Anda di halaman 1dari 10

MANAGEMENT SUPPORT SYSTEM SOAL I 1. Sebutkan komponen dari DSS! a.

Data Management Subsystem Data management subsystem termasuk suatu database yang berisi data yang relevan untuk suatu situasi dan dikelola oleh suatu perangkat lunak yang disebut Database Management System (DBMS). Data management subsystem dapat saling berhubungan dengan data warehouse perusahaan. b. Model Management Subsystem Merupakan suatu paket perangkat lunak yang mencakup keuangan, statistik, ilmu manajemen, atau model kuantitatif yang menyediakan kemampuan analitis sistem dan manajemen perangkat lunak yang sesuai. c. User Interface Subsystem Merupakan suatu perantara antara user dengan DSS, sehingga user dapat berkomunikasi dan memberikan instruksi kepada DSS. d. Knowledge-Based Management Subsystem Knowledge-based management subsystem dapat mendukung komponen dari subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang independen. Knowledge-based management subsystem menyediakan intelegensi untuk menambah kecerdasan dari pengambil keputusan. Knowledge-based management subsystem dapat saling berhubungan dengan knowledge repository dari organisasi.

2. Gambarkan dan jelaskan model-model DSS a. Iconic / Scale Model Iconic model merupakan suatu replika fisik dari suatu sistem, yang biasanya dalam skala yang berbeda dari aslinya. Model ini dapat berbentuk tiga dimensi, seperti model dari sebuah pesawat, sebuah mobil, sebuah jembatan, atau sebuah production line. Foto merupakan model iconic dua dimensi. b. Analog Model Model ini berperilaku seperti sistem yang nyata, tetapi tidak serupa. Analog model lebih abstrak dibandingkan dengan iconic model dan merupakan suatu simbol representative

dari kenyataan. Model ini biasanya berbentuk diagram atau graifk dua dimensi. Analog model dapat merupakan physical model, tetapi bentuk dari model berbeda dari sistem yang sebenarnya. Contoh dari analog model : - Grafik organisasi yang menggambarkan struktur, otoritas, dan hubungan tanggung jawab - Peta dengan warna yang berbeda-beda yang menggambarkan objek, seperti bentuk dari pegunungan - Grafik pasar saham yang menggambarkan pergerakan dari harga saham - Blueprint dari suatu mesin atau rumah - Animasi, video, atau film c. Mental Model Merupakan gambaran deskriptif dari situasi pengambilan keputusan tentang apa yang dipikirkan oleh orang-orang tersebut. Proses berpikir mereka bekerja melalui skenario untuk mempertimbangkan utilitas dan risiko yang mungkin terdapat pada setiap alternatif yang potensial. Khususnya, mental model digunakan ketika terdapat faktorfaktor kualitatif dalam masalah pengambilan keputusan. d. Mathematic Model Model ini menggambarkan model yang abstrak secara matematis. Kebanyakan analisa DSS dilakukan secara numeric dengan mathematical model atau model kuantitatif lainnya.

SOAL II 1. Gambarkan model skematikdari DSS danjelaskan!

Komponen dari DSS dapat dihubungkan ke intranet perusahaan, ekstranet atau ke internet. Khususnya, komponen-komponen tersebut berkomunikasi melalui teknologi internet. Web browsers secara khusus menyediakan user interface. 2. Sebutkan jenis-jenis masalah dalam DSS dan berikan contoh! - Data Quality Kualitas data yang buruk, dapat menyebabkan kualitas informasi yang buruk juga, dan dapat menyebabkan data tersebut tidak dapat dipercaya untuk digunakan. - Data Integration Data yang akan diintegrasikan tentunya akan sangat banyak dan berasal dari sumber yang berbeda-beda. Hal ini akan menyebabkan waktu pengintegrasian yang cukup lama apalagi jika terdapat masalah dalam pengaksesan maupun keamanan dari data tersebut. - Scalability Jumlah data yang besar akan membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar, waktu pemrosesan meningkat sehingga jika tidak terdapat manajemen data yang baik, maka pengaksesan maupun penarikan data menjadi tidak efektif dan efisien. - Data Security Terdapat kemungkinan bahwa data dapat saja diakses, dirubah, atau dihapus oleh pihak yang tidak berwenang jika perlindungan terhadap data tidak baik. 3. Apa yang dimaksud dengan prototype? Beri contoh! Prototype adalah proses pembuatan model sederhana software yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Contoh prototype: miniatur rumah, dummy.

SOAL III 1. Jelaskan tentang masalah terstruktur, tidak terstruktur, dan semi struktur! Beri contoh! - Masalah terstruktur masalah yang dapat di ketahui penyelesaiannya dengan jelas dan pada umumnya terjadi berulang-ulang dan mempunyai fase terstruktur. Contoh : Seorang pilot mendapatkan masalah saat akan menerbangkan pesawat. Masalah ini termasuk masalah terstruktur karena merupakan masalah rutin dan sudah ada prosedur penyelesaiannya. - Masalah semi struktur Masalah yang dihadapi mungkin merupakan masalah rutin, tetapi prosedur standar yang biasa digunakan tidak dapat memecahkan masalah yang ada. Oleh sebab itu, selain membutuhkan solusi standar, masalah ini juga membutuhkan keputusan individual.

Contoh : Pilot mendapatkan masalah pada mesin sehingga perlu melakukan pendaratan darurat. Sesuai prosedur, pilot harus mendaratkan pesawat pada tempat yang aman sesuai petunjuk melalui alat komunikasi dari bandara terdekat. Namun, suara yang terdengar tidak jelas. Untungnya, pilot mengenal daerah sekitar dan memiliki peta sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan intuisi agar tidak merugikan penumpang. Masalah tidak terstruktur masalah yang tidak jelas solusinya, jarang terjadi, proses penanganannya lebih rumit, tidak mempunyai fase terstruktur, dan pengambil keputusan tidak memiliki pengalaman untuk menyelesaikan masalah tersebut. Contoh : Sama seperti contoh masalah semi-terstruktur tetapi dengan kondisi pilot tidak mengenal daerah sekitar dan petanya hilang.

2. Gambarkan interaksi komponen-komponendari DSS!

3. Karakteristik DSS! Karakteristik dan Kapabilitas dari DSS :

1. DSS menyediakan dukungan bagi pengambil keputusan utamanya pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur dengan memadukan pertimbangan manusia dan informasi terkomputerisasi. 2. Dukungan disediakan untuk berbagai level manajerial yang berbeda, mulai dari pimpinan puncak sampai manajer lapangan. 3. Dukungan disediakan bagi individu dan juga bagi group. berbagai masalah organisasional melibatkan pengambilan keputusan dari orang dalam group. Untuk masalah yang strukturnya lebih sedikit seringkali hanya membutuhkan keterlibatan beberapa individu dari departemen dan level organisasi yang berbeda. 4. DSS menyediakan dukungan ke berbagai keputusan yang berurutan atau saling berkaitan. 5. DSS mendukung berbagai fase proses pengambilan keputusan: intelligence, design, choice dan implementation. 6. DSS mendukung berbagai proses pengambilan keputusan dan style yang berbeda-beda; ada kesesuaian diantara DSS dan atribut pengambil keputusan individu (contohnya vocabulary dan style keputusan). 7. DSS selalu bisa beradaptasi sepanjang masa. Pengambil keputusan harus reaktif, mampu mengatasi perubahan kondisi secepatnya dan beradaptasi untuk membuat DSS selalu bisa menangani perubahan ini. DSS adalah fleksibel, sehingga user dapat menambahkan, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau mengatur kembali elemen-elemen dasar (menyediakan respon cepat pada situasi yang tak diharapkan). Kemampuan ini memberikan analisis yang tepat waktu dan cepat setiap saat. 8. User-friendlyness, kemampuan grafis yang baik, dan natural language interactive humanmachine interface dapat meningkatkan keefektifan dari DSS. Kebanyakan dari aplikasi DSS menggunakan Web-based Interface.

9. DSS mencoba untuk meningkatkan efektivitas dari pengambilan keputusan (akurasi, jangka waktu, kualitas), lebih daripada efisiensi yang bisa diperoleh (biaya membuat keputusan, termasuk biaya penggunaan komputer). 10. Pengambil keputusan memiliki kontrol menyeluruh terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah. DSS secara khusus ditujukan untuk mendukung dan tak menggantikan pengambil keputusan. Pengambil keputusan dapat menindaklanjuti rekomendasi komputer sembarang waktu dalam proses dengan tambahan pendapat pribadi atau pun tidak. 11. DSS mengarah pada pembelajaran, yaitu mengarah pada kebutuhan baru dan penyempurnaan sistem, yang mengarah pada pembelajaran tambahan, dan begitu selanjutnya dalam proses pengembangan dan peningkatan DSS secara berkelanjutan. 12. User/pengguna harus mampu menyusun sendiri sistem yang sederhana. Sistem yang lebih besar dapat dibangun dalam organisasi user tadi dengan melibatkan sedikit saja bantuan dari spesialis di bidang Information Systems (IS). 13. DSS biasanya mendayagunakan berbagai model (standar atau sesuai keinginan user) dalam menganalisis berbagai keputusan. Kemampuan pemodelan ini menjadikan percobaan yang dilakukan dapat dilakukan pada berbagai konfigurasi yang berbeda. berbagai percobaan tersebut lebih lanjut akan memberikan pandangan dan pembelajaran baru. 14. DSS dalam tingkat lanjut dilengkapi dengan komponen knowledge yang bisa memberikan solusi yang efisien dan efektif dari berbagai masalah yang pelik.

SOAL IV 1. Jelaskan apa saja yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan penggunaan arsitektur Data Warehouse! - Database Management System mana yang harus digunakan? Kebanyakan data warehouse dibangun dengan menggunakan Relational Database Management System (RDBMS). - Pemrosesan secara parallel dan/atau portioning yang akan digunakan? Hal ini penting dipertimbangkan karena terdapat banyak data yang terdapat di dalam suatu jenis data warehouse. Diperlukan suatu pemrosesan yang cepat, efisien, dapat diproses secara berkelanjutan, dan dapat memproses data dalam jumlah yang besar. - Apakah data migrating tools digunakan untuk load data warehouse? Memindahkan data dari sistem yang ada ke dalam data warehouse merupakan hal yang membosankan dan melelahkan. Oleh karena itu, harus dipertimbangkan akan menggunakan data migrating tools apa yang sesuai dengan kriteria pengguna. - Apakah tools yang akan digunakan untuk mendukung penarikan dan analisis data? Setelah menentukan data migrating tools yang sesuai, maka selanjutnya perlu dipertimbangkan tools yang digunakan untuk melakukan penarikan dan analisis data

dari data warehouse yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kriteria pengguna. 2. Jelaskan apa saja yang menja dirisiko di dalam implementasi Data Warehouse! - Tidak ada misi atau tujuan - Kualitas data sumber yang tidak diketahui - Keterampilan tidak sesuai - Anggaran yang tidak memadai - Kurangnya software pendukung - Sumber data yang tidak dipahami - Sponsor yang lemah - Pengguna tidak familiar komputer - Masalah-masalah politik atau perang - Harapan pengguna yang tidak realistis - Risiko arsitektur dan desain - Lingkup yang tidak sesuai dan perubahan pada requirement - Vendor yang berada luar kendali - Multiple platform - Key people keluar dari proyek - Kehilangan sponsor - Terlalu banyak teknologi baru - Sistem operasional yang perlu diperbaiki - Lingkungan geografis - Budaya bahasa

Isitlah penting : Jelaskan apa yang dimaksud dengan MSS? Kumpulan teknologi komputer yang mendukung pekerjaan manajerial khususnya pengambilan keputusan. Management Support System terdiri dari : Decision Support System (DSS) Group Support System (GSS) Executive Information System (EIS) Expert System (ES) Artificial Neural Networks (ANN) Hybrid Support System

Pengertian Data Warehouse, Data mining, Data Mart Data warehouse adalah suatu tempat penyimpanan dimana data yang saling berhubungan secara spesifik terorganisir untuk memberikan enterprise-wide, data yang sesuai dengan format standar. Data warehouse merupakan desain database yang terintegrasi, berorientasi subjek untuk mendukung fungsi DSS, dimana setiap unit dari data bersifat non-volatile (permanen) dan dalam waktu yang relevan. Data mining adalah proses untuk menggali (mining) pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya. Data Mart merupakan bentuk sederhana dari sebuah data warehouse yang difokuskan pada subjek tunggal (atau area fungsional), seperti penjualan, keuangan, atau marketing. Data mart sering dibangun dan dikendalikan oleh satu departemen dalam sebuah organisasi.

Karakteristik Data Warehouse - Berorientasi subjek Data diorganisir berdasarkan subjek tertentu, seperti penjualan, produk, atau pelanggan, hanya berisikan informasi yang relevan untuk mendukung keputusan. Berorientasi subjek memungkinkan user untuk menentukan tidak hanya bagaimanakah bisnisnya berjalan, tetapi juga mengapa. - Terintegrasi Data warehouse menempatkan data dari sumber yang berbeda ke dalam bentuk yang konsisten, sehingga data tersebut akan terintegrasi secara keseluruhan. - Time variant (time series) Suatu penyimpanan menyimpan data historis yang akan digunakan untuk melihat tren, deviasi, dan hubungan jangka panjang untuk melakukan forecasting dan perbandingan untuk mendukung pembuatan keputusan. Setiap data warehouse memiliki suatu kualitas sementara. Data untuk analisa dari banyak sumber mengandung banyak time point (ex: daily, weekly, monthly view). - Nonvolatile Setelah data diinput ke dalam data warehouse, user tidak dapat merubah atau meng-update data. Data yang telah using dibuang, dan perubahan yang ada dicatat sebagai data baru. Integritas Data Perbedaan Model dan Prototype

ASCII ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan representasi simbolsimbol yang kita ketahui seperti @ atau a dsb ke dalam angka-angka yang dimengerti komputer. EDW (Enterprise Data Warehouse), ODS (Operational Data Store) EDW (Enterprise Data Warehouse) merupakan suatu data untuk perusahaan (enterprise). ODS (Operational Data Store) merupakan suatu jenis database yang sering digunakan sebagai interim area dari data warehouse.

Metadata Metadata menggambarkan isi dari sebuah data warehouse dan cara akuisisi dan penggunaannya. Datawarehouse Architecture (one-tier, two-tier, three-tier) o Three-tier architecture Data acquisition software (back-end) Data warehouse yang berisi data dan perangkat lunak Perangkat lunak client (front-end) memungkinkan user untuk mengakses dan menganalisa data dari gudang.

Tier 1: Client workstation

Tier 2: Application server

Tier 3: Database server

Two-tier architecture Data acquisition software (back-end) dan data warehouse digabung menjadi satu tetapi perangkat lunak client terpisah.

Tier 1: Client workstation

Tier 2: Application & database server

Intranet & Extranet o Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan atau kantor. o Extranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada supplier, vendor, mitra, pelanggan dan lain-lain.