Anda di halaman 1dari 11

Dita Rofifah Sinaga Rima Tri Maylani Afif Sesotya Nugraha Anna Safitri Eliza Dwinta Dewi Aprianti

Sri Harumawati

Kelompok 4
Qarriy aina U Wahyu Yuliana S Evi Rahmawati Tutut Suci L Rachmi Agustina Novia Tri A Venty Dewinta

KASUS 4
Ny. R (32 th) sudah 5 hari ini mengeluhkan nyeri perut bagian bawah disertai rasa sakit ketika BAK. Pasien pergi ke dokter, dan dari hasil pemeriksaan urin dihasilkan, bakteriuria, urin keruh, pyuria, dan hasil uji mikroskopi positif E. Coli. Pasien sedang hamil 3 bulan.

Subyektif : Ny. R (32 th) sudah 5 hari ini mengeluhkan nyeri perut bagian bawah disertai rasa sakit ketika BAK. Pasien sedang hamil 3 bulan. Obyektif : hasil pemeriksaan urin dihasilkan, bakteriuria, urin keruh, pyuria, dan hasil uji mikroskopi positif E. Coli. PH : DH : FH : -

TERAPI
Antibiotik : tab ampisilin 500 mg tiap 8 jam / tab amoxicillin 500mg tiap 12 jam
dengan kategori B (aman tetapi ada efek samping )

Analgetik : Parasetamol untuk meredakan rasa nyeri dari ISK yang dialaminya,
dengan kategori B.

Vitamin : Folamil yang mengandung asam folat sebagai multivitamin dan

mineral, pencegahan bayi lahir cacat, mengurangi risiko anak terkena autisme.

Efek Samping
1. Ampicillin :
Pada SSP : demam, penisilin encephalitis, kejang Pada kulit : erythema multiform, rash, urticaria Pada GI : lidah hitam berambut, diare, mual, sakit mulut dan lidah. Hematologi : agranulositosis, anemia, eusinophilia, leucopenia, thrombositopenia Hepatik dan renal

2. Amoxicillin
Menyebabkan reaksi alergi seperti rasa gatal, peradangan, atau ruam yang menyebabkan adnya pembengkakan di leher, hidung, tenggorokan/mulut sehingga dapat mengganggu pernafasan. Reaksi alergi yang kronis mengakibatkan penurunan tekanan darah yang sangat drastis. Pada pencernaan : diare, muntah, sakit perut. Efek samping terbesar pada organ hati dan ginjal

3. Parasetamol :
kemerahan pada kulit, gatal, bengkak, dan kesulitan bernafas. Pada jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.

Mekanisme Aksi Obat


Parasetamol : bekerja mengurangi produksi prostaglandin dengan
mengganggu enzim COX. Menghambat kerja COX pada SSP yang tidak efektif dan sel endotelian dan bukan pada sel kekebalan dengan peroksida tinggi. Dengan kemampuan menghambat kerja enzim COX, yang dihasilkan otak sehingga dapat membuat parasetamol bekerja dengan mengurangi rasa sakit.

Amoxicillin : menghambat atau membunuh pertumbuhan bakteri.


Tidak membunuh bakteri secara langsung tetapi dengan cara mencegah bakteri membentuk semacam lapisan yang melekat disekujur tubuhnya.

Ampisilin : menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat


satu atau lebih ikatan penisilin-protein sehingga menyebabkan penghambatan pada tahap akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri, akibatnya biosintesis dinding sel terhambat dan sel bakteri menjadi pecah.

Terimakasih.......