PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

67/Menhut-II/2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KEHUTANAN TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 59 ayat (1), Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Menteri Teknis memiliki kewenangan untuk menetapkan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus; b. bahwa sehubungan dengan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kehutanan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kehutanan Tahun Anggaran 2014; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-Undang ...

-25. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4778); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2002 tentang Dana Reboisasi; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3747); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4947); 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi Khusus Di Daerah; 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 06/PMK.07/2012 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke Daerah; 14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 180/PMK.07/2013 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2014; 15. Peraturan ...

-315. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.71/MenhutII/2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hutan Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 484); 16. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.40/MenhutII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 405) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.33/Menhut-II/2012 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 779); 17. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.9/MenhutII/2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan, Kegiatan Pendukung dan Pemberian Insentif Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Berita Negara Republik Indonesia TaHUN 2013 Nomor 173); 18. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.47/MenhutII/2013 tentang Pedoman, Kriteria dan Standar Pemanfaatan Hutan di Wilayah Tertentu pada KPHL dan KPHP Berita Negara Republik Indonesia TaHUN 2013 Nomor 1077). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KEHUTANAN TAHUN ANGGARAN 2014. Pasal 1 Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kehutanan Tahun Anggaran 2014 adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Kehutanan ini. Pasal 2 Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, merupakan acuan wajib bagi Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dalam melaksanakan penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kehutanan Tahun Anggaran 2014. Pasal 3 Lingkup substansi yang diatur dalam petunjuk teknis ini meliputi : a. Peningkatan Sarana dan Prasana Pendukung Operasionalisasi KPH b. Rehabilitasi Hutan dan Lahan; c. Peningkatan Sarana Prasarana Perlindungan dan Pengamanan Hutan; d. Peningkatan Sarana Kelompok; dan Prasarana Pengolahan Hasil Hutan Berbasis

e. Peningkatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan. Pasal 4 ...

KRISNA RYA . AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 1573 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM DAN ORGANISASI. ttd. Agar setiap orang mengetahuinya. ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 31 Desember 2013 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd.-4Pasal 4 Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal mengkoordinasikan seluruh kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kehutanan. Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2013 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. ttd.

DAK bidang Kehutanan sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan daerah yang secara khusus kegiatannya diarahkan dalam rangka menjaga keberlangsungan fungsi kawasan hutan melalui implementasi kebijakan pengelolaan hutan secara lestari berbasis unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di tingkat tapak. Upaya ini sebagai wujud nyata dari Kementerian Kehutanan untuk mendorong kebijakan otonomi bidang kehutanan melalui skema dana perimbangan di dearah terutama bagi kabupaten/kota yang kemampuan fiskalnya belum memadai.67/Menhut-II/2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KEHUTANAN TAHUN ANGGARAN 2014. Untuk ini maka kebijakan DAK Bidang Kehutanan disusun dengan mempertimbangkan sinergitas dengan pembangunan daerah. . maka Menteri Kehutanan menetapkan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kehutanan Tahun 2014 sebagai pedoman teknis dan acuan bagi para pihak terkait di dalam penggunaan DAK Bidang Kehutanan Tahun 2014. Kebijakan DAK Bidang Kehutanan tahun 2014 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan kegiatan pembangunan kehutanan di daerah melalui dana alokasi khusus yang telah dimulai sejak tahun 2008.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. Latar Belakang Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kehutanan merupakan mekanisme pembiayaan pembangunan kehutanan dalam bentuk biaya transfer kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk membiayai kegiatan prioritas nasional di bidang kehutanan yang menjadi kewenangan daerah. Berkenaan dengan hal tersebut di atas. Upaya ini sangat strategis dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014 dimana kebijakan sektor pembangunan kehutanan difokuskan pada perbaikan tata kelola hutan. Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan Pasal 59 ayat (1) dan penjelasan pasal 59 ayat (2) bahwa Menteri Teknis menyusun dan menetapkan Petunjuk Teknis (Juknis) Penggunaan DAK yang mengatur arahan penggunaan dan teknis pelaksanaan kegiatan di daerah. peningkatan kapasitas pemerintah daerah serta pemberdayaan masyarakat di sekitar dan dalam kawasan hutan melalui kegiatan produktif dan peningkatan akses masyarakat terhadap sumber daya hutan guna mendorong perbaikan lingkungan hidup serta mengurangi resiko bencana alam. (DAK) BAB I PENDAHULUAN A. dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kehutanan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. yang berfungsi menampung. . selanjutnya disebut DAK. baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami. mengendalikan erosi. 4. Dana Alokasi Khusus. penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan tanaman lainnya lebih dari 50 %. Pengertian Dalam Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kehutanan Tahun 2014 ini. adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. 8. mencegah intrusi air laut. dan memelihara kesuburan tanah. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. 9.25 ha. baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. menyimpan. 6.-2B. 3. mencegah banjir. yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktifitas daratan. 2. Kawasan Pelestarian Alam (KPA) adalah kawasan dengan ciri khas tertentu. Hutan pantai adalah suatu formasi pohon-pohon yang tumbuh ditepi pantai dan berada diatas garis pasang tertinggi. 11. Hutan mangrove adalah suatu formasi pohon-pohon yang tumbuh pada tanah alluvial di daerah pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. 7. Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah kawasan dengan ciri khusus tertentu. 10. 5. Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohonpohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Hutan dan lahan kritis adalah hutan dan lahan yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan unsur produktivitas lahan sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem DAS. Daerah Aliran Sungai. Ekosistem esensial adalah ekosistem atau kawasan yang memiliki keunikan habitat dan/atau jenis tumbuhan dan satwa liar dan/atau mempunyai fungsi penting sebagai sistem penyangga kehidupan. selanjutnya disebut DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak sungainya. yang dimaksud dengan: 1. Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas tanah yang dibebani hak milik maupun hak lainnya di luar kawasan hutan dengan ketentuan luas sekurang-kurangnya 0.

pendapatan. halaman tempat ibadah. 18. dan sumber daya lainnya. Rencana Tahunan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTn RHL) adalah rencana rehabilitasi hutan dan lahan yang disusun pada tahun sebelum kegiatan (T-1) yang bersifat operasional berisi lokasi definitif kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. volume kegiatan. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. kanan kiri sungai. mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung. tanggung jawab. Rencana Pengelolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RP RHL) rencana manajemen (management plan) dalam rangka penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan sesuai dengan kewenangan Pemerintah. 23. dan kesejahteraannya. ruang terbuka hijau. sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. Kesatuan Pengelolaan Hutan yang selanjutnya disebut KPH adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya. 17. . Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan. Penghijauan lingkungan adalah kegiatan penanaman yang dapat dilaksanakan di taman. perkantoran. 13. Penanaman pengkayaan rehabilitasi hutan adalah kegiatan penambahan anakan pohon pada kawasan hutan rawang yang memiliki tegakan berupa anakan. 22. tiang dan pohon sejumlah 200-400 batang/ha. 16. kebutuhan bahan dan upah serta kegiatan pendukung. permodalan. Penyuluh kehutanan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. yang dapat dikelola secara efisien dan lestari. serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. dengan maksud untuk meningkatkan nilai tegakan hutan baik kualitas maupun kuantitas sesuai fungsinya. Konservasi tanah adalah upaya penempatan setiap bidang lahan pada penggunaan (secara vegetatif dan/atau civil technic) yang sesuai dengan kemampuan lahan tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah sehingga dapat mendukung kehidupan secara lestari. jalur hijau. 14. produktifitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. efisiensi usaha. 15. sekolah. teknologi. 19. 21. Pemeliharaan tanaman adalah perlakuan terhadap tanaman dan lingkungannya dalam luasan dan kurun waktu tertentu agar tanaman tumbuh sehat dan berkualitas sesuai dengan standar hasil yang ditentukan. pemukiman. Pendampingan adalah aktivitas penyuluhan yang dilakukan secara terusmenerus pada kegiatan pembangunan kehutanan untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan kehutanan serta keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. 20.-312. Multi Purpose Trees Species (MPTS) adalah jenis-jenis tanaman yang menghasilkan kayu dan bukan kayu. pancang.

Organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung yang selanjutnya disebut KPHL adalah organisasi pengelolaan hutan lindung yang wilayahnya sebagian besar terdiri atas kawasan hutan lindung yang dikelola pemerintah daerah 31. 30. ilmu pengetahuan. termasuk pencegahan perambahan hutan dan pemadaman kebakaran hutan. Taman Hutan Raya (Tahura) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami. 27. pariwisata dan rekreasi. sarana dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kelancaran operasional pengamanan hutan. Sarana dan prasarana pengamanan hutan adalah alat.-424. Sarana dan prasarana KPH adalah bangunan. . 25. Sarana dan prasarana penyuluhan adalah barang atau benda (bergerak atau tidak bergerak) yang dimanfaatkan oleh penyuluh kehutanan sebagai alat dalam menunjang kegiatan operasional penyuluhan kehutanan. 26. Rencana Pengelolaan (RP) KPH adalah rencana kelola KPH yang disusun berdasarkan hasil tata hutan pada KPH yang mengacu RKTN. pendidikan. Organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi yang selanjutnya disebut KPHP adalah organisasi pengelolaan hutan produksi yang wilayahnya sebagian besar terdiri atas kawasan hutan produksi yang dikelola pemerintah daerah. nilai budaya masyarakat setempat dan kondisi lingkungan. penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa. 28. Sumber benih adalah suatu tegakan di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan yang dikelola guna memproduksi benih berkualitas. budaya. jenis asli atau bukan jenis asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. RKTP. RKTK dan dengan memperhatikan aspirasi. peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kelancaran operasionalisasi KPH 29.

dll). rehabilitasi hutan dan lahan. kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) minimum 50% dan peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan maksimum 15%. pinjaman. Maksimum 15% dari besaran alokasi DAK Bidang Kehutanan digunakan untuk peningkatan sarana prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok. dan kawasan ekosistem esensial. 3. Prioritas nasional yang menjadi kegiatan wajib dalam penggunaan DAK Bidang Kehutanan adalah : pembangunan dan operasionalisasi KPH. B. 6. dan pengelolaan kawasan ekosistem esensial di luar KSA dan KPA. 3. Peningkatan pengelolaan Tahura. Tujuan DAK Bidang Kehutanan Tahun 2014 bertujuan untuk : 1. dimana dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut tidak/belum mendapat pembiayaan dari dana APBN lainnya (dana tugas pembantuan. Percepatan pembangunan dan operasionalisasi KPH. 4. penyuluhan kehutanan. hibah dalam negeri. 2. yaitu RP RHL. 5. RTn RHL dan rancangan teknis RHL. 2. Peningkatan Penyuluhan Kehutanan. Proporsi Penggunaan 1. C. Peningkatan pengolahan hasil hutan berbasis kelompok. pengelolaan ekosistem esensial. peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan.-5BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KEHUTANAN A. Minimal 85% dari besaran alokasi DAK Bidang Kehutanan digunakan untuk mendukung kegiatan prioritas nasional yaitu peningkatan sarana dan prasarana operasionalisasi KPHP/KPHL maksimum 20%. Ketentuan Umum 1. Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). 2. perlindungan dan pengamanan hutan. Bagi Kabupaten/Kota dan UPTD Tahura yang telah mengadakan mobil patroli dari dana DAK Bidang Kehutanan tidak diperkenankan kembali untuk mengadakan mobil patroli dari dana DAK Bidang Kehutanan tahun 2014. 7. Peningkatan perlindungan dan pengamanan hutan. 4. dan dana masyarakat. block grant. hibah luar negeri. Sarana dan prasarana perlindungan dan pengamanan hutan diprioritaskan pada sasaran : wilayah KPH. . Pendampingan pelaksanaan kegiatan oleh penyuluh kehutanan dan atau dilaksanakan oleh SDM yang mempunyai kompentensi dibidang penyuluhan kehutanan. Peningkatan pengelolaan kawasan ekosistem esensial. serta perlindungan dan pengamanan hutan. Rehabilitasi hutan dan lahan di dalam dan di luar kawasan hutan. DAK Bidang Kehutanan digunakan untuk kegiatan-kegiatan di Bidang Kehutanan yang telah menjadi urusan/kewenangan daerah khususnya dalam rangka percepatan pembangunan dan kesiapan operasionalisasi KPH. 5. Tahura. 6. pengelolaan Tahura. Pelaksanaan kegiatan RHL mengacu kepada dokumen perencanaan RHL.

Meningkatkan pengelolaan Tahura dengan kegiatan. Kawasan hutan yang terdegradasi dan yang telah memiliki kelembagaan KPH Lindung dan Produksi (yang tidak/belum dibebani ijin) 2. dengan kegiatan. pengelolaan kawasan ekosistem esensial. sipil teknis. 3. sumber benih. b. peningkatan sarana dan prasarana Pengolahan hasil hutan berbasis kelompok serta peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan. HHBK). Lahan kritis di luar kawasan hutan. peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan. Memfasilitasi percepatan pembangunan dan kesiapan operasionalisasi KPH. HHBK). Sasaran di tingkat kabupaten/kota : a. rehabilitasi hutan dan lahan (vegetatif. pemerintah provinsi/kabupaten/kota penerima DAK wajib menyediakan dana pendamping yang bersumber dari APBD sekurang-kurangnya 10% dari besaran alokasi DAK. sumber benih. antara lain : Rehabilitasi Hutan dan Lahan (vegetatif. HHBK). c. peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan. peningkatan sarana dan prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok serta peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan b. serta peningkatan sarana prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok serta peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan. antara lain : rehabilitasi hutan dan lahan (vegetatif. E. dengan kegiatan antara lain: peningkatan sarana prasarana KPH. sumber benih. HHBK). antara lain: peningkatan sarana prasarana KPH. 2. sumber benih. peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan. Memfasilitasi percepatan pembangunan KPH yang belum terbentuk kelembagaannya. Kawasan ekosistem esensial di luar KSA dan KPA. Lokus Kegiatan Lokus kegiatan DAK Bidang Kehutanan diprioritaskan pada: 1. peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan. pengelolaan kawasan ekosistem esensial.-6D. Kawasan hutan yang belum memiliki kelembagaan KPH. peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan. peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan. 5. Tahura. Sasaran Kegiatan 1. Sasaran di tingkat provinsi : a. Meningkatkan efektifitas pengelolaan Tahura dengan kegiatan. HHBK). peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan. Dana pendamping menjadi satu kesatuan dengan dana transfer dari pusat dan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan fisik di dalam pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kehutanan. pengelolaan kawasan ekosistem esensial. Memfasilitasi percepatan pembangunan dan kesiapan operasionalisasi KPH. antara lain : rehabilitasi hutan dan lahan (vegetatif. Dana Pendamping Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 4. . dengan kegiatan. rehabilitasi hutan dan lahan (vegetatif. F. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan Pasal 61 ayat (1). sumber benih.

Khusus untuk provinsi/kabupaten/kota yang telah memiliki kelembagaan KPH dan Badan Pelaksana Penyuluhan dapat ditunjuk Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada lembaga tersebut. pelaporan. e. Sisa DAK Bidang Kehutanan Tahun 2013 tidak dapat digunakan sebagai dana pendamping 2014. Terhadap sisa tender 2013 harus dilaksanakan 2014. . Pengaturan lebih lanjut terhadap SILPA dimaksud agar mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan APBD Anggaran 2014. dengan ketentuan sebagai berikut : a. pamhut). H. c. rapat-rapat. dalkarhut. d.-7G. perencanaan RHL (penyusunan RP RHL. Menambah target dan capaian sasaran kegiatan DAK Bidang Kehutanan. Penggunaan Sisa Lebih Pelaksanaan Anggaran (SILPA). RTnRHL). pendampingan. tetap menggunakan Juknis DAK Bidang Kehutanan Tahun 2013 atau 2014. Instansi Pelaksana Kegiatan DAK Bidang Kehutanan diselenggarakan oleh Dinas yang diserahi tugas dan wewenang serta bertanggung jawab di bidang Kehutanan. pemerintah provinsi/kabupaten/kota diharapkan mengalokasikan dana pendukung diluar dana pendamping sekurang-kurangnya 10 %. peningkatan kapasitas SDM (KPH. pengawasan dan pengendalian. monitoring dan evaluasi. b. Sisa anggaran DAK Bidang Kehutanan tidak dapat dialokasikan untuk kegiatan DAK di luar Bidang Kehutanan. penyuluhan. Sisa DAK Bidang Kehutanan Tahun 2013 tidak perlu mengunakan dana pendamping. Dana Pendukung Diperuntukan membiayai kegiatan non fisik antara lain : Penyusunan rencana pengelolaan hutan pada KPH. Sisa anggaran DAK Bidang Kehutanan Tahun 2013 dan tahun-tahun sebelumnya dapat digunakan kembali di tahun 2014. dan sebagainya. I.

Pengadaan kendaraan operasional KPH (kendaraan roda 2. Pembangunan/pemeliharaan kantor resort KPH. sisa dana digunakan untuk kegiatan RHL lainnya. sisa dana digunakan untuk kegiatan RHL lainnya. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung operasionalisasi KPH diperuntukkan bagi provinsi/kabupaten/kota yang memiliki kelembagaan KPH dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kecukupan anggaran dengan mengacu standar. Untuk setiap kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur diarahkan untuk pengembangan dan pelestarian cendana minimal 15 Ha. 5. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendukung Operasionalisasi KPH. jalan inspeksi yang diintegrasikan dengan batas blok/petak. laptop. Pengadaan peralatan pendukung kegiatan KPH (komputer.41/Menhut-II/2011 junto P.9/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan. Penyerahan sarana prasarana tersebut dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima Sarana Pendukung Kesiapan Operasionalisasi KPH.-8BAB III KEGIATAN DAK BIDANG KEHUTANAN A. Pengadaan peralatan teknis operasional kegiatan pengelolaan hutan pada KPH (GPS. b. printer). 1. Pembuatan sarana penataan hutan (patok batas penataan blok. Pengadaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan hutan (peralatan pemeliharaan reboisasi dan rehabilitasi. Untuk percepatan pemulihan fungsi DAS serta dengan mempertimbangkan ke-khasan serta kharakteristik daerah maka untuk wilayah-wilayah tertentu perlu dilakukan : a. kompas. Pengadaan sarana dan prasarana KPH disinergikan dengan pengadaan sarana dan prasarana yang didanai dari APBN Kementerian Kehutanan sesuai dengan P.1/V-SET/2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. P. peralatan ringan pengolah hasil pasca panen hasil hutan bukan kayu) 3. baik vegetatif (penanaman dan pemeliharaan) maupun sipil teknis. sebagai berikut: Jenis kegiatannya antara lain : 1. pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. rehabilitasi lahan baik vegetatif (penanaman dan pemeliharaan) maupun konservasi tanah dan air. papan-papan pengumuman atau peringatan) 4. Persyaratan Teknis Peningkatan fungsi DAS dilaksanakan melalui upaya rehabilitasi hutan. Untuk setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan diarahkan untuk pembangunan Hutan Rakyat minimal 50 Ha. dan peralatan survey lainnya) 2.54/Menhut-II/2011 dan mengacu kepada rencana pengelolaan hutan pada KPH yang bersangkutan. Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Kegiatan Pendukung dan Pemberian Insentif Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial No. B. serta pengelolaan Tahura dengan mengacu pada Pedoman Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang diatur dengan Peraturan Menteri Kehutanan P. Sarana prasarana setelah dilaksanakan pengadaannya oleh SKPD harus segera diserahkan kepada KPH. speed boat). 6. . LCD.

Sedangkan jarak tanam yang dikembangkan bervariasi sesuai dengan ketentuan teknis dan kondisi lapangan. c). minimal 70% untuk kegiatan vegetatif dan maksimal 30% untuk kegiatan sipil teknis. 8) Rancangan teknis kegiatan disusun oleh pejabat eselon IV. lokasi kegiatan DAK di dalam kawasan hutan adalah pada kawasan hutan yang tidak termasuk dalam pengelolaan Perum Perhutani. dinilai oleh pejabat eselon III yang membidangi rehabilitasi.-9c. Cianjur. kegiatan RHL diarahkan ke ekosistem mangrove. 5) Kegiatan dilaksanakan dengan sistem kontraktual oleh penyedia barang/jasa pembuatan tanaman atau swakelola. sisa dana digunakan untuk kegiatan RHL lainnya.000 atau 1 : 10. 2. Proporsi Kegiatan Vegetatif dan Sipil Teknis a. 54 Tahun 2010 jo. Jenis tanaman yang digunakan adalah tanaman kayu-kayuan dan Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang dapat berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah. Rehabilitasi Hutan secara vegetatif 1) Sasaran lokasi a). penanaman. Jawa Tengah. 2) Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berupa satu paket pekerjaan yang meliputi penyediaan bibit. 3) Penyediaan bibit terdiri dari jenis kayu-kayuan dan MPTS. Sukabumi. dan Kebumen. Bandung Barat. dan d). jenis pohon setempat/lokal disesuaikan dengan habitatnya dan jenis unggulan setempat. 4) Lokasi kegiatan rehabilitasi hutan ini wajib dipetakan pada peta dengan skala 1 : 5. Untuk kabupaten di luar pulau Jawa. Jawa Timur. minimal 50% untuk kegiatan vegetatif dan maksimal 50% untuk kegiatan sipil teknis. Jawa Barat. 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Khusus bagi wilayah yang memiliki potensi tanaman bambu seperti. . pengkayaan dan pemeliharaan tanaman tahun berjalan. kecuali HKm dan HD. Kawasan hutan lindung yang terdegradasi. Kawasan Hutan yang termasuk dalam wilayah KPH (KPHL/KPHP) b). Provinsi Banten. b. 6) Untuk pulau Jawa. disahkan oleh Kepala Satuan Kerja yang bersangkutan dan disupervisi oleh BPDAS setempat. Hutan Produksi yang tidak di bebani hak. Untuk kabupaten di pulau Jawa. e. Rincian Kegiatan Rincian kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis DAS terdiri dari : a.000. Khusus untuk Kabupaten Bogor. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali diarahkan untuk pengembangkan tanaman bambu minimal 10 Ha. d. dengan masa kegiatan dalam satu tahun anggaran 2014 dengan berpedoman kepada Peraturan Presiden No. Peraturan Presiden No. 3. 7) Kegiatan rehabilitasi hutan secara vegetatif bisa dilaksanakan dalam bentuk agroforestry (wanatani) dan pengembangan hasil hutan bukan kayu. Tahura yang telah ditetapkan oleh Gubernur/Bupati. Khusus kabupaten yang memiliki ekosistem mangrove yang rusak. maka prosentase penanaman bibit pohon minimal 30% dan konservasi tanah maksimal 70%.

Tanah milik rakyat.000 dan dilengkapi dengan titik koordinat lokasi. tanah negara bebas serta tanah lainnya yang terlantar dan bukan kawasan hutan negara. penghijauan lingkungan. resapan air serta keseimbangan lingkungan perkotaan. dengan masa kegiatan selama satu tahun anggaran 2014.Untuk penyediaan bibit dilakukan melalui pengadaan bibit oleh penyedia barang secara kontraktual atau swakelola dalam satu tahun anggaran 2014 dengan berpedoman kepada Peraturan Presiden No.. (3).Tanah desa. kegiatan terdiri dari tahapan persiapan lapangan.Lokasi kegiatan rehabilitasi lahan ini wajib dipetakan pada peta dengan skala 1 : 5. pembuatan tanaman dan pemeliharaan tanaman tahun berjalan.Tanah milik rakyat/tanah desa/tanah lainnya yang sudah ada tanaman kayu-kayuan tetapi masih perlu dilakukan pengkayaan tanaman. e).Rancangan teknis kegiatan disusun oleh pejabat eselon IV. rapi. Sasaran lokasi kegiatan adalah hamparan lahan kosong di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah Negara maupun tanah hak. dan (2).10 b. 63 tahun 2001 tentang hutan kota. dinilai oleh pejabat eselon III yang membidangi rehabilitasi. (4). yang menurut kesesuaian lahan pertimbangan ekonomis lebih sesuai untuk hutan rakyat.Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan persiapan lapangan. dan pembangunan dan/atau pengelolaan sumber benih. f).000 atau 1 : 10. disahkan oleh Kepala Satuan Kerja yang bersangkutan dan disupervisi oleh BPDAS setempat.70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. 2) Pembangunan dan/atau pengelolaan hutan kota a). pembangunan dan/atau pengelolaan hutan kota.Pelaksanaan kegiatan secara sistem kontraktual oleh penyedia barang/jasa atau swakelola sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. tanah marga/adat. b). 1) Penanaman dan pengkayaan hutan rakyat a). yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. penyediaan bibit. pembuatan tanaman dan pemeliharaan tanaman tahun berjalan. . 54 Tahun 2010 jo. g). Sedangkan jarak tanam yang dikembangkan bervariasi sesuai dengan kondisi lapangan.Tanah milik rakyat yang terlantar dan berada di bagian hulu DAS. Kegiatan rehabilitasi lahan terdiri dari : penanaman dan pengkayaan hutan rakyat. penyediaan bibit. Pembangunan dan/atau pengelolaan hutan kota dimaksudkan sebagai upaya untuk perbaikan lingkungan perkotaan dengan tujuan untuk mewujudkan lingkungan hidup wilayah perkotaan yang sehat. dan indah dalam suatu hamparan tertentu sehingga mampu memperbaiki dan menjaga iklim mikro. d). estetika. Sasaran lokasi (1). Rehabilitasi Lahan Secara Vegetatif.Penyediaan bibit terdiri dari jenis kayu-kayuan dan MPTS. Peraturan Presiden No. c). b).

P. c) Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat/pramuka/pelajar/mahasiswa/LSM/Ormas pengusul. dinilai oleh pejabat eselon III yang membidangi rehabilitasi.72/Menhut-II/2009 tentang Penyelenggaraan Perbenihan Tanaman Hutan. embung air. penanaman . Sasaran lokasi pembangunan dan/atau pengelolaan sumber benih adalah di dalam dan di luar kawasan hutan atau lahan milik pemerintah. b) Kegiatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan melalui penanaman pohon jenis kayu dan MPTS.. Peraturan Presiden No. Peraturan Presiden No. 4) Pembangunan dan/atau Pengelolaan Sumber Benih a). 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.01/Menhut-II/2009 jo. disahkan oleh Kepala Satuan Kerja yang bersangkutan dan disupervisi oleh BPDAS setempat. biopori serta lainnya. 54 Tahun 2010 jo. dam penahan. perkantoran. P. dinilai oleh pejabat eselon III yang membidangi rehabilitasi. No. d). d) Kegiatan pembuatan bangunan KTA dilaksanakan secara swakelola atau kontraktual oleh pihak III yang dillaksanakan dalam satu tahun anggaran 2014 dengan berpedoman kepada Peraturan Presiden No. Standar pembangunan dan pengelolaan sumber benih berpedoman pada Peraturan Menteri Kehutanan No. e) Rancangan teknis kegiatan disusun oleh pejabat eselon IV. pembibitan. b) Kegiatan dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kawasan hutan disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. c. 3) Penghijauan lingkungan a) Sasaran lokasi kegiatan adalah lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial serta hamparan lahan kosong antara lain halaman tempat ibadah. sekolah dan pemukiman. 54 Tahun 2010 jo. Pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara swakelola dan atau kontraktual sesuai dengan Peraturan Presiden No. d) Komponen kegiatan meliputi persiapan. pengendali jurang/gully plug. sumur resapan air. d). yang diarahkan agar sesuai kaidah teknis penanaman pada umumnya. disahkan oleh Kepala Satuan Kerja yang bersangkutan dan disupervisi oleh BPDAS setempat. Pembangunan dan/atau pengelolaan sumber benih bertujuan produksi benih bermutu untuk mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Pelaksanaan pembangunan dan/atau pengelolaan sumber benih dilakukan secara swakelola atau kontraktual dalam satu tahun anggaran 2014. c). Rancangan teknis kegiatan disusun oleh pejabat eselon IV. dan pemeliharaan. c) Bangunan KTA dapat berupa dam pengendali. 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. b).11 c). Konservasi Tanah dan Air (KTA) a) Pembuatan bangunan KTA dengan menerapkan teknologi teknis sipil yang menurunkan aliran permukaan dan meningkatkan infiltrasi serta dapat diterima oleh masyarakat.

54 Tahun 2010 jo.. b. Untuk pulau Jawa. hutan produksi yang tidak dibebani hak. C. Kegiatan di luar kawasan hutan meliputi penyediaan bibit. Ketentuan Umum a. lokasi kegiatan DAK di dalam kawasan hutan adalah pada kawasan hutan yang tidak termasuk dalam pengelolaan Perum Perhutani. Peningkatan Sarana dan Prasarana Perlindungan dan Pengamanan Hutan. Sasaran lokasi kegiatan adalah pada lahan mengrove dan pantai yang telah terdegradasi dan lahan yang potensi terkena dampak bencana seperti tsunami. Komponen kegiatan terdiri dari penanaman dan pemeliharaan tanaman tahun berjalan dilaksanakan secara swakelola atau secara kontraktual dengan kelompok tani hutan/rehabilitasi lahan atau nelayan setempat. Rancangan teknis kegiatan disusun oleh pejabat eselon IV. disahkan oleh Kepala Satuan Kerja yang bersangkutan dan disupervisi oleh BPDAS/Balai Pengelolaan Hutan Mangrove setempat. dinilai oleh pejabat eselon III yang membidangi rehabilitasi. Pelaksanaan penyediaan sarana Prasarana Perlindungan dan pengamanan Hutan mengacu kepada standar. penanaman dan pemeliharaan tanaman tahun berjalan. Peruntukan dan pemanfaatan sarana dan prasarana perlindungan dan pengamanan hutan dipergunakan untuk mendukung kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan. 1. c. Peraturan Presiden No. Rehabilitasi Mangrove dan Pantai Penggunaan DAK Bidang Kehutanan untuk peningkatan fungsi lahan mangrove dan pantai yaitu berupa kegiatan rehabilitasi mangrove dan pantai yang dirinci sebagai berikut : a. d. Pelaksanaan penyediaan bibit dapat dilaksanakan secara kontraktual maupun melalui pembuatan secara swakelola. serta Kawasan Hutan yang telah dikelola oleh KPHL dan KPHP. b. abrasi dan intrusi air laut. Pelaksanaan kegiatan dapat dilaksanakan secara swakelola atau kontraktual oleh penyedia barang pembuatan tanaman yang dikerjakan dalam satu tahun anggaran 2014 dengan berpedoman kepada Peraturan Presiden No. 3) Sempadan pantai baik di luar maupun di dalam kawasan hutan (sekurang-kurangnya 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat) yang telah mengalami degradasi/deforestasi atau dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan penanaman/pengkayaan jenis tanaman pantai.12 d. Sasaran lokasi dimaksud meliputi : 1) Mangrove dan pantai pada kawasan hutan lindung. serta Taman Hutan Raya (Tahura) yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. pedoman dan petunjuk teknis sebagai berikut: .70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. 2) Kawasan pantai berhutan mangrove baik di dalam maupun di luar kawasan hutan (sekurang-kurangnya 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah diukur dari garis surut terendah ke arah darat) yang mengalami degradasi/deforestasi atau dipandang perlu untuk dilakukan penanaman/pengkayaan jenis tanaman mangrove. lahan di luar kawasan hutan serta tidak dicadangkan/proses perizinan untuk pembangunan HTI/HTR. e. f.

GPS.13 1) Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P. minyak atsiri). madu. Kamera. Penyediaan sarana dan prasarana kawasan ekosistem esensial diperuntukkan bagi provinsi/kabupaten/kota yang wilayahnya sudah ditetapkan oleh Gubernur /Bupati/Walikota setempat. dan nozzle). garu. Kantor Resort. Pos Jaga/Pos Loket. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pengolahan Hasil Hutan Berbasis Kelompok . bambu. atribut. Kalimantan Tengah. Kabupaten/Kota setempat. Ragam Peningkatan Sarana Prasarana Perlindungan dan Pengamanan Hutan Peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan yang dimaksud. Seragam Polhut dan perlengkapannya.114/IV-PKH/2010 tentang Pedoman Pakaian dan Atribut Manggala Agni. Riau. Pakaian Pemadam Kebakaran dan perlengkapannya. . ulat sutera. cangkul. Menara Pengintai/Pengawas. Pondok Kerja. 2. Peta. serta peralatan/mesin pengolahan bio energi bahan baku hasil hutan atau limbah industri kehutanan. Kalimantan Selatan. 4) Surat Keputusan Direktur Jenderal Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK. dan Binokuler. cendana. 2) Peraturan Menteri Kehutanan Nomor:P. sekop api.21/KPTS/DJ-IV/2002 tentang Pedoman Pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Di Indonesia. d. Jambi. Kalimantan Barat. obat-obatan. gergaji. dan kepyok). Sumatera Selatan. Jalur Tracking/jalur trail. D. Pompa Jinjing/Portable Centrifugal Pump dan perlengakapannya (selang hisap. Kompas. Alat pemadam kebakaran manual (kapak. adalah: Kendaraan Roda 2 untuk patroli perlindungan dan pengamanan hutan.71/Menhut-II/2008 tanggal 31 Desember 2008 tentang pakaian. 3) Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK. Untuk Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kepulauan Riau. dan kelengkapan seragam Patroli Kehutanan. golok. pengadaan sarana dan prasarana perlindungan dan pengamanan hutan diprioritaskan untuk pemadaman kebakaran hutan dan diarahkan untuk belanja modal dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Gerbang/Gapura. selang kirim. c.dan 5) Standar. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Kendaraan air (Speed Boat/Hovercraft). Pagar Pengaman. dan Papan Informasi/Peringatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam bergeraknya sektor riil dalam rangka mendukung pembangunan kehutanan sesuai dengan potensi daerah setempat. pedoman dan petunjuk teknis pengelolaan Tahura dan Kawasan Ekosistem Esensial dimasing-masing Propinsi. Handycam. dan Pompa Punggung/Back Pack Pump (jet shooter).. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok dilakukan melalui penyediaan alat/mesin sederhana pengolahan untuk peningkatan nilai tambah hasil hutan kayu dan/atau bukan kayu (rotan. gaharu.05/Menhut-II/2010 tentang Standar Sarana dan Prasarana Polisi Kehutanan.

antara lain untuk meningkatkan produktifitas. efisiensi dan efektifitas usaha bidang kehutanan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal. outcome sampai tataran dampak/manfaat sebagaimana diilustrasikan pada Gambar 1. Pendampingan dilakukan mulai dari fase prakondisi. maupun penguatan kelembagaan. meliputi akses permodalan. Untuk efektifitas pengembangan materi penyuluhan kehutanan dan penyediaan sarana prasarana.. antara lain untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. sosialisasi rancangan. sebagai berikut: 1. akses informasi pasar. perlindungan dan pengamanan hutan. 2. Pengembangan materi penyuluhan mengarah pada kebijakan pengelolaan hutan berbasis KPH.29/ Menhut-II/2013. pengelolaan hutan dan pengawasan. Aspek manajemen. Gambar 1. Aspek ekologi. akses potensi sumber daya. perlu dukungan fasilitasi bagi para penyuluh kehutanan utamanya dalam bentuk operasionalisasi proses pembelajaran dengan masyarakat. serta pengembangan produksi hasil hutan. output. peluang usaha. . Aspek teknologi. Aspek ekonomi. Proses Keberhasilan Kegiatan Pembangunan Kehutanan di Masyarakat Untuk meningkatkan kinerja penyuluh kehutanan dalam melaksanakan tugas pendampingan secara efektif dan efisien. Proses pembelajaran dengan masyarakat antara lain dilakukan melalui pertemuan kelompok tani. 3. Secara substantif materi penyuluhan kehutanan mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan pembangunan kehutanan. rehabilitasi hutan lahan. antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 4. sarana produksi. Peningkatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan Penyuluhan kehutanan merupakan salah satu mata rantai pengurusan hutan selain pokok kegiatan perencanaan.14 E. Penyuluhan kehutanan berperan penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan berbasis KPH yang dilakukan melalui pendampingan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. berkaitan dengan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya kelestarian sumber daya hutan sebagai sistem penyangga kehidupan bagi kesejahteraan masyarakat. maka instansi penyelenggara penyuluhan kehutanan propinsi/kabupaten/kota (Bakorluh/Bappeluh/Dinas Kehutanan) perlu melakukan identifikasi kebutuhan di lapangan. pengembangan materi penyuluhan maupun penyediaan sarana prasarana yang memadai disesuaikan dengan kebutuhan di tingkat lapangan. Pedoman pendampingan kegiatan pembangunan kehutanan mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.

. kendaraan bermotor roda-2. Penyusunan rancangan teknis pembangunan unit percontohan mengacu pada pedoman unit percontohan penyuluhan kehutanan yang diterbitkan oleh Badan P2SDMK.35/Menhut-II/2012.15 5. 5. global positioning system (GPS). antara lain pemberian informasi tentang peraturan perundang-undangan sehingga masyarakat menyadari hak dan kewajibannya khususnya yang berkaitan dengan bidang kehutanan. Aspek sosial budaya. unit percontohan. Melakukan proses pembelajaran dalam rangka pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Dokumen Berita Acara Serah Terima tersebut disampaikan kepada Badan P2SDMK cq. Memperlancar operasionalisasi kegiatan penyuluhan. Penyediaan sarana prasarana penyuluhan kehutanan berupa. . serta alat peraga lainnya. utamanya ditujukan untuk menunjang kinerja penyuluh kehutanan dalam hal: 1. Proses penyerahan sarana prasarana dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima Sarana Prasarana Penyuluhan Kehutanan dengan format sebagaimana terlampir. Aspek hukum. maka pelaksanaannya harus didahului dengan penyusunan rancangan teknis oleh penyuluh kehutanan yang disetujui Bappeluh. selanjutnya diserahkan ke Bakorluh/Bappeluh/instansi penyelenggara penyuluhan kehutanan provinsi/kabupaten/kota untuk dipergunakan penyuluh kehutanan. antara lain untuk mengembangkan kondisi sosial dan kesadaran kultural dengan memperhatikan adat setempat sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kehutanan. 4. Setelah selesai proses pengadaan sarana prasarana penyuluhan kehutanan. Pemanfaatan sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan mempedomani Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. Memperlancar kegiatan pelaporan kegiatan penyuluhan kehutanan. Mengakses informasi berkaitan dengan hasil-hasil penelitian. Meningkatkan kompetensi dan kinerja penyuluh kehutanan antara lain dalam penyusunan materi penyuluhan. 3. LCD proyektor. komputer jinjing. Khusus untuk pembangunan unit percontohan. Pusat Penyuluhan Kehutanan. menyusun database penyuluhan kehutanan pada setiap wilayah kerjanya. 2. 6.

. b. SKPD pelaksana DAK Bidang Kehutanan menyusun rencana kerja sesuai Form Lampiran 1. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)/Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pelaksana DAK Bidang Kehutanan. Sekretaris Badan P2SDM Kehutanan.id.go. Unit-unit kerja kehutanan di provinsi : . cq. Sekretaris Ditjen BUK. dengan alamat email: dakkehutananbuk@dephut. 2) Pusat Pengendalian Pembangunan masing-masing dengan alamat email: Kehutanan. dengan alamat email: dakkehutananphka@dephut.id. 5) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) Kehutanan (P2SDMK). kepada: a. Pagu DPA meliputi alokasi DAK murni dan dana pendamping minimal 10% dari DAK murni yang digunakan untuk kegiatan fisik. cq.go. pemerintah daerah provinsi/ kabupaten/kota. Berdasarkan RKA DAK Bidang Kehutanan. cq. Unit-unit kerja lingkup Kemenhut di pusat 1) Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDASPS). menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).id. 2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA). menetapkan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA). Dana pendukung untuk kegiatan non fisik minimal 10% dari DAK murni dapat menjadi bagian dari DPA DAK Bidang Kehutanan.go.go. Setelah mendapatkan alokasi DAK Bidang Kehutanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Umum dan Alokasi DAK Tahun 2014. Sekretariat Jenderal cq. dengan dakkehutananplanologi@dephut.id.id.id.id.id.. dengan alamat email: dakkehutananbp2sdmk@dephut. (d) Pusdal Regional IV: dakkehutananregIV@dephut..Sekretaris Ditjen (PHKA). EVALUASI DAN PELAPORAN A. Dokumen rencana kerja di atas disampaikan oleh SKPD pelaksana DAK melalui elektronic mail (email) / surat elektronik (surel).go. Dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan Provinsi Tembusan dokumen disampaikan kepada: a.16 BAB IV PEMANTAUAN. b. Sekretaris Ditjen BPDASPS. dengan mengisi kolom “rencana” (lihat petunjuk pengisian format).go. Planologi Kehutanan. Kementerian Kehutanan cq.id. 2. 3. atau dialokasikan pada DPA lain pada SKPD pelaksana DAK Bidang Kehutanan. (b) Pusdal Regional II: dakkehutananregII@dephut.go.id. Berdasarkan RKA dan setelah diterbitkan DPA.go. Rencana Kerja 1. (c) Pusdal Regional III: dakkehutananregIII@dephut.go.go. Sekretaris alamat Ditjen email: 4) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan (BUK).: 1) Biro Perencanaan. sesuai regional (a) Pusdal Regional I: dakkehutananregI@dephut. cq. cq. 3) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. dengan alamat email: dakkehutanan@dephut. dengan alamat email: dakkehutananbpdasps@dephut.

. dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi membuat dokumen perencanaan provinsi sebagaimana Form Lampiran 2 pada kolom “rencana’ (lihat petunjuk pengisian form). Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan. c. maka dapat dilakukan pengiriman melalui pihak jasa pengiriman. 5. Badan Koordinasi Penyuluhan dan UPT Kementerian Kehutanan terkait) dan tingkat pusat pada unit-unit eselon I terkait. SKPD pelaksana DAK. Badan Koordinsi Penyuluhan dan UPT terkait. Pemantauan. Biro Perencanaan b. c. 3. 2. Pemantauan a. Pelaporan a. Dalam hal tidak memungkinkan dilakukan pengiriman melalui email/surel. Sekretariat Jenderal cq. b. melakukan evaluasi. Berdasarkan butir 4. Evaluasi dapat dilakukan secara administratif berdasarkan laporanlaporan dan secara fisik terhadap pelaksanaan kegiatan. Pelaporan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan meliputi laporan triwulanan dan laporan tahunan. dan tingkat nasional. Evaluasi dan Pelaporan (PEP) 1. sesuai regional masingmasing Beradasarkan dokumen perencanaan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan capaian terhadap target/rencana yang telah ditetapkan. Evaluasi a. Pemantauan dilakukan secara berjenjang. Laporan-laporan disampaikan kepada unit kerja terkait yang dikirim melalui elektronic mail (email) / surat elektronik (surel). Kementerian Kehutanan membuat rekapitulasi nasional (Form Lampiran 3) B. b. Dokumen perencanaan disampaikan kepada eselon I cq. membuat dokumen perencanaan sesuai dengan Form Lampiran 2 yang terkait dengan bidangnya. termasuk permasalahan dan tindak lanjut.17 1) Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh). meliputi: a) Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) b) Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) c) Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP) d) Balai Besar/Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BB/BKSDA) e) Balai Besar/Balai Taman Nasional (BB/BTN) 4. b. Untuk menjamin pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dibiayai dari DAK Bidang Kehutanan dilakukan pemantauan. serta memberikan penjelasan terhadap kondisi-kondisi terhadap capaian pelaksanaan kegiatan. yakni di tingkat SKPD pelaksana DAK.: a. Berdasarkan dokumen perencanaan pada butir 3. Secretariat/Direktorat teknis terkait unit eselon I. Berdasarkan hasil pemantauan. 2) UPT lingkup kehutanan terkait di wilayah kerjanya (sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan). Dokumen rencana kerja pada butir 3 disampaikan oleh dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan melalui elektronic mail (email) / surat elektronik (surel). Pemantauan dapat dilakukan secara administrasi berdasarkan laporanlaporan dan secara fisik terhadap pelaksanaan kegiatan. kepada Kementerian Kehutanan cq. tingkat provinsi. unit kerja terkait pada tingkat provinsi (dinas kehutanan/yang membidangi kehutanan..

membuat laporan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan lingkup provinsi/wilayah kerja. Ditjen BUK. dan Badan P2SDM Kehutanan cq.: (1) Biro Perencanaan (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional b) Badan Koordinasi Penyuluhan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan terkait.18 c.. Pelaporan dilakukan secara berjenjang: 1) Tingkat SKPD pelaksana DAK Bidang Kehutanan SKPD pelaksana DAK membuat laporan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan. meliputi: a) Laporan triwulanan sebagaimana format pada Form Lampiran 1 dengan mengisi kolom realisasi (lihat petunjuk pengisian) b) Laporan Tahunan sebagaimana outline pada outline Laporan Tahunan Laporan disampaikan kepada dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi.: (1) Biro Perencanaan (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terkait b) Badan Koordinasi Penyuluhan c) UPT Kementerian Kehutanan: (1) BPDAS/BPTH/BPHM (2) BB/BKSDA/BB/BTN (3) BPKH (4) BPPHP 2) Tingkat provinsi a) Dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi membuat laporan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan provinsi. dengan mengisi kolom realisasi (lihat petunjuk pengisian) (2) Laporan tahunan sebagaimana outline pada outline Laporan Tahunan Laporan disampaikan kepada Sekretariat Jenderal cq. meliputi: . 3) Tingkat nasional a) Unit eselon I terkait. Ditjen Planologi Kehutanan. Sekretariat Ditjen/Direktorat teknis terkait dan Badan membuat laporan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan. dan laporan tahunan sesuai outline Laporan Tahunan Laporan disampaikan kepada unit eselon I (sekretariat Ditjen/ Badan terkait). Ditjen PHKA. yaitu Ditjen BPDASPS. Laporan meliputi: (1) Laporan triwulanan (2) Laporan tahunan Format laporan triwulanan mengacu pada Form Lampiran 2 sesuai bidang terkait. dengan tembusan kepada dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi. dengan tembusan disampaikan kepada: a) Sekretariat Jenderal cq. meliputi: (1) Laporan triwulanan sebagaimana Form Lampiran 2.

meliputi: (a) Laporan triwulanan (b) Laporan tahunan Format laporan triwulanan sesuai Form Lampiran 3. .: (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Regional membuat laporan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan regional. Menteri Kehutanan. meliputi: (a) Laporan triwulanan (b) Laporan tahunan Format laporan triwulanan mengacu pada Form Lampiran 3.: (1) Biro Perencanaan (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I-IV. dan format laporan tahunan sesuai outline Laporan Tahunan (2) Biro Perencanaan membuat laporan pelaksanaan DAK Bidang kehutanan. dan format laporan tahunan sesuai outline Laporan Tahunan Format-format laporan dapat diadakan perbaikan/penyempurnaan berdasarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal An. Format laporan triwulanan sesuai Form Lampiran 3 sesuai bidang terkait. b) Sekretariat Jenderal cq.. sedangkan format laporan tahunan sesuai outline Laporan Tahunan.19 (1) Laporan Triwulanan (2) Laporan Tahunan Laporan disampaikan kepada Sekretaris Jenderal cq.

. Menteri Kehutanan menyampaikan indikasi tersebut kepada Badan Pemerika Keuangan (BPK) dan/atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk diambil langkah-langkah tindak lanjut sesuai peraturan yang berlaku. serta kesesuaian kegiatan yang dilaksanakan dengan petunjuk teknis. 3. Tingkat capaian. pelaksanaan. Dalam hal terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan yang dibiayai DAK Bidang Kehutanan. menjadi bahan penilaian kinerja pelaksanaan DAK oleh SKPD pelaksana. Dinas yang membidangi kehutanan provinsi melakukan koordinasi.20 BAB V KOORDINASI DAN EVALUASI KINERJA 1. bimbingan. kepatuhan membuat dan menyampaikan laporan. pembinaan dan pengendalian manajerial perencanaan. pelaksanaan. dan PEP DAK Bidang Kehutanan lingkup provinsi. dan PEP DAK Bidang Kehutanan lingkup provinsi. bimbingan. 2. Badan Koordinasi Penyuluhan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan melakukan koordinasi. 4. Hasil-hasil penilaian menjadi bagian dalam penetapan kriteria teknis alokasi DAK Bidang Kehutanan selanjutnya.. pembinaan dan pengendalian teknis perencanaan.

ttd. Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Semoga pembangunan kehutanan di pusat dan daerah berjalan secara selaras dan serasi dalam mewujudkan Hutan Lestari Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan.. bimbingan. pelaksanaan. ZULKIFLI HASAN .21 BAB VI PENUTUP Dengan Petunjuk Teknis Pengunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kehutanan Tahun 2014 ini diharapkan SKPD pelaksana DAK Bidang Kehutanan dapat melaksanakan kegiatan DAK Bidang Kehutanan secara efektif dan efisien dalam rangka menjaga keberlangsungan fungsi kawasan hutan melalui implementasi kebijakan pengelolaan hutan secara lestari berbasis unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di tingkat tapak yang strategis dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan Rencana Kerja Pemerintah 2014. dan peningkatan sarana prasarana penyuluhan kehutanan diupayakan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber daya hutan guna mendorong perbaikan lingkungan hidup serta mengurangi resiko bencana alam. dan PEP DAK Bidang Kehutanan sebagai bahan evaluasi/penilaian dalam penetapan kriteria teknis alokasi DAK Bidang Kehutanan selanjutnya. Dinas yang membidangi kehutanan provinsi. peningkatan sarana prasarana operasionalisasi KPH. peningkatan sarana prasarana perlindungan dan pengamanan hutan. ttd. Badan Koordinasi Penyuluhan dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan secara aktif melakukan koordinasi. KRISNA RYA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. peningkatan sarana prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok. pembinaan dan pengendalian manajerial perencanaan. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM DAN ORGANISASI.

..........4........ dan 10 Realisasi pelaksanaan kegiatan: kolom 8... Rp......... % terhadap pagu DAK) : Rp.....% terhadap pagu Anggran) b................. (. Rp........% terhadap pagu) 4. (.........6................... % : Rp. Realisasi Anggaran s/d saat ini a................ Dana Pendamping c.... Anggaran (kumulatif s/d TW ybs.. ...5......3.....12 dan 13 Kolom 4................ % terhadap pagu DAK) Rp................. . Rp.) 5.. DAK Murni b........ Nama SKPD 2...6...9.......7 rencana progres kumlutif triwulanan dari setiap tahapan kegiatan .........11....... Provinsi 3..... Dana Pendukung : : : : : : ................ Rencana dan Realisasi - : ........ SERTA PEMANTAUAN.. Kinerja (progres) : ............. .. (...... .. ..7................... a................... .... Pagu Anggaran Tahun 20.1 FORM 1 PERENCANAAN...... ... PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KEHUTANAN TAHUN 2014 1.... (. DAN PELAPORAN TRIWULAN .......... Rencana kegiatan: kolom 2.. EVALUASI.....................................5..

dan 12: jelas Kolom 13: menjelaskan capaian pelaksanaan kegiatan setiap triwulan laporan Cell dengan shading: tidak perlu diisi: .11.2 Kolom 8: realiasi capaian dari rencana volume kegiatan pada kolom 2 Kolom 9: progres pelaksanaan berdasarkan tahapan kegiatan sampai dengan triwulan laporan (kumulatif) Kolom 10.

SERTA PEMANTAUAN. Bangunan kantor resort … Unit Bobot capaia n maks.) Penjelasan atas realisasi ..Speed boat … Unit e.3 FORM 1 LEMBAR PERENCANAAN.. EVALUASI DAN PELAPORAN TRIWULAN . Kendaraan operasional KPH…. (%) b. PELAKSANAAN KEGIATAN YANG DIBIAYAI DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KEHUTANAN TAHUN 2013 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu Kegiatan / Tahapan me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 2 3 4 5 6 7 8 9 Penyediaan Sarpras Pendukung Operasionalisasi KPH a. Peralatan operasional kantor KPH … Unit: Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.) 10 11 % 12 13 N o 1 1 Pagu (Rp.Roda 2 … Unit . Unit: .Roda 4 … Unit . Sarana lingkungan kantor KPH … Unit d. Pemeliharaan dan renovasi kantor KPH/Resort KPH … Unit c..

Peralatan survey … Unit g.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp..Komputer … Unit .Meja.4 Bobot capaia n maks. Unit .Printer … Unit f.GPS … Unit . Peralatan teknis … Unit: . Sarpras pendukung pengelolaan hutan … Unit: . (%) Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. Unit ..Peralatan ringan pengolah pasca panen hasil hutan bukan kayu … Unit h.Peralatan pemelihara antanaman .) Penjelasan atas realisasi 2 3 .Kendaraan ringan pengangkut bibit . Sarana penataan hutan … Unit: .Kompas … Unit . kursi. lemari … Set .

buah 25 0 25 25 25 25 25 0 0 25 25 ..Jalan inspeksi … m g Papan pengumuman/ PROGRES TAHAP 1 Penyusunan dokumen awal pengadaan yang berisi: 1. HPrs PROGRES TAHAP 2 1.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp. Pembuatan kontrak PROGRES TAHAP 3 1. Rencana Kerja 3. Serah terima kepada pengguna (KPH apabila sudah menjadi satker) peringatan . Kerangka Acuan 2.Proses pengadaan 2.5 Bobot capaia n maks. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.. 2.) Penjelasan atas realisasi 2 . Spesifikasi Barang 4.Patok batas … buah . Serah terima barang/pekerjaan.

Penanaman . Ha .. Ha: .) Penjelasan atas realisasi 2 PROGRES TAHAP 4 Penatausahaan BMN (pencatatan dalam SIMAK BMN) Total 1 100 0 25 100 2 Rehabilitasi hutan secara vegetatif .6 Bobot capaia n maks...Hutan Produksi .. (%) 3 25 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 0 25 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp....KPHP .Tahura .... Ha . Ha ..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.. Ha a... Ha . Ha PROGRES TAHAP 1 25 Identifikasi sasaran lokasi penanaman PROGRES TAHAP 2 25 Penyusunan rancangan kegiatan penanaman PROGRES TAHAP 3 25 Persiapan pelaksanaan: 25 25 25 .KPHL .Hutan Lindung ...

Ha 25 100 25 100 .KPHP . 2. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.KPHL . Ha .... Ha PROGRES TAHAP 1 25 Identifikasi sasaran lokasi penanaman PROGRES TAHAP 2 25 Penyusunan rancangan kegiatan 25 25 .. Ha ..Hutan Lindung .7 Bobot capaia n maks... Persiapan Kelembagaan. Persiapan sarpras. dan 3.) Penjelasan atas realisasi 2 1..Tahura . Ha ..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.. Ha . Pengkayaan .. Persiapan areal PROGRES TAHAP 4 Pelaksanaan kegiatan penanaman Total a b.Hutan Produksi ....

Ha ....Hutan Produksi .Tahura . Pemeliharaan tanaman pertama (P1). Ha ..) Penjelasan atas realisasi 2 penanaman PROGRES TAHAP 3 Persiapan pelaksanaan: 1. Persiapan areal PROGRES TAHAP 4 25 Pelaksanaan kegiatan penanaman Total b 100 c. Ha PROGRES 100 Pemeliharaan 25 100 100 .. 2. (%) 3 25 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 25 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.. Ha ...) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.KPHP ..KPHL . Persiapan Kelembagaan..8 Bobot capaia n maks. dan 3.. Ha .. Ha .Hutan Lindung . Persiapan sarpras...

(%) 3 100 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 100 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. 25 25 25 25 25 .) Penjelasan atas realisasi 2 tanaman (P1) Total c Total 2 .9 Bobot capaia n maks.Untuk kolom 10. Ha PROGRES TAHAP 1 Identifikasi sasaran lokasi penanaman PROGRES TAHAP 2 Penyusunan rancangan kegiatan penanaman PROGRES TAHAP 3 Persiapan pelaksanaan: 1. Persiapan vegetatif ..6... Ha ..4.untuk kolom 3.9: a+b+c/ 3 3 Rehabilitasi lahan secara a. Hutan Rakyat .11: a+b+c .) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp...5..

Persiapan sarpras. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. dan 3.. 25 25 25 25 . Ha PROGRES TAHAP 1 Identifikasi sasaran lokasi penanaman PROGRES TAHAP 2 Penyusunan rancangan kegiatan penanaman PROGRES TAHAP 3 Persiapan pelaksanaan: 1.. Persiapan Kelembagaan.) Penjelasan atas realisasi 2 Kelembagaan.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.. 25 100 25 25 25 100 ..10 Bobot capaia n maks. Persiapanareal PROGRES TAHAP 4 Pelaksanaan kegiatan penanaman Total a b. Hutan Kota . 2.

dan 3.. Persiapan sarpras.. Penghijauan Lingkungan .) Penjelasan atas realisasi 2 2.. Ha PROGRES TAHAP 1 25 Identifikasi sasaran lokasi penanaman PROGRES TAHAP 2 25 Penyusunan rancangan kegiatan penanaman PROGRES TAHAP 3 25 Persiapan pelaksanaan: 1.. Persiapan areal PROGRES TAHAP 4 25 Pelaksanaan kegiatan penanaman Total b 100 c. 25 25 25 . Persiapansarpras.11 Bobot capaia n maks.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp. 2. Persiapan Kelembagaan. 25 100 .. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.

.) Penjelasan atas realisasi 2 dan 3. 25 25 25 25 ..Persiapan belih 1 2 3 4 25 25 25 25 25 100 ..12 Bobot capaia n maks. Pembangunan semuber benih . Ha PROGRES TAHAP Identifikasi calon lokasi PROGRES TAHAP Penyusunan rancangan PROGRES TAHAP Pembangunan sumber benih PROGRES TAHAP Persiapan pelaksanaan: .) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp... Persiapanareal PROGRES TAHAP 4 25 Pelaksanaankegiatan penanaman Total c 100 d. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.

... Bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) . Ha PROGRES TAHAP 1 25 Penyusunan rancangan pengelolaan sumber benih seluas PROGRES TAHAP 2 50 Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber benih seluas PROGRES TAHAP 3 25 Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber benih seluas Total e 100 f..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp....13 Bobot capaia n maks.Prrsiapan sarpras pendukung Total d 100 e.) Penjelasan atas realisasi 2 .. Pengelolaan sumber benih . 100 . . 25 50 25 100 Unit .Persiapan bibit . (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp..

Sumur resapan air (SRA) . unit PROGRES TAHAP 1 Identifikasi sasaran lokasi bangunan KTA PROGRES TAHAP 2 Penyusunan rancangan dan persiapan pembuatan bangunan KTA (pengadaan sarpras dan pemetaan areal kerja) PROGRES TAHAP 3 Pembuatan bangunan 25 25 25 25 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp..Biopori dan lainnya (BiL) . (%) . unit .Pengedali jurang (gully plug) ..Dam Pengendali (DPi) .. unit ...Unit Bobot capaia n maks..Dam penaham (DPn) .....) Penjelasan atas realisasi 50 50 . unit ...14 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu Kegiatan / Tahapan me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 2 3 4 5 6 7 8 9 .. unit ...Embung air .) 10 11 % 12 13 N o 1 Pagu (Rp......

.. (%) 3 100 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 100 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.5.Untuk kolom 10.11: jmlh a-f .. Mangrove ..) Penjelasan atas realisasi 2 KTA Total f Total 3 ....untuk kolom 3.15 Bobot capaia n maks.4. 25 25 25 .... Ha a..9: jmlh f/6 a- 4 Rehabilitasi Mangrove dan Pantai . Ha PROGRES TAHAP 1 25 Identifikasi sasaran lokasi penanaman mangrove PROGRES TAHAP 2 25 Penyusunan rancangan dan persiapan kegiatan penanaman mangrove PROGRES TAHAP 3 25 Pelaksanaan kegiatan ..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.6..

Persiapan sarpras. Persiapan Kelembagaan. 25 25 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. Persiapan areal 25 25 . Pantai . Ha PROGRES TAHAP 1 Identifikasi sasaran lokasi penanaman PROGRES TAHAP 2 Penyusunan rancangan kegiatan penanaman PROGRES TAHAP 3 Persiapan pelaksanaan: 1.. 2..16 Bobot capaia n maks..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp. (%) 3 25 100 25 25 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 25 100 .... dan 3.) Penjelasan atas realisasi 2 penanaman mangrove PROGRES TAHAP 4 Pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove Total a b.....

untuk kolom 3.17 Bobot capaia n maks.. dan penyelamatan . Unit e. Kendaraan patroli . Alat komunikasi .. Unit .. Alat pendakian...) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.) Penjelasan atas realisasi 2 PROGRES TAHAP 4 Pelaksanaan kegiatan penanaman Total b Total 4 ... (%) 3 25 100 100 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 25 100 100 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.6... Alat navigasi...4.5. Unit b. Unit f. selam. Unit c.11: a+b .Untuk kolom 10. Unit d........ Alat dokumentasi dan intelijen . Alat pemadam kebakaran ..9: a+b/2 5 Pengembangan Sarpras Pamhut: a..

Seragam Polhut .18 Bobot capaia n maks.Proses pengadaan 2.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp. Rencana Kerja 3.. Stel i.. Unit h.. Spesifikasi Barang 4. Pos dan pondok jaga . Personal-use petugas pemadam kebakaran . Pembuatan kontrak PROGRES TAHAP 3 Serah terima barang/pekerjaan.) Penjelasan atas realisasi 2 3 g... (%) Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. Set PROGRES TAHAP 1 Penyusunan dokumen awal pengadaan yang berisi: 1. Kerangka Acuan 2. 25 25 25 25 25 25 25 25 100 100 . PROGRES TAHAP 4 Penatausahaan BMN (pencatatan dlm SIMAK BMN) Total 5. HPS PROGRES TAHAP 2 1..

....Unit . Pembuatan kontrak PROGRES TAHAP 3 1. Unit PROGRES TAHAP 1 Penyusunan dokumen awal pengadaan yang berisi: 1.19 Bobot capaia n maks. HPS PROGRES TAHAP 2 1.) 10 11 % 12 13 N o 1 6 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.) Penjelasan atas realisasi 2 Peningkatan Sarana dan Prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok a.. Serah terima kepada pengguna (Bapeluh) 25 25 .. Peralatan/mesin pengolah kayu . Kerangka Acuan 2. Serah terima barang/pekerjaan 2.. Rencana Kerja 3. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. Peralatan/mesin pengolah HHBK . Spesifikasi Barang 4......Proses pengadaan 2. b. 25 25 25 25 ..

unit e.. unit h.) Penjelasan atas realisasi 2 PROGRES TAHAP 4 Penatausahaan BMN (pencatatan dalam SIMAK BMN). unit d. Pusat informasi . Pagar pengaman . unit c. Shelter/gazebo ... (%) 3 25 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 25 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. m . Gerbang/gapura ... Menara . Pos jaga/pondok kerja .20 Bobot capaia n maks. m b... unit f.. Pos loket . Total 6 100 100 7 Pengembangan Sarpras Pengelolaan Tahura : a.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp. unit g. Jalur pengaman ..

unit k..Personal use petugas pemadam kebakaran .) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp... (%) Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp. Rencana Kerja 3. Set PROGRES TAHAP 1 25 Penyusunan dokumen awal pengadaan yang berisi: 1. Peralatan kerja . Kerangka Acuan 2. unit l.) Penjelasan atas realisasi 2 3 i. Serah terima barang/pekerjaan 3.21 Bobot capaia n maks.Proses pengadaan 2. Serah terima 25 25 25 . Seragam Polhut . Spesifikasi Barang 4. set m. Kendaraan roda 2 . Peralatan lapangan . Pembuatan kontrak PROGRES TAHAP 3 25 1... HPS PROGRES TAHAP 2 25 1.. unit j.

.22 Bobot capaia n maks.) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.... Unit percontohan ...) Penjelasan atas realisasi 2 kepada pengguna (Bapeluh) PROGRES TAHAP 4 Penatausahaan BMN (pencatatan dalam SIMAK BMN Total 7 25 25 100 100 8 Pengembangan Sarpras Penyuluhan: a. Alat peraga lainnya ... GPS . Unit PROGRES TAHAP 1 Penyusunan dokumen awal pengadaan yang berisi: 1.. Komputer .. Unit d.Unit b.. Unit c.. Kendaraan bermotor roda 2 .. Kerangka Acuan 25 25 .. Unit e. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.......

.. HPS PROGRES TAHAP 2 1. Serah terima kepada pengguna (Bapeluh) PROGRES TAHAP 4 Penatausahaan BMN (pencatatan dalam SIMAK BMN) Total 8. disesuaikan dengan tahapan kegiatan yang akan . Spesifikasi Barang 4. (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp.Proses pengadaan 2. Pembuatan kontrak PROGRES TAHAP 3 1. 25 25 25 25 25 25 100 100 ..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.) Penjelasan atas realisasi 2 2..23 Bobot capaia n maks. Rencana Kerja 3. PROGRES TAHAP 1: (diisi. Serah terima barang/pekerjaan 4.. 9 .

..) Penjelasan atas realisasi 2 dilaksanakan) PROGRES TAHAP 2: PROGRES TAHAP 3: PROGRES TAHAP 4: Total 9 Grand Total . . b.... ..) 10 11 % 12 13 N o 1 Kegiatan / Tahapan Pagu (Rp.....9: jllh 1-9/9 100 100 6..... 7. Upaya Tindak Lanjut: a.untuk kolom 3.5. NIP....11: jlmh 1-9 .Untuk kolom 10...6..... . .....24 Bobot capaia n maks....... (%) 3 Kinerja (fisik) Rencana Realisasi (% kumulatif) Volu me Progre TW TW TW TW (satua s (%) 1 2 3 4 n) 4 5 6 7 8 9 Anggaran Realisasi (kumulatif s/d TW ybs) (Rp..... (SKPD pelaksana DAK Bidang Kehutanan) . .. Kepala .... ... b........ Permasalahan/Hambatan: a.4.....

25 FORM 2 LEMBAR PERENCANAAN, SERTA PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN TRIWULAN .... PELAKSANAAN KEGIATAN YANG DIBIAYAI DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KEHUTANAN TAHUN 2013 PROVINSI .......

1. Pagu Anggaran Tahun 20 .... a. DAK Murni b. Dana Pendamping c. Dana Pendukung 2. Realisasi : a. Progres kinerja b. Anggaran

: : : :

Rp. ....................... (sesuai DPA) Rp. ....................... Rp. ....................... (.... % terhadap pagu DAK) Rp. ....................... (.... % terhadap pagu DAK)

: :

..... fisik Rp. ....................... (....% terhadap pagu dana pendamping)

Rincian : format di bawah Petunjuk pengsian format: - Kolom Petunjuk pengisian - Kolom 1,2, dan 3: jelas - Kolom 4 : kumulatif jumlah volume yang direncanakan dalam satu tahun seluruh SKPD (kumulatif dari kolom 2 FORM 1: kegiatan) - Kolom 5 : kumulatif seluruh anggaran SKPDA untuk setiap rincian kegiatan dalam 1 tahun (kumulatif kolom 10 FORM 1)

26 Kolom 6 kumulatif seluruh realisasi volume kinerja SKPD apabila volume tersebut telah lengkap dilaksanakan oleh SKPD (kumulatif kolom 8 FORM 1) Kolom 7 : kumulatif seluruh progres pelaksanaan konerja SKPD apabila barua sebagian volume kegiatan sudah dilaksanakan, namu belum secara lengkap dilaksanakan. Diisi hanya untuk judul kegiatan yang diambil dari kumulatif total progres tahapan pada kolom 9 FORM 1 Kolom 8 : kumulatif seluruh realisasi anggaran SKPD (dari kolom 11 FORM 1) Kolom 9 : kolom 8 / kolom 5 x 100% Kolom 10 : menjelaskan capaian pelaksanaan kegiatan setiap triwulan laporan, dasarikan dari kolom 13 FORM 1 Cell dengan shading: tidak perlu diisi: :

-

27

No . 1 1

Kegiatan 2 Penyediaan Sarpras Pendukung Operasionalisasi KPH i. Bangunan kantor resort j. Pemeliharaan dan renovasi kantor k. KPH/Resort KPH l. Sarana lingkungan kantor KPH m. Kendaraan operasional KPH: Roda 4 Roda 2 Speed boat n. Peralatan operasional kantor KPH: Meja, kursi, lemari Komputer Printer o. Peralatan teknis: GPS Kompas Peralatan survey p. Sarpras pendukung pengelolaan hutan Kendaraan ringan

Satua n 3 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Set Unit unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit

Rencana Kinerj a Anggaran (volu (Rp.) me) 4 5

Realisasi Kinerja Anggaran Volum e 6 Progres (%) 7 .... Rp. 8 % 9

Keterangan Penjelasan atas realisasi) 10

Pengkayaan . Penanaman .Hutan Produksi . Papan pengumuman/ peringatan Rehabilitasi hutan secara vegetatif a.Tahura .KPHL .Hutan Lindung .KPHP c. 1 Kegiatan 2 pengangkut bibit Peralatan pemelihara antanaman Peralatan ringan pengolah pasca panen hasil hutan bukan kayu q.Hutan Lindung .28 Rencana Kinerj a Anggaran (volu (Rp.KPHP b. Sarana penataan hutan Patok batas Jalan inspeksi g. 8 % 9 Keterangan Penjelasan atas realisasi) 10 No .KPHL .) me) 4 5 Realisasi Kinerja Anggaran Volum e 6 Progres (%) 7 Rp.Tahura . Pemeliharaan tanaman pertama Satua n 3 Unit Unit Buah M Buah Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha 2 .Hutan Produksi .

Bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) Dam Pengendali (DPi) Dam penaham (DPn) Pengedali jurang (gully plug) Embung air Sumur resapan air (SRA) Biopori dan lainnya (BiL) . 8 % 9 Keterangan Penjelasan atas realisasi) 10 No .Hutan Lindung .KPHL . Pengelolaan sumber benih f.29 Rencana Kinerj a Anggaran (volu (Rp. Pembangunan semuber benih e. Penghijauan Lingkungan d.) me) 4 5 Realisasi Kinerja Anggaran Volum e 6 Progres (%) 7 Rp. Hutan Kota c.KPHP Satua n 3 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 3 Rehabilitasi lahan secara vegetatif a. 1 Kegiatan 2 (P1 . Hutan Rakyat b.Hutan Produksi .Tahura .

Peralatan/mesin pengolah HHBK Pengembangan Sarpras Pengelolaan Tahura Satua n 3 Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Stel Unit 5 6 Unit Unit 7 . Peralatan/mesin pengolah kayu b. Alat komunikasi k. 1 4 Kegiatan 2 Rehabilitasi Mangrove dan Pantai a. Pos dan pondok jaga q. dan penyelamatan o. Alat pendakian. selam. Alat pemadam kebakaran n.) me) 4 5 Realisasi Kinerja Anggaran Volum e 6 Progres (%) 7 Rp. Kendaraan patroli p. Mangrove b. Personal-use petugas pemadam kebakaran Peningkatan Sarana dan Prasarana pengolahan hasil hutan berbasis kelompok a. Alat dokumentasi dan intelijen m.30 Rencana Kinerj a Anggaran (volu (Rp. Pantai Pengembangan Sarpras Pamhut j. 8 % 9 Keterangan Penjelasan atas realisasi) 10 No . Seragam Polhut r. Alat navigasi l.

.. Pusat informasi e......) me) 4 5 Realisasi Kinerja Anggaran Volum e 6 Progres (%) 7 Rp. ..... Peralatan lapangan j.... Kendaraan roda 2 l.31 Rencana Kinerj a Anggaran (volu (Rp. Menara g. Kendaraan bermotor roda 2 b... 1 Kegiatan 2 a.. Gerbang/gapura c.. GPS d... Pos jaga/pondok kerja h. Personal use petugas pemadam kebakaran Pengembangan Sarpras Penyuluhan a. . Satua n 3 M Unit Unit Unit Unit Unit Unit M Unit Unit Unit Set Set Unit Unit Unit Unit Unit Unit 8 9 . 8 % 9 Keterangan Penjelasan atas realisasi) 10 No . Alat peraga lainnya . Peralatan kerja k.. Shelter/gazebo f.. Komputer c.. Pagar pengaman b. Pos loket d. Unit percontohan e. Jalur pengaman i. Seragam Polhut m..

...... Upaya Tindak Lanjut: a... 1 Kegiatan 2 Satua n 3 Total (kolom 7: rata-rata....... 9.... Kepala Dinas .............) me) 4 5 Realisasi Kinerja Anggaran Volum e 6 Progres (%) 7 Rp.. kolom 9:kolom 8 / kolom 5 x 100% 8. ... ..... b. Permasalahan a.(provinsi) / Hambatan: . ....... . b. 8 % 9 Keterangan Penjelasan atas realisasi) 10 No . NIP..... .32 Rencana Kinerj a Anggaran (volu (Rp... .....

..... PELAKSANAAN KEGIATAN YANG DIBIAYAI DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KEHUTANAN TAHUN 2013 (Nasional) . SERTA PEMANTAUAN...33 FORM 3 LEMBAR PERENCANAAN. .. EVALUASI DAN PELAPORAN TRIWULAN . FORM MENYUSUL ..

Sesuai hasil perbadingan dan penjelasanya dapat dirumuskan langkah-langkah pengendalian. termasuk teknis oleh unit kerja secara permasalahan dan langlah berjenjang. Berdasarkan rencana. penjelasan atas kondisi baik manajerial maupun capaian tersebut. unit kerja terkait secara berjenjang. tepat yang ditetapkan..Laporan tahunan sesuai outline Laporan Tahunan . tindak lanjut. kabupaten.. Berdasarkan hasil Llangkah-langkah untuk perbandingan tersebut dapat menjamin terlaksananya diketahuan apakah kegiatan sesuai pelaksanaan kegiatan pedoman/petunjuk teknis Langkah-langkah menyampaikan informasi kepada dilakukan terlambat. Tingkat SKPD/Satker pelaksana DAK (provinsi.. dengan .Laporan triwulanan sesuai FORM 1 kegiatan DAK Kehutanan. atau lebih cepat dari Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. atas hasil-hasil waktu. Terhadap hasil pemantauan dapat dilakukan laporan tersebut dapat dilakukan langkah-langkah perbandingan dibuat bimbingan dan pembinaan pengendalian baik aspek manajerial maupun teknis. meliputi: pelaksanaan kegiatanpelaksanaan DAK. membandingkan target dan . kota) SKPD/Satker pelaksana DAK Berdasarkan hasil pemantauan SKPD/Satker pelaksana DAK laporan pelaksanaan melakukan pemantauan dilakukan evaluasi progres DAK Bidang Kehutanan.34 Lampiran . EVALUASI DAN PEAPORAN (PEP) PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KEHUTANAN PEMANTAUAN EVALUASI PELAPORAN Langkah-langkah membandingkatn antara capaian pelaksanaan kegiatan dengan rencana kerja. TATACARA / MEKANISME / PROTOKOL PEMANTAUAN.

kepada Sekretariat serta melakukan koordinasi Jenderal Kementerian Kehutanan. Badan koordinasi Regional. termasuk permasalahan dan tindal lanjut. serta memberikan penjelasan-penjelasan terhadap kondisi capaian pelaksanaan kegiatan DAK. P2SDM Kehutanan. cq. pembinaan dan pengendalian PEP DAK tingkat provinsi Bakorluh dan UPT kemenhut terkait melakukan pemantauan. membidangi kehutanan Laporan triwulanan disampaikan paling lambat 7 provinsi melakukan (tujuh) hari kerja setelah triwulan berkahir. Laporan Triwulan disampaikan paling lambat 4 (empat) hari kerja setelah triwulan bersangkutan berakhir. Sekretariat Ditjen PHKA. Dinas kehutanan / yang . penyluhan dan UPT Dengan tembusan disampaikan kepada Unit Eselon I Kementerian Kehuanan terkait cq. dan laporan tahunan disampaikan paling lambat 21 hari kerja pada tahun berikutnya. BPDAS.: . dengan tembusan kepada: 1. terkait melakukan evaluasi Sekretarit Ditjen BPDASPS.: dan pengendalian manajerial . serta melakukan koordinasi.Biro Perencanaaan . bimibingan dan pembinaan teknis kepada SKPD pelaksana DAK 2. atas kemajuan pelaksanaan Sekretrariat Ditjen BUK dan Sekretariat Badan kegiatan teknis DAK. 1.Pusdalbanghut sesuai regionalnya. hari kerja tahun berikutnya. UT Kementerian Kehutanan terkait (BB/BKSDA. membuat: pelaksanaan DAK dari SKPD: .Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan 2.Laporan tahunan sesuai outline Laporan Tahunan.Biro Perencanaan tingkat provinsi. kepada Dinas Kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi. EVALUASI realisasi. dan pencermataan atas kemajuan laporan tahunan disampaikan paling lambat 30 pelaksanaan DAK di provinsi. BPKH sesuai wilayah kerjanya) Tingkat provinsi 1. PELAPORAN Dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi melakukan pemantauan pelaporan dari SKPD pelaksana DAK Kehutanan.35 PEMANTAUAN berdasarkan DPA dan Rencana kerja. 2. bimbingan. Sekretariat Ditjen Planologi Kehutanan.Laporan triwulanan sesuai FORM 2 1. Badan Koordinasi Penyuluhan provinsi 3. Sekretaris Jenderal kementerian Kehutanan. . cq. Dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan Berdasarkan laporan provinsi. .

Biro Perencanaan dan Pusdalbanghut Regional melakukan pencermataan atas kemajuan pelaksanaan DAK di provinsi dan SKPD. paling lambat 10 hari kerja setelah triwulan bersangkutan berakhir 2) Laporan tahunan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan dan disampaikan kepada Sekjen cq. 2.36 PEMANTAUAN EVALUASI PELAPORAN 1.Laporan teknis triwulanan dengan format mengacu FORM 2 untuk bidang teknis terkait. serta melakukan koordinasi.Laporan teknis tahunan sesuat outline Laporan Tahunan Laporan disapaikan kepada unit eselon I plaling lambat 30 hari kerja. 2. pembinaan. Tingkat nasional Berdasarkan laporan Dinas Provinsi dan SKPD: Berdasarkan laporan pelaksanaan DAK dari SKPD: Setjen cq. pembinaan dan pengendalian PEP DAK bidang kehutanan tingkat nasional. bimbingan. Setjen cq. 1. Biro Perencanaaan dan Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional melakukan pemantauan pelaporan dari Dinas Provinsi dan SKPD/Satker pelaksana DAK Kehutanan. 2. Kepala Biro Perencanaan paling lambat 37 hari tahun berikutnya Laporan disampaikan kepada Sekjen cq Biro Perencanaan b. Pusdalbanghut Regional membuat: 1) Laporan triwulanan pelaksanaan DAK bidang Kehutanan regional. Badan Korodinasi Penyluhan dan UPT Kemenhut membuat: . pengawasan dan pengendalian manajerial. serta melakukan koordinasi. Unit eselon I kemenhut terkait melakukan evaluasi atas kemajuan pelaksanaan kegiatan teknis DAK 1. dengan tembusan disampaikan kepada dinas kehutanan / yang membidangi kehutanan provinsi. Setjen cq: a. Biro Perencanaan membuat: 1) Laporan triwulanan pelaksanaan DAK bidang Kehutanan paling lambat 14 hari kerja setelah triwulan bersangkutan berakhir 2) Laporan tahunan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan paling lambat 45 hari tahun . . Unit Eselon I Kementrian Kehutanan terkait melakukan pemantauan dan koordinasi. bimbingan.

badan terkait membuat: a. Kemenkeu.37 PEMANTAUAN teknis kepada Bakorluh dan UT. Laporan tahunan pelaksanaan DAK Bidang Kehutanan paling lambat 37 hari tahun berikutnya Laporan disampaikan Setjen cq. Biro Perencanaan. Laporan triwulanan pelaksanaan DAK bidang Kehutanan paling lambat 19 hari kerja setelah triwulan bersangkutan berakhir b. dan Kemendagri) 2. dan SKPD pelaksana DAK EVALUASI PELAPORAN berikutnya Laporan disampaikan kepada Sekber DAK (Bappenas. Unit eselon I cq. Setditjen dan set. .

DAN PELAPORAN (PEP) DAK BIDANG KEHUTANAN . SETJEN (Birocan dan Pusdal) Koordinasi./KOTA. dan pengendalian Penyampaian Rencana dan Laporan Koordinasi. pengawasan. EVALUASI.38 Pembinaan/bimbingan/ pengendalian teknis Tembusan rencana dan Laporan UPT KEMENHUT Bakorluh Pemantauan Penyampaian Rencana dan Laporan Koordinasi ESELON I Penanggung Jawab Program/Kegiatan SKPD DAK BIDANG KEHUTANAN PROV. dan pengendalian Penyampaian Rencana dan Laporan Dishut/dinas yang membidangi kehutanan provinsi PROTOKOL PEMANTAUAN. pengawasan. Tembusan rencana dan Laporan Koordinasi KEMENHUT cq./KAB.

KABUPATEN/KOTA …………………………………....... berupa : Harga Nama Tahun No Merk/Type Warna Pembelian Keterangan Barang Pembuatan (Rp) ......... Dengan ini PIHAK PERTAMA menyerahkan Barang Milik Negara berupa Sarana Prasarana Penyuluhan Kehutanan PIHAK KEDUA selaku penanggungjawab Pengguna Sarana Prasarana Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten/Kota …………………… .............. Alamat : ..... Perikanan dan Kehutanan Kabupaten/Kota ……………………............. …..................... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Penanggung Jawab Badan Pelaksana Pertanian..F tentang Peningkatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan...................... pengadaan sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan apabila telah dilaksanakan agar diserahkan kepada Penyuluh Kehutanan melalui Badan Pelaksana Penyuluhan (Bappeluh) Kabupaten/Kota....../Menhut-II/2012 tanggal …………………… 2012 Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kehutanan Tahun 2014 Bab IV. DINAS KEHUTANAN Alamat : ………………………………… e-mail : ………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA SARANA PRASARANA PENYULUHAN KEHUTANAN Nomor : ………………………/2014 Pada hari ini............................. Nama/NIP : ... PIHAK PERTAMA telah menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima dari PIHAK PERTAMA Barang Milik Negara dalam keadaan baik dan dapat dipergunakan.... bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.. yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... yang bertanda tangan dibawah ini : Nama/NIP : ......1 PEMERINTAH PROVINSI .............. ………… Tanggal ………… Bulan ………… Tahun Dua Ribu Empat Belas..... Perikanan dan Kehutanan Kabupaten/Kota ………… ... yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA... dalam hal ini karena jabatannya bertindak untuk dan atas nama Penanggung Jawab Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota …………………….............. Jabatan : Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota Alamat : ................. Dalam Berita Acara Serah Terima Barang ini menyatakan hal-hal sebagai berikut : 1..................... Jabatan : Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.........

ditandatangani oleh kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. maka wewenang dan tanggung jawab terhadap penggunaan/pemakaian. (………………………………) NIP. Dengan telah ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Barang ini. PIHAK PERTAMA Yang Menyerahkan. .2 2. Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat rangkap 2 (dua). (………………………………) NIP. PIHAK KEDUA Yang Menerima. pengamanan dan pemeliharaannya telah beralih dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.