Anda di halaman 1dari 6

STUDI PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK MEMPERBAIKI FAKTOR DAYA DALAM RANGKA MENEKAN BIAYA OPERASIONAL PADA JARINGAN

DISTRIBUSI 20 KV Dede Kaladri. S Jurusan Teknik Elektro-FTI,Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS,Keputih-Sukolilo,Surabaya-60111

Abstrak Kualitas daya dalam sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting untuk menjaga stabilitas sistem tenaga listrik pada jaringan distribusi 20 KV. Peningkatan beban yang bersifat induktif dapat mengakibatkan pada penurunan faktor daya, peningkatan rugi-rugi jaringan, penurunan tegangan khususnya pada ujung saluran, dan regulasi tegangan yang memburuk. Sehingga untuk menghindari penalti faktor dari pihak PLN Transmisi dan untuk menekan biaya rugi-rugi akibat losses di jaringan tegangan menengah (20 KV) maka harus dipasang kapasitor bank pada jaringan tersebut. Pada tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa perbaikan kualitas daya dan profil tegangan dengan pemasangan kapasitor bank di penyulang penyulang gardu induk Sukolilo. Hasil akhir menunjukan bahwa dengan pemasangan kapasitor bank, akan berdampak pada perbaikan nilai faktor daya serta mengakibatkan menurunnya losses di penyulang-penyulang gardu induk Sukolilo. Besarnya total kapasitas kapasitor bank yang harus dipasang pada keseluruhan penyulang-penyulang di Gardu Induk Sukolilo adalah sebesar 11.550 KVAR dengan total biaya investasi sebesar Rp.254.578.500,00 sehingga dengan pemasangan kapasitor bank tersebut akan dapat menekan biaya rugi-rugi akibat losses total pertahun sebesar Rp. 1.289.033.851,00. Simulasi load flow dilakukan dengan menggunakan software ETAP Power Station. Kata kunci: Kapasitor bank; daya reaktif; aliran daya dan kapasitas kapasitor I. PENDAHULUAN Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya yang lebih besar agar sampai ke konsumen. Suatu sistem distribusi harus memiliki keandalan agar kualitas daya nya tetap terjaga dan tersalurkan dengan baik. Kualitas daya merupakan hal penting untuuk menjaga stabilitas sistem tenaga listrik. Untuk menjaga stabilitas tersebut salah satunya adalah dengan pemasangan kapasitor bank pada sistem distribusi tenaga listrik. Salah satu persyaratan kualitas daya terhadap sistem penyaluran tenaga listrik adalah kualitas faktor daya yang baik, dimana idealnya adalah mendekati 1. Beban-beban pada pelanggan-pelanggan utama dari sistem jaringan tegangan menegah merupakan beban industri-industri besar yang umumnya mempunyai beban yang bersifat induktif sehingga faktor daya pada sistem jaringan distribusi menjadi rendah. Hal ini mengakibatkan kerugian biaya-biaya karena

losses yang terjadi di saluran distribusi 20 KV dan PLN distribusi harus mengeluarkan biaya karena penalty faktor akibat faktor daya pada jaringan distribusi berada dibawah faktor daya minimal yang telah ditetapkan oleh pihak PLN transmisi. Faktor Daya yang ditetapkan oleh pihak transmisi adalah sebesar 0.9, sedangkan pihak PLN distribusi menetapkan nilai power factor sebesar 0.85 dari jaringan distribusi ke pelanggan jaringan tegangan menengah. Untuk mencapai nilai tersebut maka perlu dipasang capasitor bank yang berfungsi memperbaiki nilai dari faktor daya. Peningkatan faktor daya ini tergantung dari besarnya kapasitas nilai kapasitor yang dipasang (dalam kVAR). Selain untuk menghindari penalti faktor oleh pihak PLN transmisi karena rendahnya nilai faktor daya, dengan pemasangan kapasitor bank di jaringan distribusi 20 kV diharapkan dapat mengurangi biaya-biaya yang harus dikeluarkan pihak PLN distribusi karena losses yang terjadi di jaringan. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemasangan Kapasitor Bank terhadap kualitas listrik (power factor) agar dapat menekan biaya operasional pada Jaringan distribusi 20 KV. Sehingga, dapat disimpulkan langkah-langkah untuk meminimalisir keadaan tersebut berdasarkan hasil simulasi dan analisa. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapasitor Bank Fungsi dari kapasitor bank yang tersedia dalam bentuk tunggal unit maupun dalam bentuk group adalah sebagai pensuply kilovars dengan faktor daya tertinggal (lagging) kepada suatu sistem dimana kapasitor tersebut dihubungkan. Kapasitor bank yang dipasang pada ujung beban dari sirkuit mensuplai beban dengan faktor daya tertinggal (lagging), mempunyai beberapa efek, yaitu : a.Mengurangi komponen rangkaian arus yang tertinggal. b. Menaikkan level tegangan pada beban c. Memperbaiki regulasi tegangan d. Meningkatkan faktor daya dari sumber. 2.2 Koreksi Faktor Daya Pembangkitan daya reaktif pada perencanaan daya dan pensuplaiannya ke beban-beban yang berlokasi pada jarak yang jauh adalah tidak ekonomis, tetapi dapat dengan mudah disediakan oleh kapasitor yang ditempatkan pada pusat beban. 1/6

Pf new = cos {arc.tan

Q1 Qc } P

Gambar2.3 Ilustrasi dari perubahan daya nyata dan daya reaktif sebagai fungsi dari faktor daya beban, pada daya semu dari beban konstan. Dengan mengasumsikan beban disuplai dengan daya nyata (aktif) P, daya reaktif tertinggal Q1, dan daya semu S1, pada faktor daya tertinggal bahwa :

Dengan adanya perbaikan faktor daya, akan timbul pengurangan kVA yang mengalir pada jaringan. Sehingga pada jaringan tersebut dapat ditambahkan sejumlah kVA sebesar pengurangan kVA yang terjadi. Tambahan kVA ini merupakan selisih antara kVA sebelum dipasang kapasitor dengan kVA setelah dipasang kapasitor. D = S S
=
'

[ P 2 + (Q1 Qc ) 2 ]1 / 2

Atau

ketika kapasitor shunt Qc kVA dipasang pada beban, faktor daya dapat ditingkatkan dari cos 1 ke cos 2, dimana :

dimana : D = kVA tambahan S = kVA saat beban puncak sebelum dipasang kapasitor S = kVA saat beban puncak setelah dipasang kapasitor P = Daya aktif Q 1 = Daya reaktif Qc = Rating dari kapasitor (kVAR) Dengan adanya kVA tambahan pada suatu jaringan, akan menambah jumlah beban yang dapat ditanggung oleh jaringan tersebut. Hal ini merupakan suatu keuntungan, karena apabila ada tambahan beban pada daerah dimana jaringan itu berada, daya listriknya dapat dikirim melalui jaringan tersebut tanpa perlu membangun jaringan yang baru. Dengan adanya koreksi faktor daya maka akan menghasilkan penghematan ekonomi dalam pengeluaran yang besar dan pengeluaran bahan bakar melalui pengurangan kapasitas kilovoltampere dan penurunan rugi daya dalam semua perlengkapan diantara titik yang dipasang kapasitor dan rencana sumber daya, termasuk saluran distribusi, trafo di gardu induk dan saluran transmisi. Peningkatan faktor daya adalah titik dimana keuntungan ekonomis dari pemasangan kapasitor shunt sama dengan harga dari kapasitor tersebut. III. PENGUMPULAN DATA DAN SET UP SIMULASI 3.1 Gardu Induk Sukolilo Gardu Induk Sukolilo adalah Gardu Induk Patrol (GIPAT) yang disupervisi secara terus menerus. Instalasi tegangan tinggi 150 kV dan incoming 20 kV trafo disupervisi oleh petugas dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur yang selanjutnya disebut operator APD. Gardu Induk Sukolilo disebut juga Gardu Induk Master karena sebagai pusat koordinasi dari Gardu Induk Patrol (GIPAT). Adapun transformator dan HV Cell serta penyulang-penyulang yang ada di Gardu Induk Sukolilo adalah : 1. Trafo Distribusi 1 150/20 kV 50 MVA Alsthom, mensuplai : a. Penyulang Karang Menjangan b. Penyulang Nias c. Penyulang Dharmawangsa 2/6

Gambar 2.4 Ilustrasi Dari Koreksi Faktor Daya Oleh karena itu, dapat dilihat dari gambar 2.4.b, daya semu dan daya reaktif menurun dari S1 kVA menjadi S2 kVA dan dari Q1 kvar menjadi Q2 kvar. Tentu saja, penurunan hasil daya reaktif dalam penurunan arus total, yang disebabkan oleh turunnya penyusutan daya. Faktor daya merupakan perbandingan antara daya nyata (kW) dan daya semu (kVA). Dari gambar dapat ditentukan bahwa faktor daya sebelum dan sesudah dipasang kapasitor adalah cos 1 dan cos

2 . Setelah dipasang kapasitor, faktor daya menjadi :

d. Penyulang Brimob. e. Penyulang Deles. f. Penyulang ITS 2. Trafo Distribusi 2 150/20 kV 60 MVA Pasti, mensuplai : a. Penyulang Manyar b. Penyulang Nginden c. PenyulangKrukah d. Penyulang Kaliwaron e. Penyulang Erlangga Trafo Distribusi 3 150/20 kV 60 MVA Telk, mensuplai : a. Penyulang Bratang Kalisumo b. Penyulang Keputran c. Penyulang Gebang d. Penyulang Bengkel e. Penyulang Kalidami f. Penyulang Srikana g. Penyulang PAM

3.2.2 Pemodelan Sistem Distribusi. Sistem distribusi daya listrik yang diambil untuk studi kasus dalam penelitian ini adalah penyulang-penyulang Gardu Induk Sukolilo. Sistem distribusi ini dimodelkan dengan menggunakan data-data yang didapat dari lapangan dan data PLN distribusi Jawa Timur APJ Surabaya Selatan. Gambar pemodelan sistem distribusi disimulasikan dengan bantuan software Etap dengan memasukan data-data yang telah didapat dari unit penyulang GI Sukolilo. 3.2.3 Implementasi Program. Melakukan implementasi dengan program Etap dengan input data yang didapat kemudian mengumpulkan hasilnya untuk dianalisis. 3.2.4 Analis Data Menganalisis data yang didapatkan, dan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemasangan kapasitor. Dari data-data yang didapatkan dari PLN distribusi APJ Surabaya Selatan dimasukan ke dalam program, maka dari hasi running program nantinya akan terlihat adanya tingkat perubahan daya tersalurkan pada penyulang setelah pemasangan kapasitor. Sehingga nantinya akan dilihat perbandingan sebelum dan sesudah pemasangan kapasitor pada masing-masing penyulang. Dimana nantinya akan terlihat perubahan hubungan antara: 1. Pengaruh pemasangan kapasitor bank terhadap nilai faktor daya dan rugi-rugi daya total. 2. Pengaruh pemasangan kapasitor bank terhadap biaya total. IV. SIMULASI DAN ANALISA 4.1 Aliran Daya tanpa Kapasitor Bank Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi masing-masing profil jaringan distribusi 20 KV penyulang-penyulang Gardu Induk Sukolilo yaitu nilai faktor daya, rugi-rugi jaringan serta serta performansinya. Sebelum melakukan simulasi maka diperlukan pengumpulan data teknis dari sistem distribusi tenaga listrik penyulangpenyulang tersebut antara lain data single line diagram, kabel, transformator distribusi dan pembebanannya. Pola operasi yang digunakan adalah operasi beban penuh. Dari pemodelan single line diagram jaringan distribusi, didapat hasil studi aliran daya (load flow analysis) seperti pada tabel 4.1 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai faktor daya pada penyulang-penyulang rata-rata berada dibawah 85%. Dengan nilai power faktor yang rendah akan menyebabkan meningkatnya losses pada dijaringan serta nilai tegangan jatuh di ujung jaringan yang cukup besar. Maka untuk mengoptimalkan jaringan penyulang-penyulang tersebut harus dipasang kapasitor bank agar dapat memperbaiki nilai 3/6

3.

3.2 Metode Penelitian Pengumpulan Data

Pemodelan Sistem Distribusi

Implementasi Program (Electrical Transient Analyzer /ETAP)

1.

2.

Analisa Data Pengaruh pemasangan kapasitor bank terhadap nilai faktor daya dan rugi-rugi daya total. Pengaruh pemasangan kapasitor bank terhadap biaya total. Gambar 2.5 Grafik Metode Penelitian

3.2.1. Pengumpulan Data Data-data yang dikumpulkan adalah data-data panjang dan jenis kanel, besar nilai resistansi dan reaktansi serta pembebenan trafo distribusi dari masing-masing penyulang gardu induk Sukolilo.

faktor daya menjadi diatas 90%, sehingga rugi-rugi losses di jaringan juga akan berkurang. Tabel 4.1 Nilai Faktor Daya dan Rugi-Rugi Daya sebelum Pemasangan Kapasitor Bank pada penyulang GI Sukolilo Penyulang ITS Brimob Deles Dharmawangsa Nias Karangmenjangan Airlangga Krukah Kaliwaron Manyar Nginden Bratangkalisumo Gebang Kalidami Srikana PAM Pf % 84.1 84.3 84.6 83.7 84.5 84.3 84.2 84.1 84.4 84.2 84.2 84.4 84.3 84.1 84.3 84.3 Rugi-rugi kW kVar 52 143 23 63 11 63 172 372 40 64
38 89

ditambahkan sejumlah kVA sebesar pengurangan kVA yang terjadi. Tambahan kVA ini merupakan selisih antara kVA sebelum dipasang kapasitor dengan kVA setelah dipasang kapasitor. Hasil runing program Etap menunjukan bahwa pengaruh pemasangan kapasitor Bank pada Bus di penyulang-penyulang dapat memperbaiki faktor daya dan menekan rugi-rugi total dan memperbaiki tegangan jatuh pada ujung jaringan. Tabel 4.2 Perbandingan rugi-rugi daya sebelum dan setelah pemasangan kapasitor Penyulang Sebelum Pemasangan
Pf % ITS Brimob Deles Dharmawangsa Nias Karangmenjangan Airlangga Krukah Kaliwaron Manyar Nginden Bratangkalisumo Gebang Kalidami Srikana PAM 84.1 84.3 84.6 83.7 84.5 84.3 84.2 84.1 84.4 84.2 84.2 84.4 84.3 84.1 84.3 84.3
Rugi

Setelah Pemasangan
Pf % 90.8 90.7 91 90.6 91.3 90.3 90.1 90.8 91.1 90.2 91.6 90.8 90.1 92.8 90.2 91
Rugi Rugi

175 63 25 144 37 19 132 15 120 57

266 134 57 227 83 50 181 39 196 105

Kw 52 23 11 172 40 38 175 63 25 144 37 19 132 15 120 57

Rugi KVa r

Kw 48 20 9 154 36 36 158 59 24 108 34 18 117 14 106 52

4.2 Penentuan Kapasitas Kapasitor Bank 4.2.1 Metode Phasor Diagram

143 63 63 372 64 89 266 134 57 227 83 50 181 39 196 105

KV ar 138 62 62 350 59 85 244 129 55 205 80 49 163 38 174 98

Gambar 4.1 Phasor Diagram untuk Menentukan Kapasitas Kapasitor. Berdasarkan diagram phasor diatas maka untuk mendapatkan besarnya kapasitas kapasitor yang dipasang dapat dihitung dengan persamaan berikut:
Capacitor Kvar = load (kW) x ( tan 1

tan 2 )

4.2.2 Metode Tabel Kompensasi Tabel ini menyajikan suatu data dengan input faktor daya mula mula sebesar Cos 1 dan faktor daya yang diinginkan Cos 2 maka besarnya faktor pengali dapat dilihat melalui tabel kompensasi. 4.3 Pengaruh Pemasangan Kapasitor Bank Terhadap Profil Daya pada Penyulang Gardu Induk Sukolilo. Dengan adanya perbaikan faktor daya, akan timbul pengurangan kVA yang mengalir pada jaringan. Sehingga pada jaringan tersebut dapat

4.4 Analisis Biaya minimum yang yang dapat dikurangi karena Pemasangan Kapasitor Bank. Pemasangan bank kapasitor pada penyulangpenyulang di gardu induk Sukolilo akan menekan atau mengurangi biaya yang dikeluarkan PLN akibat rugi-rugi yang terjadi. Biaya yang dapat ditekan tersebut adalah selisih antara biaya yang dikeluarkan PLN untuk membayar rugi-rugi sebelum dipasang kapasitor dengan biaya setelah adanya pemasangan kapasitor selama satu tahun. Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa dengan berkurangnya rugi-rugi pada jaringan akibat pemasangan kapasitor bank, maka berarti pihak distribusi PLN dapat melakukan penghematan biaya operasional dalam pelayanannya. Jika diasumsikan nilai jual harga jual 1 kWH adalah Rp. 608,00 dan harga jual 1 kVARH adalah sebesar Rp.646,00 maka keuntungan biaya yang yang diperoleh PLN dalam satu tahun karena berkurangnya losses akibat perbaikan faktor daya di jaringan adalah seperti yang ditunjukan pada tabel dibawah ini. Dari kedua tabel tersebut dapat dilihat bahwa dengan pemasangan kapasitor bank di jaringan distribusi, selain dapat meningkatkan nilai faktor daya (dengan ketetapan minimal oleh pihak PLN transmisi 90%) juga dapat menekan rugi-rugi yang 4/6

terdapat pada jaringan sehingga dapat menekan biaya operasional. Tabel 4.3 Perkiraan biaya rugi-rugi KWH/tahun yang dapat dikurangi dengan pemasangan Kapasitor Bank Biaya Rugi-rugi Daya KWH Pertahun (Rupiah) Tanpa Dengan Kapasitor Kapasitor
276.956.160 122.499.840 58.586.880 916.085.760 213.043.200 202.391.040 932.064.000 335.543.040 133.152.000 766.955.520 197.064.960 101.195.520 703.042.560 79.891.200 639.129.600 303.586.560 255.651.840 106.521.600 47.934.720 820.216.320 191.738.880 191.738.880 841.520.640 314.238.720 127.825.920 572.216.640 181.086.720 95.869.440 623.151.360 74.565.120 564.564.480 276.956.160 Selisih/Biaya KWH yang dapat ditekan dengan pemasangan Kapasitor/tahun

kapasitor bank pada jaringan 20 KV penyulang Sukolilo akan dapat mengembalikan nilai investasi dalam jangka waktu satu tahun. Secara lebih lengkap diperlihatkan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.5 Perbandingan Harga kapasitor dan Keuntungan karena penekanan biaya rugi-rugi total dalam satu tahun pada Gardu Induk Sukolilo Kapasitas Kapasitor (KVAR) Harga Investasi Kapasitor Bank (Rupiah)
16.470.000 11..385.000 10.500.000 30.150.000 10.500.000 13.200.000 20.400.000 20.700.000 11.385.000 23.940.000 13.200.000 11.385.000 16.470.000 10.500.000 23.940.000 20.700.000 254.578.500

Penyulang

Penyulang

(Rupiah)
ITS Brimob Deles Dharmawangsa Nias Karangmenjangan Airlangga Krukah Kaliwaron Manyar Nginden Bratangkalisumo Gebang Kalidami Srikana PAM 21.304.320 15.978.240 10.652.160 95.869.440 21.304.320 10.652.160 90.543.360 21.304.320 5.326.080 191.738.880 15.978.240 5.326.080 79.891.200 5.326.080 74.565.120 26.630.400 ITS Brimob Deles Dharmawangsa Nias Karangmenjangan Airlangga Krukah Kaliwaron Manyar Nginden Bratangkalisumo Gebang Kalidami Srikana PAM TOTAL

Keuntungan Penekanan Biaya RugiRugi Total/Tahun (Rupiah)


40.599.120 21.637.200 16.311.120 107.938.960 49.599.120 33.288.000 215.040.480 49.599.120 16.644.000 316.236.000 32.955.120 10.985.040 101.941.171 10.955.040 199.062.240 66.242.120 1.289.033.851

Tabel 4.4 Perkiraan biaya rugi-rugi KVARH/tahun yang dapat dikurangi dengan pemasangan Kapasitor Biaya Rugi-rugi Daya KVARH Pertahun. (Rupiah) Tanpa Dengan Kapasitor Kapasitor
Selisih/Biaya KVARH yang dapat ditekan dengan pemasangan Kapasitor/ tahun

900 450 300 1500 600 600 1200 750 450 1050 600 450 900 300 1050 750 11.550

Penyulang

(Rupiah)
ITS Brimob Deles Dharmawangsa Nias Karangmenjangan Airlangga Krukah Kaliwaron Manyar Nginden Bratangkalisumo Gebang Kalidami Srikana PAM 800.231.280 356.514.480 356.514.480 2.105.133.120 362.173.440 503.647.440 1.505.283.360 758.300.640 322.560.720 1.284.583.920 469.693.680 282.948.000 1.024.271.760 220.669.440 1.109.156.160 594.190.800 780.936.480 350.855.520 350.855.520 1.980.636.000 333.878.640 481.011.600 1.380.786.240 730.005.840 311.242.800 1.160.086.800 452.716.800 277.289.040 922.410.480 215.040.480 984.659.040 554.579.080 19.294.800 5.658.960 5.658.960 12.069.520 28.294.800 22.635.840 124.497.120 28.294.800 11.317.920 124.497.120 16.976.880 5.658.960 101.861.280 5.628.960 124.497.120 39.611.720

Jika memperhitungkan perbandingan antara nilai investasi pemasangan kapasitor dan keuntungan penekanan biaya rugi-rugi total (KWH+KVARH) dalam satu tahun karena pemasangan kapasitor bank dapat disimpulkan bahwa dengan memasang

V. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpukan sebagai berikut: 1. Nilai faktor daya pada jaringan 20 KV penyulang-penyulang Gardu Induk Sukolilo rata-rata berada di bawah 85%. 2. Dengan rendahnya nilai faktor daya akan mengakibatkan besarnya rugi-rugi di jaringan dan nilai jatuh tegangan pada ujung penyulang. sehingga untuk mengatasinya harus dilakukan pemasangan kapasitor bank pada penyulangpenyulang di Gardu Induk Sukolilo. 3. Perbaikan faktor daya pada sistem tegangan menengah dengan pemasangan kapasitor bank akan menyebabkan berkurangnya pasokan KVA sumber dan KVAR pada sistem. Sehingga bagi PLN sebagai pemasok daya listrik, hal tersebut merupakan peningkatan pelayanan terhadap pelanggan yaitu dalam hal peningkatan mutu daya yang disalurkan. 4. Besarnya total kapasitas kapasitor bank yang harus dipasang pada keseluruhan penyulangpenyulang di Gardu Induk Sukolilo adalah sebesar 11.550 KVAR dengan total biaya investasi sebesar Rp.254.578.500,00 sehingga dengan pemasangan kapasitor bank tersebut akan dapat menekan biaya rugi-rugi akibat losses total pertahun sebesar Rp. 1.289.033.851,00 5/6

5.

Ditinjau dari masalah efisiensi biaya, pemasangan kapasitor bank pada penyulangpenyulang jaringan distibusi 20 KV Gardu Induk Sukolilo selain dapat meningkatkan nilai faktor daya (dengan ketetapan sebesar 90% dari pihak PLN transmisi) juga dapat menekan biaya-biaya akibat rugi-rugi yang terjadi pada saluran. Dan dari hasil perhitungan menunjukan bahwa biaya yang dapat ditekan akibat berkurangnya losses di jaringan dapat mengembalikan nilai investasi pemasangan kapasitor bank dalam satu tahun.

5.2 Saran Pemasangan kapasitor bank pada penyulangpenyulang di gardu induk Sukolilo perlu dioptimalkan karena rendahnya nilai faktor daya pada masing-masing penyulang. Sehingga dengan pemasangan kapasitor bank tersebut diharapkan peningkatan mutu daya yang disalurkan oleh PLN dapat tercapai. DAFTAR PUSTAKA [1.] Grainger, J.J., Lee, S.H. 1981. Optimum Size and Location of Shunt Capacitors for Reduction of Losses on Distribution Feeders. IEEE Trans. on Power Apparatus and Systems, Vol. PAS-100, No. 3, March 1981. [2.] Makalah Analisa Perbaikan Tegangan Menengah Melalui Pemasangan AVR dan Kapasitor Bank pada Penyulang Sumber Manji Menggunakan ETAP Power Station Perencanaan dan Pengembangan Sistem Distribusi Jatim. [3.] Turan Gonen. Electric Power Distribution System Engineering. USA: McGraw-Hill, 1986 [4.] Fawzi, Tharwat H.,ct al. New Approach For The Application of Shunt Capasitor To The Primary Distribution Feeders. IEEE Trans On Power Apparatus and System. Vol. PAS-102, No. 1, January 1983, pp. 10-13

RIWAYAT PENULIS
Dede Kaladri S, lahir di Padang Panjang pada tanggal 13 Desember 1986. merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SDN 36 Padang Panjang, MTsN Padang Panjang dan SMU Negeri 1 Padang Panjang. Setelah Lulus dari SMU tahun 2005 kemudian penulis melanjutkan pendidikan D3 Program Studi Elektonika di Politeknik Universitas Andalas Padang dan lulus pada tahun 2008 yang kemudian dilanjutkan ke pendidikan S1 program Lintas Jalur di jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya pada tahun 2008 dan terdaftar dengan NRP 2208 100 608 mengambil bidang studi Teknik Sistem Tenaga.

6/6