Anda di halaman 1dari 6

TEKNOLOGI CANGGIH UNTUK OPERASI KATARAK

Katarak merupakan penyebab kebutaan No.1 di Indonesia. Ketakutan akan operasi dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai katarak merupakan kendala yang harus diatasi untuk mencegah kebutaan.

Apakah pandangan mata anda terlihat kabur, berkabut dan penglihatan tidak secerah

seperti

biasanya ? Jangan menunda waktu dan segera kunjungi dokter spesialis mata. Jika penyebab masalah adalah katarak , jangan abai karena penyakit ini dapat berkembang secara perlahan dan bila terlambat diobati bisa menyebabkan kerusakan pada organ mata, kebutaan dan

mengganggu aktivitas sehari-hari. Dr.Karmelita Satari SpM(K) di RS.MATA PMN Cicendo Bandung berpendapat katarak

merupakan proses degeneratif yang mengakibatkan kekeruhan lensa mata sehingga menghalangi cahaya masuk kedalam retina dan menyebabkan turunnya tajam penglihatan. Gejala yang sering dialami seseorang adalah penglihatan berkabut dan berawan, sinar lampu tampak bias, melihat diruang gelap lebih jelas dan saat membaca tulisan terlihat kabur. Kalo ini yang terjadi segera ditangani agar mata tidak menjadi buta. Pada umumnya seseorang yang mengalami masalah pada mata akan cenderung lebih menutup diri dan baru berobat bila penglihatan sudah benar-benar gelap atau tidak berfungsi dalam beraktivitas. Tetapi sangat disayangkan akibat rendahnya pengetahuan mengenai katarak

membuat banyak penderita mencoba aneka pengobatan alternatif seperti obat tetes mata atau minuman herbal. Semua pengobatan alternatif itu menawarkan hal sama, yaitu menyembuhkan katarak tanpa operasi. Namun hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan keefektifan obat alternatif dapat menghilangkan katarak. Terkait dengan penyebab katarak antara lain karena proses penuaan, mata terkena paparan

sinar ultraviolet dalam jangka lama, radiasi, efek dari penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi, serta cedera mata, Tidak semua penderita katarak bisa atau perlu dioperasi, kata dokter Karmelita.

Mereka yang menderita katarak dengan kekeruhan lensa yang hypermatur atau matur (matang ) memungkinkan untuk operasi. Sementara katarak ringan masih bisa dikoreksi dengan penggunaan kacamata dan katarak traumatika yang segmen posteriornya terganggu dengan prognosis buruk bisa saja dioperasi atas indikasi kosmetis. Tujuan operasi bukan hanya mengangkat katarak tapi sebagai optimalisasi penglihatan (refractive surgery) dengan penambahan lensa intraokular dan koreksi kacamata yang diperlukan untuk membaca, ujar Karmelita. Pada saat ini ilmu pengetahuan dan tehnologi telah maju pesat sehingga penderita katarak tidak perlu khawatir untuk dioperasi karena teknologi bedah katarak telah melalui beberapa fase evolusi. Tidak ada lagi rasa sakit dan aman setelah operasi sehingga pasien dapat langsung melakukan aktivitas normal. Jauh berbeda dengan operasi masa lalu, dokter masih memerlukan sayatan lebar untuk mengeluarkan lensa mata, sehingga pasien mendapatkan jahitan yang cukup banyak.

Sebelum penderita dioperasi , dibutuhkan beberapa persiapan . Kondisi mata pasien perlu diteliti apakah ada infeksi, kemudian ke laboratorium untuk tes darah lengkap dan urin, EKG pagi

untuk pasien dewasa atau lansia, USG mata bila diperlukan, biometri untuk kalkulasi IOL (intraocular lens) yang akan ditanam. Pasien juga perlu mencuci rambut sebelum operasi dan tidak memakai kosmetik. Bila ada indikasi anestesi neurolept atau umum terutama pada anakanak, pasien disarankan untuk sebelum operasi. puasa. Ditanyakan riwayat alergi serta penetesan antibiotik

Kerjasama yang baik dari pasien pada saat berlangsungnya operasi akan sangat membantu komunikasi dokter dengan pasien dan juga dapat meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter. Secara mendetil pemeriksa akan menanyakan riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga atau alergi terhadap obat. Berdasarkan pertimbangan tersebut , dokter selalu melakukan screening melalui test laboratorium terhadap semua penderita katarak yang berusia di atas 60 tahun dan persetujuan tindakan medis (informed consent) sebelum memulai operasi. Demikian pendapat Dr. Karmelita Satari Sp.M (K).

Teknologi mutakhir yang disebut Bladeless Laser Cataract Surgery merupakan operasi katarak tanpa menggunakan pisau bedah, melainkan memakai sinar laser, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Teknik lain adalah Fakoemulsifikasi. Teknik ini merupakan teknik tercanggih dari tiga teknik penanganan katarak, yaitu ekstraksi katarak ekstra kapsuler dan small incision cataract surgery. Teknik fakoemulsifikasi dianggap paling aman, komplikasi pada organ mata sangat minimal, sehingga kerusakan organ mata seperti udema (bengkak) akibat tindakan operasi dapat dihindari. Keunggulannya adalah memberikan perlindungan optimal pada Endothelium kornea mata pada saat dilakukan operasi, kemudian menjaga stabilitas cairan dalam bola mata dan mempertahankan kejernihan kornea mata paska operasi. Dengan fakoemulisifikasi mata pasien katarak hanya diiris sekitar 2,75 milimeter di sisi kornea. Alat fakoemulsifikasi digunakan untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan, mesin akan menghancurkan katarak dan menyedotnya keluar. Berikutnya, tinggal memasukkan lensa intraokuler yang dapat dilipat. Sedangkan penanganan dengan metode ekstraksi katarak ekstra kapsuler perbaikan lensa mata dengan cara mengiris bagian depan mata sepanjang 10 hingga 12 milimeter. Operasi katarak dengan teknik small incision cataract surgery, lebih sederhana. Irisan yang dibuat jauh lebih kecil, yaitu 5,5 milimeter hingga 7 milimeter saja. Kualitas IOL (Intraocular Lens) juga sangat mempengaruhi fungsi penglihatan paska operasi. Lensa buatan ini menggantikan fungsi lensa mata yang diangkat pada waktu operasi katarak. Acrysof Single Piece yang merupakan lensa yang digunakan oleh klinik-klinik mata terbaik di dunia. Bahan Acrysof adalah acrylic hydrophobic dengan bio-kompatibilitas yang paling baik dan terbukti secara klinis mempunyai angka terjadinya katarak sekunder (PCO) paska operasi yang paling rendah dibandingkan dengan lensa lainnya yang ada saat ini. Acrysof Single Piece dibuat dalam satu kesatuan bahan, tanpa sambungan dan dapat dimasukkan ke dalam bola mata melalui sayatan luka yang kecil (2,2 mm 2,75 mm) dengan injektor khusus.
TIPS SEHAT SETELAH OPERASI

Untuk beberapa hari setelah operasi, pandangan akan terlihat buram. Maka berhati-hatilah agar tidak terjatuh atau melukai kepala atau mata. Dr. Karmelita menginformasikan jika selesai

operasi kemudin pasien mengalami berbagai iritasi dan keluar cairan dari mata , itu merupakan hal yang umum terjadi. Yang patut diperhatikan , selama bulan pertama hindari menggosok

atau memegang mata. Usahakan debu atau air sabun tidak masuk ke dalam mata. Dilarang berenang, berendam di kolam air panas, mengunjungi sauna atau spa. Jagalah mata, karena luka kecil pada mata tidak boleh terkontaminasi. Penderita diperbolehkan membaca dan menonton TV namun tidak terlalu lama. Olah raga ringan juga diperbolehkan. Mengenakan kacamata hitam ketika pergi keluar rumah dapat membantu menjaga mata agar tetap nyaman dan mengurangi kepekaan terhadap cahaya. Hal ini dilakukan untuk menghidari komplikasi umum yang dapat terjadi setelah operasi seperti infeksi (endoftalmitis), perdarahan, robekan kapsul posterior, dislokasi lensa ke posterior, iridodialisa, glaukoma, edema kornea, dll Penderita akan diberi obat tetes mata selama sekitar sebulan untuk mencegah infeksi dan mengurangi resiko inflamasi. Ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati. Jika perlu, penderita dapat minta anggota keluarga atau teman untuk membantu meneteskan obat tetes mata. Bagi seseorang yang memiliki kebiasaan berolah raga seperti lari maraton 10 km, membungkuk, membawa barang berat atau menggendong cucu harus dihentikan selama 1 bulan terutama bagi para lansia. Hindari mengemudikan mobil atau sepeda motor hingga anda percaya diri bahwa penglihatan anda sudah jelas. Biarkan mata Anda sembuh secara maksimal. Patut diketahui bahwa berubahnya kekuatan mata setelah tindakan operasi akan stabil setelah 1 bulan . Dan setelah sehat dianjurkan untuk mengukur kembali ukuran kacamata yang akan digunakan. Setelah operasi juga disarankan untuk melakukan kontrol 1 hari, 1 minggu, 1 bulan dan 3 bulan pasca operasi.
Bila terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan setelah operasi , maka hubungi dokter mata anda jika mengalami keluhan berikut ini :

Nyeri yang tidak teratasi oleh obat-obatan Penglihatan memburuk seketika Cairan mata berlebih dari mata yang di operasi Timbulnya bayangan atau kilatan secara tiba-tiba

Mata memang merupakan salah satu organ yang sangat penting dari tubuh kita .Oleh karena itu setiap ganguan yang ada harus segera diatasi agar tidak berakibat fatal menjadi kebutaan. Cepat lakukan operasi bila itu katarak. Tak perlu kuatir, tindakan operasi masa kini tidak menimbulkan sakit, cepat, aman dan dalam waktu singkat kembali pada kehidupan normal biasa.