; dan b. Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II.

196

Pasal 880 (1) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional I. (2) Subbidang Kerja Sama Kesehatan Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait dengan kerja sama regional II.

BAB XIV PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 881 (1) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 882 Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang penanggulangan krisis kesehatan; b. pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; c. pemantauan, evaluasi, pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan; d. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan;
197

e. koordinasi dan pelaksanaan tanggap penanggulangan krisis kesehatan; dan f. pelaksanaan administrasi Pusat.

darurat

dan

pemulihan

dalam

BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 884 Pusat Penanggulangan Krisis terdiri atas : a. b. c. d. e. Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan; Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan; Bidang Pemantauan dan Informasi; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 885 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, serta administrasi Pusat. Pasal 886 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan; b. pengelolaan urusan keuangan; dan c. pengelolaan urusan kepegawaian, umum, tata usaha, kerumahtanggaan, dan perlengkapan. Pasal 887 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Program dan Evaluasi; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 888 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.
198

koordinasi dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan dalam penanggulangan krisis kesehatan. koordinasi dan pelaksanaan pencegahan. dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 893 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. mitigasi.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata persuratan. Pasal 889 Bidang Pencegahan. dan rumah tangga. koordinasi dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. (2) Subbidang Kesiapsiagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Subbidang Pencegahan dan Mitigasi. Subbidang Kesiapsiagaan. Pasal 894 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Mitigasi. Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan menyelenggarakan fungsi : 199 . dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 890 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. kearsipan. dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Mitigasi. Bidang Pencegahan. Mitigasi. Pasal 892 (1) Subbidang Pencegahan dan Mitigasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan upaya pencegahan dan mitigasi dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 891 Bidang Pencegahan. pembayaran gaji. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan Kesiapsiagaan terdiri atas : a.

penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pemulihan. pelaporan dan penyajian informasi pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan krisis kesehatan. dan b. penyusunan laporan dan penyajian informasi yang berkenaan dengan penanggulangan krisis kesehatan. (2) Subbidang Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan dan penyajian informasi di bidang penanggulangan krisis kesehatan . dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. koordinasi dan pelaksanaan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. Bidang Pemantauan dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 899 Bidang Pemantauan dan Informasi terdiri atas : a. Subbidang Informasi. Pasal 897 Bidang Pemantauan dan Informasi melaksanakan pemantauan. Subbidang Pemantauan. Pasal 898 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 900 (1) Subbidang Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan melakukan pemantauan di bidang penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 896 (1) Subbidang Tanggap Darurat mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tanggap darurat dalam penanggulangan krisis kesehatan. penyiapan bahan dan melakukan pemantauan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Pasal 895 Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan terdiri atas : a. Subbidang Tanggap Darurat. 200 . dan b. (2) Subbidang Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pemulihan penanggulangan krisis kesehatan. dan b.a.

c. TUGAS. Pasal 903 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 902. b. dan e. evaluasi. penyusunan kebijakan teknis. c. pemantauan. pelaksanaan advokasi. Bidang Jaminan Kesehatan. (2) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan administrasi Pusat. d. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 904 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. Bidang Pembiayaan Kesehatan. sosialisasi. pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. DAN FUNGSI Pasal 901 (1) Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 902 Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pembinaan pembiayaan dan jaminan kesehatan. koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Bagian Tata Usaha.BAB XV PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. 201 . dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. rencana dan program di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan.

monitoring. Pasal 909 Bidang Pembiayaan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan evaluasi. tata persuratan dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata persuratan kerumahtanggaan. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Monitoring. umum. pengelolaan data dan informasi serta peningkatan kapasitas pelaku di bidang pelaksanaan program sistem informasi. Monitoring. umum. dan perlengkapan. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan. Kelompok Jabatan Fungsional. kerumahtanggaan serta perlengkapan. Pasal 907 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. 202 . peningkatan kapasitas pelaku di bidang perencanaan program dan anggaran. dan c. Subbagian Sistem Informasi.d. Pasal 908 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan program. dan e. dan Evaluasi. dan administrasi Pusat. dan c. Pasal 905 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. di bidang pengembangan perhitungan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. program. rencana dan anggaran. Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 905. (2) Subbagian Sistem Informasi. b. penyusunan pedoman. dan anggaran. penyiapan koordinasi dan pengelolaan data dan evaluasi informasi. penyusunan rencana. Subbagian Program dan Anggaran.

(2) 203 . penyiapan advokasi. hasil analisis pemanfaatan biaya kesehatan. analisis mobilisasi sumber dana. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pengembangan perhitungan biaya kesehatan. rencana dan program di bidang pengembangan dan pembinaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela dan jaminan kesehatan non penerima upah.Pasal 910 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. sosialisasi. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan analisis pemanfaatan biaya kesehatan seperti analisis kecukupan biaya kesehatan. analisis kecukupan biaya jaminan kesehatan. Bidang Pembiayaan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. analisis kesinambungan biaya kesehtan. dan b. b. dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. penyiapan dan pengembangan instrumen perhitungan pembiayaan kesehatan serta penyiapan advokasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis serta pengembangan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan. Pasal 911 Bidang Pembiayaan Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan. Pasal 913 Bidang Jaminan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan masukan teknis perhitungan kebutuhan biaya untuk jaminan kesehatan. penyiapan advokasi. sosialisasi. sosialisasi. Subbidang Analisis Pemanfaatan Biaya Kesehatan. Pasal 912 (1) Subbidang Pengembangan Perhitungan Biaya Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan perhitungan biaya kesehatan seperti perhitungan kebutuhan biaya pelayanan dan biaya operasional kesehatan. koordinasi pelaksanaan perhitungan biaya kesehatan dan analisis pemanfaatan biaya kesehatan.

Pasal 917 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan advokasi. dan c. pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan non penerima upah termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan non penerima upah serta penyiapan advokasi.Pasal 914 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. b. penyusunan. dan jaminan kesehatan non penerima upah. penyusunan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. perumusan kebijakan. sosialisasi. sosialisasi. sosialisasi. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela (2) Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. koordinasi dan evaluasi Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. dan koordinasi jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. dan jaminan kesehatan non penerima upah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela. Subbidang Jaminan Kesehatan Non Penerima Upah. Pasal 915 Bidang Jaminan Kesehatan terdiri atas : a. Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela. dan b. 204 . Pasal 916 (1) Subbidang Jaminan Kesehatan Penerima Upah dan Sukarela mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Bidang Jaminan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan pengembangan dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela termasuk peningkatan kepuasan dan penanganan keluhan peserta pada kelompok peserta jaminan kesehatan penerima upah dan sukarela serta penyiapan advokasi. rencana dan program di bidang kendali mutu dan biaya serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan jaminan kesehatan non penerima upah.

instrumen untuk kendali mutu pelayanan dalam jaminan kesehatan mencakup pengembangan paket manfaat jaminan kesehatan. koordinasi manfaat. perumusan kebijakan dan pedoman serta instrumen untuk pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan mencakup kredensial PPK. penguatan PPK di tingkat dasar dan tingkat lanjutan termasuk dokter keluarga dalam jaminan kesehatan . Subbidang Pengembangan Jaringan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. Pasal 920 (1) Subbidang Kendali Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan. (2) 205 . sosialisasi. penanganan keluhan serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak pengobatan rasional. Subbidang Kendali Mutu. mendorong strukturisasi pelayanan dan sistem rujukan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan advokasi. dan b. penyusunan. serta kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan prosedur pelayanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. b. Pasal 919 Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan terdiri atas : a. Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan Badan Penyelenggara . Bidang Kendali Mutu dan Pengembangan Jaringan Pelayanan menyelenggarakan fungsi : a. analisis utilisasi. dan koordinasi kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan.Pasal 918 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Subbidang Pengembangan Jaringan. penyusunan. perumusan kebijakan. pedoman kendali mutu serta pengembangan jaringan pelayanan jaminan kesehatan. dan berbagai pedoman. dan c. standardisasi pelayanan dan jaga mutu pelayanan.

pemantauan. evaluasi. pelaksanaan administrasi Pusat. b. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Pelayanan Informasi Publik. b. pelayanan informasi publik dan hubungan antar lembaga.BAB XVI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi public melalui media massa dan opini publik. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi publik. pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga. TUGAS. rencana dan program di bidang komunikasi publik. DAN FUNGSI Pasal 921 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang komunikasi publik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 922 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik. Bagian Tata Usaha. penyusunan kebijakan teknis. c. Bidang Media Massa dan Opini Publik. c. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 924 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas dari : a. 206 . (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. dan d.

Pasal 926 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pembayaran gaji. program. Pasal 927 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penyusunan rencana. kearsipan. umum. Subbagian Program dan Evaluasi. dan c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 929 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan diseminasi informasi melalui media massa dan penyusunan opini publik. rumah tangga dan perlengkapan. dan laporan serta administrasi Pusat. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. dan c. dan anggaran. Pasal 930 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. pelaksanaan diseminasi informasi melalui media massa. Pasal 928 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas penyusunan rencana. dan perlengkapan. dan b. Pasal 925 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. b. tata usaha. pemantauan. pemantauan. umum. program. pelaksanaan penyusunan opini publik. pengelolaan urusan kepegawaian. Bidang Hubungan Antar Lembaga. Subbagian Keuangan. b. tata persuratan. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan keuangan. evaluasi. kerumahtanggaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. 207 . dan e. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional.d. dan laporan. dan anggaran. evaluasi dan laporan.

(2) Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan. dan b. Pasal 932 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan diseminasi informasi berbagai kebijakan kementerian kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat melalui media massa. Pasal 935 Bidang Pelayanan Informasi Publik terdiri atas : a. perpustakaan. Pasal 936 (1) Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan layanan informasi berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan dan hasil pelaksanaannya kepada masyarakat secara langsung termasuk penerbitan. Subbidang Media Massa. Subbidang Opini Publik. 208 . dan b. Pasal 934 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. pelaksanaan publikasi dan layanan informasi. data dan informasi komunikasi publik. dokumentasi. Subbidang Publikasi dan Layanan Informasi. (2) Subbidang Opini Publik mempunyai tugas melakukan penyusunan dan analisis opini publik yang bersumber dari media massa.Pasal 931 Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas : a. Subbidang Perpustakaan dan Dokumentasi. pengelolaan isu strategis. dan pameran. dan b. dan dokumentasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Bidang Pelayanan Informasi Publik menyelenggarakan fungsi : a. serta pemeliharaan jaringan eksternal di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pasal 933 Bidang Pelayanan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik.

Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. Pasal 940 (1) Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan kementerian dan lembaga. Pasal 939 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas : a. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 937 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan antar lembaga pemerintah dan lembaga tinggi negara. dan b. dan b. Subbidang Hubungan Kementerian dan Lembaga. lingkungan internal dan eksternal. swasta. (2) Subbidang Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan lembaga swadaya masyarakat. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan hubungan dengan lembaga swadaya masyarakat. swasta. 209 . lembaga tinggi negara dan lembaga non pemerintah. Pasal 938 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. lingkungan internal dan eksternal.

b. penyusunan kebijakan teknis. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. c. pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan. f. evaluasi. TUGAS. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.BAB XVII PUSAT PROMOSI KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. b. d. Bidang Advokasi dan Kemitraan. Pasal 942 Pusat Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pusat Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. e. pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. c. pemantauan. pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. (2) Pusat Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 944 Pusat Promosi Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 946. dan g. Bagian Tata Usaha. 210 . DAN FUNGSI Pasal 941 (1) Pusat Promosi Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan.

evaluasi dan laporan. Pasal 948 (1) Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program. dan perlengkapan. dan e.d. dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan anggaran. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. pemantauan. pengelolaan urusan umum. penyusunan rencana. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bidang Advokasi dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : 211 . kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. tata persuratan. Subbagian Program dan Evaluasi. Bidang Metode dan Teknologi Kesehatan. pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Keuangan. kearsipan rumah tangga. Pasal 946 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Pasal 950 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. kerumahtanggaan. tata usaha. Pasal 947 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan c. program. evaluasi. b. pemantauan. rencana dan anggaran. (3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Pasal 945 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. Pasal 949 Bidang Advokasi dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. dan laporan serta administrasi Pusat. dan c.

evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi. Pasal 951 Bidang Advokasi dan Kemitraan terdiri atas : a. koordinasi. pelaksanaan. Pasal 955 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat terdiri atas : a. dan b. Pasal 953 Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. (2) Subbidang Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 952 (1) Subbidang Advokasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 954 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. 212 . dan b. Subbidang Peran Serta Masyarakat. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan advokasi dan kemitraan di bidang kesehatan. Subbidang Kemitraan. pelaksanaan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. koordinasi. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan bersumber masyarakat di bidang kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemberdayaan dan Peran Serta masyarakat. Subbidang Advokasi. Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 956 (1) Subbidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kemitraan. koordinasi. dan b.a.

Pasal 957 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. monitoring. penyiapan bahan penyusunan. Subbidang Pengembangan Teknologi. Pasal 960 (1) Subbidang Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan Peran Serta masyarakat di bidang kesehatan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan metode di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. pelaksanaan. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan dan pengembangan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. penyusunan. pembinaan dan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. 213 . penyusunan program. pelaksanaan. koordinasi. pelaksanaan. koordinasi. Subbidang Pengembangan Metode.(2) Subbidang Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. (2) Subbidang Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Pasal 958 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957. dan pembinaan metode dan teknologi di bidang pemberdayaan dan promosi kesehatan. koordinasi. Pasal 959 Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan terdiri atas : a. dan b.

rencana dan program di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. Bagian Tata Usaha.BAB XIX PUSAT INTELIGENSIA KESEHATAN BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. penyusunan kebijakan teknis. 214 . b. pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. dan penanggulangan masalah di bidang inteligensia kesehatan. (2) Pusat Inteligensia Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala. TUGAS. b. DAN FUNGSI Pasal 961 (1) Pusat Inteligensia Kesehatan adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang Inteligensia Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. d. pemantauan. pengkajian inteligensia kesehatan. dan e. peningkatan kemampuan. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. Pusat Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 964 Pusat Inteligensia Kesehatan terdiri atas: a. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia kesehatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia kesehatan dan penanggulangan masalah inteligensia kesehatan. pelaksanaan administrasi Pusat. c. Pasal 962 Pusat Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pemeliharaan.

pelaporan. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia kesehatan. program. pembayaran gaji. evaluasi dan laporan. Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 965 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program. dewasa dan lanjut usia. Pasal 966 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965.c. Subbagian Program dan Anggaran. Subbagian Keuangan dan Umum. program. Pasal 967 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. evaluasi. pemantauan. umum. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan d. tata persuratan. dan kearsipan. urusan kepegawaian. remaja. pemantauan. penyusunan rencana. tata persuratan. dan b. serta rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 968 (1) (2) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana. dan anggaran. Pasal 969 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan. dan administrasi Pusat. b. Pasal 970 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: 215 . dan anggaran. pemantauan. dan c. pengelolaan urusan keuangan.

Subbidang Inteligensia Anak. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. Pasal 971 Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Kesehatan. dewasa. pengkajian. dewasa dan lanjut usia. Dewasa. pengkajian. terdiri atas: a.dan b. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. Pasal 973 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. dan lanjut usia. dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak. Dewasa. b. (2) Subbidang Inteligensia Remaja. koordinasi pelaksanaan. Subbidang Inteligensia Remaja. 216 . Pasal 972 (1) Subbidang Inteligensia Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 974 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973.a. dan Lanjut Usia. degeneratif. dan pelaksanaan upaya penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. penyiapan pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelaksanaan. dan sistem persyarafan serta penyakit vaskuler otak. dan c. degeneratif. pengkajian inteligensia kesehatan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis. b. remaja. degeneratif. dan koordinasi pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. dewasa dan lanjut usia. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia remaja. remaja. penyiapan kebijakan teknis dan koordinasi pelaksanaan upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan inteligensia anak.

koordinasi pelaksanaan. koordinasi pelaksanaan. Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : Pusat (2) 217 . pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan bawaan. Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. pendayagunaan. BAB XIX PUSAT KESEHATAN HAJI BAGIAN PERTAMA KEDUDUKAN. peningkatan dan pengendalian kesehatan haji dan umrah. terdiri atas: a. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan. b. Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan. dan sistem persyarafan. Pusat Kesehatan Haji dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 976 (1) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Bawaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. (2) Subbidang Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif dan Sistem Persyarafan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kebijakan penanggulangan masalah inteligensia akibat gangguan degeneratif. TUGAS. serta penyakit vaskuler otak. DAN FUNGSI Pasal 977 (1) Pusat Kesehatan Haji adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kesehatan di bidang kesehatan haji yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 978 Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelayanan.Pasal 975 Bidang Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan.

koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. b. dan d. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 980 Pusat Kesehatan Haji terdiri atas : a. pengendalian kesehatan jemaah. pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pelaksanaan administrasi Pusat. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. pengendalian kesehatan jemaah. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. Pasal 981 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Subbagian Tata Usaha. pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya dan layanan informasi kesehatan haji dan umrah. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. evaluasi. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. penyehatan lingkungan pemondokan. c. pelayanan medis. dan d. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. pengendalian kesehatan jemaah. pelayanan medis. penyehatan lingkungan pemondokan. keamanan makanan dan risiko kesehatan lingkungan lainnya. c. b. 218 . pelayanan medis. penyusunan kebijakan teknis. pendayagunaan dan pengembangan sumber daya kesehatan haji dan umrah. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kesehatan jemaah. pemantauan. rencana dan program di bidang pembinaan kesehatan jemaah.a. penyehatan lingkungan pemondokan. sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. 219 . pengelolaan sediaan farmasi. (2) Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pendayagunaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Haji. b. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pelayanan. Pasal 985 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 983 Bidang Pelayanan dan Pendayagunaan Sumber Daya Kesehatan Haji terdiri atas : a. Pasal 984 (1) Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pelayanan Kesehatan Haji. pemberian bimbingan teknis pelayanan. koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan. dan b. dan d. pelatihan dan pengerahan tenaga. alat kesehatan dan sarana kesehatan haji dan umrah. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pelayanan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan medis lapangan di bidang kesehatan haji dan umrah. pendayagunaan dan pengembangan tenaga dan penunjang pelaksanaan kesehatan haji dan umrah. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah.Pasal 982 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 985. c.

bimbingan teknis peningkatan kesehatan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kesehatan haji dan umrah. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. kearsipan. Pasal 988 (1) Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Peningkatan Kesehatan Haji. 220 . c. dan b. Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji. Pasal 987 Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji terdiri atas : a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis peningkatan kesehatan. dan b.Pasal 986 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 985. rumah tangga. (2) Subbidang Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan keuangan. Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 989 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. koordinasi dan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian faktor risiko kesehatan haji dan umrah serta pengelolaan sistem informasi. serta kepegawaian. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. dan d. monitoring dan evaluasi peningkatan kesehatan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. perlengkapan. pengendalian faktor risiko dan pengelolaan sistem informasi kesehatan haji dan umrah. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan peningkatan kesehatan.

221 .BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 990 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. BAB XXI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 992 (1) Di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Direktorat Jenderal/Badan sesuai dengan kebutuhan. Pasal 991 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Satuan Organisasi. ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Pasal 995 Setiap Kepala Satuan Organisasi dalam lingkungan Kementerian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 997 Setiap laporan yang diterima oleh satuan organisasi dari bawahan. wajib diolah dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. 222 . tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan.BAB XXI TATA KERJA Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas setiap Kepala Satuan Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. integrasi. Pasal 994 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 998 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 996 Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 223 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2010 MENTERI KESEHATAN. Pasal 1002 Dengan belakunya Peraturan Menteri ini.BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 999 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. Pasal 1001 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2011. BAB XXIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 1000 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 439/Menkes /Per/VI/2009 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 dinyatakan masih tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2010. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.