Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari pernah mengalami luka.

Luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagian atau seluruh jaringan tubuh (Sjamsuhidajat dan Jong, 2005). Luka yang sering terjadi adalah yang mengenai jaringan kulit yang merupakan organ tubuh yang terletak paling luar ( asitaatmadja, 2002). !leh karena kulit membatasi tubuh dari lingkungan luar, maka kulit rentan terkena luka, misalnya luka le"et, maupun luka iris. #ngka kejadian luka terus meningkat seiring dengan peningkatan kejadian ke"elakaan, kerusuhan, kebakaran, dan ben"ana alam seperti gempa di $ndonesia. Jumlah penderita luka kronis terus meningkat tiap tahun seiring dengan peningkatan jumlah lansia karena lansia "enderung menderita penyakit kronis. Luka kronis adalah luka yang membutuhkan %aktu lama "ontoh luka pada penderita diabetes, luka tekan pada penderita stroke yang imobilisasi, luka kanker, osteomielitis, luka bakar, dan sebagainya (&'&(, 20)2). *erbagai usaha dilakukan oleh manusia untuk menyembuhkan luka, misalnya dengan memberikan povidone iodine )0+, ,a-l, maupun dengan bahan-bahan alami. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka adalah madu. &ara peneliti dalam bidang kedokteran menyatakan bah%a madu lebah mengandung berbagai khasiat dan man.aat bagi kesehatan, termasuk diantaranya adalah kemampuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mela%an kanker, men"egah penyakit jantung, dan untuk pera%atan luka. /adu memiliki si.at antibakteri yang membantu mengatasi in.eksi pada luka dan aksi antiin.lamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan. /adu juga

merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain memper"epat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit (0amad, 2001). *erbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan adanya peran madu dalam memper"epat penyembuhan luka. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh &ramana, dkk, 20)2 menunjukkan bah%a pengobatan madu e.ekti. untuk penyembuhan luka in.eksi kaki diabetik ($'2). 0asil %a%an"ara dengan 'epala 3uangan 'elas $ *edah tanggal )2 /aret 20)4, penggunaan pera%atan luka .ornier sepanjang 22 "m sehat dalam 2) hari menggunakan madu lebih e.ekti. dibandingkan dengan penggunaan "airan ,a-l 0,5+, sedangkan dengan penggunaan ,a-l saja luka akan sembuh dalam %aktu lebih dari 60 hari. *erdasarkan masalah di atas penulis tertarik untuk mengkaji penelitian tentang 78.ekti9itas &engobatan /adu #lami terhadap &enyembuhan Luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2) (Sudi 'asus 2i &uskesmas *angetayu dan &uskesmas :enuk Semarang).

B. Manfaat 1. Pelayanan kesehatan : RSUP. Dr. M. Djam l Pa!ang /emberikan in.ormasi tentang e.ekti9itas penggunaan madu dalam ino9asi pera%atan luka. ". Masyarakat /emberikan in.ormasi kepada masyarakat mengenai madu yang dapat digunakan sebagai obat alternati. untuk pengobatan luka. #. Pen! ! kan ke$era%atan /enambah %a%asan dan ilmu dalam pendidikan kepera%atan khususnya tentang ino9asi pera%atan luka.

BAB II PEMBAHASAN &ELAAH 'URNAL E(E)&I(I&AS PEN*+BA&AN MADU ALAMI &ERHADAP PEN,EMBUHAN LU)A IN(E)SI )A)I DIABE&I) -I)D. 1. '/!/l '/rnal

7 Judul jurnal penelitian tidak lebih dari )6 kata dalam bahasa $ndonesia dan )0 kata dalam bahasa inggris.; &ada jurnal penelitian ini terdapat 20 kata (melebihi ketentuan penulisan jurnal).

7 ,ama penulis jurnal di"antumkan tanpa gelar akademik dan ditempatkan di ba%ah judul jurnal. &enulis harus men"atumkan institusi asal dan alamat email (bagi penulis utama) untuk memudahkan komunikasi. Jika penulis lebih dari tiga orang, yang di"antumkan di ba%ah judul jurnal adalah nama penulis utama. ,ama penulis-penulis lainnya di"antumkan pada "atatan kaki halaman pertama naskah.; &ada jurnal ini penulisan nama penulis telah sesuai dengan tata "ara penulisan jurnal dengan jumlah penulis sebanyak 4 orang, tetapi belum men"antumkan alamat email dari penulis utama untuk memudahkan berkomunikasi.
3

".

A0strak

7 #bstrak dibuat dalam dalam dua bahasa ($ndonesia dan $nggris), tidak melebihi 250 kata. 2itempatkan sebelum pendahuluan, diketik miring (itali"), dengan .ont arial 5, dengan jarak ) (satu) spasi ;. &ada jurnal ini telah dibuaat dalam dua bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa inggris yang kurang dari 250 kata, namun tidak ditulis miring. Sehingga penulisan abstrak pada jurnal ini belum sesuai dengan standar penulisan abstrak pada jurnal. 7 'ata kun"i dalam dua bahasa ($ndonesia dan $nggris), ditempatkan di ba%ah abstrak, terdiri dari 2 - 5 (dua sampai lima) kata yang ber.ungsi untuk memudahkan pen"arian jurnal ini se"ara elektronik 7. &ada jurnal ini ditulis 2 kata kun"i dengan key %ord berbahasa inggris. 7 #bstrak setidaknya memuat 5 hal pokok yaitu introdu"tion yang terdiri dari latar belakang () kalimat) dan <ujuan penelitian ()

kalimat), method (6-5 kalimat), result dan analisa (5-1 kalimat), dan dis"ussion () kalimat). 7 &ada jurnal ini, komponen dari abstraknya terdiri dari latar belakang pada baris )-1, tujuannya terdapat pada baris = dan 5. /etode yang digunakan pada baris 5 > )2, hasil penelitian pada baris )4 dan )6 serta pada baris )6 dan )5 terdapat saran penelitian. #. Pen!ah/l/an - 7 &endahuluan tidak boleh terlalu panjang, umumnya 4-5 paragra.. $tulah sebabnya, kalimat pada pendahuluan ini harus padat dan berisi. &ada dasarnya, bagian ini harus bisa menja%ab /8,:#&# penelitian ini dilakukan; - 7 &endahuluan memuat tiga hal pokok, yaitu? latar belakang, tinjauan pustaka, dan tujuan penelitian.; - 7 Semua re.erensi yang dirujuk dalam paparan, (,ama, tahun) untuk kutipan tidak langsung atau (,ama, tahun? hlm) untuk kutipan langsung, di"antumkan di dalam 2a.tar 3ujukan;. - 7 &endahuluan diharapkan maksimum 60 persen dari keseluruhan artikel, dan #lenia berikutnya dari paparan pendahuluan dibuat menjorok ke dalam sesuai dengan penulisan alenia baru pada umumnya; .

&endahuluan jurnal diatas terdiri dari )0 paragra., yang berisikan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian. <injauan pustaka belum tergambar se"ara detail dalam penelitian ini, dua buah rujukan yang terdapat di pendahuluan juga tidak ter"antum dalam da.tar pustaka. 1. R/m/san Masalah Penel t an

&erumusan masalah yang diangkat oleh peneliti adalah bagaimana pengaruh madu alami terhadap penyembuhan luka $'2. #lasannya karena $'2 merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya kematian pasien diabetes. Sedangkan masalah yang ingin di lihat sebenarnya berdasarkan judul dan abstrak adalah bagaimana e.ekti.itas penggunaan madu alami dan ,a-l terhadap penyembuhan Luka $'2.

2.

& nja/an P/staka

&ada pendahuluan jurnal diatas dibahas mengenai penyakit diabetes, in.eksi kaki diabetes, pera%atan luka in.eksi kaki diabetes dan man.aat madu tetapi yang lebih banyak ditonjolkan adalah hasil penelitian peneliti lain dan yang terkait dengan judul. Sedangkan studi kepustakaan kurang ditampilkan pada pendahuluan jurnal. Jurnal tidak menggambarkan tentang tinjauan pustaka. <injauan pustaka terdapat pada pendahuluan jurnal yang membantu untuk menguatkan data tentang permasalahan yang akan diangkat. <injauan pustaka seharusnya berisikan semua teori yang memperkuat pembahasan tentang penelitian dan menjelaskan semua 9ariable yang dibahas pada penelitian tersebut

3.

)erangka )4nse$ !an H $4tes s


8

2i dalam jurnal peneliti memaparkan 2iabetes merupakan silent killer yang menyerang penderita se"ara diamdiam. 'omplikasi diabetes berma"am-ma"am salah satunya yang paling sering dijumpai adalah $n.eksi 'aki 2iabetik. $n.eksi 'aki 2iabetik dapat di"egah dengan pera%atan yang e.ekti.. 2ari hasil penelitian didapatkan madu berperan dalam penyembuhan luka in.eksi dan memiliki kandungan yang dapat menyembuhkan $n.eksi 'aki 2iabetik seperti kandungan air yang kurang dari )=+ memungkinkan madu untuk menarik pus disekitar area luka yang diolesi madu. 0ipotesis ? terdapat kee.ekti.an penggunaan madu alami dan ,a-l dibandingkan dengan hanya penggunaan ,a-l terhadap penyembuhan luka $'2

'erangka konsep pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian. 'erangka konsep dan hipotesis pada jurnal tidak memiliki sub judul sendiri, begitu juga pada jurnal ini tidak terdapat subjudul kerangka konsep dan hipotesis. *ila diperhatikan peneliti kurang menjelaskan se"ara detail konsep mengenai keterkaitan, man.aat dan e.ekti.itas penggunaan madu tersebut terhadap penyembuhan luka $'2 khususnya pada pendahuluan lebih kepada luka in.eksi umumnya. 0ipotesis penelitian merupakan dugaan sementara tentang hasil akhir dari penelitian ini. #papun hasil penelitian %alaupun berbeda dengan hipotesisnya tidak membuat penelitian menjadi kurang bermakna. 0ipotesis pada penelitian ini adalah terdapat kee.ekti.an penggunaan madu alami dan ,a-l 5. Met4!4l4g dengan hanya penggunaan ,a-l terhadap penyembuhan luka $'2. dibandingkan
9

(mumnya, bagian ini terdiri dari beberapa bagian seperti? )) lokasi penelitian, 2) &opulasi dan sampel, 4) &engumpulan data, dan 6) #nalisis data. *agian-bagian lainnya bisa ditambahkan sesuai dengan keperluan. Sesuai dengan metodologi pada jurnal ini yang terdiri dari desain penelitian, populasi dan sampel, lokasi penelitian, pengumpul data dan analisis data.

(ntuk desain penelitian yang menggunakan kelompok kontrol @ pembanding, akan lebih tepat menggunakan desain Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest Design, dimana ada satu kelompok pasien diberikan perlakuan dan mempunyai kelompok kontrol, serta dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah tindakan kepada kelompok perlakuan dan kelompok pembanding.

6.

Sam$el
10

&opulasi yang diteliti adalah pasien dengan luka $n.eksi 'aki 2iabetik di area kerja &uskesmas *angetayu dan :enuk Semarang. Sampel penelitian adalah seluruh pasien dengan luka $n.eksi 'aki 2iabetik pada bulan September 20)) > Aebruari 20)2. 'elompok perlakuan diberikan pera%atan dengan menggunakan madu dan ,a-l sedangkan kelompok kontrol diberikan pera%atan dengan menggunakan ,a-l. Jumlah sampel ada )6 orang, teknik pengambilan sampel adalah total sampling dimana menurut #rikunto (200B) apabila subjek kurang dari )00, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiaanya merupakan penelitian populasi. <etapi peneliti tidak mendeskripsikan mana sampel yang menjadi kelompok perlakuan dan mana sampel yang menjadi kelompok pembanding. *erapa orang sampel pada kelompok perlakuan dan kelompok pembanding.

11

7.

Instr/men

$nstrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah, atau mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data se"ara sistematis serta objekti. dengan tujuan meme"ahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis $nstrumen penelitian yang digunakan peneliti terdiri dari semua alat yang dibutuhkan selama penelitian yaitu ? /adu alami yang memiliki kandungan air kurang dari )=+, kassa, pinset anatomis, pinset "irugis, plester, bengkok, "airan ,a-l dan lidi kapas 'amera Lembar obser9asi sebagai alat pengumpul data yang digunakan untuk mengetahui derajat atau grade luka, keadaan luka, granulasi dan reaksi in.lamasi pada luka.

12

18. Data Anal s s

0asil

uji

normalitas normal.

menggunakan 2an untuk

pengukuran data yang

Shapiro- ilk dengan hasil C 0,05 data dikatakan berdistribusi berdistribusi normal uji parametrik yang tepat untuk digunakan adalah (ji < tidak berpasangan.

11. Has l Dan Pem0ahasan a. *agian 0asil &ada bagian ini diungkapkan hasil-hasil penelitian yang telah diperoleh se"ara bertutur. <idak ada komentar sedikitpun dari peneliti setiap apa yang disajikan. 'omentar peneliti baru dapat diberikan dibagian &embahasan. &enyajian hasil penelitian dapat dilakukan dalam 4 bentuk yaitu narasi, tabel, atau gambar. 2alam penyajiannya harus dimulai dengan narasi dulu, kemudian diikuti dengan tabel atau gambar untuk memperjelas apa yang dikemukakan dalam narasi. 2engan demikian, tidak bisa ada tabel atau gambar yang tidak ada keterangannya dalam narasi. &enjelasan tabel atau gambar dalam narasi tidak boleh terlalu detail atau panjang. -ukup memberikan keterangan singkat tentang isi dari tabel atau gambar. 2engan demikian tidak ada pengulangan in.ormasi dari tabel atau gambar dalam narasi. 0indari
13

pengulangan in.ormasi data yang sama pada tabel dan gambar sekaligus. *ila data lebih menarik ditampilkan dalam gambar maka hindari pemun"ulannya dalam tabel. &enulisan tabel dalam tulisan jurnal harus dibuat se"ara komprehensi.. Semua 9ariabel dengan karakteristik yang sama perlu disatukan dalam satu tabel. 2emikian juga dengan gambar, 9ariabel dengan karakteristik yang sama juga bisa dimuat dalam satu gambar. (sahakan jumlah tabel dan gambar tidak melebihi 5 buah. (ntuk memperke"il jumlah tabel, dalam satu tabel dapat dimuat beberapa 9ariable sekaligus seperti yang disampaikan diatas. /isalnya saja 9ariable karakteristik responden yang terdiri dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, suku, dan agama dalam satu tabel. 0arus diperhatikan juga bah%a setiap tabel atau gambar harus dapat menjelaskan dirinya sendiri. Jenis satuan, jumlah sampel, apakah berhubungan (nilai p) harus bisa terlihat pada tabel tersebut. <abel atau gambar yang dibuat untuk tulisan jurnal harus diletakkan pada bagian belakang dari munuskrip yang kita siapkan atau setelah da.tar pustaka. Setiap satu table atau gambar dimuat dalam satu halaman dan tetap dibuat dalam 2 spasi.

14

). 7*ulan September-Aebruari 20)2; &enulisan bulan dan tahun seperti ini mengandung makna yang ran"u, karena tidak ada bulan September hingga Aebruari dalm 20)2. 2. 7nD)6; tidak digunakan lagi dalam tahun yang sama, seharusnya dituliskan bulan September 20))-Aebruari

penulisan jurnal 4. &enulisan .rekuensi ditulis 7.; 6. 7usia diatas B0 tahun; /enurut analisa penulis berdasarkan

keterangan tabel, usia yang paling banyak adalah diba%ah B0 tahun 5. 7= responden;, seharusnya yang

b.

&embahasan *agian ini kadang-kadang dijadikan satu dengan hasil penelitain, hal ini umumnya dilakukan apabila peneliti ingin menyatukan hasil berupa data dan pembahasan sekaligus atau jurnal menghendaki seperti itu. &enelitian kualitati. seringkali menggambungkan ke dua hal ini. -ara apapun yang dipilih oleh penulis tidak dipersoalkan, yang paling penting apakah dengan "ara yang dipilih itu (menyatukan atau memisahkan) pemba"a lebih mudah mengikutinya atau tidak. &ada bagian ini, yang paling utama ditonjolkan adalah membahas hasil utama yang diperoleh dan membandingkan dengan hasil-hasil atau apa yang dipahami sebelumnya. *isa saja banyak hasil yang diperoleh namun tentu hanya dipilih hasil-hasil utama saja. 0arus dikomentari apakah hasil yang diperoleh tersebut

15

sudah selayaknya seperti itu atau masih banyak .aktor lainnya yang mungkin memberi pengaruh namun tidak sempat dikontrol dalam penelitian. &embahasan dilakukan juga dengan memperlihatkan mengapa terlihat hubungan tersebut. #pakah se"ara .isiologis, hubungan itu bisa dijelaskanE 'alau itu sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman selama ini harus pula ada penjelasan mengapa penelitian ini tidak sama dengan apa yang dipahami. *erbagai keterbatasan perlu dikemukakan termasuk kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena desain penelitian atau karena keterbatasan di lapangan. &ada paragra. terakhir di bagian ini biasanya kita temukan kalimat yang berhubungan dengan kesimpulan dan saran. 'alimat ini kadang dibuat tidak se"ara eksplisit namun memberikan in.ormasi kepada pemba"a apa kesimpulan yang ditarik oleh tim peneliti terhadap penelitian yang telah dilakukan. /enurut analisa penulis, pada bagian pembahasan peneliti lebih banyak membahas tentang komponen-komponen dari ,a-l. Seharusnya peneliti lebih banyak membahas tentang bagaimana prosesnya madu dapat mempengaruhi penyembuhan luka karena di dalam penelitian ini yang lebih e.ekti. untuk penyembuhan luka $'2 adalah kelompok yang menggunakan madu. (ntuk mengetahui apakah madu yang digunakan adalah alami atau tidak dan apa kandungan airnya benar-benar diba%ah )=+, harus dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu. tetapi, peneliti dalam penelitian ini menggunakan kandungan madu yang resmi dan kandungan airnya telah diuji yaitu sebesar )1+. Selain itu, bukan hanya madu saja yang yang mempengaruhi penyembuhan luka. *esarnya luka, dalamnya luka, dan derajat luka juga .aktor penting dalam proses penyembuhan luka. Semakin ke"il luka, semakin dangkal luka, dan semakin ke"il derajat luka maka luka akan "apat sembuh. Sebaliknya, bila luka semakin besar, semakin dalam dan semakin besar derajat luka, maka dibutuhkan derajat luka yang paling lama untuk membuat luka tersebut sembuh.
16

/enurut analisa penulis, madu yang digunakan untuk penelitian merupakan bagian isi dari metodologi penelitian dan tidak perlu di"antumkan lagi di pembahasan. Seharusnya peneliti menyebutkan .aktor-.aktor yang mempengaruhi peneyembuhan luka saja. Salah satu .aktor yang mempengaruhi penyembuhan adalah derajat atau great dari luka itu sendiri. &ada penelitian ini, semua responden memiliki luka dengan grade ) dan grade 2, ditandai dengan semua luka merupakan ulkus super.i"ial (grade )), dan ada satu responden memiliki kedalaman luka 2 "m (grade 2). 2an didapatkan hasil bah%a hari ke 1, semua responden memiliki perubahan luka yang baik, diantaranya adanya jaringan granulasi baru, tidak ada reaksi in.lamasi (peradangan) dan luka mengering. <etapi pada kelompok pembanding ditemukan bah%a hampir semua luka tidak ada perubahan diantaranya granulasi sangat lambat (baru nampak pada hari ke 5), banyak sekali jaringan mati yang masih keras (seperti baal), dan masih adanya reaksi in.lamasi (peradangan) ditandai dengan adanya %arna kemerahan pada luka.

&eneliti menyebutkan terdapat luka dengan grade ) dan grade 2, tetapi karakteristik ini tidak mun"ul di dalam hasil penelitian. &eneliti juga menyebutkan semua responden memiliki perubahan luka yang baik, diantaranya adanya jaringan granulasi baru, tidak ada reaksi in.lamasi (peradangan) dan luka mengering. &eneliti telah menjelaskan bah%a salah satu .aktor yang mempengaruhi penyembuhan adalah derajat atau grade luka itu sendiri. ,amun, peneliti tidak menjelaskan perbedaan penyembuhan luka pada responden dengan grade ) dan grade 2 atau hubungan grade luka dengan status penyembuhan luka pada responden. &enulisan kata dalam karya ilmiah menggunakan *ahasa $ndonesia yang baku. &enulisan kata ataupun kalimat di dalam pembahasan ini banyak menggunakan bahasa yang tidak baku serta mengandung makna yang ran"u. Seharusnya peneliti lebih menilai lagi penggunaan kata ataupun kalimat untuk penulisan karya ilmiah
17

1". SIMPULAN (Seharusnya ditulis 'esimpulan) 2ari hasil analisis data sebanyak 1 responden pada kelompok pembanding memiliki range skor =-)0 yang berarti tidak ada perubahan, sebaliknya sebanyak 1 responden pada kelompok perlakuan memiliki range skor )0-)6 yang berarti ada perubahan. 0asil analisis bi9ariat didapatkan hasil nilai probabilitas sebesar 0,00= lebih ke"il dibandingkan tara. signi.ikan 5+ atau 0,05. 0asil akhir dapat disimpulkan bah%a penggunaan madu alami (kandungan air kurang dari )=+) dan ,a-l lebih e.ekti. dibanding hanya menggunakan ,a-l. *erdasarkan kesimpulan hasil penelitian terdapat rentang skor kee.ekti.an penggunaan madu dan ,a-l dalam pengobatan luka $'2. 3entang skor ini tidak ditampilkan dalam jurnal ini sehingga pemba"a tidak mengetahui bagaimana pengukuran kee.ekti.an penggunaan madu untuk penyembuhan luka $'2. Seharusnya peneliti menampilkan rentang skor pengukuran kee.ekti.an penggunaan madu dan ,a-l. 0asil akhir disimpulkan bah%a penggunaan madu alami (kandungan air kurang dari )=+) dan ,a-l lebih e.ekti. dibanding hanya menggunakan ,a-l. 'alimat ini disebut kalimat gantung karena tidak menyebutkan objek dari kalimat. Seharusnya peneliti menyebutkan hasil akhir disimpulkan bah%a penggunaan madu alami (kandungan air kurang dari )=+) dan ,a-l lebih e.ekti. dibanding hanya menggunakan ,a-l untuk penyembuhan luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2).

18

1#. IMPLI)ASI PEN**UNAAN HASIL PENELI&IAN

0ammad (2001) dalam penelitiannya menyimpulkan bah%a penggunaan madu pada luka diabetik juga memberikan pengaruh yang signi.ikan kepada peningkatan %arna merah luka, penurunan pus pada luka, bau khas ganggren berkurang, penurunan rangsangan nyeri, serta peningkatan status 9askuler pada luka. &enelitian pembanding Januarsih F #tik (200=) menyebutkan bah%a &era%atan Luka <erbuka menggunakan madu memiliki pengaruh yang signi.ikan terhadap penyembuhan luka. &enelitian Lisbet (2005) dan 0aryanto (20)0) menyatakan bah%a adanya perubahan yang baik pada pada luka pas"a bedah dan luka bakar yang diberikan madu. #plikasi terapi alternati. dengan penggunaan gabungan madu dengan ,a-l juga sangat membantu dalam pera%atan luka apabila dapat dilakukan di &uskesmas *angetayu dan &uskesmas :enuk Semarang dalam pera%atan luka dengan grade yang berbeda.

*erdasarkan hasil %a%an"ara dengan 'epala 3uangan 'elas $ *edah tanggal )2 /aret 20)4, penggunaan pera%atan luka .ornier sepanjang 22 "m sehat dalam 2) hari menggunakan ,a-l 0,5+. madu lebih e.ekti. dibandingkan dengan penggunaan "airan

11. DA(&AR PUS&A)A


19

#da dua sumber di pendahuluan dan satu sumber di pembahasan yang belum dimasukkan ke dalam da.tar pustaka jurnal, sehingga dapat memberikan keran"uan sumber pada jurnal ini. &enulisan da.tar pustaka dalam jurnal merupakan segala sumber baik pada pendahuluan hingga pembahasan yang terlibat didalam jurnal, dimasukkan kedalam da.tar pustaka.

20

&embuatan da.tar pustaka sangat bagus dan memenuhi #&# Style.

BAB III PENU&UP

A. )ESIMPULAN *erdasarkan hasil telaah jurnal tentang e.ekti.itas pengobatan madu alami terhadap penyembuhan luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2) (Studi 'asus di &uskesmas *angetayu dan &uskesmas :enuk Semarang) dapat disimpulkan sebagai berikut ? ). &enulisan komponen jurnal sudah sesuai dengan kaidah penulisan jurnal, namun dalam beberapa hal masih terdapat kekurangan-kekurangan diantaranya kurangnya pemaparan tentang bagaimana proses madu dapat menyembuhkan luka serta banyak penulisan isi jurnal ini yang menggunakan bahsa yang ran"u dan tidak baku. 2. *erdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bah%a madu sangat e.ekti. dalam menyembuhkan luka khususnya pada luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2). &enggunaan

21

madu dapat digunakan pada semua grade luka serta dapat digunakan pada jenis luka in.eksi lainnya selain luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2).

B. SARAN 1. Pelayanan )esehatan : RSUP. Dr. M. Djam l Pa!ang 3S(& 2r./.2jamil &adang, khusus nya pada 3uangan *edah sebaiknya menggunakan /adu #lami G ,a-l dalam pera%atan luka, baik pada pera%atan luka ganggren, pas"a bedah serta untuk luka bakar sehingga mempersingkat lama hari ra%at, beban kerja pera%at, biaya ra%atan klien serta meningkatnya mutu pelayanan 3S(& 2r./. 2jamil &adang khususnya dalam pera%atan luka. ". Pen! ! kan )e$era%atan *agi pendidikan kepera%atan diharapkan dapat lebih mengkaji lagi tentang ino9asi pera%atan luka khususnya tentang jenis luka yang dapat menggunakan pera%atan luka dengan madu atau dengan teknik pera%atan luka modern lainnya.

22