Anda di halaman 1dari 63

Modul : 04

TEKNIK TRANSMISI SELULER


Propagasi Gelombang Radio pada Sistem
Cellular ( Path Loss Model )
TekTransSel-Modul#4
Modul : 04
TEKNIK TRANSMISI SELULER
Propagasi Gelombang Radio pada Sistem
Cellular ( Path Loss Model )
Program Studi D3
Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom
BANDUNG, 2012
Wireless Propagation Radio
Free Space Loss
Diasumsikan terdapat satu sinyal langsung (line of sight path)
sangat mudah memprediksi dengan free space formula
Reflection
Terdapat sinyal tak langsung datang ke receiver setelah
mengalami pantulan terhadap object. Mungkin terdapat banyak
pantulan yang berkontribusi terhadap besarnya delay.
Diffraction
Propagasi melewati object yang cukup besar seolah-olah
menghasilkan sumber sekunder, seperti puncak bukit dsb.
Scattering
Propagasi melewati object yang kecil dan/atau kasar yang
menyebabkan banyak pantulan untuk arah-arah yang berbeda.
TekTransSel-Modul#4
Free Space Loss
Diasumsikan terdapat satu sinyal langsung (line of sight path)
sangat mudah memprediksi dengan free space formula
Reflection
Terdapat sinyal tak langsung datang ke receiver setelah
mengalami pantulan terhadap object. Mungkin terdapat banyak
pantulan yang berkontribusi terhadap besarnya delay.
Diffraction
Propagasi melewati object yang cukup besar seolah-olah
menghasilkan sumber sekunder, seperti puncak bukit dsb.
Scattering
Propagasi melewati object yang kecil dan/atau kasar yang
menyebabkan banyak pantulan untuk arah-arah yang berbeda.
TekTransSel-Modul#4
Radio Propagation Mechanisms
R
S
transmitter
Street
TekTransSel-Modul#4
Building Blocks
D
S
R: Reflection
D: Diffraction
S: Scattering
receiver
D
TekTransSel-Modul#4
Efek propagasi multipath pada kanal wireless
mobile adalah:
Large scale fading Large scale path loss
Small scale propagation
Large scale path loss
Large attenuation dalam rata-rata
Daya sinyal terima menurun berbanding terbalik dengan
pangkat- terhadap jarak , dimana umumnya 2 < < 5
(untuk komunikasi bergerak). disebut Mean Pathloss
Exponent
Sebagai dasar untuk metoda prediksi pathloss
Small scale
Flukstuasi sinyal yang cepat disekitar nilai rata-rata
(large scale) - nya
Doppler spread berhubungan dengan kecepatan fading
(fading rate)
Penyebaran waktu berhubungan dengan perbedaan delay
waktu kedatangan masing-masing sinyal multipath.
TekTransSel-Modul#4
Efek propagasi multipath pada kanal wireless
mobile adalah:
Large scale fading Large scale path loss
Small scale propagation
Large scale path loss
Large attenuation dalam rata-rata
Daya sinyal terima menurun berbanding terbalik dengan
pangkat- terhadap jarak , dimana umumnya 2 < < 5
(untuk komunikasi bergerak). disebut Mean Pathloss
Exponent
Sebagai dasar untuk metoda prediksi pathloss
Small scale
Flukstuasi sinyal yang cepat disekitar nilai rata-rata
(large scale) - nya
Doppler spread berhubungan dengan kecepatan fading
(fading rate)
Penyebaran waktu berhubungan dengan perbedaan delay
waktu kedatangan masing-masing sinyal multipath.
Fading didefinisikan
sebagai fluktuasi daya di
penerima
Karena perilaku sinyal
pada kanal multipath
adalah acak, maka
analisis fading
menggunakan analisis
probabilitas stokastik
Fading terjadi karena
interferensi atau
superposisi gelombang
multipath yang memiliki
amplitudo dan fasa yang
berbeda-beda
Definisi Fading
TekTransSel-Modul#4
Fading
Large Scale Fading
Small Scale Fading

Terdistribusi
Lognormal

Terdistribusi Rayleigh / Rician


Fading didefinisikan
sebagai fluktuasi daya di
penerima
Karena perilaku sinyal
pada kanal multipath
adalah acak, maka
analisis fading
menggunakan analisis
probabilitas stokastik
Fading terjadi karena
interferensi atau
superposisi gelombang
multipath yang memiliki
amplitudo dan fasa yang
berbeda-beda
1.Pendahuluan
Definisi : local mean ( time averaged
) dari variasi sinyal
Large Scale Fading disebabkan
karena akibat keberadaan obyek-
obyek pemantul serta penghalang
pada kanal propagasi serta
pengaruh kontur bumi,
menghasilkan perubahan sinyal
dalam hal energi, fasa, serta delay
waktu yang bersifat random.
Sesuai namanya, large scale
fading memberikan representasi
rata-rata daya sinyal terima dalam
suatu daerah yang luas.
Statistik dari large scale fading
memberikan cara perhitungan
untuk estimasi pathloss sebagai
fungsi jarak.
Kuat sinyal (dB)
Jarak
TekTransSel-Modul#4
Definisi : local mean ( time averaged
) dari variasi sinyal
Large Scale Fading disebabkan
karena akibat keberadaan obyek-
obyek pemantul serta penghalang
pada kanal propagasi serta
pengaruh kontur bumi,
menghasilkan perubahan sinyal
dalam hal energi, fasa, serta delay
waktu yang bersifat random.
Sesuai namanya, large scale
fading memberikan representasi
rata-rata daya sinyal terima dalam
suatu daerah yang luas.
Statistik dari large scale fading
memberikan cara perhitungan
untuk estimasi pathloss sebagai
fungsi jarak.
Equal level main & reflected path
Lower level reflected path
Rx Level
Wideband
Channel
Narrowband
Channel
Frequency
Channel Frequency Response
t
t
t
t
Channel Pulse
Response
Direct Wave
Reflected Wave
Resultant
Sinyal multipath juga akan menyebabkan distorsi sinyal / cacat sinyal.
Problem ini secara khusus berkaitan dengan bandwidth sinyal yang
digunakan dalam komunikasi mobile, dan juga karena respon pulsa
yang berbeda dari sinyal multipath
Distorsi
TekTransSel-Modul#4
Equal level main & reflected path
Lower level reflected path
Rx Level
Wideband
Channel
Narrowband
Channel
Frequency
Channel Frequency Response
t
t
t
t
Channel Pulse
Response
Direct Wave
Reflected Wave
Resultant
TekTransSel-Modul#4
KANAL MULTIPATH FADING KANAL MULTIPATH FADING
FADING :Fenomena fluktuasi daya sinyal terima akibat adanya
proses propagasi dari gelombang radio.
Pengaruh fading terhadap
level sinyal terima adalah
dapat menguatkan ataupun
melemahkan tergantung
phasa dari sinyal resultan
masing-masing path.
C
A
D
B
Receiver
T ransmitter
TekTransSel-Modul#4
Pengaruh fading terhadap
level sinyal terima adalah
dapat menguatkan ataupun
melemahkan tergantung
phasa dari sinyal resultan
masing-masing path.
C
A
D
B
Receiver
T ransmitter
A: direct path
B: reflection
C: diffraction
D: scattering
P
R
P
R_thres
t
0
Multipath dalam kanal radio menyebabkan :
Lingkungan kanal radio mobile ( indoor / outdoor ) seringkali
tidak terdapat lintasan gelombang langsung antara Tx dan
Rx, sedemikian daya terima adalah superposisi dari banyak
komponen gelombang pantul masing-masing memiliki
amplitudo dan fasa saling independen
Multipath Fading , atau Short Term Fading
TekTransSel-Modul#4
Perubahan yang cepat dari amplituda kuat sinyal
Modulasi frekuensi random berkaitan dengan efek
Doppler pada sinyal multipath yang berbeda-beda
Dispersi waktu (echo) yang disebabkan oleh delay
propagasi multipath
1.(Free Space Prop. Model), continued
The power density w at
distance d is
where P
T
is the
transmit power.
2
4 d
P
w
T

=
TekTransSel-Modul#4
The power density w at
distance d is
where P
T
is the
transmit power.
R T
P
A
d
P
=
4
2
t
The received power is
with A the `antenna aperture' or
the effective receiving surface area.
1.(Free Space Prop. Model), continued
The antenna gain GR is related
to the aperture A according to
Thus the received signal power
is
G
R
A
=
4
2
t
/
R T R
2
2
P
=
P G
4
1
4
d
- -
/
t t
TekTransSel-Modul#4
The antenna gain GR is related
to the aperture A according to
Thus the received signal power
is
Received power decreases with distance,P
R
:: d
-2
Received power decreases with frequency, P
R
:: f
-2
Cellular radio planning: Path Loss in dB:
L
fs
= 32.44 + 20 log f (MHz) + 20 log d (km)
TekTransSel-Modul#4
KLASIFIKASI DAERAH
1. DAERAH URBAN ( PERKOTAAN )
* SMALL or MEDIUM sized CITY.
Jika lingkungan berupa gedung bertingkat
dengan tinggi rata-rata kurang dari 5 tingkat,
lebar jalan kurang dari 15 m.
* LARGE CITY.
Jika lingkungan berupa gedung bertingkat
dengan tinggi rata-rata lebih dari 5 tingkat
lebar jalan lebih dari 15 m.
1. DAERAH URBAN ( PERKOTAAN )
* SMALL or MEDIUM sized CITY.
Jika lingkungan berupa gedung bertingkat
dengan tinggi rata-rata kurang dari 5 tingkat,
lebar jalan kurang dari 15 m.
* LARGE CITY.
Jika lingkungan berupa gedung bertingkat
dengan tinggi rata-rata lebih dari 5 tingkat
lebar jalan lebih dari 15 m.
TekTransSel-Modul#4
2. DAERAH SUB-URBAN (PEDESAAN).
Dengan lingkungan area rural dengan
pemantulan (scater) rumah dan
pepohonan.
3. DAERAH RURAL (OPEN AREA)
Dengan lingkungan sawah, padang
rumput.
2. DAERAH SUB-URBAN (PEDESAAN).
Dengan lingkungan area rural dengan
pemantulan (scater) rumah dan
pepohonan.
3. DAERAH RURAL (OPEN AREA)
Dengan lingkungan sawah, padang
rumput.
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
Karakteristik propagasi pada jaringan bergerak (seluler)
berbeda dibandingkan dengan karakteristik propagasi
pada jaringan tetap. Pada jaringan bergerak fading yang
terjadi lebih hebat dan fluktuatif dibandingkan dengan
jaringan tetap.
Untuk menghitung path loss pada propagasi jaringan
seluler telah banyak dilaakukan percobaan dan penelitian.
Beberapa diantaranya yang sering dipakai adalah
Untuk menghitung path loss pada propagasi jaringan
seluler telah banyak dilaakukan percobaan dan penelitian.
Beberapa diantaranya yang sering dipakai adalah
Model Hata
Model Walfisch-Ikegami ( COST-231 )
Model Okumura
dll
TekTransSel-Modul#4
Macrocells
In early days, the models were based on
emprical studies
Okumura did comprehesive
measurements in 1968 and came up with
a model.
Discovered that a good model for path loss was a
simple power law where the exponent n is a
function of the frequency, antenna heights, etc.
Valid for frequencies in: 150 MHz 1920 MHz
for distances: 1km 100km
PROPAGATION MODEL
In early days, the models were based on
emprical studies
Okumura did comprehesive
measurements in 1968 and came up with
a model.
Discovered that a good model for path loss was a
simple power law where the exponent n is a
function of the frequency, antenna heights, etc.
Valid for frequencies in: 150 MHz 1920 MHz
for distances: 1km 100km
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
150
TekTransSel-Modul#4
100 km 100 km
1920 1920
- 1000 meter
1920 1920
150
Okumura Model
L
50
(d)(dB) = L
F
(d)+ A
mu
(f,d) G(h
te
) G(h
re
) G
AREA
L
50
: 50th percentile (i.e., median) of path loss
L
F
(d): free space propagation pathloss.
A
mu
(f,d): median attenuation relative to free space
Can be obtained from Okumuras emprical plots shown in the book (Rappaport),
page 151.
G(h
te
): base station antenna heigh gain factor
G(h
re
): mobile antenna height gain factor
G
AREA
: gain due to type of environment
G(h
te
) = 20log(h
te
/200) 1000m > h
te
> 30m
G(h
re
) = 10log(h
re
/3) h
re
<= 3m
G(h
re
) = 20log(h
re
/3) 10m > h
re
> 3m
h
te
: transmitter antenna height
h
re
: receiver antenna height
L
50
(d)(dB) = L
F
(d)+ A
mu
(f,d) G(h
te
) G(h
re
) G
AREA
L
50
: 50th percentile (i.e., median) of path loss
L
F
(d): free space propagation pathloss.
A
mu
(f,d): median attenuation relative to free space
Can be obtained from Okumuras emprical plots shown in the book (Rappaport),
page 151.
G(h
te
): base station antenna heigh gain factor
G(h
re
): mobile antenna height gain factor
G
AREA
: gain due to type of environment
G(h
te
) = 20log(h
te
/200) 1000m > h
te
> 30m
G(h
re
) = 10log(h
re
/3) h
re
<= 3m
G(h
re
) = 20log(h
re
/3) 10m > h
re
> 3m
h
te
: transmitter antenna height
h
re
: receiver antenna height
Cellular radio planning: Path Loss in dB:
Lfs = 32.44 + 20 log f (MHz) + 20 log d (km)
, ,
|

- = =
L d P
P
dB PL
r
t
2
2
2
4
log 10 log 10 ) (


TekTransSel-Modul#4
150 150
TekTransSel-Modul#4
[1,1 [1,1
11,75 11,75
++ - 40.94 - 40.94
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
Hata Model
Valid from 150MHz to 1500MHz
A standard formula
For urban areas the formula is:
L
50
(urban,d)(dB) = 69.55 + 26.16logf
c
- 13.82logh
te
a(h
re
) +
(44.9 6.55logh
te
) log d
where
f
c
is the ferquency in MHz
h
te
is effective transmitter antenna height in meters (30-200m)
h
re
is effective receiver antenna height in meters (1-10m)
d is T-R separation in km
a(h
re
) is the correction factor for effective mobile antenna height which is a
function of coverage area
a(h
re
) = (1.1logf
c
0.7)h
re
(1.56logf
c
0.8) dB
for a small to medium sized city
Valid from 150MHz to 1500MHz
A standard formula
For urban areas the formula is:
L
50
(urban,d)(dB) = 69.55 + 26.16logf
c
- 13.82logh
te
a(h
re
) +
(44.9 6.55logh
te
) log d
where
f
c
is the ferquency in MHz
h
te
is effective transmitter antenna height in meters (30-200m)
h
re
is effective receiver antenna height in meters (1-10m)
d is T-R separation in km
a(h
re
) is the correction factor for effective mobile antenna height which is a
function of coverage area
a(h
re
) = (1.1logf
c
0.7)h
re
(1.56logf
c
0.8) dB
for a small to medium sized city
TekTransSel-Modul#4
TekTransSel-Modul#4
300 MHZ 300 MHZ
300 MHz
Modul 2 Large Scale
Fading
+
- 40.94
Daerah urban
Model Hata pada daerah urban berlaku rumus sbb :
L
50(u)
= C
1
+ C
2
log ( f ) - 13,82 log (h
b
) a (h
m
) + { 44,9 6,55log (h
b
) } log (d).
Dimana :
f = frekuensi (MHz)
h
b
= tinggi antena BTS (m)
h
m
= tinggi antena MS (m)
d = jarak antara BTS MS (km)
C
1
= 69,55 untuk 400 f 1500
= 46,3 untuk 1500 < f 2000
C
2
= 26,16 untuk 400 f 1500
= 33,9 untuk 1500 < f 2000
f = frekuensi (MHz)
h
b
= tinggi antena BTS (m)
h
m
= tinggi antena MS (m)
d = jarak antara BTS MS (km)
C
1
= 69,55 untuk 400 f 1500
= 46,3 untuk 1500 < f 2000
C
2
= 26,16 untuk 400 f 1500
= 33,9 untuk 1500 < f 2000
a(h
m
) = {1,1log (f) - 0,7} h
m
{1,56 log(f) 0,8 }
TekTransSel-Modul#4
Daerah dense urban
Model Hata pada daerah urban berlaku rumus sbb :
L
50(du)
= C
1
+C
2
log ( f )-13,82 log (h
b
) a (h
m
)+{ 44,9 6,55log (h
b
) } log (d)+C
m
Dimana :
f = frekuensi (MHz)
h
b
= tinggi antena BTS (m)
h
m
= tinggi antena MS (m)
d = jarak antara BTS MS (km)
C
1
= 69,55 untuk 400 f 1500
= 46,3 untuk 1500 < f 2000
C
2
= 26,16 untuk 400 f 1500
= 33,9 untuk 1500 < f 2000
Cm = 3 dB
f = frekuensi (MHz)
h
b
= tinggi antena BTS (m)
h
m
= tinggi antena MS (m)
d = jarak antara BTS MS (km)
C
1
= 69,55 untuk 400 f 1500
= 46,3 untuk 1500 < f 2000
C
2
= 26,16 untuk 400 f 1500
= 33,9 untuk 1500 < f 2000
Cm = 3 dB
a(h
m
) = 3,2{ log(11,75h
m
) }
2
4,97
TekTransSel-Modul#4
Daerah suburban
L
50(su)
= L
50(u)
2{log(f/28)}
2
5,4
Daerah rural terbuka
L
50(rt)
= L
50(u)
4,78{log(f)}
2
+ 18,33log(f) 40,94
TekTransSel-Modul#4
Kelebihan : mudah digunakan ( langsung dimasukkan pada rumus jadi )
Kekurangan: tidak ada parameter eksak yang tegas antara daerah kota,
daerah suburban, maupun daerah terbuka
L
u
= 69,55 + 26,16log f
C
13,83log h
T
a(h
R
) + [44,9 6,55 log h
T
] log d L
u
= 69,55 + 26,16log f
C
13,83log h
T
a(h
R
) + [44,9 6,55 log h
T
] log d
Dimana ,
150 s f
C
s 1500 MHz
30 s h
T
s 200 m , 1 s hr s 10 m
1 s d s 20 km
a(h
R
) adalah faktor koreksi antenna mobile yang nilainya adalah sebagai
berikut :
Daerah kota
Okumura-Hata Prediction Model
Prediction Model
150 s f
C
s 1500 MHz
30 s h
T
s 200 m , 1 s hr s 10 m
1 s d s 20 km
a(h
R
) adalah faktor koreksi antenna mobile yang nilainya adalah sebagai
berikut :
Untuk kota kecil dan menengah,
a(h
R
) = (1,1 log f
C
0,7 )h
R
(1,56 log f
C
0,8 ) dB, dimana, 1 s h
R
s 10 m
Untuk kota besar,
a(h
R
) = 8,29 (log 1,54h
R
)
2
1,1 dB f
C
s 300 MHz
a(h
R
) = 3,2 (log 11,75h
R
)
2
4,97 dB f
C
> 300 MHz
TekTransSel-Modul#4
Daerah Suburban
|
|

-
|

- = 4 , 5
28
f
log 2 L L
2
C
u su
Daerah Open Area
94 , 40 f log 33 , 18 ) f (log 78 , 4 L L
c
2
c u o
- - - =
Okumura-Hata Prediction Model
94 , 40 f log 33 , 18 ) f (log 78 , 4 L L
c
2
c u o
- - - =
TekTransSel-Modul#4
Merupakan formula pengembangan rumus Okumura Hata untuk frekuensi PCS ( 2GHz)
COST-231 ( PCS Extension Hata Model)
M T R T c u
C )logd 6,55logh (44,9 ) a(h logh 13,82 logf 33,9 46,3 L - - - - - - =
dimana , 1500 MHz s f
C
s 2000 MHz
30 m s h
T
s 200 m ,
1 m s hR s 10 m
1 s d s 20 km
a(h
R
) adalah faktor koreksi antena mobile yang nilainya sebagai berikut :
Prediction Model
Untuk kota kecil dan menengah,
a(h
R
) = (1,1 log f
C
0,7 )h
R
(1,56 log f
C
0,8 ) dB
dimana, 1 s h
R
s 10 m
Untuk kota besar,
a(h
R
) = 8,29 (log 1,54h
R
)
2
1,1 dB f
C
s 300 MHz
a(h
R
) = 3,2 (log 11,75h
R
)
2
4,97 dB f
C
> 300 MHz
dan,
CM =
0 dB untuk kota menengah dan kota
suburban
3 dB untuk pusat kota metropolitan
1500 MHz s f
C
s 2000 MHz
30 m s h
T
s 200 m ,
1 m s hR s 10 m
1 s d s 20 km
a(h
R
) adalah faktor koreksi antena mobile yang nilainya sebagai berikut :
TekTransSel-Modul#4
COST231 Walfish Ikegami Model
Cost231 Walfish Ikegami Model digunakan untuk estimasi pathloss untuk
lingkungan urban untuk range frekuensi seluler 800 hingga 2000 MHz.
Wallfisch/Ikegami model terdiri dari 3 komponen :
Free Space Loss (L
f
)
Roof to street diffraction and scatter loss (L
RTS
)
Multiscreen loss (L
ms
)
L
C
=
L
f
+ L
RTS
+ L
ms
L
f
; untuk L
RTS
+ L
ms
< 0
Prediction Model
L
C
=
L
f
; untuk L
RTS
+ L
ms
< 0
L
f
= 32.4 + 20 log
10
R + 20 log
10
f
c
dimana R (km); f
c
(MHz)
L
RTS
= -16.9 + 10 log
10
W + 20 log
10
fc + 20 log
10
Ahm + L
u
di mana
L
u
=
-10 + 0.354| ; 0 < | < 35
2.5 + 0.075(| - 35) ; 35 < | < 55
4.0 0.114(| - 55) ; 55 < | < 90
TekTransSel-Modul#4
L
ms
= L
bsh
+ k
a
+ k
d
log
10
R + k
f
log
10
f
c
- 9 log
10
b
dimana L
bsh
=
-18 + log
10
(1 + Ah
m
) ; h
b
< h
r
| ; h
b
> h
r
k
a
=
54 ; h
b
> h
r
54 + 0.8h
b
; d > 500 m h
b
< h
r
54 + 0.8 Ah
b
. R ; 55 < | < 90
Catatan : L
sh
dan k
a
meningkatkan path loss untuk h
b
yang lebih rendah.
COST231 Walfish Ikegami Model
Prediction Model
Catatan : L
sh
dan k
a
meningkatkan path loss untuk h
b
yang lebih rendah.
k
d
=
18 ; h
b
> h
r
18 15 (Ah
b
/Ah
r
) ; h
b
< h
r
k
f
=
4 + 0.7 (f
c
/925 1)
4 + 1.5 (f
c
/925 - 1)
; Untuk kota ukuran sedang dan
suburban dengan kerapatan pohon
cukup moderat
; Pusat kota metropolitan
TekTransSel-Modul#4
Model ini valid ; d 5km, hb 50m, micro cell, data base
gedung dan jalan yang lengkap
Pada prinsipnya model ini terdiri dari 3 elemen yaitu :
- Free Space Loss,
- Rooftop to Street Diffraction Scatter Loss,
- Multi Screen Loss, seperti rumus berikut :
L
50
= L
f
+ L
rts
+ L
ms
L
50
= L
f
+ L
rts
+ L
ms
L
50
= L
f
, jika L
rts
+ L
ms
0
L
f
= free space loss, Lrts = rooftop to street diffraction & scatter
dan L
ms
= multi screen loss
Seperti disinggung di depan Lf dapat dihitung dengan rumus
L
f
= 32,4+ 20log r + 20 log fc (dB)
TekTransSel-Modul#4
L
rts
dapat dihitung dengan rumus
L
rts
= - 16,9 +10log W + 20log f
c
+ 20log h
m
+ L
0
(dB)
Variable yang mendukung rumus di atas ditunjukan seperti
gambar berikut
h
b

R
h
b
h
r
h
b
b w
h
m
h
m
W lebar jalan (m) dan h
m
= h
r
h
m
(m)
L
rst
= 0 jika hm 0
TekTransSel-Modul#4

building
building
building
building
building
building
L
0
= -10 +0,354 dB untuk 0
0
< 35
0
L
0
= 2,5 + 0,075(-35) dB untuk 35
0
< 55
0
L
0
= 4 - 0,114(-55) dB untuk 55
0
90
0

TekTransSel-Modul#4
L
ms
dapat dihitung dengan rumus
L
ms
= L
bsh
+ k
a
+ k
d
log r + k
f
log f
c
9logb (dB)
L
bsh
= -18log(1+ ) h
b
Untuk
h
b
< h
r
=
Untuk
K
a
= 54
K
a
= 54 0,8
h
b
Untuk
Untuk d > 500 m h
b
< h
r
h
b
< h
r
h
b
> h
r
K
a
= 54 0,8
h
b
K
a
= 54 1,6
h
b
r
Untuk d > 500 m h
b
< h
r
Untuk 55 < | < 90
K
d
= 18
Untuk
h
b
> h
r
K
d
= 18 -15 (
h
b
h
r
)
h
b
< h
r
Untuk
K
f
= 4 +0,7 (
f
925
-1 )
Untuk urban dan suburban
K
f
= 4 +1,5 (
f
925
-1 )
Untuk dense urban
TekTransSel-Modul#4
Tentukan loss propagasi dengan menggunakan model Hata
dan COST 231 antara BTS dan MS pada daerah dense urban
jika diketahui data-data sbb :
f = 1887 MHz, hm = 1,5 m , hb = 30 m, r = 3km , hr = 30 m
= 90
0
, b = 30 m, W = 15 m
TekTransSel-Modul#4
SOLUSI DENGAN MODEL HATA
Daerah dense urban
L
50(du)
=C
1
+C
2
log(f)-13,82log(hb)-a(hm) + {44,9-6,55log(hb)}log(r) +C
m
= 46,3 + 33,9log(1887) 13,82log(30) 0 + {44,9 6,55log(30)}log(3) + 3
a(hm) = 3,2{ log(11,75h
m
)}
2
- 4,97
= 0
= 156,7 dB = 156,7 dB
Daerah urban
L
50
= L
50(du)
- C
m
= 156,7 3 = 153,7 dB
Daerah suburban
L
50(su)
= L
50(u)
2{log(1887/28)}
2
5,4
= 141,6 dB
TekTransSel-Modul#4
SOLUSI DENGAN MODEL COST 231
Menentukan Free space loss ( Lf )
L
f
= 32,4 + 20log(f) + 20log(r)
= 32,4 + 65,5 + 9,54 = 107,44 dB
Menentukan L
rts
L
rts
= -16,9 10log(W) + 10log(f) + 20log(h) + L
0
= 33,2
L
ms
= L
bsh
+ K
a
+ K
d
log(r) + K
f
log(f) 9log(b)
= 0 + 54 + 8,59 -10,8 -13,29
= 38,5 dB
L
50
= L
f
+ L
rts
+ L
ms
= 107,44 + 33,2 + 38,5
= 179,14 dB
TekTransSel-Modul#4
r
o
= 1mil
= 1,6 km
r
P
ro
P
r
P P
r
r
f
f
r ro
o o
n
o
=
/
\
'
\

/
\
'
\

- -
. . .

P P
r
r
n
f
f
r ro
o o
o
= -
/
\
'
\

-
/
\
'
\

- . log . log 10 10
Dalam persamaan linear,
Dalam persamaan logaritmik (dB),
Lees Prediction Model
Prediction Model
P P
r
r
n
f
f
r ro
o o
o
= -
/
\
'
\

-
/
\
'
\

- . log . log 10 10
P
r
= Daya terima pada jarak r dari transmitter.
P
ro
= Daya terima pada jarak r
o
= 1 mil dari
transmitter.
= Slope / kemiringan Path Loss
n = Faktor koreksi, digunakan apabila ada
perbedaan frekuensi antara kondisi saat
eksperimen dengan kondisi sebenarnya.
o
= Faktor koreksi, digunakan apabila ada
perbedaan keadaan antara kondisi saat
eksperimen dengan kondisi sebenarnya.
Kondisi saat eksperimen dilakukan,
1. Operating Frequency = 900 MHz.
2. RBS antenna = 30.48 m
3. MS antenna = 3 m
4. RF Tx Power = 10 watt
5. RBS antenna Gain = 6 dB over
dipole l/2.
6. MS antenna Gain = 0 dB over
dipole l/2.
TekTransSel-Modul#4
L
0
and are obtained from table
where
hb in m
PT in W
Gb = BS antenna gain in scalar
hm in m
fc = carrier frequency in MHz
f0 = In an 900 MHz frequency reference
n = 2 - 3
Lee Models
0 0
log F d L L
Lee
- - =
5 4 3 2 1 0
F F F F F F =
2
1
5 . 30

\
'
\
/
=
b
h
F
Environment L
0
[dB]

Free Space 91.3 20
Open (Rural) 91.3 43.5
Suburban 104.0 38
Urban:
Tokyo 128.0 30
Philadelpia 112.8 36.8
Newark 106.3 43.1
TekTransSel-Modul#4
L
0
and are obtained from table
where
hb in m
PT in W
Gb = BS antenna gain in scalar
hm in m
fc = carrier frequency in MHz
f0 = In an 900 MHz frequency reference
n = 2 - 3
2
1
5 . 30

\
'
\
/
=
b
h
F
10
2
T
P
F =
4
3
b
G
F =
2
3
4

\
'
\
/
=
m
h
F
n
c
f
f
F

\
'
'
\
/
=
0
5
Environment L
0
[dB]

Free Space 91.3 20
Open (Rural) 91.3 43.5
Suburban 104.0 38
Urban:
Tokyo 128.0 30
Philadelpia 112.8 36.8
Newark 106.3 43.1
L [dB]=L (d
0
)+10 log (d/d
0
)
from table 3.2 (Rappa, pp 104)
Log Distance Path Loss Model
Environment Pathloss Exponent
Free Space 2
Urban 2.7 - 3.5
Shadowed Urban 3.0 - 5.0
in building LOS 1.6 - 1.8
in building Obstructed 4.0 - 6.0
in factories Obstructed 2.0 - 3.0
TekTransSel-Modul#4
Environment Pathloss Exponent
Free Space 2
Urban 2.7 - 3.5
Shadowed Urban 3.0 - 5.0
in building LOS 1.6 - 1.8
in building Obstructed 4.0 - 6.0
in factories Obstructed 2.0 - 3.0
L [dB]=L (d
0
)+10 log (d/d
0
) + X
Shadowing effect
+ fading margin
+ availability
(Rappa, pp 104)
Log-normal Shadowing
TekTransSel-Modul#4
L [dB]=L (d
0
)+10 log (d/d
0
) + X
Shadowing effect
+ fading margin
+ availability
(Rappa, pp 104)
P
ro
and didapat dari data hasil percobaan
in free space,
P
ro
= 10
-4.5
mWatts
g = 2
in an open area,
P
ro
= 10
-4.9
mWatts
g = 4.35
in urban area (Philadelphia),
P
ro
= 10
-7
mWatts
g = 3.68
in urban area (Tokyo),
P
ro
= 10
-8.4
mWatts
g = 3.05
a
o
= faktor koreksi
o
=
1 . 2 . 3 . 4 . 5
2
1
(m) 48 . 30
(m) riil station base antena tinggi

\
'
'
\
/
=
v
(m) 3
(m) riil unit mobile antenna tinggi
2

\
'
'
\
/
=
Lees Prediction Model
in an open area,
P
ro
= 10
-4.9
mWatts
g = 4.35
in sub urban area,
P
ro
= 10
-6.17
mWatts
g = 3.84
in urban area (Tokyo),
P
ro
= 10
-8.4
mWatts
g = 3.05
v
(m) 3
(m) riil unit mobile antenna tinggi
2

\
'
'
\
/
=

\
'
'
\
/
=
(watts) 10
(watts) riil pemancar daya
3

\
'
\
/
=
4
2 dipole antena tdh riil station base antena gain
4

\
'
\
/
=
1
2 dipole antena thd. riil unit mobile antena gain
54

TekTransSel-Modul#4
Lees Prediction Model
n diperoleh dari percobaan / empiris
dec / dB 30 n dec / dB 20 s s
Harga n diperoleh dari hasil percobaan yang
dilakukan oleh Okumura dan Young
Berdasarkan eksperimen oleh Okumura
n=30 dB/dec untuk Urban Area.
Correction factor to determine v
in a
2
v = 2,
for new mobile-unit antenna heigh > 10 m
v = 1,
for new mobile-unit antenna heigh < 3 m
Berdasarkan eksperimen oleh Okumura
n=30 dB/dec untuk Urban Area.
Berdasarkan eksperimen oleh Young
n=20 dB/dec untuk Sub.Urban Area
atau Open Area
n hanya berlaku untuk frekuensi operasi
30 sd. 2,000 MHz
v = 1,
for new mobile-unit antenna heigh < 3 m
TekTransSel-Modul#4
3
Jarak dalam mil
2 4 5 6 7 8 9 10 1
-110
-100
-90
-80
-70
-60
-50
-120
S
i
g
n
a
l

s
t
r
e
n
g
t
h

i
n

d
B
m
12
22
32
42
52
62
72
82
S
i
g
n
a
l

s
t
r
e
n
g
t
h

i
n

d
B
(
m
i
k
r
o
V
o
l
t
)
N
e
w

Y
o
r
k

C
i
t
y


(

P
o

=


-

7
7

d
B
m
,



=

4
8

d
B
/
d
e
c

)
T
o
k
y
o
, J
a
p
a
n
( P
o
=
- 8
4
d
B
m
,

=
3
0
.5
d
B
/d
e
c
)
P
h
ila
d
e
lp
h
ia
( P
o
=
- 7
0
d
B
m
,

=
3
6
.8
d
B
/d
e
c
)
N
e
w
a
r
k
(
P
o
=
-
6
4
d
B
m
,

=
4
3
.1
d
B
/d
e
c
)
S
u
b
u
r
b
a
n
(
P
o
=
-
6
1
.7
d
B
m
,

=
3
8
.4
d
B
/d
e
c
)
O
p
e
n
A
r
e
a
(
P
o
=
-
4
9
d
B
m
,

=
4
3
.5
d
B
/d
e
c
)
O
p
en A
rea ( P
o
= - 45 d
B
m
, = 20 d
B
/d
ec )
Lees Prediction Model
3
Jarak dalam mil
2 4 5 6 7 8 9 10 1
-110
-100
-90
-80
-70
-60
-50
-120
S
i
g
n
a
l

s
t
r
e
n
g
t
h

i
n

d
B
m
12
22
32
42
52
62
72
82
S
i
g
n
a
l

s
t
r
e
n
g
t
h

i
n

d
B
(
m
i
k
r
o
V
o
l
t
)
N
e
w

Y
o
r
k

C
i
t
y


(

P
o

=


-

7
7

d
B
m
,



=

4
8

d
B
/
d
e
c

)
T
o
k
y
o
, J
a
p
a
n
( P
o
=
- 8
4
d
B
m
,

=
3
0
.5
d
B
/d
e
c
)
P
h
ila
d
e
lp
h
ia
( P
o
=
- 7
0
d
B
m
,

=
3
6
.8
d
B
/d
e
c
)
N
e
w
a
r
k
(
P
o
=
-
6
4
d
B
m
,

=
4
3
.1
d
B
/d
e
c
)
S
u
b
u
r
b
a
n
(
P
o
=
-
6
1
.7
d
B
m
,

=
3
8
.4
d
B
/d
e
c
)
O
p
e
n
A
r
e
a
(
P
o
=
-
4
9
d
B
m
,

=
4
3
.5
d
B
/d
e
c
)
O
p
en A
rea ( P
o
= - 45 d
B
m
, = 20 d
B
/d
ec )
TekTransSel-Modul#4
r
o
= 1mil
= 1,6 km
r
1
P
ro
P
r
r
2
area 1
area 2
r
r
1
r
2
r
area 1 area 2
1.6 km
Lees Pathloss Formula Untuk Berbagai Jenis Kondisi
Lingkungan
r
1
r
2
r 1.6 km
o
n
o 1 o
1
ro r
.
f
f
.
r
r
.
r
r
. P P
2 1

- - -

\
'
'
\
/

\
'
'
\
/

\
'
'
\
/
=
o
=
1 . 2 . 3 . 4 .
5
o
n
o 1 N 1
2
o
1
ro r
.
f
f
.
r
r
. ... .
r
r
.
r
r
. P P
N 2 1

- -
-
- -

\
'
'
\
/

\
'
'
\
/

\
'
'
\
/

\
'
'
\
/
=
persamaan
umum,
TekTransSel-Modul#4
Microcells
Propagation differs significantly
Milder propagation characteristics
Small multipath delay spread and shallow
fading imply the feasibility of higher data-rate
transmission
Mostly used in crowded urban areas
If transmitter antenna is lower than the
surrounding building than the signals
propagate along the streets: Street Microcells
Propagation differs significantly
Milder propagation characteristics
Small multipath delay spread and shallow
fading imply the feasibility of higher data-rate
transmission
Mostly used in crowded urban areas
If transmitter antenna is lower than the
surrounding building than the signals
propagate along the streets: Street Microcells
TekTransSel-Modul#4
Macrocells versus Microcells
Item Macrocell Microcell
Cell Radius 1 to 20km 0.1 to 1km
Tx Power 1 to 10W 0.1 to 1W Tx Power 1 to 10W 0.1 to 1W
Fading Rayleigh Nakgami-Rice
RMS Delay Spread 0.1 to 10 s 10 to 100ns
Max. Bit Rate 0.3 Mbps 1 Mbps
TekTransSel-Modul#4
Street Microcells
Most of the signal power propagates along
the street.
The sigals may reach with LOS paths if
the receiver is along the same street with
the transmitter
The signals may reach via indirect
propagation mechanisms if the receiver
turns to another street.
Most of the signal power propagates along
the street.
The sigals may reach with LOS paths if
the receiver is along the same street with
the transmitter
The signals may reach via indirect
propagation mechanisms if the receiver
turns to another street.
TekTransSel-Modul#4
Street Microcells
B
A
D
C
Breakpoint
Building Blocks
log (distance) log (distance)
received power (dB) received power (dB)
A
C
B A
D
Breakpoint
n=2
n=4
n=2
n=4~8
15~20dB
TekTransSel-Modul#4
u
MOBILE
Building
Incident
Wave
u = incident angle relative to street
Building
Building
Building
R
Diagram Parameter
w
o
b
Mobile
R
h
b
Ah
b
h
r
Ah
m
h
m
Cell site
GROUND
TekTransSel-Modul#4
Model Rugi-Rugi Propogasi
( Khusus Free Space Loss )
Pengaruh pada Komunikasi Bergerak
TekTransSel-Modul#4
MODEL
1. OKUMURAS model :
* Frek : 150 2000 MHz.
* Jarak : 1 100 km.
* hTx : 30-300 m.
* hRx : >3 m.
2. SAKAGMI and KUBOI model :
* Frek : 450 2200 MHz.
* Jarak : 0,5 10 km.
* hTx : 20 100 m.
* Lebar jalan : 5 50 m.
* Tinggi gedung : 5 80 m.
1. OKUMURAS model :
* Frek : 150 2000 MHz.
* Jarak : 1 100 km.
* hTx : 30-300 m.
* hRx : >3 m.
2. SAKAGMI and KUBOI model :
* Frek : 450 2200 MHz.
* Jarak : 0,5 10 km.
* hTx : 20 100 m.
* Lebar jalan : 5 50 m.
* Tinggi gedung : 5 80 m.
TekTransSel-Modul#4
3. HATAS model :
* Frek : 150 1500 MHz.
* Jarak : 1 20 km.
* hTx : 30 200 m.
* hRx : 1 10 m.
4. M.F.IBRAHIM and J.D.PARSONS model :
* Frek : 168 900 MHz
* jarak : 2 10 km.
* hRx < 3m.
5. W.C.Y LEE model :
* Frek : 900 Mhz.
*
3. HATAS model :
* Frek : 150 1500 MHz.
* Jarak : 1 20 km.
* hTx : 30 200 m.
* hRx : 1 10 m.
4. M.F.IBRAHIM and J.D.PARSONS model :
* Frek : 168 900 MHz
* jarak : 2 10 km.
* hRx < 3m.
5. W.C.Y LEE model :
* Frek : 900 Mhz.
*
TekTransSel-Modul#4