Anda di halaman 1dari 10

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Percobaan 4.1.

1 Standarisasi HCl Pengulangan Pertama Volume HCl yang ditambahkan (mL) 0 Volume HCl dalam sistem (mL) 0 10 1 1$ 19 21 22 2# 2% 2 pH sistem 12,9 12,!" 12, ! 12,#" 12,19 11,90 11,#$ 10,%! ",0! 2,92 2, 2

2 2 2 1 1 1 1

&ari data hasil per'obaan dapat dibuat gra(ik pH )s )olume sebagai berikut*

Pengulangan +edua Volume HCl yang ditambahkan (mL) 0 Volume HCl dalam sistem (mL) 0 pH sistem 12,9#

2 2 2 1 1 0, 0, 0, 0,

10 1 1$ 19 21 22 2# 2#, 2% 2%, 2

12,$$ 12,$2 12,%2 12,0% 11,99 11,!0 11,0% 9,! ",0# %,!! 2,92 2,!"

&ari data hasil per'obaan dapat dibuat gra(ik pH )s )olume sebagai berikut*

4.1.2 Penentuan Soda Kue Volume HCl yang ditambahkan (mL) 0 Volume HCl dalam sistem (mL) 0 10 1 1$ 19 pH pada pertama 9,# ", 0 $,12 !,$! !, " !,!# pH pada kedua 9,2 ", 0 $,2! !," !,"9 !,$$ Pengulangan Pengulangan

2 2

2 1 1 0, 0, 0, 0,

21 22 2# 2#, 2% 2%, 2

!, $ !, !, % !,$2 !,"0 !,"0 !,"2

!,$1 !,$# !,$# !,$1 !,$$ !,$% !,$

4.1.

Konsentrasi HCl Pengulangan Pertama Pengulangan +edua +onsentrasi -ata . rata 0,0 # ,olar 0,0 % ,olar 0,0 # ,olar

4.1.4

Konsentrasi Na2C! 0,02 ,olar 0,02 ,olar 0,02 ,olar

Pengulangan Pertama Pengulangan +edua +onsentrasi -ata . rata 4.1." Kadar Na2C! dan NaHC!

+adar /a2C0# +adar /aHC0#

Pengulangan Pertama Pengulangan +edua Pengulangan Pertama Pengulangan +edua

1$,!$ 1 1$,!$ 1 1% 1 1% 1

4.2 Pe#ba$asan Potensiometri adalah suatu teknik analisis yang didasari oleh pengukuran potensial suatu sensor atau elektroda2 &alam teknik ini suatu membran sensor atau permukaan sensor ber(ungsi sebagai setengah sel elektrokimia, yang menimbulkan potensial yang sebanding dengan logaritma dari akti)itas atau konsentrasi ion yang dianalisis2 3itrasi potensiometri ini menggunakan elektroda membran yang termasuk dalam molekul selekti( elektroda2 &alam per'obaan ini dilakukan standarisasi HCl agar dapat ditentukan kosentrasi dari larutan HCl2 4ebelum dilakukan proses standarisasi, alat pengukur pH dikalibrasi terlebih dahulu untuk mengetahui keakuratan alat ukur pH tersebut2 4tandarisasi ini dilakukan dengan 'ara memasukkan 20 sampai #0 mL larutan baku primer kedalam erlenmeyer, kemudian larutan yang distandarisasi dimasukkan kedalam buret yaitu larutan HCl2 Pada saat melakukan titrasi tangan kanan memegang erlenmeyer dan mengoyang5goyangkan2 4edangkan tangan kiri memegang kran buret dan sedikit membukanya agar HCl dapat mengalir sedikit demi sedikit2 Volume HCl yang keluar dari buret diatur )olumenya dan tiap )olume yang

ditambahkan dihitung pHnya2 Proses standarisasi ini dilakukan sebanyak dua kali pengulangan2 -eaksi pada saat proses standarisasi HCl sebagai berikut6 HCl(a7) 8 /a0H(a7) /aCl(a7) 8 H20 (l) -eaksi ini menghasilkan garam dan air2 Hasil reaksi bersi(at netral dan 9ika diukur dengan pH elektroda akan menghasilkan nilai $ ada alat pengukur pH2 /ilai pH yang diperoleh dibuat kur)a antara pH mela:an )olume HCl2 Pada pengulangan pertama didapat titik e7i)alen pada penambahan )olume HCl sebanyak 2# mL2 3itik e7i)alen ini diperoleh dari kemiringan kur(a dari nilai pH mela:an )olume HCl yang ditambahkan2 3itik ini berada pada titik tengah kemiringan dari kur)a2 Pada pengulangan kedua diperoleh titik e7i)alen pada penambahan )olume HCl sebesar 2#, mL2 /ilai titik e7i)alen dari pengulangan pertama dan kedua menun9ukkan nilai yang tidak 9auh berbeda, dan dapat dianggap sama2 3itik e7i)alen 9uga membantu untuk menentukan molaritas dari larutan HCl2 &engan menggunakan rumus6 V1 2 ,1 ; V2 2 ,22 &imana6 V1 ,1 V2 ,2 ; Volume /a0H ; ,olaritas /a0H ; Volume HCl pada saat men'apai e7i)alen ; +onsentrasi HCl

+onsentrasi HCl yang diperoleh pada pengulangan pertama dan kedua se'ara urut adalah 0,0 # , dan 0,0 % ,2 4ampel yang digunakan pada per'obaan ini adalah soda kue (/a2C0#)2 &engan menggunakan titrasi potensiometri dan menga'u pada pengukuran pH yang terukur maka dapat diketahui kadar dari /a2C0# pada soda kue2 +adar yang diperoleh pada pengulangan pertama sebesar 1$,!$ 1 dan pengulangan kedua didapat nilai kadar yang sama yaitu sebesar 1$,!$ 12 4elain kadar /a 2C0# 9uga diperoleh kadar /aHC0#2 -eaksi yang ter9adi pada per'obaan ini adalah6 /a2C0#(a7) 8 HCl(a7) /aCl(a7) 8 /aHC0#(a7) ,ol /a2C0# ; mol HCl ; mol /aHC0#2 &an dengan menggunakan rumus berikut ini dapat diketahui kadar /a2C0# dan /aHC0#2 ,assa /a2C0# +adar /a2C0# ; mol /a2C0# 2 ,r /a2C0# ; (,assa /a2C0# < ,assa 4ampel) = 1001

,assa /aHC0# +adar /aHC0#

; mol /aHC0# 2 ,r /aHC0# ; (,assa /aHC0# < ,assa 4ampel) = 1001

/ilai mol /aHC0# digunakan untuk menentukan kadar /aHC0#2 &an diperoleh kadar /aHC0# pada pengulangan pertama dan kedua sebesar 1%12 Per'obaan ini memberikan data yang 'ukup akurat dalam mengetahui kadar dari /a2C0# dan /aHC0# pada soda kue2 &alam 0,# gram sampel soda kue yang diukur, ternyata terdapat 1$1 kadar dari /a2C0# dan 1%1 kadar dari /aHC0#2 +adar yang diperoleh tidak sampai 201 yang artinya soda kue mengandung sedikit /a 2C0# dan /aHC0#2

BAB ". PEN%&%P 21 +esimpulan Potensiometri merupakan teknik analisis yang didasari oleh pengukuran potensial suatu elektroda2 4tandarisasi HCl dilakukan agar dapat ditentukan kosentrasi dari larutan HCl2 3itrasi potensiometri digunakan untuk mengetahui pH dari titran dan untuk menghitung kadar sampel2 +onsentrasi HCl pada pengulangan pertama dan kedua berurutan adalah 0,0 # , dan 0,0 % ,2 +adar /a2C0# pada 0,# garam soda kue adalah sebesar 1$,!$1, dan kadar /aHC0# pada 0,# gram sampel soda kue sebesar 1%12

DA'&A( P%S&AKA >nonim2 20122 http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_klorida. &iakses pada 10 >pril 20122 >nonim2 20122 http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_hidroksida. &iakses pada 10 >pril 20122 ?asset, @2 e't2 199%2 Buku Ajar Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik2 @akarta* Arlangga2 +hopkar, 42,2 19902 Konsep Dasar Kimia Analitik2 @akarta * BC Press2 -i)ai, HarriDul2 199 2 Asas Pemeriksaan Kimia2 @akarta* BC Press2 3im +imia >nalitik2 20122 Penuntun Praktikum Elektroanalisis2 @ember* Bni)ersitas @ember2

La#)iran* 1. Konsentrasi HCl a) Pengulangan Pertama V1 ,1 ; Volume /a0H ; ,olar /a0H V1 2 ,1 ; V2 2 ,2 2 mL 2 0,0 , ; 2# mL 2 ,2 ,2 ; 0,0 % ,olar b) Pengulangan +edua V1 ,1 ; Volume /a0H ; ,olar /a0H V1 2 ,1 ; V2 2 ,2 2 mL 2 0,0 , ; 2#, mL 2 ,2 ,2 ; 0,0 # ,olar ') ,olar HCl rata . rata ; (,1 8 ,2) * 2 V2 ,2 ; Volume HCl e7i)alen ; ,olar HCl V2 ,2 ; Volume HCl e7i)alen ; ,olar HCl

; (0,0 % 8 0,0 #) * 2 ; 0,0 # ,olar 2. Konsentrasi Na2C! a+. Pen,ulan,an Perta#a V/a2C0# 2 ,/a2C0# ; VHCl e7i)alen 2 ,HCl 2 mL 2 ,/a2C0# ; mL 2 0,1 ,olar ,/a2C0# ; 0,02 , +adar /a2C0# /a2C0#(a7) 8 HCl(a7) n HCl ; ,HCl 2 VHCl e7ui)alent ; 0,1 , 2 ; 0, mmol ; 2 105% mol n HCl ; n /a2C0# ; 2 105% mol ,assa /a2C0# ; mol /a2C0# 2 ,r /a2C0# ; 2 105% mol 2 10! gram<mol ; 0,0 # gram +adar /a2C0# ; (,assa /a2C0# < ,assa 4ampel) = 1001 ; ( # gram < 0,# gram) = 1001 ; 1$,!$1 +adar /aHC0# /a2C0#(a7) 8 HCl(a7) n HCl ; ,HCl 2 VHCl e7ui)alent ; 0,1 , 2 ; 0, mmol ; 2 105% mol n /aHC0# ; n /a2C0# ; 2 105% mol ,assa /aHC0# ; mol /aHC0# 2 ,r /aHC0# ; 2 105% mol 2 "% gram<mol ; 0,0%2 gram +adar /aHC0#; (,assa /aHC0# < ,assa 4ampel) = 1001 ; (0,0%2 gram < 0,# gram) = 1001 ; 1%1 b+. Pen,ulan,an Kedua V/a2C0# 2 ,/a2C0# ; VHCl e7i)alen 2 ,HCl mL /aCl(a7) 8 /aHC0#(a7) mL /aCl(a7) 8 /aHC0#(a7)

2 mL 2 ,/a2C0# ; mL 2 0,1 ,olar ,/a2C0# ; 0,02 , +adar /a2C0# /a2C0#(a7) 8 HCl(a7) n HCl ; ,HCl 2 VHCl e7ui)alent ; 0,1 , 2 ; 0, mmol ; 2 105% mol n HCl ; n /a2C0# ; 2 105% mol ,assa /a2C0# ; mol /a2C0# 2 ,r /a2C0# ; 2 105% mol 2 10! gram<mol ; 0,0 # gram +adar /a2C0# ; (,assa /a2C0# < ,assa 4ampel) = 1001 ; ( # gram < 0,# gram) = 1001 ; 1$,!$1 +adar /aHC0# /a2C0#(a7) 8 HCl(a7) n HCl ; ,HCl 2 VHCl e7ui)alent ; 0,1 , 2 ; 0, mmol ; 2 105% mol n /aHC0# ; n /a2C0# ; 2 105% mol ,assa /aHC0# ; mol /aHC0# 2 ,r /aHC0# ; 2 105% mol 2 "% gram<mol ; 0,0%2 gram +adar /aHC0#; (,assa /aHC0# < ,assa 4ampel) = 1001 ; (0,0%2 gram < 0,# gram) = 1001 ; 1%1 mL /aCl(a7) 8 /aHC0# (a7) mL /aCl(a7) 8 /aHC0#(a7)