Anda di halaman 1dari 3

Terapi Non Farmakologi 1.

Berhenti merokok Berhenti merokok merupakan cara yang paling efektif yang bisa mempengaruhi percepatan perkembangan PPOK pada semua tahap penyakit tersebut. 3. Menghentikan kebiasaan minum bir 4. Rehabilitasi paru paru secara komprehensif dengan olahraga dan latihan pernapasan. !ilakukan dengan cara latihan fisik" latihan endurance" latihan pernapasan" rehabilitasi psikososial. Rehabilitasi paru telah terbukti meningkatkan beban ker#a maksimum" pengambilan oksigen maksimum dan ketahanan $aktu pada beban konstan. %. Memperbaiki asupan nutrisi Pada PPOK fungsi otot skeletal absolute dan dan fungsi otot per kilogram berat badan lebih rendah daripada orang sehat. &utrisi tinggi karbohidrat lebih meningkatkan kadar 'O( dalam darah. )ehingga nutrisi tinggi lemak lebih baik karena dapat mengurangi produksi 'O(. Pemberian asam lemak omega 3 mempunyai potensi sebagai modulator pada penyakit respirasi meliputoi inflamasi kronik. Pemberian omega 3 dengan bentuk diet tinggi minyak ikan" magnesium" dan antioksidan menurunkan inflamasi saluran nafas. Banyak didapat pada seafood *makanan lautseperti ikan" udang" cumi cumi" kepiting+ serta kecambah" gandum"minyak ikan dll. ,itamin ' - .mumnya terkandung dalam #umlah yang besar terutama pada buah buahan seperti #ambu bi#i" #eruk" nanas" bahkan pada sayur sayuran seperti daun singkong dll. Pemberian mikronutrien seperti fosfor - Banyak terdapat pada daging" ayam" ikan" telur"kacang" susu" teri kering" coklat" sardines" tempe" tahu" buah buahandll. Kalium - Banyak terkandung didalam Buah buahan seperti pisang" sayur sayuran" kacang merah" kacang hi#au" kacang kedelaidll. Kalsium - /at ini paling banyak terkandung di dalam susu" ke#u"coklat" yoghurt" sayur sayuran hi#au dll. Magnesium - !ikandung hampir pada semua sayuran *bayam" kol"sa$i+ serta ikan" serealia" dan daging */ullies" (011+. 1. Mengurangi makanan kolesterol agar dapat menurunkan resiko kardio2askuler yang berkaitan. 3. Membiasakan pola hidup sehat untuk menurunkan tekanan darah" mencegah peningkatan tekanan darah dan mengurangi resiko kardio2askuler.

4. Memakai pakaian yang hangat untuk menghindari kedinginan *suhu tubuh pasien menurun+. Monitoring 1. Monitoring nilai 5! *diharapkan turun+ dan suhu *diharapkan naik+ mendekati nilai normal. (. Monitoring fungsi paru secara periodik 3. Monitoring dispnea *sesak nafas+ dan frekuensi eksaserbasi %. 6nalisa saturasi oksigen dan gas darah 1. Memantau bising mengi" 2olume dan purulen sputum" reaksi obat bantu nafas 3. Memantau efek samping obat yang mungkin ter#adi 4. Memantau kepatuhan pasien dalam men#alankan terapi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi pada Pasien) 1. Men#elaskan kepada pasien mengenai penyakit yang diderita pasien" yakni PPOK" serta memberitahukan ge#ala ge#ala yang muncul apabila pasien kambuh. (. Memberitahukan kepada pasien mengenai obat obat yang diberikan" termasuk tu#uan pemberian obat obat tersebut" cara pemakaiannya" dosis" inter2al $aktu pemberian" hingga efek samping yang mungkin muncul. 3. Memberitahukan kepada pasien mengenai terapi non farmakologi yang harus di#alankan oleh pasien untuk menun#ang terapi farmakologi. 4. Menerangkan tentang bahaya dan keburukan merokok sehingga pasien mau berhenti merokok. %. Memberikan edukasi tentang self medication terhadap pasien #ikalau sesaknya kambuh. 1. Memberikan nasihat pada pasien agar segera melaporkan ke dokter atau apoteker #ika ada keluhan dalam menggunakan obat sehingga tidak memperparah sakit yang dideritanya. 3. Menekankan pada pasien untuk kembali datang dan memeriksakan diri #ika setelah diberi obat #ustru muncul ge#ala lain yang diakibatkan oleh obat" agar segera ditangani dengan tepat.

/ullies,

Ikawati,

2011,

Penyakit

Paru

Obstruksi

Kronis

(PPOK)"

http !!7ulliesika$ati.staff.ugm.ac.id8$p content8uploads8copd.pdf, diakses pada 14 !esember (013.